• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Luluskan Doktor ke-15 Melalui Riset Edukasi Vaksin Covid-19

09/08/2026/in Terkini /by Ard

Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Itoshiko).jpg

Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali meluluskan doktor baru. apt. Eka Wuri Handayani, M.P.H. sukses menjalani Sidang Promosi Doktor pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ujian akademik ini dilangsungkan di Ruang Auditorium A Lantai 3, Kampus III UAD.

Dalam sidang tersebut, Eka Wuri mempertahankan disertasi yang berfokus pada perancangan media intervensi kesehatan masyarakat. Disertasi yang diujikan tersebut mengangkat judul “Edukasi Berdasarkan Health Belief Model terhadap Pemberian Vaksin Covid-19 untuk Orang Tua dengan Anak Usia 6-11 Tahun: Sebuah Rancangan Media Intervensi”.

Melalui disertasinya, ia menyoroti bahwa cakupan vaksin COVID-19 pada anak secara global cenderung lebih rendah dibandingkan kelompok dewasa, dan anak usia 6-11 tahun sangat rentan menjadi sumber penularan. Oleh karena itu, ia mengembangkan intervensi edukasi berbasis Health Belief Model (HBM) melalui pendekatan design thinking yang menghasilkan media leaflet dan video, dengan potensi besar untuk meningkatkan persepsi positif dan kemauan orang tua dalam memberikan vaksinasi anak.

Pelaksanaan Sidang Promosi Doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. yang bertindak sebagai Ketua Sidang. Prosesi ini didampingi oleh tim promotor yang terdiri dari pakar UAD, Prof. Dr. apt. Dyah A. Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua selaku Pembimbing Utama, dan akademisi Universitas Padjadjaran, Fredrick Dermawan Purba, M.Psi., Ph.D., Psikolog, selaku Pembimbing Pendamping. Guna menguji validitas dan komprehensivitas riset yang dilakukan oleh kandidat, sidang promosi doktor ini turut menghadirkan dewan penguji ahli. Para penguji tersebut meliputi Prof. Dr. apt. Dwi Endarti, M.Sc. dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Siti Urbayatun, M.Si., Psi. dari Universitas Ahmad Dahlan.

Acara dilanjutkan dengan prosesi yudisium. Berdasarkan pembacaan berita acara dan hasil penilaian dewan penguji, Eka Wuri Handayani resmi dinyatakan lulus dengan nilai sidang A dan berhak meraih predikat “Dengan Pujian”.

Atas capaian ini, ia resmi menyandang gelar Doktor dan tercatat sebagai doktor ke-15 dari Fakultas Farmasi UAD. Setelah dinyatakan lulus, apt. Eka Wuri Handayani, M.P.H. sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikannya.

“Dari sini saya belajar bahwa ilmu itu tidak datang dengan mudah, ilmu itu datang dari kesabaran dan keteguhan diri,” ungkapnya dalam pesan dan kesan.

Kelulusan doktor baru ini semakin mengukuhkan kapasitas Fakultas Farmasi UAD dalam mencetak lulusan berprestasi akademik tinggi, yang sekaligus mampu merumuskan inovasi riset kefarmasian pada ranah intervensi dan edukasi kesehatan masyarakat Indonesia. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sidang-Promosi-Doktor-Program-Studi-Ilmu-Farmasi-Program-Doktor-S-3-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-09 08:00:012026-08-10 15:23:31Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Luluskan Doktor ke-15 Melalui Riset Edukasi Vaksin Covid-19

Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

08/08/2026/in Terkini /by Ard

BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Nasional (Foto. BEM FH UAD).jpg

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat: Mengawal RUU Perampasan Aset demi Keadilan Hukum, Integritas Politik, dan Kesejahteraan Ekonomi”. Bertempat di Ruang Audio Visual Muhammadiyah UAD pada Selasa, 4 Agustus 2026, kegiatan ini menghadirkan praktisi pemerintahan serta akademisi, yakni Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Hermawan, S.E., M.M. sebagai narasumber pertama dan Dekan FH UAD 2025-2026  Dr. Mufti Khakim, S.H., M.H. sebagai narasumber kedua untuk mengupas urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Indonesia.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FH UAD, Nurul Satria Abdi, S.H., M.H. Dalam penyampaiannya, Nurul menegaskan bahwa seminar ini merupakan wujud pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi yang berbasis pada nilai-nilai AIK.

“Motivasi utama kejahatan ekonomi adalah harta. Ketika pelaku menikmati hasil tindak pidana tersebut, penegakan hukum harus hadir untuk memutus akses penikmatan aset hasil kejahatan melalui TPPU hingga digagasnya RUU Perampasan Aset,” ujar Nurul.

Pengawalan terhadap RUU yang masih dalam proses pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi atau masukan naskah akademik guna mempercepat pengesahan undang-undang, dengan catatan bahwa aset yang dirampas kelak adalah milik negara, bukan uang rakyat. Rangkaian pembukaan juga disemarakkan dengan penampilan monolog oleh mahasiswi Program Studi Hukum angkatan 2025, Fasyrasessa Almusa, yang membawakan pesan mendalam mengenai integritas, kekuasaan, dan keadilan bernegara.

Pada sesi pertama, Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Hermawan, S.E., M.M., memaparkan materi bertajuk “Implikasi RUU Perampasan Aset terhadap Perekonomian Nasional – Studi Kebijakan Anti Korupsi di Pemkot Yogyakarta”. Wawan menekankan bahwa RUU ini hadir sebagai instrumen penting untuk melengkapi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan UU TPPU.

Dalam pemaparannya, Wawan menyoroti bahwa pendekatan pemberantasan korupsi di Indonesia selama ini terlalu berorientasi pada pemidanaan badan atau penjara, padahal fokus utama seharusnya diarahkan pada pemulihan kerugian keuangan negara.

“Banyak aset hasil korupsi tidak pernah kembali ke negara karena disembunyikan lintas negara, diatasnamakan pihak lain, atau baru terungkap setelah proses pidana berakhir. Akibatnya, negara sering kali berhasil menghukum pelaku secara fisik, namun belum tentu berhasil mengembalikan kerugian keuangan negara secara optimal,” jelas Wawan.

Ia menjelaskan bahwa kendala ini semakin rumit ketika pelaku meninggal dunia, melarikan diri, atau ketika alat bukti pidana tidak cukup padahal asal-usul aset tidak dapat dipertanggungjawabkan secara sah.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Dekan FH UAD periode 2025–2026 yang juga seorang Dosen Hukum Pidana FH UAD, Dr. Mufti Khakim, S.H., M.H., yang membawakan materi bertajuk “Urgensi RUU Perampasan Aset bagi Negara Darurat Korupsi”. Mufti memaparkan data lonjakan kasus korupsi yang dibarengi potensi kerugian negara bernilai fantastis, mulai dari puluhan triliun rupiah pada periode 2021 hingga 2023, bahkan melonjak drastis mencapai ratusan triliun rupiah pada tahun 2024.

“Tingkat pemulihan kerugian negara melalui pidana uang pengganti sejauh ini masih sangat minim dan berada di bawah delapan persen. Pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi sangat mendesak demi mematahkan tulang punggung finansial sindikat kejahatan serta memulihkan aset negara,” ungkap Mufti.

Dari tinjauan hukum, Mufti menjelaskan bahwa RUU Perampasan Aset mengimplementasikan konsep unexplained wealth melalui pendekatan in rem dan model civil forfeiture atau gugatan keperdataan. Pendekatan ini berfokus langsung pada objek aset yang diduga berasal dari tindak pidana, bukan pada dimensi orang atau pelakunya. Mekanisme perampasan aset tanpa pemidanaan atau non-conviction based asset forfeiture ini memungkinkan negara melakukan penyitaan secara cepat atau immediate confiscation dan menerapkan prosedur pembalikan beban pembuktian atau reversal of burden of proof, di mana pemilik aset wajib membuktikan bahwa hartanya diperoleh secara sah. Dengan begitu, penyitaan dan perampasan aset tetap dapat dilakukan meskipun tersangka meninggal dunia, melarikan diri, terganggu jiwanya dalam proses pembuktian, atau tidak ditemukannya ahli waris.

Ia juga memaparkan beberapa pasal kunci dalam draf RUU tersebut, seperti Pasal 5 ayat (2) poin a mengenai perampasan aset yang tidak seimbang dengan penghasilan atau sumber penambahan kekayaan, serta Pasal 6 ayat (1) yang merinci bahwa aset yang dapat dirampas bernilai paling sedikit seratus juta rupiah atau terkait ancaman pidana penjara empat tahun atau lebih. Seluruh proses perampasan aset nantinya wajib berjalan melalui empat tahapan sistematis, mulai dari penelusuran aset, pemblokiran oleh penyidik melalui perintah tertulis ke lembaga keuangan dengan batas waktu maksimal 30 hari dan dapat diperpanjang satu kali atas izin pengadilan negeri, penyitaan, hingga diakhiri dengan permohonan serta putusan perampasan resmi di pengadilan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BEM-Fakultas-Hukum-FH-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-Seminar-Nasional-Foto.-BEM-FH-UAD.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-08 09:00:162026-08-10 11:05:14Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 2026

08/08/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I lomba baca puisi Dahlan Culture Festival 2026 (Foto. Afra).jpg

Bakat dan ketekunan kembali mengantarkan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih prestasi membanggakan. Afra Husnayain Al Gholiyah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2024, berhasil meraih Juara I Lomba Baca Puisi dalam ajang Dahlan Culture Festival 2026 yang diselenggarakan pada 18 Juli 2026. Kompetisi tersebut diikuti oleh kader aktif Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Keberhasilan tersebut disambut Afra dengan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam. Baginya, penghargaan tersebut menjadi buah dari proses panjang sekaligus motivasi untuk terus berkarya di dunia seni sastra.

Dalam kompetisi tersebut, Afra membawakan puisi berjudul Sebuah Jaket Berlumur Darah karya penyair Taufiq Ismail. Puisi tersebut mengangkat tema perjuangan dan perlawanan terhadap penindasan, sekaligus menyuarakan semangat untuk membela kebenaran serta melanjutkan perjuangan para pahlawan. “Puisi ini mengajak kita untuk tidak tunduk pada tirani dan terus menjaga semangat perjuangan. Pesan itu yang ingin saya sampaikan kepada penonton melalui pembacaan puisi,” jelasnya.

Meski waktu persiapan terbilang singkat, sekitar satu minggu, Afra mampu memaksimalkan proses latihan berbekal pengalaman membaca puisi yang telah ditekuninya sejak sekolah dasar. Selama masa persiapan, ia lebih banyak melakukan bedah naskah untuk memahami makna setiap bait, melatih intonasi, serta mengatur tempo pernapasan agar pesan puisi dapat tersampaikan secara utuh. “Saya meluangkan waktu setiap hari untuk memahami isi puisi, melatih intonasi, dan mengatur napas supaya penjiwaan saat tampil bisa maksimal,” tuturnya.

Menurut Afra, tantangan terbesar yang dihadapi bukan terletak pada teknik membaca, melainkan mengendalikan emosi. Ia mengaku selalu larut dalam makna puisi yang dibawakan hingga kerap meneteskan air mata saat tampil.

“Saya sudah terbiasa sangat menghayati puisi yang saya baca, bahkan sering menangis. Tantangannya adalah mengontrol emosi agar suara tidak terlalu bergetar dan artikulasi tetap jelas. Saya mengatasinya dengan mengatur jeda napas di beberapa bait transisi sehingga emosi tetap tersampaikan tanpa mengganggu teknik vokal,” ungkapnya.

Bagi Afra, kekuatan utama yang mengantarkannya meraih Juara I adalah totalitas dalam menghidupkan setiap bait puisi. Kejujuran rasa yang ia tampilkan membuat penampilannya terasa lebih hidup dan mampu menyentuh hati dewan juri maupun penonton. “Saya merasa kekuatan utamanya ada pada penghayatan. Ketika benar-benar melebur dengan kepedihan dan semangat perjuangan dalam puisi tersebut, air mata mengalir secara alami. Mungkin kejujuran rasa itulah yang membuat penampilan saya lebih hidup,” katanya.

Prestasi tersebut semakin mengukuhkan komitmen Afra untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni sastra. Ia berpesan, “Untuk teman-teman mahasiswa UAD, jangan pernah ragu mengekspresikan diri melalui seni. Seni adalah tentang rasa, jadi sampaikanlah dengan hati. Teruslah berlatih, berani tampil, dan jadikan setiap panggung sebagai tempat belajar serta mencari pengalaman,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-I-lomba-baca-puisi-Dahlan-Culture-Festival-2026-Foto.-Afra.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-08 08:00:092026-08-10 11:04:45Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 2026

Di Balik Gelar Wisudawan Berprestasi, Ada Proses yang Tidak Mudah

07/08/2026/in Feature /by Ard

Adi Satria, wisudawan berprestasi bidang akademik periode IV tahun 20252026 dari Prodi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Adi).jpg

Bagi sebagian orang, wisuda menjadi penutup perjalanan di bangku kuliah. Namun bagi Adi Satria, momen itu justru menjadi ruang untuk menoleh sejenak ke belakang, mengingat setiap proses yang telah dilalui, setiap kegagalan yang pernah ditemui, hingga setiap kesempatan yang perlahan membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Di penghujung masa studinya sebagai mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), ia dinobatkan sebagai salah satu Wisudawan Berprestasi Bidang Akademik Periode IV Tahun 2025/2026.

Penghargaan tersebut bukanlah sesuatu yang pernah ia bayangkan sebelumnya. Ketika namanya diumumkan, rasa syukur menjadi hal pertama yang memenuhi benaknya.

“Saya merasa sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa memperoleh penghargaan ini. Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga buah dari doa, dukungan, dan kepercayaan banyak pihak, mulai dari orang tua, dosen, teman-teman, hingga lingkungan yang selalu mendorong saya untuk berkembang,” ungkap Adi.

Selama menempuh pendidikan di UAD, Adi dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah. Berbagai prestasi berhasil ia torehkan, mulai dari Juara 1 Essay Ahmad Dahlan International Seminar #3, Juara 2 International Essay Competition CIUVEB, Juara 3 International Essay Competition AILEC Bidang Kesehatan, Juara 1 LETIN 4 Bidang Pangan, pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta Tahun 2024, hingga sejumlah penghargaan lain di bidang karya tulis ilmiah dan business plan.

Meski perjalanan itu terlihat penuh prestasi, Adi mengakui bahwa ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Membagi waktu antara kuliah, kompetisi, organisasi, hingga berbagai aktivitas akademik lainnya menjadi ujian yang terus berulang. Tidak jarang ia merasa kewalahan ketika berbagai tanggung jawab datang bersamaan.

Namun, dari situ ia belajar bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemampuan yang paling besar, melainkan dari kemampuan untuk tetap bertahan dalam proses. Ia mulai menyusun prioritas, mengelola waktu dengan lebih baik, dan tidak ragu berdiskusi dengan dosen maupun teman ketika menemui kesulitan.

Motivasi terbesar yang membuatnya terus melangkah adalah keyakinan bahwa masa kuliah merupakan ruang terbaik untuk bertumbuh.

“Saya percaya bahwa masa perkuliahan bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang membangun kapasitas diri. Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Setiap prestasi yang saya raih menjadi pengingat bahwa kerja keras dan konsistensi akan selalu memberikan hasil,” tuturnya.

Di balik semua pencapaiannya, Adi menyebut orang tua sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan hidupnya. Dukungan, doa, dan pengorbanan mereka menjadi alasan untuk terus melangkah, bahkan ketika proses terasa berat. Ia juga mengapresiasi para dosen Program Studi Teknologi Pangan UAD yang telah memberikan bimbingan, kepercayaan, dan kesempatan untuk terus berkembang.

Selepas lulus, Adi berencana melanjutkan langkahnya di dunia industri pangan sebagai ruang untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama di bangku kuliah. Ia juga bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang magister agar dapat terus berkontribusi dalam riset dan inovasi pangan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi Adi, prestasi bukanlah tentang seberapa banyak piala yang berhasil dikumpulkan atau penghargaan yang berhasil diraih. Prestasi adalah tentang bagaimana setiap proses mampu membentuk karakter dan memberi manfaat bagi orang lain.

“Pelajaran hidup paling berharga yang saya dapatkan selama kuliah adalah bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil. Tidak semua usaha akan langsung menghasilkan keberhasilan, tetapi setiap pengalaman selalu memberikan pembelajaran. Saya belajar untuk tidak takut gagal, karena sering kali kegagalan justru menjadi jalan menuju kesempatan dan pencapaian yang lebih besar,” Ujarnya.

Perjalanan Adi mungkin telah sampai pada satu garis akhir sebagai mahasiswa. Namun, gelar Wisudawan Berprestasi bukanlah penutup cerita. Ia justru menjadi awal dari perjalanan baru, sebuah perjalanan yang akan terus menuntunnya untuk belajar, berkarya, dan menghadirkan manfaat. Sebab pada akhirnya, yang paling dikenang bukanlah seberapa tinggi seseorang berdiri di atas panggung prestasi, melainkan seberapa banyak kebaikan yang ia tinggalkan dalam setiap langkahnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Adi-Satria-wisudawan-berprestasi-bidang-akademik-periode-IV-tahun-20252026-dari-Prodi-Teknologi-Pangan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Adi.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-07 09:00:062026-08-10 11:03:56Di Balik Gelar Wisudawan Berprestasi, Ada Proses yang Tidak Mudah

UAD Terjunkan 2.496 Mahasiswa KKN-PLP Periode 2026/2027

07/08/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terjunkan 2.496 mahasiswa KKN-PLP periode 2026-2027 (Foto. Humas UAD).jpg

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Upacara Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 2026/2027 di Lapangan Kampus Utama UAD pada Jumat, 7 Agustus 2026. Pelaksanaan pelepasan gabungan ini menjadi kali kedua UAD menyatukan pelepasan program PLP dan KKN secara bersamaan dalam satu upacara resmi.

Sekretaris Tim Task Force KKN UAD, Jefree Fahana, S.T., M.Kom., menjelaskan bahwa terdapat tiga tujuan utama dari kolaborasi pelepasan ini. Pertama, untuk membangun branding dan citra positif UAD di masyarakat dengan menampilkan jumlah mahasiswa yang besar secara bersamaan. Kedua, skema ini memberikan efisiensi melalui rekognisi KKN bagi mahasiswa PLP.

“Di dalam pelaksanaan PLP ini, sebagian mahasiswa direkognisi di KKN. Mereka melaksanakan PLP di pagi harinya, lalu sore harinya melaksanakan KKN dengan sasaran sivitas sekolah. Pelaksanaan dua kegiatan sekaligus dalam satu waktu ini ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampaui,” ujar Jefree.

Selain itu, Jefree menegaskan bahwa tujuan ketiga dari kolaborasi ini adalah sebagai program percepatan bagi mahasiswa. Meskipun secara pembagian waktu pelaksanaan berbeda, mahasiswa yang mengikuti skema ini dapat langsung memperoleh 8 Satuan Kredit Semester (SKS) sekaligus, yaitu 4 SKS dari KKN dan 4 SKS dari PLP.

Pada periode 2026/2027 ini, UAD mencatat sebanyak 235 mahasiswa mengikuti KKN Alternatif di wilayah Yogyakarta, serta 1.441 mahasiswa terdaftar dalam KKN Reguler dan Rekognisi. Untuk KKN Reguler, sebaran lokasi meliputi kawasan Kebumen, Sentolo, Temon, Nglipar, Gedangsari, Turi, hingga Tirtoadi. Selain wilayah tersebut, UAD menerjunkan mahasiswa dalam berbagai program KKN tematik dan kemitraan berskala nasional hingga internasional, seperti KKN ADi di Muna Barat, KKN Anak Bangsa di Mbeliling Nusa Tenggara Timur, KKN Mas di Malang, KKN Internasional di Thailand, KKN Ekspedisi Dahlan Muda di Mentawai, serta KKN Tematik Sekolah di Kulon Progo dan Gunungkidul.

Salah satu inovasi baru yang diluncurkan pada semester ini adalah program KKN Tematik Sekolah. Berbeda dengan PLP, KKN Tematik Sekolah merupakan murni KKN yang menyasar penguatan sekolah dan mahasiswa tidak diperbolehkan mengajar, melainkan fokus pada penguatan perpustakaan, ekstrakurikuler, robotik, dan program pendukung lainnya.

“Ini memang piloting dalam rangka memberikan layanan kepada sekolah-sekolah yang memberikan sumbangsih besar kepada UAD untuk distribusi siswanya. Tentu ini kami piloting dan kami evaluasi efektivitas programnya, sementara untuk pelaksanaan KKN-nya terus kami bangun untuk memperbaiki,” jelas Jefree.

Ia menambahkan, harapannya penamaan atau branding UAD di sekolah-sekolah tersebut dapat terus terpatri dalam ingatan masyarakat melalui media seperti stiker, sehingga UAD menjadi top of mind.

Sementara itu, pada jalur KKN Rekognisi, UAD mengintegrasikan berbagai program seperti Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO), Program Meramu, serta PKM Racana Tepat Jogja. Khusus PKM Racana Tepat Jogja, program ini digagas berdasarkan amanah Wali Kota Yogyakarta untuk menyelesaikan kondisi yang ada di Yogyakarta melalui pedoman pengembangan berbasis lokal di masing-masing kelurahan atau kampung, seperti penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), wisata kuliner, dan sebagainya, tergantung kondisi kampung tersebut.

Jefree menegaskan bahwa Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD berharap penerjunan KKN kali ini benar-benar memberikan dampak nyata.

“Harapan kami dari LPPM, KKN kali ini benar-benar berdampak. Berdampak baik bagi UAD untuk memperluas jangkauan pengabdiannya sehingga berdampak pada penambahan mahasiswa, maupun berdampak langsung pada masyarakat dalam peningkatan literasi, peningkatan ekonomi melalui pendampingan UMKM, sosial masyarakat, hingga dakwah Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-terjunkan-1.676-mahasiswa-KKN-PLP-periode-20262027-Foto.-Humas-UAD.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-07 08:00:042026-08-11 10:39:20UAD Terjunkan 2.496 Mahasiswa KKN-PLP Periode 2026/2027

Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan nanoterapi berbasis minyak atsiri nilam untuk PPOK (Foto. Tim PKM RE UAD)

Paparan asap rokok masih menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit pernapasan, termasuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Kandungan radikal bebas dan senyawa toksik dalam asap rokok memicu stres oksidatif yang berkelanjutan sehingga menyebabkan inflamasi kronis, kerusakan jaringan alveolus, serta penurunan fungsi paru-paru. Hingga saat ini, terapi yang tersedia umumnya berfokus pada pengendalian gejala dan peradangan, namun penggunaan obat sintetik dalam jangka panjang masih berpotensi menimbulkan efek samping sehingga mendorong perlunya pengembangan terapi alternatif yang lebih aman dan efektif.

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil tanaman nilam terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam pengembangan obat berbasis bahan alam. Minyak atsiri daun nilam (Pogostemon cablin) diketahui mengandung senyawa aktif patchouli alcohol, yaitu komponen utama yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan imunomodulator. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut berpotensi membantu menekan respons peradangan akibat paparan radikal bebas serta melindungi jaringan paru dari kerusakan oksidatif.

Melihat besarnya potensi tersebut, tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan penelitian mengenai pemanfaatan minyak atsiri daun nilam sebagai bahan aktif dalam formulasi inhalasi nanomucoadhesive untuk terapi PPOK. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 di Laboratorium Struktur Fisiologi dan Tumbuhan, Laboratorium Struktur dan Fisiologi Hewan, Laboratorium Teknologi Farmasi, serta Laboratorium Biologi Farmasi UAD, Yogyakarta.

Tim peneliti terdiri atas M. Faiz Hasan (Program Studi Biologi), Muhammad Rifqi Rahadi, Jenny Reinita, dan Diva Iedhari Nisa (Program Studi Farmasi), serta Khayru Diaz Ravikhasyah Untoro (Program Studi Biologi) dengan dosen pendamping Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc.

Inovasi yang dikembangkan mengombinasikan minyak atsiri daun nilam dengan teknologi nanopartikel sehingga senyawa patchouli alcohol dapat dihantarkan secara langsung menuju jaringan paru-paru yang mengalami inflamasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan stabilitas minyak atsiri yang mudah menguap, memperbaiki penyerapan zat aktif pada organ target, serta meningkatkan efektivitas terapi dengan dosis yang lebih rendah.

Melalui pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia yang dipadukan dengan teknologi farmasi modern, penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang lahirnya terapi inhalasi herbal yang lebih efektif, aman, dan inovatif dalam penanganan penyakit akibat paparan asap rokok.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-nanoterapi-berbasis-minyak-atsiri-nilam-untuk-PPOK-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 10:37:182026-08-10 10:40:48Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK

Perjalanan Arivansi Mengubah Kegagalan Menjadi Ruang Bertumbuh

06/08/2026/in Feature /by Ard

Arivansi Ringu Kodi wisudawan terbaik FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Arivansi)

Rencana awal tidak selalu berjalan selaras dengan kenyataan. Kegagalan di masa lalu tidak menyurutkan langkah Arivansi Ringu Kodi untuk mengukir prestasi di perguruan tinggi. Bagi Arivan, alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2022 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), peraih predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD, perjalanan menuju bangku perkuliahan diawali dengan rentetan rasa kecewa. Sebelum melangkahkan kaki di UAD, ia harus menerima kenyataan pahit, yakni ditolak di lebih dari delapan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Kehilangan kesempatan berkuliah di perguruan tinggi impian sempat mendatangkan rasa kecewa dan keraguan saat ia harus memulai masa studi di tempat yang awalnya tidak masuk dalam rencana.

Namun, seiring berjalannya waktu, sudut pandang Arivan mulai bergeser. Ia menyadari bahwa penolakan beruntun bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah titik balik. Daripada terus menyesali apa yang tidak berhasil didapatkan, ia memilih untuk bangkit dan memaksimalkan setiap peluang yang ada di depan mata.

“Saya berkata kepada diri sendiri bahwa saya sudah memulai perjalanan ini, sehingga saya harus memberikan yang terbaik,” ucapnya. “saya memiliki prinsip, “Finish what you have started”. Ketika saya memutuskan untuk memulai sesuatu, saya harus bertanggung jawab menyelesaikannya. Saya juga selalu mengingatkan diri sendiri, “Take all the opportunities that come to you”. Saya percaya setiap kesempatan adalah ruang untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan diri. Kesempatan tidak selalu datang dua kali, sehingga saya berusaha untuk tidak pernah menyia-nyiakannya.” Imbuhnya.

Selama menjalani masa kuliah, Arivansi menjadikan lirik lagu “Mirrorball” karya Taylor Swift, “All I do is try, try, try,” sebagai motivasinya untuk terus berusaha. Baginya, kalimat sederhana itu secara tepat menggambarkan proses hampir empat tahun di perguruan tinggi. Tidak semua ajang kompetisi berhasil ia menangkan dan tidak semua usaha berjalan mulus sesuai harapan. Namun, keberanian untuk terus mencoba, belajar, dan memperbaiki diri secara konsisten menjadi kunci yang membentuk proses perkuliahannya.

Selama menempuh studi di UAD, berbagai tantangan hadir menguji ketahanannya. Salah satu proses adaptasi yang paling membekas adalah statusnya sebagai seorang mahasiswa beragama Kristen yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi berbasis Islam Muhammadiyah. Pada awal masa perkuliahan, rasa canggung sempat muncul karena ia terbiasa berada di lingkungan yang mayoritas beragama Kristen. Kendati demikian, kekhawatiran tersebut sirna seiring berjalannya waktu. Arivansi justru menemukan ekosistem kampus yang sangat terbuka dan inklusif. Teman-temannya yang beragama Islam menerima dan merangkul kedatangannya dengan sangat baik, sehingga proses adaptasi sosial berjalan dengan lancar.

Sebagai pemeluk agama Kristen yang taat, Arivansi mengandalkan iman dan keyakinannya kepada Tuhan dalam menjalani setiap tahapan studi. Salah satu ayat Kitab Suci yang senantiasa menjadi pegangan hidupnya adalah Amsal 3:5 yang berbunyi,“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Ayat ini menjadi pengingat baginya bahwa pertolongan Tuhan lah yang membuatnya tetap bertahan dan kuat melangkah hingga garis akhir.

Tantangan lainnya datang dari pengelolaan waktu. Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, ia harus membagi energi untuk aktif di organisasi, mengikuti berbagai kompetisi, serta menyelesaikan berbagai tanggung jawab lainnya. Ketika rasa lelah atau burnout melanda di tengah tekanan yang bertubi-tubi, Arivansi memilih untuk tidak memaksakan diri. Mengambil jeda dan beristirahat sejenak menjadi caranya untuk memulihkan pikiran, sehingga ia bisa kembali bekerja dengan fokus yang lebih baik.

Komitmen untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai akhirnya membuahkan hasil yang konkret. Mahasiswa FSBK ini tidak hanya berhasil menyabet predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Ilmu Komunikasi UAD, tetapi juga dinobatkan sebagai Juara I Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) FSBK, serta menjadi Finalis Pilmapres di tingkat Universitas.

Di ranah kompetisi, jejak perjalanannya terentang luas. Arivansi berhasil meraih Juara I U-DARE 3.0 International Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala, Juara I International Presenter Ahmad Dahlan International Seminar, Juara II Ahmad Dahlan Youth Camp Competition, Juara II National Public Relations Campaign Competition Monalesa, serta terpilih menjadi delegasi UAD pada ajang National University Debating Championship (NUDC). Di samping itu, ia juga aktif berorganisasi sebagai Staf Khusus Kementerian Agama BEM UAD dan pengurus Divisi Public Relations Debating Community UAD.

Rangkaian prestasi ini tidak lepas dari perkuliahan di UAD yang dinilainya sangat kondusif. Kampus menyediakan ruang yang memadai bagi mahasiswa untuk mengasah potensi akademik maupun nonakademik. Peran para dosen, khususnya di Program Studi Ilmu Komunikasi, dirasakannya sangat besar. Dosen tidak hanya berperan mengajar di dalam kelas, tetapi juga memberikan arahan, motivasi, serta kepercayaan penuh bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kemampuan diri.

Pencapaian gelar Wisudawan Terbaik mendatangkan perasaan bahagia, bangga, sekaligus terharu bagi Arivansi. Baginya, capaian ini menjadi bukti bahwa perjuangan, kerja keras, dan pengorbanan selama masa studi tidak berlalu dalam sia-sia. Meski demikian, Arivansi menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata milik pribadinya. Predikat wisudawan terbaik dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas hadirnya orang-orang yang senantiasa memberikan dukungan–orang tua, keluarga, dosen, sahabat, serta kawan-kawan yang membersamainya sepanjang proses studi.

“Jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap, karena sering kali kita justru bertumbuh di dalam prosesnya. Gunakan masa kuliah bukan hanya untuk mengejar nilai, tetapi juga membangun karakter, memperluas pengalaman, dan mengembangkan kemampuan diri melalui organisasi maupun kompetisi,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak membandingkan perjalanan pribadi dengan pencapaian orang lain. Fokus utama yang perlu dijaga adalah menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin, dengan keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan secara sungguh-sungguh tidak akan pernah sia-sia. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Arivansi-Ringu-Kodi-wisudawan-terbaik-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Arivansi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 10:25:412026-08-06 10:25:41Perjalanan Arivansi Mengubah Kegagalan Menjadi Ruang Bertumbuh

Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) masih menjadi salah satu penyakit pernapasan dengan angka kejadian yang terus meningkat akibat tingginya paparan asap rokok. Paparan zat toksik dalam asap rokok mampu memicu peradangan kronis, kerusakan alveolus, hingga penumpukan mukus yang menyebabkan fungsi paru-paru menurun secara bertahap.

Meskipun terapi inhalasi telah menjadi pilihan utama dalam pengobatan PPOK, efektivitas obat sering kali terkendala oleh mekanisme pembersihan alami saluran napas (mucociliary clearance) yang menyebabkan obat cepat tereliminasi sebelum bekerja secara optimal.

Menjawab tantangan tersebut, pemanfaatan polimer alami mulai banyak dikembangkan sebagai sistem penghantaran obat modern. Salah satu bahan yang memiliki potensi besar adalah kitosan, biopolimer hasil deasetilasi kitin yang dikenal memiliki sifat biokompatibel, biodegradable, tidak toksik, serta mampu melekat pada lapisan mukosa (mucoadhesive).

Karakteristik tersebut memungkinkan kitosan meningkatkan waktu tinggal obat di saluran pernapasan, memperbaiki penyerapan zat aktif, serta mendukung pelepasan obat secara lebih terkontrol sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas terapi PPOK.

Berangkat dari potensi tersebut, tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan penelitian berupa formulasi nanomucoadhesive minyak atsiri daun nilam (Pogostemon cablin) terinkorporasi kitosan sebagai sistem penghantaran obat inhalasi untuk terapi PPOK akibat paparan asap rokok.

Penelitian dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 di Laboratorium Struktur Fisiologi dan Tumbuhan, Laboratorium Struktur dan Fisiologi Hewan, Laboratorium Teknologi Farmasi, serta Laboratorium Biologi Farmasi UAD, Yogyakarta. Tim peneliti terdiri atas M. Faiz Hasan (Program Studi Biologi), Muhammad Rifqi Rahadi, Jenny Reinita, dan Diva Iedhari Nisa (Program Studi Farmasi), serta Khayru Diaz Ravikhasyah Untoro (Program Studi Biologi) dengan dosen pendamping Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc.

Dalam inovasi tersebut, kitosan tidak hanya berfungsi sebagai pembawa obat, tetapi juga dikombinasikan dengan minyak atsiri daun nilam yang mengandung patchouli alcohol beraktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Melalui teknologi nanomucoadhesive, formulasi ini dirancang untuk melindungi senyawa aktif dari degradasi, meningkatkan daya lekat pada mukosa paru, serta menghantarkan zat aktif langsung ke jaringan yang mengalami inflamasi.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif terapi inhalasi herbal yang lebih efektif dengan dosis lebih rendah dan efek samping yang lebih minimal, sekaligus membuka peluang pemanfaatan biomaterial alami Indonesia dalam pengembangan teknologi farmasi berbasis nanoteknologi.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Hadirkan-Inovasi-Inhalasi-Berbasis-Kitosan-untuk-Terapi-PPOK-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 10:17:262026-08-10 10:40:42Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK

Prestasi Bukan Soal Angka, tetapi Dampak yang Diberikan

06/08/2026/in Feature /by Ard

Muqoyyimul Hisyam Ar Ridlo, mahasiswa berprestasi Prodi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ridlo)

Bagi Muqoyyimul Hisyam Ar Ridlo, mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menyandang predikat mahasiswa berprestasi menjadi pencapaian yang penuh makna. Putra pasangan Jamadi dan Ayunda ini membuktikan bahwa prestasi tidak selalu ditentukan oleh indeks prestasi kumulatif (IPK), melainkan oleh semangat untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan IPK 2,96, Hisyam berhasil menorehkan berbagai prestasi tingkat nasional hingga internasional selama menempuh pendidikan di UAD.

“Sebagai salah satu mahasiswa berprestasi, saya merasa sangat bersyukur atas dukungan dari Universitas Ahmad Dahlan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Tanpa dukungan tersebut, pencapaian yang saya raih belum tentu dapat terwujud. Status mahasiswa berprestasi ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk melanjutkan karier maupun pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Selama berkuliah, Hisyam aktif mengikuti berbagai kompetisi, penelitian, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sejumlah prestasi yang berhasil diraihnya antara lain Awardee Beasiswa KIP-Kuliah oleh Kemdiktisaintek RI (2021), Juara I Lomba Fotografi Nasional Universitas Negeri Yogyakarta (2021), Juara II Lomba Sketch Building Masjid Islamic Center UAD yang diselenggarakan IMM Psikologi UAD, Silver Medal Inventors Day oleh Indonesian Innovation and Invention Promotion Association (2022), penerima pendanaan Proposal Tim PPK Ormawa UKM Pramuka dari Kemdiktisaintek RI (2023), Awardee Bronze Medal Abdidaya PPK Ormawa Kemdiktisaintek RI (2023), Finalis National Business Plan Competition Universitas Mataram (2023), penerima pendanaan Proposal Riset PKM-KC Kemdiktisaintek RI (2024), Best International Presenter Ahmad Dahlan International Youth Camp (2024), serta menjadi inisiator dan ketua pada empat kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 2025.

Di balik berbagai pencapaian tersebut, Hisyam mengaku tidak selalu melalui perjalanan yang mudah. Baginya, tantangan terbesar selama menjalani perkuliahan bukanlah akademik, melainkan menjaga kesehatan mental agar tetap stabil di tengah berbagai aktivitas yang dijalani.

“Tantangan terberat saya selama kuliah adalah mengorganisasi mental health. Ketika kondisi mental terjaga, saya bisa lebih fokus dalam belajar maupun mengembangkan potensi diri,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kritik justru menjadi sumber motivasi terbesar dalam setiap proses yang dijalaninya. Menurutnya, kritik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan bahan evaluasi agar mampu terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam mengembangkan diri, Hisyam menerapkan strategi yang sederhana, tetapi konsisten. Ia meyakini bahwa setiap individu memiliki kelebihan yang berbeda sehingga penting untuk mengenali kemampuan diri sendiri sebelum menentukan langkah.

“Saya selalu menerapkan pola pikir bahwa menganalisis kemampuan diri itu penting. Cara meningkatkan value diri adalah dengan terus mengembangkan kemampuan yang memang kita kuasai, bukan memaksakan diri pada hal-hal yang belum menjadi keahlian kita,” jelasnya.

Keberhasilannya juga tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat. Hisyam menyebut kedua orang tua serta dosen pembimbing sebagai sosok yang paling berperan dalam membentuk pola pikir, karakter, dan semangatnya untuk terus bertumbuh.

Hisyam bertekad melanjutkan studi magister melalui jalur beasiswa sekaligus membangun karier profesional yang matang sesuai kompetensi yang dimilikinya. Baginya, pendidikan dan pengalaman harus berjalan beriringan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Hisyam memaknai prestasi bukan sekadar deretan penghargaan atau pengakuan, melainkan sejauh mana seseorang mampu memberikan dampak positif melalui apa yang dikerjakannya. “Bagi saya, makna prestasi dan kesuksesan adalah ketika apa pun yang saya lakukan dalam suatu forum mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi orang-orang di sekitar,” tuturnya.

Menurutnya, capaian seseorang tidak bisa diukur hanya dari angka IPK semata.

“IPK saya tidak berada di atas 3,00, tetapi gelar mahasiswa berprestasi menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda. Kesuksesan bukan hanya soal nilai akademik, melainkan seberapa besar dampak yang bisa kita berikan bagi diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

Ia juga berharap Universitas Ahmad Dahlan terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia serta mampu memberikan fasilitas yang semakin optimal bagi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muqoyyimul-Hisyam-Ar-Ridlo-mahasiswa-berprestasi-Prodi-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ridlo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 10:03:262026-08-06 10:03:26Prestasi Bukan Soal Angka, tetapi Dampak yang Diberikan

PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gencarkan penanaman TOGA di Caturharjo (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Rangkaian kegiatan Pelita Kader yang diinisiasi oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi berakhir. Pertemuan ke-7 Pelita Kader ini sebagai penutup, kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan pamungkas ini mengangkat tema “Kesehatan Lingkungan: Menjaga Lingkungan, Menjaga Kesehatan Jiwa”. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman kader mengenai keterkaitan erat antara lingkungan yang sehat, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan kesehatan jiwa sebagai langkah preventif pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM).

Acara ini dihadiri oleh Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto, S.Si., Dosen Pendamping PPK Ormawa IMM FKM UAD Drs. Hadi Sasongko, M.Si., para kader kesehatan, dan Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD. Dalam sambutannya, H. Wasdiyanto menyampaikan apresiasi tinggi atas berbagai inovasi pemberdayaan yang telah dilakukan mahasiswa. Beliau menaruh harapan besar agar keterampilan dan inovasi yang telah diberikan dapat menjadi program yang berkelanjutan di Caturharjo.

Memasuki sesi materi, peserta mengikuti pre-test sebelum mendengarkan pemaparan dari Drs. Hadi Sasongko, M.Si. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sebagai penentu derajat kesehatan masyarakat. Beliau juga memaparkan hubungan lingkungan sehat dengan kesehatan jiwa, manfaat penghijauan, serta pemanfaatan TOGA sebagai pendukung pencegahan penyakit tidak menular.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama tujuh pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan kader oleh Lurah Caturharjo dan Dosen Pendamping.

Momen puncak kegiatan ini ditandai dengan serah terima bibit TOGA dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD kepada Pemerintah Kalurahan Caturharjo. Selanjutnya, H. Wasdiyanto mendistribusikan bibit tersebut secara simbolis kepada perwakilan kader dari 14 padukuhan.

Tidak sekadar seremonial, kegiatan ditutup dengan aksi nyata. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa bersama kader langsung melaksanakan penanaman bibit TOGA di pekarangan rumah kader di 14 padukuhan dengan pendampingan melekat. Aksi penanaman ini menjadi wujud implementasi nyata dalam menciptakan lingkungan Caturharjo yang sehat, hijau, dan produktif secara berkelanjutan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gencarkan-penanaman-TOGA-di-Caturharjo-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 09:50:532026-08-10 10:40:34PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo
Page 5 of 623«‹34567›»

TERKINI

  • 15 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat24/08/2026
  • Respons Cepat Pasca-Gempa, Mahasiswa KKN UAD Bantu Warga Cunca Wulang24/08/2026
  • Tim PPK Ormawa RDC UAD Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantul24/08/2026
  • UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 202624/08/2026
  • UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire20/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026
  • Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD18/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top