• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Luluskan 1.282 Mahasiswa pada Wisuda Periode IV Tahun 2025/2026

03/08/2026/in Terkini /by Ard

 

Wisuda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode IV Tahun Akademik 2025-2026 (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Jogja Expo Center (JEC). Sebanyak 1.282 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri atas 1.200 lulusan Program Sarjana (S1), 81 lulusan Magister (S2), dan 1 lulusan Sarjana Terapan (D4). Dari jumlah tersebut, 958 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude, dengan rincian 915 lulusan S1 dan 43 lulusan S2.

Sidang terbuka senat dipimpin oleh Ketua Senat UAD Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., yang secara resmi membuka prosesi wisuda Sarjana Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode IV Tahun Akademik 2025/2026.

Pada kesempatan tersebut, UAD menghadirkan dua wisudawan berprestasi untuk menyampaikan testimoni. Salah satunya adalah Dhita Pratama Putra, Wisudawan Berprestasi Program Studi Fisika yang telah mengoleksi lebih dari 130 penghargaan dan gelar kehormatan.

Dhita menyampaikan, “Saya berhasil di titik ini sebagai sarjana pertama di keluarga. Saya menyadari bahwa proses kuliah tidak pernah berjalan mudah. Banyak sekali tantangan yang saya hadapi, tetapi dari situ saya belajar arti bertahan, berjuang, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi lingkungan akademik UAD yang dinilai mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di berbagai bidang. “Mungkin banyak yang berpikir sebagai lulusan Fisika saya hanya akan bekerja sebagai peneliti atau di laboratorium. Namun, pengalaman selama berkuliah di UAD membantu saya berkembang di bidang lainnya. Saat ini saya bekerja sebagai profesional digital marketing yang memiliki pengalaman lebih dari lima tahun,” tambahnya.

Testimoni berikutnya disampaikan oleh Komisah, Wisudawan Berprestasi dari Program Studi Kesehatan Masyarakat sekaligus penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar- Kuliah (KIP-K). Ia menyampaikan apresiasi kepada UAD atas berbagai dukungan yang diberikan selama masa studi. “Terima kasih UAD atas seluruh dukungan, baik dari segi fasilitas maupun pendampingan dalam menumbuhkan prestasi mahasiswa. Menjadi wisudawan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi awal untuk mencapai impian. Saya bangga berkuliah di UAD,” tuturnya.

Ucapan selamat turut disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. Ia berharap para lulusan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. “Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati UAD. Terus hadir mencerahkan semesta, memajukan Indonesia, dan mengharumkan nama Universitas Ahmad Dahlan,” pesannya.

Senada dengan itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., mengajak para lulusan menjadi generasi yang membawa perubahan. “Mudah-mudahan para wisudawan dan wisudawati menjadi Dahlan Muda yang menginspirasi, memajukan kehidupan, serta membawa pencerahan dan kebaikan bagi masyarakat, umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. apt. Salamah Orbayinah, M.Kes., menegaskan bahwa wisuda merupakan awal dari perjalanan baru. “Wisuda bukanlah akhir dari menuntut ilmu, tetapi menjadi awal untuk hidup lebih nyata di dunia yang sesungguhnya. Di UAD telah mengoleksi ilmu, sekarang saatnya menebarkan pengetahuan dengan penuh keberkahan dan terus berdiaspora,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UAD.

Pesan inspiratif juga disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Menurutnya, wisuda harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi alumni bagi persyarikatan dan bangsa. “Jadikan wisuda ini sebagai parameter kemajuan UAD sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang membawa prestasi dan kemajuan. Wisuda ini harus menjadi perekat relasi dan menghasilkan lulusan yang berarti memperbanyak kader penggerak Muhammadiyah,” ungkapnya.

Dalam sesi kesan dan harapan, wakil wisudawan terbaik, Hafiz Ahmad Rumalutur, S.H. dari Program Studi Hukum, mengajak seluruh lulusan untuk menghargai setiap proses yang telah dilalui. “Kita semua memiliki kisah masing-masing. Banyak jatuh bangun dan kegagalan yang kita lewati. Namun, dengan toga ini kita telah membuktikan bahwa kita mampu berdiri dengan penuh percaya diri dan benar-benar layak mendapatkan gelar ini,” ujarnya.

Sementara itu, wakil wisudawan internasional, Sakis Chememat, S.S. dari Program Studi Sastra Inggris asal Thailand, mengungkapkan rasa syukur atas pengalaman belajar di Indonesia. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan bahasa dan budaya ketika pertama kali datang ke Indonesia pada 2022. Namun, dukungan dosen, teman-teman Indonesia, mahasiswa internasional, serta keluarga besar UAD membuatnya mampu menyelesaikan studi dengan baik. “Hari ini bukan hanya perayaan atas kelulusan dan gelar yang kami dapatkan, tetapi juga perayaan atas setiap doa, pengorbanan, tantangan, dan semua orang yang telah mendukung kami sepanjang perjalanan ini. Universitas Ahmad Dahlan telah menjadi rumah kedua bagi kami,” tuturnya.

Dalam pidato wisuda, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan bahwa keberhasilan para lulusan merupakan bagian dari perjalanan UAD yang terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi.

Ia memaparkan sejumlah capaian strategis UAD sepanjang tahun 2026, di antaranya berhasil menempati Peringkat 1 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Nasional dalam perolehan pendanaan Penelitian Multitahun Lanjutan Tahun 2026, meraih Peringkat 2 PTS Terbaik di Indonesia versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, serta berada di peringkat ke-6 nasional pada indikator Research Quality. Selain itu, sejumlah program studi UAD juga berhasil mempertahankan dan meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Menutup pidatonya, Rektor berpesan agar para lulusan terus belajar dan mengabdikan ilmunya bagi masyarakat. “Jadilah lulusan UAD yang mampu memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai Islam berkemajuan. Gelar yang diterima hari ini adalah awal dari proses pembelajaran sepanjang hayat. Teruslah belajar, berinovasi, serta menjadi alumni yang tidak hanya sukses dalam karier, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” pesannya.

Prosesi wisuda juga diisi dengan pembacaan nama wisudawan berprestasi bidang akademik dan nonakademik, pembacaan doa oleh Dr. Ahmadi Wibowo, Lc., M.A., M.Hum., Ph.D., serta prosesi pengukuhan dan penyerahan ijazah kepada para wisudawan sebagai penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus dimulainya babak baru pengabdian mereka di tengah masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Wisuda-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Periode-IV-Tahun-Akademik-2025-2026-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:19:072026-08-03 08:19:07UAD Luluskan 1.282 Mahasiswa pada Wisuda Periode IV Tahun 2025/2026

Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition

31/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 3 Cakrawala National Essay Competition (Foto. Andri)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mengharumkan nama institusi dengan meraih Juara 3 Tingkat Nasional pada Cakrawala National Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh HIMEPA Kabinet Arcadia, Universitas Tidar, Magelang. Kompetisi tersebut berlangsung pada 15 Juni hingga 20 Juli 2026 dan diikuti oleh 64 tim dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia.

Tim yang mengusung nama Team Mas Bahlil Ganteng tersebut beranggotakan Andri Tri Cahyono, Alridho Akmal Adisurya, dan Shavila Adistyan, yang seluruhnya merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Ahmad Dahlan.

Andri Tri Cahyono menjelaskan bahwa keikutsertaan tim dalam kompetisi tersebut berawal dari keinginan untuk mengembangkan sekaligus menyempurnakan gagasan inovatif yang telah dirancang sebelumnya. Selama lebih dari satu bulan proses kompetisi berlangsung, tim harus membagi waktu antara aktivitas perkuliahan, penyusunan serta penyempurnaan naskah esai, hingga mempersiapkan presentasi pada setiap tahapan perlombaan.

“Setiap tahapan menjadi tantangan tersendiri yang menguji kekompakan, komitmen, dan kemampuan kami dalam bekerja sama sebagai sebuah tim,” ujar Andri.

Persaingan yang melibatkan puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memberikan hasil terbaik. Melalui diskusi yang intensif, pembagian tugas yang terstruktur, serta kesediaan menerima berbagai masukan, tim berhasil melewati setiap tahapan kompetisi hingga meraih posisi tiga besar.

Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena tim UAD merupakan satu-satunya finalis dari rumpun ilmu pendidikan yang berhasil menempati posisi tiga besar. Sementara itu, finalis lainnya berasal dari rumpun sains dan teknologi. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa bidang pendidikan juga mampu menghadirkan inovasi yang kompetitif, aplikatif, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengembangkan inovasi bertajuk C-FLOAT, yaitu teknologi pemfilter sampah sungai pasif berbentuk cakram apung adaptif yang memanfaatkan energi kinetik arus sungai dengan dukungan panel surya sebagai sumber energi tambahan. Sistem ini dilengkapi sensor pintar yang mampu memantau penumpukan sampah dan kondisi perairan secara real-time, sekaligus memiliki kemampuan membantu memecah mikroplastik sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

Selain itu, perangkat C-FLOAT dirancang menggunakan material High-Density Polyethylene (HDPE) yang ramah lingkungan dan memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi perairan. Inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi pencemaran sungai sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem perairan.

Bagi Andri dan tim, keberhasilan meraih Juara 3 Nasional merupakan pengalaman yang sangat berharga sekaligus hasil dari proses panjang yang dipenuhi kerja keras, kolaborasi, dan komitmen untuk terus menyempurnakan inovasi yang dikembangkan.

“Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa setiap disiplin ilmu memiliki peluang yang sama untuk berinovasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-3-Cakrawala-National-Essay-Competition-Foto.-Andri.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-31 09:29:512026-07-31 09:29:51Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition

FSBK UAD Gelar Pelepasan Wisudawan Wisudawati Periode IV Agustus 2026

31/07/2026/in Terkini /by Ard

FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar pelepasan wisudawan wisudawati periode IV Agustus 2026 (Foto. Anove)

Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar acara Pelepasan Wisudawan/Wisudawati Periode IV Agustus 2026 di Ruang Amphitarium, Lantai 9 Gedung Utama Kampus 4 UAD pada Selasa, 28 Juli 2026. Prosesi pelepasan tingkat fakultas ini diselenggarakan secara khidmat sebagai bentuk apresiasi internal sebelum calon wisudawan/wisudawati mengikuti prosesi wisuda universitas. Pada periode ini, FSBK UAD melepas sebanyak 135 lulusan yang terdiri dari 20 wisudawan/wisudawati dari Program Studi Sastra Indonesia, 26 dari Program Studi Sastra Inggris, dan 89 dari Program Studi Ilmu Komunikasi.

Dekan FSBK UAD, Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D., dalam sambutannya menyampaian pesan mengenai hakikat pendidikan serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung keberhasilan para lulusan. Prof. Wajiran menegaskan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses belajar yang sesungguhnya.

“Perjalanan terpanjang dalam hidup adalah belajar. Gunakanlah seluruh pengetahuan dan pengalaman yang telah didapat untuk kebaikan, terutama bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Jika kita disiplin serta serius dalam mengerjakan sesuatu, insya Allah masa depan akan cerah,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FSBK juga mengapresiasi dedikasi orang tua, dosen, serta tenaga kependidikan. Ia berpesan agar para lulusan percaya diri dalam menghadapi tantangan di luar kampus.

“Jangan berkecil hati lulus dari perguruan tinggi swasta, karena tiga prodi di FSBK sudah terakreditasi Unggul dan mampu bersaing dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Sudah banyak alumni kita yang meraih kegemilangan hidup,” tambahnya.

Suasana pelepasan semakin berkesan dengan hadirnya pembacaan puisi oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia peraih Juara 3 Penulisan Lakon Peksimiprov, persembahan lagu dari dua mahasiswa FSBK, serta penampilan seni dari Komunitas Gendhing Bahana UAD yang turut menyemarakkan jalannya prosesi hingga usai. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-pelepasan-wisudawan-wisudawati-periode-IV-Agustus-2026-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-31 09:23:182026-07-31 09:23:18FSBK UAD Gelar Pelepasan Wisudawan Wisudawati Periode IV Agustus 2026

Dosen UAD Raih Sejumlah Nominasi Anugerah Saintek LLDIKTI Wilayah V Tahun 2026

31/07/2026/in Terkini /by Ard

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih sejumlah nominasi anugerah Saintek LLDIKTI Wilayah V Tahun 2026 (Foto. Humas UAD)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sejumlah akademisi UAD berhasil meraih nominasi pada Anugerah Saintek Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Tahun 2026, sebuah ajang penghargaan yang diberikan kepada insan perguruan tinggi atas dedikasi dan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen UAD dalam mendorong budaya akademik yang unggul, produktif, dan berdampak bagi kemajuan bangsa. Para dosen yang masuk dalam daftar nominasi berasal dari berbagai bidang keilmuan, baik sains dan teknologi (STEM) maupun inovasi sosial humaniora.

Pada kategori Anugerah Ilmuwan Muda Terbaik Bidang STEM, terdapat dua dosen UAD yang berhasil meraih nominasi, yaitu Prof. Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, S.Si., M.Pd. dan apt. Lalu Muhammad Irham, M.Farm., Ph.D. Keduanya dikenal aktif menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional serta berkontribusi dalam pengembangan riset dan inovasi sesuai bidang keahliannya.

Sementara itu, pada kategori Anugerah Ilmuwan Senior Terbaik Bidang STEM, UAD menempatkan dua nama, yakni Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T. serta Prof. Dr. Apt. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua. Keduanya merupakan akademisi yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui berbagai karya ilmiah dan inovasi yang dihasilkan.

Pada bidang Inovasi Sosial Humaniora, Dr. Ika Maryani, S.Pd., M.Pd. berhasil memperoleh nominasi Anugerah Ilmuwan Muda Terbaik. Prestasi tersebut mencerminkan kiprahnya dalam mengembangkan penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

Adapun pada kategori Anugerah Ilmuwan Senior Terbaik Bidang Inovasi Sosial Humaniora, nominasi diraih oleh Prof. Dr. Rina Ratih Sri Sudaryani, M.Hum. Berbagai kontribusinya dalam bidang bahasa, sastra, dan humaniora telah memperkuat reputasi akademik UAD di tingkat nasional maupun internasional.

Masuknya enam dosen UAD dalam berbagai kategori nominasi Anugerah Saintek LLDIKTI Wilayah V Tahun 2026 menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki UAD sekaligus mencerminkan konsistensi universitas dalam mengembangkan ekosistem riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, serta menghasilkan luaran yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-sejumlah-nominasi-anugerah-Saintek-LLDIKTI-Wilayah-V-Tahun-2026-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-31 09:15:452026-07-31 09:15:45Dosen UAD Raih Sejumlah Nominasi Anugerah Saintek LLDIKTI Wilayah V Tahun 2026

FAI UAD Gelar Pelepasan Wisuda Periode IV Tahun 2026

31/07/2026/in Terkini /by Ard

Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar pelepasan wisuda periode IV tahun 2026 (Foto. Ana)

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar prosesi Pelepasan Wisuda Periode IV Tahun 2026. Berlangsung di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika dalam mengantarkan para lulusan sebelum resmi menapaki dunia profesional dan pengabdian di tengah masyarakat.

Pelaksanaan pelepasan wisuda tingkat fakultas ini diisi dengan berbagai rangkaian acara yang khidmat sekaligus meriah. Dalam sambutannya, Dekan FAI UAD, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., mengingatkan para lulusan bahwa momentum kelulusan bukanlah garis akhir dari sebuah proses belajar. Ia menekankan bahwa gelar sarjana dan magister yang diraih merupakan babak baru untuk memulai lembaran hidup yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

“Ini bukan akhir dari perjalanan teman-teman di universitas, melainkan babak awal dalam kehidupan nyata,” ujar Dr. Arif Rahman. Ia juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga integritas serta memastikan bahwa ilmu yang telah diperoleh membawa keberkahan serta memberikan solusi atas berbagai tantangan zaman.

Suasana kebanggaan mulai terasa saat panitia mengumumkan jajaran lulusan terbaik dari masing-masing program studi berdasarkan data yudisium periode April hingga Juni 2026. Berdasarkan rekapitulasi akademik, predikat wisudawan terbaik Program Studi Ilmu Hadis diraih oleh Safira S dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00. Capaian serupa juga dicatatkan oleh Salsabila Indrastuti dari Program Studi Perbankan Syariah yang turut meraih IPK 4.00.

Sementara itu, predikat lulusan terbaik pada Program Studi Bahasa dan Sastra Arab diraih oleh Khoirina Sulistya Subekti dengan IPK 3.90. Di Program Studi Pendidikan Agama Islam, posisi tersebut ditempati oleh Salma Lestari Dongoran dengan IPK 3.93, disusul oleh Alwi Mubarok Assidiq dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam yang mencatatkan IPK 3.95. Puncak prestasi akademik tingkat fakultas kemudian dianugerahkan kepada Muhammad Ziya Ul Al-Bab dengan perolehan IPK 3.98 yang juga dilengkapi dengan rekam jejak prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional.

Mewakili rekan-rekan wisudawan, Muhammad Ziya Ul Al-Bab turut menyampaikan kesan mendalam melalui pidato perpisahan. Ia mengungkapkan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pimpinan fakultas, para dosen, dan seluruh tenaga kependidikan yang telah sabar mendampingi perjalanan akademik mereka. Ia juga mengenang berbagai tantangan perkuliahan yang berhasil dilalui berkat dukungan penuh dari lingkungan kampus.

Melalui pelepasan wisuda ini, diharapkan para lulusan tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fakultas-Agama-Islam-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-pelepasan-wisuda-periode-IV-tahun-2026-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-31 09:08:402026-07-31 09:08:40FAI UAD Gelar Pelepasan Wisuda Periode IV Tahun 2026

Tapak Suci UAD Selenggarakan Latihan Gabungan se-DIY dan Jawa Tengah

31/07/2026/in Terkini /by Ard

Tapak Suci Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selenggarakan latihan gabungan se-DIY dan Jawa Tengah (Foto. Tapak Suci UAD)

Ortom Tapak Suci Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Latihan dan Latihan Gabungan Tapak Suci se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Aula Masjid Islamic Center UAD Kampus IV. Mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Sinergi, Meraih Prestasi”, kegiatan ini menjadi ajang memperkuat hubungan antarkader sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan prestasi Tapak Suci di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan yang diketuai oleh Andhika Marhatin Putra tersebut berada di bawah koordinasi Ketua Umum Tapak Suci UAD, Sabil Isan Permana. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor V Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., Pendekar Muda. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sebagai wadah pembinaan karakter, pengembangan prestasi, serta penguatan ukhuwah antarkader Tapak Suci.

Seminar turut dihadiri Pimpinan Wilayah 01 Tapak Suci DIY Ustaz Muhammad Bariyadi, S.Ag., Pembina Tapak Suci UAD Dr. Zalik Nuryani, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Pelatih Tapak Suci UAD Ratno Singgih, S.Pd., serta narasumber Dr. Riski Adi Wijaya, S.Pd., M.Pd., Pendekar Muda.

Sebanyak 85 peserta dari berbagai perguruan tinggi di DIY dan Jawa Tengah mengikuti seminar ini, di antaranya Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Karanganyar, UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Muhammadiyah Kudus, dan Universitas Islam Negeri Salatiga.

Pada sesi seminar, Dr. Riski Adi Wijaya menyampaikan materi bertema “Pembekalan Prestasi”. Ia memberikan motivasi serta strategi untuk membangun mental juara, meningkatkan kedisiplinan berlatih, dan mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan Tapak Suci tingkat regional maupun nasional.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan edukatif ke Museum Muhammadiyah UAD untuk mengenalkan sejarah perjuangan Muhammadiyah sekaligus memperkenalkan museum sebagai pusat edukasi dan dakwah. Setelah itu, peserta mengikuti latihan gabungan yang dibagi berdasarkan jenjang. Materi tingkat siswa disampaikan oleh Suliantoro, Pendekar Utama, sedangkan materi tingkat kader diberikan oleh Ibnu Mubarok, Pendekar Muda.

Melalui seminar dan latihan gabungan ini, Tapak Suci UAD berharap dapat mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi antarkampus di DIY dan Jawa Tengah, serta meningkatkan semangat berprestasi di bidang olahraga dan persyarikatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tapak-Suci-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-selenggarakan-latihan-gabungan-se-DIY-dan-Jawa-Tengah-Foto.-Tapak-Suci-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-31 09:00:062026-07-31 09:00:06Tapak Suci UAD Selenggarakan Latihan Gabungan se-DIY dan Jawa Tengah

Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 2026

29/07/2026/in Prestasi /by Ard

Tim BEKAMIE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 2026 (Foto. Tim BEKAMIE)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim BEKAMIE berhasil meraih Juara II Proposal Bisnis Kuliner Kemasan dalam ajang Studentpreneur Bootcamp 2026, sebuah kompetisi kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) bekerja sama dengan Badan Otorita Borobudur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung pada 17-19 Juli 2026 di UMM dan Taman Rekreasi Sengkaling, Malang.

Tim BEKAMIE diketuai oleh Susilo Indah Rahayu dengan anggota M. Gilang Karnanda, Sailah Aulivia, dan M. Panca Nugraha. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan.

Berbeda dengan kompetisi bisnis pada umumnya, Studentpreneur Bootcamp 2026 tidak hanya berfokus pada perlombaan proposal bisnis. Seluruh peserta juga mengikuti rangkaian kegiatan berupa pelatihan kewirausahaan, seminar, mentoring, diskusi interaktif bersama praktisi dan akademisi, serta business matching. Selain itu, peserta diwajibkan mengikuti display produk, sehingga penilaian tidak hanya didasarkan pada kualitas proposal bisnis, tetapi juga kemampuan mempresentasikan produk, melakukan pemasaran, dan berinteraksi secara langsung dengan calon mitra maupun pengunjung.

Pada kompetisi ini, tim kembali mengusung BEKAMIE, mi sehat berbahan bekatul padi, daun kelor, dan pati garut. Produk tersebut dipilih karena terus mengalami pengembangan dari waktu ke waktu. Melalui ajang Studentpreneur Bootcamp 2026, tim ingin mengukur perkembangan bisnis sekaligus memperoleh masukan dari mentor, juri, dan pelaku usaha untuk penyempurnaan produk.

Sebagai bentuk inovasi terbaru, tim memperkenalkan BEKRESS, camilan yang dibuat dari remah hasil produksi BEKAMIE. Produk turunan tersebut dikembangkan untuk memanfaatkan sisa hasil produksi sehingga tidak ada bahan yang terbuang sia-sia. Konsep tersebut memperkuat nilai keberlanjutan dalam model bisnis yang dikembangkan oleh tim.

Selama kegiatan berlangsung, BEKAMIE memperoleh respons positif dari pengunjung maupun dewan juri. Banyak peserta yang tertarik mengetahui bahan baku, manfaat produk, proses produksi, hingga inovasi BEKRESS sebagai produk turunan. Antusiasme tersebut semakin memperkuat keyakinan tim bahwa BEKAMIE memiliki peluang besar untuk diterima masyarakat sekaligus berkembang di pasar.

Menurut Susi, konsistensi melakukan inovasi dan evaluasi menjadi faktor utama yang membuat BEKAMIE mampu bersaing di berbagai kompetisi kewirausahaan. “Selain menghadirkan produk mi sehat dengan harga yang terjangkau, tim juga terus mengembangkan konsep bisnis yang berkelanjutan melalui diversifikasi produk dan peningkatan kualitas,” ujarnya.

Susi menambahkan, “Selama mengikuti bootcamp, pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan mengikuti pelatihan, mentoring, dan business matching bersama para mentor serta praktisi bisnis. Berbagai masukan yang diberikan, mulai dari strategi branding, pengembangan produk, hingga membangun bisnis yang berkelanjutan, menjadi bekal berharga bagi tim dalam mengembangkan usaha ke depan. Diskusi bersama juri, pelaku usaha, dan peserta dari berbagai daerah juga membuka wawasan baru mengenai strategi agar BEKAMIE tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk yang kompetitif di pasar,” ungkapnya.

Selain apresiasi atas pencapaian yang diraih, tim juga memperoleh sejumlah masukan dari dewan juri dan mentor. BEKAMIE didorong untuk terus memperkuat branding, memperluas jangkauan pemasaran, menjaga konsistensi kualitas produk, serta mengembangkan inovasi produk turunan yang memiliki nilai tambah. Berbagai saran tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan daya saing BEKAMIE sebagai bisnis yang berkelanjutan.

Panca menambahkan bahwa tim akan terus mengembangkan BEKAMIE dengan menyesuaikan kebutuhan pasar melalui peningkatan kualitas produk, inovasi baru seperti BEKRESS, penguatan promosi melalui media sosial dan marketplace, serta memperluas jejaring kemitraan melalui berbagai pameran maupun kompetisi. Tim juga menargetkan untuk mengikuti kompetisi kewirausahaan pada tingkat yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas produksi agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-BEKAMIE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Raih-Juara-2-pada-Ajang-Studentpreneur-Bootcamp-2026-Foto.-Tim-BEKAMIE.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-29 09:53:012026-07-29 09:53:01Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 2026

KBM FAI UAD Gelar Kongres untuk Memperkuat Sinergi

29/07/2026/in Terkini /by Ard

KBM FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar kongres untuk memperkuat sinergi (Foto. KBM FAI UAD)

Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (DPM FAI UAD) sukses menyelenggarakan Kongres KBM FAI 2026. Kegiatan akbar yang mengusung tema “Mewujudkan KBM FAI yang Progresif, Kolaboratif, dan Berintegritas” ini berlangsung selama lima hari berturut-turut pada tanggal 17-21 Juli 2026.

Ketua DPM FAI UAD, Gaesa Kahfi, menjelaskan bahwa kongres ini memegang kedudukan yang sangat penting bagi dinamika organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas. Pasalnya, forum tertinggi ini hanya dilaksanakan satu kali dalam satu periode kepengurusan.

Pelaksanaan Kongres KBM FAI 2026 melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen di lingkungan fakultas. Mulai dari peserta tetap, peserta peninjau dari unsur alumni, panitia, pimpinan sidang, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FAI, pihak dekanat, hingga perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) dan DPM Universitas yang semuanya memegang peran positif masing-masing.

Uniknya, rangkaian sidang dan acara disebar di beberapa lokasi strategis demi memfasilitasi kebutuhan KBM FAI secara maksimal sekaligus efisiensi anggaran. Hari pertama kegiatan dipusatkan di Ruang Serbaguna Gedung Utama Kampus 4, kemudian berlanjut ke SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta pada hari kedua. Memasuki hari ketiga, persidangan dilanjutkan di Ruang Auditorium Kampus 2A, sebelum akhirnya ditutup di Aula IC UAD Kampus 4 pada hari keempat dan kelima.

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan Studium Generale untuk bersama-sama menyatukan pandangan terkait kesiapan KBM FAI di masa depan, yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai sidang pleno hingga ditutup dengan pelantikan pengurus baru. Meski sempat menemui sedikit kendala teknis seperti beberapa mahasiswa yang belum sepenuhnya memahami alur persidangan, jalannya musyawarah tetap kondusif dan terkendali dalam koridor tata tertib yang berlaku.

Kahfi mengungkapkan bahwa ada dinamika positif yang sangat mencolok pada penyelenggaraan kongres tahun ini, yakni meningkatnya keberanian berpendapat dari kalangan mahasiswa muda.

“Dinamika yang unik pada kongres hari ini adalah rasa kepemilikan KBM FAI mulai tumbuh. Dilihat dari kongres periode sebelumnya yang mahasiswa semester 2 masih belum berani angkat berbicara, namun kongres periode ini sebaliknya,” ungkapnya.

“Di sini membuktikan bahwa dalam urun kebaikan jangan menunggu satu sampai tiga periode di Ormawa. Namun, cukup kita punya rasa memiliki, maka ketika ada yang terluka semua ikut andil untuk mengobati dan mengharapkan kesembuhan,” imbuh Kahfi penuh semangat.

Melalui siding-sidang pleno dan komisi yang telah disepakati, kongres ini menghasilkan berbagai keputusan penting. KBM FAI diimbau untuk sama-sama membaca dan mencermati hasil sidang komisi yang memuat berbagai rekomendasi untuk FAI selanjutnya agar arah gerak organisasi menjadi lebih terarah sebagai hasil musyawarah bersama.

Menutup rangkaian wawancara, Kahfi berpesan kepada para pengurus baru dan seluruh KBM FAI agar senantiasa merawat nilai-nilai sinergi dan kebermanfaatan dalam mengarungi kepengurusan ke depan. “Apa yang telah dicapai kongres ini dapat menjadi cerminan bahwa kita janganlah sendiri, kita punya keluarga di FAI ini. Untuk para pengurus Ormawa FAI, jangan pernah berhenti memberikan kontribusi sekecil apapun untuk FAI, sekadar memberikan senyuman sesama FAI itu sudah termasuk kontribusi psikologis,” pesan Kahfi.

“Kemudian untuk KBM FAI, tolong jangan pernah diam ketika kalian ada masalah, sampaikan walau itu hanya satu kata. Budaya perbaikan berkelanjutan, sinergi, dan kebermanfaatan mari kita bawa hingga akhir hayat nanti,” pungkasnya. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KBM-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-kongres-untuk-memperkuat-sinergi-Foto.-KBM-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-29 09:46:312026-07-29 09:46:31KBM FAI UAD Gelar Kongres untuk Memperkuat Sinergi

Memaknai Hakikat Penciptaan dan Urgensi Menuntut Ilmu

29/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Ustaz Muhammad Arief Ash-Shafi (Foto. Ana)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar agenda rohani rutin bagi sivitas akademika dan masyarakat luas melalui Kajian Rutin Ahad Pagi. Bertempat di Masjid Islamic Center UAD pada Ahad, 12 Safar 1448 H / 26 Juli 2026 M, kegiatan ini menghadirkan penceramah Ustaz Muhammad Arief Ash-Shafi, Lc. yang mengupas tuntas tema krusial bertajuk “Ilmu Wajib”.

Dalam pemaparannya, kajian dibuka dengan mengingatkan kembali esensi utama kehadiran manusia di muka bumi. Mengutip ayat Al-Qur’an dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56, dijelaskan bahwa tujuan penciptaan manusia tidak lain adalah untuk beribadah dan menghamba sepenuhnya kepada Allah SWT.

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku,” terangnya saat menjabarkan makna lil-hashr dalam tata bahasa Arab yang menegaskan bahwa tidak ada tujuan lain penciptaan manusia selain beribadah.

Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa konsep ibadah tidak boleh disempitkan hanya pada ritual vertikal seperti salat, zakat, atau puasa saja. Ibadah mencakup seluruh bentuk interaksi vertikal maupun horizontal, yang intinya adalah kepatuhan mutlak seorang hamba terhadap segala perintah dan larangan Sang Pencipta.

Oleh karena itu, tugas utama seorang hamba yang berkedudukan sebagai khalifah di bumi adalah mengenali batasan-batasan tersebut. Di sinilah urgensi menuntut ilmu menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.

“Tugas pertama seorang hamba adalah mengetahui perintah dan larangan Allah SWT,” tegasnya. Pemahaman keliru di tengah masyarakat mengenai definisi ilmu wajib turut diluruskan. Ilmu yang diwajibkan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya “talabul ‘ilmi faridatun ‘ala kulli muslim” bukanlah ilmu formal umum seperti matematika, melainkan ilmu mendasar terkait hal yang dihukumi wajib dan haram bagi seorang Muslim.

Kajian ini turut mengingatkan para jemaah bahwa kebodohan atau alasan “tidak tahu” tidak dapat dijadikan pembelaan di hadapan Allah SWT kelak. Berbeda dengan kondisi khusus seperti anak-anak yang belum balig, orang tidur, orang gila, atau seseorang yang bertindak karena berada dalam tekanan paksaan, ketidaktahuan akibat enggan belajar ilmu agama tidaklah menggugurkan akuntabilitas amal.

Melalui penyelenggaraan Kajian Rutin Ahad Pagi ini, diharapkan jemaah dan masyarakat muslim dapat terus meningkatkan kesadaran spiritual serta menjadikan pencarian ilmu agama sebagai prioritas utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang diridai Allah SWT. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Ustaz-Muhammad-Arief-Ash-Shafi-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-29 09:38:472026-07-29 09:38:47Memaknai Hakikat Penciptaan dan Urgensi Menuntut Ilmu

Mahasiswa UAD Olah Limbah Ampas Tahu Menjadi Suvenir Khas Yogyakarta

29/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) olah limbah ampas tahu menjadi suvenir khas Yogyakarta (Foto. Tim TOFILOKA)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri UAD berhasil lolos Pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 melalui inovasi usaha TOFILOKA, produk suvenir khas Yogyakarta yang memanfaatkan limbah ampas tahu sebagai bahan utama.

Tim TOFILOKA terdiri atas Muhammad Khairul Anam sebagai ketua, dengan anggota Mochamad Geren Wibisana, Adnan Bintang Nur F., Afifa Puspa Wardhana, dan Annida Shafa Salsabila. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan.

Ketua tim, Muhammad Khairul Anam, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan lolos pendanaan P2MW merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota tim, dukungan dosen pembimbing, serta kolaborasi yang terjalin selama proses penyusunan proposal.

Ia menjelaskan, “TOFILOKA hadir sebagai inovasi produk suvenir yang mengangkat konsep keberlanjutan. Produk ini memanfaatkan serat ampas tahu yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi berbagai suvenir bernilai estetika, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Ide tersebut berangkat dari dua persoalan yang saling berkaitan, yakni belum optimalnya pemanfaatan limbah ampas tahu yang berpotensi mencemari lingkungan serta meningkatnya kebutuhan wisatawan terhadap suvenir khas Yogyakarta yang unik dan memiliki nilai cerita.

“TOFILOKA hadir sebagai solusi dengan mengubah limbah ampas tahu menjadi produk suvenir bernilai jual. Selain mengurangi limbah, produk ini juga mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM,” tambah Khairul.

Berbeda dengan suvenir pada umumnya, TOFILOKA memiliki sejumlah keunggulan. Produk ini menggunakan bahan baku limbah yang ramah lingkungan, mengusung desain dengan identitas budaya Yogyakarta, memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan limbah yang belum diolah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular. Tidak hanya itu, setiap produk juga memiliki nilai edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Dalam proses mengikuti seleksi P2MW, tim melakukan berbagai tahapan persiapan secara intensif. Mulai dari identifikasi permasalahan, riset pasar, pengembangan produk, penyusunan proposal, penyempurnaan model bisnis, hingga konsultasi bersama dosen pembimbing. Berbagai masukan yang diterima kemudian dijadikan bahan evaluasi sehingga proposal yang diajukan semakin matang.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran berbagai pihak, mulai dari seluruh anggota tim, dosen pembimbing, Program Studi Teknik Industri UAD, hingga berbagai pihak yang memberikan masukan selama proses pengembangan usaha.

Setelah memperoleh pendanaan, tim menargetkan peningkatan kualitas dan kapasitas produksi TOFILOKA, memperluas pemasaran baik secara daring maupun luring, memperkuat branding produk, serta menjalin kolaborasi dengan UMKM dan berbagai mitra strategis.

Khairul berharap TOFILOKA dapat berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan. Selain mampu menciptakan lapangan kerja, usaha ini juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi produk bernilai tambah sekaligus menjadi salah satu suvenir khas Yogyakarta yang dikenal masyarakat luas. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-olah-limbah-ampas-tahu-menjadi-suvenir-khas-Yogyakarta-Foto.-Tim-TOFILOKA.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-29 09:32:382026-08-10 10:38:25Mahasiswa UAD Olah Limbah Ampas Tahu Menjadi Suvenir Khas Yogyakarta
Page 29 of 644«‹2728293031›»

TERKINI

  • FKIP UAD Gelar Pelepasan Calon Wisudawan Periode I 2026/202730/10/2026
  • UAD dan UNJAYA Kembangkan Robot Pemilah Sampah Untuk Bangun Ekosistem Ekonomi Hijau Di Parangtritis Bantul30/10/2026
  • HISKI Komisariat UAD Raih Dua Penghargaan dalam KIK ke-35 HISKI29/10/2026
  • FKIP UAD Gelar Perdana Sidang Promosi Doktor29/10/2026
  • UAD Tuan Rumah Sosialisasi Implementasi Kampus Hijau29/10/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Juara I Seni Beregu Putri di POMDA DIY 202629/10/2026
  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026

FEATURE

  • Menanggapi Musibah dari Perspektif Islam30/10/2026
  • Gelar Dokter adalah Awal dari Pengabdian27/10/2026
  • Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir26/10/2026
  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top