• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Tuan Rumah Seminar Nasional FPPTI DIY

09/07/2026/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tuan rumah seminar nasional FPPTI DIY (Foto. Humas UAD)

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Seminar Nasional dengan tema Knowledge for Sustainability: Peran Perpustakaan dalam Mendukung SDGs dan IKU Unggul pada Rabu, 8 Juli 2026, di Ruang Audio Visual Lantai 4 Museum Muhammadiyah, Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelantikan Pengurus FPPTI DIY Periode 2026 –2029.

Seminar ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber, yaitu Dr. Sri Rohyanti Zulaikha, S.Ag., S.S., M.Si. dan Dr. Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd. dengan moderator Sri Astuti, S.I.P., M.I.P.

Seminar ini membahas terkait peran perpustakaan perguruan tinggi agar tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyimpanan informasi, tetapi juga menjadi pusat pengetahuan yang mampu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, Dr. Caraka Putra Bhakti, S.Pd, M.Pd. menyampaikan bahwa melimpahnya arus informasi dapat memengaruhi cara berpikir generasi muda, terutama generasi Z dan Alpha. Sajian informasi di media sosial dalam durasi pendek berpotensi membentuk fixed mindset­. Pola pikir ini seperti ini membuat seseorang membatasi kemampuannya dan menganggap dirinya tidak mampu menghadapi tantangan-tantangan baru.

“Anak-anak kita 71 persen itu dalam kondisi fixed mindset. Kalau sudah disebutkan dia enggak bisa, maka berpikirnya, ‘Aku selalu enggak bisa’,” ungkapnya.

Kemudian beliau juga mengungkapkan bahwa persoalan seperti overthinking, insecure, hingga krisis kesehatan mental disebabkan oleh pikiran dirinya sendiri. Oleh karena itu, perpustakaan perlu mengambil peran yang lebih aktif dalam membangun budaya literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong terbentuknya growth mindset. Beliau juga mendorong penggunaan afirmasi positif dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan kerja.

“Kita bisa terapkan cara-cara kita memotivasi antar teman dan pimpinan menggunakan pendekatan hamburger ya. Jadi diawali apresiasi, tengah dikoreksi, kemudian apresiasi lagi,” ujarnya.

Dalam sesinya, Dr. Sri Rohyanti Zulaikha, S.Ag., S.S., M.Si., memaparkan konsep mapping IKU sebagai upaya menyelaraskan program perpustakaan dengan target kinerja perguruan tinggi. Menurutnya, setiap layanan perpustakaan perlu dipetakan agar memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian 12 IKU, mulai dari peningkatan kualitas lulusan, prestasi mahasiswa, rekognisi dosen, publikasi ilmiah, hingga implementasi SDGs.

Beliau mencontohkan bahwa perpustakaan dapat mendukung IKU melalui penyediaan layanan pendampingan penulisan tugas akhir dan artikel ilmiah, akses jurnal internasional, pengelolaan repositori institusi, layanan literasi informasi, serta pengembangan konsep green library. Dengan demikian, perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai unit yang bekerja secara terpisah, tetapi menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi.

“Ketika kembali ke perpustakaan masing-masing, Ibu Bapak bisa menyampaikan bahwa perpustakaan sudah bersinergi dengan IKU, tidak lagi berjalan sendiri seperti peran perpustakaan pada masa lalu,” jelasnya.

Ia juga merekomendasikan agar perpustakaan dimasukkan secara eksplisit dalam Rencana Strategis (Renstra) perguruan tinggi, diberi mandat sebagai knowledge hub, serta menyelaraskan indikator kinerja perpustakaan dengan IKU, akreditasi, dan SDGs. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-tuan-rumah-seminar-nasional-FPPTI-DIY-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-09 07:58:102026-07-09 07:58:10UAD Tuan Rumah Seminar Nasional FPPTI DIY

PPK Ormawa RDC UAD Kenalkan Inovasi Robotika untuk Atasi Hama Tikus

08/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa RDC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan inovasi robotika untuk atasi hama tikus (Foto. PPKO RDC UAD)

Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sosialisasi Akbar Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Karangtengah sebagai langkah awal pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung ada 17 Juni 2026 dan bertujuan memperkenalkan RDC UAD beserta program inovasi robotika yang dirancang untuk membantu mengatasi permasalahan hama tikus yang selama ini menjadi tantangan utama bagi para petani di desa tersebut.

Sosialisasi dihadiri oleh 46 peserta yang terdiri atas berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Karangtengah Haryanto, Kepala Dukuh Sumardiyono, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAD Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T., IPM., dosen pendamping Ir. Phisca Aditya Rosyady, S.Si., M.Sc., perwakilan ibu-ibu PKK, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), pemuda Karang Taruna yang tergabung dalam AMMI Karangtengah, serta masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, tim PPK Ormawa RDC UAD memperkenalkan profil organisasi, berbagai inovasi robot yang telah dikembangkan, serta memaparkan program kerja yang akan diimplementasikan di Desa Karangtengah. Melalui pemaparan tersebut, masyarakat memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan teknologi robotika sebagai solusi terhadap persoalan yang dihadapi di sektor pertanian.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa RDC UAD, Rahadian Candra Vima Yoga, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi bersama masyarakat sebelum program dijalankan. “Kami ingin memastikan teknologi yang kami kembangkan benar-benar menjawab kebutuhan warga, khususnya para petani. Sosialisasi ini menjadi ruang bagi kami untuk mendengar langsung berbagai permasalahan di lapangan sekaligus memperkenalkan solusi yang kami rancang bersama masyarakat Desa Karangtengah,” ujarnya.

Salah satu fokus utama program adalah pengembangan dan implementasi robot yang dirancang untuk membantu mengendalikan hama tikus secara lebih efektif dan efisien. Tim menjelaskan fungsi, cara kerja, serta manfaat teknologi tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung produktivitas pertanian dan mengurangi kerugian yang selama ini dialami petani akibat serangan hama.

Lurah Karangtengah, Haryanto, mengatakan, “Permasalahan hama tikus sudah lama menjadi keluhan para petani kami. Kami sangat mengapresiasi kepedulian mahasiswa UAD yang mau turun langsung membantu mencari solusi. Semoga program ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat Karangtengah,” tuturnya.

Melalui program ini, tim PPK Ormawa RDC UAD berharap inovasi robotika yang dikembangkan dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung pengendalian hama sekaligus mendorong penerapan konsep smart farming yang berkelanjutan. Selain itu, program ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat inovasi di kalangan generasi muda desa serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Dekan Fakultas Teknologi Industri UAD, Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T., IPM., menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut sebagai bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipelajari di kampus dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap program PPK Ormawa RDC UAD ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi dan desa dalam menjawab berbagai tantangan nyata,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme peserta yang berasal dari pemerintah desa, kelompok tani, PKK, hingga pemuda Karang Taruna menunjukkan besarnya harapan terhadap keberhasilan program yang akan dijalankan.

Melalui sosialisasi akbar ini, tim PPK Ormawa RDC UAD berharap seluruh rangkaian program dapat terlaksana dengan baik, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Karangtengah, serta menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui inovasi dan pengembangan teknologi. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-RDC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-inovasi-robotika-untuk-atasi-hama-tikus-Foto.-PPKO-RDC-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-08 09:20:412026-07-09 07:38:21PPK Ormawa RDC UAD Kenalkan Inovasi Robotika untuk Atasi Hama Tikus

Mengintip Peluang dan Tantangan Psikologi Klinis di Era Digital

08/07/2026/in Terkini /by Ard

BEM Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar seminar Psychology Career Planning 2026 (Foto. BEM Psikologi UAD)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi (Fapsi) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar seminar Psychology Career Planning (PCP) 2026. Mengusung tema “Find Your Way: Clinical & Industrial Psychology Career Exploration”, acara ini berlangsung di Ruang Amphitarium, Gedung Utama Kampus 4 UAD, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kelulusan dari bangku perkuliahan sendiri sering kali menjadi sebuah persimpangan besar bagi mahasiswa, di mana rentetan pertanyaan tentang masa depan mulai membayangi.

Ketua Pelaksana PCP 2026, Aflahah Cahya Insani, mengungkapkan bahwa seminar ini dirancang khusus sebagai kompas penunjuk arah bagi mahasiswa untuk menentukan dan mengarahkan karier mereka sejak dini. Hal senada ditegaskan oleh Gubernur BEM Fapsi UAD, Irawan Setia Putra. Dalam sambutannya, ia mengibaratkan fase pencarian karier seperti sebuah persimpangan krusial.

“Di dalam kehidupan, kita berada di satu titik keberhasilan dan satu langkah kegagalan. Yang membedakan keduanya bukanlah keberuntungan, melainkan keberanian dari diri kita untuk menentukan arah dari tujuan itu. Setiap keputusan yang kita ambil nantinya sangat berpengaruh pada masa depan, dan langkah itu harus kita mulai dari sekarang,” ujar Irawan.

Irawan menambahkan bahwa mahasiswa masa kini tidak hanya dituntut untuk sekadar lulus dengan predikat akademis, tetapi juga harus matang dalam mempersiapkan diri di dunia profesional. Mengutip pemikiran Peter Drucker, ia mengingatkan bahwa cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan mengkreasikan dan membentuknya sejak hari ini.

Tantangan di dunia kerja nyata juga diamini oleh Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fapsi UAD, Silvana Zahwa Rahmadani. Ia membagikan cerita inspiratif tentang bagaimana perusahaan-perusahaan modern saat ini sering kali melontarkan pertanyaan mendasar kepada para kandidat, “Apakah mereka benar-benar mengenali dan memahami diri mereka sendiri?” Pemahaman diri inilah yang menjadi fondasi utama dalam perencanaan karier.

Mendobrak Stigma dan Membaca Realitas Psikologi Klinis

Sesi eksplorasi karier menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, salah satunya adalah Mahira Syafana Kuswanto, S.Psi., Psikolog, CHt. Lulusan Universitas Indonesia (UI) yang kini aktif sebagai psikolog klinis dewasa sekaligus Co-Founder dari platform kesehatan mental mentalhealing.id ini membedah tuntas seluk-beluk profesi psikolog klinis. Mahira menekankan bahwa berdasarkan data dari Pomerantz (2023) dan Kementerian Kesehatan RI (2024), wilayah kerja psikologi klinis kini telah bertransformasi dan tidak lagi terbatas di dalam ruang konseling konvensional. Profesi ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari asesmen psikologis, konseling dan psikoterapi, psikoedukasi, intervensi krisis, promosi kesehatan mental, riset dan pengembangan layanan, hingga kolaborasi lintas profesi. Bahkan, sektor korporasi dan perusahaan saat ini banyak yang merekrut psikolog klinis untuk menjaga kesejahteraan mental karyawan mereka.

“Saat ini, kasus klinis yang paling sering muncul didominasi oleh kelompok usia remaja hingga dewasa awal, yaitu 15-24 tahun. Perlu ditanamkan bahwa datang ke psikolog bukanlah tanda seseorang itu lemah, melainkan sebuah tanda bahwa kita adalah manusia yang sadar akan kesehatan diri,” jelas Mahira.

Meski kesadaran publik terhadap kesehatan mental meningkat seiring menjamurnya konten psikologi di media sosial, Mahira mengingatkan adanya tantangan. Banyaknya informasi yang tidak akurat di media sosial memicu fenomena self-diagnose, yakni mendiagnosis diri sendiri di kalangan awam.

“Kita tidak boleh melakukan self-diagnose hanya berdasarkan konten-konten media sosial, atau dengan mudahnya melabeli orang lain dengan istilah klinis seperti Narcissistic Personality Disorder (NPD) tanpa dasar medis,” tegasnya.

Selain itu, ia menyayangkan masih kuatnya stigma negatif di sebagian masyarakat yang mengaitkan gangguan mental dengan kurangnya ibadah, kegilaan, atau kurang waras. Di sinilah peran penting psikolog klinis untuk terus memberikan edukasi klinis yang tepat kepada publik, baik secara luring maupun daring.

Untuk menjawab tantangan industri tersebut, Mahira menekankan pentingnya menguasai empat pilar skill utama, meliputi skill akademik untuk memahami psikopatologi, skill klinis seperti empati dan mendengarkan aktif, skill profesional terkait kepatuhan kode etik, serta skill personal berupa regulasi emosi dan self-care. Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa untuk membangun personal branding yang positif melalui kejujuran kompetensi dan komunikasi empatik, serta menghindari perilaku negatif seperti memberikan diagnosis tanpa asesmen atau memanipulasi klaim terapi di ruang publik. Selain keahlian tersebut, Mahira menekankan pentingnya personal branding yang positif untuk membangun reputasi profesional, bukan sekadar aktif membuat konten. Personal branding yang baik dibentuk melalui kejujuran kompetensi, komunikasi empatik, konsistensi belajar, dan kepatuhan pada kode etik. Sebaliknya, ia memperingatkan untuk menghindari branding negatif seperti melakukan diagnosis tanpa asesmen, memberikan ujaran kebencian di ruang publik, serta memanipulasi data atau klaim terapi.

Eksplorasi Dunia PIO bersama Praktisi HR

Selain membedah ranah klinis, seminar Psychology Career Planning (PCP) 2026 juga menghadirkan sesi eksplorasi mendalam di bidang Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) bersama Yova Renaldi, S.Psi., seorang Human Resources (HR) Practitioner di Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Beauty Company. Dalam pemaparannya, Yova membuka sesi dengan menggunakan prinsip andragogi dan analogi buah apel, Yova menjelaskan bahwa praktisi HR pada dasarnya adalah “man behind the organization” yang bertindak sebagai mitra strategis perusahaan. Industri saat ini telah bergeser dari era HR “palugada” menjadi peran spesialis yang dinamis dan menyentuh langsung seluruh siklus hidup karyawan.

“Sebagai praktisi HR di era modern, kita tidak lagi terbatas pada proses rekrutmen semata, melainkan harus hadir dan menyentuh langsung aspek kehidupan karyawan secara menyeluruh, mulai dari proses onboarding hingga offboarding,” ujar Yova.

Materi kemudian mengupas peran penting Organizational Development (OD) sebagai arsitek perusahaan dalam merancang perubahan proses bisnis demi efisiensi organisasi. Di tengah perubahan industri yang cepat, Yova mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada materi perkuliahan formal, melainkan juga berani mempelajari proses bisnis secara umum serta terus meningkatkan kapabilitas diri, baik dari segi hard skill regulasi ketenagakerjaan maupun soft skill seperti problem solving yang dilandasi empati.

“Sebagai praktisi HR di era modern, kita tidak lagi terbatas pada proses rekrutmen semata, melainkan harus hadir dan menyentuh langsung aspek kehidupan karyawan secara menyeluruh, mulai dari proses onboarding hingga offboarding,” ujar Yova.

Materi yang disampaikan mengupas peran penting Organizational Development (OD) yang diibaratkan sebagai arsitek perusahaan dalam merancang perubahan proses bisnis ketika sebuah organisasi ingin bergerak maju. Yova memberikan contoh nyata di mana sebuah divisi sales yang awalnya tunggal, dapat dipecah oleh OD menjadi tim offline dan online demi efisiensi dan target perusahaan. Di tengah perubahan industri yang serba cepat ini, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan materi perkuliahan formal saja, melainkan juga harus berani mempelajari bidang lain seperti lini sales dan proses bisnis secara umum.

Yova menekankan bahwa dunia kerja modern sebenarnya tidak mencari kandidat yang sempurna, melainkan individu yang memiliki kemauan kuat untuk terus berkembang. Oleh karena itu, mahasiswa psikologi perlu terus meningkatkan kapabilitas diri, baik dari segi hard skill seperti pemahaman regulasi ketenagakerjaan, maupun soft skill seperti kemampuan berkomunikasi, berpikir analitis, serta keahlian problem solving yang dilandasi oleh empati yang baik terhadap karyawan.

“Dunia kerja modern sebenarnya tidak mencari kandidat yang sempurna, melainkan individu yang memiliki kemauan kuat untuk terus berkembang,” pungkasnya.

Melalui seminar PCP 2026 ini, mahasiswa Fakultas Psikologi UAD diharapkan mampu mengenali potensi diri dan melangkah dengan bekal kompetensi yang matang untuk merancang masa depan di dunia psikologi. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BEM-Fakultas-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-seminar-Psychology-Career-Planning-2026-Foto.-BEM-Psikologi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-08 09:10:382026-07-08 09:10:38Mengintip Peluang dan Tantangan Psikologi Klinis di Era Digital

UAD Perkuat Komitmen Green Campus melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah

08/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) perkuat komitmen green campus melalui pelatihan pengelolaan sampah (Foto. BSP UAD)

Sebagai upaya memperkuat komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan penerapan prinsip-prinsip Green Campus, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah menyelenggarakan workshop dan pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah bagi 70 orang petugas kebersihan pada Senin, 29 Juni 2026, di ruang smart class, Gedung Noeng Muhadjir Kampus I UAD.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja sama antara Biro Sarana dan Prasarana, Pusat Studi Energi dan Lingkungan UAD, serta World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia.

Pelatihan ini bertujuan membekali pengetahuan para petugas kebersihan mengenai manajemen pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Peserta diharapkan untuk senantiasa menjalankan tugas dengan baik serta dilatih untuk memilah sampah berdasarkan lima kategori utama, yaitu organik, anorganik (plastik dan kertas), logam dan kaca, limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta residu.

Peserta dibekali dengan pengetahuan terkait sampah bernilai ekonomi untuk mendukung ekonomi sirkular. Dengan demikian, harapannya peserta dapat melakukan pemilahan untuk mengurangi residu, serta mampu mengenali sampah bernilai jual agar proses recycle dan reuse berjalan maksimal.

Dalam sambutan pembukaannya, Zahrul Mufrodi selaku Kepala Biro Sarana Prasarana UAD menekankan bahwa “Sampahmu, tanggung jawabmu.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan UAD diharapkan meminimalkan timbulan sampah. Apabila menghasilkan sampah, setiap individu bertanggung jawab memilahnya dengan benar sehingga tidak membebani petugas kebersihan dalam proses pengelolaannya.

Dalam materinya, Ahmad Ahid Mudayana, Kepala Bidang Perawatan, Keamanan, dan Kerumahtanggaan, menyampaikan, “Petugas kebersihan sebagai garda terdepan untuk mewujudkan keberhasilan pengelolaan sampah di UAD”. Melalui mekanisme pengelolaan sampah ini, UAD menargetkan pengurangan sampah residu hingga 15% dalam satu tahun.

Saat ini UAD telah berhasil melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak berupa penurunan jumlah sampah yang dihasilkan serta residu secara signifikan.

Pelatihan dan perbaikan pengolahan sampah ini menjadi bagian dari kontribusi nyata UAD terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs). Pelatihan ini diakhiri dengan praktik pemilahan sampah dan pengolahannya yang dipandu oleh Mia Agustina dan Fiina Ilhami Salsabila setelah istirahat dan salat Zuhur berjamaah.

Mari bersama wujudkan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Bumi yang kita jaga saat ini merupakan warisan berharga bagi generasi yang akan datang. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-perkuat-komitmen-green-campus-melalui-pelatihan-pengelolaan-sampah-Foto.-BSP-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-08 08:57:102026-07-08 08:57:10UAD Perkuat Komitmen Green Campus melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah

“Hai Dahlan Muda” Jadi Awal Perjalanan Calon Mahasiswa Baru Mengenal Kehidupan Kampus UAD

08/07/2026/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan program Hai Dahlan Muda sebagai rangkaian dari UAD Fair (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Hai Dahlan Muda sebagai bagian dari rangkaian UAD Fair yang berlangsung di Amphitarium UAD pada Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para calon mahasiswa baru sebagai wadah untuk mengenal lebih dekat kehidupan akademik, organisasi, serta berbagai fasilitas yang tersedia di UAD.

Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para calon mahasiswa semakin mantap dan yakin memilih UAD sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.

“Kami berharap adik-adik semakin mantap dan semakin yakin bahwa UAD adalah ruang untuk bertumbuh. Melalui kegiatan ini, kami akan berbagi berbagai informasi mengenai aktivitas dan kehidupan kampus yang dapat menjadi bekal selama menempuh pendidikan di UAD,” ujarnya.

Sementara Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan mengenal lingkungan kampus melalui UAD Fair. Ia juga menginformasikan bahwa calon mahasiswa baru dapat mengunjungi berbagai stan pameran yang tersedia serta menikmati kunjungan gratis ke Museum UAD.

“Silakan mampir ke stan-stan UAD Fair. Nanti adik-adik juga akan diajak berkunjung ke museum secara gratis dan juga campus tour. UAD menyediakan banyak wadah bagi mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” tutur Rektor.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, .S.H., M.H., menjelaskan bahwa UAD memiliki sekitar 120 organisasi kemahasiswaan yang dapat diikuti mahasiswa sesuai minat, bakat, dan kegemaran masing-masing.

“Melalui organisasi kemahasiswaan, adik-adik dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan berbagai soft skills lainnya. Harapannya, kelak adik-adik juga dapat menjadi mahasiswa berprestasi seperti para narasumber yang hadir pada kegiatan hari ini,” jelasnya.

Selain itu, UAD juga menyediakan berbagai layanan penunjang kesejahteraan mahasiswa, seperti layanan konseling, klinik kesehatan, rumah sakit, serta fasilitas pendukung lainnya yang dapat dimanfaatkan selama menjalani perkuliahan.

Rangkaian Hai Dahlan Muda turut menghadirkan sesi talkshow. Sesi ini menghadirkan narasumber, yakni M. Analta Gibransyah dari Program Studi Hukum, Rizal Agus Setiawan dari Program Studi Bisnis Jasa Makanan , serta Mutiara Wilson Putri dari Program Studi Teknik Kimia, yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan mereka menjadi mahasiswa berprestasi dan aktif mengembangkan diri selama berkuliah di UAD.

Melalui kegiatan Hai Dahlan Muda, UAD berharap para calon mahasiswa baru semakin mengenal lingkungan kampus, memahami berbagai peluang pengembangan diri yang tersedia, serta termotivasi untuk menjadi generasi unggul yang aktif, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-program-Hai-Dahlan-Muda-sebagai-rangkaian-dari-UAD-Fair-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-08 08:47:182026-07-08 08:47:18“Hai Dahlan Muda” Jadi Awal Perjalanan Calon Mahasiswa Baru Mengenal Kehidupan Kampus UAD

Mahasiswa Sistem Informasi UAD Raih Dua Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Bioenergi Daun Pepaya Jepang

08/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Dio Lutvi Andre mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Dio)

Dio Lutvi Andre, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi angkatan 2024 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali menorehkan prestasi gemilang. Ia berhasil memborong dua penghargaan sekaligus, yakni Juara 1 Presenter Terbaik dan Juara 2 Artikel Terbaik pada Subtema Teknologi dalam ajang Kompetisi Artikel Ilmiah #2 Tingkat Nasional Tahun 2026.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD ini berlangsung sejak 9 April hingga 16 Mei 2026, dengan pengumuman pemenang pada 20 Mei 2026. Persaingan dalam ajang tersebut terbilang sangat ketat karena diikuti oleh 557 peserta yang berasal dari 43 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk kampus-kampus ternama seperti UI, UGM, dan UPN “Veteran” Yogyakarta.

Dalam kompetisi ini, Dio mengangkat karya ilmiah berjudul “Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius): Energi Ramah Lingkungan, Terbarukan, Aman Wujudkan Indonesia Nol Emisi 2050″. Ide inovatif ini lahir dari keprihatinannya terhadap tingginya ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil yang memicu krisis iklim, serta beratnya langkah menuju target Nol Emisi di tahun 2050.

Dio menjelaskan bahwa daun pepaya jepang, yang kerap hanya dianggap sebagai gulma, ternyata memiliki potensi luar biasa sebagai sumber bioenergi karena kandungan minyak nabatinya yang tinggi. Tanaman ini dapat tumbuh subur di lahan marginal tanpa merusak hutan lindung, dan tidak bersaing dengan bahan pangan pokok seperti sawit atau jagung.

Inovasi pengolahan daun pepaya jepang menjadi biodiesel atau biogas ini dinilai aman dan rendah emisi. Karya tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau, serta poin ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Mahasiswa yang juga aktif dalam komunitas Novo Club Paragon Corp dan berstatus sebagai Google Student Ambassador 2026 ini mengungkapkan bahwa persiapan lomba memakan waktu sekitar dua hingga empat minggu. Proses tersebut meliputi pencarian potensi lokal, riset permasalahan, penyusunan strategi, hingga tahap eksekusi penulisan. Menghadapi ratusan delegasi hebat justru memacu Dio untuk semakin mematangkan data dan argumen ilmiah pada artikelnya.

Ke depannya, Dio berharap gagasan ini tidak sekadar berakhir sebagai konsep di atas kertas kompetisi. Ia ingin membuktikan bahwa solusi energi hijau dapat lahir dari riset anak bangsa, serta berharap karyanya mampu menginspirasi kolaborasi nyata dalam bentuk pilot project energi terbarukan yang aplikatif di Indonesia. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dio-Lutvi-Andre-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Dio.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-08 08:42:302026-07-08 08:42:30Mahasiswa Sistem Informasi UAD Raih Dua Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Bioenergi Daun Pepaya Jepang

Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Caturharjo Gunakan Alat Kesehatan

07/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih kader gunakan alat kesehatan di Caturharjo Bantul (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus mematangkan implementasi program HAMEMAYU WARASING DESA. Pada Sabtu, 27 Juni 2026, tim mahasiswa kembali menggelar kegiatan Pelita Kader Pertemuan 2 yang bertempat di Balai Desa Kalurahan Caturharjo.

Acara ini dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Bapak Agung, Dosen Pembimbing PPK Ormawa IMM FKM UAD Drs. Hadi Sasongko, M.Si., serta para kader kesehatan setempat. Dalam sambutannya, Bapak Agung menegaskan dukungan penuh pemerintah kalurahan terhadap kegiatan ini sebagai upaya penguatan kapasitas kader dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Drs. Hadi Sasongko, M.Si. turut memberikan arahan mengenai urgensi pemahaman kader terhadap penggunaan alat ukur kesehatan. Menurutnya, ketepatan penggunaan alat merupakan dasar yang sangat penting dalam pelaksanaan skrining dan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM).

Pada pertemuan kali ini, Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM FKM UAD turun langsung sebagai pemateri dan pendamping. Rangkaian materi diawali dengan sesi pre-test, disusul dengan pengenalan, cara penggunaan, dan interpretasi hasil dari berbagai alat kesehatan. Alat-alat yang dipelajari meliputi alat ukur Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB), pengukur Rasio Lingkar Perut Pinggang (RLPP), alat pemeriksaan Glucose, Cholesterol, Uric Acid (GCU), hingga tensimeter untuk tekanan darah.

Tidak sekadar teori, para kader kesehatan langsung mempraktikkan simulasi penggunaan alat ukur secara mandiri dengan pendampingan melekat dari mahasiswa. Sesi praktik ini terbukti efektif mengasah keterampilan teknis kader yang dibuktikan melalui peningkatan hasil pada sesi post-test di akhir pemaparan.

Sebagai langkah inovatif lanjutan, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan Kartu JATI WARAS. Kartu ini didesain sebagai instrumen pemantauan kesehatan terpadu yang berfungsi mencatat hasil skrining dan mengidentifikasi faktor risiko PTM secara lebih sistematis.

Melalui sinergi yang terbangun antara mahasiswa, dosen, pemerintah kalurahan, dan warga, para kader kesehatan Caturharjo diharapkan semakin terampil, percaya diri, dan mandiri dalam melakukan skrining kesehatan di tengah masyarakat. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-latih-kader-gunakan-alat-kesehatan-di-Caturharjo-Bantul-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-07 13:31:252026-07-07 13:31:25Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Caturharjo Gunakan Alat Kesehatan

Pentingnya Continuous Improvement dan Sikap Keep Learning bagi Lulusan Informatika

07/07/2026/in Terkini /by Ard

Kuliah umum Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Kesenjangan antara kurikulum akademis di perguruan tinggi dengan kebutuhan realita di dunia kerja (industri) masih menjadi tantangan besar. Menjawab persoalan tersebut, Dr. Ir. Arif Rahman Hakim, S.T., M.T., M.M., I.P.U., membedah materi mendalam mengenai strategi esensial yang wajib dimiliki oleh mahasiswa informatika dan teknologi agar memiliki daya saing tinggi saat lulus nanti. Materi tersebut disampaikan pada kuliah umum yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Menurut Dr. Arif, dunia industri saat ini bergerak sangat cepat ke arah digitalisasi, otomasi, dan efisiensi sistem. Sebagai contoh, industri manufaktur dan hilirisasi kini masif mengadopsi produk konsumen berbasis komputasi cerdas, seperti pengontrol elektronik pada pendingin ruangan (air conditioner), oven pintar, hingga sistem telematics untuk pelacakan kontainer logistik. Oleh karena itu, penguasaan kemampuan komputasi dan kontrol elektronik menjadi modal teknis primer yang sangat dicari oleh perusahaan.

Di samping kemampuan teknis (hard skills), kunci utama untuk bertahan dan berkembang di industri terletak pada fondasi mental berupa perilaku terus belajar (keep learning). Dunia kerja dipenuhi oleh ketidakpastian dan teknologi yang terus diperbarui, sehingga lulusan baru tidak boleh malu untuk mencari tahu, berdiskusi dengan rekan kerja senior, memanfaatkan mesin pencari Google, hingga mengeksplorasi kecerdasan buatan demi menemukan solusi atas kendala operasional di lapangan.

Selain itu, aspek penting lainnya adalah penerapan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Karyawan yang bernilai tinggi di mata perusahaan adalah mereka yang tidak sekadar bekerja secara monoton, melainkan aktif memberikan gagasan perbaikan. Melalui komunikasi yang baik dengan jajaran manajemen serta eksekusi solusi digitalisasi, seorang pekerja akan mampu memberikan dampak efisiensi yang signifikan bagi operasional perusahaan hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Lebih lanjut, dalam materi diskusi interaktif mengenai penempatan kerja di wilayah industri strategis seperti Batam atau Bandung, Dr. Arif mengingatkan agar lulusan baru fokus membangun kompetensi dan unjuk kinerja terlebih dahulu pada fase awal kerja. Ketika kualitas kerja dan kontribusi nyata (improvement) telah terlihat secara nyata, posisi tawar individu tersebut secara otomatis akan meningkat secara linier di mata manajemen korporasi. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kuliah-umum-Fakultas-Teknologi-Industri-FTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-07 09:07:572026-07-07 09:07:57Pentingnya Continuous Improvement dan Sikap Keep Learning bagi Lulusan Informatika

KKN UAD Kenalkan Eco-Enzyme sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik

07/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan eco-enzyme sebagai solusi pengolahan sampah organik (Foto. KKN UAD)

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Periode 104 Unit I.C.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan pelatihan dan praktik pembuatan eco-enzyme pada 29 Mei 2026, di RW 12, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang kreatif dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian, manfaat, dan tahapan pembuatan eco-enzyme, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung bersama masyarakat. Peserta diajarkan memilih bahan organik yang sesuai, mencampurkan bahan dengan komposisi yang tepat, serta memahami proses fermentasi hingga eco-enzyme siap digunakan.

Mahesa, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat selaku pemateri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah rumah tangga.

“Melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan bahwa sampah organik tidak harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan pengolahan yang sederhana, limbah dapur dapat diubah menjadi eco-enzyme yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga maupun lingkungan,” ujar Mahesa.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unit I.C.3, Ahmad Faizal Rangkuti, S.K.M., M.Kes. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk edukasi yang dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara mandiri. Harapannya, pengurangan sampah dapat dimulai dari tingkat rumah tangga sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ketua RW 12 Sorosutan, Prof. Dr. H. Suwandi, S.Ag., M.Ag., M.Pd. mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.

“Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang mudah diterapkan oleh warga. Kami berharap masyarakat dapat mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara rutin sehingga jumlah sampah organik dapat berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih,” ungkapnya.         

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah organik, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Program pelatihan pembuatan eco-enzyme diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-eco-enzyme-sebagai-solusi-pengolahan-sampah-organik-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-07 08:48:542026-07-07 09:08:11KKN UAD Kenalkan Eco-Enzyme sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik

UAD Raih Dua Penghargaan Anugerah Humas LLDIKTI Wilayah V 2026

06/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua penghargaan Anugerah Humas LLDIKTI Wilayah V 2026 (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi di bidang kehumasan dengan meraih Terbaik I Pengelolaan Media Sosial dan Terbaik II Pengelolaan Laman pada Anugerah Humas LLDIKTI Wilayah V Tahun 2026 yang berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen UAD dalam menghadirkan layanan informasi yang cepat, akurat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Bidang Humas dan Protokol UAD, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik di lingkungan universitas.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Universitas Ahmad Dahlan dalam menghadirkan layanan informasi yang cepat, akurat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat. Bagi kami di Humas UAD, capaian ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik,” ujarnya.

Menurut Ariadi, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen di UAD. Sinergi antara pimpinan, unit kerja, fakultas, program studi, hingga seluruh keluarga besar UAD telah menciptakan ekosistem komunikasi yang positif dan terpercaya.

Dalam mengelola media sosial dan laman resmi universitas, Humas UAD berupaya menjadikan kedua platform tersebut sebagai sumber informasi utama yang kredibel dan mudah diakses masyarakat. Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari kualitas dan akurasi informasi, kecepatan penyampaian berita, konsistensi identitas visual dan pesan institusi, hingga relevansi konten dengan kebutuhan audiens.

Selain itu, optimalisasi website terus dilakukan agar semakin informatif, mudah dinavigasi, ramah pengguna, serta mendukung keterbukaan informasi publik. Seluruh konten yang dipublikasikan juga diupayakan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi memberikan nilai edukatif sekaligus memperkuat citra positif UAD.

Meski demikian, Ariadi mengakui bahwa pengelolaan komunikasi publik di era digital memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah mengelola arus informasi yang sangat dinamis dari berbagai unit di lingkungan UAD, sembari memastikan setiap informasi telah melalui proses verifikasi sehingga tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Di era digital, masyarakat menuntut informasi yang cepat tanpa mengurangi kualitas. Untuk menjawab tantangan tersebut, kami memperkuat koordinasi dengan seluruh unit kerja, fakultas, dan program studi, membangun alur komunikasi yang lebih efektif, menerapkan perencanaan konten secara terstruktur, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap performa media sosial maupun website,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan kompetensi tim melalui berbagai pelatihan juga terus dilakukan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tren komunikasi digital yang terus berubah.

Ke depan, penghargaan yang diraih menjadi motivasi bagi Humas dan Protokol UAD untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat. Transformasi digital akan semakin diperkuat melalui pengembangan konten yang kreatif, edukatif, dan berbasis kebutuhan audiens.

Selain meningkatkan pemanfaatan data analitik untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran, Humas UAD juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di lingkungan internal maupun eksternal universitas. Optimalisasi website sebagai pusat informasi yang terintegrasi dengan berbagai platform digital juga menjadi salah satu fokus pengembangan.

“Selain itu, kami akan terus memperkuat komunikasi dua arah dengan masyarakat sehingga layanan informasi yang diberikan semakin cepat, adaptif, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan reputasi Universitas Ahmad Dahlan,” tutup Ariadi. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/feed-juara-1-2-medsos-laman-lldikti.jpg.jpeg 1768 2160 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-06 09:10:152026-07-06 09:10:15UAD Raih Dua Penghargaan Anugerah Humas LLDIKTI Wilayah V 2026
Page 4 of 505«‹23456›»

TERKINI

  • Rektorat dan Aliansi Mahasiswa UAD Bersinergi Kawal Penanganan Kekerasan Seksual16/07/2026
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Gelar Dahlan Culture Run 202616/07/2026
  • RE-VIBES IMM Farmasi UAD Kembangkan Literasi Kritis melalui Diskusi Buku16/07/2026
  • Press Release Universitas Ahmad Dahlan15/07/2026
  • Gelar Two Thousand Show Vol. 2, Mahasiswa Ilkom UAD Hidupkan Memori Era 2000-an15/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa Magister Farmasi UAD Raih Prestasi Lomba Poster Nasional16/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Penulisan Naskah Lakon Peksimiprov 202615/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 202615/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 202614/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 202614/07/2026

FEATURE

  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top