• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja

28/08/2026/in Feature /by Ard

Dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., penceramah pengajian Maulid Nabi Muhammad saw. di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., menyampaikan tausiah pada pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mengusung tema “Meneladani Nabi: Menjaga Keistikamahan dalam Ibadah, Merawat Kesehatan dalam Bekerja”, Dr. Agus mengaitkan nilai-nilai kenabian dengan pola hidup sehat serta profesionalisme di tempat kerja.

Dr. Agus menekankan bahwa cinta kepada Rasulullah SAW tidak sebatas pada bacaan selawat atau mempelajari sirah semata, melainkan tercermin nyata dalam meneladani sunah beliau sebagai cara hidup serta menjaga kemuliaan ajaran Islam dalam keseharian.

Terkait kesehatan fisik, Dr. Agus menguraikan riwayat bahwa sepanjang hidupnya, Rasulullah SAW hanya mengalami sakit sebanyak tiga kali. Beliau membagikan kiat menjaga kesehatan ala Rasulullah yang relevan diterapkan para pekerja, seperti membiasakan aktif bergerak dengan jalan yang sigap dan menghindari duduk terlalu lama tanpa jeda peregangan. Selain itu, pekerja dianjurkan menjaga pola makan seimbang melalui jeda puasa untuk membakar lemak berlebih, serta menjaga kualitas tidur 6 hingga 8 jam dengan membiasakan tidur selepas Isya dan meluangkan waktu istirahat siang.

Selain kesehatan fisik, Dr. Agus turut menyoroti implementasi empat sifat wajib rasul dalam ranah profesionalisme kerja. Nilai siddiq diwujudkan melalui kejujuran dengan meniadakan plagiarisme dan manipulasi data penelitian, nilai amanah dengan menuntaskan tanggung jawab dinas, nilai tabligh melalui komunikasi yang baik sebagai kunci kepemimpinan, serta nilai fathonah dengan bekerja secara cerdas dan profesional.

Materi dipungkasi dengan penegasan hadis prinsip itqan atau bekerja secara sungguh-sungguh. Menurut Dr. Agus, derajat tertinggi seorang insan dalam bekerja adalah ketika ia meniatkan aktivitasnya sebagai sarana ibadah demi menggapai rida Allah SWT, sehingga senantiasa memberikan kinerja terbaik secara konsisten. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Agus-Taufiqurrohman-Sp.S.-M.Kes_.-penceramah-pengajian-Maulid-Nabi-Muhammad-saw.-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-28 09:08:242026-08-28 09:08:24Resep Istikamah Ibadah dan Menjaga Kesehatan Kerja

KKN UAD Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Mertelu

28/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) optimalisasi peran kader posyandu dalam pencegahan stunting di Mertelu (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit V.B.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Optimalisasi Peran Kader dalam Pencegahan Stunting di Ruang Rapat Kelurahan Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul, Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam upaya pencegahan stunting.

Sebanyak 13 kader Posyandu dari tiga wilayah di Kelurahan Mertelu, yakni Krinjing, Mertelu, dan Mertelu Kulon, mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan menghadirkan Nur Syarianingsih Syam, S.KM., M.Kes., dosen Kesehatan Masyarakat UAD sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan KKN UAD 159 Unit V.B.3, sebagai pemateri.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta. Acara kemudian dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan sambutan Kamituo Kelurahan Mertelu, Supriyanta, S.Sos. Ia menekankan pentingnya pemahaman kader dalam melakukan pengukuran antropometri serta pemantauan status tumbuh kembang bayi dan balita sebagai bagian dari pencegahan stunting.

Selain edukasi, mahasiswa KKN UAD juga memberikan pelatihan melalui studi kasus. Para kader diberi kesempatan mempraktikkan materi, khususnya dalam pencatatan dan plotting hasil pengukuran serta menentukan langkah tindak lanjut berdasarkan kondisi pertumbuhan balita.

Setelah penyampaian materi dan praktik, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap kegiatan. Melalui rangkaian edukasi dan pelatihan tersebut, kader diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam memantau pertumbuhan balita dan menjalankan perannya secara optimal di masyarakat.

“Peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Posyandu yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam menjaga kesehatan serta tumbuh kembang anak,” ujar Refika, perwakilan KKN UAD Unit Mertelu Kulon.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UAD dalam mendukung penguatan kapasitas kader Posyandu sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam pencegahan stunting di Kelurahan Mertelu. (tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-optimalisasi-peran-kader-posyandu-dalam-pencegahan-stunting-di-Mertelu-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-28 09:01:422026-09-08 13:03:29KKN UAD Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Mertelu

Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesehatan Salamrejo

27/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong kesehatan Salamrejo (Foto. Tim MeRAMU UAD)

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi menerjunkan tim MeRAMU IMM Farmasi UAD di Kalurahan Salamrejo, Jumat 7 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada bidang kesehatan dan lingkungan.

Penerjunan dihadiri Lurah Salamrejo Dani dan Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD, Danang. Dalam kegiatan tersebut, tim MeRAMU memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan bersama masyarakat selama masa pengabdian.

Empat program utama yang dipaparkan meliputi SEDAYA, GEMPAR JENTIK, SAPA HIPERTENSI, dan SUMBER URIP. Keempatnya dirancang dengan pendekatan edukatif dan partisipatif agar masyarakat dapat terlibat aktif dalam pelaksanaan program.

SEDAYA berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. GEMPAR JENTIK diarahkan pada edukasi dan pemantauan jentik nyamuk sebagai upaya pencegahan penyakit. Sementara itu, SAPA HIPERTENSI menghadirkan edukasi mengenai pencegahan, deteksi dini, dan penerapan pola hidup sehat.

Program SUMBER URIP berfokus pada konservasi dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Melalui program ini, masyarakat diajak mengenal jenis, pemanfaatan, serta pentingnya menjaga keberlanjutan tanaman obat sebagai bagian dari potensi kesehatan dan lingkungan di Kalurahan Salamrejo.

Pelaksanaan seluruh program akan mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kalurahan, dan masyarakat. Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan penandatanganan berita acara penerjunan oleh Lurah Salamrejo Dani dan Danang selaku Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD.

Melalui MeRAMU IMM Farmasi UAD 2026, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar dari masyarakat dan membangun kepedulian sosial. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta mendorong terciptanya masyarakat Salamrejo yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-kesehatan-Salamrejo-Foto.-Tim-MeRAMU-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-27 08:45:372026-09-08 13:03:20Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesehatan Salamrejo

Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat

27/08/2026/in Feature /by Ard

Muhammad Ziya Ul Albab, salah satu wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Agustus (Foto. Muhammad)

Bagi Muhammad Ziya Ul Albab, sebuah penghargaan tidak selalu menghadirkan perasaan bahagia. Ketika namanya dinobatkan sebagai salah satu wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Agustus 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98, ada dua perasaan yang hadir bersamaan: syukur dan kekhawatiran.

Syukur karena perjalanan panjangnya sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis UAD akhirnya membuahkan pencapaian. Khawatir karena di balik puluhan prestasi yang telah diraih, ada satu pertanyaan yang terus ia bawa: apakah semua ilmu dan pencapaian itu benar-benar akan memberikan manfaat bagi orang lain? “Saya takut dengan sekian banyak prestasi, justru tidak memberikan manfaat bagi orang lain. Jangan sampai hanya besar di nama, besar di penghargaan, dan sering menjuarai lomba, tetapi nihil dalam kebermanfaatan bagi publik,” ujar Ziya.

Kekhawatiran itu menjadi menarik jika melihat perjalanan Ziya. Ia bukan berasal dari keluarga berada. Datang dari Riau, ia merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan tinggi pada 2022. Jalan yang ditempuhnya tidak selalu mudah. Bahkan, sejak awal kuliah hingga prosesi wisuda, ia harus menjalani sebagian besar perjalanan tersebut seorang diri.

Abi dan Umi belum dapat hadir dalam acara wisudanya. Namun, Ziya memilih melihat pencapaiannya sebagai hadiah yang dapat ia bawa pulang untuk keduanya. Baginya, menjadi wisudawan berprestasi bukan hanya tentang dirinya, melainkan juga tentang bagaimana membuat kedua orang tuanya tersenyum. “Seorang anak dari kampung yang latar belakang ekonomi keluarganya bukan menengah ke atas, tetapi Allah memberikan rezeki sehingga bisa kuliah dan bahkan mendapatkan penghargaan tersebut. Jadi, saya sangat bersyukur karena bisa menyenangkan hati Abi dan Umi di rumah,” tuturnya.

Selama menempuh pendidikan di UAD, Ziya berhasil mengukir lebih dari 25 prestasi, mulai dari tingkat regional hingga internasional. Namun, ia tidak menganggap pencapaian tersebut datang begitu saja. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika dipercaya mewakili UAD dalam lomba pidato yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta. Kesempatan itu bermula ketika RRI mengirimkan undangan kepada UAD. Setelah melalui proses internal, Ziya mendapat kepercayaan untuk menjadi delegasi.

Perjalanannya kemudian berlanjut ke tingkat nasional di Kendari. Ia berhasil meraih juara III. Bagi Ziya, pencapaian tersebut memiliki makna tersendiri. Ia yang berasal dari Riau dan bukan asli Yogyakarta dapat membawa nama UAD dan Yogyakarta ke panggung nasional. “Rasanya luar biasa. Saya bukan orang Jogja, saya orang Riau, orang Melayu, tetapi tiba-tiba membawa nama Jogja dan UAD ke tingkat nasional,” katanya.

Cerita lain datang dari Brunei Darussalam. Kesempatan tersebut bahkan bermula dari sesuatu yang sederhana. Ketika pulang ke Dumai pada Ramadan, Ziya memutuskan membuat paspor karena memiliki uang lebih. Saat itu, ia tidak memiliki rencana pasti untuk bepergian ke luar negeri. Ia hanya berpikir, siapa tahu suatu saat paspor tersebut akan berguna.

Benar saja. Beberapa waktu kemudian, ketika kembali ke UAD, Ketua Program Studi Ilmu Hadis menghubunginya. UAD memperoleh undangan dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei untuk mengirimkan delegasi dalam sebuah perlombaan. Ziya pun mengambil kesempatan tersebut. Ia mempersiapkan materi dan proposal secara mandiri. Dari Yogyakarta, ia berangkat seorang diri menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Brunei.

Hasil perlombaan memang belum membawanya menjadi juara pertama, kedua, atau ketiga. Namun, ia berhasil masuk 10 besar. Lebih dari sekadar hasil kompetisi, pengalaman tersebut membuka pandangan Ziya terhadap dunia yang lebih luas. Bertemu orang-orang baru dan melihat lingkungan akademik di negara lain membuatnya mulai memiliki mimpi baru. Ia bahkan berharap dapat kembali ke Brunei untuk menempuh pendidikan magister.

“Pengalamannya luar biasa. Bertemu orang baru, melihat tempat baru, dan jadi ingin S2 ke Brunei rasanya. Doakan semoga bisa mendapatkan beasiswa ke sana, insyaallah,” ujarnya.

Bagi Ziya, mengikuti perlombaan bukan semata-mata tentang mengejar piala. Ia menemukan alasan yang lebih mendasar dari hadis Nabi Muhammad saw., “Ihrish ‘ala ma yanfa’uka,” yang bermakna bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu.

Kompetisi, menurutnya, menjadi ruang untuk menguji kemampuan, mempelajari hal baru, sekaligus mengevaluasi diri. Karena itu, menang dan kalah merupakan bagian yang sama pentingnya dalam proses tersebut. Ia pernah mengalami masa ketika kemenangan terasa begitu jauh. Pada semester tujuh, Ziya mengikuti 13 perlombaan, tetapi hanya dua yang berhasil dimenanginya. Kondisi tersebut bahkan sempat membuat beasiswanya hampir dicabut. Alih-alih berhenti, ia menjadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi. Baginya, ketika menang, seseorang perlu bersyukur. Ketika kalah, seseorang perlu bersabar dan kembali mencoba.

Ia juga memiliki pandangan tersendiri terhadap rasa tidak percaya diri. Menurutnya, rasa insecure tidak selamanya harus dipandang negatif. Jika diarahkan dengan tepat, perasaan tersebut dapat menjadi bahan bakar untuk belajar. Ketika melihat orang lain lebih hebat, misalnya, ia memilih bertanya kepada diri sendiri apa yang dapat dipelajari daripada terus merasa rendah diri. “Kompetisi yang sesungguhnya adalah berlomba dengan diri kita sendiri di masa lalu agar menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya,” ucapnya.

Untuk menjaga konsistensi, Ziya membangun kebiasaan sederhana. Ia berusaha memulai persiapan jauh sebelum tenggat waktu, mencatat rencana di atas kertas, serta membagi target menjadi langkah-langkah kecil. Ia menghindari kebiasaan mengerjakan segala sesuatu secara mendadak. Prinsip SMART juga ia gunakan untuk menentukan target agar tujuan yang dibuat lebih terukur dan realistis. Di atas semuanya, ia berusaha menjaga sikap ikhlas, bersyukur, dan sabar.

Di balik berbagai pencapaian tersebut, Ziya justru memiliki kekhawatiran yang cukup dalam. Ia tidak ingin prestasi membuat dirinya terlena. Baginya, kesuksesan bukan hanya tentang seberapa banyak penghargaan yang berhasil dikumpulkan. Kesuksesan adalah ketika seseorang mampu melakukan yang terbaik, terus belajar, dan memberikan manfaat kepada orang lain. Ia juga mengaitkan kesuksesan dengan konsep social interest dari Alfred Adler, yakni kepedulian, empati, dan keinginan untuk berkontribusi kepada lingkungan serta masyarakat.

Ziya merasa senang ketika berhasil mendapatkan penghargaan. Namun, ia akan merasa kurang jika hadiah dan pencapaian tersebut hanya dinikmati sendiri. Karena itu, ia berusaha menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu orang-orang di sekitarnya. Lebih dari itu, ada satu ukuran kesuksesan yang menurutnya jauh lebih penting: kedekatan dengan Allah. Ia khawatir seseorang justru mendapatkan banyak keberhasilan, tetapi semakin jauh dari Allah. Dalam pandangannya, keadaan tersebut jauh lebih berbahaya daripada sekadar mengalami kegagalan.

“Saya sangat khawatir jika kita terkena istidraj, ketika kita sukses dan memiliki banyak prestasi, tetapi justru semakin jauh dari Allah, malas beribadah atau mengaji. Itu yang sebenarnya sangat berbahaya,” katanya.

Selama belajar di UAD, Ziya tidak hanya menemukan pengalaman berkompetisi. Ia juga menemukan cara baru dalam memandang ilmu yang dipelajarinya. Baginya, hadis tidak semata-mata teks normatif yang berhenti pada hafalan dan kajian teoretis. Hadis harus dipahami secara aplikatif dan dapat diintegrasikan dengan berbagai bidang ilmu.

Semakin dalam mempelajari hadis, semakin ia memahami bahwa ilmu tersebut pada akhirnya mengantarkan seseorang untuk mengenal sosok Nabi Muhammad saw. Salah satu nilai yang paling ia pegang adalah kelembutan. “Nabi Muhammad adalah pribadi yang lemah lembut. Jadi, jika kita tidak lemah lembut, sebenarnya siapa yang sedang kita teladani?” tuturnya.

Pemahaman tersebut pula yang ingin ia bawa dalam perjalanan setelah lulus. Ziya berencana mendaftarkan diri dalam program beasiswa S2, dengan Brunei dan Malaysia sebagai dua negara yang menjadi pertimbangannya. Dalam jangka panjang, ia bercita-cita menjadi dosen Ilmu Hadis. Tidak hanya di Indonesia, Ziya bahkan bermimpi dapat mengajar di perguruan tinggi luar negeri.

Sebagai bagian dari keluarga besar UAD, Ziya juga menyimpan harapan untuk almamaternya. Ia berharap UAD dapat terus memberikan maslahat seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Ia juga berharap UAD dapat memperluas akses dan skema beasiswa bagi mahasiswa. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan merupakan sesuatu yang sangat berarti, terutama bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

Selain itu, ia berharap nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus semakin diperkuat. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang membawa identitas Islam, menurutnya, nuansa tersebut perlu terus dihidupkan dalam kehidupan akademik. “Semoga Allah jadikan UAD bisa memberikan maslahat seluas-luasnya untuk masyarakat, untuk yang membutuhkan, dan semoga kita tidak terlena dengan gemerlapnya kemajuan kita,” ujarnya.

Perjalanan Ziya di UAD pada akhirnya bukan hanya tentang angka 3,98, lebih dari 25 prestasi, atau deretan penghargaan yang berhasil diraih. Ada proses panjang tentang merantau, belajar mandiri, menghadapi kegagalan, dan terus mencoba. Ada pula satu hal yang ingin ia pastikan setelah semua pencapaian itu: ilmu yang diperoleh tidak berhenti menjadi kebanggaan pribadi. Sebab, bagi Ziya, menjadi juara hanyalah satu bagian dari perjalanan. Bagian yang lebih penting adalah memastikan bahwa apa yang telah dipelajari dapat tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muhammad-Ziya-Ul-Albab-salah-satu-wisudawan-berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Wisuda-Agustus-Foto.-Muhammad.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-27 08:38:512026-08-27 08:38:51Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat

Penerjunan KKN ADI di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara

27/08/2026/in Terkini /by Ard

 

Penerjunan KKN ADI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara (Foto. KKN UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerjunkan 18 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata Ahmad Dahlan Mengabdi (KKN ADI) periode ke-160 di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Program tersebut resmi dimulai pada 15 Agustus 2026 dan akan berlangsung selama 30 hari.

Penerimaan mahasiswa KKN ADI dilakukan oleh Rektor Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah (ITBKM) Muna Barat, Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd., bersama Wakil Rektor dan jajaran pemerintah daerah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Muna Barat La Ode Darwin, S.P., beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat.

KKN ADI merupakan program yang dirancang UAD melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa (Ormawa), seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah, untuk terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2023, KKN ADI telah menyasar sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara, mulai dari Buton Selatan, Wakatobi pada 2024, Kendari pada 2025, hingga Muna Barat pada 2026.

Pelaksanaan KKN ADI periode ke-160 tahun ini melibatkan kolaborasi lima perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi, yakni UAD, ITBKM Muna Barat, Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari), Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton), dan ITBKM Wakatobi. Total peserta yang terlibat mencapai 82 mahasiswa, terdiri atas 18 mahasiswa UAD, 32 mahasiswa ITBKM Muna Barat, 9 mahasiswa UM Kendari, 13 mahasiswa UM Buton, dan 10 mahasiswa ITBKM Wakatobi.

Sebanyak 82 peserta tersebut disebarkan ke 11 desa di Kabupaten Muna Barat, yakni Desa Sukadamai, Waturempe, Marobea, Guali, Lahaji, Waulai, Lapolea, Walelei, Latugho, Lombu Jaya, dan Wamelai. Setiap unit KKN ditempati tujuh hingga delapan mahasiswa yang berasal dari lima perguruan tinggi Muhammadiyah untuk menjalankan program kerja bersama masyarakat.

Pada pelaksanaan tahun ini, ITBKM Muna Barat bertindak sebagai panitia KKN ADI. Tim ITBKM Muna Barat bersama Rektor ITBKM Muna Barat menyiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan, termasuk pemeriksaan kondisi lokasi KKN serta koordinasi dengan pemilik rumah, kepala desa, aparat desa, dan masyarakat untuk memastikan kesiapan tempat tinggal dan kelancaran kegiatan mahasiswa.

Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyambut dan mendukung pelaksanaan KKN ADI di wilayahnya. Ia berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai program yang dilaksanakan selama KKN.

Menurutnya, pelaksanaan KKN ADI juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Muna Barat.

Kegiatan penerimaan mahasiswa KKN ADI turut dihadiri Rektor ITBKM Muna Barat Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd.; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin; Rektor UM Kendari Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., bersama Tim Humas dan LPM; perwakilan UM Buton Dr. Rasman Wijaya, M.Pd.; perwakilan ITBKM Wakatobi Yamin, S.Kom., M.Kom.; perwakilan Kapolres Muna Raya melalui Kapolsek Tiworo Kepulauan; Kepala Dinas Infokom; Sekretaris BAPPEDA Muna Barat; Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Muna Barat; unsur organisasi perangkat daerah; Ketua Badan Pembina Harian ITBKM Muna Barat; para camat dan kepala desa/lurah di wilayah KKN ADI ke-160; serta Wakil Rektor, dosen, mahasiswa ITBKM Muna Barat, dan masyarakat sekitar kampus. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penerjunan-KKN-ADI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Kabupaten-Muna-Barat-Sulawesi-Tenggara-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-27 08:29:162026-08-27 08:29:16Penerjunan KKN ADI di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara

Tim PKM-PM UAD Buat SMART CELL ENGLISH untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta

27/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM-PM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat SMART CELL ENGLISH untuk tingkatkan Life Skills anak binaan LPKA Yogyakarta (Foto. Tim PKM UAD)

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadirkan inovasi “SMART CELL ENGLISH: Pengembangan Platform Microlearning Android Terintegrasi Siniar untuk Meningkatkan Keterampilan Hidup (Life Skills) Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Yogyakarta.” Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026 ini diketuai oleh Ika Juni Astiti, bersama Isna Rodiana Binti Munawaroh, Fadia Al-Afwa, Fanny Rahmadani, dan Rafi Amrullah Al-Baihaqi Gunawan, di bawah bimbingan Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed. Melalui program tersebut, tim mengembangkan platform pembelajaran digital yang menggabungkan microlearning, Bahasa Inggris, dan siniar untuk membantu peserta meningkatkan life skills berupa komunikasi, kepercayaan diri, serta independent learning.

SMART CELL ENGLISH tidak hanya digunakan sebagai media belajar Bahasa Inggris, tetapi dirancang agar anak binaan dapat belajar secara praktis, dan mandiri. Materi dalam platform dilengkapi dengan menu podcast mandiri yang mendorong peserta untuk berani berbicara dan mengekspresikan diri menggunakan Bahasa Inggris.

Sebelum program dimulai, tim melakukan koordinasi dengan mitra, menyusun materi, mengembangkan website, serta menyiapkan media dan instrumen pembelajaran. Tim juga melakukan needs assessment melalui observasi dan pre-test untuk mengetahui kebutuhan peserta. Berdasarkan hasil tersebut, materi kemudian disusun agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak binaan LPKA Yogyakarta.

Pembelajaran dilaksanakan dalam enam pertemuan dengan durasi 90 menit dan diikuti oleh 26 anak binaan. Materi yang diberikan meliputi Greetings and Simple Conversation, Daily Life at LPKA, Giving Directions, Expressing Opinion, Job Skills, dan Future Plans. Kegiatan dikemas melalui speaking practice, vocabulary, dan berbagai aktivitas komunikasi sehingga peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.

Ketua Tim SMART CELL ENGLISH, Ika Juni Astiti, mengatakan bahwa program ini terbentuk sesuai dengan permasalahan utama mitra. “Dengan adanya program ini Bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai materi di dalam kelas, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih komunikasi, keberanian mengekspresikan diri, dan kepercayaan diri. Oleh karena itu, perlunya menggabungkan platform microlearning dengan pembelajaran intensif dan siniar agar peserta bisa belajar sekaligus mempraktikkan kemampuan mereka,” ungkapnya.

Selama program berlangsung, tim menghasilkan beberapa luaran, yaitu website SMART CELL ENGLISH, enam modul pembelajaran, video pembelajaran, dua podcast, worksheet, dan sertifikat. Hasil evaluasi terhadap 18 Anak Binaan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 58,22 pada pre-test menjadi 75,72 pada post-test, atau meningkat 17,50 poin. Dosen Pembimbing Nur Rifai Akhsan menilai bahwa keberlanjutan program juga menjadi perhatian tim melalui pelatihan penggunaan website, penyediaan modul dan pedoman, serta pembentukan Smart Cell English Rangers. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah website, tetapi media pembelajaran yang menghubungkan Bahasa Inggris dengan life skills,” tuturnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-PM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-SMART-CELL-ENGLISH-untuk-tingkatkan-Life-Skills-anak-binaan-LPKA-Yogyakarta-Foto.-Tim-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-27 08:23:082026-09-08 13:03:10Tim PKM-PM UAD Buat SMART CELL ENGLISH untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta

Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Tambah Lulusan Baru

26/08/2026/in Terkini /by Ard

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) (Foto. Dinda)

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Auditorium A, Lantai 3, Kampus III UAD, Yogyakarta, dengan Dona Suzana sebagai kandidat doktor.

Dalam sidang tersebut, Dona Suzana mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Terapi Infertilitas dengan Polherbal (Uncaria gambir, Tribulus terrestris, dan Piper retrofractum) melalui Pendekatan Bioinformatika dan Uji In-vivo pada Tikus Jantan.”

Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri oleh pembimbing utama Dr. apt. Kintoko, M.Sc. dan pembimbing pendamping Dr. apt. Moch. Saiful Bachri, M.Sc., serta jajaran dewan penguji.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. apt. Kintoko, M.Sc. menyampaikan kesan dan pesannya kepada Dona Suzana. Ia berharap perjalanan akademik yang telah ditempuh dapat memberikan kontribusi yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan bidang medis tradisional dan integratif.

“Semoga dokter Dona bisa terus menjadi dokter yang memahami logika dari pengobatan alam, kolaborasi sintetis, dan terus menumbuhkan diri dalam bidang medis tradisional integratif,” ujar Kintoko.

Ia juga berharap hasil riset yang dilakukan tidak berhenti pada lingkup akademik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta berdampak pada dunia usaha dan industri melalui proses komersialisasi.

“Setiap hasil dari riset yang dilakukan harus mempunyai dampak bagi dunia usaha dan dunia industri melalui komersialisasi. Ini penting, kalau ingin menjadi kampus berdampak, berarti setiap diri kita harus memberikan dampak,” lanjutnya.

Sementara itu, Dona Suzana menyampaikan rasa syukur setelah berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya di UAD. Ia mengaku merasa beruntung dapat menjadi bagian dari lingkungan akademik yang mendukung proses pendidikannya.

“Akhirnya saya dapat menyelesaikan program ini, yang jauh dari rumah. Dan saya sangat beruntung menjadi mahasiswa di sini, di mana environment-nya sangat mendukung untuk menjadi seorang doktor,” ungkap Dona.

Menurutnya, dukungan dari para dosen menjadi salah satu hal yang berkesan selama menempuh pendidikan doktor. Ia mengapresiasi motivasi yang diberikan para dosen selama proses studinya.

“Dosen-dosennya selalu memberikan motivasi yang luar biasa, yang tidak pernah saya dapatkan di UI ataupun di Gunadarma dulu,” tuturnya.

Dona Suzana menyelesaikan Program Doktor Ilmu Farmasi UAD dalam waktu 2 tahun 11 bulan 20 hari dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-Sidang-Promosi-Doktor-Program-Studi-Ilmu-Farmasi-Program-Doktor-S-3-Foto.-Dinda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-26 08:49:352026-08-26 08:49:35Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Tambah Lulusan Baru

Prodi Perbankan Syariah FAI UAD Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Magang

26/08/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Perbankan Syariah FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar sosialisasi dan pembekalan magang (Foto. Ana)

Program Studi Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pembekalan Magang pada Kamis, 6 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Peran Lembaga Pengelola Zakat (BAZNAS) dalam Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah: Peluang Magang dan Pengembangan Kompetensi Profesional Mahasiswa Perbankan Syariah.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dosen dan seluruh mahasiswa PBS UAD angkatan 2023. Hadir pula para narasumber dan dosen penanggung jawab magang, di antaranya Dr. H. Nursya’bani Purnama, S.E., M.Si., CT, CCA, Pribawa E Pantas, S.E.Sy., M.E.K., dan Rofiul Wahyudi, S.E.I., M.E.I., Ph.D.

Dalam sambutan pembukanya, Kaprodi Perbankan Syariah FAI UAD, Dwi Santosa Pambudi, S.H.I., M.S.I., menekankan pentingnya manajemen waktu bagi mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa  PBS UAD yang telah menginjak semester 7 kerap kali harus menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tiga mata kuliah krusial secara bersamaan, yakni pelaksanaan magang, program Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta penyelesaian tugas akhir.

“Harapan kami, Mas dan Mbak sekalian perlu betul-betul bisa manajemen waktu dengan sangat tepat. Jangan sampai justru tiga-tiganya terlepas semua, akhirnya kalian tidak bisa menyelesaikan satu per satu,” pesan Dwi Santosa Pambudi di hadapan para peserta.

Selain manajemen waktu, ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik diri sendiri serta almamater Universitas Ahmad Dahlan selama berada di industri tempat mereka magang. Menurutnya, kinerja yang baik selama magang tidak hanya berdampak positif bagi penilaian institusi, tetapi juga membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk langsung direkrut bekerja oleh industri.

Lebih lanjut, sesi sosialisasi ini juga memberikan ruang interaktif bagi mahasiswa untuk mendalami aturan magang, mekanisme konversi mata kuliah bagi yang sudah berpengalaman kerja di lembaga keuangan, hingga teknis pelaksanaan magang di luar kota Yogyakarta. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Perbankan-Syariah-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-sosialisasi-dan-pembekalan-magang-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-26 08:43:502026-08-26 08:43:50Prodi Perbankan Syariah FAI UAD Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Magang

Dosen Farmasi UAD Edukasi DAGUSIBU Obat dan Kosmetik di Pulau Jeju, Korea Selatan

26/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Dosen Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi DAGUSIBU obat dan kosmetik di Pulau Jeju, Korea Selatan (Foto. Iis Wahyuningsih)

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melanjutkan program pengabdian masyarakat (PkM) tentang edukasi DAGUSIBU di Pulau Jeju, Korea Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Baiturrahman bekerja sama dengan komunitas Muslim Jeju pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Ketua PkM, Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai kelanjutan dari edukasi daring sebelumnya sekaligus membawa pembahasan lebih dekat dengan komunitas. Dalam kegiatan lanjutan ini, pembahasan diperluas ke aspek DAGUSIBU berikutnya, yaitu menyimpan dan membuang obat dengan tepat.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program daring kami sebelumnya mengenai cara mendapatkan dan menggunakan obat dengan benar. Dengan bertemu langsung dengan komunitas di Jeju, kami berharap informasi yang disampaikan menjadi lebih praktis dan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iis.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan DAGUSIBU kosmetik, mengingat pentingnya peran produk kosmetik dalam kehidupan sehari-hari. Kosmetik digunakan secara luas oleh berbagai kalangan dan kelompok usia, sehingga penting bagi konsumen untuk memahami cara memilih, menggunakan, menyimpan, dan membuang produk kosmetik secara aman dan bertanggung jawab.

Ia menambahkan bahwa topik kosmetik disertakan untuk menjawab kebutuhan sehari-hari komunitas tersebut.

“Kosmetik banyak digunakan di Korea, jadi kami merasa DAGUSIBU tidak terbatas pada obat-obatan saja. Masyarakat juga perlu mengetahui cara memilih, menggunakan, menyimpan, dan membuang produk kosmetik dengan tepat,” ungkapnya.

Setelah penyampaian materi, peserta secara aktif mengajukan pertanyaan dan terlibat dalam diskusi mengenai topik yang dibahas. Banyak pertanyaan berfokus pada situasi yang mereka hadapi sehari-hari, termasuk cara menyimpan obat dengan benar, penanganan obat yang tidak terpakai atau kedaluwarsa, serta cara memilih dan menggunakan produk kosmetik secara aman. Diskusi tersebut menjadikan sesi lebih interaktif dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya tentang hal-hal praktis secara langsung dengan narasumber.

Komunitas Muslim Jeju menyambut baik kelanjutan program ini. Yoga, yang mewakili komunitas tersebut, menyatakan bahwa topik-topik yang dibahas sangat relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Topik-topik ini sangat dekat dengan kebutuhan sehari-hari kita. Kita menggunakan obat-obatan dan kosmetik, namun terkadang kita kurang memperhatikan bagaimana cara penyimpanan, penggunaan, atau pembuangannya yang tepat. Program ini memberikan informasi praktis yang dapat kami bagikan kepada keluarga dan komunitas kami,” ujar Yoga.

Ke depannya, Iis berharap kerja sama antara Fakultas Farmasi UAD dan komunitas Muslim Jeju dapat terus berlanjut melalui kegiatan edukasi yang lebih rutin dan relevan.

“Kami berharap ini bukan sekadar kegiatan sekali jalan. Di masa mendatang, kami ingin terus membangun kerja sama dengan komunitas Muslim di Jeju serta mengembangkan berbagai program edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemahaman dan penerapan perilaku hidup yang aman dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Iis.

Yoga juga menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat diperluas di masa depan.

“Kami berharap kerja sama semacam ini dapat terus berlanjut, dengan lebih banyak topik dan kegiatan yang bermanfaat bagi komunitas Muslim di Jeju,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi yang praktis dan relevan, tetapi juga membuka ruang dialog dan memperkuat interaksi dalam upaya membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Fakultas Farmasi UAD berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang melalui berbagai program edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi komunitas Muslim di Korea Selatan. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-DAGUSIBU-obat-dan-kosmetik-di-Pulau-Jeju-Korea-Selatan-Foto.-Iis-Wahyuningsih.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-26 08:34:042026-09-08 13:03:00Dosen Farmasi UAD Edukasi DAGUSIBU Obat dan Kosmetik di Pulau Jeju, Korea Selatan

Dosen Farmasi UAD Berdayakan Guru Thailand Selatan melalui Inovasi Herbal Wedang Uwuh

26/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Dosen Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berdayakan guru thailand selatan melalui inovasi herbal wedang uwuh (Foto. Ichwan Ridwan)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional melalui program pengabdian kepada masyarakat. Dosen Fakultas Farmasi UAD, apt. Ichwan Ridwan Rais, M.Sc., Ph.D., melaksanakan program pengabdian masyarakat mandiri di Sangkhom Wittaya Islamic School, Sadao, Songkhla, Thailand Selatan, pada Selasa 11 Agustus 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda pendampingan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand tersebut menyasar para guru sebagai mitra utama. Program berfokus pada pemberdayaan melalui pelatihan pembuatan Wedang Uwuh, minuman herbal tradisional khas Yogyakarta yang memanfaatkan berbagai rempah dan bahan alami.

Wedang Uwuh merupakan minuman tradisional yang terdiri atas sejumlah rempah, seperti jahe (Zingiber officinale), kayu secang (Caesalpinia sappan), kayu manis (Cinnamomum verum), cengkih (Syzygium aromaticum), kapulaga, dan gula batu. Perpaduan bahan tersebut mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan senyawa fenolik, yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan.

Pemilihan guru sebagai sasaran program didasarkan pada peran strategis mereka sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Melalui pelatihan tersebut, para guru diharapkan tidak hanya mampu menerapkan pengetahuan tentang herbal secara mandiri, tetapi juga meneruskannya kepada siswa, keluarga, serta komunitas di sekitarnya.

Pelatihan dilaksanakan melalui dua tahapan. Tahap pertama berupa pembekalan teori mengenai identifikasi bahan, profil fitokimia, serta manfaat dari berbagai komponen Wedang Uwuh. Selanjutnya, peserta mengikuti lokakarya interaktif melalui praktik langsung, mulai dari pemilihan bahan baku, pengeringan secara higienis, hingga standardisasi formulasi agar kualitas produk tetap terjaga.

Menariknya, peserta juga didorong untuk mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan tanaman obat lokal yang tersedia di Thailand Selatan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pengetahuan yang diperoleh lebih mudah diterapkan secara berkelanjutan sesuai dengan potensi sumber daya setempat.

Hasil evaluasi menunjukkan para guru mampu memahami materi sekaligus mempraktikkan proses pembuatan, pengeringan, dan penyajian minuman herbal secara mandiri. Selain menjadi sarana transfer pengetahuan kesehatan, program ini juga membuka peluang pengembangan produk herbal sebagai bagian dari potensi ekonomi sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Farmasi UAD tidak hanya memperluas edukasi mengenai pemanfaatan herbal, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan dan budaya antara Indonesia dan Thailand. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan produk herbal berbasis potensi lokal yang dapat memberikan manfaat kesehatan sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-berdayakan-guru-thailand-selatan-melalui-inovasi-herbal-wedang-uwuh-Foto.-Ichwan-Ridwan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-26 08:27:392026-09-08 13:02:49Dosen Farmasi UAD Berdayakan Guru Thailand Selatan melalui Inovasi Herbal Wedang Uwuh
Page 16 of 531«‹1415161718›»

TERKINI

  • Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak16/10/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Siswa tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan Lalu Lintas16/10/2026
  • KKN UAD Kembangkan Kampung Hijau di Timuran, Yogyakarta16/10/2026
  • Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah15/10/2026
  • Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok15/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top