• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Makna Hijrah Rasulullah saw.

23/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Drs. H. Masykur Azahri, M.A. (Foto. Mawar)

Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan pada Minggu, 21 Juni 2026 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengangkat tema “Makna dan Hijrah Rasulullah saw.”. Kajian tersebut menghadirkan Drs. H. Masykur Azahri, M.A., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jemaah menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta meneladani perjuangan Rasulullah saw. dalam berhijrah.

Mengawali kajian, Ustaz Masykur menjelaskan bahwa bulan Muharam merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah Swt. Pada bulan tersebut, setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, sementara perbuatan maksiat memiliki konsekuensi dosa yang lebih besar.

“Bulan Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah. Kalau seseorang berbuat maksiat, dosanya lebih besar. Sebaliknya, jika melaksanakan kebaikan dan ketaatan kepada Allah, maka pahalanya akan dilipatgandakan. Karena itu, mari kita manfaatkan hari-hari di bulan Muharam dengan memperbanyak amal saleh,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sepuluh hari pertama bulan Muharam memiliki keutamaan tersendiri. Menurutnya, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah, menghadiri majelis ilmu, memperbanyak sedekah, serta memperkuat hubungan dengan Allah Swt.

Ia turut menjelaskan makna Hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharam, yang memiliki banyak peristiwa penting dalam sejarah para nabi. Ia menyebutkan bahwa pada hari tersebut Allah Swt. menerima tobat Nabi Adam a.s., menyelamatkan Nabi Yunus a.s. dari perut ikan, menyelamatkan Nabi Nuh a.s. dari banjir besar, menyelamatkan Nabi Ibrahim a.s. dari api Raja Namrud, serta menyelamatkan Nabi Musa a.s. dari kejaran Firaun.

Menurutnya, kemuliaan bulan Muharam tidak boleh dipahami sebagai bulan yang membawa kesialan atau pantangan tertentu sebagaimana berkembang dalam sebagian tradisi masyarakat.

“Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah, bukan bulan yang harus ditakuti. Yang perlu kita lakukan adalah memperbanyak amal kebaikan, bukan mempercayai berbagai mitos yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak jemaah untuk membangun “benteng kehidupan” agar senantiasa mendapatkan perlindungan Allah Swt. Benteng tersebut, menurutnya, bukan diwujudkan melalui ritual-ritual tertentu, melainkan melalui akhlak dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Benteng kehidupan itu dibangun dengan menjaga lisan, memperbanyak sedekah, menjaga silaturahmi, memperbanyak doa, dan senantiasa berzikir kepada Allah. Itulah benteng yang akan menjaga kehidupan seorang muslim,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa menjaga lisan menjadi salah satu kunci utama terciptanya kehidupan yang damai. Banyak persoalan, mulai dari pertengkaran hingga perpecahan, berawal dari ucapan yang tidak dijaga dengan baik. Selain itu, sedekah juga disebut sebagai salah satu amalan yang mampu menjadi penolak berbagai musibah.

Memasuki pembahasan utama, Ustaz Masykur mengulas makna hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Ia menegaskan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan titik awal kebangkitan peradaban Islam yang dilandasi perjuangan, kesabaran, dan keimanan.

Selama berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW menghadapi berbagai bentuk penindasan, intimidasi, hingga kekerasan. Meski demikian, beliau tetap menunjukkan akhlak mulia dalam menghadapi setiap perlakuan tersebut.

Sebagai teladan, Ustaz Masykur mengisahkan seorang perempuan yang setiap hari meludahi Rasulullah SAW ketika beliau berangkat menuju masjid. Ketika suatu hari perempuan tersebut tidak terlihat, Rasulullah justru mencari tahu keadaannya dan mendatangi rumahnya karena mengetahui bahwa ia sedang sakit.

“Rasulullah tidak membalas keburukan dengan keburukan. Beliau justru menjenguk orang yang selama ini menyakitinya. Akhlak seperti inilah yang akhirnya mampu melunakkan hati dan menjadi jalan hidayah bagi banyak orang,” paparnya.

Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa hijrah sejati bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah menuju akhlak yang lebih baik, mampu memaafkan, serta membalas keburukan dengan kebaikan.

Di akhir kajian, Ustaz Masykur mengutip hadis Rasulullah SAW tentang tiga golongan yang akan memperoleh derajat tinggi karena rahmat Allah, yaitu orang yang tetap memberi kepada mereka yang tidak pernah memberi, menyambung silaturahmi dengan orang yang memutuskannya, serta memaafkan orang yang pernah menzaliminya.

Ia berharap nilai-nilai hijrah Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan, terutama pada bulan Muharam yang penuh kemuliaan. Dengan memperkuat ibadah, menjaga akhlak, serta memperbanyak amal saleh, setiap muslim diharapkan mampu menjadikan hijrah sebagai proses perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan bermanfaat bagi sesama. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Drs.-H.-Masykur-Azahri-M.A.-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-23 08:18:382026-07-23 08:18:38Makna Hijrah Rasulullah saw.

Perpustakaan UAD Gelar Library Orientation dan Pelatihan Literasi Informasi

23/07/2026/in Terkini /by Ard

Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar library orientation dan pelatihan literasi informasi (Foto. Anove)

Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar program tahunan Pengenalan Perpustakaan atau Library Orientation bagi mahasiswa baru sebagai langkah krusial mencetak mahasiswa yang literat informasi serta siap menghadapi standar riset akademik perguruan tinggi.

Kepala Urusan Literasi Informasi dan Promosi Perpustakaan UAD, Naning Wardani, S.I.Pust., menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini bersifat wajib guna mengaktifkan keanggotaan dan memaksimalkan fasilitas layanan perpustakaan. Berdasarkan Surat Edaran Nomor: R.2/52/F.0/IX/2025 tentang Pengenalan Perpustakaan dan Literasi Informasi, mahasiswa yang akan mendaftar seminar proposal Tugas Akhir (TA) juga diwajibkan melampirkan sertifikat Pengenalan Perpustakaan dan minimal dua sertifikat literasi informasi.

Naning membeberkan beberapa latar belakang mendasar diwajibkannya program ini, di antaranya untuk mengubah pola pencarian informasi mahasiswa baru yang masih terbatas pada mesin pencari umum dan buku teks fisik agar beralih ke jurnal ilmiah bereputasi.

Selain itu, program ini hadir untuk membantu mahasiswa mengatasi fenomena banjir informasi atau information overload di era digital di mana informasi sangat mudah didapatkan, namun tidak semuanya valid secara akademis, memahami infrastruktur sistem Perpustakaan UAD yang terintegrasi di berbagai unit kampus seperti OPAC, Simpus, Eprints, hingga e-journallangganan, serta mengasah kemampuan temu balik informasi atau information retrieval agar pencarian referensi lebih efisien.

Ia juga menekankan pentingnya pembekalan etika akademik, tata cara sitasi yang benar, dan penggunaan layanan cek kesamaan karya seperti Turnitin guna mencegah praktik plagiarisme sejak dini.

Pelaksanaan kegiatan pengenalan perpustakaan ini terbagi ke dalam dua moda, yaitu sesi luring atau offline pada 17 hingga 30 Juli 2026 yang terbagi menjadi tiga sesi harian, yakni Sesi 1 pukul 08.30 hingga 09.30 WIB, Sesi 2 pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, dan Sesi 3 pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, serta sesi daring atau online via Zoom pada 3 hingga 7 Agustus 2026 yang berlangsung satu sesi harian pada pukul 09.30 hingga 10.30 WIB. Selama kegiatan, para peserta dibekali materi mengenai Visi dan Misi Perpustakaan, Fasilitas Perpustakaan, Layanan Perpustakaan, serta sosialisasi Program Literasi Informasi bulanan yang mencakup Penelusuran Database Online, Pengenalan Mendeley, Pengoptimalan Ms Word, dan Pengecekan Plagiarisme. Program ini ditujukan bagi seluruh mahasiswa baru UAD serta mahasiswa angkatan sebelumnya yang belum pernah mengikuti, dengan pendaftaran yang dilakukan secara mandiri melalui tautan https://bit.ly/2026Perpustakaan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Perpustakaan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-library-orientation-dan-pelatihan-literasi-informasi-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-23 08:13:052026-07-23 08:13:05Perpustakaan UAD Gelar Library Orientation dan Pelatihan Literasi Informasi

Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS

22/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tim Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua penghargaan melalui inovasi produk BEKRESS (Foto. Indah)

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang UAD Fair 2026. Melalui inovasi produk pangan berkelanjutan bertajuk BEKRESS, tim berhasil meraih Juara Harapan II Kategori Inovasi Produk serta Juara Harapan II Kategori Stand Terunik.

Tim tersebut diketuai oleh Susilo Indah Rahayu dengan anggota Muhammad Panca Nugraha, Sailah Aulivia, dan M. Gilang Karnanda. Keberhasilan ini menjadi apresiasi atas kreativitas dan kerja keras tim dalam menghadirkan inovasi pangan yang mengusung konsep keberlanjutan dan pemanfaatan limbah pertanian.

Ketua tim mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan yang berhasil diraih. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui bersama seluruh anggota tim. “Kami merasa bangga bisa mendapatkan Juara Harapan II Inovasi Produk dan Juara Harapan II Stand Terunik pada Saudagar Dahlan Muda #5. Menurut kami, kemenangan ini merupakan balasan yang setimpal atas seluruh usaha, kerja keras, dan proses yang telah kami lakukan selama mempersiapkan produk hingga mengikuti kompetisi.”

Produk unggulan yang diusung tim adalah BEKRESS, camilan sehat berbahan dasar bekatul padi, yaitu lapisan luar beras yang selama ini sering dianggap sebagai limbah hasil penggilingan. Selain BEKRESS, tim juga mengembangkan BEKAMIE, mi instan inovatif yang menggunakan bekatul sebagai bahan baku utama. Kedua produk tersebut dihadirkan sebagai alternatif pangan yang lebih bernilai sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pertanian.

Melalui inovasi ini, tim ingin mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu keberlanjutan dengan mengembangkan produk pangan berbasis konsep zero waste. Mereka berharap bahan-bahan yang selama ini dipandang sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perjalanan mengembangkan BEKRESS tidaklah mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi tim terjadi pada tahap trial and error, mengingat bekatul merupakan bahan baku yang cukup sulit diolah menjadi produk pangan yang memiliki cita rasa dan kualitas yang baik. Namun, melalui berbagai riset, pengujian, dan penyempurnaan formulasi, tim akhirnya berhasil menghasilkan produk yang layak dipasarkan.

Kompetisi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Mereka tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan banyak mahasiswa dan pemuda yang memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan melalui berbagai inovasi produk kreatif.

Menurut tim, ajang Saudagar Dahlan Muda menjadi ruang yang tepat bagi mahasiswa untuk bertukar ide, memperluas wawasan, serta membangun jejaring dengan para inovator muda dari berbagai bidang.

Panca menyampaikan, “Senang sekali bisa menjadi bagian dari UAD Fair lagi. Sebelumnya kami juga pernah mengikuti UAD Fair #4, tetapi tahun ini terasa lebih seru, lebih meriah, dan semakin menginspirasi kami untuk terus berkarya, berkembang, serta mencoba hal-hal baru. Terima kasih UAD Fair atas pengalaman yang sangat berharga.”

Prestasi yang diraih tim Teknik Industri UAD melalui BEKRESS menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal dan konsep keberlanjutan memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Melalui semangat kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-dua-penghargaan-melalui-inovasi-produk-BEKRESS-Foto.-Indah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-22 10:00:222026-07-23 08:08:27Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS

Milad ke-14, Prodi Ilmu Komunikasi UAD Gelar Rangkaian Even Spektakuler

22/07/2026/in Terkini /by Ard

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) peringati milad ke-14 (Foto. Ilkom UAD)

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Laboratorium Ilmu Komunikasi (Lab Ilkom) UAD menggelar perayaan Milad ke-14 Program Studi Ilmu Komunikasi bertajuk Communication Day (Comday) 2026. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian besar Exhibition, Performance, Interaction of Communication (EPIC), yang berlangsung mulai 23 Juni hingga 16 Juli 2026. Ketua Pelaksana Comday 14, Muhammad Darrel Rasendhriya, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan EPIC menaungi berbagai acara kreatif dan akademis. Mulai dari Dahlan Muda Fashion Week (DMFW) 2026, Comday 2026, Two Thousand Show Vol. 2, Dahlan Culture Run (DCR) 2026, hingga Catatan Akhir Semester (CAST) 3.0. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan mahasiswa semester 6 dari mata kuliah Event Management.

“Comday sendiri adalah acara untuk memperingati milad Prodi Ilmu Komunikasi UAD yang ke-14. Rangkaiannya diawali dengan Seminar Nasional EPIC sebagai pembukaan, perlombaan fotografi dan poster oleh Himakom, Pelatihan Public Speaking dan Content Creator, hingga puncaknya yaitu penutupan Comday,” ujar Darrel.

CAST 3.0: Wadah Apresiasi Karya Mahasiswa Berkonsep Futuristik

Salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara tahun ini adalah diselenggarakannya CAST 3.0 oleh Lab Ilkom UAD. Mengusung tema Futuristik, CAST 3.0 hadir sebagai pameran karya sekaligus bentuk apresiasi atas proses belajar mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD, khususnya dari semester 3 hingga 4. Rangkaian pameran dan malam penganugerahan CAST 3.0 disatukan dalam malam penutupan bertajuk ALINEA: Alinasi New Era dan Alumni Ilmu Komunikasi. Momen ini mengundang seluruh keluarga besar Ilmu Komunikasi UAD, mulai dari mahasiswa aktif hingga alumni.

Dalam penentuan pemenang penganugerahan, panitia bekerja sama dengan dosen pengampu untuk mengkurasi tugas-tugas terbaik mahasiswa yang layak dipamerkan. Penilaian karya terbaik dilakukan oleh tim dosen, sementara untuk kategori Karya Terfavorit, pemilihan dilakukan secara langsung oleh pengunjung menggunakan media sticky notes di area pameran. Nominasi yang diumumkan meliputi Karya Terbaik, Karya Terfavorit, Nominasi Event Management, Nominasi Dosen Ilkom, serta Pemenang Lomba Fotografi dan Poster.

Apresiasi Sineas Muda lewat Screening Film

Tak hanya pameran visual dan kompetisi akademis, ajang ini juga diwarnai dengan penayangan dan screening karya film dari mahasiswa konsentrasi Broadcasting angkatan 2023. Film-film tersebut merupakan luaran dari mata kuliah Produksi Program Non-Jurnalistik (PPNJ). Meskipun agenda screening film bersifat sebagai bentuk apresiasi tambahan di luar rangkaian utama, seluruh karya film tetap diputar dan diapresiasi melalui sesi tanya jawab singkat. Tiga film terbaik pun dipilih dan diberikan penghargaan.

Melalui kemeriahan rangkaian EPIC, Comday 2026, dan CAST 3.0, acara ini berhasil menjadi ruang ekspresi, kolaborasi, dan silaturahmi yang inklusif. Tidak hanya bagi keluarga besar Ilmu Komunikasi UAD, tetapi juga bagi khalayak umum.(Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-Studi-Ilmu-Komunikasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-peringati-milad-ke-14-Foto.-Ilkom-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-22 09:00:212026-07-23 08:03:49Milad ke-14, Prodi Ilmu Komunikasi UAD Gelar Rangkaian Even Spektakuler

Tiga Mahasiswa UAD Siap Berlaga di Pilmapres Nasional

22/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tiga mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) siap berlaga di Pilmapres nasional (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tiga mahasiswa UAD berhasil lolos sebagai Finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2026 setelah melalui serangkaian seleksi berjenjang mulai dari tingkat fakultas, universitas, hingga Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah M. Analta Gibransyah dari Fakultas Hukum (kategori Sarjana), Rizal Agus Setiawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (kategori Diploma/Vokasi), serta Dimas Ananda Pangestu dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (kategori Disabilitas). Mereka akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta pada ajang Pilmapres Nasional dengan membawa berbagai inovasi dan rekam jejak prestasi yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Analta Gibran mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menjadi finalis nasional bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga amanah besar untuk membawa nama baik Universitas Ahmad Dahlan dan Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat nasional.

“Saya ingin menjadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Perjalanan menuju final nasional, lanjut Gibran, ditempuh melalui proses seleksi yang panjang dan pembinaan intensif. Ia mengikuti berbagai simulasi presentasi, wawancara, serta evaluasi secara berkelanjutan bersama dosen pembimbing. Selain itu, ia juga memperoleh pendampingan dari mentor dan para ahli di luar kampus untuk memperkuat kompetensi akademik maupun kepemimpinan.

Dalam ajang Pilmapres, Gibran mengusung gagasan inovatif mengenai pemenuhan hak identitas hukum bagi anak-anak dari kelompok rentan yang belum memiliki akta kelahiran. Gagasan tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap masih banyaknya anak yang kehilangan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan hukum akibat belum memiliki identitas hukum yang sah.

Sementara itu, Rizal,  juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mewakili DIY di tingkat nasional. Baginya, pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras, doa, serta dukungan berbagai pihak selama proses pembinaan.

“Kesempatan menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi Nasional merupakan kehormatan besar. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan dukungan dari keluarga, dosen, serta Universitas Ahmad Dahlan dapat mengantarkan saya hingga ke tingkat nasional,” katanya.

Rizal menjelaskan bahwa persiapan menuju final dilakukan melalui pembinaan intensif, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, penguatan keterampilan presentasi dan komunikasi, hingga penyempurnaan portofolio serta gagasan kreatif yang diusung.

Dalam kompetisi tersebut, ia memperkenalkan OKANA, inovasi daging analog berbasis ampas tahu dan jantung pisang sebagai alternatif pangan berkelanjutan. Produk tersebut memanfaatkan limbah pangan menjadi bahan pangan bernilai gizi dan memiliki nilai tambah sehingga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi limbah makanan.

Di kategori Disabilitas, Dimas turut mengukir prestasi dengan lolos sebagai finalis nasional. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang didukung oleh keluarga, dosen pembimbing, OSCOM, teman-teman, dan Universitas Ahmad Dahlan yang senantiasa memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang.

“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat, serta membawa nama baik daerah dan universitas di tingkat nasional,” ungkapnya.

Dimas mempersiapkan diri melalui penyusunan portofolio prestasi, pengembangan gagasan kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta berbagai simulasi presentasi dan wawancara. Selama proses seleksi, ia terus melakukan evaluasi berdasarkan masukan dari dosen pembimbing dan tim pendamping OSCOM.

Adapun inovasi yang dibawanya adalah KARTUNARA (Kartu Pantun untuk Tunanetra), sebuah media pembelajaran yang dirancang untuk membantu anak-anak tunanetra memahami karya sastra, khususnya pantun. Program tersebut dikembangkan sebagai solusi atas keterbatasan akses pembelajaran sastra yang inklusif sekaligus mendukung pemerataan pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Ketiga finalis tersebut memiliki harapan yang sama, yakni memberikan penampilan terbaik pada ajang Pilmapres Nasional sekaligus mengharumkan nama Universitas Ahmad Dahlan dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagi mereka, kompetisi ini bukan semata-mata tentang meraih gelar juara, melainkan menjadi ruang untuk menghadirkan inovasi, memperluas jejaring, serta memperkuat kontribusi mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Mereka juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa UAD agar tidak ragu mengembangkan potensi diri. Prestasi, menurut mereka, dibangun melalui proses belajar yang konsisten, keberanian mencoba berbagai kesempatan, serta komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.

Keberhasilan tiga mahasiswa UAD melaju ke Final Pilmapres Nasional 2026 semakin menegaskan komitmen Universitas Ahmad Dahlan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya mahasiswa berprestasi, inovatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, UAD terus mengantarkan mahasiswanya berkiprah di tingkat nasional maupun internasional sebagai generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tiga-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-siap-berlaga-di-Pilmapres-nasional-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-22 08:00:422026-07-23 07:59:21Tiga Mahasiswa UAD Siap Berlaga di Pilmapres Nasional

Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha

21/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tim Purple Moo Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I video kreatif usaha (Foto. Tim Purple Moo)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat berhasil meraih Juara I Lomba Video Kreatif Usaha Kategori Minuman pada UAD Fair 2026 melalui inovasi produk minuman sehat bernama Purple Moo. Tim tersebut diketuai oleh Rinaldi Muhammad Fauzi dengan anggota Cindy Wahyuningsih, Gita Novita Ramdani, Mohd Haisyam, dan Islami Z.

Ketua tim, Rinaldi Muhammad Fauzi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh anggota tim selama mempersiapkan kompetisi. “Alhamdulillah, kami sangat senang dan bersyukur karena berhasil meraih Juara I Video Kreatif Usaha Kategori Minuman pada UAD Fair 2026. Kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras, kerja sama, dan semangat seluruh anggota tim dalam mempersiapkan Purple Moo. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha agar semakin dikenal oleh masyarakat. ” ujarnya.

Produk yang diusung tim adalah Purple Moo, minuman berbahan dasar ubi ungu pilihan yang dipadukan dengan susu UHT full cream dan krim premium sehingga menghasilkan cita rasa yang lembut dan creamy. Produk ini hadir sebagai alternatif minuman kekinian yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.

Cindy menjelaskan bahwa keunggulan Purple Moo terletak pada penggunaan ubi ungu asli yang kaya akan antioksidan. Kandungan tersebut bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjadi sumber energi alami. Selain varian Original, Purple Moo juga tersedia dalam pilihan rasa Matcha dan Taro, serta dilengkapi pilihan topping berupa keju serut dan cokelat serut yang semakin

Meski berhasil meraih prestasi, perjalanan menuju kemenangan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah mengatur waktu karena setiap anggota berasal dari angkatan yang berbeda, yakni angkatan 2023, 2024, dan 2025, sehingga memiliki jadwal perkuliahan dan aktivitas yang tidak sama. Selain itu, perbedaan cara pandang antaranggota juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengambilan keputusan.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim secara rutin melakukan koordinasi melalui grup komunikasi untuk menentukan jadwal pertemuan dan membagi tugas. Mereka juga mengadakan diskusi-diskusi kecil guna menyamakan visi, mengevaluasi progres pekerjaan, serta menentukan langkah yang harus diselesaikan berikutnya.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pengalaman berharga, terutama mengenai pentingnya manajemen waktu, komunikasi yang efektif, dan kerja sama dalam tim. Mereka belajar untuk saling menghargai pendapat, menyesuaikan jadwal, serta membangun kolaborasi yang solid demi mencapai tujuan bersama.

Menurut tim, UAD Fair merupakan wadah yang sangat positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus menyalurkan kreativitas. Berbagai kompetisi dan pertunjukan seni yang diselenggarakan turut menciptakan suasana kampus yang lebih hidup serta membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk saling mengenal dan memperluas jejaring.

Tim berharap UAD Fair dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan berbisnis, manajemen, inovasi, dan kreativitas. Selain itu, mereka juga berharap kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai universitas sehingga kolaborasi dan jejaring akademik dapat terus berkembang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Purple-Moo-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-ideo-kreatif-usaha-Foto.-Tim-Purple-Moo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:44:412026-07-21 08:44:41Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha

PPK Ormawa RDC UAD Bekali Karang Taruna Karangtengah Dasar-Dasar Robotika untuk Dukung Pertanian Cerdas

21/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa RDC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali Karang Taruna Karangtengah dasar-dasar robotika (Foto. RDC UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan Perdana bagi Pemuda Karang Taruna Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam implementasi program NAWASENA: Sistem Pertanian Cerdas Berbasis Robotika dan Internet of Things (IoT) untuk Pengendalian Hama Tikus dan Produktivitas Padi Berkelanjutan.

Pelatihan bertujuan memberikan pembekalan dasar mengenai teknologi robotika kepada Pemuda Karang Taruna sebagai bekal untuk mendukung pelaksanaan program yang akan diterapkan di Kalurahan Karangtengah. Kegiatan dihadiri oleh Dosen Pembimbing PPK Ormawa RDC UAD, Ir. Phisca Aditya Rosyady, S.Si., M.Sc., Kepala Padukuhan Karangtengah Sumardiyono, Tim PPK Ormawa RDC UAD 2026, serta Pemuda Karang Taruna Kalurahan Karangtengah.

Dalam sambutannya, Ir. Phisca Aditya Rosyady S.Si., M.Sc., menekankan pentingnya pemahaman dasar robotika sebelum teknologi tersebut diterapkan secara langsung di lapangan. “Pelatihan ini merupakan pembelajaran awal bagi peserta untuk mengenal teknologi robotika yang akan diterapkan selama pelaksanaan Program PPK Ormawa RDC. Setiap robot memiliki bentuk, fungsi, dan tujuan yang berbeda, tetapi pada dasarnya bekerja dengan konsep yang sama. Oleh karena itu, pemahaman mengenai dasar-dasar robotika menjadi bekal penting sebelum robot diterjunkan ke lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Padukuhan Karangtengah, Sumardiyono, mengapresiasi pelaksanaan program yang diinisiasi mahasiswa UAD tersebut. Ia berharap pelatihan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta mengenai teknologi, tetapi juga mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan program.

Pada sesi inti, materi disampaikan oleh Galih. Sebelum memasuki pembahasan, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis robot yang dibawa oleh tim sebagai media pembelajaran. Robot-robot tersebut meliputi robot mobile beroda, robot berkaki (legged robot), robot manipulator yang banyak dimanfaatkan di sektor industri, hingga robot humanoid yang dirancang menyerupai manusia. Pengenalan tersebut bertujuan memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi robotika beserta fungsi dari masing-masing jenis robot.

Dalam pelatihan, peserta mempelajari konsep dasar penyusun sebuah robot yang terdiri atas perangkat input berupa sensor, proses melalui mikrokontroler sebagai pusat kendali, dan output berupa motor maupun aktuator. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai proses perakitan robot, mekanisme pengoperasian melalui laman berbasis web, hingga cara kerja robot dalam menyelesaikan tugas sesuai kondisi medan.

Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD), demonstrasi robot, serta praktik langsung. Peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk mengenal komponen robot sekaligus mencoba mengoperasikan robot yang telah disediakan oleh Tim PPK Ormawa RDC dengan pendampingan pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mulai dari perbedaan Arduino Uno dan Arduino Nano, jenis sensor yang digunakan, hingga sistem pengendalian robot. Seluruh pertanyaan dijawab melalui penjelasan dan demonstrasi sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan teknologi robotika.

Melalui pelatihan tersebut, peserta berhasil memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar robotika, mengenal berbagai jenis dan komponen robot, memahami prinsip kerja robot yang akan digunakan dalam Program PPK Ormawa RDC, serta mendapatkan pengalaman praktik secara langsung. Selain itu, tercipta diskusi yang aktif antara peserta dan pemateri sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari seluruh peserta.

Pelatihan perdana ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara Tim PPK Ormawa RDC UAD, Pemerintah Kalurahan Karangtengah, dan Pemuda Karang Taruna untuk mendukung implementasi Program NAWASENA. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-RDC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-Karang-Taruna-Karangtengah-dasar-dasar-robotika-Foto.-RDC-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:37:392026-07-21 08:37:39PPK Ormawa RDC UAD Bekali Karang Taruna Karangtengah Dasar-Dasar Robotika untuk Dukung Pertanian Cerdas

Peserta Leadership Training PTMA Kunjungi UAD, Bahas Sinergi dan Tata Kelola Perguruan Tinggi

21/07/2026/in Terkini /by Ard

Kunjungan peserta leadership training pimpinan PTMA angkatan XII di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima Kunjungan Lapangan Peserta Leadership Training Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) Angkatan XII. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 16 Juli, dan bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 10, Kampus IV UAD.

Acara ini disambut langsung oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., beserta jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muchlas, M.T. memaparkan perkembangan UAD yang kini telah memiliki enam kampus utama dan didukung oleh 11 fakultas serta 60 program studi. Saat ini, UAD melayani sekitar 21.000 mahasiswa dengan tenaga pendidik sebanyak 723 dosen, yang terdiri atas 57 guru besar dan 309 doktor.

Prof. Muchlas menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh setiap PTMA pada dasarnya memiliki banyak kesamaan. “UAD itu juga sama dengan PTMA yang Bapak Ibu pimpin. Karakternya sama persis. Artinya, jika kita kekurangan dana, perasaannya sama. Ketika ada adaptasi juga sama. Namun, pendekatannya mungkin sedikit berbeda tergantung pimpinan dan gayanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, kunjungan ini menjadi wadah dialog terkait berbagai kebijakan strategis di lingkungan institusi Muhammadiyah, termasuk pengelolaan sumber daya manusia, unit usaha perguruan tinggi, hingga penyesuaian jam kerja. Salah satu kebijakan yang ditekankan adalah implementasi hari kerja yang lebih efektif dan pemusatan aktivitas non-prioritas di akhir pekan.

Selain manajemen SDM, sesi diskusi juga menyinggung program internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) melalui pengelolaan asrama (ma’had) mahasiswa secara komprehensif, serta gagasan unifikasi keilmuan dengan disiplin ilmu lainnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan diskusi interaktif antar peserta, di mana para pimpinan PTMA saling berbagi praktik baik (best practices) terkait penyelesaian masalah di institusi masing-masing. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi dan kualitas tata kelola lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah semakin kokoh. (septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kunjungan-peserta-leadership-training-pimpinan-PTMA-angkatan-XII-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:25:322026-07-21 08:25:32Peserta Leadership Training PTMA Kunjungi UAD, Bahas Sinergi dan Tata Kelola Perguruan Tinggi

Shaldan dan Tantangannya di ONMIPA Perguruan Tinggi 2026

21/07/2026/in Feature /by Ard

Shaldhan Bayu Yuska mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Shaldan)

Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan oleh Shaldhan Bayu Yuska, mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2023. Setelah melewati proses panjang, persaingan ketat, serta perjuangan selama tiga tahun, ia sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet medali perunggu dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Universitas Airlangga (Unair) pada 8 hingga 11 Juni 2026.

Perjalanan Shaldhan menuju babak final dimulai dari tahapan seleksi internal di kampus UAD. Dari proses tersebut, terpilih 5 delegasi per bidang pendaftaran. Shaldhan bersama 4 delegasi bidang biologi UAD lainnya kemudian dikirim untuk mewakili universitas di tingkat wilayah LLDIKTI V. Setelah melewati seleksi wilayah, ia berhasil menyisihkan kompetitor dan masuk ke dalam jajaran 65 finalis dari seluruh Indonesia yang berhak maju ke babak final tingkat nasional.

Sebagai mahasiswa kedokteran, Shaldhan mengakui adanya tantangan tersendiri karena cakupan materi yang diujikan merupakan biologi komprehensif yang sangat luas. Materi tersebut meliputi level genetik, molekuler, mikroorganisme, hewan, tumbuhan, hingga ekologi, yang mayoritas tidak didapatkan dalam perkuliahan rutinnya.

“Sebagai mahasiswa kedokteran, saya menemui kendala dalam mengejar materi biologi karena tidak diajarkan dalam kuliah. Strateginya adalah dengan menyelesaikan seluruh bab pada buku Campbell yang jadi fundamental biologi. Selain itu, latihan dari soal tahun lalu yang memegang peranan paling penting,” ujar Shaldhan.

Pada babak final nasional, seluruh soal disajikan penuh dalam bentuk esai. Shaldhan menjelaskan bahwa tingkat kesulitan utama pada kompetisi ini terletak pada analisis soal serta manajemen pengerjaan, mengingat kolom jawaban dan waktu yang disediakan panitia sangat terbatas. Untuk menjaga fokus selama kompetisi, Shaldhan menerapkan strategi dengan mengurangi interaksi yang tidak perlu dengan delegasi lain, terutama dalam hal mencocokkan atau mendiskusikan jawaban. Begitu ujian selesai, ia memilih untuk langsung pulang atau mencari udara segar demi menjaga kejernihan pikiran.

“Saat di hari H, banyakin waktu untuk istirahat, jangan terlalu banyak push materi,” tambahnya.

Pencapaian ini sekaligus menjadi momen puncak dari partisipasi ketiga Shaldhan dalam ajang ONMIPA-PT setelah pada dua edisi sebelumnya belum berhasil membawa pulang penghargaan.

“Momen yang paling tidak terlupakan adalah ketika malam penganugerahan di mana namaku akhirnya dipanggil setelah dua kali aku mencoba ONMIPA dan belum pernah dapat penghargaan sama sekali. Itu menjadi momen penantian selama tiga tahun,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Shaldhan-Bayu-Yuska-mahasiswa-Program-Studi-Kedokteran-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Shaldan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:19:302026-07-21 08:19:30Shaldan dan Tantangannya di ONMIPA Perguruan Tinggi 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026

20/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara II tangkai lomba keroncong putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026 (Foto. Pramudya)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pramudya Wijaya, mahasiswa Program Studi Kedokteran, berhasil meraih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (PEKSIMIPROV) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026.

Pramudya mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah diumumkan sebagai pemenang. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang panjang dan penuh komitmen. “Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia. Jujur, saya tidak menyangka bisa meraih Juara II Keroncong Putra karena melihat semua peserta memiliki kualitas yang luar biasa. Bagi saya, pencapaian ini adalah bonus dari proses latihan yang sudah saya jalani. Saya juga merasa bangga karena bisa membawa nama baik UAD di ajang PEKSIMIPROV DIY 2026.”

Bagi Pramudya, pencapaian tersebut memiliki makna yang besar, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai penyanyi. Ia semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus membuktikan bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan apabila mampu mengelola waktu dengan baik.

Persiapan menuju PEKSIMIPROV DIY 2026 dilakukan secara intensif. Selama beberapa waktu, Pramudya rutin menjalani latihan vokal, memperdalam interpretasi lagu, serta melatih kemampuan tampil di atas panggung agar lebih percaya diri. Dalam proses tersebut, Universitas Ahmad Dahlan turut memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas latihan, pendampingan, serta motivasi sehingga dirinya semakin siap menghadapi kompetisi.

Pada ajang tersebut, Pramudya membawakan dua lagu keroncong, yaitu “Kr. Sepercik Nyala Api” dan “Kr. Rindu Malam”. Kedua lagu dipilih karena dinilai sesuai dengan karakter vokalnya dan memiliki makna yang kuat. Melalui penampilannya, ia ingin menunjukkan kemampuan teknik vokal sekaligus menyampaikan pesan yang terkandung dalam lagu kepada penonton maupun dewan juri.

Momen yang paling berkesan bagi Pramudya adalah ketika berdiri di atas panggung dan menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri serta para penonton. Kebahagiaan itu semakin lengkap ketika namanya diumumkan sebagai peraih Juara II. Selain memperoleh penghargaan, ia juga mendapatkan pengalaman berharga melalui kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan peserta-peserta berbakat dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Pramudya, ajang PEKSIMIPROV mengajarkannya bahwa sebuah prestasi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses yang panjang, disiplin, konsistensi, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Ia juga belajar untuk lebih percaya diri serta menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk meningkatkan kemampuan, bukan sekadar mengejar kemenangan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-II-tangkai-lomba-keroncong-putra-pada-PEKSIMIPROV-DIY-2026-Foto.-Pramudya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 10:06:142026-07-20 10:06:14Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 2026
Page 10 of 623«‹89101112›»

TERKINI

  • 15 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat24/08/2026
  • Respons Cepat Pasca-Gempa, Mahasiswa KKN UAD Bantu Warga Cunca Wulang24/08/2026
  • Tim PPK Ormawa RDC UAD Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantul24/08/2026
  • UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 202624/08/2026
  • UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire20/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026
  • Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD18/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top