• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Sebanyak 243 Lulusan FKIP UAD Siap Melangkah ke Masa Depan

14/05/2025/in Terkini /by Ard

Pelepasan Calon Wisudawan FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto Humas dan Promosi FKIP)

Yogyakarta, 7 Mei 2025 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan acara Pelepasan Calon Wisudawan dan Wisudawati Periode III Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para mahasiswa dalam menyelesaikan studi.

Dalam laporan kegiatan, Ketua Panitia Barry Nur Setyanto, M.Pd., menyampaikan bahwa sebanyak 243 calon wisudawan/wisudawati resmi dilepas, terdiri atas 180 lulusan S1 dan 63 lulusan S2. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi penyumbang lulusan terbanyak di jenjang S1 (67 orang), sedangkan di jenjang S2, Magister Pendidikan tercatat meluluskan 32 orang.

Salah satu momen paling menginspirasi hadir dalam sambutan lulusan terbaik yang disampaikan oleh Intan Meifilindati dari Prodi PGSD. Dengan IPK 3,97 dan masa studi 3 tahun 6 bulan, Intan membagikan kisah perjuangannya yang menyentuh.

“Saya berdiri di sini bukan sebagai yang terbaik, tetapi sebagai wakil dari teman-teman seperjuangan yang sama-sama memilih bertahan, ketika menyerah tampak lebih mudah. Saya percaya, gelar ini bukan hanya milik saya, tapi milik kita semua yang pernah merasa lelah, tapi memilih untuk terus berjuang.”

Intan juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada orang tua dan para dosen yang telah membimbing selama masa studi, serta mengajak rekan-rekannya menjadikan gelar sarjana sebagai awal pengabdian. “Tugas kita sebagai pendidik tidak mudah, tapi mulia. Mari terus belajar dan menginspirasi.”

Acara pelepasan ini juga menjadi momentum perdana penganugerahan Alumni Award FKIP UAD sebagai bentuk penghargaan terhadap kiprah dan kontribusi para alumni di masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Dekan I FKIP UAD, Dr. Suyatno, M.Pd.I., menyampaikan ucapan selamat dan pesan inspiratif bagi para lulusan. Ia menegaskan bahwa setiap perjalanan studi, baik yang lulus tepat waktu maupun pada waktu yang tepat, adalah cerita berharga yang patut disyukuri.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, hadirin juga diajak menyimak paparan inspiratif dari KH Pahri, S.Ag., M.M., seorang tokoh Muhammadiyah yang memiliki rekam jejak pendidikan dan kiprah panjang di bidang dakwah dan pendidikan. Dalam paparannya, ia menegaskan makna dari tema pelepasan kali ini “Berilmu, Beraksi, Berarti dan Tak Berhenti” sebagai filosofi hidup yang patut terus dijalani.

“Wisuda hanyalah sebuah transisi menuju babak baru di mana ilmu yang telah didapatkan harus diimplementasikan dalam aksi nyata. Perjalanan ini menuntut semangat belajar yang tak pernah padam, keberanian untuk bertindak, dan komitmen untuk memberi manfaat,” tegasnya.

Acara ditutup dengan pengumuman wisudawan terbaik tingkat program studi. Dengan berakhirnya acara pelepasan ini, 243 lulusan FKIP UAD resmi dilepas untuk menapaki fase kehidupan baru. Semangat, ilmu, dan kisah perjuangan mereka menjadi penanda bahwa pendidikan bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang pengabdian yang bermakna. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelepasan-Calon-Wisudawan-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-dan-Promosi-FKIP.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-14 11:32:382025-05-14 11:32:38Sebanyak 243 Lulusan FKIP UAD Siap Melangkah ke Masa Depan

Membangun Literasi Kritis Melalui Jurnalistik dan Penulisan Karya Sastra

14/05/2025/in Terkini /by Ard

Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan Karya Sastra oleh IMM PBII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto IMM PBII UAD)

Dalam upaya meningkatkan literasi kritis di kalangan mahasiswa, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBII) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan Karya Sastra pada Rabu, 7 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Bengkel Media Pembelajaran Matematika UAD dengan mengusung tema, “Tulis dengan Hati, Sunting dengan Teliti: Kader IMM sebagai Penulis yang Beretika dan Kreatif.”

Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam menulis jurnalistik dan karya sastra, serta mendorong keberanian mereka dalam menyampaikan gagasan, realitas sosial, dan ekspresi diri melalui tulisan yang bermakna dan bertanggung jawab.

Sebanyak 15 kader IMM FKIP terpilih mengikuti pelatihan ini secara intensif. Mereka mendapatkan materi seputar dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita dan feature, etika media, serta pengenalan dan praktik penulisan karya sastra, khususnya puisi. Salah satu poin menarik dari kegiatan ini adalah keterlibatan peserta dalam penulisan puisi yang nantinya akan diterbitkan dalam bentuk antologi bersama.

Ketua Bidang Riset Pengembangan Keilmuan (RPK) IMM PBII, Zivarrah Putri menyampaikan bahwa pemilihan tema pelatihan bukanlah tanpa alasan. “Menulis bukan hanya soal teknis, tetapi tentang kejujuran, kepekaan, dan tanggung jawab terhadap realitas yang dihadapi. Sementara menyunting menunjukkan komitmen terhadap kualitas serta integritas tulisan,” ujarnya.

Narasumber pelatihan, Sudaryanto, M.Pd., dan Khaidar Naufal Pasingsingan, memberikan pemahaman mendalam tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga dari sudut pandang etika dan sosial dalam kepenulisan. Mereka menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi bagi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi peserta untuk terus mengembangkan diri, baik secara akademik maupun kreatif. Lebih dari itu, kegiatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk menumbuhkan keberanian dalam memublikasikan karya dan menyuarakan ide-ide kritis mereka,” jelas Sudaryanto.

Pelatihan ini memiliki esensi penting sebagai ruang tumbuh kesadaran mahasiswa. Menjadi jembatan antara kemampuan teknis menulis dan pembentukan kesadaran sosial, agar mahasiswa tidak hanya pandai menulis, tetapi juga mampu merespons realitas secara tajam, empatik, dan bertanggung jawab. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-Jurnalistik-dan-Penulisan-Karya-Sastra-oleh-IMM-PBII-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-IMM-PBII-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-14 11:00:122025-05-14 11:00:12Membangun Literasi Kritis Melalui Jurnalistik dan Penulisan Karya Sastra

Mengaktualisasikan Strategi dalam Penerapan Pembelajaran Holistik

14/05/2025/in Feature /by Ard

Kuliah Umum PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto Salsya)

Globalisasi mengubah paradigma pendidikan di seluruh dunia dalam menyiapkan individu untuk menghadapi tantangan global dengan keterampilan yang holistik. Peran pendidikan dalam menghadapi isu-isu global membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan transformatif.

Materi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M. T. selaku Guru Besar Bidang Teknologi Pendidikan dalam kuliah umum PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 5 Mei 2025 bukan hanya memaparkan tentang urgensi maupun peran, tetapi terkait bagaimana solusi yang berbalut strategi dalam mengaktualisasikan pembelajaran holistik. Dalam menghadapi era disrupsi, perubahan teknologi yang cepat memerlukan manusia yang bukan hanya mengedepankan keterampilan tetapi juga berakhlak mulia.

“Karakter yang baik akan menolong individu dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di era modern sehingga pendidikan yang berorientasi pada kebaikan mampu menghasilkan generasi yang peka terhadap masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, pentingnya pembelajaran holistik adalah untuk menyiapkan individu yang berkontribusi positif dalam menghadapi tantangan kehidupan. Banyaknya tantangan dan urgensi dalam aktualisasi pembelajaran holistik bisa menghasilkan sebuah strategi yang solutif.

“Strategi yang perlu diterapkan untuk terciptanya pembelajaran holistik dapat di implementasikan dengan pendekatan interdisipliner tentang bagaimana mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dengan fokus pada pengembangan karakter dan keterampilan hidup,” jelas Dwi.

Menurutnya, membangun pendidikan tidak hanya mengajarkan pengetahuan tetapi juga kebijakan dan akhlak. Kemudian yang tidak kalah penting adalah menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyata melalui poyek sosial atau kegiatan berbasis masyarakat seperti pengabdian masyarakat. Strategi terakhir yakni melibatan orang tua dan masyarakat sekitar dalam pembelajaran siswa.

Strategi pembelajaran holistik diharapkan mampu mengembangkan seluruh potensi mahasiswa atau peserta didik, baik akademik, fisik, sosial, emosional, dan spiritual, sehingga mampu menjadikan individu yang berkualitas. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kuliah-Umum-PPKn-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-14 10:54:322025-05-14 10:54:32Mengaktualisasikan Strategi dalam Penerapan Pembelajaran Holistik

Pembelajaran Holistik Transformasi Berdasarkan Nilai–Nilai Keislaman

13/05/2025/in Terkini /by Ard

Kuliah Umum PPKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Bahas Pembelajaran Holistik (Foto PPKn UAD)

Pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik tetapi juga pada pembentukan karakter berdasarkan nilai–nilai keislaman menjadi topik hangat pada kegiatan kuliah umum dan sosialisasi visi keilmuan yang diadakan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., selaku Guru Besar Bidang Teknologi Pendidikan menjadi pemateri yang interaktif dalam Kuliah Umum PPKn UAD yang berlangsung pada 5 Mei 2025.

“Pembelajaran Holistik Transformatif adalah pembelajaran yang mengembangkan seluruh aspek, baik fisik, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual untuk menciptakan perubahan positif dalam kehidupan yang bersifat berkelanjutan dan perlu di intergrasikan dengan nilai–nilai keislaman untuk melahirkan akhlak yang mulia dalam proses pembelajaran,” terang Dwi Sulisworo.

Pendidikan tidak hanya membentuk intelektual, tetapi juga moralitas. Tujuannya agar pendidikan mampu mewujudkan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Tidak mudah untuk menyelaraskan antara pembelajaran holistik dengan nilai-nilai universal dalam islam.

“Fakta di lapangan membuktikan bahwa banyak sekolah islam yang menekankan pendidikan agama, namun penerapan pembelajaran holistik yang mencakup pengembangan aspek intelektual, emosional, sosial, dan spiritual belum sepenuhnya di terapkan dalam kurikulum pendidikan nasional,” imbuhnya.

Pembelajaran Holistik tentu melibatkan perubahan secara mendalam dalam cara belajar, termasuk penggunaan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Dwi berharap pendidikan di Indonesia mampu menerapkan pembelajaran holistik transformasi yang selaras dengan nilai–nilai keislaman, sehingga mahir dalam mengembangkan keterampilan untuk berpikir kritis, inovatif, dan problem solving disertai dengan moral yang mulia. (salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kuliah-Umum-PPKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Bahas-Pembelajaran-Holistik-Foto-PPKn-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-13 11:42:562025-05-13 11:42:56Pembelajaran Holistik Transformasi Berdasarkan Nilai–Nilai Keislaman

Alumni PBI UAD Berbagi Inspirasi Karier di Career Talk Show

13/05/2025/in Terkini /by Ard

Faisal Abidin, S.Pd., Alumni PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Career Talk Show (Foto PBI UAD)

Dua alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Faisal Abidin, S.Pd. dan Miftah Royani, S.Pd., M.A., berbagi inspirasi dalam Career Talk Show yang digelar pada Sabtu, 26 April 2025 di Ruang Serbaguna Kampus 4 UAD. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Syawalan dan Pelantikan Kamada PBI.

Talk show yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan alumni ini berlangsung singkat namun penuh makna. Para peserta mendapat kesempatan langsung mendengar pengalaman profesional dari dua alumni yang meniti karier sukses di jalur berbeda.

Faisal Abidin membagikan kisah kariernya di bidang bahasa dan teknologi. Setelah berkarier di PT Nusantara Sakti. Ia mendalami dunia penerjemahan dan kini menjabat sebagai Indonesian Language Specialist di RWS Group.

Dalam pemaparannya, Faisal menekankan pentingnya memahami minat pribadi saat menentukan arah karier. “Kalau jiwa kita tidak di mengajar, tidak apa-apa kok memilih pekerjaan yang tidak linier,” ungkapnya.

Sementara itu, Miftah Royani menceritakan perjalanan kariernya sebagai wirausaha. Berawal dari menjadi instruktur bahasa Inggris, Miftah kini merupakan pendiri dua brand usaha, yakni Mandaka Home Living dan Cintamart. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti mata kuliah Practicum of Journalism serta aktif dalam kegiatan debat menjadi bekal penting dalam membentuk mental dan pola pikir kritisnya. “Kalau bekerja, harus seratus persen,” pesannya kepada peserta.

Acara ini ditutup dengan refleksi dari moderator, Eryke, yang menyampaikan bahwa perjalanan karier tidak harus selalu lurus atau sesuai rencana awal. “Kehidupan akan membawa kita ke tempat yang memang sudah ditakdirkan,” ujarnya.

Career Talk Show ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa PBI UAD untuk mengenali beragam peluang karier sekaligus menegaskan semangat widening competence dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompeten di berbagai bidang. (dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Faisal-Abidin-S.Pd_.-Alumni-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Career-Talk-Show-Foto-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-13 11:09:252025-05-13 11:09:25Alumni PBI UAD Berbagi Inspirasi Karier di Career Talk Show

PBI UAD Gelar Syawalan dan Lantik Pengurus KAMADA Periode 2025–2028

09/05/2025/in Terkini /by Ard

Syawalan dan Pelantikan Pengurus KAMADA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto PBI UAD)

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan acara Syawalan dan Pelantikan Keluarga Alumni Universitas Ahmad Dahlan (Kamada) PBI pada Sabtu, 26 April 2025. Acara digelar di ruang serbaguna lantai 10 sisi timur Gedung Utama Kampus 4 UAD dan menjadi ajang silaturahmi serta penguatan jejaring antaralumni lintas angkatan.

Kegiatan dihadiri oleh alumni, dosen, serta jajaran pimpinan fakultas. Selain menjadi ajang kebersamaan, acara ini juga menandai pelantikan Ketua dan Pengurus Kamada PBI periode 2025–2028 yang dipimpin langsung oleh Purnomo, S.T., M.M., selaku Ketua Kamada Pusat.

Radita Anjar Hirdanto (PBI angkatan 2008) resmi dilantik sebagai ketua Kamada PBI, didampingi oleh Patria Handung Jaya (PBI angkatan 2009) sebagai wakil ketua. Jajaran pengurus lainnya turut dikukuhkan dalam pelantikan tersebut untuk menjalankan program kerja kealumnian.

Dalam sambutannya, Kaprodi PBI UAD, Sucipto, Ph.D., menyampaikan bahwa acara ini menjadi momentum penting untuk membangun jejaring yang saling menginspirasi. “Diharapkan jejaring yang terbentuk akan memberikan informasi dan membuka kerja sama demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., Ph.D., menekankan pentingnya membangun networking sebagai aset sosial yang sangat bernilai. “Orang sukses pasti memiliki jaringan yang kuat, dan Kamada bisa menjadi salah satu wadah penting untuk itu,” jelasnya.

Purnomo, selaku ketua Kamada Pusat berharap, Kamada PBI mampu menjadi organisasi alumni yang aktif dan bermanfaat. “Alumni dapat saling berbagi pengalaman, menciptakan peluang, dan memberikan inspirasi bagi adik-adik mahasiswa,” ungkapnya.

Ketua Kamada PBI terpilih, Radita menyampaikan rasa syukur atas pelantikannya. “Saya merasa bangga bisa kembali ke PBI. Semoga Kamada menjadi wadah yang memberi manfaat bagi alumni dan almamater,” tuturnya.

Salah satu alumni yang hadir, Miftah Royani, S.Pd., M.A., menyambut positif terselenggaranya acara ini. “Ini momen luar biasa untuk bertemu dosen dan teman-teman lama. Semoga Kamada PBI membawa berkah untuk kita semua,” katanya.

Acara syawalan dan pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih erat antara alumni dan program studi. Kamada PBI ke depan ditargetkan menjadi jembatan penghubung dalam pengembangan jejaring, pertukaran pengalaman, serta kontribusi nyata bagi kemajuan program studi. (dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Syawalan-dan-Pelantikan-Pengurus-KAMADA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-09 11:17:362025-05-09 11:17:36PBI UAD Gelar Syawalan dan Lantik Pengurus KAMADA Periode 2025–2028

Mahasiswa UAD Latih Kemampuan Jurnalistik Lewat Magang di Lembaga Muhammadiyah

09/05/2025/in Terkini /by Ard

Para Mahasiswa Magang PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto PBI UAD)

Sebanyak 16 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti program magang mata kuliah Practicum of Journalism mulai 1 Mei hingga akhir Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum berbasis praktik yang dibimbing oleh dosen pengampu, Prayudha, M.A.

Program magang ini bekerja sama dengan dua lembaga mitra eksternal, yaitu Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY. Sebanyak 12 mahasiswa ditempatkan di Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sementara 4 lainnya di PWM DIY, disesuaikan dengan kebutuhan lembaga dan kapasitas masing-masing lokasi.

Para mahasiswa akan menjalani magang selama tiga bulan dengan sistem kerja enam hari dalam sepekan, dari Senin hingga Sabtu. Mereka akan bertugas di bawah koordinasi Bidang Media dan Komunikasi, dengan tanggung jawab utama meliputi penulisan press release, pembuatan berita, artikel, serta konten media sosial kelembagaan.

Sebelum diterjunkan ke lokasi magang, para peserta mengikuti sesi wawancara seleksi berbahasa Inggris sebagai bagian dari penilaian awal dan pelatihan komunikasi profesional. “Saya cukup terkejut karena seluruh proses wawancara dilakukan full dalam Bahasa Inggris. Ini menjadi pengalaman baru yang sangat berkesan bagi saya,” ujar Derly, salah satu mahasiswa UAD peserta magang.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat keterampilan jurnalistik sekaligus merealisasikan konsep widening competence, yaitu strategi pengembangan kompetensi mahasiswa di luar ranah pengajaran. Mahasiswa diharapkan dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, menulis strategis, serta beradaptasi dengan dinamika kerja di lingkungan jurnalistik institusional. (dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Para-Mahasiswa-Magang-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-09 10:58:182025-05-09 10:58:18Mahasiswa UAD Latih Kemampuan Jurnalistik Lewat Magang di Lembaga Muhammadiyah

PBSI FKIP UAD Gelar Sapa Prodi, Mahasiswa Dapat Ruang Suara dan Solusi

09/05/2025/in Terkini /by Ard

Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., Dosen PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat memberikan penjelasan (Foto Mawar)

Dalam upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka dan responsif antara program studi dan mahasiswa, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Sapa Prodi secara daring melalui Google Meet, dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PBSI FKIP UAD Official, Sabtu, 3 Mei 2025.

Kegiatan ini dibuka oleh Kaprodi PBSI, Roni Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan bahwa Sapa Prodi merupakan sarana penting untuk menjalin dialog dua arah antara prodi dan mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Menurutnya, pertemuan ini diadakan untuk mendengarkan langsung suara mahasiswa agar pelaksanaan pendidikan di PBSI berjalan lebih optimal.

“Kami ingin tahu, apakah perkuliahan sudah berjalan lancar atau ada kendala? Apakah dosen datang tepat waktu? Kami butuh laporan dari teman-teman mahasiswa karena prinsip kami adalah memberikan pelayanan maksimal,” ujar Roni dalam sambutannya.

Ia juga menyinggung beberapa isu penting, di antaranya, perkuliahan tahsin sebagai syarat wajib kelulusan dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan standar minimal nilai B, tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dan TOEFL yang walaupun tidak memiliki masa kedaluwarsa tetap harus memenuhi batas skor tertentu yaitu UKBI 550 dan TOEFL 420. Alternatif penyusunan tugas akhir tidak selalu dalam bentuk skripsi tetapi juga bisa melalui publikasi ilmiah, dan program KKN baik reguler maupun alternatif yang harus disesuaikan dengan kesiapan SKS dan mata kuliah prasyarat.

Tak hanya akademik, Roni juga menekankan pentingnya komunikasi aktif mahasiswa, termasuk menyampaikan kendala pembiayaan ataupun masalah psikologis akademik, secara langsung ke pihak prodi. “Jangan hanya sharing di media maya. Lebih baik komunikasikan langsung ke kami. Kalau tidak ada komunikasi, maka tidak akan ada solusi,” imbuhnya.

Sesi dilanjutkan dengan penjelasan dari Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., salah satu dosen PBSI, yang menyampaikan bahwa program Sapa Prodi diadakan secara rutin di awal semester menjelang UTS dan menjelang UAS. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum formal, tetapi menjadi semacam mimbar akademik, tempat mahasiswa bebas menyampaikan kritik, saran, maupun apresiasi terhadap proses pembelajaran.

“Kalau merasa dosen terlalu banyak memberi tugas, misalnya saya, silakan sampaikan. Kami sangat terbuka, dan semua masukan akan ditindaklanjuti dalam rapat prodi,” ujar Yosi.

Kegiatan Sapa Prodi ini menjadi bukti konkret komitmen PBSI FKIP UAD dalam membangun pendidikan yang partisipatif dan berkualitas, di mana suara mahasiswa menjadi bagian penting dari proses peningkatan mutu akademik. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Yosi-Wulandari-M.Pd_.-Dosen-PBSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-saat-memberikan-penjelasan-Foto-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-09 10:47:522025-05-09 10:47:52PBSI FKIP UAD Gelar Sapa Prodi, Mahasiswa Dapat Ruang Suara dan Solusi

Skripsi Tanpa Galau? Ini Kata Yosi, Dosen Greenflag PBSI

08/05/2025/in Terkini /by Ard

Bincang Akademik Bersama Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., Dosen PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto PBSI UAD)

Sabtu, 3 Mei 2025, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar bincang akademik bertajuk “Tips Mengerjakan Skripsi Anti Galau”. Acara ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube PBSI FKIP UAD Official dan menghadirkan Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., sebagai pembicara utama yang dikenal sebagai “Dosen Greenflag PBSI”.

Dalam sesi yang penuh antusiasme ini, Yosi mengungkap bahwa kegalauan skripsi ternyata tak hanya menghantui mahasiswa semester akhir. “Bahkan anak-anak SMA yang nonton konten TikTok saja sudah merasa takut duluan dengan skripsi,” ujarnya.

Menurutnya, skripsi adalah perkara psikologis, bukan semata-mata akademis. Banyak mahasiswa berprestasi tiba-tiba “menghilang” saat skripsi karena tidak siap mental. Untuk itu, menurutnya tips pertama dan utama adalah “selesai dengan diri sendiri”.

“Kita harus mengenali siapa diri kita, apa kelebihan dan kelemahannya. Jangan terus bandingkan diri dengan orang lain. Fokus pada kekuatan kita, karena tidak ada manusia yang sempurna,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjalin komunikasi baik dengan dosen wali atau dosen pembimbing akademik. Ia menyarankan agar mahasiswa aktif berkonsultasi setiap semester dan tidak segan menyampaikan apa yang dirasakan, termasuk minat dan ketertarikan riset.

“Kalau kamu nyaman di bidang A, tapi diberi topik di bidang B dan kamu tidak suka, ya beranilah bicara. Tapi tetap terbuka juga untuk mencoba, karena yang kita kira baik belum tentu cocok buat kita,” imbuhnya.

Tips lainnya adalah memahami minat sejak dini, bahkan dari semester 5 atau 6, mahasiswa sudah bisa membangun relasi akademik dengan dosen yang sesuai bidang risetnya. Saat ini banyak kampus, termasuk UAD sudah menerapkan skema dosen payung dan menyediakan berbagai peluang riset kolaboratif.

“Bahkan sekarang, kalau rajin ikut hibah kementerian atau program kreativitas mahasiswa (PKM), itu bisa diakui sebagai tugas akhir. Tahun kemarin, tujuh mahasiswa saya lulus tanpa skripsi konvensional, karena hasil karya mereka direkognisi,” ungkapnya.

Galau Skripsi: Wajar atau Bahaya?

Pertanyaan dari Aziz salah satu penonton live menjadi sorotan. “Galau karena skripsi itu wajar nggak sih, dan kapan jadi tanda bahaya?”

Yosi menjawab kalau galau itu wajar dan manusiawi. Ia juga pernah galau waktu S1 dulu. Namun ia memberi catatan penting, yang tidak wajar adalah saat galau membuat kita berhenti berusaha.

“Kalau sudah tidak berani datang ke kampus atau menghindar dari dosen, itu bahaya. Overthinking bisa menjerumuskan. Padahal masa depan itu masih putih, masih bersih, masih bisa kita isi dengan hal-hal baik.” Ia mendorong mahasiswa untuk tetap mencari jalan keluar ketika merasa buntu. Jangan sampai rasa takut mengendalikan hidup.

Seberapa Besar Peran Dosen Pembimbing?

Pertanyaan dari penonton live lainnya, Caca, mengangkat isu krusial. “Apakah kelancaran skripsi tergantung dosen pembimbing?”

Menurut Yosi, peran dosen pembimbing sangat penting. Bahkan, katanya, nilai tertinggi sidang berasal dari pembimbing, bukan penguji. “Makanya kalian jangan takut sama penguji, yang penting bangun hubungan baik dengan pembimbing dan kerjakan naskahnya sendiri,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa setiap dosen punya gaya masing-masing. Namun, seorang dosen tetap harus melihat tugasnya sebagai amanah. “Kalau nama dosen tercantum sebagai pembimbing, berarti bertanggung jawab, bukan hanya pada konten akademik, tapi juga secara psikologis. Anak-anak sekarang itu Gen Z, semangatnya besar tapi mudah terdistraksi. Dosen harus memahami hal tersebut.”

Ia bercerita tentang mahasiswa bimbingannya yang awalnya tidak percaya diri, namun berhasil menembus program nasional karena didukung penuh. “Saat saya melihat mahasiswa yang awalnya ragu-ragu, bisa bangkit dan percaya diri, itu kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan. Jadi, dosen itu harus hadir, walaupun sibuk minimal dengan merespons dan meluangkan waktu,” tutupnya.

Acara ini menyampaikan pesan kuat bahwa skripsi tidak harus menjadi beban jika mahasiswa mau mengenali diri, aktif membangun relasi akademik, dan dosen hadir sebagai pembimbing sekaligus pendamping mental. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Bincang-Akademik-Bersama-Dr.-Yosi-Wulandari-M.Pd_.-Dosen-PBSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-PBSI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-08 11:36:472025-05-08 11:36:47Skripsi Tanpa Galau? Ini Kata Yosi, Dosen Greenflag PBSI

D’Masive: Bedah Buku Pendidikan yang Membebaskan oleh Paulo Freire

07/05/2025/in Feature /by Ard

Sesi Presentasi DMasive oleh IMM PBII dan EDSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto Ika)

Diskusi Mahasiswa Progressive (D’Masive) program kerja (proker) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah gabungan yang terdiri atas Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), atau yang biasa disebut dengan IMM PBII Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sukses dilaksanakan pada 12 April 2025. Mereka bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PBI (EDSA) UAD dalam membedah Bab I buku dengan judul Pendidikan yang Membebaskan karya Paulo Freire. Presentasi bedah buku ini dilakukan oleh dua anggota IMM PBII dan dua anggota EDSA.

Pada pembedahan buku tersebut, dipaparkan mengenai pengertian dari masyarakat transisi yaitu masyarakat yang mengalami perubahan dari bentuk satu ke bentuk lain. Dalam konteks buku, masyarakat yang digunakan sebagai contoh adalah masyarakat Brasilia pada tahun 1950 dan awal 1960-an. Masyarakat transisi pada dasarnya memiliki kesadaran untuk tumbuh, tetapi belum dapat sepenuhnya kritis terhadap permasalahan yang terjadi.

Dipaparkan juga mengenai peran manusia sejatinya yaitu sebagai sumber perubahan. Manusia bukan hanya objek yang dikenai, tetapi merupakan subjek yang merdeka dalam melakukan perubahan. Perubahan tersebut harus dimulai dari diri sendiri dengan menumbuhkan sebuah kesadaran.

Selain itu, selama ini pendidikan sering disalahartikan sebagai tempat guru untuk mentransfer ilmu dan berperan aktif dalam pembelajaran. Sedangkan siswa, mereka memegang peran pasif sebagai penerima ilmu saja. Padahal, sejatinya yang belajar adalah keduanya baik itu guru maupun siswa.

Dijelaskan pula mengenai perkembangan kesadaran masyarakat transisi yang bermula dari kesadaran semiintransitif yaitu kurangnya kesadaran masyarakat sehingga tidak dapat memahami masalah-masalah yang berada di luar kebutuhan biologis. Dilanjutkan dengan kesadaran transitif-naif yang mana masyarakat sudah dapat diajak menganalisis sebuah permasalahan tetapi belum secara kritis sehingga masih banyak adanya debat kusir. Kemudian kesadaran transitif-naif ini dapat berkembang menjadi transirif-kritis yang mana masyarakat dapat menafsirkan masalah secara matang dan memahami konsep sebab-akibat dengan baik. (Jun)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sesi-Presentasi-DMasive-oleh-IMM-PBII-dan-EDSA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Ika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-07 10:34:062025-05-07 10:34:06D’Masive: Bedah Buku Pendidikan yang Membebaskan oleh Paulo Freire
Page 8 of 24«‹678910›»

TERKINI

  • BIMAWA UAD Latih Mahasiswa Tingkatkan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Melalui LKMM-TD 202528/08/2025
  • Cassmelcake: Dari Singkong Tradisional Menuju Inovasi UMKM Warga Balong28/08/2025
  • Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Program Biopori dan Jugangan untuk Memperbaiki Kualitas Tanah28/08/2025
  • Menjaga Ekosistem Mangrove untuk Kelestarian Lingkungan Pesisir28/08/2025
  • Mengolah Sampah Plastik Menjadi Paving Block27/08/2025

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan III Kompetisi Artikel Ilmiah Tingkat Nasional 202528/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I di National Economic Business Competition 202527/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik Pers Mahasiswa 2025 dari AJI Indonesia25/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional pada ASLAMA PTMA 202519/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II di Ajang AILEC 202519/08/2025

FEATURE

  • Cerita Dwi Nur Fadhliyah, Dari Iseng Hingga Raih Prestasi di BICF 202527/08/2025
  • Nikmat Tak Bisa Terhitung, Syukur Tak Boleh Terputus26/08/2025
  • Psikologi Profetik sebagai Paradigma Integratif Ilmu dan Iman21/08/2025
  • Prof. Maryudi Dorong Inovasi Polimer untuk Lingkungan yang Berkelanjutan20/08/2025
  • Implikasi Putusan MK 135/PUU-XXII/2024: Momentum Baru Demokrasi Lokal Indonesia20/08/2025

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top