Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Parenting Digital di Dusun Gojo

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sosialisasikan parenting digital di Dusun Gojo (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 159 Unit III.D.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Parenting di Era Digital: Membentuk Karakter Anak dan Mengelola Gadget dengan Bijak” pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Balai Dusun Gojo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti oleh 46 anggota PKK setempat.
Kegiatan ini digagas untuk menjawab keresahan sejumlah orang tua terkait tingginya intensitas anak-anak dalam menggunakan gadget di tengah kesibukan keseharian keluarga. Untuk memastikan materi yang disampaikan aplikatif dan berbasis keilmuan yang kuat, mahasiswa KKN menggandeng pihak eksternal di bidang psikologi klinis, yaitu Psikolog Klinis RS Nur Rohmah, sebagai narasumber.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK Dusun Gojo mengenai peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak, sekaligus membekali mereka dengan strategi praktis untuk mengelola penggunaan gadget dalam keluarga.
Materi yang disampaikan mencakup prinsip psikologi perkembangan seperti modeling dan kelekatan emosional (attachment), dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap perkembangan bahasa, sosial-emosional, dan atensi anak, panduan screen time berdasarkan usia, penyusunan aturan bersama dalam keluarga, digital detox, hingga pentingnya quality time bersama anak.
Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber, diskusi studi kasus keseharian, sesi tanya jawab, dan ditutup dengan posttest. Hasil pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pola pengasuhan anak yang sehat di era digital.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Sri Muryani, menceritakan kegelisahannya menghadapi anaknya yang kerap mengurung diri di kamar dan bermain gadget, serta enggan diajak membantu pekerjaan rumah.
“Kenapa anak saya ini sering berdiam diri di kamar, sering main HP? Kalau dimintai tolong susah sekali, akhirnya saya yang mengerjakan sendiri,” ujar Sri.
Menanggapi hal tersebut, Evan Chairul Putra, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kunci mengatasi persoalan tersebut adalah melibatkan anak dalam kegiatan keseharian orang tua.
“Sebaiknya selalu libatkan anak dalam setiap kegiatan keseharian Bapak dan Ibu. Misalnya, ajak makan malam bersama setiap hari tanpa ada yang membawa gadget, kemudian mengobrol santai bersama,” jelas Evan.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat mendorong ibu-ibu PKK Dusun Gojo untuk menerapkan pola asuh yang bijak dalam mengelola penggunaan gadget, mempererat kedekatan emosional antara orang tua dan anak, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Gojo dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah arus digitalisasi. (Mei)









