• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Peneguhan Amal Saleh untuk Keumatan

08/12/2025/in Terkini /by Ard

Refleksi Milad Muhammadiyah, Peneguhan Amal Saleh untuk Keumatan (Foto. Mawar)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali menggelar Kajian Bulanan ke-31 untuk dosen dan tendik pada Rabu, 19 November 2025, menghadirkan penceramah dr. H. Agus T., Sp.S., M.Kes. dengan tema “Refleksi Milad Muhammadiyah”. Kegiatan ini menghadirkan pesan-pesan mendalam mengenai perjalanan persyarikatan serta tanggung jawab warga Muhammadiyah dalam menjaga kemajuan dakwah.

Dalam paparannya, dr. Agus mengawali dengan mengingatkan pentingnya kesiapan spiritual setiap manusia. Ia menegaskan bahwa umur memang rahasia Allah Swt. sehingga setiap orang harus selalu berada dalam keadaan terbaik. Pada kesempatan ini, dr. Agus juga menjelaskan perbedaan kondisi seseorang ketika menghadapi sakaratulmaut. Ia mengutip para ulama bahwa orang yang amalnya baik akan merasakan kematian sebagaimana “mencabut rambut dari bubur panas”, sedangkan mereka yang jauh dari amal saleh akan merasakan beratnya sakaratulmaut “seperti mencabut paku dari cor-coran.” Bahkan ia menyampaikan pesan sahabat Nabi, “Kalau saja manusia memahami beratnya sakaratulmaut, ia akan meninggalkan jenazah yang sedang ia urus untuk mempersiapkan diri menghadapi sakaratulmautnya sendiri,” jelasnya.

Memasuki inti tema Refleksi Milad Muhammadiyah, dr. Agus menyoroti capaian persyarikatan yang semakin diakui di tingkat nasional dan global. Salah satu kebanggaan ialah pengakuan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah oleh World Health Organization (WHO) sebagai tim tanggap darurat terbaik dari Indonesia. Namun, ia mengingatkan agar warga Muhammadiyah tidak menyampaikan prestasi ini dengan cara yang menyinggung pihak lain. “Ketika kita bersyukur, jangan sampai capaian kita menjadikan orang lain tidak nyaman. Amal saleh justru bisa berubah jadi pembangkit kebencian bila cara menyampaikannya tidak tepat,” ungkapnya.

Dr. Agus juga menyinggung kiprah pendidikan Muhammadiyah di Australia melalui pembukaan Muhammadiyah Australian College. Menurutnya, 76% siswa merupakan diaspora internasional, bukan hanya warga keturunan Indonesia. Kepercayaan publik internasional muncul karena sekolah itu dikenal sebagai “School of Akhlak.” Ia menambahkan bahwa pemerintah Australia bahkan memberi dukungan pembiayaan untuk renovasi karena menilai sekolah ini membawa manfaat sosial yang besar.

Dalam kesempatan itu, dr. Agus juga mengingatkan agar warga Muhammadiyah tidak hanya aktif di kampus, tetapi juga di lingkungan masyarakat. Ia mengutip pesan yang cukup mengena, “Di kampus kita menghidupkan dakwah, di kampung kita disoroti masyarakat. Dua-duanya surga. Maka lebih baik terpaksa masuk surga daripada sukarela masuk neraka,” tandasnya.

Kajian ditutup dengan harapan agar seluruh dosen dan tendik UAD terus berperan aktif menjaga kejayaan persyarikatan, menghidupkan dakwah Islam yang mencerahkan, serta menjadi teladan bagi masyarakat. Dr. Agus juga mengajak sivitas akademika turut menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah dua tahun mendatang di Medan, termasuk mendorong kegiatan konvoi bermakna seperti AmbulansMu yang berhenti di titik-titik tertentu untuk melakukan amal sosial. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Refleksi-Milad-Muhammadiyah-Peneguhan-Amal-Saleh-untuk-Keumatan-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-08 10:36:532025-12-08 10:36:53Peneguhan Amal Saleh untuk Keumatan

Menguak Pengingkaran Bani Israil atas Nikmat Allah dan Konsekuensinya

08/12/2025/in Feature /by Ard

Ngaji Tafsir At-Tanwir Seri 13, Menguak Pengingkaran Bani Israil atas Nikmat Allah dan Konsekuensinya (Foto. Mawar)

Lembaga Pengembangan dan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan kembali menyelenggarakan Ngaji Tafsir At-Tanwir Seri 13 pada Jumat, 28 November 2025. Pada edisi ini, H. Aly Aulia, Lc., M.Hum., dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, membahas Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 54-57 dengan tema “Pengingkaran Bani Israil akan Nikmat Allah dan Akibatnya.”

Ustaz Aly Aulia menguraikan bahwa rangkaian ayat ini menghadirkan gambaran historis mengenai berbagai bentuk pengingkaran Bani Israil terhadap nikmat Allah. Ia menegaskan bahwa ayat-ayat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai catatan sejarah, tetapi juga sebagai peringatan dan refleksi moral bagi umat Islam hari ini. “Ayat-ayat ini menunjukkan bagaimana Allah menegur Bani Israil karena menyelewengkan amanah dan melupakan nikmat yang telah dikaruniakan kepada mereka,” tuturnya.

Lebih jauh, beliau menjelaskan bahwa salah satu pesan utama dalam ayat-ayat tersebut adalah tentang urgensi bertaubat setelah melakukan kesalahan. Sebagaimana dikisahkan dalam ayat 54, ketika Bani Israil menyembah anak sapi, Musa memerintahkan kaumnya untuk bertobat dengan penuh kesungguhan. Ustaz Aly menyatakan, “Tobat yang diterima Allah selalu mensyaratkan kesadaran, keikhlasan, dan kemauan untuk berubah. Inilah nilai mendasar yang perlu kita renungkan,” jelasnya.

Pembahasan kemudian berlanjut pada ayat 55-56 yang menggambarkan bagaimana sebagian Bani Israil meminta melihat Allah secara langsung, sebuah tuntutan yang menunjukkan kurangnya keimanan mereka terhadap hal-hal gaib. Permintaan tersebut berujung pada azab berupa sambaran petir. “Peristiwa ini menjadi tanda bahwa sikap keras kepala dalam beriman justru akan menghilangkan esensi spiritualitas itu sendiri,” jelasnya. Namun, Allah kemudian membangkitkan mereka kembali agar menjadi kaum yang bersyukur.

Pada ayat 57, Ustaz Aly menekankan bagaimana Allah tetap mencurahkan nikmat-Nya meskipun Bani Israil berulang kali ingkar. Mereka diberi naungan awan dan manna serta salwa sebagai makanan. Namun, mereka tetap melanggar perintah Allah. “Inilah bentuk pengingkaran nikmat: ketika seseorang terus menerima karunia, tetapi tidak menggunakannya untuk ketaatan. Ayat ini memberikan pelajaran bahwa nikmat yang disia-siakan justru akan mendatangkan murka,” tegasnya.

Melalui kajian ini, Ustaz Aly Aulia mengajak jamaah untuk menjadikan kisah Bani Israil sebagai cermin moral. Ia menutup dengan pesan, “Kisah-kisah ini tidak untuk ditertawakan atau diremehkan, tetapi untuk direnungkan. Agar kita memahami bahwa syukur, taat, dan kesadaran diri adalah fondasi penting dalam beragama,” tutupnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ngaji-Tafsir-At-Tanwir-Seri-13-Menguak-Pengingkaran-Bani-Israil-atas-Nikmat-Allah-dan-Konsekuensinya-Foto.-Mawar.png 632 1144 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-08 10:26:342025-12-08 10:26:34Menguak Pengingkaran Bani Israil atas Nikmat Allah dan Konsekuensinya

Kisah Perjalanan dan Prestasi UKM Bola Basket UAD

08/12/2025/in Terkini /by Ard

UKM Bola Basket UAD Tampil Gemilang, Kisah Perjalanan dan Prestasi Diangkat dalam Podcast Olahraga & Kamu TVMU Yogyakarta (Foto. Mawar)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Basket Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menjadi sorotan publik setelah diundang sebagai narasumber dalam program Podcast Olahraga & Kamu yang diproduksi TVMU Stasiun Yogyakarta. Episode bertema “Mengembangkan Bakat dan Prestasi bersama UKM Bola Basket UAD” ini menghadirkan Muhammad Dafitra, ketua UKM Bola Basket UAD, bersama Fajar Junaedi selaku host pada Sabtu, 22 November 2025.

Pada awal sesi, Fajar Junaedi menjelaskan latar belakang hadirnya program tersebut. “Podcast Olahraga dan Kamu ini adalah hasil kolaborasi antara TVMU Stasiun Yogyakarta bersama Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya masa mahasiswa sebagai fase pembentukan diri. “Mahasiswa itu adalah usia yang paling menyenangkan karena pada masa inilah proses pembentukan identitas dan karakter mencapai puncaknya,” tambahnya.

Fajar menyoroti bahwa sebagian besar mahasiswa aktif mengikuti UKM, dan salah satu UKM yang tengah menorehkan prestasi adalah UKM Bola Basket UAD. Dalam kesempatan tersebut, Dafitra menceritakan awal mula ia terlibat di UKM tersebut. “Ceritanya saya bisa jadi ketua UKM itu karena di dalamnya ada teman saya, Pak. Waktu buka pendaftaran, saya tertarik ikut kepengurusan. Selama kuliah, ini pertama kalinya saya ikut organisasi,” tuturnya.

“Kalau ada event besar, seminggu bisa sampai tiga sampai empat kali latihan. Semua di malam hari, jadi tidak mengganggu perkuliahan,” jelasnya.

Prestasi terbaru UKM Bola Basket UAD adalah menjadi juara di Liga Mahasiswa, sebuah pencapaian yang sangat berharga bagi tim. Dafitra mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. “Liga Mahasiswa itu liga bergengsi buat kita. Dua tahun terakhir kami dicap sebagai tim kalahan, selalu kalah. Jadi kami benar-benar berprogres lewat latihan intensif. Coach kami, Coach Gogor, punya lisensi A, di Indonesia hanya ada lima orang yang punya lisensi itu, dan beliau salah satunya,” ungkapnya bangga.

Dalam segmen akhir, David membagikan informasi penting tentang mekanisme rekrutmen atlet melalui jalur Beasiswa Talenta Unggul UAD. “Untuk tim A, kami rekrut dari teman-teman SMA lewat Beasiswa Talenta Unggul. Sebulan atau dua bulan sebelum pendaftaran, kami sudah sebar pamflet. Mereka kirim bukti permainan atau kejuaraan terakhir, lalu kami tes langsung di Jogja, biasanya di Lapangan SMA Teladan Godean. Setelah itu dipilih bersama coach,” jelasnya. Fajar menanggapi dengan menekankan peluang besar bagi calon mahasiswa. “Ini info yang sangat berharga, terutama untuk adik-adik SMA. Ada kesempatan mengikuti Beasiswa Talenta Unggul di Universitas Ahmad Dahlan,” katanya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/UKM-Bola-Basket-UAD-Tampil-Gemilang-Kisah-Perjalanan-dan-Prestasi-Diangkat-dalam-Podcast-Olahraga-Kamu-TVMU-Yogyakarta-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-08 10:15:292025-12-08 10:15:29Kisah Perjalanan dan Prestasi UKM Bola Basket UAD

UAD Raih Peringkat Terbaik 2 pada Anugerah Program Leapfrogging LLDIKTI Wilayah V 2025

08/12/2025/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Raih Peringkat Terbaik 2 pada Anugerah Program Leapfrogging LLDIKTI Wilayah V 2025 (Foto. Mawar)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui capaian prestisius pada Anugerah Program Leapfrogging LLDIKTI Wilayah V Tahun 2025. Pada ajang tersebut, UAD meraih peringkat Terbaik 2 dalam kategori Peningkatan Mutu Program Studi Klaster Universitas dan Institut.

Anugerah Leapfrogging merupakan bagian dari upaya strategis LLDIKTI Wilayah V untuk mendorong percepatan transformasi perguruan tinggi melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, serta kolaborasi berbasis resource sharing. Program ini dirancang untuk memastikan pendidikan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap adaptif, relevan, dan berdaya saing di tengah perkembangan era digital.

Kegiatan penganugerahan dilaksanakan pada Selasa, 2 Desember 2025, di The Malioboro Hotel & Conference Center Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, LLDIKTI Wilayah V memaparkan hasil evaluasi program sekaligus mengumumkan institusi yang berhasil menunjukkan kinerja unggul dalam berbagai kategori, termasuk penguatan mutu, kerja sama, pengembangan sumber daya, dan peningkatan kualitas program studi.

Capaian UAD sebagai Terbaik 2 dalam kategori peningkatan mutu program studi mencerminkan konsistensi institusi dalam mengembangkan standar akademik, pengelolaan program studi, serta strategi peningkatan mutu yang berorientasi pada keberlanjutan. Penghargaan ini juga menunjukkan keselarasan langkah UAD dengan agenda transformasi pendidikan tinggi yang tengah digalakkan LLDIKTI Wilayah V.

Prestasi ini menjadi dorongan bagi UAD untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, inovatif, dan berkontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas ekosistem pendidikan tinggi di DIY. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Raih-Peringkat-Terbaik-2-pada-Anugerah-Program-Leapfrogging-LLDIKTI-Wilayah-V-2025-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-08 09:02:242025-12-08 09:05:35UAD Raih Peringkat Terbaik 2 pada Anugerah Program Leapfrogging LLDIKTI Wilayah V 2025

Risalah Islam Berkemajuan dan Key Performance Index 

08/12/2025/in Terkini /by Ard

Sesi VII Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) (Foto. Humas)

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menyampaikan materi bertajuk Risalah Islam Berkemajuan dan Key Performance Index pada Sesi VII Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). 

Dalam kesempatan tersebut, Sayuti menegaskan pentingnya peran humas dalam menjaga reputasi Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan PTMA. “Humas memiliki posisi strategis karena turut menentukan citra dan kepercayaan publik terhadap Muhammadiyah,” ujarnya.

Sayuti mengungkapkan bahwa bidang komunikasi publik dalam Muhammadiyah kini semakin diperkuat, termasuk pada struktur Pimpinan Pusat. Menurutnya, langkah ini diperlukan karena selama ini aspek komunikasi belum dikelola secara maksimal. Ia juga mengajak para peserta untuk bersyukur menjadi bagian dari Persyarikatan. “Kita patut bersyukur menjadi bagian dari Muhammadiyah yang tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan dalam beramal saleh,” tuturnya.

Dalam pemaparannya, Sayuti menekankan bahwa Muhammadiyah, yang telah berdiri selama 116 tahun Hijriah, diakui sebagai salah satu model paling berhasil dalam modernisasi pendidikan Islam di dunia. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Persyarikatan masih menghadapi tantangan internal seperti ketidaksinergian sejumlah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, lemahnya kinerja beberapa Pimpinan Daerah Muhammadiyah, serta penutupan beberapa Amal Usaha Muhammadiyah. “Organisasi harus terus dijaga agar tetap sehat, efektif, dan efisien,” tegasnya.

Sayuti menjelaskan perlunya pembaruan tata kelola organisasi Muhammadiyah sesuai tuntutan modern, sebagaimana ditegaskan dalam Tanfidz Keputusan Muktamar ke-48. Ia memaparkan model 7-S McKinsey sebagai kerangka penguatan organisasi yang meliputi strategi, struktur, sistem, nilai-nilai bersama, keterampilan, sumber daya manusia, dan gaya kepemimpinan. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan Pokok Pikiran Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah butir 6 yang menyatakan bahwa organisasi merupakan alat perjuangan yang sebaik-baiknya.

Lebih lanjut, Sayuti menyampaikan capaian kinerja berbagai majelis dan lembaga periode 2023–2024, termasuk capaian Majelis Pembinaan Kesehatan Umum yang mencapai 85 persen dengan pemenuhan 16 dari 24 indikator kinerja. Ia menyebut perlunya penguatan keterkaitan antara program kerja dan indikator kinerja, serta penajaman sasaran strategis agar lebih terukur dan efektif.

Dalam penutupnya, Sayuti menyampaikan pesan moral yang diambil dari keteladanan KH. Ahmad Dahlan, agar seluruh kader Muhammadiyah terus bekerja dengan spirit kemajuan. “Jadilah kyai, guru, atau pimpinan yang berkemajuan, dan jangan pernah lelah bekerja untuk Muhammadiyah,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh Rektor UAD, Muchlas, M.T., yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan menegaskan pentingnya memperkuat peran humas PTMA sebagai garda terdepan dalam menyampaikan narasi berkemajuan. Ia berharap hasil Rakornas ini dapat diimplementasikan secara nyata untuk memperkuat tata kelola komunikasi, meningkatkan kolaborasi, serta memperluas kontribusi PTMA bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sesi-VII-Rapat-Koordinasi-Nasional-Rakornas-Forum-Humas-Perguruan-Tinggi-Muhammadiyah-dan-‘Aisyiyah-PTMA-Foto.-Humas.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-08 08:47:052025-12-08 08:47:05Risalah Islam Berkemajuan dan Key Performance Index 

Rakornas Forum Humas PTMA Gelar Doa Bersama untuk Bencana di Indonesia

06/12/2025/in Terkini /by Ard

Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) (Foto. Humas UAD)

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) menghadirkan momen khidmat melalui penyelenggaraan doa bersama untuk korban bencana alam yang terjadi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wujud empati dan kepedulian kolektif peserta Rakornas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi ujian berat akibat musibah di berbagai wilayah seperti banjir Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, banjir Malang, dan tanah longsor Banjarnegara, serta wilayah lainnya.

Doa bersama dipimpin oleh Irfan Fatkhurohman, M.Pd., dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan diikuti oleh seluruh peserta Rakornas. Suasana hening dan penuh harap mengiringi setiap lantunan doa yang dipanjatkan, memohon keselamatan, ketabahan, serta kekuatan bagi masyarakat terdampak, sekaligus memohon kelancaran proses penanganan di daerah yang mengalami kerusakan.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan PTMA menegaskan bahwa rangkaian bencana yang terjadi menjadi pengingat pentingnya memperkuat solidaritas sosial dan kepekaan kemanusiaan. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki peran moral untuk terus menghadirkan nilai-nilai kepedulian dalam berbagai aktivitas kelembagaan, termasuk melalui ruang-ruang refleksi seperti doa bersama.

Kegiatan doa ini menjadi bagian dari upaya Forum Humas PTMA untuk menjaga harmoni, empati, dan kohesi di antara sivitas perguruan tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Selain sebagai agenda spiritual, doa bersama ini juga memperkokoh hubungan antarpraktisi humas yang hadir, membangun suasana kebersamaan dalam menghadapi dinamika sosial yang berkembang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Forum-Humas-Perguruan-Tinggi-Muhammadiyah-‘Aisyiyah-PTMA-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-06 17:38:472025-12-06 17:38:47Rakornas Forum Humas PTMA Gelar Doa Bersama untuk Bencana di Indonesia

Forum Humas PTMA Gelar Sesi Best Practice pada Rakornas 2025

06/12/2025/in Terkini /by Ard

Sesi VI Rakornas Forum Humas PTMA (Foto. Humas UAD)

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) kembali menghadirkan sesi yang menjadi ruang berbagi praktik terbaik antarpraktisi kehumasan. Pada Sesi VI bertajuk “Best Practice Pengelolaan Humas di PTMA”,peserta foru dibekali wawasan mengenai model pengelolaan humas yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan citra institusi di lingkungan PTMA.

Ketua Forum Humas PTMA, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., menjelaskan berbagai pendekatan komunikasi kelembagaan yang selama ini terbukti memberikan dampak positif bagi reputasi perguruan tinggi. Ia turut memaparkan struktur Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD yang terdiri atas divisi protokol, reporter, konten kreator, admin, fotografer, dan desainer. Setiap divisi diwajibkan memiliki target kinerja yang jelas agar mampu bersinergi dalam memperkuat branding UAD sekaligus meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa baru.

Diskusi yang dipandu oleh Irfan Fatkhurohman, M.Pd., dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), menghadirkan perspektif menarik mengenai keragaman kondisi kampus PTMA. Irfan menegaskan bahwa kampus yang sedang berkembang tidak selalu bisa meniru strategi kampus yang sudah mapan dan luar biasa. “Penting bagi kampus-kampus berkembang untuk bersuara dan membagikan praktiknya, karena pola kerja, dinamika, serta gimmick interaksi publiknya memiliki karakter yang berbeda,” jelasnya.

Melalui sesi ini, peserta Rakornas memperoleh momentum untuk memahami bahwa pengelolaan kehumasan bukan sekadar aktivitas publikasi, tetapi ekosistem kerja yang menuntut inovasi, kolaborasi, dan konsistensi. Pertukaran pengalaman antarpraktisi menjadi fondasi penting dalam menguatkan kapasitas bersama serta mendorong hadirnya model-model humas yang relevan dengan kebutuhan institusi masing-masing. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sesi-VI-Rakornas-Forum-Humas-PTMA-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-06 16:13:572025-12-06 16:13:57Forum Humas PTMA Gelar Sesi Best Practice pada Rakornas 2025

Strategi Media Relations di Era Media Sosial

06/12/2025/in Terkini /by Ard

 Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si., (Foto. Humas UAD)

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) 2025 memasuki Sesi V pada Sabtu, 6 Desember 2025, dengan fokus pembahasan mengenai media relations di era media sosial. Sesi ini menghadirkan Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si., sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Muhammad Hidayatullah, S.M., M.I.Kom., dari Universitas Muhammadiyah Buton.

Dalam pemaparannya, Dr. Fajar menjelaskan bahwa ekosistem media saat ini bergerak pada PESO: paid media, earned media, shared media, dan owned media. “Kita sekarang berada di ekosistem media yang ditandai dengan paid media, shared media, owned media, dan earned media. Kalau paid itu urusannya teman-teman admisi atau promosi. Sementara owned media adalah media yang kita miliki, seperti website, media sosial, dan newsletter,” terangnya.

Ia menekankan bahwa sivitas akademika, khususnya dosen dan tenaga kependidikan, sesungguhnya merupakan influencer mikro kampus yang berpotensi memperluas jangkauan informasi. “Bayangkan jika biro SDM membuat paket insentif untuk dosen dan tendik yang rajin share, like, dan comment pada unggahan kampus. Dampaknya akan luar biasa,” ujarnya.

Dr. Fajar juga menunjukkan pentingnya analisis pemberitaan menggunakan perangkat digital. Ia mengenalkan Voyant Tools sebagai aplikasi yang dapat menganalisis teks berita, komentar, hingga tren kosakata yang muncul. “Ada aplikasi yang bisa dipakai untuk menganalisis bukan hanya berita, tetapi juga komentar-komentar, yaitu Voyant Tools dan ChatGPT. Tidak semua dari kita pakar media, maka teknologi harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Menurutnya, Voyant Tools dapat membantu humas membuat laporan berbasis data kepada pimpinan melalui infografis yang informatif. Analisis tersebut juga dapat digunakan untuk menilai media mana yang memuat rilis secara utuh atau menambah konten positif. Namun ia mengingatkan kelemahan aplikasi tersebut, “Voyant tidak bisa menangkap aktor atau gambar. Ia hanya membaca teks.”

Selain itu, ia menegaskan bahwa komentar warganet perlu dianalisis secara khusus, bukan hanya fokus pada insight di media sosial. “Untuk mengetahui komentar, kita hanya butuh aplikasi export comment dan mengunduhnya dalam bentuk excel. Selama ini kita hanya fokus pada insight, padahal komentar itu juga penting,” tuturnya.

Dalam sesi tersebut, Dr. Fajar menggarisbawahi bahwa media relations tidak hanya berkutat pada hubungan dengan media massa, melainkan juga dengan social media influencer (SMI). Ia menguraikan beberapa poin penting: membangun hubungan kerja yang positif dengan media melalui penyediaan informasi yang akurat dan tepat waktu; kolaborasi dengan influencer, memahami gaya penyajian konten mereka agar kerja sama berjalan efektif; pendekatan komunikasi strategis, yaitu bersikap proaktif dalam mengelola isu dan menempatkan informasi dalam perspektif yang menguntungkan; media mapping, yakni mengelompokkan media berdasarkan relevansi isu dan kebutuhan publikasi; relasi personal, seperti mencatat hari ulang tahun media, menjaga komunikasi reguler, dan menjauhi praktik yang tidak etis.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa siaran pers harus disusun sebagai berita yang memiliki news value, bukan sekadar pernyataan. Humas perlu menggelar rapat isu mingguan agar tetap selaras dengan tren pemberitaan. Untuk isu strategis, konferensi pers atau media briefing sangat diperlukan dengan persiapan teknis yang matang, seperti press kit, daftar undangan media, alur acara, dan ruang tanya jawab.

Menutup sesi, Dr. Fajar menegaskan bahwa media monitoring wajib dilakukan sebagai dasar evaluasi. Pemantauan mencakup pemberitaan (positif, negatif, netral), volume pemberitaan, efektivitas pesan, hingga media mana yang paling banyak mengangkat isu kampus. “Semua hasil monitoring itu adalah dasar kita untuk memperbaiki strategi. Tanpa data, kita hanya menebak-nebak,” tegasnya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/menghadirkan-Dr.-Fajar-Junaedi-S.Sos_.-M.Si_.-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-06 14:47:452025-12-06 14:51:02Strategi Media Relations di Era Media Sosial

Penguatan Pengelolaan Media Sosial

06/12/2025/in Terkini /by Ard

Dr. Rully Nasrullah, M.Si. (Foto. Humas UAD)

Rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) 2025 berlanjut dengan sesi keempat yang menghadirkan pakar media digital, Dr. Rully Nasrullah, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas strategi pengelolaan media sosial yang relevan bagi unit kehumasan PTMA di tengah dinamika komunikasi digital.

Dalam paparannya, Dr. Rully menekankan pentingnya memahami karakteristik audiens sebelum memproduksi konten media sosial perguruan tinggi. Menurutnya, banyak akun institusi yang mengunggah konten rutin dan formal, namun tidak memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, orang tua, maupun masyarakat. “Ketika netizen membuka akun perguruan tinggi Muhammadiyah, value apa yang mereka dapatkan?” ujarnya.

Ia menilai bahwa saat ini sekitar 80 persen konten media sosial kampus berisi aktivitas seremonial yang tidak memiliki fungsi signifikan bagi audiens utama. Karena itu, ia mendorong humas PTMA untuk melakukan evaluasi dan audit konten secara berkala agar lebih tepat sasaran. 

Sebagai solusi, Dr. Rully menyarankan agar PTMA memiliki dua jenis akun media sosial. Satu akun bersifat formal sebagai kanal resmi institusi, sementara akun kedua berfokus pada konten keseharian kampus yang lebih dekat dengan mahasiswa dan publik. “Akun formal tetap diperlukan, tetapi akun yang menampilkan aktivitas sehari-hari akan menjangkau audiens secara lebih efektif,” jelasnya. 

Ia menjelaskan bahwa konten informal seperti keseharian mahasiswa, aktivitas nonformal, hingga konten ringan dapat meningkatkan interaksi dan kedekatan emosional dengan pengguna. Menurutnya, banyak kampus justru mendapatkan atensi lebih dari konten sederhana yang dikemas secara menarik.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menentukan fokus branding kampus. Apakah menonjolkan institusi, fakultas, program studi, atau kualitas dosen. Pemilihan fokus tersebut akan berpengaruh pada strategi komunikasi dan jenis konten yang akan diproduksi.

Dr. Rully juga memaparkan pentingnya memahami perilaku dan preferensi target audiens. Ia mencontohkan bagaimana perbedaan karakteristik kelompok usia, gender, dan kebutuhan dapat menentukan bentuk serta pendekatan komunikasi yang tepat dalam kampanye media sosial.

Ia menambahkan bahwa kesalahan dalam menentukan target audiens dapat menyebabkan kampus memproduksi konten yang tidak relevan. Oleh karena itu, kampus perlu melakukan analisis mendalam untuk mengetahui siapa konsumen utama dari konten mereka, baik mahasiswa, calon mahasiswa, orang tua, maupun masyarakat umum.

Dalam sesi tersebut, ia kembali menegaskan bahwa peningkatan branding tidak semata-mata ditentukan oleh frekuensi unggahan, tetapi oleh kesesuaian konten dengan kebutuhan audiens. “Sebelum memproduksi konten, identifikasi dulu siapa yang ingin Anda jangkau,” pesannya.

Dr. Rully menutup sesi dengan mengajak humas PTMA untuk beradaptasi dengan dinamika digital yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya inovasi, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba pendekatan baru dalam komunikasi digital. Dengan langkah tersebut, diharapkan media sosial PTMA dapat memberikan manfaat lebih besar dan berkontribusi pada penguatan citra institusi. (Dnd)

uad.ac.id 

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Rully-Nasrullah-M.Si_.-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-06 11:02:152025-12-06 11:02:15Penguatan Pengelolaan Media Sosial

Humas PTMA di Era Big Data

05/12/2025/in Terkini /by Ard

Ismail Fahmi, S.T., M.A., Ph.D., (Foto. Humas UAD)

Gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) memasuki fase krusial pada sesi ketiga, Jumat, 5 Desember 2025. Diskusi bergeser ke ranah teknis, yakni penguasaan analytics dan penguatan konektivitas antarlembaga di era disrupsi digital.

Sesi ini diisi oleh Ismail Fahmi, S.T., M.A., Ph.D., dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Sosok yang dikenal luas sebagai pakar big data ini menekankan bahwa di era banjir informasi saat ini, intuisi saja tidak lagi cukup, keputusan komunikasi harus berbasis pada data yang presisi.

Ismail menegaskan urgensi penggunaan tools analytics untuk membedah percakapan di media sosial. Bagi PTMA, kemampuan membaca data analitik bukan sekadar untuk mengetahui jumlah likes atau share, melainkan untuk memetakan sentimen publik, mendeteksi potensi krisis sejak dini, serta merumuskan strategi komunikasi yang relevan dengan target audiens, khususnya Gen Z.

Lebih jauh, Ismail menyoroti korelasi antara data dan penguatan hubungan antarlembaga. Dengan basis data yang kuat, PTMA dapat saling terhubung dalam satu ekosistem informasi yang solid. Analitik memungkinkan jejaring Muhammadiyah untuk bergerak serentak dalam mengamplifikasi narasi positif dan memitigasi isu, menjadikan PTMA sebagai kekuatan opini yang diperhitungkan di kancah nasional.

Ismail Fahmi juga memperkenalkan kerangka kerja untuk manajemen kehumasan PTMA yang mengintegrasikan tiga metode analisis utama: Stakeholder Mapping, Analisis Framing Media, dan SCCT (Situational Crisis Communication Theory).

Menurutnya, tujuan utama dari integrasi ketiga metode ini adalah untuk menentukan siapa yang diajak bicara, narasi apa yang dibangun, dan aksi komunikasi apa yang harus dilakukan. Hasil yang diharapkan adalah kebijakan humas yang kokoh, peningkatan reputasi, relasi antar lembaga yang lebih harmonis, dan risiko krisis yang lebih kecil.

Iwan Setiawan, M.M., menambahkan, “Humas adalah kunci-kunci informasi di PTMA, sekaligus pusat-pusat keunggulan di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Mari bersama tingkatkan kolaborasi dan sinergi, jadikan Humas sebagai ujung tombak untuk menguatkan citra dan kontribusi positif PTMA dan AUM bagi bangsa!” tegasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ismail-Fahmi-S.T.-M.A.-Ph.D.-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-05 22:51:122025-12-05 22:51:12Humas PTMA di Era Big Data
Page 28 of 393«‹2627282930›»

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Lolos Seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 Cabang Bola Voli Pantai02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis02/04/2026
  • Pesan Mendalam Ekologi dalam Surah Ar-Rahman02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Gizi Seimbang di Batur Lor01/04/2026
  • Memaknai Lailatul Qadar melalui Al-Qur’an01/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top