Prodi BK Siapkan Konselor Bermartabat
Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (BK-FKIP-UAD) dalam rangka memperingati Milad ke-32 tahun yang tepat tanggal 9 Maret 2016, mengadakan Seminar Regional dengan tema “Penyiapan Konselor Bermartabat”. Pemateri dalam seminar tersebut adalah Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd., Kons., yakni Ketua Umum Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia.
Mungin Eddy Wibowo sebagai pemateri menyampaikan bahwa kemartabatan konselor dalam menjalankan profesi konseling sangat tergantung pada konselor yang mempersiapkan diri untuk pemegang profesi konselor. Kemartabatan dalam menjalankan profesi konselor konseling akan dapat diwujudkan oleh konselor yang memberikan pelayanan bermanfaat, konselor bermandat, dan konselor yang dapat dipercaya.
Kegiatan yang dilaksanakan di auditorium kampus II UAD ini diikuti 350 peserta yang terdiri atas Wakil Dekan FKIP UAD, Kaprodi dan Sekretaris prodi BK FKIP UAD, Guru Besar dan dosen prodi BK FKIP UAD, guru sekolah Mitra prodi BK FKIP UAD, Organisasi Mahasiswa prodi BK FKIP UAD, mahasiswa prodi BK FKIP UAD, serta dan perwakilan keluarga alumni prodi BK FKIP UAD.
Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd. selaku Kaprodi BK dalam laporannya menyampaikan bahwa Seminar Regional tersebut merupakan agenda pertama dari enam belas agenda yang diprogramkan, untuk memperingati Milad ke-32 tahun prodi BK FKIP UAD. Acara yang berlangsung bersifat akademik dan non akademik. Sasarannya antara lain mahasiswa, siswa SMA sederajat, serta guru BK di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Pada kesempatan tersebut, Ikatan Keluarga Alumni prodi BK yang diwakili Muhammad Ghozali Taufan menyerahkan sumbangan alumni di bidang akademik untuk pengembangan Pustaka Terapy Laboratorium Bimbingan dan Konseling sebesar 25 juta rupiah. Muhammad merupakan lulusan tahun 2013. (FKIP K2)

“Mudah-mudahan apa yang kita alami sekarang dapat menjadi ilmu dan bahan pikir untuk renungan, bahwa sebagai manusia harus selalu bersujud dan meyakini bahwa Allah Swt. adalah Maha Segalanya.”
“Banyak dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang melakukan penelitian, dan tidak semua diekspos oleh media. Padahal, hasil penelitian mereka perlu dipublikasikan,” kata Humas UAD Dewi Soyusiawati, saat melakukan kunjungan ke kantor Tribun Jogja, Kamis (10/3/2016).
Antusias masyarakat untuk melihat gerhana matahari memadati kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Selasa, (9/3/2016). Shalat gerhana dilakukan dua kali setelah Masjid Islamic Center yang bisa menampung 3000 jamaah ini, tidak bisa membendung lebih banyak warga yang ingin melakukan shalat gerhana.