• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Tim PkM FKM UAD Bekali Remaja Cegah Perilaku Berisiko

11/05/2026/in Terkini /by Ard

Tim PkM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali remaja cegah perilaku berisiko (Foto. PkM UAD)

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan bertajuk “Teen Power and Protection: Pemberdayaan Remaja Berbasis Sekolah untuk Membangun Kesadaran dan Pilihan Perilaku Sehat” pada 28 dan 29 April 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, Bantul. Sebanyak 28 siswa terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini bertujuan membekali remaja dengan pemahaman komprehensif terkait pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial, serta memperkuat kemampuan dalam mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan edukasi mengenai karakteristik masa remaja, berbagai bentuk perilaku berisiko beserta dampaknya, serta strategi pencegahan yang dapat dilakukan oleh remaja, keluarga, dan lingkungan sekolah. Selain itu, siswa juga dilatih untuk mengembangkan kemandirian dalam pengambilan keputusan, kemampuan menolak ajakan negatif, serta keterampilan komunikasi asertif.

Sementara itu, pada hari kedua, kegiatan diisi dengan sesi role play komunikasi asertif. Melalui simulasi situasi yang kerap dihadapi remaja, peserta berlatih menghadapi tekanan teman sebaya dan situasi yang berpotensi memicu perilaku berisiko secara interaktif.

Ketua tim pengabdian, Erni Gustina, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen FKM UAD dalam mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat dan berkarakter. “Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku positif remaja,” ujarnya.

Melalui program ini, siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan menerapkan perilaku sehat, menjauhi kenakalan, serta membangun relasi sosial yang positif. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga diharapkan terus berlanjut guna mencetak generasi remaja yang sehat, unggul, dan berdaya saing. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PkM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-remaja-cegah-perilaku-berisiko-Foto.-PkM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-11 09:03:192026-05-11 09:03:19Tim PkM FKM UAD Bekali Remaja Cegah Perilaku Berisiko

UAD Luluskan 1.096 Mahasiswa pada Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026

09/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Wisuda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode III tahun akademik 2025-2026 (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul dengan menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Bertempat di Gedung Jogja Expo Center (JEC) pada Sabtu, 9 Mei 2026, UAD resmi mewisuda total 1.096 mahasiswa.

Dari jumlah tersebut, rincian lulusan pada wisuda kali ini terdiri atas 11 lulusan Program Sarjana Terapan, 924 lulusan Program Sarjana, 157 lulusan Program Magister, dan 4 lulusan Program Doktor. Selain itu, tercatat sebanyak 790 wisudawan berhasil meraih predikat cum laude (dengan pujian).

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya kepada para wisudawan. “Perjalanan menempuh pendidikan tinggi tidak mudah, ada perjuangan, pengorbanan, kerja keras, dan kegagalan bertubi-tubi. Ketekunan disiplin dan doa mengantarkan saudara mencapai tonggak penting dalam kehidupan ini”.

Atas nama universitas, ia menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para orang tua dan keluarga. Menurutnya, keberhasilan wisudawan tidak terlepas dari doa, dukungan moral, pengorbanan, dan cinta yang tulus dari keluarga dan orang terdekat.

“Saudara patut bangga menjadi bagian dari UAD, kebanggaan tersebut harus diwujudkan dalam karya, integritas, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Tunjukkan pada masyarakat bahwa lulusan UAD adalah pribadi yang cerdas, berakhlak, adaptif terhadap perubahan, serta memberikan solusi bagi persoalan bangsa,” katanya.

Ia menambahkan saat ini di era yang penuh perubahan, teknologi berkembang dengan cepat yang mengubah banyak bidang pekerjaan dan persaingan global semakin ketat. Dalam situasi ini lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berkolaborasi, komunikasi, dan karakter yang kuat.

“Kami berharap lulusan UAD mampu menjadi generasi pembelajar sepanjang hayat. Generasi yang terus bertumbuh, berani berinovasi dan mampu menciptakan peluang.”

Prosesi wisuda diakhiri dengan penyematan pin alumni oleh Ketua Keluarga Alumni Universitas Ahmad Dahlan (Kamada). Penyematan ini menandakan bahwa 1.096 lulusan baru tersebut telah resmi menjadi bagian dari jaringan alumni UAD yang tersebar di seluruh pelosok negeri maupun mancanegara.

Acara ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar para lulusan UAD mampu menjadi profesional yang berintegritas dan memiliki jiwa kewirausahaan dalam menghadapi era disrupsi teknologi. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Wisuda-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-periode-III-tahun-akademik-2025-2026-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-09 17:56:012026-05-09 17:57:12UAD Luluskan 1.096 Mahasiswa pada Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026

PBI UAD Gelar Global Talk Show “Youth Voices Across Culture”

08/05/2026/in Terkini /by Ard

Prodi PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Global Talk Show “Youth Voices Across Culture” (Foto. PBI UAD)

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Global Talk Show bertajuk “Youth Voices Across Culture” pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Bahasa B, Kampus 4 UAD, dan diikuti oleh mahasiswa PBI angkatan 2025.

Mengusung tema Tourism, Culture, and Global Communication, kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional serta melibatkan mahasiswa dalam diskusi lintas budaya melalui format panel discussion. Hadir sebagai pembicara, Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed., dosen PBI UAD, bersama Lorralie F. Canape, LPT, MAEd. dari Adamson University, Filipina.

Dalam pemaparannya, Lorralie memperkenalkan Filipina dari sisi budaya dan sistem pendidikan. Sementara itu, Nur Rifai membagikan pengalaman serta wawasan selama kunjungannya ke Filipina, sekaligus memberikan perspektif terkait pentingnya komunikasi lintas budaya.

Selain itu, mahasiswa PBI UAD turut berperan sebagai student presenters dengan membawakan berbagai topik tentang Indonesia. Raya Naufa Nur Kamila memaparkan keindahan alam Indonesia, Faiq Yassar Vasa membahas ikon-ikon khas seperti tugu dan taman kota, Riva Zaskia Nadhif mengulas kebiasaan masyarakat, dan Putri Farah Amelia memperkenalkan budaya Indonesia.

Salah satu presenter, Raya, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut. “Awalnya saya sangat gugup, tetapi setelah mulai berbicara, semuanya terasa lebih baik. Pembicara sangat baik dan tidak menghakimi kesalahan saya, sehingga membuat saya lebih percaya diri. Setelah selesai, saya merasa lega dan bersyukur karena bisa melakukannya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, serta wawasan global dalam menghadapi tantangan di era internasional. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Global-Talk-Show-Youth-Voices-Across-Culture-Foto.-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-08 10:17:332026-05-08 10:17:33PBI UAD Gelar Global Talk Show “Youth Voices Across Culture”

Masdah BSA UAD Pukau Penonton Lewat Pementasan “Sāhib Tob Tob”

08/05/2026/in Terkini /by Ard

Masdah BSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Pentaskan Sāhib Tob Tob (Foto. Masdah BSA UAD)

Kelompok Teater Masrahiyatul Jaudah (MASDAH) sukses memukau penonton dalam pementasan lakon bertajuk “Sāhib Tob Tob” yang digelar di Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD)  pada Rabu, 29 April 2026. Pementasan yang menjadi bagian dari rangkaian AWFEST #8 ini mengangkat kisah klasik tentang perjuangan seorang pemilik syair yang bertransformasi dari korban perundungan menjadi sosok besar di istana.

Sutradara pementasan, Salwa Salsabila, mengungkapkan bahwa pemilihan judul tersebut diambil dari potongan lirik syair ikonik tab tabi tab untuk menarik perhatian audiens melalui kesan yang unik.

“Alasannya karena lirik syair yang diangkat terkenal dengan kalimat tab tabi tab, dan kalimat Sāhib Tob Tob berarti pemilik tab tab yang secara kalimat terasa lucu untuk menarik penonton,” ujarnya.

Meskipun menyisipkan unsur humor dengan menghadirkan karakter manusia batu, inti cerita tetap berpijak pada sejarah asli pemilik syair pada masa kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad. Hal ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengenal kembali kejayaan sastra Arab masa lalu di tengah gempuran era digital saat ini.

Pesan utama yang ingin disampaikan dalam pementasan ini adalah la mustahil, yang berarti tidak ada yang mustahil di dunia ini selama seseorang terus berusaha. Salwa menekankan bahwa keberhasilan karakter utama tidak lepas dari kegigihan serta kekuatan spiritual yang menjadi fondasi dalam setiap harapan.

“Intinya tidak ada yang mustahil di dunia ini, semua bisa asal kita tidak menyerah, dan jangan lupa semua ini juga ada berkat doa ibu atau orang tua,” tutur Salwa saat menjelaskan pesan moral yang terselip di akhir pementasan. Harapannya, audiens yang menyaksikan dapat meyakini bahwa setiap impian dapat terwujud dengan usaha dan doa yang tulus.

Terkait proses produksi, persiapan pementasan ini memakan waktu kurang lebih selama 4 bulan dengan tantangan teknis terpotong masa liburan semester serta penyesuaian aktor baru. Salwa merasa sangat bahagia melihat antusiasme penonton yang melakukan registrasi, meskipun beberapa calon penonton berhalangan hadir karena pementasan diselenggarakan pada hari aktif kuliah.

Pementasan ditutup dengan megah melalui lantunan nasyid La Mustahil yang menggugah semangat para penonton di akhir acara. Kegiatan ini membuktikan bahwa literasi klasik Arab tetap memiliki daya tarik yang kuat jika dikemas dengan kreativitas dan pesan yang relevan bagi generasi masa kini. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Masdah-BSA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Pentaskan-Sahib-Tob-Tob-Foto.-Masdah-BSA-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-08 09:58:482026-05-08 09:58:48Masdah BSA UAD Pukau Penonton Lewat Pementasan "Sāhib Tob Tob"

Menjawab Tantangan Zaman, Dosen UAD Hadiri Sarasehan Resiliensi Berbasis Budaya

08/05/2026/in Terkini /by Ard

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ikuti sarasehan sesiliensi berbasis budaya (Foto. Satrianawati)

Pesatnya disrupsi dan perubahan sosial menuntut pendidikan tidak lagi berfokus pada pencapaian akademik semata. Menyadari pentingnya penguatan mental generasi muda, delegasi dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut berpartisipasi dalam kegiatan Sarasehan Resiliensi Berbasis Budaya: Kesehatan Mental, Pendidikan, dan Pembentukan Karakter untuk Menjawab Tantangan Zaman yang diselenggarakan pada Sabtu-Minggu, 2-3 Mei 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh GKR Hayu serta sejumlah narasumber yang mayoritas merupakan praktisi psikologi anak dan keluarga. Sarasehan tersebut juga menjadi momentum peringatan 20 tahun pengabdian institusi Kemuning Kembar. Tidak sekadar ajang refleksi, kegiatan ini dirancang sebagai ruang strategis untuk merumuskan kembali penerapan nilai-nilai budaya dalam menghadapi tantangan era modern.

Salah satu narasumber utama, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog, menyoroti fenomena meningkatnya kegelisahan generasi muda yang mulai terlepas dari akar budayanya. “Pendidikan tidak bisa hanya berorientasi pada akademik semata. Kita membutuhkan generasi yang cerdas, tangguh, berempati, serta memiliki akar budaya yang kuat. Manusia tidak dapat dipisahkan dari relasi rasa dan budaya tempat ia tumbuh,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, konsep resiliensi dikaitkan dengan filosofi Jawa ora mingkuh, yang berarti pantang menyerah dalam menghadapi ujian kehidupan. Nilai ini dinilai relevan dengan pendekatan psikologi modern dalam membangun ketangguhan mental.

Kepala Dinas Kebudayaan, Dian Laksmi Pratiwi, menegaskan bahwa budaya merupakan sumber utama kekuatan kesehatan mental. Menurutnya, generasi muda yang berbudaya akan memiliki kepercayaan diri dan ketahanan hidup yang lebih baik.

Sementara itu, Dr. Restu Gunawan menekankan pentingnya pengarusutamaan kebudayaan dalam berbagai sektor pembangunan. Ia mengibaratkan budaya sebagai investasi abadi yang tidak akan habis, melainkan terus berkembang jika dilestarikan. “Budaya seperti harmoni gamelan. Kita tidak melihat latar belakang individu, tetapi semua beriringan menciptakan keindahan. Di dalamnya terdapat nilai toleransi dan pengendalian diri,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya prinsip kebahasaan: memperkuat bahasa asing, mengokohkan bahasa Indonesia, dan melestarikan bahasa daerah.

Pada hari pertama, kegiatan sarasehan dibagi ke dalam tiga sesi utama yang memadukan diskusi dan pementasan seni. Panel pertama membahas strategi pengembangan sumber daya manusia masa depan, menghadirkan anggota Komisi X DPR RI, Ruby Chaerani Syiffadia, serta GKR Hayu. Panel kedua mengangkat konsep langen cerita sebagai media penanaman nilai melalui seni tutur dan gerak. Sesi ketiga mengulas filosofi tari Jawa (wiraga, wirama, wirasa) sebagai sarana pengembangan karakter dan pengolahan rasa.

Keterlibatan dosen UAD dalam sarasehan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan iklim akademik di kampus. Nilai-nilai resiliensi berbasis budaya diharapkan dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan pendekatan pembelajaran, sehingga mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan berkarakter kuat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ikuti-sarasehan-sesiliensi-berbasis-budaya-Foto.-Satrianawati.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-08 09:40:492026-05-08 09:40:49Menjawab Tantangan Zaman, Dosen UAD Hadiri Sarasehan Resiliensi Berbasis Budaya

IMM UAD Selenggarakan Studium Generale dan Darul Arqam Dasar 2026

08/05/2026/in Terkini /by Ard

IMM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Selenggarakan Studium Generale dan Darul Arqam Dasar 2026 (Foto. IMM UAD)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Komisariat (PK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Cabang Djazman Al-Kindi sukses menyelenggarakan kegiatan Studium Generale dan Darul Arqam Dasar (DAD) 2026 dengan mengusung tema “Internalisasi Ideologi dan Pendalaman Intelektual sebagai Basis Transformasi Kader IMM Menuju Komisariat yang Progresif”. Kegiatan pengkaderan tingkat dasar ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai ideologi dan meningkatkan kapasitas intelektual calon kader yang berlangsung pada Sabtu hingga Minggu, 18–19 April 2026.

Agenda tersebut diawali dengan seremonial pembukaan dan Studium Generale yang dipandu oleh Master of Ceremony. Seluruh peserta hadir mengikuti rangkaian acara dengan khidmat, yang dibuka dengan penyampaian sambutan-sambutan dari jajaran kepanitiaan, pimpinan, hingga pembina. Setelah pemaparan Studium Generale dan sesi tanya jawab, peserta secara resmi diserahkan kepada Master of Training (MOT) untuk kemudian diberangkatkan menuju lokasi pemusatan DAD.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan intelektual secara berkelanjutan melalui penyampaian materi secara bertahap. Setiap selesai pemaparan, peserta dilibatkan secara aktif dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk membedah implementasi dan memperdalam pemahaman materi yang telah diberikan.

Kegiatan tidak hanya berfokus pada intelektualitas, tetapi juga penguatan spiritual yang dikawal langsung oleh Instructor of Training (IOT). Rangkaian ibadah seperti salat Tahajud berjemaah, salat Subuh, hingga sesi mengaji dan bedah ayat rutin dilaksanakan setiap pagi. Untuk menjaga kekompakan dan kebugaran, para peserta juga berpartisipasi dalam agenda Outbound yang dipandu oleh Outbound Guide (OG) di sela-sela jadwal materi. Di penghujung malam hari kedua, suasana menjadi lebih bermakna dengan adanya sesi perenungan bertajuk “Merajut Mimpi”.

Rangkaian kegiatan pendidikan dan pembekalan kader ini kemudian ditutup dengan evaluasi berupa post-test dan Penerapan Tindak Lanjut (PTL). Melalui agenda ini, para kader baru diharapkan telah memiliki kesiapan mental, pemahaman ideologi yang mendalam, dan kualitas intelektual yang lebih matang dalam bertransformasi untuk mewujudkan komisariat yang progresif. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Selenggarakan-Studium-Generale-dan-Darul-Arqam-Dasar-2026-Foto.-IMM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-08 09:26:442026-05-08 09:26:44IMM UAD Selenggarakan Studium Generale dan Darul Arqam Dasar 2026

UAD Gelar Workshop Penyelesaian Substantif Paten Bersama DJKI Kementerian Hukum RI

07/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Workshop Penyelesaian Substantif Paten Bersama DJKI Kementerian Hukum RI (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Workshop Penyelesaian Substantif Paten bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia pada Selasa, 6 Mei 2026 di Ruang Serba Guna UAD. Kegiatan yang bekerja sama dengan UMY ini menjadi bagian dari program percepatan pemeriksaan substantif paten guna mendukung target zero backlog nasional.

Workshop ini menghadirkan jajaran Direktorat Paten DJKI, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta, pimpinan perguruan tinggi, serta para inventor dari UAD dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil riset berbasis kekayaan intelektual.

Dwi Jatmiko, S.T., M.H. Pemeriksa Paten Ahli Madya Direktorat Paten, DTLST, dan Rahasia Dagang DJKI,  dalam sambutannya menegaskan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak lagi hanya ditentukan oleh sumber daya alam, melainkan juga kemampuan menghasilkan inovasi dan mengelola pengetahuan. “Paten bukan sekadar bentuk perlindungan hukum, tetapi juga pendorong lahirnya inovasi baru yang memiliki nilai tambah ekonomi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui RPJMN 2025-2029 menempatkan penguatan ekosistem riset dan inovasi sebagai prioritas utama. Salah satu indikator pentingnya ialah meningkatnya jumlah dan kualitas paten yang dihasilkan oleh para inventor Indonesia.

Menurutnya, DJKI tidak hanya berperan sebagai lembaga pendaftaran dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), tetapi juga sebagai fasilitator penguatan ekosistem inovasi nasional melalui percepatan layanan, digitalisasi sistem, dan peningkatan kualitas pemeriksaan substantif paten.

Apresiasi juga diberikan kepada UAD atas keterlibatan aktif dalam program percepatan pemeriksaan substantif paten. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis sebagai penghasil invensi sekaligus model pengelolaan paten yang efektif, mulai dari penyusunan dokumen hingga hilirisasi hasil penelitian.

Sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Evy Setiawati Handayani, S.H., turut menyoroti perkembangan UAD dalam bidang riset dan inovasi. Ia menyampaikan bahwa UAD menjadi salah satu perguruan tinggi dengan keluaran kekayaan intelektual yang tinggi, khususnya pada bidang paten. “Perkembangan UAD sangat pesat. Banyak karya riset, teknologi, serta invensi yang lahir dari UAD dan menjadi keluaran KI terbanyak. Potensi ini tentu menjadi aset besar yang perlu terus dioptimalkan melalui perlindungan kekayaan intelektual, khususnya paten,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses pengajuan paten, terutama pada tahap pemeriksaan substantif, membutuhkan waktu dan ketelitian yang tidak singkat. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan menjadi ruang diskusi langsung antara inventor dan pemeriksa paten untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis yang dihadapi.

Sementara itu, Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan apresiasinya kepada para inventor yang dinilai berhasil menunjukkan perkembangan hilirisasi riset di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. “Saya sangat bangga karena Bapak dan Ibu inventor telah menunjukkan bahwa proses hilirisasi riset kita berjalan dengan baik. UAD menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah yang dipandang leading dalam produksi paten sederhana,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa UAD saat ini masih menjadi perguruan tinggi dengan jumlah hak kekayaan intelektual tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni mencapai 5.328 item HKI. Untuk kategori paten sederhana, UAD berada pada posisi kedua setelah Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut Muchlas, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus meningkatkan kualitas riset hingga mencapai tahap hilirisasi dan komersialisasi. “Kita tidak perlu terlalu bangga jika riset hanya berhenti pada publikasi jurnal internasional. Riset harus mampu mencapai level komersialisasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara inventor, industri, dan investor dalam mendukung produksi massal dan pemasaran hasil inovasi. Menurutnya, hilirisasi riset pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan peningkatan daya saing bangsa.

Dwi Jatmiko, S.T., M.H. menambahkan bahwa program percepatan penyelesaian paten dilakukan untuk mendukung target zero backlog nasional pada Agustus 2026. DIY menjadi salah satu wilayah prioritas dengan jumlah dokumen backlog mencapai hampir 600 dokumen.

Pada batch pertama program percepatan ini, DJKI melibatkan sekitar 20 pemeriksa paten untuk menyelesaikan sekitar 200 dokumen. Dari total tersebut, capaian penyelesaian dokumen DIY mencapai 78 persen dengan tingkat paten granted sekitar 73 persen.

Secara khusus, UAD tercatat memiliki 44 dokumen backlog dalam program tersebut. Hingga pelaksanaan workshop, sebanyak 35 dokumen telah selesai diproses dan 30 di antaranya berhasil memperoleh status granted.

“UAD kami tempatkan sejajar dengan UGM dan perguruan tinggi besar lainnya karena sentra KI berjalan baik, invensinya banyak, dan permohonannya tinggi,” ujar Dwi Jatmiko.

Ia juga mengingatkan pentingnya respons cepat dari para inventor dan sentra KI dalam melengkapi dokumen paten agar proses pemeriksaan dapat segera diselesaikan. Menurutnya, keberhasilan percepatan substantif paten sangat bergantung pada kolaborasi aktif antara pemeriksa paten dan perguruan tinggi.

Pada sesi pemaparan materi, workshop dimoderatori oleh Dr. Engineering Ir. Pinta Astuti, S.T., Master of Engineering. Adapun narasumber utama dalam sesi tersebut ialah Apoteker Gawang Sudrajat, S.Farm., M.M., Pemeriksa Paten Ahli Madya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI yang telah berpengalaman sebagai pemeriksa paten sejak tahun 2011.

Dalam paparannya, Gawang Sudrajat menjelaskan berbagai tahapan hilirisasi riset, strategi komersialisasi hasil invensi, hingga alur dan timeline pengajuan paten. Ia menekankan bahwa proses perlindungan kekayaan intelektual tidak berhenti pada pengajuan paten semata, tetapi harus diarahkan menuju pemanfaatan dan komersialisasi hasil riset agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.(Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Workshop-Penyelesaian-Substantif-Paten-Bersama-DJKI-Kementerian-Hukum-RI-Foto.-Humas-UAD-4.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-07 15:19:412026-05-07 15:19:41UAD Gelar Workshop Penyelesaian Substantif Paten Bersama DJKI Kementerian Hukum RI

Prodi BSA UAD Kembali Menggelar Acara Tahunan AWFest #8

07/05/2026/in Terkini /by Ard

Prodi BSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Menggelar Acara Tahunan AWFest #8 (Foto. BSA UAD)

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar acara tahunan Arabic World Festival ke-8 (AWFest #8). Acara yang berpusat di Kampus 4 UAD ini mengusung tema besar “From Bayt al-Hikmah to Digital Era: Dari Cahaya Literasi Klasik Menuju Cakrawala Teknologi”.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 27 – 29 April 2026 ini menghadirkan berbagai agenda, mulai dari seminar internasional hingga beragam perlombaan seni dan bahasa Arab. Acara ini menjadi ikhtiar bagi mahasiswa BSA UAD untuk melestarikan warisan budaya dunia sekaligus mengadaptasi nilai-nilai klasik ke dalam perkembangan teknologi modern.

Ketua Panitia AWFest #8, Ahmad Aziz Ismail, melaporkan bahwa partisipasi peserta pada tahun ini sangat luar biasa dengan total 152 peserta dari seluruh cabang lomba. “Semoga teman-teman diberikan kelancaran dan dipermudahkan dalam mengikuti rangkaian acara pada hari ini,” tuturnya.

Penyelenggaraan AWFest #8 mencakup berbagai cabang lomba mulai dari kaligrafi, khitobah bagi siswa dan mahasiswa, takdimul kisoh, hingga debat yang diikuti oleh 10 tim. Selain perlombaan, festival ini juga menjadi ajang sosialisasi bagi siswa SMA dan mahasiswa internasional untuk mengenal lebih dalam Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UAD.

Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UAD, Dr. Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I., secara resmi membuka acara ini dengan pemukulan gong sebagai simbolis dimulainya festival. Ia berpesan agar seluruh peserta dapat berkompetisi dengan penuh sukacita dan kegembiraan selama berada di lingkungan kampus UAD yang nyaman.

Dalam sambutannya, Dr. Arif Rahman berpesan agar para peserta menjadikan ajang ini sebagai sarana untuk mengasah potensi dengan rasa syukur dan kebahagiaan. “Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan lancar, mohon diikuti dengan khidmat, kegembiraan, dengan penuh sukacita, dan berkompetisi dengan kompetisi yang riang gembira,” tegasnya.

AWFest #8 diharapkan mampu mendorong peserta untuk terus mengekspresikan potensi terbaik mereka dalam bidang bahasa dan seni Arab. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-BSA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Menggelar-Acara-Tahunan-AWFest-8-Foto.-BSA-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-07 09:26:482026-05-07 09:26:48Prodi BSA UAD Kembali Menggelar Acara Tahunan AWFest #8

Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa Perbankan Syariah UAD Lakukan Kunjungan Edukatif ke Bank Indonesia

07/05/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Lakukan Kunjungan Edukatif ke Bank Indonesia (Foto. Ana)

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Sharia Trip berupa kunjungan edukatif ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Yogyakarta pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan bertema “Meningkatkan Literasi dan Kesadaran Keuangan pada Generasi Muda melalui Kunjungan Edukatif ke Bank Indonesia” ini diikuti oleh 59 peserta yang terdiri atas mahasiswa angkatan 2024 dan 2025.

Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem pembayaran di era ekonomi digital. Melalui observasi lapangan, diharapkan para calon bankir syariah ini tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mengenal kondisi riil industri keuangan nasional secara bijak.

Ketua HMPS Perbankan Syariah UAD, Syahdan Ardiansyah menjelaskan bahwa inisiatif ini diambil untuk membekali mahasiswa dengan kesadaran finansial yang lebih kuat sejak dini. “Kami ingin teman-teman mahasiswa tidak hanya melek teori saja, tetapi juga mampu memahami bagaimana kebijakan bank sentral menjaga stabilitas ekonomi kita,” ujarnya.

Selama berada di BI Yogyakarta, para peserta mendapatkan materi mendalam mengenai materi kebanksentralan. Antusiasme mahasiswa terlihat cukup tinggi, terutama saat sesi pendalaman materi mengenai fungsi Bank Indonesia sebagai penjaga nilai tukar rupiah dan stabilitas sistem keuangan.

Setelah menyelesaikan agenda edukasi di Bank Indonesia, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Candi Prambanan untuk sesi kunjungan wisata dan keakraban. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat solidaritas dalam suasana yang lebih santai setelah mendapatkan materi yang intens.  

Syahdan menegaskan bahwa agenda di Prambanan memiliki peran krusial dalam merangkul mahasiswa Perbankan Syariah angkatan baru agar lebih aktif berorganisasi. “Harapan kami kunjungan ke Prambanan ini dapat mempererat kekeluargaan, sekaligus memicu antusiasme angkatan 2025 untuk lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh HMPS ke depannya,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini diharapkan menjadi modal berharga bagi mahasiswa Perbankan Syariah UAD dalam menapaki karier di dunia keuangan syariah. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-Perbankan-Syariah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Lakukan-Kunjungan-Edukatif-ke-Bank-Indonesia-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-07 09:04:322026-05-07 09:04:32Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa Perbankan Syariah UAD Lakukan Kunjungan Edukatif ke Bank Indonesia

Dinamika Populasi melalui Permodelan Matematika

07/05/2026/in Terkini /by Ard

Prof. Dr. Yudi Ari Adi, S.Si., M.Si. Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Prof. Dr. Yudi Ari Adi, S.Si., M.Si. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Pemodelan Matematika Interaksi Populasi pada Sidang Terbuka Senat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diselenggarakan di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD. Dalam momentum tersebut, ia menegaskan bahwa pemodelan matematika bukan sekadar aktivitas akademik di atas kertas, melainkan instrumen ilmiah yang krusial sebagai referensi pengambilan kebijakan berbasis data agar lebih tepat sasaran.

Perjalanan intelektualnya bermula dari sebuah refleksi mendalam saat menempuh studi S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengenai relevansi matematika dalam kehidupan, yang kemudian menemukan jawabannya melalui pendalaman teori diferensial dan dinamika populasi selama menempuh pendidikan magister di Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga doktoral di UGM.

Mengawali karier sebagai dosen di UAD sejak tahun 2001, Prof. Yudi memiliki rekam jejak kepemimpinan yang panjang di lingkungan kampus. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) selama hampir satu dekade, yaitu sejak tahun 2009 hingga 2018 sebelum akhirnya dipercaya menjadi Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) periode 2022 hingga 2026.

Landasan keilmuan Prof. Yudi memiliki dimensi spiritualitas yang kuat, di mana ia mengintegrasikan analisis sistem dinamik dengan nilai-nilai luhur Al-Qur’an. “Pidato ini berangkat dari tiga ayat Al-Qur’an yang menegaskan prinsip keseimbangan, ukuran, dan waktu dalam kehidupan. Dalam hal ini, pemodelan matematika menjadi alat ilmiah untuk memahami dinamika sistem secara sistematis, termasuk mengkaji kestabilan, perubahan, dan momen intervensi yang tepat,” tuturnya. Ia menjabarkan bahwa QS. Al-Qamar ayat 49 melandasi analisis parameter pertumbuhan, QS. Ar-Rahman ayat 7 menjadi dasar prinsip keseimbangan sistem biologis, dan QS. Al-A’raf ayat 34 memberikan perspektif mengenai fase kritis serta titik ekuilibrium dalam suatu fenomena.

Prof. Yudi memaparkan perkembangan pemodelan epidemiologi melalui berbagai pendekatan mutakhir. Ia menjelaskan transisi dari model kompartemen klasik seperti SIR dan SEIR menuju integrasi aspek biologis dan perilaku manusia. Salah satu kontribusi pentingnya adalah penggunaan pendekatan orde pecahan untuk menangkap “efek memori”, di mana riwayat infeksi masa lalu memengaruhi dinamika saat ini adalah sebuah pendekatan yang sangat relevan untuk penyakit dengan fase panjang seperti Tuberkulosis (TB).

Selain itu, Prof. Yudi memperkenalkan penggunaan fuzzy number untuk mengakomodasi ketidakpastian parameter di lapangan, serta pendekatan stokastik guna menangkap fluktuasi acak pada fase awal penyebaran wabah. “Matematika itu, ‘kan, ada yang bilang makin tekun makin tidak karuan, tapi lebih tepatnya sebetulnya makin tekun makin tidak kabur. Maka saya menekuni bidang ini sejak magister, hingga menjadi fokus utama dalam perjalanan akademik dan penelitian saya sampai saat ini,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, riset yang ia kaji merambah pada strategi pengendalian optimal yang menyeimbangkan efektivitas intervensi dengan efisiensi sumber daya. Melalui integrasi kontrol optimal dan Physics-Informed Neural Networks (PINNs), Prof. Yudi menawarkan arah baru dalam strategi pengendalian penyakit yang adaptif dan responsif terhadap data nyata.

Di balik pencapaian akademik yang gemilang tersebut, Prof. Yudi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sang istri serta ketiga buah hatinya. Baginya, keluarga adalah energi utama yang menjaga keteguhannya selama menempuh perjalanan panjang di dunia akademik hingga mencapai titik tertinggi dalam jabatan fungsional dosen ini.

Prof. Yudi menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga kehidupan. “Pengembangan pemodelan epidemiologi merupakan ikhtiar menghadirkan ilmu yang adaptif, sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan yang mengintegrasikan nilai keislaman, rasionalitas, dan inovasi untuk menjawab persoalan kemanusiaan. Semoga ikhtiar ini dapat menjadi jalan kebermanfaatan dan amal jariyah yang terus mengalir,” pungkasnya. Melalui visi ini, Prof. Yudi berharap transformasi sosial dan kemaslahatan umat dapat terus diwujudkan melalui sains yang berlandaskan amanah dan ihsan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Yudi-Ari-Adi-S.Si_.-M.Si_.-Guru-Besar-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-07 08:35:212026-05-07 08:35:21Dinamika Populasi melalui Permodelan Matematika
Page 5 of 760«‹34567›»

TERKINI

  • UAD Salurkan Kurban kepada AUM dan Masyarakat29/05/2026
  • Mahasiswa SEA Teacher Filipina Bagikan Pengalaman Belajar di Indonesia29/05/2026
  • UAD Gelar Salat Iduladha 1447 Hijriah28/05/2026
  • UAD Gelar Pengajian Peringati Iduladha 1447 H28/05/2026
  • Mahasiswa PPG UAD Ikuti Pelatihan Bela Negara di Akademi Angkatan Udara28/05/2026

PRESTASI

  • Tapak Suci UAD Borong Medali di 1st Muhammadiyah Games 202626/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional22/05/2026
  • Lawan Rasa Insecure, Dara Safina Raih Juara 3 Qiroatus Syi’ir di AWFest 202611/05/2026
  • Tim Bola Voli Putra UAD Raih Juara 3 di Ajang Immanuel Trans X FEBI Cup 202604/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Bronze Medal di Bandung Essay Competition #304/05/2026

FEATURE

  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026
  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026
  • Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD21/05/2026
  • Regina Nadyani Ungkap Strategi Meraih Predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD19/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top