• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator

06/08/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tingkatkan kesiapsiagaan darurat melalui pelatihan keselamatan pengoperasian elevator (Foto. BSP UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan PT Kone Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator pada 28–29 Juli 2026 sebagai bagian dari komitmen penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh 70 tenaga kependidikan UAD yang terdiri atas petugas keamanan (satpam) dan teknisi.

Pelatihan ini diinisiasi sebagai respons terhadap pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, seperti kebakaran, gempa bumi, maupun insiden penumpang yang terjebak di dalam lift. Materi yang diberikan meliputi pemeriksaan visual dan fungsi keselamatan di sekitar lift serta di dalam sangkar lift, pengenalan mode operasi lift yang mencakup normal rescue, technical rescue, dan emergency rescue, serta prosedur keselamatan di dalam maupun di sekitar lift.

Kepala Biro Sarana dan Prasarana UAD, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IP., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketenangan dan kemampuan mengendalikan kepanikan menjadi faktor penting dalam menangani situasi darurat.

“Ketenangan hati dan tidak panik sangat dibutuhkan saat menangani keadaan darurat seperti terjebak di dalam lift. Untuk mendapatkan ketenangan diperlukan pengetahuan dan kebiasaan dalam menangani kejadian yang sedang berlangsung. Karena itu, pelatihan ini penting sebagai penyegaran bagi tenaga kependidikan UAD,” ujarnya.

Rangkaian pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama, yakni pendalaman teori keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta simulasi praktik yang dipandu langsung oleh tim Safety Operational PT Kone Indonesia. Pada sesi praktik, peserta melakukan simulasi penyelamatan penumpang yang terjebak (trapped passenger rescue), termasuk penerapan prosedur normal rescue dan technical rescue.

Melalui pelatihan yang dilaksanakan secara berkala ini, UAD berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dalam penanganan keadaan darurat sekaligus memastikan seluruh fasilitas gedung beroperasi sesuai standar keselamatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-tingkatkan-kesiapsiagaan-darurat-melalui-pelatihan-keselamatan-pengoperasian-elevator-Foto.-BSP-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 09:43:082026-08-06 09:43:08UAD Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator

Tim UAD Kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive Berbasis Nilam untuk Terapi PPOK

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive berbasis nilam untuk terapi PPOK (Foto. Haris Setiawan)

Paparan asap rokok masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat. Berbagai senyawa toksik yang terkandung dalam asap rokok dapat memicu kerusakan saluran pernapasan, meningkatkan stres oksidatif, serta menyebabkan inflamasi kronis yang berujung pada berbagai penyakit, seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), kanker paru, penyakit kardiovaskular, hingga penurunan kualitas hidup. Bahkan, PPOK saat ini menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di dunia, dengan sebagian besar kasus dipicu oleh paparan asap rokok aktif maupun pasif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian dampak rokok tidak hanya memerlukan upaya pencegahan, tetapi juga inovasi terapi yang lebih efektif.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap tingginya angka penyakit akibat asap rokok, tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi penelitian yang berfokus pada pengembangan terapi inovatif berbasis bahan alam Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 di Laboratorium Struktur Fisiologi dan Tumbuhan, Laboratorium Struktur dan Fisiologi Hewan, Laboratorium Teknologi Farmasi, serta Laboratorium Biologi Farmasi UAD, Yogyakarta.

Tim peneliti terdiri atas M. Faiz Hasan (Program Studi Biologi), Muhammad Rifqi Rahadi, Jenny Reinita, dan Diva Iedhari Nisa (Program Studi Farmasi), serta Khayru Diaz Ravikhasyah Untoro (Program Studi Biologi) dengan dosen pendamping Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc.

Melalui penelitian tersebut, tim mengembangkan formulasi nanomucoadhesive minyak atsiri daun nilam (Pogostemon cablin) terinkorporasi kitosan sebagai sistem penghantaran obat inhalasi (lung-directed drug delivery) untuk terapi PPOK. Inovasi ini memanfaatkan kandungan patchouli alcohol pada minyak atsiri daun nilam yang memiliki aktivitas antiinflamasi, kemudian dikombinasikan dengan kitosan sebagai polimer mucoadhesive untuk meningkatkan waktu retensi obat pada mukosa paru, melindungi senyawa aktif dari degradasi, serta meningkatkan efektivitas penghantaran obat langsung ke jaringan paru-paru.

Melalui inovasi tersebut, tim berharap dapat menghadirkan alternatif terapi PPOK yang lebih efektif dengan penggunaan dosis yang lebih rendah dan efek samping yang lebih minimal dibandingkan terapi konvensional. Penelitian ini juga diharapkan mampu menunjukkan potensi besar pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia melalui pendekatan nanoteknologi modern dalam pengembangan terapi penyakit pernapasan.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-Inhalasi-Nanomucoadhesive-berbasis-nilam-untuk-terapi-PPOK-Foto.-Haris-Setiawan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 09:36:162026-08-10 10:40:28Tim UAD Kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive Berbasis Nilam untuk Terapi PPOK

Fredo: Bukan Tentang Siapa Paling Hebat

06/08/2026/in Feature /by Ard

Fredo Meical Cibro wisudawan berprestasi bidang akademik periode IV tahun 2026 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Fredo)

Berawal dari keinginan sederhana untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, Fredo Meical Cibro, putra Nelson Cibro dan Resni Banurea, kini berhasil menorehkan prestasi sebagai Wisudawan Berprestasi Bidang Akademik Periode IV Tahun 2026 Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Mahasiswa Biologi dengan IPK 3,60 itu telah menorehkan berbagai prestasi selama menempuh pendidikan di UAD. Di antaranya   Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional Bertajuk Kompetisi Sains Pelajar Se-Indonesia (KSPI) Bidang Sejarah (2023), Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional Bertajuk Kompetisi Sains Pelajar Se-Indonesia (KSPI) Bidang Bahasa Indonesia (2023), Lolos Pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sebagai Tim Pelaksana BEM FAST Kampung Iklim (2024), Finalis Abdidaya Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sebagai Tim Pelaksana BEM FAST Kampung Iklim (2024), Penulis Artikel Pertama yang dipublikasikan pada Jurnal UMS terindeks SINTA 3 (2026), Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional CEMPITA Bidang Teknologi (2024), Juara II Lomba Esai Gebyar Nasional Essay Siswa dan Mahasiswa 2 (GENESIS 2) Bidang Teknologi (2024), Harapan III Lomba Semarak Esai Pemuda Nasional I Bidang Teknologi (2024), Best Supporter Lomba Semarak Esai Pemuda Nasional I Bidang Teknologi (2024), dan Medali Perak Kompetisi Sains Pelajar Se-Indonesia (KSPI) Bidang Sejarah (2025).

Dari seluruh capaian tersebut, pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika berhasil memperoleh pendanaan PPK Ormawa. Program yang dijalankan selama satu tahun itu menjadi ruang belajar yang penuh tantangan dan dinamika. Di sisi lain, keberhasilannya menerbitkan jurnal ilmiah secara mandiri juga menjadi pencapaian yang sangat berarti karena seluruh proses bergantung pada kedisiplinan dan kerja keras dirinya sendiri.

Di balik berbagai prestasi itu, Fredo mengaku bahwa motivasi awalnya sangat sederhana. Ia hanya ingin mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Seiring waktu, semangatnya tumbuh setelah melihat banyak teman, khususnya penerima beasiswa KIP- Kuliah, berhasil mengukir prestasi dan tampil di media sosial UAD.

Meski demikian, perjalanan menuju prestasi tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar justru datang dari dalam dirinya sendiri. Fredo mengakui bahwa ia merupakan pribadi yang mudah berubah suasana hati sehingga kerap kesulitan menjaga konsistensi.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia memiliki cara sederhana namun efektif. Ketika semangatnya mulai menurun, ia membuka media sosial dan melihat perjuangan teman-temannya yang terus berkarya. Baginya, melihat orang lain berusaha menjadi versi terbaik dirinya mampu membangkitkan motivasi untuk kembali melangkah.

Menariknya, Fredo tidak menyebut satu nama tertentu sebagai sosok yang paling berjasa dalam keberhasilannya. Selain orang tua dan keluarga, ia justru merasa terinspirasi oleh banyak orang di sekitarnya.

“Sosok yang paling berperan adalah semua orang yang berusaha menjadi versi terbaik dirinya sendiri dan membagikan proses perjuangannya. Dari mereka saya belajar bahwa setiap orang memiliki perjuangan masing-masing dan itu menjadi motivasi bagi saya,” tuturnya.

Dalam menjalani setiap proses, Fredo selalu berusaha belajar dari kesalahan, menyusun perencanaan yang matang, serta tidak ragu bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman. Menurutnya, kemampuan untuk terus belajar merupakan kunci agar seseorang tidak berhenti berkembang.

Fredo telah menyiapkan sejumlah target. Dalam waktu dekat, Fredo berencana mengikuti kursus bahasa Inggris secara luring dan menunggu hasil seleksi Magang Hub. Apabila belum memperoleh kesempatan tersebut, ia akan mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi magister melalui beasiswa di luar negeri.

Bagi Fredo, prestasi bukan semata-mata tentang penghargaan atau pengakuan. Ia memaknai kesuksesan sebagai keberanian untuk memberikan usaha terbaik dan memenangkan pertarungan melawan diri sendiri.

“Ketika saya sudah berjuang dan mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin, bagi saya itulah kesuksesan. Apa pun hasil akhirnya, saya merasa sudah berhasil mengalahkan diri saya sendiri,” katanya.

Selama menempuh studi di UAD, Fredo juga memperoleh pelajaran hidup yang sangat berharga, yaitu tidak pernah meremehkan siapa pun. Ia menyadari bahwa setiap orang memiliki potensi dan perjalanan yang berbeda. Karena itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada teman-temannya yang tetap menerima, mendukung, dan membersamainya, bahkan ketika ia berada pada titik terburuk dalam hidupnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang tetap sabar dan mau menerima saya, bahkan ketika saya belum menjadi pribadi yang baik. Dukungan mereka membuat saya terus berkembang hingga seperti sekarang,” ungkapnya.

Fredo berharap UAD terus meningkatkan ruang kolaborasi dengan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa secara optimal. Ia juga berharap adanya kesetaraan dalam penerapan kebijakan bagi mahasiswa non-Islam di seluruh fakultas sehingga setiap mahasiswa memperoleh perlakuan yang adil sesuai ketentuan yang berlaku.

Kisah Fredo Meical Cibro menjadi pengingat bahwa prestasi tidak selalu lahir dari langkah yang besar. Berawal dari keinginan sederhana untuk memanfaatkan waktu luang, ia membuktikan bahwa kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri mampu mengantarkan seseorang meraih pencapaian terbaik. Sebab, kemenangan yang sesungguhnya bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan berhasil menjadi pribadi yang lebih baik dari diri sendiri setiap harinya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fredo-Meical-Cibro-wisudawan-berprestasi-bidang-akademik-periode-IV-tahun-2026-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Fredo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 09:25:022026-08-06 09:25:02Fredo: Bukan Tentang Siapa Paling Hebat

UAD Lantik Dekan Periode 2026–2030

04/08/2026/in Terkini /by Ard

 

Pelantikan Dekan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode 2026-2030 (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan pelantikan dekan masa jabatan 2026–2030 pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Ruang Amphitarium Kampus IV. Pelantikan tersebut menjadi momentum estafet kepemimpinan akademik dalam mengarahkan pengembangan fakultas selama lima tahun ke depan.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para dekan periode 2022–2026 atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat kepada para dekan yang baru dilantik serta berharap mereka mampu menjalankan amanah dengan baik.

“Terima kasih atas pengabdian dan kerja kerasnya selama ini. Dan tentu selamat untuk teman-teman, semoga dapat mengemban amanah dan bisa melakukan perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Prof. Irwan menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan, kejujuran, dan keteguhan pendirian. Selain itu, kepemimpinan juga perlu dibangun melalui komunikasi yang mengedepankan prinsip saling memanusiakan, saling memuliakan, dan saling mengingatkan.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menegaskan bahwa pelantikan dekan bukan sekadar pergantian jabatan struktural, melainkan estafet kepemimpinan akademik yang akan menentukan arah perkembangan fakultas dan universitas. Ia turut menyampaikan penghargaan kepada para dekan periode sebelumnya atas dedikasi yang telah berkontribusi dalam peningkatan mutu akademik UAD.

Dalam sambutannya, Prof. Muchlas mengajak para dekan untuk mewujudkan visi UAD sebagai Community Services University melalui lima agenda strategis, yakni transformasi caturdarma perguruan tinggi yang terintegrasi dan berdampak, pembangunan budaya akademik yang unggul dan adaptif, penguatan riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia, peningkatan reputasi dan jejaring internasional, serta tata kelola fakultas yang profesional, berkelanjutan, dan berintegritas.

“Jabatan yang Bapak dan Ibu emban bukan sekadar amanah administratif, melainkan amanah intelektual, amanah moral, dan amanah peradaban,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh dekan menghadirkan kepemimpinan yang kolaboratif, melayani, dan mampu menjadi teladan bagi sivitas akademika.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., turut menyampaikan ucapan selamat kepada para dekan yang baru dilantik. “Para dekan harus mampu mengayomi seluruh sivitas akademika dengan berlandaskan nilai-nilai kepemimpinan Muhammadiyah,” ujarnya.

Pelantikan dekan masa jabatan 2026–2030 diharapkan menjadi awal kepemimpinan baru yang semakin memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas caturdarma perguruan tinggi, serta membawa UAD semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelantikan-Dekan-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-periode-2026-2030-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-04 13:04:282026-08-04 13:04:28UAD Lantik Dekan Periode 2026–2030

UAD Kembangkan Program Sekolah Aman Digital bagi Guru PAUD ‘Aisyiyah

04/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan program sekolah aman digital bagi guru PAUD ‘Aisyiyah (Foto. Tim Dosen UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan Program Sekolah Aman Digital bagi guru PAUD ‘Aisyiyah di bawah naungan Majelis PAUDDASMEN PCA Banguntapan Selatan selama Februari hingga Juni 2026. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan era digital melalui penguatan literasi kecerdasan buatan artificial intelligence (AI), perlindungan konsumen digital, keamanan data anak, serta pengasuhan anak usia dini.

Program dipimpin oleh Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum., bersama Dr. Riana Mashar, M.Si., Psi., dan Ir. Sri Winiarti, S.T., M.Cs. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari bidang hukum, pendidikan anak usia dini, dan teknologi informasi sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin.

Program tersebut dilatarbelakangi meningkatnya penggunaan teknologi digital, aplikasi pembelajaran, video daring, hingga platform berbasis AI dalam kehidupan anak usia dini. Namun, perkembangan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan guru dan orang tua dalam memahami berbagai risiko digital, seperti paparan konten yang tidak sesuai usia, iklan tersembunyi, pembelian dalam aplikasi, pengumpulan data pribadi anak, hingga potensi manipulasi algoritma.

Melalui pelatihan yang diberikan, guru PAUD dibekali pemahaman mengenai perlindungan konsumen digital, pedagogi penggunaan media digital untuk anak usia dini, serta literasi dan etika AI. Peserta juga diajak menganalisis aplikasi pembelajaran, mengenali praktik digital yang berisiko, dan menyusun panduan praktis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman secara digital.

Salah satu luaran program ini ialah penyusunan Kurikulum Mini PAUD Aman Digital dan SOP Keamanan Digital PAUD. Kedua dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi satuan PAUD dalam mengatur penggunaan gawai, memilih aplikasi pembelajaran yang aman, melindungi data pribadi anak, serta menangani potensi insiden digital di lingkungan sekolah.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti program. Pemahaman guru mengenai konsep AI meningkat dari 92 persen menjadi 100 persen, literasi digital dari 95 persen menjadi 100 persen, pedagogi PAUD dari 94 persen menjadi 100 persen, kesadaran terhadap risiko digital dari 85 persen menjadi 100 persen, serta aspek hukum dan perlindungan anak meningkat dari 55 persen menjadi 90 persen.

Ketua tim pengabdian, Dr. Norma Sari, menjelaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pendidik sekaligus pelindung anak di ruang digital. Menurutnya, pemanfaatan AI dan teknologi pendidikan harus selalu memperhatikan aspek keamanan, etika, perlindungan anak, dan kesadaran sebagai konsumen digital sehingga penggunaannya tetap sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Program ini juga mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya prinsip itqan, yang menekankan pentingnya bekerja secara tepat, terarah, jelas, dan tuntas. Nilai tersebut diterapkan dalam tata kelola pendidikan yang bertanggung jawab, perlindungan anak, serta pembentukan budaya sekolah yang aman dan beretika.

Ke depan, Program Sekolah Aman Digital diharapkan dapat direplikasi di TK ABA lainnya, baik di wilayah Banguntapan Selatan maupun di jaringan PAUD ‘Aisyiyah yang lebih luas. Dengan dukungan kurikulum mini, SOP keamanan digital, serta guru yang telah mendapatkan pelatihan, program ini diharapkan menjadi model penguatan literasi AI dan perlindungan anak usia dini di lingkungan pendidikan.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-program-sekolah-aman-digital-bagi-guru-PAUD-‘Aisyiyah-Foto.-Tim-Dosen-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-04 12:43:432026-08-10 10:40:20UAD Kembangkan Program Sekolah Aman Digital bagi Guru PAUD ‘Aisyiyah

Farmasi UAD Perkenalkan Dagusibu ke Komunitas Muslim di Pulau Jeju Korsel

03/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan Dagusibu ke komunitas muslim di Pulau Jeju Korea Selatan (Foto. Tim PKM Farmasi UAD)

Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si., menggelar edukasi kesehatan secara daring bagi komunitas Muslim di Pulau Jeju, Korea Selatan, pada 15 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai konsep Dagusibu (Mendapatkan, Menggunakan, Menyimpan, dan Membuang Obat dengan Benar) sebagai upaya mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.

Pada tahap awal, edukasi difokuskan pada dua aspek utama, yaitu cara mendapatkan dan menggunakan obat dengan benar. Sementara itu, materi mengenai penyimpanan dan pembuangan obat direncanakan akan disampaikan melalui kegiatan luring.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pengelolaan obat yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iis.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan pentingnya memperoleh obat dari fasilitas kesehatan resmi, seperti apotek, rumah sakit, atau penyedia layanan kesehatan berlisensi, guna menjamin kualitas, keamanan, dan khasiat obat. Peserta juga diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, serta nomor registrasi sebelum menggunakan obat.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai penggunaan obat secara rasional, di antaranya dengan mengikuti aturan dosis yang dianjurkan, menyelesaikan pengobatan sesuai resep, serta menghindari penggunaan obat hanya berdasarkan rekomendasi teman atau keluarga tanpa konsultasi tenaga kesehatan.

Meskipun komunitas Muslim di Jeju memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang modern, praktik swamedikasi masih banyak dilakukan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi Dagusibu agar masyarakat lebih memahami pengelolaan obat yang benar dan mampu menghindari kesalahan penggunaan obat.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan obat saat bepergian, penyimpanan obat selama perjalanan, serta penanganan penyakit ringan yang sering muncul akibat perubahan musim. Diskusi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi warga Indonesia yang tinggal di luar negeri dalam mengelola kesehatan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Tim PkM Farmasi UAD berharap konsep Dagusibu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat terkait penggunaan obat. Selain itu, pemanfaatan platform digital dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi kesehatan hingga masyarakat Indonesia di luar negeri, sehingga informasi mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional dapat diakses tanpa terbatas oleh jarak geografis.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-Dagusibu-ke-komunitas-muslim-di-Pulau-Jeju-Korea-Selatan-Foto.-Tim-PKM-Farmasi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 09:15:492026-08-10 10:40:13Farmasi UAD Perkenalkan Dagusibu ke Komunitas Muslim di Pulau Jeju Korsel

Magister Manajemen UAD Bangun Mindset Youngpreneur Generasi Z

03/08/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Magister Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar seminar bertajuk Youngpreneur for Impact (Foto. Magister Manajemen UAD)

Program Studi Magister Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan seminar bertajuk Youngpreneur for Impact: Innovate, Create, Sustain pada Kamis, 23 Juli 2026, di Aula Islamic Center Kampus IV UAD. Seminar yang mengusung tema Membangun Mindset Youngpreneur, Generasi Z Siap Sukses di Era 5.0 ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) dan bekerja sama dengan IMM PBII serta IMM JP MIPA UAD.

Dosen pembimbing Magister Manajemen UAD, Dr. Aftoni Sutanto, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Magister Manajemen UAD. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus upaya memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Melalui PRODAMAT, mahasiswa dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pelaku UMKM maupun para entrepreneur, untuk memberdayakan masyarakat sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan,” ujar Aftoni. Ia kemudian membuka seminar secara resmi.

Pada sesi pertama, Dr. Purwoko, M.M., memaparkan materi mengenai peran PRODAMAT dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pengembangan potensi dan kemandirian generasi muda menjadi kunci dalam mendorong inovasi, kreativitas, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi dan semangat gotong royong juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan sejahtera.

Dr. Purwoko juga menyoroti perkembangan dunia kewirausahaan di era Society 5.0 yang ditandai dengan perubahan perilaku konsumen dari sistem konvensional menuju digital. Menurutnya, kemajuan teknologi membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan bisnis berbasis digital.

“Marketplace menjadi salah satu inovasi teknologi yang memudahkan masyarakat memperoleh barang berkualitas secara lebih efisien. Namun, sebagian konsumen masih memilih berbelanja secara langsung di toko sesuai kebutuhannya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital,” jelasnya.

Sementara itu, Yusuf Abdillah Suroso, S.M., menyampaikan materi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya keuntungan, tetapi juga kemampuan dalam mengelola arus kas secara baik.

Menurut Yusuf, pencatatan keuangan yang dilakukan secara rutin, baik secara manual maupun digital, akan membantu pelaku usaha mengontrol pemasukan dan pengeluaran sehingga kondisi keuangan bisnis tetap sehat. Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai mampu mempermudah proses pencatatan dan pelaporan keuangan secara lebih efektif.

Melalui seminar ini, Magister Manajemen UAD berharap dapat menumbuhkan mindset kewirausahaan di kalangan Generasi Z sekaligus membekali peserta dengan wawasan mengenai peluang bisnis digital dan pentingnya pengelolaan keuangan sebagai bekal menghadapi tantangan di era Society 5.0.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Magister-Manajemen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-seminar-bertajuk-Youngpreneur-for-Impact-Foto.-Magister-Manajemen-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 09:06:032026-08-03 09:06:03Magister Manajemen UAD Bangun Mindset Youngpreneur Generasi Z

Mahasiswa MPBI UAD Ajak Santri TPA Sidikan Belajar Bahasa Inggris

03/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa MPBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi santri TPA Sidikan bahasa Inggris (Foto. Tim Prodamat MPBI UAD)

Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) melalui kegiatan bertema “Let’s Speak English! Belajar Bahasa Inggris Praktis dan Menyenangkan untuk Santri TPA Sidikan” pada Selasa dan Rabu, 28–29 Juli 2026. Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris santri melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut melibatkan lima mahasiswa MPBI UAD, yakni Revi Ardita, Rinda Nastopiya, Khairun Nisa, Mochammad Abrorrudin, dan Muhammad Taufiq Ulinuha. Selama dua hari, mereka mendampingi puluhan santri TPA Sidikan dalam mengenal kosakata dan ungkapan dasar bahasa Inggris yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Acara dibuka oleh dosen pembimbing PRODAMAT, Akmal, bersama Direktur TPA Sidikan, Santi. Dalam sambutannya, Akmal mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, PRODAMAT tidak hanya menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi para santri sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan kompetensi akademiknya di tengah masyarakat,” ujar Akmal.

Sementara itu, Santi menyambut baik pelaksanaan PRODAMAT di TPA Sidikan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena materi disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa MPBI UAD yang telah memilih TPA Sidikan sebagai lokasi kegiatan. Semoga anak-anak semakin percaya diri untuk mengenal dan belajar bahasa Inggris sejak dini,” kata Santi.

Selama pelaksanaan kegiatan, para santri mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran secara aktif dan antusias. Mahasiswa MPBI UAD menerapkan metode belajar yang komunikatif, praktis, dan menyenangkan sehingga peserta lebih mudah memahami materi sekaligus berani mempraktikkan kosakata dan ungkapan dasar bahasa Inggris.

Melalui PRODAMAT, mahasiswa MPBI UAD kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri santri dalam belajar bahasa Inggris sejak dini sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pendekatan yang interaktif.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-MPBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-santri-TPA-Sidikan-bahasa-Inggris-Foto.-Tim-Prodamat-MPBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:58:482026-08-10 10:39:59Mahasiswa MPBI UAD Ajak Santri TPA Sidikan Belajar Bahasa Inggris

PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Terapkan Alur Satu Meja

03/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih kader terapkan alur satu meja (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melanjutkan rangkaian Program HAMEMAYU WARASING DESA dengan menggelar Pelita Kader Pertemuan 6. Mengusung materi One Stop Service, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Acara ini dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Agung, Dosen Pembimbing Drs. Hadi Sasongko, M.Si., kader kesehatan setempat, serta Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM FKM UAD. Dalam sambutannya, Agung mengapresiasi konsistensi pelatihan yang telah meningkatkan kompetensi kader ini. Beliau berharap materi One Stop Service dapat segera diterapkan sehingga pelayanan skrining masyarakat menjadi lebih efektif, efisien, dan terintegrasi.

Drs. Hadi Sasongko, M.Si. selaku Dosen Pembimbing turut menekankan urgensi sistem pelayanan yang terintegrasi. Beliau menjelaskan bahwa inovasi One Stop Service memungkinkan masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara sistematis, cepat, dan mudah dalam satu alur, yang pada akhirnya juga mengefektifkan kerja kader di lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi, dan praktik simulasi. Tim mahasiswa memaparkan konsep alur pelayanan satu meja yang mencakup registrasi, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah dan GCU (Glukosa, Kolesterol, Asam Urat), analisis risiko, pemberian edukasi, hingga proses rujukan jika ditemukan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM).

Para kader kemudian mempraktikkan langsung pembagian peran pada setiap tahapan pelayanan tersebut. Praktik ini juga mencakup integrasi pencatatan data pada aplikasi SI-WARAS dengan pendampingan langsung dari tim mahasiswa. Diselingi sesi ice breaking yang interaktif, kegiatan ditutup dengan post-test yang hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader.

Penerapan model One Stop Service ini diharapkan mampu mengoptimalkan deteksi dini, edukasi, dan tindak lanjut risiko PTM, serta secara umum meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis kader di Kalurahan Caturharjo. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-latih-kader-terapkan-alur-satu-meja-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:52:052026-08-10 10:39:53PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Terapkan Alur Satu Meja

Gerakan Shadaqah Sampah: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Kesehatan Lingkungan

03/08/2026/in Feature /by Ard

Nur Aina Azizah., S.K.M., Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Penulis Nur Aina Azizah., S.K.M.

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Sampah masih menjadi salah satu persoalan kesehatan lingkungan yang paling nyata di Indonesia. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat mencemari sungai, menyumbat saluran air, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diare dan demam berdarah. Karena itu, persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sekadar urusan kebersihan, melainkan sudah menyangkut kesehatan masyarakat secara luas.

Persoalan sampah sesungguhnya bukan hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola limbah, tetapi juga cara pandang manusia terhadap lingkungan. Selama sampah dianggap sebagai sesuatu yang selesai ketika dibuang, persoalan itu akan terus berulang. Yang dibutuhkan bukan sekadar teknologi, melainkan perubahan perilaku.

Di tengah persoalan tersebut, Muhammadiyah menghadirkan ikhtiar yang berbeda melalui Gerakan Shadaqah Sampah Berbasis Eco-Masjid Indonesia. Dalam gerakan ini, sampah tidak dipandang semata-mata sebagai limbah, melainkan dikumpulkan, dipilah, dan dijual, lalu hasilnya disalurkan untuk kegiatan sosial serta pemberdayaan umat.

Gerakan yang dirintis Ananto Isworo sejak 2013 di Bantul, Yogyakarta, ini kembali mendapat sorotan setelah ia dianugerahi Kalpataru 2026 kategori Perintis Lingkungan. Penghargaan tertinggi pemerintah di bidang lingkungan hidup itu menegaskan bahwa pendekatan berbasis masjid ini bukan sekadar gagasan, melainkan ikhtiar nyata yang memberi dampak.

Cara kerjanya sederhana. Warga memilah sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng dari rumah, lalu membawanya ke masjid sebagai bentuk shadaqah. Dari titik kumpul yang sederhana itulah gerakan ini tumbuh dan meluas ke berbagai daerah.

Menurut Ananto, sebagaimana dikutip dari Muhammadiyah.or.id, pendekatan penanganan sampah dapat dilakukan melalui jalur keagamaan dan rumah ibadah. Ia menyebut gerakan ini telah direplikasi oleh ratusan komunitas, dengan sekitar 532 komunitas di Bantul dan menyebar hingga sekitar 300 masjid di seluruh Indonesia.

Bagi Muhammadiyah, menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan teknis kesehatan, melainkan bagian dari ibadah, amanah, dan tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di bumi. Lingkungan yang sehat diyakini menjadi kunci lahirnya masyarakat yang sehat pula, sehingga nilai-nilai Islam perlu hadir dalam perilaku nyata, mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan udara, sanitasi, hingga pencegahan pencemaran.

Yang membuat gerakan ini istimewa adalah Landasan nilainya. Dalam Islam, shadaqah tidak selalu berbentuk uang; setiap kebaikan yang memberi manfaat bagi orang lain juga bernilai shadaqah. Karena itu, memilah sampah dan merawat lingkungan dapat dipahami sebagai amal saleh. Dakwah pun tidak berhenti di mimbar, tetapi hadir melalui tindakan nyata yang manfaatnya langsung dirasakan warga.

Muhammadiyah menjadikan masjid sebagai pusat gerakan karena tempat inilah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari sana lahir kebiasaan baru seperti memilah sampah dari rumah, membawanya ke masjid, lalu bersama-sama membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah.

Dampaknya tidak hanya terasa pada aspek lingkungan. Hasil penjualan sampah di berbagai daerah dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan remaja masjid, membantu biaya pendidikan anak-anak, hingga membiayai program sosial. Di sejumlah komunitas, penggunaan mesin pencacah sampah juga meningkatkan nilai jual sampah sehingga manfaat ekonominya semakin besar.

Dari sisi kesehatan lingkungan, gerakan ini membantu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir atau mencemari sungai. Gerakan ini juga membiasakan warga memilah sampah sejak dari sumbernya, sebuah langkah kecil yang menjadi fondasi penting dalam sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, pengelolaan sampah sejak dari sumber merupakan salah satu strategi promotif dan preventif yang efektif. Ketika masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah, risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ananto sendiri menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama. Baginya, semua ini dijalankan karena “bumi adalah amanah dari Allah yang harus dijaga”. Dari selembar kardus bekas hingga botol plastik yang dipilah, gerakan ini membuktikan bahwa dakwah bisa hadir lewat aksi sederhana: mengubah sampah menjadi shadaqah, sekaligus mengubah kepedulian lingkungan menjadi budaya hidup yang diakui secara nasional.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nur-Aina-Azizah.-S.K.M.-Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:49:472026-08-10 10:28:58Gerakan Shadaqah Sampah: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Kesehatan Lingkungan
Page 6 of 623«‹45678›»

TERKINI

  • 15 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat24/08/2026
  • Respons Cepat Pasca-Gempa, Mahasiswa KKN UAD Bantu Warga Cunca Wulang24/08/2026
  • Tim PPK Ormawa RDC UAD Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantul24/08/2026
  • UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 202624/08/2026
  • UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire20/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026
  • Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD18/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top