• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah

06/10/2026/in Feature /by Ard

Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Ustaz H. Ali Yusuf (Foto. Vita)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Kajian Rutin Ahad Pagi, 27 September 2026. Kajian ini mengambil tema “Nabi saw. Itu Kaya atau Miskin?” dengan pemateri Ustaz H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum. Pada kajian kali ini, ia memberikan penjelasan mengenai kesederhanaan hidup Rasulullah serta hadis-hadis mengenai kehidupan beliau.

Sebagai pembuka, Ustaz Ali memberikan penjelasan mengenai makna dari kata “miskin”. Ia mengatakan bahwa kata miskin dalam masyarakat kita memiliki artian negatif. Orang yang tidak memiliki harta dan tidak berkecukupan dikatakan sebagai miskin oleh masyarakat. Terlebih lagi dengan adanya standar kemiskinan yang dibuat oleh pemerintah, masyarakat akhirnya mulai menilai seseorang dengan menggunakan standar tersebut.

Namun, Ustaz Ali kembali menegaskan kalau hal itu hanya stigma masyarakat yang terbentuk dari kebiasaan atau apa yang mereka lihat dan dengar di lingkungan. Ia juga memberikan contoh kasus yang sering terjadi di masyarakat. “Kalau orang datang ke psikolog dianggapnya stres, dianggapnya itu punya ya, gejala ODGJ,” ujarnya.

“Kata ‘miskin’ jangan sampai menjadi stigma, stigma yang negatif kepada Nabi,” ujarnya lagi.

Pernyataan tersebut kemudian mengarah pada satu pertanyaan, apakah Nabi saw. itu kaya atau miskin?

Dalam suatu riwayat, Nabi saw. sudah menjadi yatim sejak lahir. Semasa kecil, beliau juga bekerja sebagai penggembala, pekerjaan yang umum dilakukan penduduk Mekah saat itu. Riwayat lain menyebutkan bahwa selama dua bulan, rumah Nabi saw. tidak mengeluarkan asap. Hal ini dimaknai kalau selama dua bulan itu, beliau tidak memasak.

Terdapat tiga istilah untuk memberikan gambaran mengenai jawaban dari pertanyaan sebelumnya. Pertama adalah al-faqru yang berarti kefakiran atau kemiskinan. Kedua adalah al-ghina yang artinya kekayaan atau berkecukupan. Yang terakhir, zuhud berarti orang yang memilih hidup sederhana meski memiliki harta. Dalam hal ini, Rasulullah tidak menjadikan harta sebagai prioritas dan memilih untuk hidup zuhud.

Hal ini dijelaskan pula dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Dalam riwayat itu, Rasulullah dikatakan mengganjal perut dengan dua batu untuk menahan lapar. Hadis lain juga dijelaskan kalau Nabi saw. sering berpuasa karena tidak ada makanan di rumah. Dalam satu hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, dikatakan bahwa Rasulullah pernah menggadaikan bajunya dengan gandum.

Menjelang akhir kajian, pembahasan berlanjut dengan hadis yang mengatakan kalau Rasulullah pernah berdoa agar dijadikan orang miskin dan berkumpul bersama mereka. Hal itu karena proses perhitungan amal mereka jauh lebih cepat dibandingkan orang kaya. Miskin yang dimaksudkan dalam doa beliau ini adalah hidup sederhana tanpa bergelimangan harta. Rasulullah juga mengatakan demikian sebagai bentuk rendah diri di hadapan Allah Swt.

Untuk menutup kajian, Ustaz Ali menegaskan bahwa Rasulullah memiliki harta yang banyak, tetapi beliau tidak suka menyimpan hartanya lama-lama dan menggunakannya untuk disumbangkan. Namun, beliau juga tidak bisa dikatakan miskin. Rasulullah memilih untuk zuhud sebagai pilihan hidupnya. Ustaz Ali juga mengajak para jemaah agar tidak memberikan label bahwa Rasulullah itu miskin. Itu adalah bentuk kesederhanaan Rasulullah. Ia juga menekankan kalau Rasulullah tidak menyukai kefakiran karena bisa menyebabkan kufur. (vit)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pemateri-Ustaz-H.-Ali-Yusuf-Foto.-Vita.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-06 08:18:072026-10-06 08:18:07Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah

Prodi BK UAD Gelar Camp Counseling 2026

05/10/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Bimbingan dan Konselin (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Camp Counseling 2026 (Foto. Septia)

Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Camp Counseling 2026. Kegiatan ini diselenggarakan guna membekali serta membangun komitmen mahasiswa baru agar menjadi calon konselor yang unggul dan berkemajuan.

Dalam arahannya, Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menekankan pentingnya membangun jejaring dan hubungan antarsesama sejak awal masa perkuliahan.

“Orang-orang yang bisa melejit posisinya sampai mana pun itu pasti punya koneksi yang lebih banyak,” kata Sayuti.

Sementara itu, Ketua Program Studi BK FKIP UAD, Dr. Irvan Budhi Handaka, S.Pd., M.Pd., mendorong seluruh mahasiswa baru untuk berani keluar dari zona nyaman selama berproses di kampus. “Mari kita tumbuh bersama di Program Studi Bimbingan dan Konseling UAD.”

Rangkaian sesi materi diisi oleh Guru Besar BK UAD, Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan penguatan komitmen, integritas, serta growth mindset calon konselor. Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Dosen BK UAD, Dr. Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd., yang mengulas tantangan, peluang karier, serta penyusunan peta jalan (roadmap) empat tahun perkuliahan.

Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama Dosen Pembimbing Akademik (DPA) guna mendiskusikan perencanaan studi dan proses adaptasi kampus. Kegiatan Camp Counseling 2026 kemudian ditutup dengan pementasan seni dari mahasiswa baru yang menampilkan beragam bakat serta kebersamaan antarpeserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan dapat memelihara komitmen profesi secara utuh dan konsisten guna mewujudkan lulusan BK UAD yang unggul serta berkemajuan. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Bimbingan-dan-Konselin-BK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Camp-Counseling-2026-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-05 09:55:022026-10-05 09:55:02Prodi BK UAD Gelar Camp Counseling 2026

Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 2026

29/09/2026/in Prestasi /by Ard

Pustakawan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih prestasi di IPI Awards DIY 2026 (Foto. Salwa)

Pustakawan Perpustakaan Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Salwa Merta Althifannida, S.IP., berhasil mengukir prestasi dengan meraih Juara 3 dalam ajang Pemilihan Pustakawan Berprestasi Berdampak Level DIY Tahun 2026 pada IPI Awards DIY 2026. Kompetisi individu yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah (PD) Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan pada bulan September 2026 ini bertujuan untuk memilih pustakawan berprestasi yang memberikan dampak nyata bagi pemustaka maupun masyarakat luas. Pesertanya tidak hanya berasal dari pustakawan perguruan tinggi, tetapi juga pustakawan komunitas yang telah terverifikasi.

Dalam kompetisi tersebut, Salwa membawa gagasannya berupa pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) chatbot sebagai bagian dari layanan informasi di Perpustakaan UAD. Inovasi ini dirancang sebagai akses awal bagi sivitas akademika UAD untuk memperoleh informasi seputar perpustakaan secara mandiri, khususnya untuk pertanyaan rutin dan sederhana, sebelum mendapatkan pendampingan lebih lanjut dari pustakawan.

Pengembangan AI chatbot ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas pertanyaan yang masuk kepada pustakawan, baik melalui layanan daring maupun secara langsung.

“Melalui inovasi ini, saya ingin menyediakan alternatif bagi mahasiswa dan warga UAD untuk memperoleh informasi secara mandiri terlebih dahulu. Pertanyaan yang bersifat sederhana dan rutin dapat dicoba melalui chatbot, sedangkan pertanyaan yang membutuhkan penjelasan atau pendampingan lebih lanjut tetap dapat diteruskan kepada pustakawan,” ujarnya.

“Harapannya, inovasi ini tidak hanya membantu pengguna memperoleh informasi dengan lebih mudah, tetapi juga membantu pustakawan mengelola waktu dengan lebih baik. Dengan berkurangnya waktu yang digunakan untuk menangani pertanyaan rutin, pustakawan dapat memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan kompetensi, melakukan pengembangan layanan, dan menjalankan tugas-tugas lain yang mendukung pengembangan perpustakaan.”

Proses persiapan yang dilalui Salwa terbilang cukup singkat, yaitu sekitar enam jam di hari terakhir pengumpulan berkas. Salwa mengaku baru mengetahui informasi mengenai IPI Awards tiga hari sebelum batas akhir pendaftaran. Di tengah padatnya tugas pelayanan rutin di perpustakaan, yang saat itu bertepatan dengan akhir masa yudisium, ia memanfaatkan waktu secara efektif seusai jam layanan untuk menyelesaikan seluruh berkas persyaratan.

Meski gagasan yang diajukan masih berada pada tahap awal pengembangan dan baru memiliki prototype uji coba internal, karya tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri hingga meraih apresiasi sebagai Juara 3. Pustakawan yang meraih Juara 1 dalam ajang ini nantinya akan diusulkan sebagai wakil DIY pada Pemilihan Pustakawan Berprestasi Berdampak Level Nasional.

“Untuk karya ini, saya berencana untuk terus mengembangkannya agar dapat diimplementasikan di lingkungan UAD. Saya juga ingin menjadikan proses pengembangan ini sebagai kesempatan untuk terus belajar dan menyempurnakan inovasi berdasarkan kebutuhan pengguna,” katanya.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh pihak kampus UAD yang mendampingi selama proses persiapan, pemberkasan, hingga pengumpulan karya. Ke depan, Salwa berencana untuk terus mengembangkan inovasi AI chatbot tersebut agar dapat diimplementasikan secara luas di lingkungan UAD.

Menutup keterangannya, Salwa memberikan motivasi bagi sivitas akademika lainnya untuk tidak ragu dalam mengambil peluang. “Untuk mahasiswa, dosen, maupun tenaga didik yang ingin mencoba kompetisi serupa, menurut saya tidak ada salahnya untuk mencoba ketika ada kesempatan. Tidak perlu menunggu sampai merasa benar-benar siap. Maksimalkan kemampuan yang dimiliki, terus berinovasi dan berkarya, sehingga ketika ada kesempatan untuk mengikuti kompetisi, kita sudah memiliki sesuatu yang dapat dibawa dan dikembangkan,” jelas Salwa. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pustakawan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meraih-prestasi-di-IPI-Awards-DIY-2026-Foto.-Salwa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-29 09:46:512026-09-29 09:48:03Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 2026

UAD Gelar Sumpah Apoteker Periode September 2026

29/09/2026/in Terkini /by Ard

Sumpah Apoteker Periode September 2026 Prodi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sumpah Apoteker Periode September 2026. Acara ini berlangsung pada Senin, 28 September 2026, di Ruang Amphitarium lantai 9 Kampus IV UAD dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube @klik_uad.

Acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang turut dibacakan oleh salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, yaitu apt. Nabil Muhammad Prayoga, S.Farm. Sidang Sumpah Apoteker ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Farmasi UAD, Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si. Selanjutnya, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Prof. Dr. apt. Nina Salamah, M.Sc., menyampaikan laporan surat keputusan sumpah apoteker. Berdasarkan SK kelulusan yang telah dibacakan, sebanyak 117 mahasiswa Angkatan 50 resmi diambil sumpah profesinya.

Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan sumpah profesi yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Farmasi dan Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, serta didampingi oleh para rohaniwan. Setelah itu, dilakukan penandatanganan naskah sumpah secara bersama-sama, penyerahan sertifikat profesi, sekaligus pengukuhan kepada seluruh mahasiswa profesi dengan memanggil nama mereka satu per satu.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kolegium Farmasi Indonesia, Prof. Dr. apt. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua, memberikan sambutan dan pesan penting. “Yang masih menjadi PR kita bersama adalah bagaimana kompetensi itu dipertahankan. Yang menjawab PR kompetensi itu adalah di lapangan,” ujarnya.

Dekan Fakultas Farmasi UAD juga berpesan bahwa setelah hari ini, ilmu kefarmasian tidak hanya menjadi bekal berkarier, tetapi juga sebuah amanah demi keselamatan pasien dan kebermanfaatan bersama.

Dengan terselenggaranya acara sumpah apoteker ini, diharapkan sebanyak 117 lulusan baru Angkatan 50 tersebut dapat siap terjun langsung ke dunia kerja, menjaga profesionalisme serta kompetensi di lapangan, dan mengemban amanah profesi apoteker dengan penuh tanggung jawab demi keselamatan masyarakat luas. (septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sumpah-Apoteker-Periode-September-2026-Prodi-Pendidikan-Profesi-Apoteker-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-29 09:33:052026-09-29 09:33:05UAD Gelar Sumpah Apoteker Periode September 2026

Edukasi Pencegahan Anemia, Mahasiswa Gizi UAD Inisiasi Program BERSERI

29/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Prodi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi program BERSERI di SMK YPKK 1 Sleman (Foto. Istimewa)

Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Puskesmas Sleman menginisiasi program BERSERI (Bebas Anemia, Remaja Sehat dan Berprestasi) di SMK YPKK 1 Sleman, Pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang menyasar siswi kelas X ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda skrining kesehatan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai bahaya serta pencegahan anemia.

Edukasi ini dilatarbelakangi oleh persoalan anemia yang masih menjadi ancaman kesehatan nyata bagi kelompok remaja putri. Mengacu pada data Puskesmas Sleman, prevalensi anemia pada remaja putri terus mengalami peningkatan yang signifikan, yakni dari 13,3 persen pada 2023, naik menjadi 16,57 persen pada 2024, hingga menyentuh angka 27,58 persen pada 2025. Tren tersebut menegaskan perlunya penguatan edukasi secara berkala langsung ke lingkungan sekolah.

Materi penyuluhan disampaikan oleh tim mahasiswa Gizi UAD yang terdiri atas Aisyah Ainun Jaariyah, Afifah Eka Yuniarti, dan Hana Yasfin, dengan didampingi ahli gizi Puskesmas Sleman, Isnain Fusi Tashadella, S.Tr.Gz. Penyampaian materi dibawakan secara komunikatif melalui metode ceramah interaktif dan diakhiri dengan kuis berhadiah.

Rangkaian acara diawali dengan pengerjaan pre-test guna memetakan tingkat pengetahuan awal para siswi setelah mereka merampungkan skrining kesehatan. Selanjutnya, peserta dibekali materi seputar pengertian dan pemicu anemia, tanda dan gejala fisik, dampak negatif terhadap aktivitas belajar, pengenalan asupan kaya zat besi, hingga tata cara konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang benar. Selama sesi berlangsung, para peserta tampak antusias menyimak materi dan memanfaatkan sesi diskusi untuk mengklarifikasi berbagai informasi keliru mengenai anemia serta aturan minum TTD.

Efektivitas edukasi tersebut terlihat dari hasil evaluasi akhir (post-test). Dari total 40 siswi yang menjadi responden, sebanyak 30 orang (75%) berhasil mencatatkan peningkatan skor pemahaman, sementara 10 orang (25%) memiliki nilai yang stabil. Rata-rata pemahaman peserta pun melonjak dari nilai 79,5 pada pre-test menjadi 98,5 saat post-test, atau meningkat sebesar 19 poin.

Program BERSERI diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kesehatan yang lebih kokoh di kalangan remaja. Terbebas dari anemia bukan hanya modal untuk hidup sehat hari ini, melainkan investasi penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan berprestasi di masa depan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-Gizi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-inisiasi-program-BERSERI-di-SMK-YPKK-1-Sleman-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-29 09:25:112026-09-29 09:25:11Edukasi Pencegahan Anemia, Mahasiswa Gizi UAD Inisiasi Program BERSERI

Tempuh 4.327 Km dari Merauke, Yudhistira Al Fadlan Jadi Mahasiswa Terjauh UAD 2026

29/09/2026/in Terkini /by Ard

 

Yudhistira Al Fadlan jadi mahasiswa terjauh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2026 (Foto. Yudhistira)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menjadi magnet bagi talenta muda dari berbagai pelosok nusantara. Pada tahun akademik ini, predikat mahasiswa terjauh disandang oleh Yudhistira Al Fadlan. Alumnus SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Merauke tersebut rela menempuh perjalanan sejauh 4.327 Kilometer dari Merauke, Papua Selatan, demi menimba ilmu di Program Studi (Prodi) S-1 Teknik Elektro UAD.

Keterbatasan pilihan perguruan tinggi di kampung halaman menjadi motivasi utama Yudhistira untuk merantau jauh ke Pulau Jawa. Ketertarikannya pada bidang ketenagalistrikan mengalir dari sang ayah yang merupakan seorang pensiunan pegawai PT PLN. Reputasi UAD sendiri ia ketahui melalui informasi dan rekomendasi saudaranya yang telah lebih dulu menempuh perkuliahan di kampus ini.

Melangkah ribuan kilometer jauh dari dekapan keluarga bukanlah perkara mudah. Kendati demikian, wejangan dari kedua orang tuanya menjadi dorongan terbesar bagi Yudhistira untuk berani mendobrak batas kenyamanan.

“Orang tua selalu berpesan, mumpung masih muda kuliah sejauh-jauhnya, jangan selalu berdiam di zona nyaman. Mereka sangat mendukung ketika saya memilih kuliah di UAD. Harga tiket pesawat dari Merauke ke sini memang terhitung tidak murah, bahkan sudah setara biaya jalan-jalan ke luar negeri. Oleh karena itu, saya bertekad tidak akan mengecewakan orang tua,” tuturnya.

Setibanya di Yogyakarta, Yudhistira mendapati suasana yang sangat berbeda. Udara Yogyakarta dirasakannya sejuk, kontras dengan kondisi Merauke yang cenderung terik dan gersang akibat kebakaran serta penebangan hutan. Perbedaan suhu tersebut sempat membuat kondisi fisiknya menurun seusai merampungkan agenda Program Pengenalan Kampus (P2K).

Meski menghadapi tantangan adaptasi cuaca, Yudhistira mengaku sangat menikmati atmosfer kampus barunya. Melalui kegiatan P2K, ia mendapatkan pengalaman berharga karena dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari beragam pulau hingga luar negeri—hal yang jarang ia temui di kampung asalnya.

Kini, setelah kondisi fisiknya kembali pulih dan perkuliahan mulai berjalan aktif, langkah Yudhistira terasa makin mantap. Baginya, merantau jauh ke Yogyakarta bukan sekadar mengejar gelar demi membahagiakan orang tua, melainkan membawa pulang perubahan nyata untuk tanah kelahirannya.

“Di Merauke itu terkadang masih sering mati listrik. Jadi setelah lulus dari Teknik Elektro UAD nanti, impian terbesar saya ingin ikut berkontribusi membangun pembangkit listrik di sana, supaya kebutuhan listrik warga bisa terpenuhi dengan baik dan tidak sering padam lagi,” tuturnya penuh harap. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Yudhistira-Al-Fadlan-jadi-mahasiswa-terjauh-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-2026-Foto.-Yudhistira.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-29 09:17:592026-09-29 09:17:59Tempuh 4.327 Km dari Merauke, Yudhistira Al Fadlan Jadi Mahasiswa Terjauh UAD 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 2026

29/09/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I esai nasional ajang PIKIR 2026 (Foto. Haisyam)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih Juara I Cabang Esai dalam Pekan Ilmiah dan Kreativitas Remaja (PIKIR) 2026 yang diselenggarakan oleh UKM LKIM-PENA Universitas Muhammadiyah Makassar. Kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan, pada 31 Agustus – 05 September 2026.

Prestasi tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Mohd Haisyam sebagai ketua, serta Rafli Setiawan dan Dio Lutvi Andre sebagai anggota. Ketiganya mengembangkan gagasan dengan menggabungkan latar belakang keilmuan dari program studi yang berbeda melalui inovasi di bidang teknologi kesehatan.

Tim mengangkat gagasan mengenai inovasi surveilans berbasis data pascahujan untuk mengidentifikasi perkembangan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus menggunakan drone. Gagasan tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia dan berbagai wilayah dunia. Melalui pendekatan Aedes High Risk Score (AHRS), tim mengusulkan pemantauan genangan air pascahujan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Data hasil pemantauan tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki risiko menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti ban bekas, tempat sampah, dan wadah lain yang menampung air hujan. Informasi tersebut selanjutnya diarahkan untuk mendukung kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara lebih terarah.

“Karena kami bertiga berasal dari program studi yang berbeda, kami mencoba menggabungkan ketiga bidang keilmuan tersebut. Dari proses diskusi, kami kemudian mengambil tema teknologi kesehatan dengan fokus pada inovasi surveilans berbasis data pascahujan untuk mengidentifikasi perkembangan nyamuk Aedes melalui drone,” ujar Mohd Haisyam.

Persiapan mengikuti PIKIR 2026 dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Selain menyempurnakan gagasan, tim memfokuskan persiapan pada latihan presentasi dan pembuatan prototipe yang digunakan untuk memperkuat penyampaian inovasi di hadapan juri.

Manajemen waktu menjadi salah satu tantangan yang dihadapi tim. Jarak waktu antara tahap persiapan dan babak final membuat anggota tim harus membagi waktu secara cermat agar latihan presentasi dan penyelesaian prototipe dapat dilakukan sesuai kebutuhan kompetisi.

Upaya tersebut berbuah hasil dengan diraihnya Juara I Cabang Esai. Capaian tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi tim karena harus menghadapi peserta lain yang memiliki pengalaman dan prestasi dalam kompetisi sebelumnya.

“Awalnya kami tidak menyangka bisa menjadi juara karena salah satu lawan yang kami hadapi merupakan juara I sebelumnya. Alhamdulillah, kami dapat meraih Juara I Lomba Cabang Esai. Tentunya ini menjadi kebanggaan sekaligus pengalaman berharga bagi kami,” ungkap Mohd Haisyam.

Selain pengalaman berkompetisi, keikutsertaan dalam PIKIR 2026 di Makassar juga memberikan kesempatan bagi tim untuk mengenal lingkungan dan budaya yang berbeda. Berlangsung di luar Pulau Jawa, perjalanan tersebut mempertemukan mereka dengan berbagai pengalaman baru, salah satunya berkunjung ke salah satu lukisan tertua yang ada di dunia.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi tim untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas. Mereka juga menargetkan untuk terus mengikuti kompetisi serta menyempurnakan gagasan yang telah dikembangkan.

“Kami berharap pencapaian ini menjadi batu loncatan untuk terus belajar. Ke depannya, kami ingin membawa inovasi yang lebih baik dan memiliki nilai tambah sehingga dapat memberikan dampak bagi masyarakat,” tutur Mohd Haisyam. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-I-esai-nasional-ajang-PIKIR-2026-Foto.-Haisyam.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-29 09:08:172026-09-29 09:08:17Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 2026

Tim King Phoenix UAD Juara III Kontes Robot Terbang Indonesia

28/09/2026/in Prestasi /by Ard

Tim King Phoenix Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih Juara III dalam Kontes Robot Terbang Indonesia 2026 (Foto. Tim King Phoenix UAD)

Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di kancah nasional. Tim robot terbang kebanggaan UAD, King Phoenix, berhasil mempertahankan gelar Juara III Nasional dalam ajang bergengsi Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) pada Divisi Vertical Take-Off and Landing (VTOL).

Pada kategori ini, robot terbang dituntut untuk menyelesaikan misi dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Selain harus lincah bermanuver melewati gerbang rintangan, robot bertugas membawa dan menjatuhkan paket bantuan medis seberat 100 gram tepat di titik sasaran sebelum kembali mendarat. Peningkatan paling mencolok pada robot tahun ini terletak pada kelincahan transisi gerak serta integrasi sistem kamera pintar otomatis (vision system) yang mampu membaca lintasan secara mandiri.

Perwakilan Tim King Phoenix, Regiana Hermawan, mengungkapkan bahwa proses pembuatan robot terbang ini benar-benar dimulai dari nol. Seluruh anggota tim turun tangan langsung memotong rangka bodi, merakit komponen, hingga menyetel sistem kendali robot berulang kali.

“Tantangan terbesarnya ada pada ketelitian. Kami mengulik detail pengaturan sampai ke angka di belakang koma, karena selisih sekecil apa pun bisa langsung mengubah kestabilan terbang robot. Selama persiapan kami juga melakukan uji terbang maraton setiap hari, mulai dari pagi, siang, sore, sampai malam tanpa henti. Begitu selesai terbang, robot langsung dievaluasi, disempurnakan, lalu diuji lagi,” ungkapnya.

Kerja keras tersebut terbukti membuahkan hasil di arena perlombaan. Tim King Phoenix tampil memukau hingga menuai respek tinggi dari tim-tim kampus lain. Salah satu momen paling mendebarkan terjadi saat sesi duel sengit melawan tim Universitas Diponegoro (UNDIP), di mana kedua robot saling adu kecepatan dan ketepatan dengan selisih waktu finis yang sangat tipis, yakni kurang dari setengah detik.

Meski persaingan di lintasan berlangsung sangat ketat, Regiana menegaskan bahwa rasa persaudaraan dan solidaritas antartim di divisi ini tetap terjaga dengan hangat.

“Apresiasi terbesar tentu untuk seluruh teman-teman Tim King Phoenix yang sudah mendedikasikan waktu, tenaga, dan segalanya. Pencapaian ini adalah milik bersama. Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak kampus UAD dan dosen pembina yang tiada henti mendampingi langkah kami,” tambah Regiana.

Pencapaian ini kembali membuktikan kualitas dan konsistensi riset teknologi kedirgantaraan yang dikembangkan oleh mahasiswa UAD. Melalui prestasi ini, Tim King Phoenix berkomitmen untuk terus menyempurnakan inovasi robot terbang mereka agar dapat meraih hasil yang lebih tinggi pada kompetisi mendatang. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-King-Phoenix-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meraih-Juara-III-dalam-Kontes-Robot-Terbang-Indonesia-2026-Foto.-Tim-King-Phoenix-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-28 09:13:052026-09-28 09:13:05Tim King Phoenix UAD Juara III Kontes Robot Terbang Indonesia

Tutup P2K, UAD Adakan UKM Day 2026

28/09/2026/in Terkini /by Ard

 

UKM Day 2026 dalam rangkaian Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi mengakhiri kegiatan Program Pengenalan Kampus (P2K) tahun 2026 dengan menyelenggarakan UKM Day. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru dengan tujuan mengenalkan 16 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UAD.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H. dalam sambutannya mengatakan UKM Day adalah kegiatan untuk mendekatkan mahasiswa baru dengan UKM.

“Tujuannya agar ke depan mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik di ruang kuliah saja, tetapi juga bisa aktif berorganisasi serta mengembangkan minat dan bakatnya melalui UKM.”

Ia menambahkan, UKM menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk bisa menorehkan prestasi. “Di UAD ada berbagai UKM dengan fokus yang berbeda-beda, seperti olahraga, seni, kewirausahaan, jurnalistik, dan sebagainya.”

Gatot berharap, dengan mengikuti kegiatan UKM Day, mahasiswa baru lebih termotivasi untuk bergabung ke dalam UKM serta bisa memaksimalkan potensi diri dan berujung pada meraih prestasi. Hal tersebut senada dengan jargon dari bidang kemahasiswaan UAD “Prestasi Adalah Tradisi Kami”. (doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/UKM-Day-2026-dalam-rangkaian-Program-Pengenalan-Kampus-P2K-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-28 09:05:392026-09-28 09:05:39Tutup P2K, UAD Adakan UKM Day 2026

Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak

28/09/2026/in Feature /by Ard

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. (Foto. Humas UAD)

Menuntut ilmu hingga ke jenjang perguruan tinggi bukan sekadar rutinitas mengejar gelar. Pesan itulah yang ditekankan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. dalam agenda Good Talk Off Air di Museum Muhammadiyah Kampus IV UAD, Kamis, 24 September 2026. Ia menegaskan bahwa esensi sejati dari belajar adalah kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat (problem solving).

Namun dalam kenyataannya, apa yang dipelajari di kampus sering kali belum terhubung dengan kebutuhan warga di lapangan. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang berulang dari tahun ke tahun menjadi salah satu bukti bahwa banyak persoalan mendasar di desa belum terselesaikan secara berkelanjutan.

“Berapa puluh tahun mahasiswa datang silih berganti KKN di sebuah desa, tetapi masalah sampah dan problem mendasar di kampung itu nyatanya tidak pernah benar-benar tuntas. Di satu sisi, riset akademisi sering kali hanya berhenti di atas kertas tanpa menyentuh persoalan riil masyarakat,” ungkapnya.

Ia melihat pangkal masalahnya terletak pada kebiasaan kerja yang masih terkotak-kotak dan berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah daerah berjalan dengan programnya sendiri, kampus sibuk dengan target akademiknya, dan masyarakat bergelut sendirian dengan problem hariannya. Ibarat deretan tiang kabel di pinggir jalan yang saling tumpang tindih tanpa keterpaduan, semua pihak berjalan masing-masing tanpa menyambung ke titik temu yang sama.

Dari kegelisahan itulah, Sayuti menawarkan arah gerak baru melalui tiga pilar kolaborasi konkret. Pertama, menyatukan langkah kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam program multitahun yang berbasis pada misi riil daerah. Kedua, membangun relasi kampus dan industri yang bermakna, bukan sekadar penandatanganan lembaran MoU atau magang formalitas, melainkan perancangan kurikulum bersama yang selaras dengan kebutuhan zaman. Ketiga, meruntuhkan tembok pembatas antarkampus agar perguruan tinggi bisa duduk bersama, saling berjejaring, dan menggagas aksi nyata kolektif seperti KKN bersama demi menyelesaikan persoalan publik.

Di tengah dinamika kebijakan yang kerap berubah, Sayuti menaruh harapan besar di pundak generasi muda untuk berani memutus mata rantai budaya jalan sendiri-sendiri tersebut. Baginya, transformasi pendidikan tidak bisa ditunggu dari atas, melainkan harus dimulai dari fondasi yang paling mendasar, yakni membangun budaya mutu dan menjunjung tinggi kehormatan ilmu pengetahuan.

“Kunci terpenting yang perlu kita bawa pulang adalah prinsip 3M: mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai saat ini. Bekali anak-anak kita dengan kecakapan learning to learn, kemampuan untuk terus belajar mandiri. Karena hanya dengan menghargai ilmu dan berkolaborasi secara konkret, peradaban bangsa ini dapat benar-benar melangkah maju,” pungkasnya. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dekan-Fakultas-Keguruan-dan-Ilmu-Pendidikan-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Muhammad-Sayuti-M.Pd_.-M.Ed_.-Ph.D.-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-28 08:56:352026-09-28 08:58:02Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak
Page 3 of 531‹12345›»

TERKINI

  • Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak16/10/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Siswa tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan Lalu Lintas16/10/2026
  • KKN UAD Kembangkan Kampung Hijau di Timuran, Yogyakarta16/10/2026
  • Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah15/10/2026
  • Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok15/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top