• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

15 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat

24/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat (Foto. KKN AB XIII)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerjunkan 15 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII ke Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pengabdian berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Agustus hingga 13 September 2026, dengan fokus yang disesuaikan pada misi kemanusiaan pascagempa.

KKN Anak Bangsa merupakan program pengabdian UAD di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang melibatkan mahasiswa dari organisasi otonom Muhammadiyah, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci (TS). Program yang pertama kali dilaksanakan pada 2016 tersebut kini memasuki periode ke-13.

Penerjunan mahasiswa berlangsung melalui upacara adat Manggarai di Kantor Desa Cunca Wulang, Minggu 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Pemerintah Desa Cunca Wulang, tokoh adat, tokoh masyarakat, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mbeliling, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Manggarai Barat.

Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, menyambut kehadiran mahasiswa dan berharap mereka dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa serta masyarakat. Ia juga meminta agar misi kemanusiaan menjadi bagian dari program tematik KKN karena mahasiswa hadir tidak lama setelah gempa melanda wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Dikarenakan mahasiswa hadir ketika gempa baru saja terjadi, kami berharap dapat ditambahkan misi kemanusiaan sebagai program tematik KKN,” ujar Pius.

Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 mendorong mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melakukan penyesuaian terhadap program kerja yang telah dirancang sebelumnya. DPL KKN AB XIII UAD, Yahya Hanafi, mengatakan penyesuaian dilakukan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pascabencana.

“Program-program KKN mahasiswa akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pascabencana. Mahasiswa KKN AB XIII diharapkan tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi bagian dari relawan Muhammadiyah yang berada di bawah koordinasi MDMC,” jelas Yahya.

Sejumlah program tanggap bencana disiapkan, meliputi asesmen dampak gempa, pendataan kebutuhan dasar warga, pendampingan psikososial, serta edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di lembaga pendidikan Desa Cunca Wulang. Pendekatan psikososial menjadi salah satu perhatian utama untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, menghadapi dampak emosional pascabencana.

Program KKN juga diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dan pendidikan kebencanaan agar manfaat pengabdian dapat berkelanjutan. Pemerintah desa, tokoh adat, Muhammadiyah, dan masyarakat turut berkomitmen mendampingi mahasiswa dengan memperhatikan aspek keselamatan selama kegiatan berlangsung.

Melalui pendekatan psikososial, edukasi kebencanaan, dan pemberdayaan masyarakat, KKN AB XIII UAD membawa semangat “ilmu amaliah, amal ilmiah”. Kehadiran 15 mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Cunca Wulang dalam proses pemulihan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dan mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. (dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-AB-XIII-UAD-Bantu-Pemulihan-Pascagempa-di-Manggarai-Barat-Foto.-KKN-AB-XIII.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-24 08:57:382026-09-08 13:02:3815 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat

Respons Cepat Pasca-Gempa, Mahasiswa KKN UAD Bantu Warga Cunca Wulang

24/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Anak Bangsa Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Asesmen Warga Terdampak Gempa (Foto. Ika)

Gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong mahasiswa KKN Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk menyesuaikan program pengabdian dengan kondisi warga. Sejak 18 Agustus 2026, mahasiswa bersama Pemerintah Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, melakukan asesmen ke rumah-rumah warga terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat sekaligus memetakan kebutuhan pascabencana.

Selain mendata kondisi rumah warga, tim juga menyisir sejumlah fasilitas umum, termasuk masjid dan gereja yang terdampak. Data yang diperoleh kemudian dikoordinasikan dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Manggarai Barat untuk membantu proses pendataan dan penyaluran bantuan secara lebih tepat.

Kondisi lapangan yang terus berubah membuat mahasiswa harus menyesuaikan program kerja yang sebelumnya telah disusun. Ketua Koordinator KKN AB XIII UAD, M. Farel Naufalino, mengatakan bahwa perubahan tersebut dilakukan karena kebutuhan masyarakat saat ini lebih mendesak. “Setelah melihat langsung situasi di lapangan, masyarakat saat ini jauh lebih membutuhkan program pendampingan psikososial serta mitigasi bencana guna mengurangi dampak trauma,” ujar Farel.

Meski fokus KKN sementara diarahkan pada respons kebencanaan, program kerja lainnya tetap akan dijalankan dengan menyesuaikan kondisi masyarakat. Farel menjelaskan bahwa program individu maupun program tematik nonkebencanaan tidak ditinggalkan, tetapi pola pelaksanaannya dibuat lebih fleksibel mengikuti perkembangan pemulihan desa.

Gerak cepat mahasiswa juga mendapat apresiasi dari Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa membantu pemerintah desa memperoleh data yang lebih lengkap mengenai kondisi rumah warga maupun fasilitas umum. “Akurasi data dari asesmen ini sangat krusial bagi kami pemerintah desa. Dengan adanya bantuan tenaga dari adik-adik mahasiswa, proses pelaporan ke tingkat kabupaten menjadi jauh lebih cepat dan terstruktur,” ungkap Pius.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UAD, Pemerintah Desa Cunca Wulang, dan MDMC Manggarai Barat diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan warga, baik dari sisi fisik maupun psikologis. Melalui pendataan yang valid dan pendampingan yang berkelanjutan, upaya penanganan pascabencana di Desa Cunca Wulang diharapkan dapat berjalan lebih sistematis hingga masyarakat kembali pulih. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Anak-Bangsa-Periode-XIII-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Asesmen-Warga-Terdampak-Gempa-Foto.-Ika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-24 08:15:102026-09-08 13:00:18Respons Cepat Pasca-Gempa, Mahasiswa KKN UAD Bantu Warga Cunca Wulang

Tim PPK Ormawa RDC UAD Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantul

24/08/2026/in Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa RDC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantul (Foto. PPKO RDC UAD)

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di Padukuhan Karangtengah, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga, tetapi juga dimeriahkan oleh kehadiran Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB ini diinisiasi oleh AMMI, selaku organisasi kepemudaan atau Karang Taruna Padukuhan Karangtengah. Ratusan warga dari RT 01 hingga RT 06, bersama Ibu-Ibu PKK, tumpah ruah mengikuti serangkaian acara, mulai dari senam massal, tradisi dahar (makan) bubur bersama, hingga pembagian hadiah undian senam sehat dan pemeriksaan mata gratis.

Kepala Padukuhan Karangtengah, Sumardiyono, turut hadir dan memberikan sambutannya dalam kegiatan tersebut. Suasana perayaan kian meriah dengan digaungkannya slogan “Menang Kalah Tetap Karang Tengah”, yang merepresentasikan kekompakan serta persaudaraan warga setempat.

Acara ini juga diramaikan dengan bazar sayur murah dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga sekitar. Kehadiran bazar menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempromosikan dan memasarkan berbagai produk lokal, di antaranya Kedai Girli by Bu Elly, Khaistories by Bu Anisa RT 03, Pecel dan Thiwul by Bu Zumaroh, Mayuma Kitchen by Pak Ardymas, Keset dan Aksesoris by Bu Aisyah, serta Bakso Tusuk Kuah by Bu Annisa RT 02.

Di tengah semarak kemerdekaan tersebut, Tim PPK Ormawa RDC UAD turut memeriahkan acara dengan menggelar lokakarya robotika. Mahasiswa UAD menampilkan ragam inovasi teknologi melalui Tim Al-Jazari dan Tim R-Squad. Salah satu yang paling menarik perhatian warga adalah Robot Nawasena, yang sengaja diperkenalkan sebagai solusi pertanian cerdas di Karangtengah.

Tidak hanya mendemonstrasikan robot, mahasiswa UAD juga mensosialisasikan platform website program PPK Ormawa kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa ini memberikan pengalaman baru bagi warga untuk melihat langsung wujud fisik teknologi robotika sekaligus mengenal inovasi pemberdayaan yang sedang dikembangkan di desa mereka.

Kegiatan tersebut sukses menjadi wadah yang multifungsi; tidak sekadar memperingati kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana promosi teknologi tepat guna dari mahasiswa UAD, menjaga kesehatan warga, mendukung UMKM lokal, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat gotong royong. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-RDC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Semarakkan-HUT-RI-ke-81-di-Bantul-Foto.-PPKO-RDC-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-24 08:03:142026-08-24 08:03:14Tim PPK Ormawa RDC UAD Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantul

UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 2026

24/08/2026/in Terkini /by Ard

Pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, Badan Pembina Harian (BPH), dosen, serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan UAD. Pengajian ini mengusung tema “Meneladani Nabi: Menjaga Keistikamahan dalam Ibadah, Merawat Kesehatan dalam Bekerja”. Acara ini dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat Aula Masjid Islamic Center dan disiarkan langsung melalui kanal YoTube @LPSI UAD setelah pelaksanaan salat Asar berjamaah.

Rangkaian acara diawali dengan laporan Kepala LPSI UAD terkait evaluasi dan penilaian Indeks Kinerja Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pegawai yang mencakup enam aspek diantaranya refreshing (senam, lari, jalan sehat), hafalan, kehadiran pengajian universitas, kehadiran pengajian unit kerja fakultas, keaktifan di persyarikatan, serta kontribusi di persyarikatan. Selain itu, dilaporkan pula capaian penghimpunan dana ZIS Lazismu UAD periode Januari hingga Juli sebesar Rp1.528.234.067, penyaluran beras sebanyak 13.895 kg bagi 556 penerima manfaat, pentasyarufan Beasiswa Sang Surya, program bantuan air bersih, hingga aksi penggalangan dana gempa NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jemaah sekaligus menekankan pentingnya kenyamanan hati dalam lingkungan kerja. “Kalau kita di kampus sudah bisa memberikan situasi yang nyaman, menyenangkan, dan menentramkan hati, diharapkan di rumah bisa memperoleh hal yang sama sehingga berdampak positif bagi peningkatan kinerja kita,” tutur Prof. Muchlas.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis Beasiswa Sang Surya oleh Rektor UAD kepada perwakilan mahasiswa penerima dari berbagai program studi.

Pada sesi inti, tausiah disampaikan mengenai pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW, merawat kesehatan tubuh saat bekerja (melalui aktif bergerak, menjaga pola makan, dan tidur yang cukup), serta menanamkan etos kerja profesional berdasarkan prinsip itqan dan empat sifat wajib rasul (siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah). Acara ditutup dengan pengumuman infak pengajian dan ramah tamah menikmati hidangan bersama. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengajian-peringatan-Maulid-Nabi-Muhammad-saw.-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-24 07:53:452026-08-24 07:53:45UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 2026

UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire

20/08/2026/in Terkini /by Ard

Peresmian gym Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar acara Doa Bersama dalam rangka Pembukaan Gym UAD yang berlangsung di Kampus V UAD pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., tersebut menjadi bagian dari upaya UAD dalam mendukung kesehatan fisik sivitas akademika, khususnya dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

Gym UAD didukung oleh Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UAD dan dikelola oleh FKIP di bawah koordinasi Universitas Ahmad Dahlan. Fasilitas tersebut hadir sebagai ruang kebugaran yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan tendik UAD untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental.

Dalam sambutannya, Muhammad Sayuti menyampaikan bahwa keberadaan Gym UAD merupakan bagian dari program tim kerja wellbeing yang telah dikembangkan FKIP. Program tersebut mencakup berbagai aktivitas kebugaran yang telah terlaksana, seperti yoga, senam, dan badminton.

“Tim wellbeing ini sudah beberapa tahun kita hadirkan untuk memberi ruang dan fasilitas agar dosen dan tenaga kependidikan itu sehat lahir batin. Jadi, kita berkewajiban mendukung agar pegawai UAD itu badannya sehat,” ungkapnya.

Muhammad Sayuti juga menyampaikan apresiasi kepada PPG UAD dan universitas atas dukungan yang diberikan sehingga Gym UAD dapat diwujudkan. Menurutnya, respons terhadap fasilitas tersebut cukup positif. Hal ini terlihat dari jumlah anggota bulanan yang telah mencapai sekitar 35 orang serta tingkat kunjungan yang cukup tinggi meskipun gym belum secara resmi dibuka.

Ia berharap keberadaan Gym UAD dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Beliau berharap fasilitas baru ini dapat menjadi ruang bagi pegawai UAD untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD, Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia. Hal ini sesuai dengan tagline yang diusung Gym UAD.

“Gym ini memiliki tiga semboyan, yaitu move, grow, dan inspire. Move berarti kita harus bergerak, bukan hanya pikirannya, tetapi juga badannya. Grow berarti pikiran harus tumbuh, begitu pula dengan kesehatan. Inspire artinya kita harus bisa menginspirasi orang lain agar turut berupaya menjaga kesehatan,” ujarnya.

Dr. Norma juga mengingatkan agar pemanfaatan Gym UAD tetap dilakukan secara seimbang dengan tanggung jawab pekerjaan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu sivitas akademika mengelola prioritas sehingga kewajiban pekerjaan tetap berjalan, sementara kesehatan juga tetap terjaga.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta pengangkatan barbel secara simbolis oleh jajaran pimpinan UAD. Prosesi tersebut menjadi penanda dibukanya Gym UAD secara resmi dan sekaligus menggambarkan semangat menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi berkeliling dan melihat secara langsung fasilitas Gym UAD. Melalui hadirnya fasilitas ini, UAD berharap dosen dan tendik dapat memanfaatkannya sebagai ruang untuk menjaga kebugaran dan kesehatan dalam mendukung aktivitas di lingkungan kampus. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Peresmian-gym-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-20 11:58:472026-08-20 11:58:47UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire

Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional

20/08/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Hana Lin Zakiyah Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) peraih tiga kejuaraan nasional (Foto. Hana)

Prestasi membanggakan diraih Hana Lin Zakiyah mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan meraih tiga penghargaan dalam Lomba Video Kreatif, Presentasi Oral, dan Poster Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD. Hana meraih Juara II Short Video Kelas A, Juara I Poster Subtema Pendidikan Berkemajuan Kelas A, serta Juara Harapan I Presentasi Oral Subtema Sosial, Sastra, dan Budaya Kelas B. Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti mahasiswa S1 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rangkaian kompetisi berlangsung pada 22 Mei hingga 15 Juni 2026. Kegiatan diawali dengan pendaftaran pada 22–30 Mei, pelatihan pada 31 Mei, dan technical meeting pada 1 Juni. Peserta kemudian mengumpulkan karya pada 2–8 Juni yang diperpanjang hingga 10 Juni, sebelum memasuki tahap kurasi dan penilaian pada 10–13 Juni. Seluruh rangkaian ditutup dengan pengumuman pemenang pada 15 Juni 2026.

Dalam mempersiapkan karya, Hana melalui berbagai tahapan, mulai dari menentukan isu, melakukan brainstorming, mencari referensi, menyebarkan kuesioner untuk kebutuhan presentasi oral, mengolah data, membuat karya, hingga melakukan revisi. “Prosesnya cukup panjang karena kami tidak hanya membuat karya, tetapi juga harus memastikan isu yang diangkat memiliki dasar yang kuat dan bisa memberikan pesan yang jelas kepada audiens,” ungkap Hana.

Ketiga karya yang dihasilkan mengangkat tema berbeda tetapi sama-sama berkaitan dengan pengembangan mahasiswa dan masa depan. Pada kategori poster, Hana mengangkat “Flashcard: Inovasi Belajar Mahasiswa untuk Pendidikan Berkemajuan” sebagai media belajar yang sederhana dan kreatif. Sementara itu, presentasi oral bertajuk “Literasi Produktif: Transformasi Mahasiswa dari Pembaca Pasif Menjadi Penulis Solutif Masa Depan” mendorong mahasiswa untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menghasilkan gagasan dan solusi melalui tulisan.

Adapun karya Short Video berjudul “Aku di Masa Depan” yang mengajak mahasiswa merefleksikan diri dan membayangkan kehidupan di masa mendatang. Bagi Hana, ketiga karya tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan gagasan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. “Saya berharap pengalaman ini tidak berhenti pada pencapaian lomba saja, tetapi bisa membantu saya lebih kritis dalam melihat persoalan sosial, lebih kreatif dalam menghasilkan ide, dan mampu menciptakan inovasi yang benar-benar memberikan dampak,” pungkasnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hana-Lin-Zakiyah-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-peraih-tiga-kejuaraan-nasional-Foto.-Hana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-20 11:49:392026-09-08 13:00:02Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional

Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier

20/08/2026/in Feature /by Ard

Dhita Pratama Putra wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV tahun 2026 (Foto. Dhita)

Banyak orang terjebak dalam stigma bahwa bidang keilmuan yang diambil saat kuliah adalah jalur tunggal yang membatasi masa depan. Namun, bagi Dhita Pratama Putra, S.Si., atau yang akrab disapa Dhita, ilmu bukanlah sebuah sangkar, melainkan sarana pembentuk pola pikir. Pemuda asal Kabupaten Semarang alumnus SMA N 1 Ambarawa yang menempuh pendidikan di Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2020 ini berhasil membuktikan bahwa keahlian tidak mengenal batas linearitas.

Pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang usai dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 lalu, nama Dhita menjadi sorotan setelah lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,78 dan memborong dua predikat sekaligus, yakni Wisudawan Berprestasi Akademik dan Nonakademik. Sepanjang masa studinya, ia mengumpulkan lebih dari 130 penghargaan dan gelar kehormatan yang sebagian besar justru didominasi dari kompetisi bidang komunikasi, public speaking, public relations, hingga desain poster.

Langkah awal Dhita menyeberang ke dunia digital marketing dan marketing communication (marcom) di semester dua bukanlah keputusan impulsif atau sekadar terikut tren. Semuanya berakar dari rasa penasaran mendalam yang dipupuk sejak SMA dan semakin terasah tajam saat ia masuk ke jurusan Fisika UAD.

“Sebagai mahasiswa fisika, kita terbiasa mempertanyakan kenapa suatu fenomena alam terjadi, memahami pola, ngumpulin data, sampai menarik kesimpulan,” ujar Dhita menjelaskan pola pikir ilmiah yang dibentuknya. Pola pikir inilah yang ternyata tidak hanya berlaku untuk mempelajari ilmu alam, tetapi juga dunia digital. Saat mulai bekerja sebagai Social Media Strategist di semester dua, Dhita menyadari bahwa media sosial telah berkembang menjadi ruang dinamis yang mampu membentuk opini, citra merek, hingga memengaruhi keputusan seseorang dalam hitungan detik. Fenomena tersebut membuat Dhita sadar bahwa perilaku manusia di ruang digital memiliki pola-pola menarik yang bisa dipelajari secara sistematis layaknya pola alam.

Guna memperdalam minat tersebut, Dhita mulai belajar mandiri atau secara otodidak mengenai digital marketing, content strategy, copywriting, branding, hingga analisis media sosial melalui artikel, webinar, diskusi praktisi, hingga mengambil sertifikasi profesional.

“Aku mulai dari baca artikel, ikut webinar, belajar dari praktisi, dan beberapa kali ambil sertifikasi juga. Yang penting berani coba untuk ambil proyek, jangan takut duluan kalau penasaran sama sesuatu, dan jangan cuma penasaran di awal atau Fear of Missing Out (FOMO), tapi tetap dilanjut,” tegas Dhita. Terjun di dunia marcom baginya bukanlah keputusan untuk meninggalkan fisika, melainkan membawa bekal pola pikir ilmiah ke bidang yang berbeda. “Ilmu tidak akan membatasi seseorang, karena yang paling penting bukan jurusannya, tapi gimana cara kita menggunakan ilmu dan pola pikir yang udah dibangun untuk memberikan solusi di bidang yang mau kita tekuni,” tambahnya.

Meskipun di awal sempat mengalami culture shock karena fisika berfokus pada kepastian sementara marcom berhadapan dengan perilaku manusia yang dinamis dan emosional, Dhita menyadari bahwa kedua bidang ini pada dasarnya memiliki esensi yang sama.

“Awalnya bingung karena di marcom harus belajar storytelling, branding, komunikasi persuasif, dan psikologi audiens yang beda jauh sama teoretis fisika. Tapi belakangan aku sadar, objeknya aja yang beda, fisika mempelajari perilaku alam, sedangkan marcom mempelajari perilaku manusia,” tuturnya. Latar belakang fisika justru menjadi kekuatan pembeda bagi Dhita dalam mengambil keputusan berbasis data.

“Di marcom kan mainnya data, tidak boleh asal asumsi. Kalau performa konten turun, aku tidak langsung nyimpulin algoritmanya berubah. Aku bakal ngumpulin data dulu, membandingkan jenis konten, waktu tayang, sampai engagement rate dan Click-Through Rate (CTR). Mungkin aku tidak bekerja sebagai fisikawan, tapi aku bekerja menggunakan pola pikir yang dibentuk oleh fisika itu sendiri,” jelasnya.

Menjalani peran sebagai mahasiswa fisika dengan beban akademik tinggi sembari bekerja profesional, aktif dalam penelitian, organisasi, volunteer, dan kompetisi tentu menguras energi. Untuk mengatasinya, Dhita tidak hanya mengandalkan motivasi yang cenderung naik turun, melainkan membangun sistem manajemen waktu dan prioritas yang ketat.

“Aku tidak mungkin mengandalkan motivasi aja karena motivasi bisa naik turun, sedangkan tanggung jawab berjalan setiap hari. Jadi aku membiasakan buat skala prioritas, membedakan mana pekerjaan yang benar-benar penting, mendesak, atau bisa ditunda,” ungkap Dhita. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan keberanian untuk berkata tidak demi menghindari burnout. “Kita harus berani nolak dan jangan jadi people pleaser untuk aktivitas yang bukan tugas kita. Saat burnout, bukan berarti kita lemah, tapi itu mengajari kita untuk mengelola diri sendiri. Sehebat apapun kemampuan seseorang, akan sulit berkembang kalau tidak bisa menjaga keseimbangan antara ambisi, kesehatan, dan kehidupan pribadi,” paparnya.

Keberhasilan menyeimbangkan berbagai peran ini turut dibuktikan lewat rekam jejak prestasinya di jejaring profesional LinkedIn. Selain mengantongi lebih dari 130 penghargaan di bidang komunikasi dan akademik, Dhita memiliki pengalaman kerja profesional selama hampir 5 tahun sebagai Social Media Strategist, Digital Marketer, dan Communication Specialist. Portofolio kerja nyata yang ia bangun sejak dini, dipadukan dengan keaktifannya dalam riset interdisipliner, kepemerintahan mahasiswa, dan pengabdian masyarakat, menjadi bukti nyata dedikasinya di luar kelas.

Setelah hampir 5 tahun bergelut di industri secara learning by doing, rasa haus akan ilmu mendorong Dhita untuk memperdalam fondasi teoritisnya dengan melangkah ke jenjang S2. Ia berhasil meraih Beasiswa S2 Magister Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Marketing & Branding Communication di Universitas Bakrie.

“Selama 5 tahun ke belakang aku learning by doing, tapi sering bertanya ke diri sendiri, kenapa strategi ini berhasil, gimana brand membangun persepsi masyarakat, kenapa konsumen mengambil keputusan tertentu? Pertanyaan itu buat aku ingin belajar lebih dalam lewat pengalaman akademis,” tuturnya.

Langkah ini diambil bukan untuk menghentikan identitasnya sebagai lulusan fisika, melainkan untuk melengkapi perjalanan kariernya agar mampu menggabungkan pengalaman praktis di lapangan dengan landasan teori yang kokoh dan bernilai ilmiah.

Di balik semua pencapaian tersebut, Dhita memandang UAD sebagai ruang tumbuh yang sangat berharga dalam membentuk karakter dan keberaniannya keluar dari zona nyaman. “Kalau diminta mendeskripsikan UAD, aku tidak akan mengatakan UAD cuma tempat menempuh pendidikan, tapi tempat aku bertumbuh sebagai manusia dan profesional. Selama kuliah, dosen dan tendik di UAD selalu mendorong kita untuk tidak berhenti sama apa yang diajarin di kelas doang, tapi didorong aktif ikut penelitian, kompetisi, organisasi, dan pengabdian. Pengalaman di luar kelas itulah yang jadi pelengkap yang membuat proses belajar jadi lebih bermakna,” kenangnya mengapresiasi peran kampus, bimbingan dosen, serta dukungan keluarga yang tak pernah putus.

Bagi teman-teman mahasiswa yang merasa salah jurusan atau ragu mengeksplorasi karier di luar bidang studi utama, Dhita berpesan agar tidak tergesa-gesa membatasi diri hanya karena nama jurusan yang diampu. “Jangan terlalu cepat membatasi diri cuma karena nama jurusan. Dunia kerja saat ini justru semakin menghargai orang-orang dengan kemampuan lintas disiplin ilmu. Berpindah bidang itu bukan berarti memulai dari nol, karena apapun jurusan yang kita pelajari akan memberikan bekal yang berharga,” tegas Dhita.

Di penghujung perbincangan, ia memberikan pandangan reflektifnya, “Jurusan mungkin menentukan dari mana kita mulai, tapi karakter, cara berpikir, dan kemauan untuk terus belajar itu yang akan menentukan sejauh mana kita akan melangkah.” Tutupnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dhita-Pratama-Putra-wisudawan-berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-tahun-2026-Foto.-Dhita.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-20 11:41:292026-08-20 11:41:29Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier

Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD Kembangkan Gula Semut Herbal di Hargowilis

19/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU BEM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan gula semut herbal di Hargowilis (Foto. Tim MeRAMU)

Tim MeRAMU BEM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi diterjunkan di Kalurahan Hargowilis, Selasa 11 Agustus 2026.. Penerjunan yang berlangsung di Kantor Kalurahan Hargowilis tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program pengembangan potensi tanaman rempah dan produk unggulan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Hargowilis Warsidi, S.T., Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD Danang Sukantar, M.Pd., Dosen Pendamping Lapangan Dr. apt. Dwi Utami, M.Si., serta perwakilan masyarakat dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Sermo Lor dan Desa Prima Hargowilis.

Dalam sambutannya, Warsidi menyampaikan dukungan terhadap kehadiran Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD dan program yang akan dilaksanakan. Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan produk unggulan Kalurahan Hargowilis, khususnya gula semut.

“Besar harapan kami Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD dapat memberikan manfaat bagi pengembangan dan inovasi produk unggulan Desa Hargowilis, yakni gula semut,” ujar Warsidi.

Dosen Pendamping Lapangan Dr. apt. Dwi Utami, M.Si., menjelaskan bahwa program KKN khusus MeRAMU merupakan ruang aksi mahasiswa untuk umat melalui kerja sama UAD dan LAZISMU UAD. Program tersebut berlangsung selama dua bulan yang terbagi dalam tahap aktivasi program pada bulan pertama dan finalisasi program pada bulan kedua.

“Tim MeRAMU BEM Farmasi merupakan kolaborasi mahasiswa Fakultas Farmasi dan Manajemen dengan bidang garap produksi dan manajemen pemasaran inovasi gula semut herbal,” jelas Dwi Utami.

Dalam kegiatan tersebut, 15 anggota Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD diperkenalkan sekaligus memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan. Program utama tim adalah mengembangkan inovasi gula semut herbal dengan memanfaatkan rempah-rempah hasil budidaya masyarakat Hargowilis.

Rempah yang digunakan meliputi jahe, kencur, kunyit, dan serai. Bahan-bahan tersebut akan dikombinasikan dengan gula semut yang diproduksi masyarakat melalui rumah produksi Desa Prima Hargowilis dengan nama produk COCONERA.

Pengembangan gula semut herbal tersebut mengintegrasikan keilmuan farmasi dengan potensi sumber daya alam lokal. Selain memanfaatkan rempah sebagai bahan herbal, program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk sehingga memiliki peluang untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Melalui program tersebut, Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD juga mendorong kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kalurahan, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi diharapkan dapat mengoptimalkan potensi rempah sekaligus mengembangkan produk lokal yang inovatif dan bernilai ekonomi.

Setelah penerjunan, Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD akan melanjutkan rangkaian kegiatan dan pendampingan bersama masyarakat Hargowilis. Inovasi gula semut herbal diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengangkat potensi rempah lokal sekaligus memperkuat pengembangan produk unggulan masyarakat. (doc/dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-BEM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-gula-semut-herbal-di-Hargowilis-Foto.-Tim-MeRAMU.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:57:592026-08-20 14:32:26Tim MeRAMU BEM Farmasi UAD Kembangkan Gula Semut Herbal di Hargowilis

Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional

19/08/2026/in Feature /by Ard

Hafiz Ahmad Rumalutur, wisudawan Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan segudang prestasi nasional (Foto. Hafiz)

Langkah Hafiz Ahmad Rumalutur menuju podium wisuda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi penanda tuntasnya satu tahap penting dalam hidupnya. Bagi wisudawan asal Maluku dari Program Studi Hukum, Fakultas Hukum (FH) UAD ini, momen kelulusan tersebut merupakan wujud dari mimpi kecil yang berhasil ia capai lewat proses panjang. Di balik capaian tersebut, Hafiz membawa latar belakang cerita keluarga yang mendalam. Lahir sebagai anak kedua dari saudara kembar, ia diasuh oleh kakeknya sejak berusia satu bulan. Sosok almarhum kakek dan almarhumah neneknya menjadi figur kunci yang membesarkannya dengan kasih sayang. Gemblengan kakeknya itulah yang membentuk karakter dan kemandirian Hafiz hingga saat ini.

“Pertama, saya bersyukur dan senang karena itu juga bagian dari mimpi kecil saya yang terwujud, dan pastinya sangat bangga,” tutur Hafiz saat menceritakan perasaannya dipercaya berdiri di podium pidato mewakili seluruh wisudawan UAD. “saya juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada sosok yang telah membentuk saya, membesarkan dengan penuh kasih sayang dengan sagu yang putih nan murni, yaitu kepada almarhum kakek dan almarhumah nenek saya tercinta.” Imbuhnya.

Meskipun pada prosesi wisuda kehadiran kedua orang tuanya diwakilkan oleh paman dan bibinya karena suatu hal, Hafiz menegaskan bahwa peran paman, bibi, serta doa dari orang tua dan keluarga besarnya tetap menjadi pilar utama dalam perjalanannya di perantauan. Memulai kuliah sebagai mahasiswa angkatan 2022, Hafiz memutuskan bergabung dengan Komunitas Peradilan Semu atau Moot Court FH UAD ‘De Verlichter’. Di organisasi inilah ia ditempa melalui berbagai persiapan lomba, hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua periode 2024 hingga 2025. Proses ini melatihnya membagi waktu antara akademik dan kompetisi, hingga akhirnya lulus dengan predikat wisudawan berprestasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) gemilang.

Rangkaian prestasi tingkat nasional berhasil ia sumbangkan untuk kampus. Pada tahun 2023, ia meraih Juara 1 Kompetisi Nasional Moot Court Peradilan Militer Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung RI dan Piala Tetap Kasad 2023, Juara 2 Tarumanagara Law Fair V Kompetisi Mediasi Tingkat Nasional Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung, serta Berkas Terbaik Tarumanagara Law Fair V Kompetisi Mediasi Tingkat Nasional Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung 2023. Berlanjut pada tahun 2024, Hafiz meraih Juara 1 dalam Kompetisi Mediasi ALSA LEX WEEKS 2024 di Universitas Padjadjaran, Berkas Terbaik dalam Kompetisi Mediasi ALSA LEX WEEKS 2024 di Universitas Padjadjaran, serta Best Mediator in the ALSA LEX WEEKS 2024 Mediation Competition di Universitas Padjadjaran. Memasuki tahun 2025, ia kembali mengukir prestasi sebagai Juara 2 dalam Kompetisi Mediasi Nasional Piala Mahkamah Agung RI Ke-VI, Berkas Terbaik dalam Kompetisi Mediasi Nasional Piala Mahkamah Agung RI Ke-VI 2025, Juara 3 Kompetisi Surat Gugatan Legal Manuscript Contest 2025, Juara 1 Berkas Penasihat Hukum Terbaik National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma 2025, serta Penasihat Hukum Terbaik National Moot Court Competition Anti Human Trafficking Piala Prof. Hilman Hadikusuma 2025.

Bagi Hafiz, seluruh pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi, ambisi yang kuat, kerja keras, dan doa keluarga.

“Kerja keras tanpa ambisi yang kuat itu biasa-biasa saja, dan ambisi yang kuat tanpa kerja keras hanyalah sebuah mimpi. Akan tetapi, kerja keras ditambah ambisi yang kuat, disisipi doa, sesuatu yang besar menanti di depan sana,” tutur Hafiz mengenai prinsip yang selalu ia pegang.

Menutup masa studinya, Hafiz menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para dosen, sivitas akademika UAD, masyarakat Yogyakarta, serta organisasi daerah seperti Ikatan Pelajar Mahasiswa Seram Bagian Timur Yogyakarta dan Paguyuban Keluarga Mahasiswa Fakfak Papua se-Yogyakarta yang telah menjadi rumah keduanya. Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya ia tujukan untuk senior dan rekan di Komunitas Peradilan Semu FH UAD. Berbekal pengalaman tersebut, Hafiz kini mantap menatap langkah selanjutnya.

“Insyaallah saya mau berkarir di Jakarta mengejar cita-cita saya yakni menjadi seorang pengacara atau advokat yang menegakkan keadilan, membela yang seharusnya dibela, dan sekaligus melanjutkan studi di sana,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hafiz-Ahmad-Rumalutur-wisudawan-Fakultas-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-segudang-prestasi-nasional-Foto.-Hafiz.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:50:252026-08-19 08:50:25Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional

Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana

19/08/2026/in Feature /by Ard

Andi Bintang Toar Dondok, wisudawan berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV 2026 (Foto. Andi)

Tidak semua perjalanan dimulai dengan gemuruh. Ada langkah-langkah yang tumbuh perlahan, ditemani doa orang tua, kerja keras yang sunyi, dan keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan tulus akan menemukan jalannya. Bagi Andi Bintang Toar Dondok, lulusan Program Studi Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83, perjalanan selama menempuh pendidikan menjadi kisah tentang ketekunan, keberanian mencoba, dan semangat untuk terus memberi dampak.

“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas anugerah luar biasa ini. Menjadi wisudawan berprestasi merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya dan saya memaknainya sebagai bentuk keberkahan atas proses yang telah saya jalani selama ini,” ungkapnya.

Bagi Bintang, bangku kuliah bukan hanya ruang untuk belajar teori, tetapi juga tempat untuk menumbuhkan mimpi, mengasah kemampuan, dan menjelajahi berbagai kesempatan. Selama berkuliah, ia berhasil mengukir lebih dari 60 prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sejumlah capaian yang berhasil diraihnya antara lain Gold Medal Finalist pada ajang Final Pitching Sustainable Development Goals (SDGs) yang diselenggarakan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui inovasi Zero-C, sebuah platform carbon trading untuk perdagangan karbon dunia. Ia juga berpartisipasi dalam UMPSA x Huawei AppGallery Mobile App Competition di Malaysia, meraih prestasi pada Toba Essay Competition, National Essay Competition INSPIER 2023, serta berbagai kompetisi karya tulis ilmiah dan inovasi.

Tidak hanya itu, Bintang turut menorehkan prestasi pada sejumlah kejuaraan karate tingkat nasional dan internasional, seperti Mageti Open International Karate Championship 2024, WTA Open Karate Championship, Wimaya International Karate Championship 2023, Bali Badung Open Karate International Championship 2023, hingga Gadjah Mada Open Karate Championship 2023. Semangat inovasinya juga melahirkan sejumlah karya yang telah memperoleh pencatatan hak cipta, di antaranya TOUCH BRAILLE, REDUx, Sistem Manajemen Gudang Otomatis,  Sistem Pencarian Referensi Jurnal Ilmiah, dan HALAL TRACKER.

Di antara puluhan pencapaian tersebut, satu momen yang paling membekas baginya adalah ketika menjadi satu-satunya peraih Gold Medal Finalist dalam ajang Final Pitching SDGs di Universiti Kebangsaan Malaysia.

“Pada kesempatan itu, saya dan tim mempresentasikan inovasi di hadapan peserta terbaik dari berbagai negara. Rasanya bangga karena bisa membawa nama Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional,” tuturnya.

Tidak ada pencapaian yang lahir dalam semalam. Di balik deretan prestasi itu, tersimpan hari-hari yang dipenuhi jadwal akademik, praktikum hingga enam kali dalam sepekan, persiapan kejuaraan karate internasional, kegiatan akademik berskala internasional, hingga amanah sebagai Badan Pengurus Harian UKM Karate. Ada saat ketika semua tanggung jawab itu datang bersamaan dan membuatnya merasa sangat lelah, bahkan hampir menyerah.

Namun, di tengah kepadatan tersebut, Bintang memilih kembali mengingat alasan mengapa ia memulai semuanya. Ia mulai menyusun ulang prioritas melalui konsep priority pyramid, menempatkan akademik sebagai fokus utama, kemudian perlombaan dan organisasi. Dari sana, ia belajar bahwa keberhasilan bukan tentang melakukan semuanya sekaligus, melainkan mengetahui kapan harus melangkah dan kapan harus memberi ruang bagi diri sendiri untuk tetap bertahan.

Setiap langkah yang berhasil ia tempuh tidak pernah benar-benar ia lalui sendirian. Ada doa kedua orang tua, Bambang Hayanto dan Fonny Dondok, yang selalu menguatkan, dukungan kakak dan adik yang menjadi tempat berbagi semangat, serta para dosen, mentor, dan sahabat yang senantiasa hadir ketika perjalanan terasa berat. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa di balik setiap keberhasilan, selalu ada banyak tangan yang ikut mendorong seseorang untuk terus melangkah.

Dalam kesehariannya, Bintang membiasakan diri hidup dengan disiplin. Selain menerapkan manajemen prioritas, ia rutin berolahraga dan berjalan pagi agar tubuh serta pikirannya tetap siap menghadapi berbagai aktivitas. Baginya, menjaga kesehatan fisik dan mental sama pentingnya dengan mengejar prestasi. Di atas semua itu, ia percaya bahwa doa dan kebiasaan berbuat baik kepada sesama adalah kekuatan yang memudahkan setiap proses yang dijalaninya.

Setelah lulus, Bintang ingin terlebih dahulu mengembangkan karier profesional, kemudian melanjutkan studi magister di Eropa. Baginya, pendidikan bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Bintang berharap UAD terus melangkah menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga semakin diperhitungkan di kancah internasional. Menurutnya, kampus memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki semangat untuk terus belajar, menjelajah, dan memberi makna melalui setiap karya yang dihasilkan.

Lebih dari sekadar ilmu pengetahuan, Bintang merasa kampus telah mengajarkannya cara memandang kehidupan. Lingkungan yang terbuka, dukungan dari berbagai pihak, serta toleransi terhadap perbedaan agama, suku, ras, dan budaya membentuknya menjadi pribadi yang lebih menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Andi-Bintang-Toar-Dondok-wisudawan-berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-2026-Foto.-Andi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-19 08:41:112026-08-19 08:42:07Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana
Page 17 of 531«‹1516171819›»

TERKINI

  • Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak16/10/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Siswa tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan Lalu Lintas16/10/2026
  • KKN UAD Kembangkan Kampung Hijau di Timuran, Yogyakarta16/10/2026
  • Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah15/10/2026
  • Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok15/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top