• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

KBM FAI UAD Gelar Kongres untuk Memperkuat Sinergi

29/07/2026/in Terkini /by Ard

KBM FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar kongres untuk memperkuat sinergi (Foto. KBM FAI UAD)

Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (DPM FAI UAD) sukses menyelenggarakan Kongres KBM FAI 2026. Kegiatan akbar yang mengusung tema “Mewujudkan KBM FAI yang Progresif, Kolaboratif, dan Berintegritas” ini berlangsung selama lima hari berturut-turut pada tanggal 17-21 Juli 2026.

Ketua DPM FAI UAD, Gaesa Kahfi, menjelaskan bahwa kongres ini memegang kedudukan yang sangat penting bagi dinamika organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas. Pasalnya, forum tertinggi ini hanya dilaksanakan satu kali dalam satu periode kepengurusan.

Pelaksanaan Kongres KBM FAI 2026 melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen di lingkungan fakultas. Mulai dari peserta tetap, peserta peninjau dari unsur alumni, panitia, pimpinan sidang, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FAI, pihak dekanat, hingga perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) dan DPM Universitas yang semuanya memegang peran positif masing-masing.

Uniknya, rangkaian sidang dan acara disebar di beberapa lokasi strategis demi memfasilitasi kebutuhan KBM FAI secara maksimal sekaligus efisiensi anggaran. Hari pertama kegiatan dipusatkan di Ruang Serbaguna Gedung Utama Kampus 4, kemudian berlanjut ke SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta pada hari kedua. Memasuki hari ketiga, persidangan dilanjutkan di Ruang Auditorium Kampus 2A, sebelum akhirnya ditutup di Aula IC UAD Kampus 4 pada hari keempat dan kelima.

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan Studium Generale untuk bersama-sama menyatukan pandangan terkait kesiapan KBM FAI di masa depan, yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai sidang pleno hingga ditutup dengan pelantikan pengurus baru. Meski sempat menemui sedikit kendala teknis seperti beberapa mahasiswa yang belum sepenuhnya memahami alur persidangan, jalannya musyawarah tetap kondusif dan terkendali dalam koridor tata tertib yang berlaku.

Kahfi mengungkapkan bahwa ada dinamika positif yang sangat mencolok pada penyelenggaraan kongres tahun ini, yakni meningkatnya keberanian berpendapat dari kalangan mahasiswa muda.

“Dinamika yang unik pada kongres hari ini adalah rasa kepemilikan KBM FAI mulai tumbuh. Dilihat dari kongres periode sebelumnya yang mahasiswa semester 2 masih belum berani angkat berbicara, namun kongres periode ini sebaliknya,” ungkapnya.

“Di sini membuktikan bahwa dalam urun kebaikan jangan menunggu satu sampai tiga periode di Ormawa. Namun, cukup kita punya rasa memiliki, maka ketika ada yang terluka semua ikut andil untuk mengobati dan mengharapkan kesembuhan,” imbuh Kahfi penuh semangat.

Melalui siding-sidang pleno dan komisi yang telah disepakati, kongres ini menghasilkan berbagai keputusan penting. KBM FAI diimbau untuk sama-sama membaca dan mencermati hasil sidang komisi yang memuat berbagai rekomendasi untuk FAI selanjutnya agar arah gerak organisasi menjadi lebih terarah sebagai hasil musyawarah bersama.

Menutup rangkaian wawancara, Kahfi berpesan kepada para pengurus baru dan seluruh KBM FAI agar senantiasa merawat nilai-nilai sinergi dan kebermanfaatan dalam mengarungi kepengurusan ke depan. “Apa yang telah dicapai kongres ini dapat menjadi cerminan bahwa kita janganlah sendiri, kita punya keluarga di FAI ini. Untuk para pengurus Ormawa FAI, jangan pernah berhenti memberikan kontribusi sekecil apapun untuk FAI, sekadar memberikan senyuman sesama FAI itu sudah termasuk kontribusi psikologis,” pesan Kahfi.

“Kemudian untuk KBM FAI, tolong jangan pernah diam ketika kalian ada masalah, sampaikan walau itu hanya satu kata. Budaya perbaikan berkelanjutan, sinergi, dan kebermanfaatan mari kita bawa hingga akhir hayat nanti,” pungkasnya. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KBM-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-kongres-untuk-memperkuat-sinergi-Foto.-KBM-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-29 09:46:312026-07-29 09:46:31KBM FAI UAD Gelar Kongres untuk Memperkuat Sinergi

Memaknai Hakikat Penciptaan dan Urgensi Menuntut Ilmu

29/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Ustaz Muhammad Arief Ash-Shafi (Foto. Ana)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar agenda rohani rutin bagi sivitas akademika dan masyarakat luas melalui Kajian Rutin Ahad Pagi. Bertempat di Masjid Islamic Center UAD pada Ahad, 12 Safar 1448 H / 26 Juli 2026 M, kegiatan ini menghadirkan penceramah Ustaz Muhammad Arief Ash-Shafi, Lc. yang mengupas tuntas tema krusial bertajuk “Ilmu Wajib”.

Dalam pemaparannya, kajian dibuka dengan mengingatkan kembali esensi utama kehadiran manusia di muka bumi. Mengutip ayat Al-Qur’an dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56, dijelaskan bahwa tujuan penciptaan manusia tidak lain adalah untuk beribadah dan menghamba sepenuhnya kepada Allah SWT.

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku,” terangnya saat menjabarkan makna lil-hashr dalam tata bahasa Arab yang menegaskan bahwa tidak ada tujuan lain penciptaan manusia selain beribadah.

Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa konsep ibadah tidak boleh disempitkan hanya pada ritual vertikal seperti salat, zakat, atau puasa saja. Ibadah mencakup seluruh bentuk interaksi vertikal maupun horizontal, yang intinya adalah kepatuhan mutlak seorang hamba terhadap segala perintah dan larangan Sang Pencipta.

Oleh karena itu, tugas utama seorang hamba yang berkedudukan sebagai khalifah di bumi adalah mengenali batasan-batasan tersebut. Di sinilah urgensi menuntut ilmu menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.

“Tugas pertama seorang hamba adalah mengetahui perintah dan larangan Allah SWT,” tegasnya. Pemahaman keliru di tengah masyarakat mengenai definisi ilmu wajib turut diluruskan. Ilmu yang diwajibkan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya “talabul ‘ilmi faridatun ‘ala kulli muslim” bukanlah ilmu formal umum seperti matematika, melainkan ilmu mendasar terkait hal yang dihukumi wajib dan haram bagi seorang Muslim.

Kajian ini turut mengingatkan para jemaah bahwa kebodohan atau alasan “tidak tahu” tidak dapat dijadikan pembelaan di hadapan Allah SWT kelak. Berbeda dengan kondisi khusus seperti anak-anak yang belum balig, orang tidur, orang gila, atau seseorang yang bertindak karena berada dalam tekanan paksaan, ketidaktahuan akibat enggan belajar ilmu agama tidaklah menggugurkan akuntabilitas amal.

Melalui penyelenggaraan Kajian Rutin Ahad Pagi ini, diharapkan jemaah dan masyarakat muslim dapat terus meningkatkan kesadaran spiritual serta menjadikan pencarian ilmu agama sebagai prioritas utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang diridai Allah SWT. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Ustaz-Muhammad-Arief-Ash-Shafi-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-29 09:38:472026-07-29 09:38:47Memaknai Hakikat Penciptaan dan Urgensi Menuntut Ilmu

Mahasiswa UAD Olah Limbah Ampas Tahu Menjadi Suvenir Khas Yogyakarta

29/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) olah limbah ampas tahu menjadi suvenir khas Yogyakarta (Foto. Tim TOFILOKA)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri UAD berhasil lolos Pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 melalui inovasi usaha TOFILOKA, produk suvenir khas Yogyakarta yang memanfaatkan limbah ampas tahu sebagai bahan utama.

Tim TOFILOKA terdiri atas Muhammad Khairul Anam sebagai ketua, dengan anggota Mochamad Geren Wibisana, Adnan Bintang Nur F., Afifa Puspa Wardhana, dan Annida Shafa Salsabila. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan.

Ketua tim, Muhammad Khairul Anam, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan lolos pendanaan P2MW merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota tim, dukungan dosen pembimbing, serta kolaborasi yang terjalin selama proses penyusunan proposal.

Ia menjelaskan, “TOFILOKA hadir sebagai inovasi produk suvenir yang mengangkat konsep keberlanjutan. Produk ini memanfaatkan serat ampas tahu yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi berbagai suvenir bernilai estetika, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Ide tersebut berangkat dari dua persoalan yang saling berkaitan, yakni belum optimalnya pemanfaatan limbah ampas tahu yang berpotensi mencemari lingkungan serta meningkatnya kebutuhan wisatawan terhadap suvenir khas Yogyakarta yang unik dan memiliki nilai cerita.

“TOFILOKA hadir sebagai solusi dengan mengubah limbah ampas tahu menjadi produk suvenir bernilai jual. Selain mengurangi limbah, produk ini juga mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM,” tambah Khairul.

Berbeda dengan suvenir pada umumnya, TOFILOKA memiliki sejumlah keunggulan. Produk ini menggunakan bahan baku limbah yang ramah lingkungan, mengusung desain dengan identitas budaya Yogyakarta, memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan limbah yang belum diolah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular. Tidak hanya itu, setiap produk juga memiliki nilai edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Dalam proses mengikuti seleksi P2MW, tim melakukan berbagai tahapan persiapan secara intensif. Mulai dari identifikasi permasalahan, riset pasar, pengembangan produk, penyusunan proposal, penyempurnaan model bisnis, hingga konsultasi bersama dosen pembimbing. Berbagai masukan yang diterima kemudian dijadikan bahan evaluasi sehingga proposal yang diajukan semakin matang.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran berbagai pihak, mulai dari seluruh anggota tim, dosen pembimbing, Program Studi Teknik Industri UAD, hingga berbagai pihak yang memberikan masukan selama proses pengembangan usaha.

Setelah memperoleh pendanaan, tim menargetkan peningkatan kualitas dan kapasitas produksi TOFILOKA, memperluas pemasaran baik secara daring maupun luring, memperkuat branding produk, serta menjalin kolaborasi dengan UMKM dan berbagai mitra strategis.

Khairul berharap TOFILOKA dapat berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan. Selain mampu menciptakan lapangan kerja, usaha ini juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi produk bernilai tambah sekaligus menjadi salah satu suvenir khas Yogyakarta yang dikenal masyarakat luas. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-olah-limbah-ampas-tahu-menjadi-suvenir-khas-Yogyakarta-Foto.-Tim-TOFILOKA.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-29 09:32:382026-08-10 10:38:25Mahasiswa UAD Olah Limbah Ampas Tahu Menjadi Suvenir Khas Yogyakarta

Tim Dosen UAD Latih Siswa SMA Berdakwah Melalui Film Pendek

29/07/2026/in Terkini /by Ard

Tim Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan pelatihan film pendek di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta (Foto. Fitrinanda)

SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta bersama tim dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan produksi film pendek bertema nilai keislaman dan kepemimpinan pelajar bagi 20 siswa, dalam dua tahap workshop pada 13 Februari dan 16 Juni 2026.

Tim dosen tersebut terdiri dari Gibbran Prathisara, S.Sn., M.Sn., dan Fitrinanda Annur, S.I.Kom., M.A. dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Bambang Robi’in, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Informatika.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini digagas untuk mengarahkan aktivitas media siswa yang selama ini masih sebatas dokumentasi kegiatan menjadi karya audiovisual yang komunikatif dan sarat pesan. Penyusunan ide cerita, skenario, dan praktik pengambilan gambar menggunakan pendekatan project-based learning.

Selama ini, aktivitas media siswa di sekolah memang cukup aktif, namun sebagian besar masih berupa dokumentasi kegiatan, bukan karya kreatif yang menyampaikan pesan. Padahal, minat siswa terhadap dunia sinematografi dan storytelling terbilang tinggi, sejalan dengan tren generasi muda yang semakin akrab dengan produksi konten digital. Kesenjangan itulah yang mendorong tim pengabdian merancang program pelatihan yang sistematis, bukan sekadar pendampingan sesaat.

“Siswa sebenarnya sudah cukup aktif membuat konten, tetapi arahnya masih dokumentatif. Belum banyak yang berani mengolah ide cerita menjadi karya yang punya pesan moral dan nilai keislaman,” ujar Gibbran.

Pada tahap pertama workshop pengembangan konsep kreatif, siswa dikenalkan pada teknik dasar storytelling dan penulisan skenario, lalu dibagi ke dalam kelompok kecil untuk merancang ide cerita secara kolaboratif. Hasilnya, peserta berhasil menyusun ide cerita orisinal yang mengangkat tema keislaman dan kepemimpinan pelajar, lengkap dengan draf skenario sebagai bekal produksi.

Empat bulan kemudian, tahap implementasi produksi audiovisual dilaksanakan. Pada tahap ini siswa belajar memecah skenario menjadi shot list, memahami dasar-dasar tata kamera, hingga terjun langsung mempraktikkan pengambilan gambar.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari kepala sekolah dan jejaring alumni IKAMUHA, di samping pendampingan dua guru pembina yang mengawal siswa dari awal hingga akhir program. Selama proses berlangsung, tim pengabdian dan peserta terhubung melalui grup WhatsApp untuk konsultasi produksi, memantau perkembangan tiap kelompok.

Salah satu peserta mengaku baru menyadari bahwa membuat film ternyata tidak sesederhana merekam dengan ponsel. “Ternyata harus ada skenario dulu, shot list, baru syuting. Prosesnya lama tapi seru, apalagi ceritanya juga harus ada pesan baiknya,” ungkap salah satu siswa peserta pelatihan.

Bagi tim pengabdian, capaian ini sejalan dengan semangat Risalah Islam Berkemajuan, yakni inovatif, profesional, dan dedikatif, yang coba ditanamkan lewat setiap tahap produksi. Film pendek dipandang sebagai media dakwah kultural yang relevan dengan cara generasi muda berkomunikasi hari ini.

Sebagai tindak lanjut, sekolah berkomitmen menjadikan produksi film pendek sebagai bagian dari ekstrakurikuler rutin, sehingga siswa dapat terus mengasah keterampilan sinematografi sekaligus kepemimpinan mereka setiap tahun. Tim pengabdian turut membuka peluang kolaborasi lanjutan, termasuk kemungkinan menggelar kompetisi film antarsekolah Muhammadiyah di masa mendatang.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh LPPM UAD. Hal ini sebagai wujud kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat literasi media dan karakter pelajar di lingkungan sekolah Muhammadiyah. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-pelatihan-film-pendek-di-SMA-Muhammadiyah-2-Yogyakarta-Foto.-Fitrinanda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-29 09:24:172026-07-29 11:41:45Tim Dosen UAD Latih Siswa SMA Berdakwah Melalui Film Pendek

Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 2026

28/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara 2 lomba video kreatif Dahlan Culture Festival 2026 (Foto. Varanssa)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi di bidang kreativitas. Tim mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi berhasil meraih Juara 2 Lomba Video Kreatif dalam ajang Dahlan Culture Festival 2026 yang diselenggarakan oleh IMM FAI UMY pada 18 Juli 2026.

Tim yang terdiri atas Varanssa Cloudys Dy September, Aninda Rahayu, dan Arkan Taqi Adhiya Prigma Buana berhasil memukau dewan juri melalui karya video kreatif yang mengangkat keindahan dan daya tarik Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar dan destinasi budaya.

Varanssa Cloudys Dy September mengatakan, “Saya sangat senang sekali. Ini merupakan kejuaraan pertama saya di Yogyakarta sehingga menjadi pengalaman yang memiliki kenangan tersendiri dan akan selalu saya ingat,” ujarnya.

Menurut Varanssa, ide utama video yang mereka buat berangkat dari keinginannya untuk memperkenalkan Yogyakarta kepada masyarakat yang belum memiliki kesempatan merasakan kehidupan sebagai mahasiswa di kota tersebut. “Karena saya berkuliah di Yogyakarta, saya ingin memperkenalkan kota ini lebih dalam kepada teman-teman yang mungkin belum pernah kuliah atau tinggal di sini. Saya ingin menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki banyak hal menarik yang layak dikenal,” katanya.

Proses produksi video dilakukan secara kolaboratif selama satu pekan, mulai dari penyusunan konsep, penulisan naskah, penyusunan storyboard, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, ketiga anggota tim memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

“Kami bertiga memang berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi, sehingga sudah terbiasa belajar mengenai penulisan naskah, penyusunan narasi, teknik pengambilan gambar, hingga manajemen produksi video. Hal itu membuat kerja sama dan chemistry kami selama proses produksi berjalan dengan sangat baik,” jelasnya.

Ia menilai keberhasilan tim meraih Juara 2 tidak terlepas dari kualitas teknis video yang disajikan. Menurutnya, penyampaian narasi yang jelas, pengambilan gambar yang terstruktur, serta penggunaan materi visual yang bebas hak cipta menjadi nilai lebih dari karya yang mereka hasilkan.

Meski pada awalnya tidak terlalu percaya diri untuk meraih kemenangan, hasil yang diperoleh justru menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkarya di bidang videografi. “Pengalaman ini membuat kami semakin yakin untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan,” tuturnya.

Varanssa berharap prestasi tersebut menjadi awal yang baik bagi perjalanan akademik dan pengembangan dirinya, terutama dalam menentukan peminatan yang akan dipilih pada semester lima, yakni antara bidang Broadcasting atau Public Relations.

Varanssa menambahkan, “Jangan takut kalah atau merasa minder karena tidak memiliki perangkat yang mahal. Kami pun membuat video ini hanya menggunakan telepon genggam Android. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, terus mencoba, dan berani menunjukkan karya,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-2-lomba-video-kreatif-Dahlan-Culture-Festival-2026-Foto.-Varanssa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-28 13:15:142026-07-28 13:15:14Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 2026

Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 2026

28/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 2026 (Foto. Syaiful)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ahmad Syaiful Hadi, kembali menorehkan prestasi di bidang seni pertunjukan. Mahasiswa yang aktif di Komunitas Jejak Imaji dan Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) tersebut berhasil meraih Juara III Tangkai Lomba Monolog pada Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (PEKSIMIPROV) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026.

Di balik capaian tersebut, Syaiful atau yang kerap disapa Ipul mengaku perasaannya bercampur aduk. Ia bersyukur masih dapat membawa pulang prestasi untuk Universitas Ahmad Dahlan, tetapi di sisi lain juga merasa belum puas karena kembali meraih peringkat yang sama seperti pada keikutsertaannya sebelumnya. “Perasaan saya sebenarnya cenderung sedih karena belum berhasil meraih juara satu. Ini adalah kali kedua saya mendapatkan Juara III di PEKSIMIPROV. Namun, saya menjadikan hasil ini sebagai evaluasi bahwa eksplorasi saya di dunia keaktoran masih bisa terus dikembangkan dan masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik.”

Ipul menjelaskan bahwa naskah monolog yang dibawakannya bukanlah karya baru. Naskah tersebut pernah dipentaskan dua tahun sebelumnya, sehingga proses persiapan lebih difokuskan pada pendalaman karakter, interpretasi, dan penyempurnaan penampilan. Seluruh rangkaian latihan berjalan lancar berkat kerja sama tim produksi yang solid.

Menurutnya, keberhasilan penampilan tidak terlepas dari peran para kolaborator yang terlibat, mulai dari sutradara, penata musik, penata artistik, penata cahaya, stage manager, hingga penata kostum. Setiap proses dirancang dan dijalankan sesuai dengan konsep yang telah disepakati sejak awal sehingga seluruh persiapan dapat berlangsung dengan baik.

Selain dukungan dari tim, Ipul juga mengapresiasi Universitas Ahmad Dahlan yang memberikan pendampingan secara maksimal selama proses persiapan menuju PEKSIMIPROV. Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitas dan pembinaan, tetapi juga motivasi serta pendampingan intensif dari dosen pembimbing.

“Kampus sangat mendukung. Kami mendapatkan pembinaan yang serius, mulai dari proses membaca dan membahas naskah hingga hari pertunjukan. Dukungan moral maupun finansial dari kampus membuat kami lebih percaya diri untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam pementasan.”

Dalam proses menuju kompetisi, tantangan terbesar yang dihadapi adalah perubahan lokasi pelaksanaan lomba. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya cabang monolog digelar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, tahun ini kompetisi diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Perubahan tersebut membuat tim harus menyesuaikan kembali konsep panggung, penataan artistik, pencahayaan, serta berbagai aspek teknis lainnya agar tetap sesuai dengan kebutuhan pertunjukan.

Bagi Ipul, momen yang paling berkesan justru bukan ketika menerima penghargaan, melainkan seluruh proses latihan yang dijalani bersama tim. Sejak awal, ia mengikuti PEKSIMIPROV bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara, melainkan sebagai ruang untuk mengeksplorasi kemampuan akting secara personal sekaligus mengembangkan proses kreatif secara kolektif.

Melalui ajang ini, Ipul memperoleh pelajaran bahwa setiap kesempatan harus dimanfaatkan secara maksimal. Ipul bertekad akan terus mengembangkan kemampuan aktingnya dengan bergabung dalam berbagai komunitas teater di Yogyakarta, mengikuti produksi film maupun pementasan teater, serta belajar dari para senior yang telah lebih dahulu berkecimpung di dunia seni pertunjukan. Ia berharap dapat memperoleh lebih banyak pengalaman dan suatu saat tampil pada panggung-panggung seni berskala nasional maupun internasional.

Prestasi yang diraih Ahmad Syaiful Hadi menunjukkan bahwa mahasiswa UAD tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkiprah dan berprestasi di bidang seni. Semangat untuk terus belajar, berproses, dan mengeksplorasi diri menjadi modal penting dalam melahirkan seniman muda yang kreatif dan berdaya saing. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Juara-III-Monolog-pada-PEKSIMIPROV-DIY-2026-Foto.-Syaiful.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-28 13:01:502026-07-28 13:01:50Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 2026

Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga

28/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Ustaz Rofiul Wahyudi (Foto. Mawar)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Ahad Pagi pada, 19 Juli 2026. Pada kesempatan tersebut, Ustaz Rofiul Wahyudi, S.E.I., M.E.I., Ph.D., anggota Majelis Tabligh PWM DIY sekaligus dosen Perbankan Syariah UAD, menyampaikan materi bertajuk “Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga.”

Dalam ceramahnya, Ustaz Rofiul mengajak jemaah untuk terus berupaya membangun keluarga yang tidak hanya bahagia di dunia, tetapi juga memperoleh keselamatan di akhirat. Menurutnya, setiap keluarga perlu menjaga empat pilar utama agar kehidupan rumah tangga senantiasa berada dalam keberkahan Allah Swt.

Pilar pertama yang disampaikan adalah menjaga akidah dan ibadah. Ia menegaskan bahwa identitas seorang muslim harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui komitmen menutup aurat sesuai syariat. Menurutnya, menjaga identitas keislaman tidak cukup dilakukan ketika berada di masjid atau pengajian, tetapi juga harus diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari sebagai bentuk keteguhan akidah.

Selain menjaga akidah, Ustaz Rofiul menjelaskan bahwa seluruh aktivitas dapat bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah. Menuntut ilmu, bekerja mencari nafkah, makan, minum, hingga beristirahat dapat menjadi ibadah selama dilakukan dengan niat yang benar. Oleh sebab itu, umat Islam didorong untuk selalu memperbaiki niat dalam setiap aktivitas kehidupan.

Pilar kedua adalah menjaga semangat belajar ilmu agama. Menurutnya, kewajiban menuntut ilmu tidak mengenal batas usia. Ia mengajak masyarakat untuk terus mengikuti majelis ilmu, membaca Al-Qur’an, mempelajari hadis, serta tidak ragu bertanya kepada para ulama ketika menemui persoalan agama. “Ilmu agama menjadi bekal penting agar setiap ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat,” ujarnya.

Selanjutnya, Ustaz Rofiul mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai pilar ketiga. Ia menuturkan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga pola makan, memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, serta mengatur jumlah makanan secara proporsional agar tubuh tetap sehat dan produktif.

Pilar terakhir adalah menjaga maisyah atau kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, Islam mengajarkan sikap qanaah (merasa cukup) dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah Swt. Sikap tersebut menjadi benteng agar seseorang tidak mudah tergoda gaya hidup konsumtif yang berlebihan. Ia juga mengajak jemaah untuk meneladani kesederhanaan Rasulullah saw. dalam menjalani kehidupan.

Menjelang akhir kajian, Ustaz Rofiul kembali menegaskan bahwa keempat pilar tersebut saling berkaitan dalam membentuk keluarga yang kokoh, harmonis, serta memperoleh kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Ustaz-Rofiul-Wahyudi-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-28 08:59:002026-07-28 08:59:00Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga

PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Gunakan Aplikasi Digital SI-WARAS

28/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih kader gunakan aplikasi digital SI-WARAS (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar kegiatan Pelita Kader Pertemuan 5 sebagai bagian dari implementasi program HAMEMAYU WARASING DESA. Kegiatan yang berfokus pada pelatihan penggunaan aplikasi SI-WARAS (Sistem Informasi Warasing Desa) ini dilaksanakan di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Acara ini dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Agung, para kader kesehatan setempat, serta Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM FKM UAD yang bertindak sebagai pemateri dan fasilitator. Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kalurahan Caturharjo, Agung menyampaikan apresiasi atas inovasi digital yang dikembangkan oleh mahasiswa melalui SI-WARAS. Beliau berharap sistem tersebut mampu membantu kader dalam melakukan pencatatan data kesehatan masyarakat secara lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, disusul dengan pemaparan materi mengenai tujuan pengembangan sistem, manfaat aplikasi, alur kerja, hingga prosedur penginputan data dan pemanfaatan dashboard untuk monitoring serta evaluasi kesehatan masyarakat. Setelah memahami alur sistem, seluruh kader kesehatan mempraktikkan langsung penggunaan SI-WARAS dengan pendampingan intensif dari tim mahasiswa. Kader melakukan simulasi secara mandiri, mulai dari proses login, pengisian identitas sasaran, input hasil pemeriksaan skrining, hingga melihat rekapitulasi data pada dashboard.

Guna menjaga semangat dan kekompakan peserta selama pelatihan berlangsung, kegiatan juga diselingi dengan sesi ice breaking yang interaktif. Evaluasi kemudian dilakukan melalui sesi post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengoperasikan sistem pencatatan digital tersebut.

Melalui pelatihan ini, seluruh kader kesehatan Kalurahan Caturharjo diharapkan mampu mengoperasikan SI-WARAS secara mandiri. Digitalisasi pencatatan ini ditargetkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis kader sekaligus mendukung keberlanjutan program dalam pengendalian faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-latih-kader-gunakan-aplikasi-digital-SI-WARAS-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-28 08:00:392026-07-28 08:47:15PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Gunakan Aplikasi Digital SI-WARAS

Tim PkM Farmasi UAD Beri Penyuluhan Kesehatan Terpadu Lansia di Mergangsan

27/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PkM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) beri penyuluhan kesehatan terpadu lansia di Mergangsan (Foto. Tim PKM UAD)

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan program penyuluhan kesehatan terpadu. Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Lansia dengan Senam Brain Gym dan Edukasi Demensia” ini dilaksanakan secara komprehensif pada Sabtu, 18 Juli 2026 di RW 18, Mergangsan, Yogyakarta. 

Program pemberdayaan ini diketuai oleh Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si., dengan didampingi oleh dua anggota dosen, yakni apt. Prita Anggraini Kartika Sari, M.Farm. dan Dr. apt. Arif  Budi Setianto, M.Si. Pelaksanaan di lapangan digerakkan oleh tim kolaborasi mahasiswa lintas keilmuan. 

Anggota tim mahasiswa tersebut terdiri dari Fatma Marni Sarkol dan Muhammad Rafli Ichwan Rinaldo dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, serta deretan mahasiswa Program Studi Farmasi yang meliputi Evan Ardi Kusuma, Namira Nur Aufa, Lolita Asyifa, Ilvana Rajabti, Fira Dwi Salshabirah, Alivia Hedy Putri, dan Wahyu Dyah Sarahsvati Kurniawan. 

Rangkaian kegiatan pada pagi hari dibuka dengan sesi senam pencegahan demensia atau Brain Gym. Senam ini dirancang khusus dengan gerakan ringan untuk merangsang memori, konsentrasi, dan saraf kognitif lansia. Manfaat positif dari rutinitas senam ini langsung dirasakan oleh peserta.

“Alhamdulillah, badan terasa lebih fresh. Daya ingat juga dirasa lebih meningkat dan tubuh terasa lebih bugar,” ungkap Ibu Putri Wijayanti, salah satu lansia peserta Brain Gym.

Setelah senam, acara dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sediaan jamu kunyit. Tim PkM Farmasi UAD tidak sekadar membuat jamu tradisional biasa, melainkan memberikan inovasi berupa penambahan lada hitam untuk mengoptimalkan penyerapan senyawa aktif yang baik bagi tubuh.

Inovasi dan edukasi takaran bahan ini mendapat apresiasi tinggi dari kader setempat. Novita Wulandari, salah satu anggota Kader Lansia RW 18, menuturkan bahwa ilmu yang diberikan sangat aplikatif bagi warga.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan informasinya sangat lengkap. Ternyata penambahan lada hitam pada kunyit asam biasa bisa memberikan manfaat kesehatan yang jauh lebih optimal. Selain itu, takaran pembuatannya mudah dipraktikkan, serta bahan-bahannya pun murah dan terjangkau,” jelas Novita.

Memasuki sore hari, fokus kegiatan beralih pada pelayanan cek kesehatan komprehensif bagi para lansia. Sesi pemeriksaan ini dipadukan dengan pemaparan materi edukasi mengenai pentingnya kualitas tidur yang baik. Lansia diberikan pemahaman mengenai pola istirahat yang tepat agar tubuh tetap bugar di usia senja.

Didukung penuh oleh pihak Kader Lansia RW 18, seluruh rangkaian kegiatan dari pagi hingga sore ini diharapkan mampu mendorong para lansia di Mergangsan untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatan secara holistik, baik melalui aktivitas fisik yang rutin, pola tidur teratur, maupun pemanfaatan sediaan herbal secara tepat dan terstandar. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PkM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-beri-penyuluhan-kesehatan-terpadu-lansia-di-Mergangsan-Foto.-Tim-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-27 09:26:422026-07-27 09:26:42Tim PkM Farmasi UAD Beri Penyuluhan Kesehatan Terpadu Lansia di Mergangsan

Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Kuliah Tamu Internasional

27/07/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar kuliah tamu internasional (Foto. Ana)

Program Studi Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperkuat komitmen akademik global dengan menyelenggarakan International Guest Lecture bertema “Islamic Social Finance Models: Lessons from Malaysia and Indonesia”. Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, akademisi, dan praktisi ini berlangsung secara luring di Amphitarium Kampus 4 UAD pada Senin, 20 Juli 2026.

Kuliah tamu internasional ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yakni Asst. Prof. Dr. Noor Aimi Mohamad Puad dari International Islamic University of Malaysia (IIUM) dan Rofiul Wahyudi, Ph.D. dari UAD. Kehadiran para pakar ini bertujuan untuk memberikan perbandingan mendalam mengenai strategi dan tata kelola keuangan sosial Islam di kedua negara serumpun.

Dalam pemaparannya, Rofiul Wahyudi, Ph.D. menyoroti penguatan pengelolaan zakat di Indonesia yang semakin akuntabel dan transparan melalui implementasi Zakat Core Principles (ZCP) serta optimalisasi kinerja Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Sementara itu, Asst. Prof. Dr. Noor Aimi Mohamad Puad memaparkan peta jalan keuangan sosial Islam di Malaysia yang ditopang oleh empat instrumen utama: Zakat, Waqf, Sadaqah, dan Qard Hasan. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan zakat dan wakaf di Malaysia didukung oleh kerangka kelembagaan yang kuat, mulai dari State Religious Councils (SRCs) di tingkat negara bagian hingga koordinasi federal oleh JAWHAR dan Yayasan Waqf Malaysia.

“Adopsi digital yang masif telah membantu lembaga zakat di Malaysia konsisten mengumpulkan dana hingga melampaui RM 1 miliar setiap tahunnya,” ujarnya. Selain itu, instrumen wakaf di Malaysia pun terbukti sukses mendukung pembangunan infrastruktur strategis seperti universitas berbasis wakaf, pusat kesehatan, hingga fasilitas pendidikan yang selaras dengan tujuan SDGs.

Diskusi interaktif tersebut juga mengupas berbagai tantangan pengelolaan, seperti tata kelola yang terfragmentasi antarwilayah serta tuntutan transparansi dari generasi muda. Oleh karena itu, penguatan harmonisasi regulasi, profesionalisme pengelola, dan inovasi berbasis fintech serta crowdfunding menjadi arah strategis ke depan.

Melalui penyelenggaraan agenda internasional ini, PBS UAD berharap para mahasiswa dan sivitas akademika dapat memperkaya wawasan global dan merumuskan inovasi kolaboratif ke depannya. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Perbankan-Syariah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-kuliah-tamu-internasional-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-27 09:19:142026-07-27 09:19:14Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Kuliah Tamu Internasional
Page 8 of 623«‹678910›»

TERKINI

  • 15 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat24/08/2026
  • Respons Cepat Pasca-Gempa, Mahasiswa KKN UAD Bantu Warga Cunca Wulang24/08/2026
  • Tim PPK Ormawa RDC UAD Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantul24/08/2026
  • UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 202624/08/2026
  • UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire20/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026
  • Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD18/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top