• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan

01/03/2026/in Feature /by Ard

Irfan Amali, M.A., serta H. Budi Setiawan, S.T., dalam Penyampaian Materi II Pada Pengajian Ramadan PWM DIY (Foto. Humas UAD)

Materi kedua dalam rangkaian Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM DIY) mengangkat tema “Resiliensi Bencana dan Gerakan Ekologi di Lembaga Pendidikan”. Sesi ini menghadirkan Irfan Amali, M.A., Pimpinan Pondok Pesantren Welas Asih sekaligus Direktur Eksekutif Peace Generation Indonesia, serta H. Budi Setiawan, S.T., Ketua Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Irfan Amali menekankan pentingnya welas asih terhadap semesta ekologi yang diwujudkan melalui kebijakan konkret di lingkungan pendidikan. Ia mencontohkan kebijakan di pesantren yang melarang penggunaan minuman kemasan dalam setiap program dan kegiatan.

“Alhamdulillah kami bisa mengurangi sampah anorganik karena membuat kebijakan tidak ada minuman dengan kemasan. Semua program dan acara tidak menggunakan itu. Kebijakan kecil, tetapi dampaknya signifikan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah residu yang sulit diolah, seperti pembalut dan popok. “Yang paling menantang bagi kita itu residu, yang tidak bisa diapakan lagi. Tidak ada cara lain selain mengubah gaya hidup,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan penggunaan insinerator sebagai salah satu solusi teknis. “Ketika kami menggunakan insinerator, pembakaran efektif dilakukan sebelum angin kencang, sekitar pukul 11 siang, dengan suhu 300 derajat Celsius. Itu membuat prosesnya lebih efektif,” jelasnya.

Namun demikian, Irfan menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus diawali dengan kesadaran dan pengukuran. “Kalau kita tidak pernah tahu seberapa banyak sampah yang kita hasilkan, maka kita tidak pernah tahu bagaimana memanajennya. Muhasabah atau pengukuran itu sesuatu yang penting,” katanya.

Ia juga memperkenalkan konsep design for change, termasuk dalam praktik ibadah sehari-hari seperti wudu. Menurutnya, penggunaan air saat wudu perlu menjadi perhatian di tengah krisis air yang melanda sejumlah daerah.

“Wudu ini menjadi sesuatu yang harus kita perhatikan, karena kita perlu melihat seberapa banyak air yang kita gunakan setiap kali berwudu. Tanpa kita sadari, itu menjadi masalah global. Saya sangat senang karena Muhammadiyah mulai membahas fiqih air,” ungkapnya.

Dalam konteks budaya sekolah atau hidden curriculum, ia menyampaikan tiga hal penting, yakni memahami bahwa tidak ada benda mati, memberikan pelatihan teknis sebagai bentuk memuliakan benda, serta membangun budaya dan ekosistem yang konsisten mendukung kepedulian lingkungan.

Ia juga menyoroti pentingnya prinsip 3R bahkan 5R dengan menambahkan rethink. “Kalau rethink digunakan, R setelahnya bisa jadi tidak perlu. Problem kita hari ini adalah ignorance, orang tidak berpikir, ‘ah cuma segini sampahnya’. Padahal Rasulullah hidup sangat minimalis dan memperlakukan benda dengan penuh kasih,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kesadaran efisiensi energi juga perlu diperhatikan, termasuk di tempat ibadah. “Masjid itu nomor tiga paling boros energi setelah hotel dan mal. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, H. Budi Setiawan menekankan pentingnya resiliensi bencana sebagai bagian dari ketangguhan umat. Ia menjelaskan bahwa resiliensi adalah kemampuan untuk segera pulih dari kesulitan atau bencana.

“Ketika kita melihat kejadian bencana, pikiran kita harusnya berpikir kapan kita segera pulih dari kesulitan itu,” katanya.

Menurutnya, membangun ketangguhan harus dilandasi iman serta diwujudkan melalui ikhtiar, kesabaran, dan tawakal. Prinsip resiliensi meliputi persiapan, pengurangan risiko, respons cepat, dan pemulihan.

Ia menekankan pentingnya kesadaran risiko sebelum bencana terjadi. “Kesadaran risiko bencana itu dibangun ketika bencana belum terjadi,” tegasnya.

Ia menyebut tiga urgensi utama resiliensi, yakni mengurangi risiko bencana, meningkatkan keselamatan, dan memperkuat komunitas. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya kesadaran, keterbatasan sumber daya, serta dampak perubahan iklim.

Sebagai langkah konkret, ia mengajak lembaga pendidikan dan masyarakat untuk mengenali ancaman dan risiko bencana, menyusun rencana darurat, menyiapkan emergency kit, serta rutin melakukan latihan dan simulasi.

Melalui materi ini, gerakan ekologi dan resiliensi bencana ditegaskan bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari transformasi budaya dan sistem di lembaga pendidikan demi membangun masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (Dnd)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Irfan-Amali-M.A.-serta-H.-Budi-Setiawan-S.T.-dalam-Penyampaian-Materi-II-Pada-Pengajian-Ramadan-PWM-DIY-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-01 13:22:152026-03-01 13:22:15Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan

Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan

01/03/2026/in Feature /by Ard

Kusno Wibowo, S.T., M.Si., dan Hening Purwati Parlon, S.Sos., M.M., dalam Penyampaian Materi I Pada Pengajian Ramadan PWM DIY (Foto. Humas UAD)

Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan materi pertama bertajuk “Restorasi Lingkungan dalam Perkhidmatan Masa Depan” dalam rangkaian Pengajian Ramadan. Sesi ini menghadirkan Kusno Wibowo, S.T., M.Si., dan Hening Purwati Parlon, S.Sos., M.M., yang memaparkan krisis lingkungan global serta langkah nyata yang telah dilakukan di DIY.

Dalam paparannya, Hening menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim banyak dipicu oleh bencana hidrometeorologi, sementara polusi terjadi ketika lingkungan terkontaminasi zat berbahaya melebihi ambang batas aman sehingga mengancam kesehatan makhluk hidup.

Terkait biodiversitas, ia mengingatkan pentingnya kesadaran atas kekayaan alam Indonesia yang kian menyusut. “Betapa kayanya Indonesia, lalu yang terjadi saat ini sangat berkurang,” tuturnya. Ia menyebut Indonesia telah kehilangan sekitar 11 juta hektare hutan atau setara 110 kali luas Kota Jakarta.

Lebih lanjut, Hening menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari nilai spiritual. “Kita kembali kepada akidah, maka tauhid kita tercerminkan dalam tindakan,” ujarnya.

Sejak 2007, Teologi Lingkungan bekerja sama dengan Majelis Lingkungan Hidup serta Kementerian Lingkungan Hidup menginisiasi berbagai gerakan, termasuk Gerakan 1000 Cahaya. Dalam dua tahun terakhir, program tersebut telah menggandeng 270 kepala keluarga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk mengikuti pelatihan efisiensi energi. Pelatihan juga melibatkan 40 peserta dari Pondok Pesantren Zamzam dan 50 guru.

Audit energi yang dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping menunjukkan temuan menarik. “Ternyata yang berat itu bukan di ruang operasi tetapi di ruang tempat makan dan laundry,” ungkapnya. Hasil audit tersebut akan segera diluncurkan sebagai dasar rekomendasi efisiensi serta potensi transisi energi di sejumlah titik yang dinilai boros.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kusno Wibowo, S.T., M.Si., menyampaikan capaian positif bahwa Yogyakarta dinobatkan sebagai provinsi dengan pengelolaan hutan terbaik se-Indonesia pada 2025. “Yogyakarta hutannya sebagai hutan terbaik se-Indonesia tahun 2025, tidak ada perusakan hutan dan alhamdulillah mendapat penghargaan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian, seperti perubahan iklim global, tingginya timbulan sampah, menurunnya kualitas air sungai akibat limbah industri rumah tangga, kos, dan laundry, serta rendahnya tingkat ketaatan pelaku usaha terhadap regulasi lingkungan.

Permasalahan sampah menjadi tantangan besar karena sebagian besar sampah DIY berakhir di TPA Piyungan. Berdasarkan surat Gubernur DIY tertanggal 19 Oktober 2023, pengelolaan sampah akan didesentralisasikan ke kabupaten/kota mulai 2024 dengan pelaksanaan penuh mempertimbangkan kapasitas zona tampung di TPA Piyungan serta kesiapan fasilitas pengelolaan di masing-masing daerah.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). “Jangan lupa bapak ibu untuk menangani pengelolaan dan mengurangi sampah dengan 3R,” pesannya. Data menunjukkan bahwa timbulan sampah terbesar di DIY berasal dari sisa makanan, sehingga gerakan minim sampah seperti menghabiskan makanan dan menggunakan tumbler menjadi langkah sederhana namun berdampak.

Sebagai upaya jangka panjang, DIY memprioritaskan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular. Melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat, restorasi lingkungan diharapkan menjadi gerakan nyata, bukan sekadar wacana, demi masa depan yang lebih berkelanjutan. (Dnd)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kusno-Wibowo-S.T.-M.Si_.-dan-Hening-Purwati-Parlon-S.Sos_.-M.M.-dalam-Penyampaian-Materi-I-Pada-Pengajian-Ramadan-PWM-DIY-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-01 11:33:292026-03-01 11:35:47Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan

Pengajian Ramadan PWM DIY Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan

01/03/2026/in Terkini /by Ard

Sambutan Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Muchlas, M.T., pada Pengajian Ramadan PWM DIY (Foto. Humas UAD)

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM DIY) menyelenggarakan Pengajian Ramadan pada Sabtu–Minggu, 28 Februari–1 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Amphitarium Lantai 9 Gedung Ahmad Dahlan Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Pengajian tahun ini mengusung tema “Keadaban Ekologis untuk Masa Depan Semesta” sebagai ajakan untuk berpikir jernih, bersikap berani, dan bertanggung jawab demi keberlangsungan kehidupan. Tema tersebut menjadi refleksi atas pentingnya kesadaran ekologis dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Sebagai bagian dari risalah Islam Berkemajuan, Muhammadiyah memandang bahwa membangun peradaban ekologis merupakan mandat teologis yang tidak dapat ditawar. Upaya menjaga kelestarian alam dan keberlangsungan kehidupan diposisikan sebagai tanggung jawab moral sekaligus spiritual umat Islam.

Rektor UAD, Prof.Muchlas, dalam sambutannya menegaskan bahwa tugas Muhammadiyah tidak terbatas pada kepentingan jangka pendek, melainkan perjuangan berkelanjutan yang dilandasi keyakinan bersama.

“Tugas Muhammadiyah tidak hanya untuk KHGT saja. Insyaallah akan ada saatnya, entah berapa hari atau berapa abad ke depan. Kita terus berjuang untuk keyakinan yang kita tetapkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa memperjuangkan keadaban lingkungan perlu terus ditumbuhkembangkan di lingkungan persyarikatan. Menurutnya, isu kelestarian bumi telah menjadi kebijakan dan perhatian global yang menuntut kontribusi nyata dari seluruh elemen masyarakat.

“Memperjuangkan keadaban lingkungan ini harus tumbuh dan berkembang di persyarikatan kita, karena masyarakat global saat ini menjadikan kelestarian bumi sebagai kebijakan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWM DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., menyoroti berbagai persoalan ekologis yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebut kerusakan alam akibat pertambangan yang tidak bertanggung jawab berdampak luas terhadap kehidupan. Selain itu, sekitar 60 persen sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar.

“Kerusakan alam karena pertambangan yang tidak bertanggung jawab telah membawa dampak yang tidak baik bagi kehidupan. Realitasnya, sekitar 60 persen sungai kita dalam kondisi tercemar. Ini tentu menjadi peringatan serius bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan sampah plastik yang merusak ekosistem laut hingga menyebabkan terumbu karang yang semula indah berubah seperti kawasan terdampak perang. Lenyapnya hutan serta praktik modifikasi cuaca yang berpotensi memunculkan bencana baru di wilayah yang belum siap juga menjadi perhatian serius.

“Sampah plastik telah mempidana ekosistem laut. Terumbu karang yang indah bisa berubah seperti bekas perang. Hutan-hutan kita pun terus lenyap, dan kini muncul praktik modifikasi cuaca yang berpotensi menghadirkan bencana baru di tempat yang belum siap menghadapinya,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan modifikasi cuaca menjadi pekerjaan rumah bersama, termasuk dalam hal pengendalian dan mitigasi yang melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Modifikasi cuaca ini menjadi PR kita bersama. Pengendalian dan mitigasinya harus benar-benar diperhatikan, karena jika tidak terkendali, dampaknya bisa luas,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa tema pengajian ini sangat relevan dan tidak boleh berhenti pada forum diskusi semata, tetapi harus diwujudkan dalam gerakan praksis.

“Pengajian ini tidak boleh berhenti sebagai ruang diskusi. Ini harus menjadi gerakan praksis yang kita mulai dari lingkungan persyarikatan, lalu menginspirasi dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyelamatkan lingkungan melalui pola dan tindakan yang tepat,” pungkasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan peluncuran buku Ekologi Berkemajuan serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PWM DIY dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan gerakan pelestarian lingkungan. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sambutan-Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Prof.-Dr.-Muchlas-M.T.-pada-Pengajian-Ramadan-PWM-DIY-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-01 10:59:022026-03-01 10:59:02Pengajian Ramadan PWM DIY Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan

Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo

27/02/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar PRODAMAT di Kelurahan Bokoharjo (Foto. Tim Prodamat UAD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Menyikapi hal tersebut, tim mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) bertajuk “Penguatan Peran Jumantik di Kelurahan Bokoharjo” pada Rabu, 11 Februari 2026, sebagai upaya nyata mencegah DBD berbasis masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, ini menyasar para kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) setempat. Wilayah ini dipilih karena memiliki banyak tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti. Melalui program ini, para kader kembali dibekali pemahaman dan keterampilan terkait pemantauan jentik serta edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus sebagai langkah pencegahan yang efektif.

Program yang diketuai oleh Nurham Al Afgani Agusalim, bersama tim yang terdiri atas Rizkita Arfiana, Gusti Mursalina, Lutfi Munifah Izzah, Dwi Yuliatin Sholiah, Misyka Fajratul Izzah, dan Miersa Sawitri Hayyusari ini diikuti oleh 24 kader kesehatan. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak kelurahan, dilanjutkan dengan penyampaian data kasus DBD terkini, serta pelatihan teknik mengenali dan memantau jentik nyamuk. Para kader yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga berusia 51–60 tahun tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Di sela-sela kegiatan, Nurham menyampaikan pandangannya.

“Kami melihat bahwa peran kader di lapangan sangat vital. Namun, pengetahuan mereka perlu terus diperbarui agar pesan pencegahan DBD yang disampaikan kepada warga tetap efektif dan relevan dengan kondisi lapangan saat ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pembaruan pengetahuan bagi kader sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di masyarakat. Hasil evaluasi pun menunjukkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kader. Skor rata-rata pre-test meningkat dari 21,71 menjadi 23,50 pada post-test, terutama pada aspek menguras penampungan air secara rutin, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang bekas.

Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Sulistyawati, S.Si., M.P.H., Ph.D., turut menekankan harapan dari pelaksanaan program ini. ”Pemberdayaan kader diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga bertransformasi menjadi praktik pencegahan yang konsisten,” tuturnya.

Dengan meningkatnya kapasitas kader, diharapkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kelurahan Bokoharjo dapat terus meningkat. Dengan demikian, risiko penularan DBD dapat ditekan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah lokal, dan masyarakat. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-PRODAMAT-di-Kelurahan-Bokoharjo-Foto.-Tim-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-27 11:54:482026-02-27 11:54:48Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo

Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor

27/02/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ikuti penanaman kentang serentak di Batur Lor Banjarnegara (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 155 Unit I.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diketuai oleh Faozan Fahmi Ardhana dari Program Studi Informatika bersama para petani setempat mengikuti kegiatan penanaman kentang bersama warga di Desa Batur Lor, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Penanaman kentang dilaksanakan di beberapa lahan milik warga pada Minggu, 8 Februari 2026. 

Kegiatan diawali dengan koordinasi antara mahasiswa KKN dan kelompok tani, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit kentang serta pemupukan secara langsung di lahan pertanian. Proses penanaman dilakukan secara serentak bersama warga sebagai bentuk kebersamaan dan semangat gotong royong.

Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara mahasiswa dan petani dalam meningkatkan pengetahuan terkait budidaya kentang secara langsung di lapangan. Melalui pendampingan dan praktik bersama, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai teknik penanaman, perawatan, hingga pengelolaan lahan pertanian. Di sisi lain, kehadiran mahasiswa turut memberikan tambahan tenaga bantuan bagi petani sehingga proses penanaman dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Penanaman kentang dipilih karena tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi serta masa panen yang relatif singkat. Selain itu, kentang mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, vitamin C, vitamin B6, serta mineral kalium yang bermanfaat bagi kesehatan. Kondisi geografis Desa Batur Lor yang berada di dataran tinggi dengan suhu sejuk juga sangat mendukung pertumbuhan tanaman kentang.

Melalui kegiatan penanaman kentang serentak ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan warga dalam mengembangkan sektor pertanian sekaligus memberikan tambahan pemasukan bagi masyarakat sekitar. Hasil panen nantinya diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan warga Desa Batur Lor. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ikuti-penanaman-kentang-serentak-di-Batur-Lor-Banjarnegara-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-27 11:34:112026-02-27 11:34:11Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor

Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional

26/02/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih silver medal di ajang LETIN 7 (Foto. Mahasiswa PBI)

Kembali mengharumkan nama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), tim mahasiswa yang terdiri atas Muh. Salman Alfarisi, Anis ‘Aziizah, dan Raehanah Rezky Amaliyah berhasil meraih Silver Medal dalam Lomba Esai Tingkat Nasional (LETIN 7). Ajang kompetisi ini diselenggarakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Universitas Janabadra, Yogyakarta.

Tim delegasi UAD ini mengangkat inovasi bertajuk Youth Cultural Rangers, yaitu sebuah strategi transformasi pemuda dalam pelestarian budaya dan penguatan daya saing pariwisata secara berkelanjutan di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam inovasi ini adalah pelestarian budaya berbasis pemberdayaan pemuda yang terintegrasi dengan penguatan pariwisata berkelanjutan. Pendekatan tersebut menekankan tiga strategi utama, yakni literasi budaya, konservasi aktif berbasis komunitas, dan digitalisasi budaya.

Raehanah selaku perwakilan tim mengungkapkan tujuan utama dari gagasan inovasi yang mereka bawakan. “Youth Cultural Rangers diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang berperan sebagai agen transformasi untuk menjaga identitas lokal sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata nasional,” ungkap Raehanah.

Selain perlombaan, Universitas Janabadra yang bekerja sama dengan Lembaga Setara Prisma Nusantara juga menyediakan serangkaian field trip yang diikuti oleh tim mahasiswa PBI UAD. Rombongan mahasiswa diajak berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ibarbo Park pada Minggu, 15 Februari 2026. Menutup wawancara, Raehanah menyampaikan harapan ke depannya setelah memenangi kompetisi ini.

“Saya berharap pencapaian ini dapat memperluas wawasan serta mengantarkan saya untuk bertemu dengan orang-orang hebat yang memiliki berbagai sudut pandang serta ide yang dapat saya jadikan pelajaran dan saya kembangkan ke depannya. Saya juga berharap dapat terus membanggakan keluarga, dosen, dan universitas,” tambah Raehanah. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meraih-silver-medal-di-ajang-LETIN-7-Foto.-Mahasiswa-PBI.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-26 10:14:392026-02-26 10:14:39Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional

Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal

26/02/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan KWT Banaran Lor menanam bibit herbal bersama (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Reguler 155 Unit I.D.2 bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Banaran Lor menyelenggarakan kegiatan penanaman tanaman herbal pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Banaran Lor, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Bertajuk “Penanaman Tanaman Herbal Bersama Ibu-Ibu KWT”, program ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat setempat. Kegiatan edukatif ini diikuti secara antusias oleh ibu-ibu anggota KWT Banaran Lor dan sembilan mahasiswa KKN UAD di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Siti Kurnia Widi Hastuti.

Sejak pagi hari, kegiatan diawali dengan pengarahan (briefing) oleh Ketua KWT Banaran Lor, Ibu Harti, yang kemudian dilanjutkan dengan edukasi singkat mengenai manfaat tanaman herbal bagi kesehatan keluarga serta teknik penanaman dan perawatan yang tepat. Dalam sesi edukasi tersebut, Dwiki Arista Fitriyani yang mewakili tim mahasiswa menyampaikan materi mengenai jenis-jenis tanaman herbal—seperti jahe, kunyit, kencur, serai, dan temu kunci—serta potensi pengembangannya sebagai produk bernilai ekonomi. Setelah penyampaian materi, mahasiswa langsung mendampingi ibu-ibu KWT dalam praktik penanaman di lahan yang telah disiapkan. Pendampingan ini bertujuan agar teknik budi daya yang dilakukan dapat berkelanjutan dan memberikan hasil panen yang optimal.

Ketua KWT Banaran Lor, Ibu Harti, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kolaborasi pengabdian tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa. Kegiatan ini menambah wawasan dan semangat kami untuk mengembangkan tanaman herbal di lingkungan kami. Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami semakin percaya diri dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman obat keluarga,” ungkap Ibu Harti.

Sementara itu, DPL Siti Kurnia Widi Hastuti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Ia berperan aktif dalam memberikan arahan konseptual program, memastikan kesesuaian kegiatan dengan kebutuhan warga, serta melakukan pemantauan (monitoring) dan evaluasi agar program berjalan efektif.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, tetapi juga media pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami praktik pemberdayaan berbasis komunitas secara langsung,” jelas Siti Kurnia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin dalam bentuk program pendampingan yang berkesinambungan. Dengan demikian, pemanfaatan tanaman herbal tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan keluarga, tetapi juga berpotensi mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen kolaborasi dalam mewujudkan tata lingkungan desa yang sehat, mandiri, dan produktif. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-KWT-Banaran-Lor-menanam-bibit-herbal-bersama-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-26 10:02:302026-03-28 12:31:20Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal

Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat

26/02/2026/in Feature /by Ard

Prof. Ir. Anton Yudhana, M.T., Ph.D. penceramah tarawih RDK 1447 H Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Dinda)

Ceramah tarawih pada Selasa, 24 Februari 2026, bertepatan dengan 7 Ramadan 1447 H, disampaikan oleh Prof. Ir. Anton Yudhana, M.T., Ph.D. dengan tema “Bagaimana Karya-karya dari Kampus Itu Bisa Memberdayakan Masyarakat”.

Dalam ceramahnya, Prof. Anton menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada tataran akademik semata, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi sosial. “Ketika kita mendapatkan banyak matahari-matahari keilmuan di kampus ini, mestinya kita bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Dalam bahasa sederhananya, manfaat di kampus juga manfaat di kampung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat merupakan ruang aktualisasi sekaligus sumber inspirasi bagi pengembangan penelitian. Menurutnya, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat menjadi topik penelitian mahasiswa maupun dosen. “Masyarakat itu adalah tempat yang tepat untuk belanja masalah. Bagaimana penelitian kita tidak hanya berhenti di level publikasi, tetapi sampai memberikan solusi terhadap masyarakat,” jelasnya.

Selain menyoroti pentingnya riset yang berdampak, Prof. Anton juga mengajak sivitas akademika untuk lebih peka terhadap persoalan lingkungan dan sosial di sekitar. Ia mencontohkan kondisi sungai di Yogyakarta yang masih dipenuhi sampah sebagai salah satu masalah nyata yang membutuhkan peran kampus dalam bentuk edukasi dan inovasi.

Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda, khususnya remaja usia sekolah yang berada pada fase kritis. Menurutnya, kampus dapat berkontribusi melalui inovasi pendidikan, pendampingan, serta penguatan kegiatan berbasis masjid dan musala agar potensi generasi muda dapat diarahkan ke hal yang positif.

Lebih lanjut, Prof. Anton mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa studi yang relatif singkat dengan memberikan dampak jangka panjang di lingkungan tempat tinggal. “Kalaupun di kampus hanya 4–5 tahun, bagaimana apa yang didapatkan di kampus itu nanti bermanfaat di kampung. Karena di kampung itu dampaknya jangka panjang,” tuturnya.

Melalui ceramah tersebut, ia menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Harapannya, karya-karya akademik tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Ir.-Anton-Yudhana-M.T.-Ph.D.-penceramah-tarawih-RDK-1447-H-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Dinda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-26 09:44:282026-02-26 09:44:28Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat

Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan

26/02/2026/in Feature /by Ard

 

Syekh Basyir Ali pemateri cerawah tarawih RDK 1447 H Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Anove)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H. Mengusung tema “Ramadan Berdampak untuk Kemaslahatan Umat”, acara ini berlangsung pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Masjid Islamic Center UAD.

Ceramah tersebut disampaikan oleh dosen Faculty of Islamic Studies dari Misurata University, Libya, yakni Syekh Basyir Ali. Dalam tausiahnya, Syekh Basyir memulai dengan mengutip dua hadis Rasulullah saw. tentang keutamaan Ramadan. Hadis tersebut menjelaskan bahwa siapa pun yang berpuasa dan mendirikan salat malam dengan penuh keimanan serta mengharap rida Allah Swt., akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Namun, beliau menegaskan bahwa ganjaran tersebut diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar melaksanakan puasa sebagai kewajiban dan menjalankan ibadah malam dengan kesungguhan.

Beliau juga menekankan pentingnya istikamah dalam beribadah. Amalan yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten dinilai lebih baik daripada amalan berat yang hanya dilakukan di awal Ramadan. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar semangat beribadah tidak hanya kuat di hari-hari pertama, melainkan terus dijaga hingga akhir bulan demi memperoleh keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis.

Selain itu, Syekh Basyir menyampaikan beberapa keutamaan Ramadan bagi umat Nabi Muhammad saw. Keutamaan tersebut di antaranya adalah bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah Swt. daripada minyak kasturi, dibelenggunya setan dan jin kafir sehingga memudahkan umat untuk berbuat kebaikan, serta puasa yang menjadi jalan menuju surga. Disebutkan pula bahwa pintu surga dibuka selebar-lebarnya bagi seorang muslim yang wafat pada bulan Ramadan.

Keutamaan lainnya adalah pengampunan dosa pada malam Lailatulqadar. Beliau mengibaratkannya seperti seorang pekerja yang menerima gaji di akhir masa kerjanya. Penghapusan dosa juga berlaku di antara waktu salat fardu, di antara dua salat Jumat, hingga periode tahunan.

“Di antara dua Ramadan, dosa-dosa kecil kita bisa dihapuskan jika kita menyempurnakan Ramadan dengan baik,” jelasnya.

Menutup ceramahnya, Syekh Basyir Ali mengajak jemaah untuk memaksimalkan Ramadan dengan sungguh-sungguh karena tidak ada yang dapat memastikan pertemuan dengan Ramadan di tahun berikutnya. Beliau turut mendoakan seluruh jemaah agar senantiasa diberi kebaikan dan keberkahan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Masjid Islamic Center UAD serta Muhammadiyah atas kontribusinya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi umat. Harapannya, keberkahan senantiasa mengalir kepada para pendiri dan seluruh sivitas akademika.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Ahmad Dahlan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual sivitas akademika selama bulan Ramadan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Syekh-Basyir-Ali-pemateri-cerawah-tarawih-RDK-1447-H-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-26 09:28:352026-02-26 09:28:35Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan

Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi

25/02/2026/in Terkini /by Ard

Adnan Tsani Fadli mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan peluang beasiswa bagi siswa MAN 4 Bantul (Foto. Mawar)

Adnan Tsani Fadli, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), melaksanakan kegiatan Mudik Sekolah di MAN 4 Bantul, pada 30 Januari 2026. Ia menjelaskan, “Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi saya dalam menyebarluaskan informasi mengenai universitas kebanggaan saya sekaligus menambah pengalaman di bidang public speaking,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adnan memaparkan berbagai informasi penting tentang UAD, mulai dari prestasi yang telah diraih, jalur pendaftaran mahasiswa baru, ragam program studi yang tersedia, hingga berbagai skema beasiswa yang ditawarkan. Ia berupaya memberikan gambaran menyeluruh agar siswa MAN 4 Bantul memiliki referensi yang jelas dalam merencanakan pendidikan tinggi mereka.

Adnan menuturkan bahwa program Mudik Sekolah menjadi sarana efektif untuk menjembatani informasi antara perguruan tinggi dan siswa sekolah menengah. “Saya ingin menyebarluaskan informasi mengenai UAD, khususnya terkait banyaknya beasiswa yang ditawarkan, agar teman-teman yang memiliki keterbatasan finansial tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti data bahwa persentase lulusan S1 di Indonesia pada tahun 2024 masih berada di angka 4,25 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi. Melalui kegiatan Mudik Sekolah, Adnan berharap dapat turut berkontribusi dalam mendongkrak persentase lulusan sarjana di Indonesia sekaligus membuka wawasan siswa tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Adnan-Tsani-Fadli-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-peluang-beasiswa-bagi-siswa-MAN-4-Bantul-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-25 10:29:192026-02-25 10:29:19Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi
Page 10 of 586«‹89101112›»

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Lolos Seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 Cabang Bola Voli Pantai02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis02/04/2026
  • Pesan Mendalam Ekologi dalam Surah Ar-Rahman02/04/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Gizi Seimbang di Batur Lor01/04/2026
  • Memaknai Lailatul Qadar melalui Al-Qur’an01/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top