UAD Bantu 546 Paket Sembako, Alat Tulis, dan 1.000 Eksemplar Buku Bacaan
Kepedulian mahasiswa baru (maba) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) terhadap sesama, telah diwujudkan dalam “FKIP Peduli” melalui bakti sosial di desa Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo pada Senin, (1/9/2014).
“Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang terselenggara berkat dukungan dari panitia Program Pengenalan Kampus (P2K), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dekanat, Tim Pendamping Mahasiswa (TPM), Bidang Kemahasiswaan (BIMAWA), dan sembilan Program Studi (prodi) di FKIP UAD,” jelas Dholina Inang Pambudi, M. Pd. selaku Humas FKIP.
Bakti sosial “FKIP Peduli” di Salamrejo merupakan puncak acara P2K FKIP UAD. “Bakti sosial ini untuk membantu masyarakat, khususnya lansia dan janda kurang mampu, serta sebagai wujud peran aktif mahasiswa terhadap masyarakat sekitar,” ungkap Faisal Ramdani selaku koordinator Bakti Sosial. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk 546 paket sembako, paket alat tulis, dan 1.000 lebih buku bacaan yang disumbangkan untuk perpustakaan desa.
Diakui oleh Gubernur BEM FKIP Edo Lestari, barang-barang tersebut merupakan sumbangan dari 1.441 maba FKIP UAD 2014.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Wakil Dekan FKIP UAD Dr. Suparman, M. Si, DEA. dan Kepala BIMAWA Drs. Hendro Setyono, M. Si. kepada Bupati Kulonprogo yang diwakili oleh Jumanto, S.H. disaksikan oleh warga desa Salamrejo, perangkat desa, dan perwakilan mahasiswa FKIP UAD. Warga menyambut antusias acara ini. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang sudah berada di balai desa Salamrejo sebelum waktu pembagian dimulai.
Pembagian paket sembako dan alat tulis pun berjalan dengan lancar dan tertib sesuai harapan. Pembagian dilakukan oleh pihak desa Salamrejo dibantu mahasiswa FKIP UAD.(Doc)




Hana Fitri Tresnaningrum, mahasiswa baru Teknik Industri, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memiliki minat khusus dalam hal bermain musik, khususnya suling, gendang, dan gitar. “Saya mengenal suling sejak kelas 3 SD dari teman Ibu saya dan kakak kelas, sedangkan gendang sejak kelas 4 SD dari kakak kelas juga,” tutur mahasiswa asal Samarinda tersebut.
Datang dari timur, tepatnya Ternate Maluku Utara, Ria Haryati menunjukkan bakatnya bermain drum dihadapan peserta Program Pengenalan Kampus (P2K). Mahasiswa baru (Maba) Program Studi (Prodi) Teknik Kimia ini, membuat panggung pameran P2K sontak bergetar.
“Setiap tahun, pelaksanaan Program Pengenalan Kampus (P2K) selalu memberikan kejutan pada penutupan. Jika tahun lalu ada grup band Letto, tahun ini akan dihadirkan grup band Lyla yang merupakan salah satu grup band terkenal Indonesia.” Ungkap Fikri Ihsan Romadi Ketua Panitia Pusat (Panpus) Pelaksanaan Program pengenalan kampus (P2K) Sabtu (30/08).
Imran Rosadi, Mahasiswa Baru (Maba) siapkan mimpi besar selama kuliah di Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mahasiswa asal Lombok Tengah tersebut bertekad, sebelum wisuda S1 bisa memeroleh kuliah gratis, mendapat IPK 4.0, dan keliling 10 negara seperti Malaysia, Jepang, Amerika, Belanda, dan negara lainnya. Selain itu, ia juga memiliki impian besar menjadi finalis dalam berbagai perlombaan hingga tingkat Nasional dan Internasional.
Melukis Kaligrafi merupakan sebuah keahlian menggambar pola atau huruf yang dituangkan di atas kain kanvas atau media lainnya. Biasanya, huruf Arab dan Mandarin dijadikan objek utama lukisan ini. Lukisan kaligrafi bisa dijadikan media hobi dan juga bisnis. Bahkan, di berbagai tingkatan sekolah, lukisan kaligrafi, khususnya kaligrafi Arab dimasukan ke dalam kurikulum pelajaran seni. Sehingga seringkali seni ini diperlombakan.