• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

P2K UAD 2026 Dorong Budaya Pemilahan Sampah dan Green Campus

22/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Salah satu tempat pembuangan sampah yang ada di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus mendorong penerapan budaya ramah lingkungan dalam pelaksanaan Program Pengenalan Kampus (P2K) 2026. Salah satunya melalui pengelolaan sampah yang melibatkan Biro Sarana dan Prasarana (BSP) UAD bersama panitia serta mahasiswa baru. Upaya tersebut dilakukan mulai dari pengurangan penggunaan barang sekali pakai, pemilahan, hingga pengolahan sampah.

Kepala BSP UAD, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng., menjelaskan bahwa pengelolaan lingkungan selama P2K pada dasarnya tetap mengacu pada rutinitas pengelolaan lingkungan kampus yang diperkuat melalui kolaborasi dengan panitia P2K. Menurutnya, peningkatan volume sampah selama kegiatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Salah satu upaya yang diterapkan ialah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan mewajibkan mahasiswa baru dan panitia membawa tumbler pribadi serta memanfaatkan water station yang tersedia di sejumlah titik kegiatan.

Selain itu, panitia P2K turut mendampingi mahasiswa baru dalam melakukan pemilahan sampah setelah makan. Setiap panitia fakultas juga diwajibkan mengikuti lomba inovasi pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian P2K, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya pengelolaan sampah sekaligus mendorong setiap fakultas mengurangi timbulan sampah selama kegiatan berlangsung.

“Pada prinsipnya, pengelolaan lingkungan tetap mengacu pada rutinitas harian kampus yang diperkuat melalui kolaborasi antara BSP dan panitia P2K UAD. Peningkatan jumlah sampah selama P2K menjadi tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan,” jelasnya.

Berdasarkan data P2K tahun sebelumnya, sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan berupa kertas dan duplex, sedangkan 40 persen lainnya terdiri atas sampah organik dan plastik. Adapun jumlah timbulan sampah P2K 2026 belum dapat dipastikan karena rangkaian kegiatan masih berlangsung. Sampah yang dihasilkan selama kegiatan tetap diarahkan untuk dikelola. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan residu plastik diolah menggunakan alat pirolisis.

Keterlibatan mahasiswa baru juga diperkuat melalui berbagai kegiatan yang mendorong kreativitas dalam pengelolaan sampah. Lomba inovasi, misalnya, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya bernilai guna atau estetis dari sampah seperti kardus, duplex, dan kemasan. Selain itu, terdapat kampanye kreatif mengenai pemilahan sampah dan gaya hidup zero waste. Pembiasaan juga dilakukan melalui kegiatan clean-up bersama sebelum peserta meninggalkan lokasi kegiatan.

Pengelolaan lingkungan dalam P2K 2026 tidak hanya berfokus pada sampah. Mahasiswa baru juga dikenalkan dengan budaya kelestarian lingkungan di lingkungan UAD, termasuk efisiensi energi dan pelestarian ruang hijau. Pembiasaan hemat energi dilakukan melalui pemanfaatan sirkulasi udara alami pada pagi hari serta penggunaan pendingin ruangan secara bijak. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan ruang terbuka hijau dan hutan kampus yang perlu dijaga kebersihan dan kelestariannya.

Melalui P2K 2026, UAD berharap budaya green campus tidak berhenti setelah rangkaian orientasi selesai. Mahasiswa baru diharapkan mampu menerapkan kebiasaan memilah dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. “Kami berharap P2K dapat mengenalkan budaya pengelolaan sampah dan green campus di UAD, sehingga mahasiswa dapat berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan serta membantu mengendalikan dan menata pemilahan sampah selama kegiatan,” pungkasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Salah-satu-tempat-pembuangan-sampah-yang-ada-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-22 10:17:592026-09-30 11:00:13P2K UAD 2026 Dorong Budaya Pemilahan Sampah dan Green Campus

Tim Debat UAD Raih Juara I Liga Debat Wilayah Yogyakarta

21/09/2026/in Prestasi /by Ard

Tim debat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I Liga Debat Wilayah Yogyakarta (Foto. Tim Debat UAD)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih Juara I dalam Liga Debat USD Wilayah Yogyakarta. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Fakultas (UKF) Debat Psikologi Universitas Sanata Dharma tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, dan menyampaikan gagasan secara terstruktur.

Prestasi tersebut diraih oleh tim yang beranggotakan Farid Bagaskara dari Program Studi Sastra Inggris, Muhamad Andika dari Teknik Industri, dan Mohd Haisyam dari Kesehatan Masyarakat. Ketiganya mengikuti kompetisi dengan mengangkat tema “Voices Unmuted: Confronting The Silent Crisis of a Loud Generation”. Tema tersebut mengangkat isu mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi masa kini di tengah lingkungan yang semakin ramai dengan arus informasi dan komunikasi. Melalui tema tersebut, peserta didorong untuk menyuarakan gagasan, mengidentifikasi persoalan yang kerap luput dari perhatian, serta menyampaikan argumentasi secara kritis terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Sebelum mengikuti kompetisi, tim melakukan latihan dan belajar bersama sebagai bagian dari persiapan. Dalam menyusun kasus debat, setiap anggota terlebih dahulu berdiskusi untuk memahami isu yang diberikan. Setelah itu, anggota tim menyusun argumentasi masing-masing sebelum kembali melakukan pembahasan untuk memastikan keterkaitan dan kekuatan argumentasi yang akan disampaikan.

“Strategi kami ketika menyusun kasus pertama adalah berdiskusi terlebih dahulu, kemudian masing-masing membuat argumentasi. Setelah itu, kami memastikan kembali setiap argumentasi agar dapat saling melengkapi dan mendukung kasus yang dibangun oleh tim,” ujar Bagas.

Menurut tim, pelaksanaan kompetisi tidak menghadirkan tantangan yang terlalu berat. Justru, kesempatan bertemu dengan para debater dari berbagai perguruan tinggi menjadi pengalaman yang berharga. Salah satu momen yang paling berkesan terjadi pada babak final ketika mereka berhadapan dengan tim dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang sama-sama berasal dari lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA).

“Kami senang bisa bertemu dengan banyak debater dari universitas lain. Hal yang paling berkesan adalah ketika di final kami bertemu dengan sesama kampus PTMA, yaitu UMY. Pertemuan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi kami,” tambah Andika.

Capaian sebagai Juara I Liga Debat USD Wilayah Yogyakarta menjadi kebanggaan bagi ketiga mahasiswa tersebut. Mereka berharap pengalaman yang diperoleh dalam kompetisi dapat menjadi bekal untuk mengikuti kompetisi debat berikutnya sekaligus mempertahankan prestasi yang telah diraih.

“Alhamdulillah, kami sangat bahagia dan senang bisa mendapatkan Juara I. Semoga kami dapat mengikuti kompetisi berikutnya, mengambil pembelajaran dari setiap proses, dan mempertahankan prestasi ini,” tandas Haisyam.

Lebih lanjut, Andika menambhakan “Jangan takut untuk mencoba hal baru. Lakukan sebisa mungkin, percaya diri, dan tekun berlatih. Setelah sparring atau lomba selesai, jangan lupa melakukan refleksi dan evaluasi agar kesalahan maupun kekurangan dapat diperbaiki pada kesempatan berikutnya,” pesan mereka. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-debat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-I-Liga-Debat-Wilayah-Yogyakarta-Foto.-Tim-Debat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-21 09:19:282026-09-21 09:19:28Tim Debat UAD Raih Juara I Liga Debat Wilayah Yogyakarta

KKN UAD Edukasi Siswa SDN 2 Sambimulyo tentang Pencegahan Bullying

21/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi siswa SDN 2 Sambimulyo tentang pencegahan bullying (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan edukasi anti-bullying bagi siswa kelas 5 SDN 2 Sambimulyo pada 5 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengertian, bentuk, dampak, serta cara mencegah dan menghadapi bullying di lingkungan sekolah.

Kegiatan menghadirkan Dr. Patria Handung Jaya, S.Pd., M.A. sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai bullying serta pentingnya membangun sikap saling menghargai dan peduli terhadap sesama.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilakukan secara interaktif melalui simulasi kasus. Siswa diajak memahami berbagai situasi yang berkaitan dengan bullying serta mendiskusikan tindakan yang tepat ketika melihat atau mengalami perundungan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan refleksi dan aktivitas menyayangi diri sendiri. Melalui kegiatan tersebut, siswa diarahkan untuk mengenali dan menghargai perasaan serta dirinya sendiri.

Mahasiswa KKN juga mengadakan lingkar cerita yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman mereka. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk berani berbicara serta belajar memahami perasaan orang lain.

Kegiatan edukasi anti-bullying tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mencegah bullying sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan berani mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi perundungan. Dengan demikian, lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-siswa-SDN-2-Sambimulyo-tentang-pencegahan-bullying-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-21 09:10:462026-09-21 09:10:46KKN UAD Edukasi Siswa SDN 2 Sambimulyo tentang Pencegahan Bullying

Kembangkan CIRCULAI, Mahasiswa UAD Raih Juara III Nasional IT FEST 2026

21/09/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara III Nasional App Development Competition IT FEST 2026 (Foto. Adi Arwan)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih Juara III tingkat nasional dalam App Development Competition – IT FEST 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kompetisi tersebut berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan diikuti oleh tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di tingkat nasional.

Prestasi tersebut diraih oleh Team Mas Bahlil Ganteng melalui inovasi aplikasi bernama CIRCULAI. Tim yang terdiri atas Adi Arwan Syah dari Program Studi Sistem Informasi, Andri Tri Cahyono dari PPKn, dan M. Ridwan Nur dari Informatika tersebut mengembangkan aplikasi yang mengangkat konsep circular fashion dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Digital Product Passport (DPP).

CIRCULAI dirancang untuk mendorong pemanfaatan kembali produk dan material fashion sekaligus mendukung digitalisasi UMKM penjahit lokal. Salah satu fitur yang dikembangkan ialah Eco Swap, yang memungkinkan pengguna mengumpulkan dan menukarkan material fashion yang masih memiliki nilai guna, seperti kain perca dan pakaian bekas. Material tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan kembali melalui ekosistem UMKM penjahit lokal sehingga memiliki fungsi dan nilai guna baru.

Aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur Circular Points sebagai bentuk apresiasi bagi pengguna yang berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi sirkular. Sementara itu, teknologi AI digunakan untuk memberikan rekomendasi sesuai kebutuhan pengguna. Digital Product Passport turut diterapkan untuk mendukung pencatatan informasi produk secara digital.

“Melalui CIRCULAI, kami ingin mempertemukan masyarakat, material fashion yang masih bernilai, dan UMKM penjahit lokal dalam sebuah ekosistem digital. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendorong penerapan circular fashion sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna,” ujar Andri.

Proses pengembangan CIRCULAI menjadi tantangan tersendiri bagi tim karena dilakukan bersamaan dengan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kesibukan di lapangan membuat anggota tim harus menyesuaikan waktu untuk berdiskusi, mengembangkan konsep, menyempurnakan aplikasi, hingga mempersiapkan presentasi kompetisi.

Keterbatasan waktu tersebut mendorong tim untuk menerapkan manajemen waktu dan komunikasi secara efektif. Setiap anggota menyesuaikan jadwal masing-masing agar proses pengembangan aplikasi tetap berjalan. Komitmen untuk menyelesaikan karya yang telah dimulai menjadi salah satu hal yang dipertahankan hingga tahap kompetisi.

“Bagi kami, Juara III Nasional ini bukan hanya tentang hasil akhir dari aplikasi yang kami kembangkan, tetapi juga tentang proses mempertahankan komitmen di tengah kesibukan PLP dan KKN. Pengalaman ini mengajarkan kami bahwa keterbatasan waktu dapat dihadapi melalui manajemen waktu, komunikasi, dan kerja sama tim,” tandas Adi.

Ridwan menambahkan, “Jangan takut mengikuti kompetisi hanya karena merasa belum cukup mampu. Jadikan kompetisi sebagai ruang untuk belajar, menerima evaluasi, dan mengembangkan kemampuan. Mulailah dari apa yang kita miliki, manfaatkan waktu yang tersedia, dan jangan mudah menyerah,” tutupnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-III-Nasional-App-Development-Competition-IT-FEST-2026-Foto.-Adi-Arwan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-21 09:04:272026-09-21 09:04:27Kembangkan CIRCULAI, Mahasiswa UAD Raih Juara III Nasional IT FEST 2026

UAD Raih Peringkat 35 Nasional UI GreenMetric 2026

21/09/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih peringkat 35 nasional UI GreenMetric 2026 (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih peringkat ke-35 nasional dalam UI GreenMetric World University Rankings (UIGM) 2026. Capaian tersebut menunjukkan upaya UAD dalam mengembangkan lingkungan kampus berkelanjutan serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap isu lingkungan, pendidikan, dan tata kelola berkelanjutan.

Pencapaian tersebut didukung kolaborasi berbagai pihak di lingkungan UAD, mulai dari penyediaan data dan dokumentasi hingga pelaksanaan program yang berkaitan dengan indikator keberlanjutan. Kontribusi lintas unit menjadi bagian penting dalam proses pemeringkatan UIGM 2026.

Bidang Reputasi dan Pemeringkatan BPPU UAD menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pemeringkatan. Kolaborasi antarsatuan kerja dinilai berperan dalam menghadirkan data dan dokumentasi yang merepresentasikan berbagai praktik keberlanjutan di lingkungan UAD.

UI GreenMetric World University Rankings 2026 mengukur keberlanjutan perguruan tinggi melalui tujuh aspek utama, yaitu Setting and Infrastructure (SI), Energy and Climate Change (EC), Waste (WS), Water (WR), Transportation (TR), Education and Research (ED), serta Governance and Digitalization (GD).

Aspek Setting and Infrastructure mencakup pengembangan lingkungan dan infrastruktur kampus yang mendukung keberlanjutan. Energy and Climate Change berkaitan dengan pengelolaan energi dan upaya menghadapi perubahan iklim. Sementara itu, Waste dan Water mencakup pengelolaan limbah serta konservasi sumber daya air.

Pada aspek Transportation, keberlanjutan didukung melalui pengembangan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Education and Research menempatkan pendidikan dan penelitian sebagai bagian dari peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai keberlanjutan. Adapun Governance and Digitalization mencakup tata kelola serta pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung implementasi keberlanjutan di perguruan tinggi.

Peringkat ke-35 nasional tersebut menjadi momentum bagi UAD untuk terus mengevaluasi dan memperkuat program keberlanjutan. Capaian ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan inovasi dan praktik baik yang memberikan manfaat bagi lingkungan serta sivitas akademika.

Ke depan, UAD akan terus memperkuat sinergi antarpihak, meningkatkan kualitas data dan dokumentasi, serta memperluas implementasi berbagai praktik kampus berkelanjutan.

Capaian UIGM 2026 tersebut menjadi hasil kolaborasi seluruh keluarga besar UAD dalam mengembangkan lingkungan kampus yang berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat terus memperkuat kontribusi UAD terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus mendukung reputasi perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Template-News-UADUniversitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-peringkat-35-nasional-UI-GreenMetric-2026-Foto.-Humas-UAD-PUTIH.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-21 08:58:162026-10-22 11:47:04UAD Raih Peringkat 35 Nasional UI GreenMetric 2026

Kisah Saudara Kembar Asal Lampung di Fakultas Kedokteran UAD

21/09/2026/in Terkini /by Ard

Hernanda dan Herninda, mahasiswa kembar Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari Lampung (Foto. Istimewa)

Memiliki saudara kembar yang melangkah di jalan kehidupan yang sama selalu menghadirkan cerita yang unik. Hal itulah yang dirasakan oleh Hernanda Puspita dan Herninda Puspita. Dua mahasiswa baru asal Lampung Tengah ini resmi bergabung sebagai bagian dari Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Keunikan sepasang saudara kembar ini sudah dimulai dari nama panggilan mereka, yakni Nanda dan Ninda. Walau lahir lebih dulu, Nanda justru dipanggil adik, sedangkan Ninda yang lahir beberapa menit setelahnya disapa dengan panggilan ‘mbak’. Tradisi dan kepercayaan adat Jawa di keluarga mereka menjadi latar belakang di balik sapaan unik tersebut.

Menariknya, kebersamaan mereka bukan hal baru. Sejak jenjang TK, SD, hingga SMA, keduanya selalu berada di sekolah yang sama. Kini, takdir kembali memepertemukan Nanda dan Ninda di program studi serta kampus yang sama.

“Menurut saya, perjalanan ini menjadi sesuatu yang istimewa, karena sejak kecil kami tumbuh bersama, belajar bersama, dan saling menemani dalam mengejar cita-cita,” tutur Nanda.

Keduanya Berkomitmen Mewujudkan Cita-Cita di Bidang Kesehatan

Minat terhadap dunia medis sudah tertanam di diri Nanda dan Ninda sejak kecil. Dukungan penuh dari orang tua semakin menguatkan tekad mereka untuk menempuh pendidikan dokter. Pilihan jatuh kepada FK UAD karena keunggulan spesifik yang ditawarkan, yakni integrasi antara kedokteran dan kebencanaan dan nilai-nilai keislaman.

“Alasan utama saya memilih Fakultas Kedokteran di Universitas Ahmad Dahlan adalah karena institusi ini menawarkan keunggulan spesifik di bidang kedokteran kebencanaan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman. Hal ini menjadikan lulusannya tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga siap terjun dalam situasi darurat dan memiliki karakter akhlak yang kuat,” jelas Ninda.

Bagi mereka, fokus tersebut menjadi nilai tambah yang sangat krusial. Keduanya berharap dapat menjadi tenaga medis yang tidak hanya kompeten dan amanah, tetapi juga tanggap dalam situasi tanggap bencana serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Pilihan mereka untuk berkuliah di tempat yang sama juga menyulut rasa sukacita dari pihak keluarga dan teman-teman. Banyak yang menilai kehadiran saudara kembar dalam satu ruang kuliah akan memudahkan proses adaptasi.

Dinamika Masa Orientasi P2K dan Pengalaman Menggelitik

Selama mengikuti rangkaian Program Pengelanan Kampus (P2K) UAD, kehadiran Nanda dan Ninda kerap mencuri perhatian. Pertanyaan seperti, “Kalian kembar ya?” atau “Apa bedanya kalian?” sudah menjadi santapan sehari-hari dari teman-teman baru maupun panitia P2K yang penasaran. Tak jarang, kemiripan paras mereka memicu momen salah panggil yang menggelitik. Salah satu kejadian berkesan terjadi saat berada di Masjid Islamic Center (IC) UAD. Seorang panitia pendamping P2K sempat menarik Ninda karena mengira dirinya adalah Nanda dari kelompok Cardiovascular.

“Waktu itu, seorang kakak pendamping memanggil dan menarik saya karena mengira saya adalah Nanda dari kelompok Cardiovascular. Saya sempat bingung karena merasa bukan berasal dari kelompok tersebut. Akhirnya saya menjelaskan kepada kakak pendamping bahwa saya bukan Nanda, melainkan Ninda dari kelompok 7 Integumen,” kenang Ninda. “Setelah menyadari kesalahannya, kami pun tertawa bersama. Kejadian seperti itu menjadi salah satu pengalaman yang berkesan dan membuat masa orientasi terasa lebih seru bagi kami sebagai saudara kembar.” Tutup Ninda sembari mengingat-ingat kejadian menggelitik tersebut.

Menjalani perkuliahan kedokteran yang padat, kebersamaan menjadi benteng saling dukung bagi Nanda dan Ninda. Mereka aktif bertukar informasi tugas, mendiskusikan materi yang rumit, hingga saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan di tengah kesibukan harian.

Kendati demikian, keduanya berkomitmen untuk tidak saling bergantung secara berlebihan. Nanda dan Ninda tetap membuka diri untuk berinteraksi luas dengan teman-teman baru serta mengeksplorasi minat pribadi masing-masing agar dapat berkembang sebagai individu yang mandiri.

Menatap perjalanan kuliah ke depan, pasangan kembar ini menetapkan target untuk meraih prestasi terbaik, memperoleh ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin, aktif berorganisasi, dan lulus tepat waktu. Selain itu, mereka juga bertekad untuk menjadi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.

“Tetap semangat dalam setiap proses, jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan selalu ingat bahwa perjuangan hari ini adalah langkah untuk meraih cita-cita di masa depan,” pungkas mereka kompak. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hernanda-dan-Herninda-mahasiswa-kembar-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dari-Lampung-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-21 08:45:122026-09-21 08:45:12Kisah Saudara Kembar Asal Lampung di Fakultas Kedokteran UAD

Cerita Annisa, Mahasiswa Tuli dari Wonosobo yang Diterima Kuliah di UAD

19/09/2026/in Terkini /by Ard

Foto ilustrasi Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2026 (Foto. Humas UAD)

Diterima di perguruan tinggi favorit adalah impian setiap lulusan sekolah menengah. Bagi Annisa, mahasiswi baru Program Studi Informatika, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), momen ini terasa makin istimewa. Diterimanya mahasiswi asal Wonosobo yang akrab dipanggil Annisa ini menjadi bukti nyata hadirnya ruang pendidikan tinggi yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja.

Sebagai seorang mahasiswi Tuli, Annisa memandang kesempatannya berkuliah di UAD bukan sekadar pencapaian akademis biasa, melainkan panggung untuk membuktikan bahwa keterbatasan akses komunikasi tak akan menyurutkan langkahnya menaklukkan dunia teknologi.

“Saya merasa sangat senang, bersyukur, dan bangga ketika mengetahui saya resmi diterima di jurusan Informatika UAD. Sebagai mahasiswa Tuli, saya juga merasa ini menjadi kesempatan bagi saya untuk membuktikan bahwa keterbatasan pendengaran bukan menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita. Saya ingin belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, dan mendapatkan pengalaman baru selama kuliah.” ungkap Annisa penuh optimisme.

Kehangatan ekosistem kampus yang inklusif mulai dirasakan Annisa sejak mengikuti rangkaian Program Pengenalan Kampus (P2K). Panitia pendamping hingga rekan sesama mahasiswa baru menyambut kehadirannya dengan penuh kesiapan dan rasa saling menghargai. Meski begitu, dinamika acara yang padat menjadi ruang adaptasi tersendiri. Ketika pembicara menyampaikan materi dengan tempo cepat atau dari jarak jauh, Annisa membutuhkan strategi ekstra untuk menyerap informasi. Tanpa canggung, ia memanfaatkan berbagai media visual, seperti membaca gerak bibir hingga memanfaatkan aplikasi catatan pada ponselnya.

“Selama mengikuti P2K, saya merasa cukup diterima dan disambut dengan baik oleh teman-teman maupun panitia. Teman-teman dan pendamping juga mau membantu ketika ada informasi atau komunikasi yang kurang saya pahami. Saya memang terkadang mengalami kesulitan mengikuti komunikasi secara langsung karena saya Tuli, terutama jika pembicara berbicara terlalu cepat atau dari jarak jauh,” jelasnya. “Namun, saya berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru dan berkomunikasi dengan cara yang paling nyaman, seperti membaca gerak bibir atau menggunakan gawai untuk mengetik dan menulis di buku jika gawai dikumpulkan,” lanjut mahasiswi prodi Informatika tersebut.

Mendorong Kampus Ramah Disabilitas yang Berkelanjutan

Melihat semangat kesetaraan yang sudah berjalan di UAD, Annisa mengapresiasi tinggi budaya saling menghargai yang ditunjukkan sivitas akademika. Namun, ia juga memberikan pandangan konstruktif agar aksesibilitas pembelajaran bagi penyandang disabilitas dapat terus diperkuat. Menurutnya, penyampaian instruksi akademik secara tertulis atau visual akan sangat memudahkan mahasiswa dengan hambatan pendengaran. Selain itu, gestur pembicara yang menghadap langsung ke arah audiens saat menyampaikan materi lisan akan sangat membantu proses membaca gerak bibir.

“Sejauh ini, saya merasa lingkungan kampus cukup ramah dan mendukung. Namun, masih ada beberapa hal yang menurut saya dapat terus ditingkatkan agar mahasiswa Tuli lebih mudah mengikuti kegiatan akademik. Misalnya, informasi penting sebaiknya disampaikan juga dalam bentuk tulisan, materi atau instruksi diberikan secara jelas, dan ketika ada penyampaian secara lisan sebaiknya pembicara menghadap mahasiswa agar saya lebih mudah membaca gerak bibir atau mengetik di gawai atau media visual,” ungkap Annisa.

Harapan Annisa sederhana, ia ingin UAD terus memperkokoh komitmennya sebagai kampus yang inklusif, ramah, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.

“Harapan saya, semoga UAD terus menjadi lingkungan pendidikan yang terbuka, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas. Saya berharap akses informasi dan komunikasi dapat semakin mudah, misalnya dengan menyediakan informasi dalam bentuk tulisan atau media visual yang jelas,” tutur mahasiswi asal Wonosobo tersebut. “Untuk teman-teman seangkatan, saya berharap kita bisa saling memahami, menghargai perbedaan, dan saling membantu dalam proses perkuliahan. Saya juga ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Tuli tetap bisa belajar, berkembang, berprestasi, dan berkontribusi bersama mahasiswa lainnya.” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-ilustrasi-Program-Pengenalan-Kampus-P2K-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-2026-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:55:532026-09-19 09:55:53Cerita Annisa, Mahasiswa Tuli dari Wonosobo yang Diterima Kuliah di UAD

KKN UAD Kembangkan Olahan Singkong Menjadi Getuk Puspita Daleman

19/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Unievrsitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan olahan singkong menjadi getuk puspita daleman (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit V.D.3 menggelar pelatihan pengolahan singkong menjadi produk pangan inovatif bertajuk “Getuk Puspita Daleman” bersama ibu-ibu PKK Dusun Daleman RT 3 RW 22. Kegiatan yang berlangsung pada 2 September 2026 di Posko KKN UAD, rumah Dukuh Daleman, tersebut diikuti sekitar 15 peserta.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi bernilai jual. Singkong dipilih karena menjadi salah satu hasil pertanian yang cukup banyak ditemukan di Dusun Daleman. Selama ini, singkong umumnya dijual dalam bentuk bahan mentah kepada pengulak atau diolah secara sederhana untuk konsumsi sehari-hari.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit V.D.3 mengembangkan singkong menjadi olahan getuk yang diberi nama Getuk Puspita Daleman. Kegiatan diawali dengan pengenalan potensi singkong sebagai bahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pengolahan yang meliputi persiapan bahan, pengukusan, penghalusan, pencampuran bahan, hingga pembentukan dan penyajian getuk.

Dalam praktik tersebut, ibu-ibu PKK terlibat langsung dalam setiap tahapan pengolahan. Selain proses produksi, mahasiswa KKN UAD juga mengenalkan teknik pengemasan dan pelabelan agar produk memiliki tampilan yang lebih menarik serta identitas yang jelas. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman mengolah singkong, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai pengembangan produk pangan lokal.

Salah satu peserta, Ibu Farida, mengaku mendapatkan inspirasi baru dari pelatihan tersebut. Menurutnya, singkong dapat diolah menjadi beragam produk dengan bentuk dan cita rasa yang berbeda.

“Pelatihan ini sangat menarik dan menginspirasi untuk membuat olahan singkong lainnya. Jadi, singkong tidak hanya digoreng, tetapi bisa dibuat dengan rasa, bentuk, dan penampilan yang berbeda,” ujar Ibu Farida.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta bersama mahasiswa KKN UAD berhasil menghasilkan Getuk Puspita Daleman yang kemudian dinikmati bersama dan dibawa pulang oleh sebagian peserta untuk keluarga. Mahasiswa KKN UAD berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga potensi singkong di Dusun Daleman memiliki nilai tambah dan dapat mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Unievrsitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-olahan-singkong-menjadi-getuk-puspita-daleman-Foto.-KKN-UAD.jpeg 960 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:42:232026-09-19 09:42:23KKN UAD Kembangkan Olahan Singkong Menjadi Getuk Puspita Daleman

Mahasiswa KKN UAD Hadirkan Peta Wilayah untuk Permudah Informasi Publik di Banaran Lor

19/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadirkan peta wilayah untuk permudah informasi publik di Banaran Lor (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 159 Unit II.B.2 menghadirkan Peta Wilayah Padukuhan Banaran Lor, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peta tersebut disahkan pada Kamis, 10 September 2026 dan menjadi salah satu program kerja mahasiswa untuk membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai wilayah administratif dan sejumlah lokasi penting di Padukuhan Banaran Lor.

Program tersebut dilaksanakan karena sebelumnya belum tersedia peta wilayah yang dapat menjadi media informasi bagi masyarakat. Peta dirancang untuk membantu warga, pendatang, maupun pihak terkait dalam mengenali batas wilayah sekaligus menemukan berbagai fasilitas publik dan lokasi kediaman pengurus wilayah.

Tim KKN UAD Unit II.B.2 yang terdiri atas Agy Najma Cahyani, Najmina Nurul Azkiya, Andreansyah Dion Adi R, Najwa Athiyya Nareswari, Khusnan Nadhori, Reina Dian Nabilla Saputri, Dian Yusria, Naro Aufnuha Ikhsan, dan Rania Mufida Yahya melaksanakan program tersebut bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fatma Nuraisyah. Pelaksanaannya juga melibatkan Kepala Padukuhan Banaran Lor, Ns. Andhi Priharmanto, S.Kep., pengurus RT/RW, serta masyarakat setempat.

Dalam peta tersebut, mahasiswa mencantumkan batas wilayah Padukuhan Banaran Lor serta sejumlah titik penting, seperti sarana ibadah dan lokasi kediaman pengurus wilayah. Beberapa titik yang ditampilkan meliputi Masjid Al-Muttaqin serta kediaman Ketua RW 11 dan RW 12, serta Ketua RT 21, RT 22, RT 23, dan RT 24. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pendatang dalam memperoleh informasi kewilayahan dan mengakses pelayanan dari pengurus setempat.

Ketua KKN UAD Unit II.B.2, Agy Najma Cahyani, menjelaskan, “Pembuatan Peta Dukuh Banaran Lor merupakan bentuk kontribusi kami dalam membantu masyarakat menyediakan informasi mengenai wilayah dan batas-batas dukuh. Kami berharap peta ini dapat menjadi media informasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun pihak terkait,” ujar Agy.

Setelah proses perancangan selesai, mahasiswa melakukan validasi data bersama perangkat padukuhan untuk menyesuaikan informasi yang tercantum dengan kondisi wilayah. Peta selanjutnya disahkan oleh Kepala Padukuhan Banaran Lor sebelum dipasang di samping Masjid Al-Muttaqin. Lokasi tersebut dipilih karena berada di titik yang mudah terlihat dan sering dilalui masyarakat maupun pengunjung dari luar padukuhan.

Kepala Padukuhan Banaran Lor, Ns. Andhi Priharmanto, S.Kep., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKN UAD Periode 159 di wilayahnya. Ia menilai kehadiran mahasiswa mendapat dukungan dari masyarakat selama pelaksanaan program. “Alhamdulillah, kami menerima dengan baik kegiatan KKN UAD Periode 159 dan warga juga mendukung kegiatan yang ada di Banaran Lor. Untuk seluruh anggota KKN, kesannya baik, ramah, sopan, santun, serta menjunjung tinggi nilai akhlak dan budi mulia,” ungkap Andhi.

Menurut Andhi, keberadaan mahasiswa KKN juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Ia berharap mahasiswa dapat membawa pengalaman selama berada di Banaran Lor sebagai pembelajaran untuk kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Agy berharap Peta Wilayah Padukuhan Banaran Lor dapat terus dimanfaatkan setelah program KKN berakhir. “Kami mengucapkan terima kasih kepada perangkat padukuhan, pengurus RT/RW, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan serta informasi selama proses pembuatan peta. Semoga hasil dari program kerja ini dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Dukuh Banaran Lor,” tuturnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit II.B.2 tidak hanya menghadirkan media informasi kewilayahan, tetapi juga mendorong dokumentasi wilayah yang lebih terstruktur.  (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-hadirkan-peta-wilayah-untuk-permudah-informasi-publik-di-Banaran-Lor-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:34:182026-09-19 09:34:18Mahasiswa KKN UAD Hadirkan Peta Wilayah untuk Permudah Informasi Publik di Banaran Lor

KKN UAD Buat Inovasi Program Administrasi di Padukuhan Candi Wetan

19/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat inovasi program administrasi di Padukuhan Candi Wetan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.B.2 melaksanakan sejumlah program penataan administrasi di Padukuhan Candi Wetan, Kalurahan Karangwuluh, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo. Program tersebut meliputi pembuatan papan penanda rumah perangkat dusun, peta administrasi wilayah, dan pengembangan situs web resmi padukuhan.

Ketiga program tersebut adalah bentuk paling dasar dari transparansi dan tata kelola, sesuatu yang selama ini kerap dianggap urusan kota besar, padahal justru sama pentingnya, bahkan mungkin lebih mendesak, di tingkat dusun. Ketiga program ini menjadi fokus utama pengabdian KKN VII.B.2 selama berada di Padukuhan Candi Wetan.

Papan penanda arah rumah perangkat dusun sangat penting diketahui oleh warga baru, tamu, atau bahkan petugas dari luar dusun yang perlu berurusan dengan RT maupun kepala dukuh. Ketiadaan penanda semacam ini dapat membuang waktu mereka ketika mencari alamat. Persoalan ini justru sering tidak disadari oleh warga lama karena mereka sudah hafal tata letak dusun.

Program tersebut disusun berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKN Unit VII.B.2 terhadap kebutuhan informasi dan aksesibilitas wilayah bagi masyarakat, termasuk warga dari luar Padukuhan Candi Wetan.

Peta administrasi bukan sekadar gambar batas wilayah di atas kertas, melainkan alat bantu perencanaan yang nyata mengenai batas satu RT dengan RT lain, keberadaan fasilitas umum, hingga bagaimana pola permukiman warga tersebar. Tanpa peta yang jelas dan terpasang di tempat yang mudah dilihat, banyak keputusan sehari-hari seperti pembagian bantuan sosial hingga perencanaan jalan berjalan berdasarkan ingatan dan kebiasaan, bukan data yang bisa diverifikasi.

Memasang peta administrasi di ruang publik dusun adalah langkah kecil untuk membiasakan warga dan perangkat bekerja dengan acuan yang sama, dan menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Unit VII.B.2 di Candi Wetan.

Program lainnya berupa pengembangan situs web resmi Padukuhan Candi Wetan. Situs tersebut dirancang sebagai media informasi digital yang memuat profil padukuhan, pemerintahan, statistik, kegiatan, dan potensi wilayah. Dengan adanya situs web, warga setempat, peneliti, maupun calon investor yang tertarik dengan potensi desa dapat mengakses informasi profil, pemerintahan, statistik, hingga potensi dusun kapan saja tanpa harus datang langsung atau menghubungi perangkat dusun satu per satu.

Pembangunan desa tidak selalu harus berupa proyek fisik besar seperti jalan atau jembatan. Kadang, yang paling dibutuhkan justru hal-hal yang bersifat administratif dan informatif, yang membuat sebuah wilayah lebih mudah dipahami, baik oleh warganya sendiri maupun oleh dunia luar.

Ketika sebuah dusun memiliki penanda yang jelas, peta yang terbuka untuk publik, dan kehadiran digital yang bisa diakses siapa saja, dusun tersebut sesungguhnya sedang membangun fondasi kepercayaan, fondasi yang jauh lebih tahan lama dibanding sekadar bangunan fisik. Inilah kontribusi nyata yang ingin diberikan oleh KKN Unit VII.B.2 bagi Padukuhan Candi Wetan.

Keberlanjutan program menjadi tanggung jawab perangkat dusun setelah masa KKN berakhir. Papan penanda perlu dirawat agar tidak lapuk, peta perlu diperbarui seiring perubahan wilayah, dan situs web perlu terus dikelola dan diperbarui dengan informasi terbaru oleh perangkat dusun. Namun setidaknya, melalui program kerja KKN Unit VII.B.2, Candi Wetan telah mengambil langkah awal yang penting yaitu mengubah informasi yang dulunya hanya ada di kepala warga, menjadi sesuatu yang tercatat, terpampang, dan dapat diakses oleh siapa saja. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-inovasi-program-administrasi-di-Padukuhan-Candi-Wetan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 09:20:492026-09-30 11:00:01KKN UAD Buat Inovasi Program Administrasi di Padukuhan Candi Wetan
Page 9 of 640«‹7891011›»

TERKINI

  • UAD Menggelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan III Periode Oktober 202622/10/2026
  • Bimawa UAD Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Bangun Kesadaran dan Regulasi Diri Mahasiswa22/10/2026
  • Penutupan POMDA DIY Cabor Voli Pasir, UAD Apresiasi Para Juara22/10/2026
  • Survei PSKP UAD Ungkap Lima Program Prioritas Pemerintah yang Paling Sedikit Dirasakan Manfaatnya21/10/2026
  • Habiburrahman El Shirazy: Cinta Negeri Harus Diwujudkan dengan Tindakan Nyata21/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top