• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria

25/02/2026/in Feature /by Ard

Ust. Raihan Afnan Alfarabi, Lc. pemateri kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Dalam Kajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Islamic Center UAD pada 8 Februari 2026, Ust. Raihan Afnan Alfarabi, Lc., mengangkat tema “Meminta Tanpa Menuntut: Refleksi Doa Nabi Zakaria”. Ia membuka kajian dengan mengajak jemaah merenungkan nikmat kesempatan yang sering terlupakan.

Doa sebelum tidur, “Bismika Allahumma ahya wa bismika amut” (Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati), bukan sekadar hafalan, melainkan pengakuan bahwa hidup dan bangun dari tidur sepenuhnya berada dalam kuasa Allah. Betapa banyak orang yang tidur dalam keadaan sehat, namun tidak lagi dibangunkan keesokan harinya. Di situlah letak mahalnya nikmat waktu dan kesempatan.

Ia mengajak jemaah menelusuri kisah Nabi Zakaria dalam Al-Qur’an surah Maryam, yang diawali dengan huruf-huruf muqatha’ah kaf ha ya ‘ain shad. Huruf-huruf ini, jelasnya, tidak ditafsirkan secara rinci oleh mayoritas ulama, namun diyakini mengandung hikmah besar yang menunjukkan keterbatasan akal manusia di hadapan wahyu. Setelah pembuka itu, Allah langsung mengingatkan tentang rahmat-Nya kepada hamba-Nya, Zakaria. Pesan ini menjadi landasan penting: sebelum seorang hamba meminta, ia perlu menyadari betapa luas nikmat yang telah Allah berikan.

Nabi Zakaria sendiri memanjatkan doa untuk memohon keturunan di usia senja. Keinginan memiliki anak adalah harapan hampir setiap pasangan suami istri. Namun, yang menarik dari doa tersebut adalah adabnya: tidak menuntut, tidak memaksa, dan penuh kerendahan hati. Allah seakan mengingatkan bahwa rahmat-Nya telah melimpah bahkan sebelum permintaan itu terucap. Sikap inilah yang sering luput dalam kehidupan modern, ketika manusia mudah merasa kurang hanya karena satu harapan belum terwujud.

Ustaz Raihan juga menyinggung fenomena “flexing” di media sosial yang kerap membuat seseorang membandingkan hidupnya dengan orang lain. Budaya pamer kekayaan dan pencapaian dapat mengaburkan rasa syukur atas nikmat yang telah dimiliki. Padahal, ketidakpuasan sering kali bukan karena kurangnya rezeki, melainkan karena terlalu sering melihat kehidupan orang lain. Dalam hal ini, kisah Maryam binti Imran juga menjadi pelajaran tentang ujian berat yang di baliknya tersimpan hikmah besar, yakni kelahiran Nabi Isa yang membawa risalah Injil.

Menutup kajian, ia menegaskan bahwa nikmat kesempatan adalah karunia yang tak ternilai. Setiap hari yang Allah bangunkan adalah peluang memperbanyak amal saleh. Doa Nabi Zakaria mengajarkan bahwa meminta kepada Allah harus disertai kesadaran akan rahmat-Nya yang telah ada, bukan dengan sikap menuntut. Dengan syukur dan kesabaran, seorang hamba akan lebih mudah menerima takdir serta memaknai setiap ujian sebagai bagian dari rencana terbaik Allah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ust.-Raihan-Afnan-Alfarabi-Lc.-pemateri-kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-25 09:48:292026-02-25 09:48:29Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria

Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi

25/02/2026/in Feature /by Ard

Muh. Saeful Effendi, M.Pd.BI. pemateri pengajian rutin bulanan mahasiswa FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali menggelar Pengajian Bulanan Mahasiswa #8 mengangkat tema “Membangun Hubungan dengan Allah di Era Self-Love & Positivity” dengan menghadirkan Muh. Saeful Effendi, M.Pd.BI. sebagai penceramah.

Ia membuka materinya dengan menegaskan bahwa topik ini merupakan isu krusial yang perlu dibicarakan, direnungkan, dan dihayati bersama. Menurutnya, berbagai teori psikologi modern memang memberikan banyak manfaat, tetapi harus diimbangi dengan aspek spiritual dan keyakinan keagamaan agar tidak menjerumuskan manusia pada kekosongan makna.

Ia mengangkat fenomena maraknya motivasi di media sosial. Kutipan inspiratif, kisah sukses, hingga narasi “healing” dan pencapaian terus membanjiri ruang digital. Namun, ia mengingatkan bahwa limpahan motivasi justru dapat membuat hati lelah ketika hanya berfokus pada hasil dan pencapaian, bukan proses dan makna. “Kelelahan kita itu bukan karena kurang motivasi, tapi karena kebanyakan motivasi yang berubah jadi tekanan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peran gawai sebagai “teman terbaik” manusia modern. Media sosial, yang sebagian besar menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang, tanpa sadar membentuk standar kesuksesan yang semu.

Validasi berupa likes, views, dan komentar kerap dijadikan ukuran kebahagiaan. Akibatnya, muncul berbagai problem psikologis seperti overthinking, insecure, fear of missing out (FOMO), hingga burnout akademik. Semua itu, menurutnya, berakar dari lemahnya sandaran spiritual dan kecenderungan membandingkan diri secara berlebihan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa setiap peran dalam hidup sejatinya bernilai ibadah ketika diniatkan karena Allah. Menjadi dosen, guru, mahasiswa, bahkan pedagang sekalipun memiliki kemuliaan yang sama di hadapan-Nya jika dijalani dengan niat yang lurus. Ia mengingatkan, “Sandaran terbaik itu bukan harta, bukan jabatan, bukan validasi manusia. Sandaran yang tidak akan pernah mengecewakan hanyalah Allah,” tegasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muh.-Saeful-Effendi-M.Pd_.BI_.-pemateri-pengajian-rutin-bulanan-mahasiswa-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpeg 828 1453 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-25 09:31:172026-02-25 09:31:17Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi

Mendorong Mental Juara Mahasiswa

24/02/2026/in Terkini /by Ard

Sosialisasi dan Persiapan Mahasiswa Menuju PKM dan ON MIPA Prodi PBio Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Zul)

Atmosfer akademik yang kompetitif dibangun dalam kegiatan “PBio Berprestasi: Sosialisasi dan Persiapan Mahasiswa Menuju PKM dan ON MIPA” yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin, 2 Februari 2026 di Educators Hall, Kampus IV UAD.

Dalam forum tersebut, mahasiswa berprestasi Zul Hamdi Batubara hadir sebagai pembicara untuk membagikan pengalaman sekaligus membangun kesadaran akademik mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025 agar lebih progresif dalam meraih prestasi.

Zul menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar sosialisasi teknis lomba, melainkan ruang pembentukan mental juara. “Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian mahasiswa PBio untuk mengambil peluang di PKM dan ON MIPA. Kita punya potensi besar, dan itu sudah dibuktikan oleh banyak alumni Pendidikan Biologi yang berhasil berprestasi,” ujarnya. Ia menilai bahwa mahasiswa sering kali ragu memulai bukan karena kurang kemampuan, melainkan kurang percaya diri dan minim informasi.

Zul mengurai proses kreatif di balik lahirnya karya ilmiah dan penelitian yang kompetitif. Ia menjelaskan bagaimana ide sederhana dapat dikembangkan menjadi proposal PKM yang bernilai, bagaimana membaca peluang tema riset yang relevan, serta pentingnya konsistensi dalam proses revisi dan penyempurnaan karya. Ia juga menekankan bahwa prestasi ilmiah dibangun dari kebiasaan berpikir kritis, kemampuan membaca literatur, dan keberanian menguji gagasan.

“Menulis karya ilmiah itu bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling tekun dan mau belajar dari proses,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Zul juga mengajak mahasiswa untuk melihat kompetisi sebagai wahana pertumbuhan intelektual. Baginya, PKM dan ON MIPA bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sarana menempa karakter akademik dan profesionalisme sejak bangku kuliah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sosialisasi-dan-Persiapan-Mahasiswa-Menuju-PKM-dan-ON-MIPA-Prodi-PBio-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Zul.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 10:57:582026-02-24 10:57:58Mendorong Mental Juara Mahasiswa

Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi

24/02/2026/in Feature /by Ard

Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. pemateri ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ika)

Kamis, 19 Februari 2026 bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 H, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Pendidikan, Budaya dan Olahraga menyampaikan materi yang menarik bagi jemaah Salat Tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terkait revitalisasi pendidikan nasional.

Ceramah Tarawih yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Masjid Islamic Center UAD ini, mengungkapkan bahwa kehidupan saat ini semakin mudah dan instan, terutama bagi generasi muda. Hal ini terlihat dari berbagai inovasi digital, termasuk teknologi serba daring hingga mobil autopilot.

Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan dampak negatif, seperti penyebaran berita hoaks dan penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan kerenggangan hubungan antarindividu.

Irwan Akib mengungkapkan pentingnya penggunaan ilmu dan teknologi di tangan orang yang tepat, “Jika ilmu dan teknologi berada di tangan orang-orang yang beriman dilandasi dengan nilai-nilai transendental atau nilai agama, maka kemajuan ilmu dan teknologi akan membantu perkembangan dakwah serta kehidupan sehari-hari umat muslim.”

Oleh karena itu, arahan dan dampingan pendidikan yang tepat bagi generasi muda menjadi sangat penting, terutama dimulai dari keluarga. Mengutip pernyataan Aristoteles, ”Bagaimana wajah suatu bangsa saat ini tergantung pendidikannya di masa lalu,” yang menunjukkan bahwa pendidikan adalah unsur penting dalam kesejahteraan suatu bangsa. K.H. Ahmad Dahlan telah mencontohkannya dengan mengadopsi pembentukan sekolah yang memadukan pengetahuan umum dengan pengetahuan agama, yang kini menjadi rujukan bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bagaimana menjadi penuntut ilmu yang ideal, “Mahasiswa hendaknya selain memahami pengetahuan umum serta menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga tetap berpegang pada nilai-nilai agama. Dalam pesan muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta tentang revitalisasi pendidikan ditegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah adalah pendidikan yang membebaskan manusia dari keterbelakangan dan kebodohan.” (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Irwan-Akib-M.Pd_.-pemateri-ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 10:43:232026-02-24 10:43:23Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi

Pentingnya Resiliensi di Bulan Ramadan

24/02/2026/in Feature /by Ard

dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., pemateri ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)

Ustaz dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., mengisi kajian ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sejalan dengan tema yang diangkat, ia menekankan pentingnya membangun ketahanan mental dengan beribadah penuh selama Ramadan.

Menurut Agus, umat Islam dapat menjadikan bulan Ramadan sebagai sarana untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, sehingga tidak merasa terpuruk saat menghadapi permasalahan.

“Dalam hidup ini, kita pasti akan berhadapan dengan berbagai macam cobaan, dalam Al-Qur’an disebutkan Wa lanabluwannakum bisyai’im minal-khaufi wal-jū’i wa naqaṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt(i). Di antara cobaan yang akan bisa dihadapi, ada yang diberi cobaan ketakutan, rasa sakit, ekonomi, semua akan merasakan itu. Di antara orang yang mendapatkan cobaan tersebut, ada yang beruntung bisa bersabar menghadapi dan menyelesaikan permasalahannya,” ujarnya.

Agus juga menyinggung fenomena yang dialami generasi muda saat ini, seperti burnout dan overthinking yang sering muncul apabila seseorang sudah kewalahan menghadapi permasalahan hidupnya. Ia mengingatkan bahwa Allah tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya.

“Keimanan tertinggi seorang hamba itu ketika sudah menempatkan Allah dan Rasul-Nya sebagai zat yang paling dicintai. Jika kita mencintai Allah, apa pun takdir yang diberikan akan diterima dengan suka cita, tidak akan mengalami burnout, overthinking, apalagi sampai ansietas depresi yang bermasalah,” ucapnya.

Sesuai data Kementerian Kesehatan, sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa dari berbagai aspek, dan jumlahnya terus meningkat. Agus menilai bahwa Ramadan dapat menjadi momentum untuk membangun ketahanan mental dalam menghadapi permasalahan hidup.

Ia juga mengajak umat Islam untuk senantiasa bersabar dan bersyukur di bulan Ramadan ini, serta meyakini bahwa setiap permasalahan yang dihadapi memiliki hikmah di baliknya. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-H.-Agus-Taufiqurrahman-Sp.S.-M.Kes_.-pemateri-ceramah-tarawih-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 10:15:342026-02-24 10:15:34Pentingnya Resiliensi di Bulan Ramadan

Prodi Matematika UAD Berkolaborasi dengan IIS Bahas Asuransi Syariah

24/02/2026/in Terkini /by Ard

Pemaparan materi pada seminar yang diselenggarakan Prodi Matematika FAST Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. FAST UAD)

Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Islamic Insurance Society (IIS) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Mengenal Konsep Asuransi dan Keuangan Syariah”. Acara ini berlangsung  pada Jumat, 13 Februari 2026 di Amphitarium Lantai 9 Kampus IV UAD.

Menghadirkan dua narasumber ahli, sesi pertama diisi oleh Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga IIS, Yetty Rochyatini, FIIS. Dalam pemaparannya, Yetty mengenalkan profil Islamic Insurance Society (IIS) sebagai organisasi profesi yang didirikan pada tahun 2003. Ia menjelaskan pentingnya sertifikasi profesi bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di industri perasuransian syariah, mulai dari tingkat Dasar, Ajun Ahli (AIIS), hingga Ahli (FIIS), guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan syariah di Indonesia.

Materi selanjutnya dipaparkan  oleh Ketua IIS, Edi Setiawan, S.E., M.E., FIIS., yang mengupas tuntas materi “Mengenal Konsep Asuransi dan Keuangan Syariah”. Edi menjelaskan perbedaan mendasar antara asuransi konvensional yang berbasis risk transfer (tijarah) dengan asuransi syariah yang mengedepankan konsep sharing risk (ta’awun/tolong-menolong).

“Konsep risiko dalam Islam bukan untuk dihindari, melainkan dikelola bersama. Hal ini tercermin dalam sejarah, seperti kisah Nabi Yusuf as. dalam menafsirkan mimpi Raja Mesir untuk menghadapi masa sulit, serta praktik al-‘aqilah pada masa Rasulullah saw.,” jelas Edi. Ia juga memaparkan perkembangan industri asuransi syariah di Indonesia yang terus tumbuh positif dari tahun ke tahun.

Acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FAST UAD dengan IIS, serta FAST UAD dengan Taman Pintar. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang magang, penelitian, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri bagi mahasiswa UAD.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada narasumber, sesi penyerahan hadiah bagi pemenang lomba yang telah digelar sebelumnya, serta sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan literasi mahasiswa UAD mengenai asuransi syariah semakin meningkat, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi SDM unggul di sektor ekonomi syariah. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemaparan-materi-pada-seminar-yang-diselenggarakan-Prodi-Matematika-FAST-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-FAST-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 09:52:572026-02-24 09:52:57Prodi Matematika UAD Berkolaborasi dengan IIS Bahas Asuransi Syariah

Manusia yang Cerdas Menurut Rasulullah

24/02/2026/in Feature /by Ard

Ust. Prof. Dr. H. Waharjani, M.Ag. pemateri kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Dalam Kajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 1 Februari 2026, Ust. Prof. Dr. H. Waharjani, M.Ag., mengajak jemaah memahami makna “manusia cerdas” sebagaimana diajarkan Rasulullah saw. Mengawali tausiah dengan refleksi peringatan Isra Mikraj, ia menegaskan bahwa kecerdasan dalam Islam bukan sekadar kecerdikan intelektual, melainkan kemampuan mengendalikan diri. Rasulullah, katanya, menyebut orang cerdas sebagai mereka yang mampu menahan amarah. Bahkan kepada sahabat yang dikenal mudah marah, Nabi berpesan berulang kali, “La taghdab, la taghdab, la taghdab” (jangan marah).

Selain menahan amarah, kecerdasan juga tampak pada kemampuan mengendalikan gaya hidup, terutama dari perilaku boros. Ia mencontohkan kebiasaan belanja tanpa perencanaan yang sering berujung penyesalan. Menurutnya, hidup hemat bukan berarti pelit, tetapi bijak dalam membedakan kebutuhan dan keinginan. Orang cerdas, lanjutnya, juga tidak menyakiti hati orang lain, tidak bertindak tanpa memikirkan akibat, serta menjauhi sifat malas. Ia menyederhanakan kiat sukses mahasiswa dengan rumus 2T: tekun dan tekan, tekun belajar agar sampai pada tujuan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kecerdasan sejati adalah beramal untuk kehidupan setelah kematian. Mengutip hadis tentang keutamaan mukmin yang kuat, ia menjelaskan bahwa kekuatan mencakup iman yang kokoh, fisik yang sehat, akhlak yang luhur, ibadah yang tekun, ilmu yang bermanfaat, serta kedermawanan. Ia mengingatkan bahwa amal seperti sedekah dan ilmu bermanfaat akan terus mengalir pahalanya, berbeda dengan amal lain yang terputus ketika seseorang wafat. Karena itu, ia mendorong orang tua untuk serius mendidik dan menyekolahkan anak sebagai investasi akhirat.

Dalam aspek keteladanan, ia mengutip pandangan Abdullah Nasih Ulwan tentang pentingnya pendidikan berbasis contoh. Orang tua, menurutnya, harus menjadi model iman yang kuat, tubuh yang sehat, dan akhlak yang luhur. Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga, istirahat cukup, pengelolaan stres, serta menghindari kebiasaan merusak. Mukmin yang kuat, tegasnya, lebih dicintai Allah Swt. daripada mukmin yang lemah, baik lemah iman, lemah usaha, maupun lemah semangat.

Menutup kajian, ia menguraikan enam akhlak yang menjadi jaminan surga sebagaimana disebut dalam hadis: jujur ketika berbicara, menepati janji, menunaikan amanah, menjaga kehormatan diri, menundukkan pandangan, serta menahan lisan dan tangan dari menyakiti orang lain. Ia juga mengingatkan pentingnya pembiasaan sejak dini, termasuk mendidik anak salat sejak usia tujuh tahun. “Sulit di awal, tetapi akan mudah jika sudah menjadi kebiasaan,” ujarnya. Dengan pengendalian diri, pembiasaan baik, dan orientasi akhirat, manusia tidak hanya menjadi pintar, tetapi benar-benar cerdas menurut tuntunan Rasulullah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ust.-Prof.-Dr.-H.-Waharjani-M.Ag_.-pemateri-kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 09:40:182026-02-24 09:40:18Manusia yang Cerdas Menurut Rasulullah

Zul Hamdi Batubara: SE Harus Profesional dan Terus Berkembang

24/02/2026/in Terkini /by Ard

Zul Hamdi Batubara (tengah) pemateri upgrading student employment Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Zul Hamdi Batubara, dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan Upgrading Student Employment Tahap 2 yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Laboratorium, Kampus IV UAD. Mengusung tema “Belajar Bekerja dan Mengembangkan Pola Pikir Bertumbuh”, acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi mahasiswa yang tergabung dalam program Student Employment (SE) di lingkungan UAD.

Zul menjelaskan, “Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi SE di lingkungan UAD, sekaligus menggali pengalaman kerja dan membangun sikap profesional dalam bekerja,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset) agar mampu berkembang secara berkelanjutan, adaptif terhadap tantangan, serta siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah. Menurutnya, pengalaman menjadi Student Employment bukan sekadar bekerja paruh waktu di kampus, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Zul menyampaikan sejumlah materi penting, di antaranya peran dan tanggung jawab Student Employment, strategi menyeimbangkan kegiatan akademik dan nonakademik, serta cara mengembangkan soft skills dan hard skills. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kemampuan teknis sesuai bidang kerja masing-masing agar kontribusi yang diberikan benar-benar berdampak bagi unit kerja di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, Zul berharap para Student Employment dapat memaksimalkan perannya tidak hanya sebagai pelaksana tugas administratif, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa semangat inovasi dan pelayanan terbaik di lingkungan UAD. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Zul-Hamdi-Batubara-tengah-pemateri-upgrading-student-employment-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 09:21:432026-02-24 09:21:43Zul Hamdi Batubara: SE Harus Profesional dan Terus Berkembang

Pentingnya Memahami KHGT dan Zakat

23/02/2026/in Feature /by Ard

 

H. Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum. Penceramah Tarawih RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 1447 H (Foto. Ana)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H kembali menggelar rangkaian ceramah tarawih di Masjid Islamic Center UAD. Pada kesempatan kali ini, Sabtu, 21 Februari 2026, hadir sebagai penceramah adalah H. Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum. yang merupakan Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD. Ia menyampaikan materi mendalam bertajuk “Membumikan Al-Islam Kemuhammadiyahan: Dari Ritual Individual Menuju Kesalehan Institusional”.

Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa membumikan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) berarti membawa ibadah personal ke ranah yang lebih tertata secara kolektif dan institusional. Salah satu poin kuncinya adalah penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini menjadi acuan resmi di Muhammadiyah untuk menyatukan penentuan waktu ibadah umat secara global.

“Ibadah kita acuannya bukan Masehi, tetapi bulan-bulan Hijriah,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa kesalehan institusional dapat diwujudkan dengan kepatuhan pada sistem penanggalan yang sahih menurut hadis nabi, di mana durasi bulan hanya antara 29 atau 30 hari.

Selain terkait penanggalan, ia juga menyoroti implementasi zakat mal di lingkungan institusi. Ia memaparkan bahwa karena adanya selisih 10-11 hari antara kalender Masehi dan Hijriah setiap tahunnya, maka pada tahun ke-30, seorang muzaki wajib membayar zakatnya dua kali (dobel) agar hitungannya genap secara syariat. Ia mengingatkan bahwa jika hal ini tidak diperhitungkan, maka selisih tersebut akan menjadi hutang kepada Allah yang harus dilunasi.

Menutup ceramahnya, Ustaz Rahmadi Wibowo mengajak jemaah untuk menyadari bahwa setiap ritual ibadah, termasuk zakat dan puasa, pada hakikatnya kembali untuk kemaslahatan diri kita sendiri. Ia berharap agar ibadah yang dijalankan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar membekas dalam diri kita.

“Semoga Allah memberi umur panjang kepada kita supaya kita bisa menyelesaikan ibadah kita hingga akhir ramadan nanti. Semoga 30 hari tidak terputus puasa serta bacaan Al-Qur’an kita, sehingga kita termasuk orang-orang yang bertakwa,” pungkasnya. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/H.-Rahmadi-Wibowo-Suwarno-Lc.-M.A.-M.Hum_.-Penceramah-Tarawih-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-1447-H-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 11:51:292026-02-23 11:51:29Pentingnya Memahami KHGT dan Zakat

Dari Mahasiswa Saleh ke Alumni Berdampak

23/02/2026/in Feature /by Ard

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Jumat, 20 Februari 2026. Pada kesempatan kali ini, tausiah salat tarawih diisi oleh Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga PP Muhammadiyah. Tausiah tersebut mengusung tema utama “Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial: Dari Mahasiswa Saleh ke Alumni Berdampak”.

Sebelum salat tarawih dimulai, panitia mengumumkan adanya fasilitas ruang khusus di lantai 1 bagi jemaah yang membawa anak usia balita. Fasilitas area bermain yang didampingi oleh panitia RDK ini disediakan agar putra-putri jemaah tetap kondusif, sehingga dapat menjaga kekhusyukan ibadah salat berjemaah di masjid.

Mengawali tausiahnya, Dr. Gatot mengajak jemaah untuk bersyukur kepada Allah Swt. karena telah dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh ampunan dan keberkahan. Ia mengibaratkan perjalanan hidup manusia dan fluktuasi iman layaknya mengendarai kendaraan yang sedang menempuh perjalanan jauh. Setelah setahun berlalu, indikator “bahan bakar” keimanan manusia sering kali menipis. Oleh karena itu, bulan Ramadan menjadi momentum esensial untuk kembali mengisi penuh takwa dan iman melalui berbagai ibadah wajib maupun sunah sebagai bekal hidup satu tahun ke depan.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis kaum intelektual dan mahasiswa. Menurutnya, gelar dan kemuliaan seseorang tidak sebatas diukur dari tingginya ilmu di belakang nama, melainkan sejauh mana ilmu tersebut membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad saw. bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dr. Gatot juga mengingatkan pesan dalam Surah Ali Imran bahwa umat Islam diciptakan untuk saling menyuruh pada yang makruf dan mencegah kemungkaran. Ia memaparkan bahwa baik atau buruknya masa depan negara sangat bergantung pada generasi yang ada saat ini.

“Kaum-kaum terpelajar yang masih muda ini merupakan miniatur bangunan bangsa Indonesia 20 hingga 30 tahun yang akan datang,” tegasnya.

Sebagai sebuah institusi pendidikan, UAD diharapkan mampu mencetak lulusan dengan tiga karakter utama. Karakter pertama adalah integritas, yakni adanya kesesuaian dan kesinambungan antara apa yang dipikirkan dan diperbuat agar selaras dengan norma maupun etika. Kedua, lulusan diharapkan memiliki filantropi ilmu, yang bermakna kemampuan dalam mendayagunakan pengetahuannya untuk memberdayakan masyarakat secara nyata. Terakhir, lulusan harus mempunyai social leadership atau kepemimpinan sosial, sehingga mereka mampu menjadi panutan serta mengambil peran terdepan dalam merespons dan menyelesaikan berbagai problematika sosial di tengah masyarakat.

Menutup ceramahnya, Dr. Gatot berpesan bahwa menunaikan tanggung jawab sosial adalah sebuah bentuk investasi untuk akhirat. Ia mendorong para jemaah dan lulusan UAD untuk senantiasa berkolaborasi secara positif. Sebab, melalui komunitas yang solid, umat tidak hanya sekadar bisa melakukan perubahan, tetapi juga bisa menciptakan sejarah baru bagi kemajuan peradaban. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Gatot-Sugiharto-S.H.-M.H.-saat-menyampaikan-ceramah-Tarawih-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 11:36:412026-02-23 11:36:41Dari Mahasiswa Saleh ke Alumni Berdampak
Page 11 of 586«‹910111213›»

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Lolos Seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 Cabang Bola Voli Pantai02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis02/04/2026
  • Pesan Mendalam Ekologi dalam Surah Ar-Rahman02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Gizi Seimbang di Batur Lor01/04/2026
  • Memaknai Lailatul Qadar melalui Al-Qur’an01/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top