• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Gerakan Shadaqah Sampah: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Kesehatan Lingkungan

03/08/2026/in Feature /by Ard

Nur Aina Azizah., S.K.M., Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Penulis Nur Aina Azizah., S.K.M.

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Sampah masih menjadi salah satu persoalan kesehatan lingkungan yang paling nyata di Indonesia. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat mencemari sungai, menyumbat saluran air, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diare dan demam berdarah. Karena itu, persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sekadar urusan kebersihan, melainkan sudah menyangkut kesehatan masyarakat secara luas.

Persoalan sampah sesungguhnya bukan hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola limbah, tetapi juga cara pandang manusia terhadap lingkungan. Selama sampah dianggap sebagai sesuatu yang selesai ketika dibuang, persoalan itu akan terus berulang. Yang dibutuhkan bukan sekadar teknologi, melainkan perubahan perilaku.

Di tengah persoalan tersebut, Muhammadiyah menghadirkan ikhtiar yang berbeda melalui Gerakan Shadaqah Sampah Berbasis Eco-Masjid Indonesia. Dalam gerakan ini, sampah tidak dipandang semata-mata sebagai limbah, melainkan dikumpulkan, dipilah, dan dijual, lalu hasilnya disalurkan untuk kegiatan sosial serta pemberdayaan umat.

Gerakan yang dirintis Ananto Isworo sejak 2013 di Bantul, Yogyakarta, ini kembali mendapat sorotan setelah ia dianugerahi Kalpataru 2026 kategori Perintis Lingkungan. Penghargaan tertinggi pemerintah di bidang lingkungan hidup itu menegaskan bahwa pendekatan berbasis masjid ini bukan sekadar gagasan, melainkan ikhtiar nyata yang memberi dampak.

Cara kerjanya sederhana. Warga memilah sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng dari rumah, lalu membawanya ke masjid sebagai bentuk shadaqah. Dari titik kumpul yang sederhana itulah gerakan ini tumbuh dan meluas ke berbagai daerah.

Menurut Ananto, sebagaimana dikutip dari Muhammadiyah.or.id, pendekatan penanganan sampah dapat dilakukan melalui jalur keagamaan dan rumah ibadah. Ia menyebut gerakan ini telah direplikasi oleh ratusan komunitas, dengan sekitar 532 komunitas di Bantul dan menyebar hingga sekitar 300 masjid di seluruh Indonesia.

Bagi Muhammadiyah, menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan teknis kesehatan, melainkan bagian dari ibadah, amanah, dan tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di bumi. Lingkungan yang sehat diyakini menjadi kunci lahirnya masyarakat yang sehat pula, sehingga nilai-nilai Islam perlu hadir dalam perilaku nyata, mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan udara, sanitasi, hingga pencegahan pencemaran.

Yang membuat gerakan ini istimewa adalah Landasan nilainya. Dalam Islam, shadaqah tidak selalu berbentuk uang; setiap kebaikan yang memberi manfaat bagi orang lain juga bernilai shadaqah. Karena itu, memilah sampah dan merawat lingkungan dapat dipahami sebagai amal saleh. Dakwah pun tidak berhenti di mimbar, tetapi hadir melalui tindakan nyata yang manfaatnya langsung dirasakan warga.

Muhammadiyah menjadikan masjid sebagai pusat gerakan karena tempat inilah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari sana lahir kebiasaan baru seperti memilah sampah dari rumah, membawanya ke masjid, lalu bersama-sama membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah.

Dampaknya tidak hanya terasa pada aspek lingkungan. Hasil penjualan sampah di berbagai daerah dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan remaja masjid, membantu biaya pendidikan anak-anak, hingga membiayai program sosial. Di sejumlah komunitas, penggunaan mesin pencacah sampah juga meningkatkan nilai jual sampah sehingga manfaat ekonominya semakin besar.

Dari sisi kesehatan lingkungan, gerakan ini membantu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir atau mencemari sungai. Gerakan ini juga membiasakan warga memilah sampah sejak dari sumbernya, sebuah langkah kecil yang menjadi fondasi penting dalam sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, pengelolaan sampah sejak dari sumber merupakan salah satu strategi promotif dan preventif yang efektif. Ketika masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah, risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ananto sendiri menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama. Baginya, semua ini dijalankan karena “bumi adalah amanah dari Allah yang harus dijaga”. Dari selembar kardus bekas hingga botol plastik yang dipilah, gerakan ini membuktikan bahwa dakwah bisa hadir lewat aksi sederhana: mengubah sampah menjadi shadaqah, sekaligus mengubah kepedulian lingkungan menjadi budaya hidup yang diakui secara nasional.

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, FKM, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nur-Aina-Azizah.-S.K.M.-Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:49:472026-08-10 10:28:58Gerakan Shadaqah Sampah: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Kesehatan Lingkungan
You might also like
Lorong Sayur, Program KKN UAD untuk Masifkan Penghijauan
Tips Menulis Esai Juara Ala Dhita Pratama Putra
Mahasiswa Hukum UAD Raih Juara II dalam Kejuaraan National Abstract Competition 2025
UAD dan Universiti Teknologi Mara Malaysia Adakan Diskusi Akademik
P2K UAD Tahun 2023 Mengusung Tema Kebangsaan
Mahasiswa Teknik Industri UAD Raih Predikat Best Speaker dalam Debat Mahasiswa Nasional

TERKINI

  • Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa11/09/2026
  • KKN UAD Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan11/09/2026
  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Perkuat Syiar Keagamaan melalui Pengajian10/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top