KKN UAD Uji Coba Presensi Digital Berbasis QR di SMA Negeri 1 Karangmojo

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) uji coba presensi digital berbasis QR di SMA Negeri 1 Karangmojo (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.C.3 melakukan uji coba sistem presensi digital berbasis QR Code di SMA Negeri 1 Karangmojo. Program tersebut dikembangkan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, mengefisienkan pencatatan kehadiran, sekaligus mendukung pelaksanaan program 3S (Senyum, Salam, Sapa) setiap pagi.
Sebelum sistem diterapkan, presensi siswa masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dalam pencatatan dan rekapitulasi. Sistem tersebut juga dinilai masih memiliki peluang terjadinya kesalahan pencatatan maupun praktik titip absen. Selain itu, terdapat siswa yang tidak melewati lobi sekolah sehingga tidak seluruhnya berinteraksi dengan guru dan siswa yang bertugas dalam program 3S.
Melalui sistem yang dikembangkan, siswa diwajibkan melewati lobi sekolah untuk melakukan presensi. Di lokasi tersebut, QR Code ditampilkan melalui perangkat admin dan dipindai menggunakan ponsel siswa. Mekanisme tersebut sekaligus mengarahkan siswa untuk berinteraksi dengan guru dan siswa yang bertugas menyambut kedatangan mereka.
Koordinator program menjelaskan bahwa pengembangan sistem berawal dari hasil observasi mahasiswa KKN UAD terhadap proses presensi di sekolah. “Dari hasil observasi, kami melihat bahwa presensi manual membutuhkan waktu dan masih memiliki beberapa kendala, termasuk kemungkinan terjadinya titip absen. Selain itu, masih ada siswa yang tidak melewati lobi sehingga kurang terjangkau oleh program 3S,” ujarnya.
Secara teknis, sistem presensi dikembangkan dalam bentuk website dengan akses berbeda bagi siswa dan admin. Siswa melakukan login menggunakan Nomor Induk Siswa (NIS) dan kata sandi sebelum memindai QR Code yang ditampilkan pada halaman admin di area lobi. QR Code yang digunakan bersifat dinamis dan berganti setiap 15 detik untuk mengurangi peluang penyalahgunaan dalam proses presensi.
Setelah QR Code dipindai, sistem akan mencatat data kehadiran siswa secara otomatis. Mahasiswa KKN UAD juga mendampingi siswa selama uji coba, mulai dari proses login hingga pemindaian QR Code. Pendampingan dilakukan untuk memastikan siswa memahami penggunaan sistem sekaligus mengidentifikasi kendala teknis yang muncul.
Pihak SMA Negeri 1 Karangmojo menyambut baik pengembangan sistem tersebut karena dinilai dapat mendukung kedisiplinan siswa dan transformasi digital administrasi sekolah. “Kami sangat mengapresiasi program yang dikembangkan oleh mahasiswa KKN UAD. Sistem ini tidak hanya membantu proses presensi menjadi lebih praktis, tetapi juga mendukung program 3S karena siswa diarahkan untuk melewati lobi dan bertemu langsung dengan guru maupun siswa yang bertugas menyambut kedatangan mereka,” ujarnya.
Melalui uji coba tersebut, mahasiswa KKN UAD berharap sistem presensi digital berbasis QR Code dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Integrasi teknologi dalam presensi diharapkan tidak hanya mempermudah pencatatan kehadiran, tetapi juga mendukung pembentukan budaya disiplin dan interaksi positif di lingkungan SMA Negeri 1 Karangmojo.









