• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

HISKI UAD Masuk Sekolah: Perkuat Literasi Sastra dalam Penyusunan Soal TKA

14/08/2026/in Terkini /by Ard

HISKI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) perkuat literasi sastra dalam penyusunan soal TKA di Sekolah (Foto. Yosi)

Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan “HISKI UAD Masuk Sekolah” di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan yang bertajuk “Workshop dan Diseminasi Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam Terintegrasi Kisi-Kisi TKA dan Penguatan Literasi Sastra dalam Penyusunan Soal TKA” ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru Bahasa Indonesia dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, ketua panitia, serta Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., selaku Ketua HISKI Komisariat UAD. Dalam sambutannya, Yosi menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, MGMP, dan sekolah untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang semakin adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan tanpa meninggalkan kekuatan literasi dan apresiasi sastra.

Pada kegiatan tersebut, HISKI UAD secara khusus memberikan materi tentang penguatan literasi sastra dalam penyusunan soal TKA. Materi membahas bagaimana teks sastra dapat dipilih, diolah, dan dikembangkan menjadi stimulus soal yang tidak sekadar mengukur kemampuan mengingat unsur-unsur karya sastra, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memahami, menafsirkan, mengevaluasi, serta merefleksikan makna teks secara lebih mendalam.

Penguatan tersebut menjadi penting karena pembelajaran sastra memiliki potensi besar untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui pembacaan terhadap tokoh, konflik, latar, sudut pandang, gaya bahasa, nilai, serta berbagai kemungkinan interpretasi dalam teks. Oleh karena itu, penyusunan soal TKA berbasis teks sastra diharapkan mampu mengarahkan peserta didik pada proses membaca yang analitis dan kritis.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para guru Bahasa Indonesia yang hadir. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman mengenai pembelajaran dan penyusunan soal yang selama ini diterapkan di sekolah masing-masing. Diskusi juga berkembang pada persoalan pemilihan teks sastra yang layak, pengembangan stimulus, penyusunan distraktor, hingga strategi membiasakan peserta didik menghadapi soal berbasis penalaran.

Melalui kegiatan ini, para guru berharap memperoleh pemahaman dan strategi yang semakin kuat untuk mengintegrasikan literasi sastra dalam pembelajaran sekaligus dalam penyusunan soal TKA. Penguatan kapasitas guru tersebut diharapkan bermuara pada meningkatnya kemampuan literasi dan penalaran peserta didik sehingga capaian TKA peserta didik di sekolah masing-masing dapat terus meningkat.

Program HISKI UAD Masuk Sekolah juga menjadi bagian dari komitmen HISKI Komisariat UAD untuk mendekatkan kajian dan pengembangan sastra dengan kebutuhan nyata di sekolah. Melalui kolaborasi bersama MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Yogyakarta, HISKI UAD berharap ruang berbagi praktik baik seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia dan sastra. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HISKI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-perkuat-literasi-sastra-dalam-penyusunan-soal-TKA-di-Sekolah-Foto.-Yosi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-14 10:00:452026-08-18 11:26:44HISKI UAD Masuk Sekolah: Perkuat Literasi Sastra dalam Penyusunan Soal TKA

Wujudkan Posyandu Digital, PPK Ormawa IMM FKM UAD Dampingi Kader Korowelang Gunakan SI-WARAS

14/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merealisasikan kegiatan Pitutur Waras (Foto. Tim PPK Ormawa FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merealisasikan kegiatan “Pitutur Waras”. Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Program HAMEMAYU WARASING DESA ini diselenggarakan di Posyandu Padukuhan Korowelang, Kalurahan Caturharjo, pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini berfokus pada penerapan sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang terintegrasi melalui konsep One Stop Service. Melalui sistem ini, seluruh tahapan pelayanan Posyandu yang meliputi pendaftaran, pemeriksaan, pencatatan, edukasi, hingga konseling dilebur ke dalam satu alur pelayanan yang utuh. Pelaksanaannya dilakukan langsung oleh kader kesehatan Padukuhan Korowelang dengan pendampingan melekat dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD 2026.

Alur kegiatan dimulai dari proses pendaftaran peserta oleh kader kesehatan, yang kemudian langsung diarahkan untuk mengikuti rangkaian pelayanan terintegrasi. Pada tahap pemeriksaan, setiap hasil pengukuran kesehatan dicatat secara sistematis menggunakan Kartu Jati Waras sebagai media pencatatan pelayanan kesehatan peserta.

Tidak berhenti pada pencatatan manual, data hasil pelayanan dan pemeriksaan dari Kartu Jati Waras kemudian diinput dan didokumentasikan secara digital menggunakan aplikasi SI-WARAS (Sistem Informasi Warasing Desa). Langkah digitalisasi pencatatan data kesehatan ini bertujuan agar data terdokumentasi lebih terstruktur, sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses pemantauan dan evaluasi kesehatan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD memberikan pendampingan kepada kader untuk memastikan penerapan alur One Stop Service, penggunaan Kartu Jati Waras, dan pencatatan data melalui SI-WARAS berjalan sesuai alur yang dikembangkan.

Berdasarkan hasil pelaksanaan, para kader kesehatan terbukti mampu menerapkan alur pelayanan One Stop Service secara terintegrasi. Kader kesehatan juga memperoleh pengalaman dalam mengintegrasikan pelayanan langsung dengan pencatatan kesehatan berbasis digital. Pelaksanaan kegiatan Pitutur Waras ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata Program HAMEMAYU WARASING DESA dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat berbasis kader yang terintegrasi dan berkelanjutan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-merealisasikan-kegiatan-Pitutur-Waras-Foto.-Tim-PPK-Ormawa-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-14 09:00:132026-08-20 14:31:47Wujudkan Posyandu Digital, PPK Ormawa IMM FKM UAD Dampingi Kader Korowelang Gunakan SI-WARAS

Belajar Tak Pernah Usai

13/08/2026/in Feature /by Ard

Septia Amalia, lulusan terbaik Prodi PVTE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026 (Foto. Septia)

Bagi Septia Amalia, keberhasilan bukanlah garis akhir yang menandai selesainya sebuah perjalanan. Sebaliknya, setiap pencapaian adalah awal untuk terus belajar, bertumbuh, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi orang lain.

Lulusan Terbaik Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 ini mengaku tidak pernah memandang predikat yang diraihnya sebagai tujuan akhir.

Selama menempuh pendidikan, Septia tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Ia juga aktif membangun pengalaman yang memperkaya kemampuan diri di luar ruang kuliah.

Di antara berbagai pengalaman tersebut, momen yang paling membekas justru bukan ketika menerima penghargaan, melainkan saat dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan program Dahlan Muda Menginspirasi. Kesempatan itu memberinya ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar menyampaikan gagasan di hadapan banyak orang.

Bagi Septia, kemampuan berbicara bukan sekadar keterampilan komunikasi, tetapi juga jembatan agar ilmu yang dimiliki dapat menjangkau lebih banyak orang.

Semangatnya untuk terus berkembang lahir dari keinginan sederhana, yakni membanggakan kedua orang tua dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar sebaik mungkin.

Ia percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menemukan hasilnya pada waktu yang tepat. Di saat yang sama, ia juga mempersiapkan diri agar memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia kerja setelah lulus.

Perjalanan menuju titik tersebut tentu tidak selalu mudah. Masa perkuliahan mempertemukannya dengan berbagai tanggung jawab yang datang secara bersamaan. Di satu sisi ia harus menyelesaikan tugas akhir, sementara di sisi lain ia tetap ingin aktif dalam organisasi, mengikuti pelatihan, dan mengembangkan kemampuan diri di luar kelas.

Alih-alih melihat kesibukan sebagai beban, Septia menjadikannya ruang belajar untuk mengenali kapasitas dirinya. Ia belajar bahwa setiap kesempatan memiliki nilai yang berbeda, dan setiap pengalaman selalu membawa pelajaran baru.

Baginya, proses bertumbuh bukan hanya tentang menyelesaikan banyak hal dalam waktu bersamaan, tetapi tentang keberanian untuk terus membuka diri terhadap pengalaman yang dapat membentuk karakter dan kompetensi.

Dalam menjaga prestasi, Septia memilih untuk membangun kebiasaan belajar secara bertahap. Ia tidak hanya berusaha memahami materi perkuliahan, tetapi juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan organisasi sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan nonakademik.

Menurutnya, konsistensi dan disiplin menjadi fondasi penting agar seseorang mampu terus berkembang tanpa kehilangan arah.

Di balik seluruh pencapaian tersebut, Septia menyadari bahwa keberhasilannya tidak diraih seorang diri. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang tidak pernah berhenti mendoakan dan memberikan dukungan dalam setiap langkah.

Ia juga mengapresiasi para dosen pembimbing yang senantiasa memberikan arahan selama proses perkuliahan maupun penyelesaian tugas akhir, serta teman-teman yang selalu menghadirkan semangat untuk terus berkembang.

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana, Septia ingin memulai karier di bidang teknologi informasi. Ia berharap dapat terus meningkatkan kompetensi melalui pengalaman kerja, pelatihan, serta berbagai sertifikasi profesional.

Dalam jangka panjang, ia bercita-cita menjadi seorang profesional yang mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berpesan, “Setiap pengalaman akan menjadi bekal yang berharga di masa depan,” ucapnya.

Di akhir perjalanan studinya, Septia menyadari bahwa pelajaran hidup yang paling berharga bukan hanya tentang keberhasilan, melainkan tentang kesediaan untuk terus belajar.

Ia percaya bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi memang penting, tetapi yang membuat seseorang terus bertumbuh adalah kemauan untuk tidak berhenti memperbaiki diri. Sebab, setiap tantangan selalu membawa kesempatan baru. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Septia-Amalia-lulusan-terbaik-Prodi-PVTE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Wisuda-Periode-IV-Tahun-2026-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 09:20:572026-08-13 09:20:57Belajar Tak Pernah Usai

Tim ORIVAGO UAD Lolos Pendanaan P2MW, Kembangkan Suplemen Alami untuk Kesehatan Ayam

13/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim ORIVAGO Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan suplemen alami untuk kesehatan ayam (Foto. Tim ORIVAGO UAD)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) melalui gagasan usaha bernama ORIVAGO. Tim yang terdiri atas lima mahasiswa Program Studi Teknik Industri tersebut mengusulkan produk suplemen untuk ayam berbahan alami yang ditujukan untuk membantu menjaga kesehatan dan mendukung pertumbuhan ayam.

Tim ORIVAGO terdiri atas Jalaluddin Bima Satria sebagai Chief Executive Officer (CEO), Candra Hermawan sebagai Chief Marketing Officer (CMO), Deva Fecia Emalia sebagai Chief Financial Officer (CFO), Sindi Ameliyanti sebagai Chief Technology Officer (CTO), dan Fiesta Aulia Fatarani sebagai Chief Operating Officer (COO).

Keberhasilan memperoleh pendanaan P2MW menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh anggota tim. Proses seleksi yang dilalui cukup panjang sehingga kabar kelolosan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk mengembangkan ORIVAGO.

“Kami merasa senang dan bersyukur banget karena usaha yang kami rencanakan akhirnya bisa lolos pendanaan P2MW. Sebelumnya, kami juga sempat merasa deg-degan karena proses seleksinya cukup panjang. Setelah dinyatakan lolos, kami jadi semakin semangat untuk mengembangkan ORIVAGO dan membuktikan kalau ide usaha yang kami ajukan memang bisa dijalankan dan memberikan manfaat,” ujar Bima.

ORIVAGO lahir dari perhatian tim terhadap pentingnya menjaga kesehatan ayam dalam kegiatan peternakan. Kondisi kesehatan ayam dinilai dapat memengaruhi pertumbuhan dan hasil yang diperoleh peternak. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim melihat peluang untuk menghadirkan suplemen berbahan alami sebagai salah satu alternatif dalam membantu menjaga kondisi kesehatan ayam.

“ORIVAGO adalah suplemen untuk hewan ayam. ORIVAGO dibuat dengan tujuan membantu meningkatkan kesehatan ayam dengan menggunakan bahan-bahan alami yang aman. Kami ingin menghadirkan produk yang bisa membantu peternak dalam menjaga kondisi ayam, terutama agar ayam tetap sehat dan bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Selain berorientasi pada manfaat produk, tim juga menargetkan ORIVAGO memiliki nilai jual dan mampu dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan. Produk tersebut dirancang agar praktis digunakan oleh peternak serta dapat menjadi alternatif suplemen berbahan alami.

“Keunggulan utama ORIVAGO ada pada bahan yang digunakan, yaitu bahan alami sehingga kami ingin memberikan produk yang aman untuk ayam. Selain itu, ORIVAGO juga dikembangkan dengan tujuan membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan ayam. Kami juga ingin membuat produk yang praktis sehingga bisa lebih mudah digunakan oleh peternak,” tandasnya.

Setelah memperoleh pendanaan, tim menargetkan ORIVAGO dapat berkembang dari sisi kualitas produk, proses produksi, serta pemasaran. “Target utama kami adalah mengembangkan ORIVAGO supaya produknya bisa semakin matang, baik dari segi kualitas maupun produksinya. Kami juga ingin mulai memperkenalkan produk kepada target pasar dan mendapatkan respons langsung dari konsumen. Selain itu, kami ingin meningkatkan penjualan dan membangun ORIVAGO supaya tidak hanya berjalan selama program P2MW, tetapi bisa terus berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” kata tim ORIVAGO.

Lebih dari sekadar program pendanaan, P2MW menjadi ruang bagi tim untuk menguji dan mengembangkan gagasan bisnis secara nyata. “Harapan kami tentunya ORIVAGO bisa tetap berjalan dan berkembang walaupun program P2MW sudah selesai. Kami nggak ingin usaha ini hanya berhenti setelah pendanaan berakhir. Kami ingin terus melakukan pengembangan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas ORIVAGO. Ke depannya, kami berharap ORIVAGO bisa menjadi usaha yang benar-benar menghasilkan dan memberikan manfaat bagi para peternak ayam,” pungkasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-ORIVAGO-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-suplemen-alami-untuk-kesehatan-ayam-Foto.-Tim-ORIVAGO-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 09:13:362026-08-20 14:31:34Tim ORIVAGO UAD Lolos Pendanaan P2MW, Kembangkan Suplemen Alami untuk Kesehatan Ayam

Dari Titik yang Tertinggal, Fikrotus Shofiyah Menemukan Jalannya

13/08/2026/in Feature /by Ard

Fikrotus Shofiyah, salah satu wisudawan terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026 (Foto. Fikrotus)

Ada perjalanan yang dimulai dari garis yang berbeda. Ada pula mimpi yang tumbuh di tengah keraguan. Bagi Fikrotus Shofiyah, perjalanan itu bukan sekadar tentang menyelesaikan masa studi, melainkan tentang membuktikan bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti melangkah.

Lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 ini mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi salah satu lulusan terbaik. “Tidak pernah terbayang menjadi salah satu bagian dari wisudawan terbaik. Saya sangat bersyukur. Rasanya Tuhan memberikan bonus dari perjalanan singkat saya selama menempuh pendidikan,” tuturnya.

Di balik rasa syukur tersebut, tersimpan perjalanan yang dibangun melalui keberanian untuk terus belajar dan berkembang.

Selama menjadi mahasiswa, Fikrotus berhasil meraih Juara II Lomba Penulisan Cerpen Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida), lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) dari Kemendikbudristek, lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta meraih Harapan II Lomba Desain Poster tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).

Namun, pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika berhasil menjadi semifinalis kompetisi kepenulisan tingkat internasional. “Bagi saya, yang paling berharga bukan hanya hasilnya, tetapi prosesnya. Dari sana saya belajar bahwa ternyata saya bisa, selama saya mau terus berkembang,” jelasnya.

Semangat itu lahir dari perjalanan hidup yang tidak selalu berjalan mulus. Fikrotus berasal dari lembaga pendidikan berbasis tahfiz dengan ijazah kesetaraan Paket C. Saat hendak melanjutkan pendidikan, ia pernah dihadapkan pada kenyataan bahwa ijazah tersebut tidak dapat digunakan untuk mendaftar beasiswa tahfiz di sejumlah perguruan tinggi.

Saat itu, ia merasa kecewa. Namun, rasa kecewa tersebut perlahan berubah menjadi tekad. “Saya ingin membuktikan bahwa meskipun berasal dari pendidikan dengan ijazah Paket C, saya tetap bisa kuliah dan menjadi mahasiswa yang aktif di berbagai bidang,” ucapnya.

Tekad itu membawanya melangkah ke Universitas Ahmad Dahlan. Namun, perjuangan yang sesungguhnya justru dimulai setelah menjadi mahasiswa.

Tahun pertama menjadi fase yang paling berat. Latar belakang pendidikan yang lebih berfokus pada tahfiz membuatnya harus bekerja lebih keras untuk mengejar materi perkuliahan. Banyak konsep dasar yang belum pernah ia pelajari sebelumnya. Ia juga harus membiasakan diri dengan penggunaan bahasa asing yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di program studinya.

Sementara teman-temannya telah memiliki bekal dari sekolah umum, Fikrotus memilih mengejar ketertinggalannya sedikit demi sedikit. Ia percaya bahwa setiap halaman yang tertinggal masih bisa dikejar selama tidak berhenti membaca perjalanan.

Perjuangan itu tidak hanya hadir di ruang kelas. Di luar perkuliahan, ia juga harus menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan yang harus diperjuangkan, ia tetap melanjutkan kuliah meski tanpa beasiswa. Ada masa ketika ia kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), mengajukan dispensasi pembayaran agar tetap dapat mengikuti perkuliahan, bahkan hampir tidak bisa mengikuti ujian. Ia masih mengingat perjalanan menuju kampus dengan mengayuh sepeda ontel milik asrama di bawah hujan demi mengurus administrasi dispensasi. Ia juga pernah mencoba membangun usaha untuk membantu biaya kuliah, meskipun pilihan itu akhirnya tidak berjalan sesuai harapan.

Namun, setiap kegagalan tidak pernah ia anggap sebagai akhir perjalanan. “Saya belajar mengambil hikmah dari setiap keadaan. Dari situ saya mulai membuat target-target yang nyata untuk diri sendiri. Saya ingin membuktikan bahwa ternyata saya bisa,” tandasnya.

Keyakinan tersebut terus dijaga berkat doa dan dukungan dari orang-orang terdekat, yaitu orang tuanya, Chusnul Mubin dan Anariatin, sebagai sumber kekuatan terbesar yang selalu membuatnya mampu bangkit setiap kali ingin menyerah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar yang terus memberikan semangat, serta Dekan Fakultas, Sayuti, yang banyak memberikan arahan, nasihat, dan pengalaman berharga selama masa perkuliahan.

Dalam menjalani berbagai aktivitas, Fikrotus selalu membuka diri terhadap pengalaman baru. Ia senang mencoba berbagai kesempatan untuk mengenal potensi dirinya, tetapi tetap menjadikan akademik sebagai prioritas utama. “Saya memilih mempersempit waktu bermain untuk hal-hal yang lebih bermanfaat dan bisa membantu saya berkembang,” tambahnya.

Fikrotus bercita-cita melanjutkan pendidikan magister melalui beasiswa di negara maju. Mimpinya tidak berhenti pada gelar akademik. Ia ingin berkontribusi menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dengan menanamkan adab dan pembentukan karakter sejak usia dini. Baginya, setiap ilmu baru merupakan bekal untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Selanjutnya, ia berharap kampus terus menjadi ruang yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkembang dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Sementara kepada generasi berikutnya, ia berpesan agar tidak pernah berhenti berbuat baik di mana pun berada.

Pelajaran hidup yang paling berharga yang ia bawa dari perjalanan ini adalah tentang kerja keras. Menurutnya, sejauh apa pun seseorang merasa tertinggal, selalu ada kesempatan untuk mengejarnya selama memiliki keyakinan dan kemauan untuk terus berusaha. “Rasa minder dan tidak percaya diri hanya akan menghalangi kita mencapai tujuan. Saya percaya, selama mau bekerja keras, tidak ada perjalanan yang benar-benar terlambat,” tutupnya.

Perjalanan Fikrotus Shofiyah menjadi pengingat bahwa setiap orang memulai dari titik yang berbeda. Namun, bukan dari mana seseorang memulai yang menentukan akhirnya, melainkan keberanian untuk terus melangkah, meski jalan yang ditempuh tidak selalu mudah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fikrotus-Shofiyah-salah-satu-wisudawan-terbaik-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Wisuda-Periode-IV-Tahun-2026-Foto.-Fikrotus.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 09:05:442026-08-13 09:05:44Dari Titik yang Tertinggal, Fikrotus Shofiyah Menemukan Jalannya

Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar

13/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) manfaatkan bahan alami untuk membuat obat luka bakar (Foto. Tim PKM RE UAD)

Di balik kekayaan hayati Indonesia, tersimpan beragam bahan alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi kesehatan. Ikan gabus (Channa striata) dan lidah buaya (Aloe vera) menjadi dua bahan yang menarik perhatian mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk dikembangkan sebagai bagian dari inovasi dalam mendukung proses regenerasi kulit pada kasus luka bakar.

Albumin yang terdapat pada ikan gabus dikenal memiliki peran dalam proses pembentukan dan perbaikan jaringan. Sementara itu, Aloe vera memiliki berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan serta kemampuan membantu menjaga kelembapan kulit. Potensi dari kedua bahan alam tersebut kemudian dipadukan dalam satu inovasi nanogel yang dikembangkan oleh mahasiswa UAD.

Melalui penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo,” Tim REGENOCA berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia. Kombinasi tersebut diharapkan dapat memberikan potensi sinergis dalam mendukung proses regenerasi sel dermal pada jaringan kulit yang mengalami luka bakar.

Inovasi ini dikembangkan oleh Tim REGENOCA, yang terdiri atas Yurika Shifa Tuzzahra, Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc., dosen Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026.

Bukan hanya sekadar memadukan dua bahan alam, penelitian ini menjadi upaya untuk mengangkat potensi sumber daya hayati Indonesia ke dalam pengembangan sediaan farmasi berbasis teknologi modern. Integrasi albumin Channa striata dan ekstrak Aloe vera dalam bentuk nanogel diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi baru dalam mendukung proses penyembuhan dan regenerasi jaringan kulit.

Melalui kolaborasi lintas disiplin antara Fakultas Farmasi dan Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, Tim REGENOCA berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu langkah menuju pemanfaatan bahan alam Indonesia yang lebih optimal di bidang kesehatan. Penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi farmasi yang tidak hanya memanfaatkan kekayaan hayati lokal, tetapi juga dikemas menggunakan pendekatan teknologi modern. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-manfaatkan-bahan-alami-untuk-membuat-obat-luka-bakar-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 08:58:562026-08-20 14:31:18Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar

Menjadi Versi Terbaik Melalui Ketekunan

13/08/2026/in Feature /by Ard

Leli Fatmawati, salah satu wisudawan terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026 (Foto. Leli)

Bagi Leli Fatmawati, setiap pencapaian tidak pernah datang secara instan. Di balik predikat sebagai Wisudawan Terbaik, tersimpan perjalanan panjang yang dipenuhi ketekunan, disiplin, dan rasa syukur atas setiap kesempatan yang diberikan.

Lulusan Program Studi Pendidikan Biologi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 ini mengaku tidak pernah membayangkan akan menjadi salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda Periode IV Tahun 2026.

Selama menempuh pendidikan, Leli aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan akademik maupun kompetisi. Selain berhasil mempertahankan prestasi akademik dengan IPK yang hampir sempurna, ia juga memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE), meraih Juara I Artikel Terbaik Kategori Pendidikan UAD 2025, Juara I Presenter Terbaik Seminar Internasional Hasil PLP I dan PLP II Tahun 2026, serta Juara I Lomba Microteaching Program Studi Pendidikan Biologi Tahun 2026. Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan belajarnya selama di bangku kuliah.

Menurut Leli, keberhasilan tersebut berawal dari kesadaran bahwa dirinya merupakan penerima beasiswa. Amanah itulah yang terus mendorongnya untuk memberikan usaha terbaik dalam setiap kesempatan.

“Sebagai penerima beasiswa, saya merasa memiliki tanggung jawab yang besar. Karena itu, saya berusaha memaksimalkan kemampuan yang saya miliki agar dapat terus berprestasi dan memberikan hasil terbaik,” tuturnya.

Di balik berbagai prestasi yang diraih, tantangan terbesar yang harus dihadapinya adalah mengelola waktu, tenaga, dan pikiran di tengah padatnya aktivitas. Perkuliahan, organisasi, penelitian, dan berbagai kompetisi sering kali berjalan bersamaan sehingga menuntutnya untuk mampu menentukan prioritas.

Leli memilih menjalani setiap proses dengan tenang tanpa terburu-buru. Baginya, menyusun skala prioritas dan menjaga komunikasi yang baik menjadi kunci agar setiap tanggung jawab dapat diselesaikan secara maksimal.

“Saya belajar bahwa semua bisa dijalani jika dilakukan dengan tenang, mengetahui mana yang harus diprioritaskan, dan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekitar,” jelasnya.

Kebiasaan sederhana juga menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasinya. Sejak awal, Leli selalu menetapkan target-target yang ingin dicapai sebagai arah dalam setiap langkah yang diambil. Bagi Leli, target bukan sekadar daftar keinginan, melainkan pengingat agar dirinya tetap konsisten bertumbuh dan tidak kehilangan arah di tengah berbagai aktivitas.

Keberhasilan yang diraihnya juga tidak lepas dari doa dan dukungan orang-orang terdekat. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya, Suyatno dan Sani, kakak, keluarga besar, teman-teman, serta para dosen Program Studi Pendidikan Biologi yang terus memberikan semangat dan bimbingan selama masa perkuliahan. “Semua doa, dukungan, dan motivasi dari mereka menjadi kekuatan bagi saya untuk terus berjuang hingga sampai di titik ini,” tambahnya.

Leli bercita-cita kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang magister melalui program beasiswa agar dapat terus mengembangkan kompetensi dan memberikan kontribusi yang lebih luas di bidang pendidikan.

Bagi Leli, prestasi bukan hanya tentang penghargaan yang berhasil diraih. Ia memaknai prestasi sebagai bentuk penghargaan atas setiap usaha yang telah dilakukan dengan sungguh-sungguh, sedangkan kesuksesan adalah kemampuan untuk mencapai versi terbaik dari diri sendiri, baik sesuai dengan rencana yang disusun maupun jalan yang telah ditetapkan Tuhan.

Ia juga berharap almamaternya terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang melahirkan lulusan unggul, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kemuhammadiyahan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Leli-Fatmawati-salah-satu-wisudawan-terbaik-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Wisuda-Periode-IV-Tahun-2026-Foto.-Leli.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 08:52:022026-08-13 08:52:02Menjadi Versi Terbaik Melalui Ketekunan

UAD dan Universiti Malaysia Pahang Jalankan Student Mobility Program

12/08/2026/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universiti Malaysia Pahang jalankan student mobility program (Foto. Septia)

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan delegasi mahasiswa dan dosen dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) dalam rangka pembukaan Student Mobility Program. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademis, pengenalan budaya, serta peningkatan wawasan teknologi bagi para peserta selama berkegiatan di Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FTI UAD, Ir. Ika Dyah Kumalasari, S.Si., M.Sc., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kuliah umum, kunjungan industri, hingga pengenalan budaya Jawa di Yogyakarta, dapat memberikan manfaat luas serta pengalaman yang berkesan.

“Semoga program ini memberikan manfaat dan semua peserta, baik pembimbing maupun perwakilan dari UMPSA, bisa enjoy selama berada di sini. Pihak FTI UAD siap mendampingi apabila terdapat kendala atau hal yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung,” tuturnya.

Harapan serupa juga disampaikan oleh perwakilan dosen Universiti Malaysia, Ts. Dr. Abdullah Fairuzullah Bin Ahmad. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutan yang hangat dari pihak universitas maupun mahasiswa pendamping. Beliau berharap program ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi serta menjalin kerja sama yang lebih baik antara UAD dan UMPSA di masa depan, sekaligus menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mendapatkan banyak pengalaman baru.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari Faculty of Computing UMPSA, Akmal Najmudin Bin Zakaria mengutarakan rasa bangga dan apresiasinya atas penyambutan yang luar biasa dari sivitas akademika UAD. Menurutnya, program ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan kesempatan berharga untuk menimba ilmu dan memperluas wawasan.

“Program ini menjadi kesempatan emas bagi kami untuk menyerap berbagai pengetahuan teknologi, mengenal budaya lokal, serta melihat secara langsung bagaimana rekan-rekan mahasiswa di UAD belajar dan berkarya,” ungkap Akmal.

Melalui Student Mobility Program ini, kedua perguruan tinggi berharap hubungan kerja sama antarabangsa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pengembangan akademik serta kemahasiswaan. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Universiti-Malaysia-Pahang-jalankan-student-mobility-program-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-12 10:09:382026-08-12 10:09:38UAD dan Universiti Malaysia Pahang Jalankan Student Mobility Program

Membangun Masa Depan dari Setiap Pengalaman

12/08/2026/in Feature /by Ard

Rifan Dwitya Suratman wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV tahun 2026 (Foto. Rifan)

Bagi sebagian orang, masa kuliah adalah tempat menimba ilmu. Namun, bagi Rifan Dwitya Suratman, masa kuliah juga menjadi ruang untuk membangun pengalaman, menempa karakter, dan menciptakan kisah yang kelak layak dikenang.

Lulusan Program Studi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,76 ini berhasil dinobatkan sebagai Wisudawan Berprestasi UAD pada Wisuda Periode IV Tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi penutup manis dari perjalanan panjang yang dipenuhi tantangan, kerja keras, dan berbagai pengalaman berharga.

Selama menjadi mahasiswa, Rifan aktif mengikuti berbagai program pengembangan mahasiswa yang berfokus pada riset dan pengabdian kepada masyarakat. Berkat konsistensinya, ia berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), serta mengantarkan timnya meraih Juara II Abdidaya PPK Ormawa, salah satu ajang penghargaan nasional bagi program pengabdian mahasiswa.

Meski prestasi tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan, bagi Rifan penghargaan bukanlah tujuan utama. Ia justru memiliki motivasi yang sederhana, tetapi bermakna. “Motivasi terbesar saya adalah menciptakan kenangan yang nantinya bisa saya ceritakan dan membentuk diri saya menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” tuturnya.

Prinsip tersebut membuatnya tidak sekadar mengejar hasil, tetapi juga menikmati setiap proses yang dijalani. Setiap organisasi, penelitian, maupun kegiatan pengabdian menjadi pengalaman yang memperkaya cara pandangnya terhadap kehidupan.

Di balik berbagai pencapaian itu, Rifan mengakui bahwa tantangan terbesar selama kuliah adalah mengelola waktu. Padatnya aktivitas akademik, organisasi, hingga berbagai program kemahasiswaan menuntutnya untuk mampu menentukan prioritas dengan bijak.

“Terkadang ada beberapa hal yang kurang mendapat perhatian, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Karena itu, saya belajar mengatur prioritas agar setiap kegiatan tetap bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Untuk menjaga konsistensi, Rifan memiliki kebiasaan yang selalu ia terapkan sebelum mengambil sebuah keputusan. Ia akan menentukan skala prioritas sekaligus menganalisis dampak dari setiap kegiatan yang akan dijalani.

“Saya selalu melihat seperti apa hasil akhirnya. Ketika sudah memiliki gambaran tujuan, meskipun masih sederhana, itu menjadi motivasi untuk menyelesaikan prosesnya,” tandasnya.

Baginya, langkah tersebut membuat setiap usaha terasa lebih terarah dan tidak dilakukan secara sia-sia.

Dalam perjalanan meraih prestasi, Rifan menyadari bahwa keberhasilannya tidak mungkin diraih seorang diri. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan, kedua orang tuanya, Agus Suratman dan Yeri Mulyanah, serta teman-teman seperjuangan yang selalu memberikan dukungan selama proses perkuliahan. “Keberhasilan ini adalah hasil dari doa, dukungan, dan perjuangan banyak orang,” tambahnya.

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana, Rifan berharap dapat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan harapannya. Baginya, dunia kerja akan menjadi ruang baru untuk terus belajar sekaligus memberikan kontribusi yang lebih luas.

Menurut Rifan, kesuksesan tidak semata-mata diukur dari jabatan atau penghargaan yang dimiliki seseorang. “Kesuksesan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu memberikan dampak positif bagi orang lain,” tandasnya.

Ia berharap seluruh sivitas akademika terus tumbuh menjadi pribadi-pribadi unggul di bidangnya masing-masing dan mampu menunjukkan kualitas lulusan UAD melalui karya serta kontribusi nyata.

Rifan menyadari bahwa pelajaran paling berharga yang diperoleh selama kuliah bukan hanya berasal dari ruang kelas. Ia belajar bahwa kehidupan kampus merupakan fase penting dalam membentuk jati diri seseorang. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin, tidak hanya dengan belajar secara serius, tetapi juga menikmati setiap proses bersama teman-teman yang memberikan energi positif.

“Masa kuliah sangat berpengaruh terhadap pembentukan jati diri. Jadi, jangan hanya sibuk belajar. Nikmati juga setiap proses, bangun pertemanan yang baik, dan ciptakan kenangan yang kelak akan menjadi bagian berharga dalam hidup.”

Bagi Rifan, prestasi memang menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun, lebih dari itu, masa kuliah adalah tentang bagaimana seseorang bertumbuh, membangun karakter, dan meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi orang lain. Karena pada akhirnya, kenangan terbaik bukan hanya tentang apa yang berhasil diraih, tetapi juga tentang siapa diri kita setelah melalui seluruh proses tersebut. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rifan-Dwitya-Suratman-wisudawan-berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-tahun-2026-Foto.-Rifan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-12 10:02:582026-08-12 10:02:58Membangun Masa Depan dari Setiap Pengalaman

Di Balik Prestasi, Ada Proses yang Tak Pernah Berhenti

12/08/2026/in Feature /by Ard

Komisah, wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV tahun 2026 (Foto. Komisah)

Setiap prestasi selalu memiliki cerita. Ada waktu yang dikorbankan, ada kegagalan yang dijadikan pelajaran, dan ada tekad yang terus dijaga agar tidak padam. Bagi Komisah, seluruh proses itulah yang mengantarkannya dinobatkan sebagai Wisudawan Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026.

Lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80 ini mengaku penghargaan tersebut menjadi momen yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. “Saya merasa sangat senang, terharu, dan bangga terhadap diri saya sendiri. Perjalanan selama kuliah tidak selalu mudah. Ada banyak tantangan, pengorbanan, dan proses yang harus saya lalui,” ungkapnya.

Bagi Komisah, predikat Wisudawan Berprestasi bukan sekadar bentuk apresiasi atas pencapaian yang telah diraih, melainkan amanah untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selama menempuh pendidikan di UAD, Komisah aktif mengikuti berbagai kompetisi, organisasi, kepanitiaan, serta kegiatan akademik maupun nonakademik. Konsistensinya mengembangkan diri membawanya meraih berbagai prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Beberapa di antaranya adalah Juara 1 Business Plan Temu Ilmiah Mahasiswa Prestasi Nasional yang sekaligus memperoleh penghargaan Best Presentation dan Gold Medal, Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Gagasan Tertulis Pekan Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat PTM, Gold Medal pada Temu Ilmiah Mahasiswa Prestasi Nasional kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah, Gold Medal pada Virtual Innovation Competition, serta International Invention and Creativity Special Award. Selain itu, Komisah juga berhasil meraih berbagai penghargaan lainnya di bidang karya tulis ilmiah, business plan, esai, inovasi, hingga media kreatif.

Semangat untuk terus berprestasi lahir dari keinginan sederhana, yakni memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan sebaik mungkin. Baginya, prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi tentang proses bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.

Ia juga ingin membanggakan kedua orang tua, almamater, sekaligus menginspirasi mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal-hal baru.

Perjalanan tersebut tentu tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang harus dihadapi Komisah adalah mengatur skala prioritas di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, organisasi, serta berbagai perlombaan yang diikuti secara bersamaan.

“Saya belajar membuat perencanaan yang baik, mengatur waktu secara disiplin, dan memahami mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Saya juga sadar bahwa tidak semua kesempatan harus diambil sekaligus,” tambahnya.

Di balik keberhasilannya, Komisah tidak pernah melupakan sosok-sosok yang selalu memberikan dukungan. Ia menyebut kedua orang tuanya, Bapak Ana dan Ibu Imi, sebagai sumber kekuatan terbesar yang senantiasa menghadirkan doa, semangat, dan kepercayaan dalam setiap langkahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosen pembimbing yang selalu sabar mendampingi selama proses mengikuti berbagai kompetisi. Tidak hanya itu, teman seperjuangannya, Putri Septiana dan Haqmadi Widya Ihsanto, menjadi rekan diskusi sekaligus partner yang saling menguatkan hingga berbagai prestasi berhasil diraih bersama.

Bagi Komisah, menjaga prestasi tidak membutuhkan cara yang rumit. Ia memilih untuk selalu membuka diri terhadap pengalaman baru dan tidak takut mencoba berbagai kesempatan yang datang. “Saya percaya setiap kesempatan adalah ruang untuk belajar dan berkembang. Kegagalan bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi menjadi bahan evaluasi agar bisa memberikan hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya,” tandasnya.

Selepas menyelesaikan studi sarjana, Komisah telah menyiapkan langkah berikutnya. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan Magister melalui program beasiswa LPDP agar dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas kontribusinya bagi masyarakat.

Baginya, makna kesuksesan tidak pernah diukur dari banyaknya piala atau penghargaan yang dimiliki.“Kesuksesan adalah ketika kita mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Prestasi hanyalah hasil dari sebuah proses, sedangkan kesuksesan yang sesungguhnya adalah ketika kita terus berkembang, tetap rendah hati, dan menggunakan ilmu yang dimiliki untuk memberikan dampak positif,” jelasnya.

Komisah berharap Universitas Ahmad Dahlan terus menjadi kampus yang melahirkan lulusan unggul, berprestasi, dan berkarakter, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensinya.

Sebab pada akhirnya, setiap prestasi bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan. Prestasi adalah pengingat bahwa seseorang selalu memiliki ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi sesama. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Komisah-wisudawan-berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-tahun-2026-Foto.-Komisah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-12 09:56:202026-08-12 09:56:20Di Balik Prestasi, Ada Proses yang Tak Pernah Berhenti
Page 3 of 623‹12345›»

TERKINI

  • 15 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat24/08/2026
  • Respons Cepat Pasca-Gempa, Mahasiswa KKN UAD Bantu Warga Cunca Wulang24/08/2026
  • Tim PPK Ormawa RDC UAD Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantul24/08/2026
  • UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 202624/08/2026
  • UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire20/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026
  • Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD18/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top