Mahasiswa KKN UAD Ajak Warga Jaga Kelestarian Sungai Code

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Ajak Warga Jaga Kelestarian Sungai Code (Foto. Mahasiswa KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Periode ke-104 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kegiatan bertajuk “Merawat Lingkungan, Merawat Peradaban Kota Yogyakarta” tersebut diawali dengan aksi bersih Sungai Code pada 5 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 12 Juni 2026 di kawasan bantaran Sungai Code dan Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Lowanu.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kelurahan Brontokusuman, masyarakat, dan Universitas Ahmad Dahlan melalui program KKN Tematik Sungai Code. Sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat turut hadir, di antaranya Walikota Yogyakarta, Bappeda Kota Yogyakarta, Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, BBWS Serayu Opak, tokoh masyarakat, unsur Muhammadiyah, serta perwakilan perguruan tinggi.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Alternatif 104 UAD, Prof. Dr. Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes., menyampaikan bahwa Sungai Code memiliki peran penting tidak hanya secara ekologis, tetapi juga sosial dan budaya bagi masyarakat Yogyakarta. “Peringatan Hari Lingkungan Hidup harus diwujudkan dalam aksi nyata yang mampu membangun kesadaran masyarakat. Sungai Code merupakan ruang hidup bersama yang harus dijaga keberlanjutannya melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.
Aksi bersih sungai dilakukan mahasiswa bersama warga dengan fokus pada pengumpulan sampah, pembersihan saluran air, dan penataan lingkungan bantaran sungai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program KKN Tematik Sungai Code yang dikembangkan UAD untuk mendorong pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Selain aksi bersih sungai, peserta juga melakukan penanaman simbolis tanaman Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus) sebagai bentuk kepedulian terhadap penghijauan dan keberlanjutan ekosistem Sungai Code. Penanaman tersebut menjadi simbol ajakan bersama untuk menjaga kelestarian kawasan bantaran sungai di tengah lingkungan perkotaan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD turut memaparkan hasil program pengabdian masyarakat dan KKN yang telah dilaksanakan di kawasan Brontokusuman. Pemaparan disampaikan oleh Dr. Muhammad Hamdi, M.Sc., yang menjelaskan bahwa program KKN Tematik Sungai Code dirancang untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan dan kolaborasi.
“Mahasiswa belajar langsung bersama masyarakat untuk memahami persoalan lingkungan sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Hamdi. Selama periode KKN, berbagai program lingkungan telah dilaksanakan, seperti penguatan bank sampah, pelatihan ecoprint, aksi Jumat Bersih di kawasan Kali Code, penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), edukasi kesehatan masyarakat, hingga pengembangan produk kreatif berbahan daur ulang.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini ialah pameran hasil kerajinan daur ulang hasil kolaborasi mahasiswa KKN dan warga RW 16 hingga RW 23 Brontokusuman. Berbagai produk kreatif dipamerkan, seperti kalender dari bahan bekas, lampu hias dari bohlam bekas, gantungan kunci, tempat pensil, kerajinan ecoprint, keset, vas bunga, kotak tisu, tas anyaman plastik, dompet daur ulang, goodie bag, hingga jam dinding berbahan limbah plastik dan kertas. Pameran tersebut menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa sampah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R).
