• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

UAD Gagas Outbond Kesehatan Pertama di Gunungkidul

04/09/2019/in Terkini /by NewsUAD

Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memiliki banyak objek wisata, alam maupun nonalam. Di tengah maraknya objek wisata tersebut, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi wahana wisata outbond kesehatan pertama yang ada di Gunungkidul.

Wahana outbond tersebut berlokasi di Jurug Gede, Gembyongan, Ngoro-oro, Patuk, Gunungkidul. Pendirian lokasi wisata kesehatan ini bermula dari tim Program Kemitraan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UAD yang mendapat hibah dari Kemenristekdikti.

Dr. Imawwan Wayhudi Wakil Bupati Gunungkidul yang hadir dalam soft launching, Minggu (1-9-2019), mengapresiasi UAD yang sering mengadakan pengabdian masyarakat di wilayahnya. “Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada UAD yang sudah bertahun-tahun menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk turut mengedukasi dan memajukan masyarakat.”

Ia mengharapkan, Jurug Gede akan menjadi destinasi wisata primadona. Oleh karenanya Imawwan mengajak seluruh elemen masyarakat di Gembyongan untuk mengembangkan potensi dengan sepenuh hati.

“Kami meyakini, destinasi yang dikelola dengan berat akan menjadi destinasi yang luar biasa. Jangan takut dengan keterbatasan. Kembangkan potensi yang ada dengan sepenuh hati. Dengan etos kerja tinggi dan guyub rukun,” jelasnya.

Di sisi lain, Dr. Muchlas, M.T. Wakil Rektor I UAD berharap objek wisata yang diinisiasi FKM UAD tidak kalah dari wisata lain, yakni menjadi wisata yang banyak diminati masyarakat.

“Untuk mendukung pengembangan objek wisata yang sehat, UAD saat ini juga sedang mengajukan program studi baru D4 Pariwisata. Terima kasih juga atas kepercayaan Pemerintah Gunungkidul yang sudah bekerja sama bersinergi dengan UAD dalam mengembangkan objek wisata sehat,” tandas Muchlas.

Wahana outbond yang ada di lokasi tersebut mulai dari papan berseri, jembatan titian, jembatan gantung, ular tangga edukasi kesehatan, hingga fun game mencari jejak yang memiliki manfaat untuk kesehatan fisik dan psikis.

Pada acara soft launching ini juga dihadiri Kepala LPPM UAD, Camat Patuk Gunungkidul, Kepala PKK Gunungkidul, Kadinpar Gunungkidul, Kadinkes Gunungkidul, GM Telkom Indonesia, Dekan FKM UAD, Kepala LPPI UAD, Sekprodi FKM UAD, Kades Ngoro-oro, dan Kades Ngalang.

Sementara tim PKM FKM UAD penggagas wisata outbond sehat diketuai Dr. Sitti Nur Djannah, Koordinator Dr. Surahma Asti Mulasari, M.Kes., Sulistyawati, MPH., Dr. Fatwa Tentama, M.Si., dan Tri Wahyuni Sukesi, MPH. (doc/ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/outbound-gagasan-UAD-gunungkidul-1.jpg 742 1366 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-04 12:01:412019-09-04 12:01:41UAD Gagas Outbond Kesehatan Pertama di Gunungkidul

Kartun UAD Tembus Pimnas ke Bali

04/09/2019/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Sebuah Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) mengantarkan Ponco Sukaswanto dari Program Studi Teknik Elektro angkatan 2016 dan timnya untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Bersama Ahmad Yogaswara yang satu program studi dan angkatan dengannya, juga Farah Nurul Yanis dari Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan 2017, Kartun tercipta. Nuryono Satya Widodo S.T., M. Eng. selaku dosen Teknik Elektro bertindak sebagai pembimbing tim.

Kartun adalah sebuah akronim dari kacamata pintar dengan navigasi suara untuk tunanetra. Alat ini terdiri atas kacamata yang dipakai oleh tunanetra dan smartband yang dipakai di lengannya.

Sebelum perjalanannya menyambut Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) ke Bali, ternyata Ponco sudah pernah mengikuti lomba internasional. Di acara itu, Ponco melihat anak Rusia yang membuat kacamata untuk tunanetra. Lalu, kakak tingkatnya ada yang membuat sebuah alat lagi. Dari situlah muncul ide untuk menggabungkan dua alat menjadi satu sistem.

Kepulangannya dari lomba internasional itu, Ponco bertekad akan mewujudkan sebuah karya yang berguna bagi akademiknya dan penyandang tunanetra. Dosen menyarankan Ponco, Ahmad, dan Farah untuk mengikuti PKM.

“Awalnya, saya mengalami kebingungan. Kemudian saya diajak bergabung dalam tim. Hambatan terbesar yaitu malas. Hambatan lain terletak saat uji coba. Kami harus cermat membagi waktu, karena saya dan Ahmad ikut tim robot juga. Harus pintar bagi waktu antara menggarap robot dan PKM ini. Tapi, alhamdulillah semua itu bisa terselesaikan,” ujar Ponco selaku ketua tim, pada 21-8-2019.

Uji coba Kartun dilakukan Ponco dan timya kepada seorang tunanetra dari Riau bernama Taufik yang sedang kuliah di UNY. Taufik masuk kategori baru menjadi tunanetra karena kecelakaan. Taufik paham menggunakan smartphone sehingga GPS dan WhatsApp bukan hal baru baginya.

Kartun membuat penggunanya dapat mengetahui lokasi sekitar kemudian keluarganya dapat mengetahui keberadaan tunanetra lewat smartband yang dipasang di lengannya. Jadi misalnya tersesat, ada satu tombol yang bisa ditekan oleh pengguna. Selanjutnya, muncul pemberitahuan pada keluarganya. Kalau minta jemput, maka keberadaan pengguna akan terdeteksi lewat link google maps, kemudian penjemput hanya mengeklik link tersebut. Kacamata dipakai untuk melihat keadaan sekitar oleh penyandang tunanetra. Sementara smartband dipasang di lengan berfungsi untuk monitoring keberadaan dirinya.

Ponco mengakhiri wawancara dengan beberapa pesan, “Harapan kami, alat ini bisa menghilangkan depresi, meringankan beban, dan meminimalisir kekhawatiran keluarga tunanetra. Semoga alat ini bisa membantu mereka, supaya dapat mengetahui lingkungan sekitar dan orang tua dapat mengetahui lokasinya lewat jarak jauh. Pesan bagi mahasiswa UAD teruslah berkarya, jalani saja sesuatu yang disukai. Lakukan saja. Pelan-pelan saja yang penting terlaksana.” (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/kartun-tunanetra-karya-UAD-1.jpg 1115 1279 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-04 10:57:322019-09-04 10:57:32Kartun UAD Tembus Pimnas ke Bali

Pelukis Kontemporer dari UAD Sukses Merajai PSM PTM

04/09/2019/in Prestasi, Terkini /by NewsUAD

Berkiprah selama delapan tahun di bidang lukis, wajar jika Azizah Chaira sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini berhasil meraih juara satu cabang lomba Lukis di Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PSM PTM) tingkat nasional. Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhamaddiyah (PPM), 13−15 Agustus 2019 di Univesitas Muhamadiyah Purwokerto.

Azizah, panggilan akrabnya, membuat lukisan dengan tema “Ilmu dan Amal Shalih Jalan Dekat menuju Allah”. Beruntungnya saat membuat lukisan, ia tidak mengalami kesulitan. Kendala hanya pada cuaca yang tidak terik, sehingga memperlambat proses pengeringan cat pada kanvas.

Ia mengaku, mengikuti lomba karena ingin membuktikan bakatnya. Baginya, dunia melukis dapat membuatnya sangat bahagia. Dalam melukis, ia sering menggunakan teknis pembuatan lukisan dengan gaya kontemporer.

“Lukisan kontemporer berbicara seputar fakta atau realitas sosial. Lukisan kontemporer juga faktual, ditandai dengan kritik terhadap kemapanan, hierarki, pendidikan, dan lain-lain,” jelasnya saat diwawancara, Kamis (22-8-2019).

Pelukis cantik ini sangat mengidolakan seorang pelukis yakni Jumadi Alfi, karena karyanya sesuai dengan gaya kontemporer yang ia sukai. Selain itu, keluarganya sangat mendukungnya berkarya. Kedua orang tuanya pun sangat bahagia ketika karya anaknya itu direspons positif oleh banyak orang.

“Ke depannya saya berharap dapat terus berkarya dan semoga sampai ke tingkat internasional,” imbuhnya. (ase)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/pemenang-kaligrafi-UAD.jpg 957 1023 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-04 10:51:152019-09-04 10:51:15Pelukis Kontemporer dari UAD Sukses Merajai PSM PTM

Mutiah, Perempuan Bertabur Bintang

04/09/2019/in Prestasi, Terkini /by NewsUAD

“Saya berusaha untuk tetap tenang dan percaya diri. Perasaan gugup yang saya rasakan hanya terasa saat sebelum maju ke panggung. Tapi alhamdulillah ketika sudah sampai di atas panggung, perasaan itu hilang. Tergantikan perasaan semangat untuk menampilkan yang terbaik.”

Begitulah yang diucapkan Nur Mutiah Mayangsari. Perempuan kelahiran Yogyakarta ini merupakan mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang belum lama ini sukses meraih trofi juara tiga cabang lomba Nyanyi Tunggal Pop Islami Putri dalam acara Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PSM PTM) tingkat nasional. Lomba ini diselenggarakan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM).

Menurut Mutiah, ketika lomba, peserta harus menyanyikan lagu wajib dan pilihan. Lagu wajibnya yakni “Kuasa-Mu”, sementara lagu pilihan yang dinyanyikannya berjudul “Dengan Menyebut Nama Allah”. Ia memilih lagu itu karena memiliki makna yang indah serta melodi yang nyaman untuk dinyanyikan.

Keikutsertaan Mutiah dalam lomba yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini bukanlah tanpa alasan. Sebelumnya, ia sudah banyak aktif sebagai penyanyi lagu pop islami. Selain lagu-lagu dalam genre tersebut memiliki pembawaan yang ringan, pop islami juga memiliki makna yang dalam. Ditambah, nuansa islami yang memberikan nilai lebih karena selain bernyanyi ia juga turut berdakwah untuk menyampaikan isi serta makna islami yang terkandung dalam lagu yang dinyanyikan.

Mutiah pernah menjuarai kejuaraan di bidang musik vokal seperti juara 2 Solo Vokal Putri FLS2N 2016 tingkat Kabupaten Bantul, juara 1 Solo Vokal Putri FLS2N 2017 tingkat Kabupaten Bantul, juara 2 Solo Vokal Putri FLS2N 2017 tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), juara 2 Vokal Putri Bintang Radio 2016 tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Bantul, dan sebagai peserta kegiatan Belajar Bersama Maestro 2017 dengan maestro Titiek Puspa yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI.

Saat SMA, ia juga tergabung dalam band Titik Nol yang sempat menjuarai beberapa lomba yakni juara 2 Acoustic Competition UNY ACC FAIR 2016, vokalis terbaik Acoustic Competition UNY ACC FAIR 2016, juara 3 Grand Final Krip Krip Tortilla School Talent and Challenge Yogyakarta 2016, juara 2 Talent Competition UKY Festival Akademi Kebidanan Ummi Khasanah 2016, juara 2 Lomba Band ICEF 2016, dan juara 3 Lomba Band ICEF 2017. (ase)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/mutiah-mahasiswa-UAD_Copy1.jpg 791 774 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-04 10:36:412019-09-04 10:36:41Mutiah, Perempuan Bertabur Bintang

Forbes Gelar Pengenalan UKM dengan Konsep Baru

03/09/2019/in Terkini /by NewsUAD

Forum Bersama (Forbes) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang menjadi fasilitator 16 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) gelar pameran di halaman Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan (Persada). Pemeran UKM yang berlangsung dari tanggal 3−5 September 2019 ini tidak lagi menggunakan konsep seperti biasa. Jumlah dan materi tetap sama dengan tahun lalu, hanya saja dilakukan di tempat yang berbeda. Konsep outdoor dipilih mengikuti kebijakan kampus yang tidak lagi menggunakan konsep indoor. Sehingga, panitia dituntut untuk lebih ekstra dalam menyukseskan pameran UKM ini.

Konvoi motor klasik dari depan Masjid Islamic Center (IC) menuju panggung oleh setiap ketua UKM dengan membawa bendera, dipilih untuk mengawali pembukaan pameran UKM, Selasa (3-9-2019). Hal ini membuat mahasiswa baru terkesan. Dibandingkan tahun sebelumnya, hanya pengibaran ke-16 bendera UKM oleh setiap ketua.

“Tantangan di konsep baru ini cukup membuat panitia pameran UKM berpikir lebih keras. Kondisi halaman Persada hingga parkiran yang dijadikan tempat untuk tenda, stand, dan tempat duduk mahasiswa baru, terkendala dengan pepohonan. Hal ini membuat ukuran tenda harus menyesuaikan,” kata Usa Rifki Oktavian dari Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2017 selaku koordinator Forbes saat ditemui di depan stand UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM).

Selain itu, cuaca juga menjadi faktor yang diperhatikan sehingga diperbanyak tenda dan kipas angin agar mahasiswa baru merasa nyaman.

“Seluruh ketua UKM tidak merasa takut jika mahasiswa baru kurang tertarik mengikuti UKM hanya karena konsep indoor. Namun yang jelas dengan banyaknya prestasi dan event yang dicapai oleh semua UKM, sudah cukup membuat mahasiswa baru terkesan.”

Pameran ini menampilkan seluruh UKM yang ada di UAD dan mempresentasikan sesuai dengan ciri khasnya. Seperti UKM Basket dengan dribble hingga Menwa dengan baris-berbarisnya. Pameran ini setidaknya menunjukkan kepada mahasiswa baru bahwa di samping kuliah, mereka juga bisa melakukan banyak hal positif.

“Pameran UKM ini membuat saya tertarik untuk masuk ke UKM Tari dan berprestasi,” ujar Jakia Indriyani, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Aanak Usia Dini (PG PGPAUD). (Chk)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KONSEP-BARU-MASTA-UAD-2019.jpg 910 947 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-03 14:28:572019-09-03 14:28:57Forbes Gelar Pengenalan UKM dengan Konsep Baru

Prodi Bisnis Jasa Makanan: Prospek Kerja di Industri dan Wirausaha Makanan

03/09/2019/1 Comment/in Terkini /by NewsUAD

Program Studi (Prodi) Bisnis Jasa Makanan (Bisma) masih terbilang baru di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Bisma dibuka pada tahun 2017 dengan jumlah 11 mahasiswa, tahun 2018 terdapat 23 mahasiswa, dan tahun 2019 terdapat 33 mahasiswa. Tahun ini, Program Studi Bisma telah teakreditasi B.

Lulusan Sarjana Terapan Bisnis (S.Str.Bns.) diharapkan bisa menguasai prinsip dan sistem industri jasa makanan. Selain itu, Bisma memiliki keunggulan kompetensi dalam bidang kewirausahaan pangan dan kuliner (profesional dan industri), kulineri kelompok khusus (katering diet, katering sehat, pangan fungsional), kulineri nusantara dan internasional (pangan lokal dan tradisional, cake and bakery, pasta, pastry, mocktail, masakan oriental), standar kualitas makanan, serta halal food.

Prospek kerja lulusan Bisma yaitu sebagai praktisi dalam industri berupa juru masak di hotel, restoran, kafe, juru fotografi makanan, jurnalis pangan, pemerhati makanan, presenter acara demo memasak, ahli nutrisi, konsultan restoran, ahli coasting makanan, kepala dapur, maupun bekerja di badan usaha jasa bisnis makanan. Praktisi wirausaha melingkupi wirausaha bidang kuliner, motivator bisnis jasa kuliner, auditor untuk food-coasting di bidang kuliner, serta supplier aero-food catering.

Andi Anriko Rizki Dandi, mahasiswa asal Solo menuturkan alasannya memilih kuliah di Program Studi Bisma. “Karena Indonesia adalah negara yang luas sehingga cocok untuk inovasi bisnis makanan, setelah lulus saya ingin membuka usaha dengan terstruktur dan baik.”

Sementara itu, Putri Amanah Sulaiman asal Pekalongan mengungkapkan pilihannya memilih Program Studi Bisma. “Saya memilih kuliah di program studi ini karena sejak dulu suka masak. Di Pekalongan banyak usaha katering Muhammadiyah yang membutuhkan lowongan pekerjaan, jadi saya ingin ikut serta dalam usaha Muhammadiyah tersebut. Saya juga ingin mengembangkan bisnis lebih luas dan terkenal di Indonesia. Selain itu, saya bercita-cita menjadi chef di restoran.” (JM)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/P2K-UAD-MASTA-2019-1.jpg 773 900 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-03 13:40:062019-09-03 13:43:29Prodi Bisnis Jasa Makanan: Prospek Kerja di Industri dan Wirausaha Makanan

Kenalkan UKM untuk Mengukir Prestasi

03/09/2019/in Terkini /by NewsUAD

Sebagai perguruan tinggi yang selalu haus prestasi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selalu melakukan pembinaan dan pelatihan secara serius kepada mahasiswanya. Salah satunya melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). UKM dikenalkan kepada mahasiswa baru saat Program Pengenalan Kampus (P2K). Kegiatan pengenalan UKM ini menjadi salah satu yang wajib ada saat P2K berlangsung.

“Pada dasarnya mahasiswa memiliki potensi diri yang masih perlu diasah dan dikembangkan. Baik di bidang bakat minat, penalaran, maupun yang lainnya. Jadi pengenalan UKM saat P2K bertujuan supaya mahasiswa baru tahu apa yang harus dilakukan ketika sudah kuliah di UAD,” jelas Danang Sukantar, M.Pd. Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa, Selasa (3-9-2019).

Selain itu, UAD juga mendorong mahasiswanya supaya memiliki keseimbangan antara kemampuan akadamik dan non-akademik, serta hard skills dan soft skills. Keseimbangan ini akan membantu mahasiswa di dunia kerja nantinya.

 

Lebih lanjut, Danang menjelaskan, organisasi kemahasiswaan seperti UKM juga melatih kemampuan manajemen, komunikasi, personal, sikap, perilaku, dan sebagainya. “Misalnya suka fotografi akan masuk ke UKM Lensa. Tidak hanya kemampuan fotografinya saja yang diolah, tetapi juga kemampuan berorganisasi.”

Secara umum, seluruh UKM di UAD banyak peminatnya. Bahkan di beberapa UKM ada yang melakukan seleksi secara khusus untuk penjaringan. Tetapi, dalam hal ini seleksi alam juga tetap berlaku. Hanya mahasiswa yang memiliki passion dan tekad kuat yang dapat bertahan.

“Sebenarnya selain UKM, di UAD juga ada komunitas. Jadi mahasiswa baru dapat memilih sesuai dengan minat bakatnya. Jika merasa tidak cocok di UKM, bisa bergabung dengan komunitas yang ada,” tandas Danang.

Dengan mengikuti organisasi seperti UKM dan komunitas, mahasiswa baru UAD berkesempatan menjadi seorang juara. Terbukti, banyak prestasi di UAD yang dihasilkan dari UKM maupun komunitas di level regional, nasional, maupun internasional. (ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PAMERAN-UKM-P2K-UAD-2019.jpg 912 1368 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-03 13:30:112019-09-03 13:30:11Kenalkan UKM untuk Mengukir Prestasi

Masta Kenalkan Maba dengan Muhammadiyah

03/09/2019/in Terkini /by NewsUAD

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kepada mahasiswa baru (maba) adalah Masa Taaruf (Masta). Masta menjadi salah satu kegiatan wajib bagi perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM).

Seperti yang disampaikan Dr. Dedi Pramono, M.Hum. Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, program Masta untuk memperkenalkan dan memberi pengetahuan kepada mahasiswa baru terkait Muhammadiyah.

“Masta menjadi sangat penting keberadaannya di perguruan tinggi Muhammadiyah. Dari penelitian yang pernah saya lakukan ketika masih di Biro Akademik dan Admisi, hanya 16−23% mahasiswa baru yang berasal dari sekolah Muhammadiyah,” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di UAD, mayoritas mahasiswa baru berasal dari sekolah negeri. Oleh karenanya keberadaan Masta menjadi sangat penting. “Maka kami berkewajiban mengenalkan Muhammadiyah kepada mahasiswa baru,” kata Dedi ketika diwawancarai di Kampus I UAD, Selasa (3-9-2019).

Saat Masta, mahasiswa baru dikenalkan Muhammadiyah secara keseluruhan, kemudian ortom-ortom yang sudah ada. Khusus di UAD, dikenalkan dengan ortom Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci.

Dedi memiliki harapan mahasiswa baru UAD bisa memilih atau tergabung di salah satu ortom tersebut. Di IMM, mahasiswa dapat belajar berorganisasi, sementara di HW dapat mempelajari kepemimpinan. Sedangkan di Tapak Suci mahasiswa baru bisa mengasah bakat keolahragaannya. (ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/P2K-HARI-2-FEB.jpg 818 1084 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-03 13:21:282019-09-03 13:21:28Masta Kenalkan Maba dengan Muhammadiyah

Pejual Cilok Mendapatkan Beasiswa di UAD

03/09/2019/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Acing Ahmad Fahrudin yang akrab dipanggil Acing, merupakan laki-laki yang berprofesi sebagai pedagang cilok asal Ciamis, Jawa Barat. Ia kini berstatus sebagai mahasiswa baru (maba) setelah mendapatkan Beasiswa Program Misi Keluarga Perserikatan (BPM-KP) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sebelum daftar dan masuk di UAD, Acing sempat menganggur karena keadaan kondisi ekonomi keluarganya.

Lalu, ia memilih ikut kakak kandungnya untuk merantau ke Yogyakarta dan berdagang cilok guna mendapatkan penghasilan dari keringatnya sendiri. Ia pun sering menjual cilok di depan gerbang belakang Kampus Utama UAD Jln. Ahmad Yani, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Oleh sebab itu, ia banyak kenal dengan mahasiswa UAD dan dapat informasi sekaligus disarankan daftar kuliah di jalur BPM-KP.

“Setelah tahu itu, saya menyiapkan persyaratan daftar BPM-KP seperti surat rekomendasi dari Muhammadiyah, nilai rapot, dan nilai ujian nasional. Alhamdulillah saya diterima dan senang rasanya,” terangnya saat diwawancara di sela hari kedua Program Pengenalan Kampus (P2K), Selasa (3-9-2019).

Mendengar ia diterima, kedua orang tuanya pun turut senang. Di UAD, Acing melanjutkan belajarnya di Program Studi Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi (FSBK). Ia memilih Sasindo karena kecintaannya sejak SMA terhadap dunia karang-mengarang, khusus karya sastra seperti cerpen.

“Saya berharap bisa menjalani kuliah dengan baik di UAD, berprestasi, dan dapat membanggakan orang tua maupun kampus,” imbuhnya. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Acing-Ahmad-Fahrudin-MABA-UAD-2019.jpg 1932 2562 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-03 13:01:522019-09-04 13:24:36Pejual Cilok Mendapatkan Beasiswa di UAD

Hamid Afe: Perubahan P2K 2019 Signifikan

02/09/2019/in Terkini /by NewsUAD

Senin, 2 September 2019, 1.030 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memenuhi ruang Auditorium Kampus I Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam rangka pembukaan Program Pengenalan Kampus (P2K) UAD 2019. Mereka berasal dari empat program studi yang ada di fakultas FEB yaitu Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, dan Bisnis Jasa Makanan.

“Perubahan P2K 2019 sangat signifikan, misal dari tempat, tidak lagi menggunakan Gor Amongrogo, lalu pembukaan hanya ada satu tahap, tidak ada P2K susulan. Pembukaan P2K 2019 menggunakan telekonferensi, yaitu suatu komunikasi yang dilakukan beberapa orang yang biasanya antara satu orang dengan orang lainnya berada dalam jarak yang jauh atau tidak berada dalam satu ruangan. Terdapat beberapa kendala yang kami hadapi, seperti masalah audio yang kurang jelas. Namun, panitia antarfakultas saling mem-back up, sehingga masalah segera teratasi. Kami mengapresiasi P2K 2019, sebab pertama kali menggunakan telekonferensi. Alhamdulillah peserta P2K sangat antusias, apalagi pagi tadi Rektor UAD sempat menyambangi dan menyambut langsung peserta P2K fakultas FEB di Kampus I,” ujar Hamid Afe, Koordinator Acara Fakultas FEB 2019.

Ada program studi di fakultas FEB yang tergolong masih baru, yaitu prodi Bisnis Jasa Makanan yang memasuki tahun ketiga mengikuti P2K. Tahun 2019 ini, terdapat 33 peserta P2K dari program studi tersebut.

Kegiatan P2K pada hari pertama adalah pembukaan, stadium general, sambutan dari Dr. Kasiyarno, M.Hum. selaku Rektor UAD, Khizam Syakir Mahfudz selaku ketua P2K 2019, penyematan mahasiswa baru, dan video kolaborasi dari universitas. (JM)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/p2k-uad-yogyakarta.jpg 768 900 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-02 15:57:232019-09-06 10:55:43Hamid Afe: Perubahan P2K 2019 Signifikan
Page 460 of 704«‹458459460461462›»

TERKINI

  • Perkuat Tradisi Akademik, UAD Kukuhkan Empat Guru Besar Baru31/08/2025
  • BIMAWA UAD Latih Mahasiswa Tingkatkan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Melalui LKMM-TD 202528/08/2025
  • Cassmelcake: Dari Singkong Tradisional Menuju Inovasi UMKM Warga Balong28/08/2025
  • Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Program Biopori dan Jugangan untuk Memperbaiki Kualitas Tanah28/08/2025
  • Menjaga Ekosistem Mangrove untuk Kelestarian Lingkungan Pesisir28/08/2025

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan III Kompetisi Artikel Ilmiah Tingkat Nasional 202528/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I di National Economic Business Competition 202527/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik Pers Mahasiswa 2025 dari AJI Indonesia25/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional pada ASLAMA PTMA 202519/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II di Ajang AILEC 202519/08/2025

FEATURE

  • Cerita Dwi Nur Fadhliyah, Dari Iseng Hingga Raih Prestasi di BICF 202527/08/2025
  • Nikmat Tak Bisa Terhitung, Syukur Tak Boleh Terputus26/08/2025
  • Psikologi Profetik sebagai Paradigma Integratif Ilmu dan Iman21/08/2025
  • Prof. Maryudi Dorong Inovasi Polimer untuk Lingkungan yang Berkelanjutan20/08/2025
  • Implikasi Putusan MK 135/PUU-XXII/2024: Momentum Baru Demokrasi Lokal Indonesia20/08/2025

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top