• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Habiburrahman El Shirazy: Cinta Negeri Harus Diwujudkan dengan Tindakan Nyata

21/10/2026/in Terkini /by Ard

Habiburrahman El Shirazy narasumber kajian mahasiswa muslim perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI V di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah Kajian Mahasiswa Muslim Perguruan Tinggi di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Islamic Center UAD ini menghadirkan penulis novel Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, Habiburrahman El Shirazy, untuk menyampaikan kajian bertema “Tak Surut Mencintai Negeri, Menyalakan Jiwa, Membangun Peradaban Bangsa”.

Rektor UAD, Prof. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya menumbuhkan semangat mahasiswa untuk mencintai dan merawat Indonesia melalui kontribusi nyata.

“Mari kita rawat negeri kita ini, kita tampilkan diri kita sebagai bagian yang bermanfaat, tidak hanya bagi diri kita, tapi juga bagi masyarakat, bagi pengembangan lebih jauh bangsa dan negara kita,” kata Muchlas.

Kemudian sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., menyoroti pentingnya perhatian kesehatan mental mahasiswa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk belajar serta mengembangkan diri.

“Mudah-mudahan dengan agenda yang kita adakan rutin seperti ini menjadi jembatan untuk kita semuanya, mengantisipasi, memitigasi problem-problem yang mungkin akan kita hadapi. Oleh karenanya mohon kita pastikan kampus-kampus kita adalah kampus yang nyaman, menjadi ekosistem yang aman untuk belajar dan juga mengembangkan diri kita sendiri,” katanya.

Dalam kajian tersebut, Habiburrahman menjelaskan bahwa kecintaan terhadap tanah air merupakan fitrah manusia. Beliau mencontohkan kisah Nabi Muhammad saw. yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Makkah, tempat kelahirannya, ketika harus meninggalkan kota tersebut demi melanjutkan dakwah ke Madinah.

Menurutnya, kecintaan terhadap tempat kelahiran dan negeri tempat seseorang tumbuh merupakan naluri kemanusiaan yang wajar. Kecintaan tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar perasaan atau ungkapan.

“Adik-adikku semuanya, mari kita cintai Indonesia. Ketika kita mencintai Indonesia, niatkan cinta kita kepada Indonesia sebagai bagian dari ibadah, sebagai bagian mengikuti sunahnya Rasulullah saw. Rasulullah mencintai tanah kelahirannya. Kita dilahirkan di Indonesia, kita orang Indonesia. Kita niatkan, kita cintai negeri ini bagian dari ibadah. Sebab, memang ada dasarnya, jelas sekali di Al-Qur’an. Allah berfirman, Kalau kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, ikuti Rasulullah,” tuturnya.

Habiburrahman El Shirazy juga mengajak mahasiswa untuk tidak memiliki mentalitas mengandalkan orang lain dalam menjalankan tanggung jawab. Beliau menyampaikan kisah seorang raja yang menguji keikhlasan rakyatnya dengan meminta setiap orang menyumbangkan satu sendok madu ke dalam tempayan di setiap desa. Namun, karena masing-masing berpikir bahwa sumbangan satu sendok air tidak akan berpengaruh jika orang lain membawa madu, seluruh tempayan justru terisi air.

“Ini contoh sederhana yang mungkin tidak begitu krusial bagi sebuah negeri. Namun, jika suatu saat negeri ini, atau lebih luas lagi umat Rasulullah, membutuhkan sesuatu yang sangat penting dan kelalaian dalam melaksanakannya dapat menimbulkan petaka, kita tidak boleh hanya mengandalkan orang lain. Maka mental mengandalkan orang lain segeralah ditinggalkan. Mulai dari diri kalian, jangan sekali-kali mengandalkan orang lain.”

Habiburrahman El Shirazy menjelaskan makna doa yang diajarkan Rasulullah saw. untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari berbagai keadaan yang dapat menghambat kehidupan. Ia menerangkan bahwa ham merupakan kegundahan akibat memikirkan persoalan masa depan, sedangkan huzn adalah kesedihan atau penyesalan atas kejadian masa lalu. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah merasa lemah ketika menghadapi tantangan serta menghindari kemalasan dalam menjalankan ibadah dan tanggung jawab.

“Ham itu kegundahan hati, memikirkan masa depan. Besok bagaimana, besok pagi bagaimana, nanti kalau sudah mau lulus bagaimana, dapat jodoh atau tidak. Kalau huzn, itu sedih atas perbuatan yang telah lalu, kejadian yang telah lalu. Kita juga harus memohon perlindungan dari perasaan lemah, kemalasan, sifat pengecut, dan kekikiran. Tolong diingat bahwa malas itu sumber malapetaka. Padahal kalau dipahami, apa pun yang kita miliki adalah rezeki dan titipan dari Allah.”

Selain itu, Habiburrahman mengajak mahasiswa untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama, termasuk dengan mengingatkan teman yang berisiko terjerat pinjaman online. Menurutnya, sikap saling mengingatkan merupakan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab, bukan sekadar mencampuri urusan pribadi orang lain.

Melalui kajian tersebut, Habiburrahman mengajak mahasiswa menjadikan kecintaan terhadap Indonesia sebagai bagian dari ibadah yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Ia menekankan bahwa membangun bangsa membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab yang dimulai dari diri sendiri. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, dan negara. (Mei)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Habiburrahman-El-Shirazy-narasumber-kajian-mahasiswa-muslim-perguruan-tinggi-di-lingkungan-LLDIKTI-V-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-21 07:53:342026-10-21 07:53:34Habiburrahman El Shirazy: Cinta Negeri Harus Diwujudkan dengan Tindakan Nyata
You might also like
PASTRON UAD Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun untuk Tingkatkan Keahlian Tim Rukyatul Hilal
Merawat Bumi sebagai Manifestasi Dakwah Perempuan Berkemajuan
UAD Teken Kerja Sama dengan Al-Quds University Palestina
Peresmian dan Pelantikan Komunitas serta Pengurus E-Sports UAD Periode 2024/2025
Mahasiswi Gizi UAD Raih Juara I Kelas C Putri di Kejurnas Tapak Suci Semar VI
Tim Badminton UAD Juara di Kopma Expo #7 IAIN Kudus

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top