KKN UAD Lakukan Kolaborasi Pembuatan Pupuk Organik Guna Kemajuan Tani Desa Suruh

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) IV.C.3 edukasi pembuatan pupuk organik di desa suruh (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit IV.C.3 melaksanakan kegiatan pembuatan pupuk organik bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Taruna Tani Dusun Suruh, Hargomulyo, Gedangsari pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat Kelompok Tani Dusun Suruh dengan memanfaatkan kotoran sapi dan limbah organik berupa daun kering sebagai bahan utama pembuatan pupuk.
Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat untuk mempelajari cara mengolah limbah organik menjadi pupuk yang dapat digunakan untuk kegiatan pertanian. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama masyarakat belajar memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, khususnya kotoran sapi dan daun kering yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Program ini dipilih karena di lingkungan Dusun Suruh cukup banyak peternakan yang menghasilkan kotoran sapi yang di mana sebenarnya masih dapat dimanfaatkan, salah satunya sebagai bahan pembuatan pupuk organik. Sehingga dari program kerja ini, kami mengajak masyarakat untuk mengolah kotoran sapi menjadi pupuk yang lebih bermanfaat dan dapat digunakan untuk mendukung atau membantu kegiatan pertanian,” jelas Dava perwakilan dari KKN UAD.
Sebelum praktik dimulai, peserta diberikan penjelasan mengenai manfaat pupuk organik, bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Setelah itu, peserta bersama-sama mempersiapkan bahan dan mulai melakukan praktik pembuatan pupuk. Peserta terlibat langsung dalam menyusun bahan secara berlapis dan memberikan larutan aktivator pada setiap lapisan. Dengan terlibat langsung dalam proses pembuatan, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai cara mengolah bahan organik menjadi pupuk.
Proses pembuatan pupuk diawali dengan menyiapkan larutan Effective Microorganisms 4 (EM4) dan molase. EM4 digunakan sebagai aktivator yang membantu proses fermentasi bahan organik, sedangkan molase berfungsi sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme. Kedua bahan tersebut dicampurkan dengan air dan didiamkan selama kurang lebih dua hari sebelum digunakan dalam proses pembuatan pupuk.
Setelah larutan aktivator siap, bahan-bahan mulai disusun secara berlapis. Daun kering diletakkan sebagai lapisan dasar, kemudian dilanjutkan dengan kotoran sapi. Setiap lapisan disemprot menggunakan larutan EM4 dan molase secara merata. Penyusunan bahan tersebut dilakukan berulang hingga membentuk tumpukan, kemudian ditutup menggunakan terpal untuk menjaga kondisi tumpukan selama proses fermentasi berlangsung.
Berdasarkan kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada salah satu cara sederhana untuk memanfaatkan limbah peternakan yang ada di lingkungan sekitar. Selain membantu mengurangi limbah, pengolahan kotoran sapi dan daun kering dapat menghasilkan pupuk organik yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian masyarakat Dusun Suruh. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan yang tersedia di sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. (Anove)
