• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Wujudkan Posyandu Digital, PPK Ormawa IMM FKM UAD Dampingi Kader Korowelang Gunakan SI-WARAS

14/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merealisasikan kegiatan Pitutur Waras (Foto. Tim PPK Ormawa FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merealisasikan kegiatan “Pitutur Waras”. Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Program HAMEMAYU WARASING DESA ini diselenggarakan di Posyandu Padukuhan Korowelang, Kalurahan Caturharjo, pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini berfokus pada penerapan sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang terintegrasi melalui konsep One Stop Service. Melalui sistem ini, seluruh tahapan pelayanan Posyandu yang meliputi pendaftaran, pemeriksaan, pencatatan, edukasi, hingga konseling dilebur ke dalam satu alur pelayanan yang utuh. Pelaksanaannya dilakukan langsung oleh kader kesehatan Padukuhan Korowelang dengan pendampingan melekat dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD 2026.

Alur kegiatan dimulai dari proses pendaftaran peserta oleh kader kesehatan, yang kemudian langsung diarahkan untuk mengikuti rangkaian pelayanan terintegrasi. Pada tahap pemeriksaan, setiap hasil pengukuran kesehatan dicatat secara sistematis menggunakan Kartu Jati Waras sebagai media pencatatan pelayanan kesehatan peserta.

Tidak berhenti pada pencatatan manual, data hasil pelayanan dan pemeriksaan dari Kartu Jati Waras kemudian diinput dan didokumentasikan secara digital menggunakan aplikasi SI-WARAS (Sistem Informasi Warasing Desa). Langkah digitalisasi pencatatan data kesehatan ini bertujuan agar data terdokumentasi lebih terstruktur, sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses pemantauan dan evaluasi kesehatan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD memberikan pendampingan kepada kader untuk memastikan penerapan alur One Stop Service, penggunaan Kartu Jati Waras, dan pencatatan data melalui SI-WARAS berjalan sesuai alur yang dikembangkan.

Berdasarkan hasil pelaksanaan, para kader kesehatan terbukti mampu menerapkan alur pelayanan One Stop Service secara terintegrasi. Kader kesehatan juga memperoleh pengalaman dalam mengintegrasikan pelayanan langsung dengan pencatatan kesehatan berbasis digital. Pelaksanaan kegiatan Pitutur Waras ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata Program HAMEMAYU WARASING DESA dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat berbasis kader yang terintegrasi dan berkelanjutan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-merealisasikan-kegiatan-Pitutur-Waras-Foto.-Tim-PPK-Ormawa-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-14 09:00:132026-08-20 14:31:47Wujudkan Posyandu Digital, PPK Ormawa IMM FKM UAD Dampingi Kader Korowelang Gunakan SI-WARAS

Belajar Tak Pernah Usai

13/08/2026/in Feature /by Ard

Septia Amalia, lulusan terbaik Prodi PVTE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026 (Foto. Septia)

Bagi Septia Amalia, keberhasilan bukanlah garis akhir yang menandai selesainya sebuah perjalanan. Sebaliknya, setiap pencapaian adalah awal untuk terus belajar, bertumbuh, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi orang lain.

Lulusan Terbaik Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 ini mengaku tidak pernah memandang predikat yang diraihnya sebagai tujuan akhir.

Selama menempuh pendidikan, Septia tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Ia juga aktif membangun pengalaman yang memperkaya kemampuan diri di luar ruang kuliah.

Di antara berbagai pengalaman tersebut, momen yang paling membekas justru bukan ketika menerima penghargaan, melainkan saat dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan program Dahlan Muda Menginspirasi. Kesempatan itu memberinya ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar menyampaikan gagasan di hadapan banyak orang.

Bagi Septia, kemampuan berbicara bukan sekadar keterampilan komunikasi, tetapi juga jembatan agar ilmu yang dimiliki dapat menjangkau lebih banyak orang.

Semangatnya untuk terus berkembang lahir dari keinginan sederhana, yakni membanggakan kedua orang tua dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar sebaik mungkin.

Ia percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menemukan hasilnya pada waktu yang tepat. Di saat yang sama, ia juga mempersiapkan diri agar memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia kerja setelah lulus.

Perjalanan menuju titik tersebut tentu tidak selalu mudah. Masa perkuliahan mempertemukannya dengan berbagai tanggung jawab yang datang secara bersamaan. Di satu sisi ia harus menyelesaikan tugas akhir, sementara di sisi lain ia tetap ingin aktif dalam organisasi, mengikuti pelatihan, dan mengembangkan kemampuan diri di luar kelas.

Alih-alih melihat kesibukan sebagai beban, Septia menjadikannya ruang belajar untuk mengenali kapasitas dirinya. Ia belajar bahwa setiap kesempatan memiliki nilai yang berbeda, dan setiap pengalaman selalu membawa pelajaran baru.

Baginya, proses bertumbuh bukan hanya tentang menyelesaikan banyak hal dalam waktu bersamaan, tetapi tentang keberanian untuk terus membuka diri terhadap pengalaman yang dapat membentuk karakter dan kompetensi.

Dalam menjaga prestasi, Septia memilih untuk membangun kebiasaan belajar secara bertahap. Ia tidak hanya berusaha memahami materi perkuliahan, tetapi juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan organisasi sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan nonakademik.

Menurutnya, konsistensi dan disiplin menjadi fondasi penting agar seseorang mampu terus berkembang tanpa kehilangan arah.

Di balik seluruh pencapaian tersebut, Septia menyadari bahwa keberhasilannya tidak diraih seorang diri. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang tidak pernah berhenti mendoakan dan memberikan dukungan dalam setiap langkah.

Ia juga mengapresiasi para dosen pembimbing yang senantiasa memberikan arahan selama proses perkuliahan maupun penyelesaian tugas akhir, serta teman-teman yang selalu menghadirkan semangat untuk terus berkembang.

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana, Septia ingin memulai karier di bidang teknologi informasi. Ia berharap dapat terus meningkatkan kompetensi melalui pengalaman kerja, pelatihan, serta berbagai sertifikasi profesional.

Dalam jangka panjang, ia bercita-cita menjadi seorang profesional yang mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berpesan, “Setiap pengalaman akan menjadi bekal yang berharga di masa depan,” ucapnya.

Di akhir perjalanan studinya, Septia menyadari bahwa pelajaran hidup yang paling berharga bukan hanya tentang keberhasilan, melainkan tentang kesediaan untuk terus belajar.

Ia percaya bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi memang penting, tetapi yang membuat seseorang terus bertumbuh adalah kemauan untuk tidak berhenti memperbaiki diri. Sebab, setiap tantangan selalu membawa kesempatan baru. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Septia-Amalia-lulusan-terbaik-Prodi-PVTE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Wisuda-Periode-IV-Tahun-2026-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 09:20:572026-08-13 09:20:57Belajar Tak Pernah Usai

Tim ORIVAGO UAD Lolos Pendanaan P2MW, Kembangkan Suplemen Alami untuk Kesehatan Ayam

13/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim ORIVAGO Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan suplemen alami untuk kesehatan ayam (Foto. Tim ORIVAGO UAD)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) melalui gagasan usaha bernama ORIVAGO. Tim yang terdiri atas lima mahasiswa Program Studi Teknik Industri tersebut mengusulkan produk suplemen untuk ayam berbahan alami yang ditujukan untuk membantu menjaga kesehatan dan mendukung pertumbuhan ayam.

Tim ORIVAGO terdiri atas Jalaluddin Bima Satria sebagai Chief Executive Officer (CEO), Candra Hermawan sebagai Chief Marketing Officer (CMO), Deva Fecia Emalia sebagai Chief Financial Officer (CFO), Sindi Ameliyanti sebagai Chief Technology Officer (CTO), dan Fiesta Aulia Fatarani sebagai Chief Operating Officer (COO).

Keberhasilan memperoleh pendanaan P2MW menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh anggota tim. Proses seleksi yang dilalui cukup panjang sehingga kabar kelolosan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk mengembangkan ORIVAGO.

“Kami merasa senang dan bersyukur banget karena usaha yang kami rencanakan akhirnya bisa lolos pendanaan P2MW. Sebelumnya, kami juga sempat merasa deg-degan karena proses seleksinya cukup panjang. Setelah dinyatakan lolos, kami jadi semakin semangat untuk mengembangkan ORIVAGO dan membuktikan kalau ide usaha yang kami ajukan memang bisa dijalankan dan memberikan manfaat,” ujar Bima.

ORIVAGO lahir dari perhatian tim terhadap pentingnya menjaga kesehatan ayam dalam kegiatan peternakan. Kondisi kesehatan ayam dinilai dapat memengaruhi pertumbuhan dan hasil yang diperoleh peternak. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim melihat peluang untuk menghadirkan suplemen berbahan alami sebagai salah satu alternatif dalam membantu menjaga kondisi kesehatan ayam.

“ORIVAGO adalah suplemen untuk hewan ayam. ORIVAGO dibuat dengan tujuan membantu meningkatkan kesehatan ayam dengan menggunakan bahan-bahan alami yang aman. Kami ingin menghadirkan produk yang bisa membantu peternak dalam menjaga kondisi ayam, terutama agar ayam tetap sehat dan bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Selain berorientasi pada manfaat produk, tim juga menargetkan ORIVAGO memiliki nilai jual dan mampu dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan. Produk tersebut dirancang agar praktis digunakan oleh peternak serta dapat menjadi alternatif suplemen berbahan alami.

“Keunggulan utama ORIVAGO ada pada bahan yang digunakan, yaitu bahan alami sehingga kami ingin memberikan produk yang aman untuk ayam. Selain itu, ORIVAGO juga dikembangkan dengan tujuan membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan ayam. Kami juga ingin membuat produk yang praktis sehingga bisa lebih mudah digunakan oleh peternak,” tandasnya.

Setelah memperoleh pendanaan, tim menargetkan ORIVAGO dapat berkembang dari sisi kualitas produk, proses produksi, serta pemasaran. “Target utama kami adalah mengembangkan ORIVAGO supaya produknya bisa semakin matang, baik dari segi kualitas maupun produksinya. Kami juga ingin mulai memperkenalkan produk kepada target pasar dan mendapatkan respons langsung dari konsumen. Selain itu, kami ingin meningkatkan penjualan dan membangun ORIVAGO supaya tidak hanya berjalan selama program P2MW, tetapi bisa terus berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” kata tim ORIVAGO.

Lebih dari sekadar program pendanaan, P2MW menjadi ruang bagi tim untuk menguji dan mengembangkan gagasan bisnis secara nyata. “Harapan kami tentunya ORIVAGO bisa tetap berjalan dan berkembang walaupun program P2MW sudah selesai. Kami nggak ingin usaha ini hanya berhenti setelah pendanaan berakhir. Kami ingin terus melakukan pengembangan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas ORIVAGO. Ke depannya, kami berharap ORIVAGO bisa menjadi usaha yang benar-benar menghasilkan dan memberikan manfaat bagi para peternak ayam,” pungkasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-ORIVAGO-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-suplemen-alami-untuk-kesehatan-ayam-Foto.-Tim-ORIVAGO-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 09:13:362026-08-20 14:31:34Tim ORIVAGO UAD Lolos Pendanaan P2MW, Kembangkan Suplemen Alami untuk Kesehatan Ayam

Dari Titik yang Tertinggal, Fikrotus Shofiyah Menemukan Jalannya

13/08/2026/in Feature /by Ard

Fikrotus Shofiyah, salah satu wisudawan terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026 (Foto. Fikrotus)

Ada perjalanan yang dimulai dari garis yang berbeda. Ada pula mimpi yang tumbuh di tengah keraguan. Bagi Fikrotus Shofiyah, perjalanan itu bukan sekadar tentang menyelesaikan masa studi, melainkan tentang membuktikan bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti melangkah.

Lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 ini mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi salah satu lulusan terbaik. “Tidak pernah terbayang menjadi salah satu bagian dari wisudawan terbaik. Saya sangat bersyukur. Rasanya Tuhan memberikan bonus dari perjalanan singkat saya selama menempuh pendidikan,” tuturnya.

Di balik rasa syukur tersebut, tersimpan perjalanan yang dibangun melalui keberanian untuk terus belajar dan berkembang.

Selama menjadi mahasiswa, Fikrotus berhasil meraih Juara II Lomba Penulisan Cerpen Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida), lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) dari Kemendikbudristek, lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta meraih Harapan II Lomba Desain Poster tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).

Namun, pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika berhasil menjadi semifinalis kompetisi kepenulisan tingkat internasional. “Bagi saya, yang paling berharga bukan hanya hasilnya, tetapi prosesnya. Dari sana saya belajar bahwa ternyata saya bisa, selama saya mau terus berkembang,” jelasnya.

Semangat itu lahir dari perjalanan hidup yang tidak selalu berjalan mulus. Fikrotus berasal dari lembaga pendidikan berbasis tahfiz dengan ijazah kesetaraan Paket C. Saat hendak melanjutkan pendidikan, ia pernah dihadapkan pada kenyataan bahwa ijazah tersebut tidak dapat digunakan untuk mendaftar beasiswa tahfiz di sejumlah perguruan tinggi.

Saat itu, ia merasa kecewa. Namun, rasa kecewa tersebut perlahan berubah menjadi tekad. “Saya ingin membuktikan bahwa meskipun berasal dari pendidikan dengan ijazah Paket C, saya tetap bisa kuliah dan menjadi mahasiswa yang aktif di berbagai bidang,” ucapnya.

Tekad itu membawanya melangkah ke Universitas Ahmad Dahlan. Namun, perjuangan yang sesungguhnya justru dimulai setelah menjadi mahasiswa.

Tahun pertama menjadi fase yang paling berat. Latar belakang pendidikan yang lebih berfokus pada tahfiz membuatnya harus bekerja lebih keras untuk mengejar materi perkuliahan. Banyak konsep dasar yang belum pernah ia pelajari sebelumnya. Ia juga harus membiasakan diri dengan penggunaan bahasa asing yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di program studinya.

Sementara teman-temannya telah memiliki bekal dari sekolah umum, Fikrotus memilih mengejar ketertinggalannya sedikit demi sedikit. Ia percaya bahwa setiap halaman yang tertinggal masih bisa dikejar selama tidak berhenti membaca perjalanan.

Perjuangan itu tidak hanya hadir di ruang kelas. Di luar perkuliahan, ia juga harus menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan yang harus diperjuangkan, ia tetap melanjutkan kuliah meski tanpa beasiswa. Ada masa ketika ia kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), mengajukan dispensasi pembayaran agar tetap dapat mengikuti perkuliahan, bahkan hampir tidak bisa mengikuti ujian. Ia masih mengingat perjalanan menuju kampus dengan mengayuh sepeda ontel milik asrama di bawah hujan demi mengurus administrasi dispensasi. Ia juga pernah mencoba membangun usaha untuk membantu biaya kuliah, meskipun pilihan itu akhirnya tidak berjalan sesuai harapan.

Namun, setiap kegagalan tidak pernah ia anggap sebagai akhir perjalanan. “Saya belajar mengambil hikmah dari setiap keadaan. Dari situ saya mulai membuat target-target yang nyata untuk diri sendiri. Saya ingin membuktikan bahwa ternyata saya bisa,” tandasnya.

Keyakinan tersebut terus dijaga berkat doa dan dukungan dari orang-orang terdekat, yaitu orang tuanya, Chusnul Mubin dan Anariatin, sebagai sumber kekuatan terbesar yang selalu membuatnya mampu bangkit setiap kali ingin menyerah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar yang terus memberikan semangat, serta Dekan Fakultas, Sayuti, yang banyak memberikan arahan, nasihat, dan pengalaman berharga selama masa perkuliahan.

Dalam menjalani berbagai aktivitas, Fikrotus selalu membuka diri terhadap pengalaman baru. Ia senang mencoba berbagai kesempatan untuk mengenal potensi dirinya, tetapi tetap menjadikan akademik sebagai prioritas utama. “Saya memilih mempersempit waktu bermain untuk hal-hal yang lebih bermanfaat dan bisa membantu saya berkembang,” tambahnya.

Fikrotus bercita-cita melanjutkan pendidikan magister melalui beasiswa di negara maju. Mimpinya tidak berhenti pada gelar akademik. Ia ingin berkontribusi menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dengan menanamkan adab dan pembentukan karakter sejak usia dini. Baginya, setiap ilmu baru merupakan bekal untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Selanjutnya, ia berharap kampus terus menjadi ruang yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkembang dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Sementara kepada generasi berikutnya, ia berpesan agar tidak pernah berhenti berbuat baik di mana pun berada.

Pelajaran hidup yang paling berharga yang ia bawa dari perjalanan ini adalah tentang kerja keras. Menurutnya, sejauh apa pun seseorang merasa tertinggal, selalu ada kesempatan untuk mengejarnya selama memiliki keyakinan dan kemauan untuk terus berusaha. “Rasa minder dan tidak percaya diri hanya akan menghalangi kita mencapai tujuan. Saya percaya, selama mau bekerja keras, tidak ada perjalanan yang benar-benar terlambat,” tutupnya.

Perjalanan Fikrotus Shofiyah menjadi pengingat bahwa setiap orang memulai dari titik yang berbeda. Namun, bukan dari mana seseorang memulai yang menentukan akhirnya, melainkan keberanian untuk terus melangkah, meski jalan yang ditempuh tidak selalu mudah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fikrotus-Shofiyah-salah-satu-wisudawan-terbaik-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Wisuda-Periode-IV-Tahun-2026-Foto.-Fikrotus.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 09:05:442026-08-13 09:05:44Dari Titik yang Tertinggal, Fikrotus Shofiyah Menemukan Jalannya

Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar

13/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) manfaatkan bahan alami untuk membuat obat luka bakar (Foto. Tim PKM RE UAD)

Di balik kekayaan hayati Indonesia, tersimpan beragam bahan alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi kesehatan. Ikan gabus (Channa striata) dan lidah buaya (Aloe vera) menjadi dua bahan yang menarik perhatian mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk dikembangkan sebagai bagian dari inovasi dalam mendukung proses regenerasi kulit pada kasus luka bakar.

Albumin yang terdapat pada ikan gabus dikenal memiliki peran dalam proses pembentukan dan perbaikan jaringan. Sementara itu, Aloe vera memiliki berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan serta kemampuan membantu menjaga kelembapan kulit. Potensi dari kedua bahan alam tersebut kemudian dipadukan dalam satu inovasi nanogel yang dikembangkan oleh mahasiswa UAD.

Melalui penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo,” Tim REGENOCA berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia. Kombinasi tersebut diharapkan dapat memberikan potensi sinergis dalam mendukung proses regenerasi sel dermal pada jaringan kulit yang mengalami luka bakar.

Inovasi ini dikembangkan oleh Tim REGENOCA, yang terdiri atas Yurika Shifa Tuzzahra, Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc., dosen Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026.

Bukan hanya sekadar memadukan dua bahan alam, penelitian ini menjadi upaya untuk mengangkat potensi sumber daya hayati Indonesia ke dalam pengembangan sediaan farmasi berbasis teknologi modern. Integrasi albumin Channa striata dan ekstrak Aloe vera dalam bentuk nanogel diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi baru dalam mendukung proses penyembuhan dan regenerasi jaringan kulit.

Melalui kolaborasi lintas disiplin antara Fakultas Farmasi dan Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, Tim REGENOCA berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu langkah menuju pemanfaatan bahan alam Indonesia yang lebih optimal di bidang kesehatan. Penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi farmasi yang tidak hanya memanfaatkan kekayaan hayati lokal, tetapi juga dikemas menggunakan pendekatan teknologi modern. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-manfaatkan-bahan-alami-untuk-membuat-obat-luka-bakar-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 08:58:562026-08-20 14:31:18Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar

Menjadi Versi Terbaik Melalui Ketekunan

13/08/2026/in Feature /by Ard

Leli Fatmawati, salah satu wisudawan terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026 (Foto. Leli)

Bagi Leli Fatmawati, setiap pencapaian tidak pernah datang secara instan. Di balik predikat sebagai Wisudawan Terbaik, tersimpan perjalanan panjang yang dipenuhi ketekunan, disiplin, dan rasa syukur atas setiap kesempatan yang diberikan.

Lulusan Program Studi Pendidikan Biologi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 ini mengaku tidak pernah membayangkan akan menjadi salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda Periode IV Tahun 2026.

Selama menempuh pendidikan, Leli aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan akademik maupun kompetisi. Selain berhasil mempertahankan prestasi akademik dengan IPK yang hampir sempurna, ia juga memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE), meraih Juara I Artikel Terbaik Kategori Pendidikan UAD 2025, Juara I Presenter Terbaik Seminar Internasional Hasil PLP I dan PLP II Tahun 2026, serta Juara I Lomba Microteaching Program Studi Pendidikan Biologi Tahun 2026. Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan belajarnya selama di bangku kuliah.

Menurut Leli, keberhasilan tersebut berawal dari kesadaran bahwa dirinya merupakan penerima beasiswa. Amanah itulah yang terus mendorongnya untuk memberikan usaha terbaik dalam setiap kesempatan.

“Sebagai penerima beasiswa, saya merasa memiliki tanggung jawab yang besar. Karena itu, saya berusaha memaksimalkan kemampuan yang saya miliki agar dapat terus berprestasi dan memberikan hasil terbaik,” tuturnya.

Di balik berbagai prestasi yang diraih, tantangan terbesar yang harus dihadapinya adalah mengelola waktu, tenaga, dan pikiran di tengah padatnya aktivitas. Perkuliahan, organisasi, penelitian, dan berbagai kompetisi sering kali berjalan bersamaan sehingga menuntutnya untuk mampu menentukan prioritas.

Leli memilih menjalani setiap proses dengan tenang tanpa terburu-buru. Baginya, menyusun skala prioritas dan menjaga komunikasi yang baik menjadi kunci agar setiap tanggung jawab dapat diselesaikan secara maksimal.

“Saya belajar bahwa semua bisa dijalani jika dilakukan dengan tenang, mengetahui mana yang harus diprioritaskan, dan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekitar,” jelasnya.

Kebiasaan sederhana juga menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasinya. Sejak awal, Leli selalu menetapkan target-target yang ingin dicapai sebagai arah dalam setiap langkah yang diambil. Bagi Leli, target bukan sekadar daftar keinginan, melainkan pengingat agar dirinya tetap konsisten bertumbuh dan tidak kehilangan arah di tengah berbagai aktivitas.

Keberhasilan yang diraihnya juga tidak lepas dari doa dan dukungan orang-orang terdekat. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya, Suyatno dan Sani, kakak, keluarga besar, teman-teman, serta para dosen Program Studi Pendidikan Biologi yang terus memberikan semangat dan bimbingan selama masa perkuliahan. “Semua doa, dukungan, dan motivasi dari mereka menjadi kekuatan bagi saya untuk terus berjuang hingga sampai di titik ini,” tambahnya.

Leli bercita-cita kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang magister melalui program beasiswa agar dapat terus mengembangkan kompetensi dan memberikan kontribusi yang lebih luas di bidang pendidikan.

Bagi Leli, prestasi bukan hanya tentang penghargaan yang berhasil diraih. Ia memaknai prestasi sebagai bentuk penghargaan atas setiap usaha yang telah dilakukan dengan sungguh-sungguh, sedangkan kesuksesan adalah kemampuan untuk mencapai versi terbaik dari diri sendiri, baik sesuai dengan rencana yang disusun maupun jalan yang telah ditetapkan Tuhan.

Ia juga berharap almamaternya terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang melahirkan lulusan unggul, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kemuhammadiyahan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Leli-Fatmawati-salah-satu-wisudawan-terbaik-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Wisuda-Periode-IV-Tahun-2026-Foto.-Leli.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 08:52:022026-08-13 08:52:02Menjadi Versi Terbaik Melalui Ketekunan

Tak Sekadar Merantau, Diah Ayu Praharani Menorehkan Prestasi di UAD

12/08/2026/in Feature /by Ard

Diah Ayu Praharani, wisudawan terbaik FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV tahun 2026 (Foto. Diah)

Perjalanan meraih prestasi sering kali tidak dimulai dari rasa percaya diri, melainkan dari keberanian menghadapi keraguan. Itulah yang dialami Diah Ayu Praharani, lulusan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang berhasil dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026.

Di balik Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 yang berhasil diraihnya, tersimpan kisah seorang mahasiswa perantau dari Sulawesi yang pernah mempertanyakan kemampuannya sendiri ketika pertama kali menginjakkan kaki di Yogyakarta.

“Jujur, awalnya saya tidak percaya. Apalagi mengingat saya berasal dari Sulawesi. Di awal kuliah saya sempat merasa insecure. Saya bertanya-tanya, mampu tidak ya bersaing dengan teman-teman yang berasal dari kota dan memiliki akses pendidikan yang lebih maju?” kenangnya.

Keraguan itu perlahan berubah menjadi keyakinan. Bukan karena jalan yang dilalui selalu mudah, melainkan karena ia memilih terus bertahan dan belajar di setiap kesempatan. Saat namanya diumumkan sebagai Wisudawan Terbaik FKIP, Diah mengaku masih sulit mempercayainya.

Selama menjadi mahasiswa, Diah aktif mengikuti berbagai kompetisi, khususnya di bidang kepenulisan. Ia berpartisipasi dalam lomba karya tulis ilmiah, penulisan artikel, pembuatan media pembelajaran, desain poster, hingga Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Baginya, setiap penghargaan memiliki cerita yang berbeda dan sama berharganya.

“Semua prestasi berkesan karena selalu ada perjuangan di baliknya. Terutama kompetisi yang dikerjakan secara tim, seperti karya tulis ilmiah, pembuatan media pembelajaran, dan PKM. Di sana saya belajar bekerja sama, saling mendukung, dan menyelesaikan tantangan bersama,” tuturnya.

Bagi Diah, motivasi terbesar untuk terus berprestasi bukanlah sekadar mengejar penghargaan. Ia ingin membalas kepercayaan yang telah diberikan oleh banyak orang yang mendukung perjalanan pendidikannya.

“Saya ingin berterima kasih kepada orang tua yang sudah menaruh harapan, kepada orang-orang yang membantu saya bisa sampai ke Yogyakarta, juga kepada UAD dan pemerintah yang telah memberikan kesempatan untuk berkuliah melalui program KIP-Kuliah. Prestasi yang saya raih adalah bentuk penghargaan atas usaha dan kepercayaan mereka,” ucapnya.

Namun, tantangan terbesar yang ia hadapi justru datang dari dalam dirinya sendiri. Diah mengaku termasuk pribadi yang sering berpikir berlebihan dan kerap membandingkan pencapaiannya dengan orang lain. Melihat keberhasilan teman-temannya terkadang membuatnya bertanya mengapa ia belum mampu mencapai hal yang sama.

Alih-alih larut dalam perasaan tersebut, ia memilih melakukan refleksi diri. “Saya lebih sering bermuhasabah. Saya belajar bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda. Apa yang terlihat sebagai keberhasilan hari ini mungkin lahir dari perjuangan panjang yang tidak pernah kita lihat,” tuturnya.

Cara pandang itulah yang membuatnya perlahan mampu menghargai prosesnya sendiri tanpa terus membandingkan langkah dengan orang lain.

Dalam perjalanan akademiknya, Diah juga tidak pernah berjalan sendirian. Ia menyebut kedua orang tuanya, Kodirun dan Suparti, sebagai sosok yang selalu memberikan doa, semangat, dan dukungan tanpa henti. Selain keluarga, ia juga mengapresiasi dosen pembimbing akademik yang selalu membuka ruang diskusi, bahkan di tengah kesibukan.

“Beliau selalu mendukung saya, baik untuk menyelesaikan tugas akhir berupa publikasi di jurnal SINTA 2 maupun ketika mempersiapkan berbagai perlombaan. Saya bisa berkonsultasi pagi, siang, bahkan malam. Dukungan dari dosen-dosen PG PAUD dan UAD juga menjadi bagian penting dalam perjalanan saya,” jelasnya.

Untuk menjaga prestasi akademik, Diah berusaha menyukai setiap mata kuliah dan menghargai setiap dosen yang mengajar. Menurutnya, rasa suka akan mempermudah proses belajar dan memahami materi.

Ia juga aktif berdiskusi dengan teman-teman serta mengikuti berbagai perkembangan terbaru mengenai dunia anak usia dini. Sementara dalam bidang nonakademik, ia terus mengasah kemampuan menulis dan tidak ragu meminta masukan dari dosen sebelum mengirimkan karya ke berbagai kompetisi. Baginya, kritik dan saran adalah bagian dari proses untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

Selepas lulus, Diah telah menyiapkan langkah berikutnya. Ia berencana kembali ke kampung halamannya di Sulawesi untuk mengabdi sebagai pendidik di salah satu taman kanak-kanak di Kabupaten Banggai.

Dengan bekal ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UAD, ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan anak usia dini di daerah asalnya. “Harapan saya sederhana, semoga ilmu yang saya pelajari bisa bermanfaat untuk memajukan pendidikan anak usia dini di Sulawesi,” tambahnya.

Bagi Diah, makna kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian pribadi. Kesuksesan adalah ketika orang-orang yang dicintai ikut merasakan kebahagiaan dan manfaat dari setiap usaha yang dilakukan.

Ia pun berharap UAD terus menghadirkan lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan dan kompetisi.

Di akhir perjalanannya sebagai mahasiswa, Diah menyadari bahwa pelajaran paling berharga yang ia peroleh bukan hanya ilmu di ruang kuliah, tetapi juga tentang rasa syukur dan penghargaan terhadap setiap proses kehidupan.

Ia percaya tidak ada usaha yang benar-benar sia-sia. Setiap tantangan, hambatan, dan kegagalan selalu membawa pelajaran yang pada akhirnya membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diah-Ayu-Praharani-wisudawan-terbaik-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-tahun-2026-Foto.-Diah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-12 08:45:592026-08-12 08:45:59Tak Sekadar Merantau, Diah Ayu Praharani Menorehkan Prestasi di UAD

Tim PKM RE UAD Buat Nanogel dari Ikan Gabus dan Aloe vera untuk Luka Bakar

12/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat nanogel ikan gabus dan Aloe vera untuk luka bakar (Foto. Tim PKM RE UAD)

Luka bakar tidak hanya menimbulkan kerusakan pada permukaan kulit, tetapi juga dapat menjadi tantangan panjang dalam proses pemulihan jaringan. Kerusakan kulit akibat luka bakar dapat meningkatkan risiko infeksi hingga memicu terbentuknya jaringan parut yang berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Proses regenerasi jaringan yang membutuhkan waktu inilah yang mendorong perlunya inovasi untuk mendukung penyembuhan luka bakar secara optimal.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) REGENOCA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi berbasis bahan alam melalui pengembangan nanogel untuk obat luka bakar dengan penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo.” Penelitian ini menjadi upaya tim dalam memadukan potensi sumber daya hayati Indonesia dengan teknologi sediaan farmasi.

Inovasi ini memanfaatkan albumin dari ikan gabus (Channa striata) dan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) yang dikembangkan dalam bentuk nanogel. Kombinasi tersebut ditujukan untuk mengevaluasi potensinya dalam menstimulasi regenerasi sel dermal pada kasus luka bakar melalui pengujian in vivo. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan bahan alam dalam pengembangan inovasi untuk mendukung proses regenerasi jaringan kulit.

Pengembangan nanogel menjadi salah satu bagian penting dari inovasi yang dilakukan Tim REGENOCA. Teknologi tersebut menjadi pendekatan dalam mengemas kombinasi bahan alam ke dalam suatu sediaan farmasi modern. Dengan demikian, penelitian ini mempertemukan dua potensi, yaitu kekayaan hayati Indonesia dan perkembangan teknologi farmasi.

Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026. Tim terdiri atas Yurika Shifa Tuzzahra sebagai ketua, bersama Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc., dosen Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD.

Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, Tim REGENOCA berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya mengangkat potensi bahan alam Indonesia, tetapi juga mengembangkannya melalui pendekatan teknologi modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan inovasi farmasi berbasis bahan alam yang mendukung penelitian lebih lanjut mengenai regenerasi jaringan pada kasus luka bakar. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-nanogel-ikan-gabus-dan-Aloe-vera-untuk-luka-bakar-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-12 08:32:582026-08-12 08:33:17Tim PKM RE UAD Buat Nanogel dari Ikan Gabus dan Aloe vera untuk Luka Bakar

Prodi Informatika UAD Selenggarakan Gelar Karya MPTI 2026

11/08/2026/in Terkini /by Ard

Gelar Karya MPTI Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septi)

Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD) menyelenggarakan Gelar Karya dan Pameran Mata Kuliah Proyek Teknologi Informatika (MPTI) 2026 pada Senin, 20 Juli 2026 di Hall Gedung Utama Kampus 4 UAD. Acara ini menampilkan inovasi nyata karya mahasiswa, pameran skripsi, mini workshop, dan lomba game.

Kegiatan yang berlangsung di Jl. Ringroad Selatan, Bantul, DIY ini menghadirkan beragam rangkaian acara menarik. Di antaranya adalah pameran hasil proyek teknologi informatika (MPTI) oleh mahasiswa, pameran tugas akhir atau skripsi mahasiswa Informatika, mini workshop, serta kompetisi e-sport Lomba PES E-Football 2026.

Gelar karya ini merupakan puncak dari mata kuliah MPTI, sebuah mata kuliah wajib yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis dalam mengelola proyek teknologi. Dalam pengerjaannya, mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan proyek nyata yang diutamakan berasal dari mitra atau klien perusahaan.

Bambang Robi’in, S.T., M.T., selaku koordinator mata kuliah MPTI, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani teori yang dipelajari di kelas dengan kebutuhan industri yang sesungguhnya.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja. Mahasiswa tidak hanya belajar teknis pemrograman, tetapi juga belajar bagaimana mengelola proyek, berkomunikasi dengan klien, dan memberikan solusi teknologi yang aplikatif bagi mitra perusahaan,” ujarnya.(Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Gelar-Karya-MPTI-Program-Studi-Informatika-Fakultas-Teknologi-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-11 10:42:152026-08-11 10:42:15Prodi Informatika UAD Selenggarakan Gelar Karya MPTI 2026

Tim Pentacode Ciptakan Sistem Informasi Manajemen Klinik Gigi Kusuma Dental Care Berbasis Web

11/08/2026/in Terkini /by Ard

Tim Pentacode Dalam ajang Gelar Karya Manajemen Proyek Teknologi Informasi (MPTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septi)

Dalam ajang Gelar Karya Manajemen Proyek Teknologi Informasi (MPTI)  yang diselenggarakan oleh Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD) pada Senin 20 Juli 2026 bertempat di Kampus IV UAD, Tim Pentacode mahasiswa Informatika angkatan 2023 berhasil merancang dan mengembangkan inovasi teknologi bertajuk “Sistem Informasi Manajemen Klinik Gigi Kusuma Dental Care”.

Tim karya ini dikembangkan oleh lima mahasiswa Informatika angkatan 2023, yaitu Lanang Fajri Ramadhan (Project Manager & Programmer), Itoshiko Nurahman (System Analyst & Programmer), Reynard Rakha Fatin Nugraha (UI/UX Designer), Septia Nenengsih (Quality Assurance), dan Shelyna Nur Fitriani (System Analyst). Pengembangan sistem ini dibimbing langsung oleh dosen pembimbing Sheratan Pawestri, S.Kom., M.Cs.

Sistem informasi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan operasional yang dihadapi Kusuma Dental Care, seperti proses reservasi yang masih semi-manual, maraknya pasien no-show tanpa komitmen, antrean yang bergeser karena durasi tindakan yang bervariasi, hingga kesulitan admin menghubungi pasien saat dokter berhalangan dan belum tersedianya pelacakan aktivitas admin antar cabang.

Melihat kondisi tersebut, Tim Pentacode membangun platform reservasi mobile-first berbasis web yang terintegrasi dengan berbagai fitur unggulan. Fitur-fitur tersebut meliputi reservasi dinamis sesuai jenis tindakan medis, penerapan sistem pembayaran DP (down payment/commitment fee) untuk meminimalisasi pembatalan, penutupan otomatis booking hari-H, serta antrean real-time dengan pembaruan setiap 5 detik.

Selain itu, sistem ini dilengkapi fitur one-click broadcast WhatsApp untuk info pembatalan darurat jika dokter berhalangan, login story untuk audit aktivitas admin, hingga fitur ekspor laporan pasien ke format PDF dan Excel.

Adapun cara kerja sistem ini dimulai saat pasien memilih jadwal dan tindakan, lalu membayar DP untuk mengunci slot. Setelah itu, pasien memperoleh nomor antrean real-time. Jika dokter berhalangan hadir, admin dapat mengirimkan pesan broadcast WhatsApp secara instan kepada seluruh pasien yang terdaftar pada hari tersebut.

Sistem ini dirancang tidak hanya sekadar sebagai media informasi, melainkan sebagai alat kendali operasional bagi Kusuma Dental Care. Dengan adanya sistem ini, klinik dapat meningkatkan efisiensi waktu admin sekaligus melindungi pendapatan dari risiko pembatalan sepihak oleh pasien.(Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Pentacode-Dalam-ajang-Gelar-Karya-Manajemen-Proyek-Teknologi-Informasi-MPTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-11 10:30:042026-08-11 10:30:04Tim Pentacode Ciptakan Sistem Informasi Manajemen Klinik Gigi Kusuma Dental Care Berbasis Web
Page 19 of 531«‹1718192021›»

TERKINI

  • Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak16/10/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Siswa tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan Lalu Lintas16/10/2026
  • KKN UAD Kembangkan Kampung Hijau di Timuran, Yogyakarta16/10/2026
  • Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah15/10/2026
  • Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok15/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top