• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Perkuat Sinergi di Caturharjo

26/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar monitoring dan evaluasi (Foto. Tim PPKO FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada Rabu, 8 Juli 2026. Bertempat di Balai Desa Kalurahan Caturharjo, kegiatan ini bertujuan memantau perkembangan program, mengevaluasi kendala, serta memperkuat sinergi antarpihak dalam implementasi program HAMEMAYU WARASING DESA.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto, S.Si., serta perwakilan dari pihak universitas yakni Riswanda Himawan, M.Pd. Turut hadir pula para kader kesehatan Caturharjo bersama Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD.

Dalam sambutannya, Gatot Sugiharto menyampaikan apresiasinya atas dukungan seluruh pihak terhadap program pengabdian ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting untuk menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kapasitas warga melalui pemberdayaan kader.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Caturharjo Wasdiyanto menegaskan komitmen penuh pemerintah kalurahan dalam mendukung keberlangsungan program. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi tempat kegiatan, peminjaman peralatan, hingga pengoordinasian kader kesehatan agar terus berpartisipasi aktif dalam setiap agenda yang telah direncanakan.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang melibatkan kader kesehatan, mahasiswa, pihak universitas, dan pemerintah kalurahan. Forum dua arah ini membahas perkembangan capaian program, kendala teknis di lapangan, serta rencana perbaikan untuk kegiatan selanjutnya. Para kader menyumbangkan berbagai masukan konstruktif berdasarkan pengalaman nyata saat mengedukasi warga.

Berdasarkan hasil monitoring tersebut, pelaksanaan program dinilai telah berjalan dengan optimal dan sesuai dengan jadwal. Melalui kegiatan evaluasi bersama ini, seluruh pihak sepakat untuk terus menjaga koordinasi agar program pengendalian faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di Caturharjo ini dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-monitoring-dan-evaluasi-Foto.-Tim-PPKO-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-26 09:00:292026-07-27 14:09:24Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Perkuat Sinergi di Caturharjo

Mewujudkan Takwa dan Akhlak Mulia

26/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Ustaz Fajar Rachmadhani (Foto. Mawar)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Ahad Pagi yang menghadirkan Ustaz Fajar Rachmadhani, Lc., M.Hum., Ph.D., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mengangkat tema “Takwa dan Akhlak Mulia”, kajian ini mengajak jemaah memahami hakikat ketakwaan sekaligus pentingnya membangun akhlak sebagai fondasi kehidupan seorang muslim.

Dalam pemaparannya, Ustaz Fajar mengawali kajian dengan mengulas hadis ke-18 dalam kitab Arba’in An-Nawawi yang berbunyi, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”

Menurutnya, takwa bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi merupakan sikap hati-hati dalam menjalani kehidupan. Ia mengutip penjelasan sahabat Umar bin Khattab yang mengibaratkan takwa seperti seseorang yang berjalan di jalan gelap penuh duri sehingga harus melangkah dengan penuh kewaspadaan agar tidak terluka.

“Takwa adalah bentuk kehati-hatian kita dalam menjalani kehidupan. Kita harus berhati-hati terhadap perkara yang halal, haram, maupun syubhat agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan pandangan Ali bin Abi Thalib bahwa takwa berarti takut kepada Allah. Namun, rasa takut tersebut bukan membuat seseorang menjauh dari Allah, melainkan semakin mendekat melalui ibadah dan amal saleh. Sementara itu, menurut Ibnu Umar, seseorang yang bertakwa tidak akan merasa dirinya lebih baik daripada orang lain.

Lebih lanjut, Ustaz Fajar menegaskan bahwa ketakwaan harus diwujudkan dalam setiap kondisi, baik ketika berada di tengah keramaian maupun saat sendirian. Menurutnya, menjaga ketakwaan ketika tidak ada seorang pun yang melihat justru menjadi ujian terbesar bagi seorang hamba.

“Manusia mungkin bisa tertipu oleh pencitraan, tetapi Allah mengetahui segala sesuatu, termasuk apa yang kita lakukan saat tidak ada orang lain,” ujarnya.

Selain membahas makna takwa, ia juga menyoroti pentingnya keikhlasan dalam beramal. Ia menjelaskan bahwa salah satu ciri orang yang ikhlas ialah kualitas amalnya tetap sama, baik ketika dipuji maupun dicela, serta ketika dilakukan secara terbuka maupun tersembunyi.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Fajar mengingatkan bahaya melakukan dosa secara terang-terangan atau membanggakan kemaksiatan. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah saw. menyebut perilaku tersebut sebagai mujahir, yaitu orang yang membuka sendiri aib dan dosa yang telah Allah tutupi.

“Kalau seseorang masih malu ketika berbuat dosa, berarti iman dan rasa malunya masih hidup. Namun ketika dosa dilakukan terang-terangan dan bahkan dibanggakan, itu menjadi tanda yang sangat berbahaya,” ungkapnya.

Sebagai solusi, ia mengajak jemaah untuk senantiasa memperbanyak amal saleh sebagai bentuk penghapus dosa-dosa kecil. Ia menegaskan bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi Allah membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi hamba yang sungguh-sungguh kembali kepada-Nya.

Pada akhir kajian, Ustaz Fajar menekankan bahwa akhlak mulia merupakan bukti nyata ketakwaan seseorang. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang tinggi tidak akan memberikan manfaat apabila tidak disertai akhlak yang baik.

“Orang pintar banyak, tetapi orang berilmu yang berakhlak mulia justru semakin langka. Karena itu, yang harus kita bangun bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter dan akhlak,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik anak, tetapi lebih mengutamakan pembentukan akhlak, keimanan, dan kebiasaan beribadah sebagai bekal kehidupan dunia maupun akhirat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Ustaz-Fajar-Rachmadhani-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-26 08:00:522026-07-27 08:54:51Mewujudkan Takwa dan Akhlak Mulia

Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 2026

25/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I poster dan juara II video kreatif pada UAD Fair 2026 (Foto. Ibnu)

Tim mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang UAD Fair 2026. Melalui usaha Kopi Kebun Jogja, mereka sukses memborong dua penghargaan sekaligus, yaitu Juara I Lomba Poster dan Juara II Lomba Video Kreatif.

Tim Kopi Kebun Jogja beranggotakan Ibnu Rabbul Nur Anja, Azka Adhyatma, David Khalid Ideal Putra, Rafi Zakia Ramadhan, dan Kevin Umar Abdallah. Keberhasilan tersebut menjadi buah dari kerja sama tim, kreativitas, dan konsistensi mereka dalam mengembangkan usaha sekaligus mempersiapkan kompetisi.

Azka mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. “Jujur, kami senang sekali dan tidak menyangka bisa membawa pulang dua penghargaan sekaligus. Bagi kami, ini bukan sekadar memenangkan lomba, tetapi merupakan hasil kerja sama tim dan buah dari ketekunan dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk mengikuti event ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan apresiasi kepada kelompok usaha kami.”

Produk yang diusung tim adalah Kopi Kebun Jogja, sebuah usaha yang menawarkan berbagai varian kopi proper mulai dari menu esensial seperti Espresso dan Americano, hingga minuman bercita rasa creamy seperti Latte, Butterscotch, Salted Caramel, dan Kopi Susu Gula Aren.

Keunikan Kopi Kebun Jogja tidak hanya terletak pada kualitas produknya, tetapi juga pada strategi bisnis yang diterapkan. Di tengah menjamurnya kedai kopi di Yogyakarta dengan harga yang cenderung meningkat akibat berbagai faktor ekonomi, tim memilih menghadirkan kopi berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau melalui konsep penjualan di Kebun Dakwah Muhammadiyah. Selain itu, dukungan subsidi modal dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD selama penyelenggaraan kegiatan turut membantu menekan biaya operasional sehingga efisiensi tersebut dapat dikembalikan kepada konsumen dalam bentuk kualitas produk yang tetap kompetitif.

Keikutsertaan dalam UAD Fair pada awalnya bertujuan untuk memperkenalkan Kopi Kebun Jogja kepada mahasiswa sebagai target pasar utama. Untuk mendukung promosi tersebut, tim memanfaatkan pendekatan visual melalui media sosial dengan mengunggah dokumentasi pelanggan dalam bentuk foto maupun cerita di Instagram. Strategi sederhana tersebut dinilai mampu membangun kedekatan emosional dengan calon konsumen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pelajaran berharga, khususnya mengenai pentingnya membangun narasi yang jujur dalam memasarkan sebuah produk. Azka menambahkan, “Kami belajar bahwa produk yang bagus harus dibarengi dengan narasi yang jujur. Mahasiswa saat ini tidak hanya melihat tampilan visual yang menarik, tetapi juga mencari nilai dan manfaat nyata dari produk yang mereka beli. Karena itu, kami tidak hanya belajar meracik kopi, tetapi juga belajar berkomunikasi secara efektif dengan calon pelanggan.”

Tim juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus menunjukkan kreativitas. “Event ini seru sekali dan menjadi wadah yang sangat baik bagi kelompok usaha mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan. Meskipun kompetitif, suasananya tetap suportif. Kami berharap Saudagar Dahlan Muda pada tahun-tahun mendatang dapat diselenggarakan dengan skala yang lebih besar. Bagi mahasiswa yang belum pernah mengikuti kegiatan ini, jangan ragu untuk mencoba dan berani memulai hal baru.” (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-poster-dan-juara-II-video-kreatif-pada-UAD-Fair-2026-Foto.-Ibnu.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-25 09:00:232026-07-27 08:48:40Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 2026

Pengobatan Klenik Modern dan Ancaman bagi Akidah

25/07/2026/in Feature /by Ard

Nur Utami Hidayati mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Nur Utami)

Penulis: Nur Utami Hidayati (Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat) Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Di tengah kemajuan dunia kesehatan modern, pesona pengobatan klenik masih memiliki tempat di hati masyarakat. Ketika layanan kesehatan semakin berkembang, teknologi kedokteran semakin canggih, dan akses informasi kesehatan semakin mudah, praktik-praktik pengobatan klenik tetap diminati. Mungkin masih segar diingatan kita  kasus menghebohkan dukun cilik Ponari, hingga praktik supranatural Ningsih Tinampi, fenomena ini menggambarkan bahwa masyarakat masing sangat mempercayai pengobatan klenik. Di berbagai daerah, masih banyak pula paranormal, dukun, “orang pintar”, hingga praktisi metafisika yang menawarkan pengobatan untuk kesembuhan berbagai penyakit.

Sebenarnya apa itu pengobatan klenik? Menurut Kamus Bahasa Indonesia klenik memiliki arti  kegiatan perdukunan dengan cara-cara yang sangat rahasia dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai oleh banyak orang. Dalam kehidupan masyarakat, istilah klenik merujuk pada berbagai praktik yang mengandalkan kekuatan mistis, mantra, jimat, komunikasi dengan makhluk gaib, atau ritual tertentu yang diyakini dapat memberikan kesembuhan, keberuntungan, perlindungan, maupun solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Dengan demikian, pengobatan klenik dapat dipahami sebagai bentuk pengobatan yang menggunakan praktik-praktik gaib atau perdukunan sebagai sarana memperoleh kesembuhan.

Pengobatan klenik bukanlah fenomena baru. Masyarakat Nusantara telah mengenal praktik ini  sejak sebelum masuknya agama-agama besar yaitu ketika masyarakat masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Kepercayaan tersebut kemudian diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai amanah turun-temurun. Tradisi yang diwariskan turun-temurun inilah yang menyebabkan praktik klenik tetap bertahan, meskipun tidak seluruhnya sejalan dengan ajaran Islam maupun ilmu pengetahuan modern.

Praktik pengobatan klenik berkembang dalam berbagai bentuk, sebagian dilakukan secara terang-terangan, sebagian lagi dikemas dengan istilah religius atau ilmiah dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman agar lebih mudah diterima masyarakat.

Beberapa jenis klenik

Pengobatan melalui dukun atau paranormal, biasanya dukun atau paranormal ini  mengaku mampu mengetahui penyebab penyakit melalui kemampuan gaib, kemudian melakukan ritual tertentu sebagai sarana penyembuhan yaitu dengan membaca jampi-jampi , meniup air, memindahkan penyakit ke hewan atau benda tertentu serta mengaku bisa melihat makhluk halus penyebab penyakit.

Jimat, pasien diberikan benda tertentu yang diyakini mempunyai kekuatan penyembuh seperti cincin, rajah, keris, dan lain-lain.

Pengobatan melalui ritual tertentu seperti berendam tengah malam, menyediakan sesajen, berpuasa tidak sesuai dengan syariat, dan lain-lain

Pengobatan berkedok agama seperti mencampurkan ayat Al-Qur’an dengan mantra, memberikan rajah Arab yang tidak dipahami maknanya atau mengaku memiliki khodam wali.

Pengobatan klenik digital, era media sosial melahirkan bentuk baru pengobatan klenik seperti transfer energi jarak jauh, terapi aura, penyembuhan melalui video call, konsultasi supranatural melalui WhatsApp atau pembukaan cakra secara daring

Fatwa Muhammadiyah

Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid secara konsisten mengajak umat Islam untuk memurnikan akidah dari praktik tahayul, bid’ah, dan khurafat. Majelis Tarjih Muhammadiyah dengan tegas mengeluarkan fatwa haram terhadap pengobatan berbasis supranatural destruktif/klenik.

Dalam berbagai fatwa dan putusan tarjih dijelaskan bahwa seorang muslim wajib bertawakal hanya kepada Allah Swt. dan tidak boleh meyakini adanya kekuatan gaib yang berasal dari selain-Nya. Penyakit dan kesembuhan berada sepenuhnya di bawah kehendak dan kekuasaan Allah Swt.

Seperti firman Allah Swt.:

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”
(QS. Al-Fatihah [1]: 5)

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 80).

Dalam himpunan putusan tarjih Muhammadiyah dan berbagai fatwa tarjih, ditegaskan pula bahwa praktik perdukunan, penggunaan jimat, ramalan, serta pengobatan yang meminta bantuan jin atau kekuatan gaib termasuk perbuatan yang bertentangan dengan prinsip tauhid.

Seperti firman Allah Swt.:

“Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu hanya menambah bagi mereka dosa dan kesesatan.”
(QS. Al-Jin [72]: 6)

Islam mengajarkan bahwa setiap penyakit memiliki sebab dan Allah Swt. menyediakan obatnya. Oleh karena itu, umat Islam diperintahkan untuk berikhtiar mencari pengobatan yang benar yaitu pengobatan yang halal, tidak menimbulkan bahaya, tidak mengandung unsur sirik, dilakukan melalui cara-cara yang sesuai dengan syariat dan berdasarkan ilmu pengetahuan.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nur-Utami-Hidayati-mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Nur-Utami.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-25 08:00:452026-07-27 08:41:09Pengobatan Klenik Modern dan Ancaman bagi Akidah

Olahraga dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis

24/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Ustaz Muhammad Hasnan Nahar (Foto. Mawar)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Ahad Pagi pada Minggu, 5 Juli 2026. Kajian kali ini mengangkat tema “Olahraga dalam Tinjauan Al-Qur’an dan Hadis” dengan menghadirkan Ustaz H. Muhammad Hasnan Nahar, S.Th.I., M.Ag., dosen Program Studi Ilmu Hadis UAD. Kajian tersebut mengajak jemaah memahami pentingnya menjaga kesehatan jasmani sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam.

Dalam pemaparannya, Ustaz Muhammad Hasnan Nahar menegaskan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan kesehatan spiritual, tetapi juga mendorong umatnya menjaga kesehatan fisik. Menurutnya, tubuh yang sehat akan mendukung pelaksanaan ibadah dan aktivitas sehari-hari secara optimal.

Beliau mengawali kajian dengan mengisahkan ketegasan Umar bin Khattab terhadap gaya hidup yang berlebihan. Diceritakan bahwa Umar pernah menegur seseorang yang memiliki perut buncit karena dianggap sebagai simbol kemalasan dan terlalu mencintai dunia. “Pada masa itu, perut buncit dipandang sebagai simbol hidup bermalas-malasan, berfoya-foya, dan terlalu mendahulukan kenikmatan dunia sehingga melalaikan ibadah,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kondisi fisik seseorang tidak bisa langsung dijadikan ukuran. Obesitas yang disebabkan oleh faktor biologis atau keturunan tentu berbeda dengan kondisi yang muncul akibat pola hidup tidak sehat.

Selain menjelaskan pandangan para sahabat, beliau juga memaparkan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia saat ini. Berdasarkan data World Obesity Atlas 2025, Indonesia menempati peringkat kelima dengan sekitar 13 persen penduduk dewasa mengalami obesitas. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik.

Untuk mengetahui status berat badan, beliau memperkenalkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu berat badan dibagi tinggi badan dalam satuan meter kuadrat. Hasil perhitungan tersebut dapat digunakan sebagai acuan apakah seseorang berada pada kategori berat badan ideal, kelebihan berat badan, atau obesitas.

Mengacu pada ajaran Islam, beliau menjelaskan bahwa konsep diet sehat telah diajarkan dalam Al-Qur’an. Prinsip tersebut meliputi tidak makan dan minum secara berlebihan, mengonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan thayyiban), menjaga keseimbangan gizi, serta menghindari makanan yang diharamkan.

“Yang pertama jangan makan dan minum berlebihan. Badan kita sebenarnya memiliki sistem yang sudah diatur Allah. Yang sering kali berlebihan justru keinginan mata dan lidah kita,” ungkapnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya mengatur jadwal makan secara teratur. Salah satu pola yang disarankan adalah konsep 3+2, yaitu tiga kali makan utama dan dua kali camilan sehat agar tubuh memperoleh asupan energi secara seimbang tanpa memicu makan berlebihan.

Selain pola makan, olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Dalam kajian tersebut, beliau menjelaskan perbedaan antara aktivitas fisik dan olahraga. Aktivitas sehari-hari seperti menyapu, mencuci, atau naik tangga memang membuat tubuh bergerak, tetapi belum tentu termasuk olahraga karena tidak dilakukan secara terstruktur dan sistematis.

“Olahraga memiliki gerakan yang terukur, sistematis, dan dilakukan secara terencana. Berbeda dengan aktivitas fisik sehari-hari yang sifatnya spontan,” jelasnya.

Menurutnya, olahraga memberikan manfaat berbeda pada setiap kelompok usia. Bagi anak-anak, olahraga membantu perkembangan motorik dan kemampuan bersosialisasi. Pada usia dewasa, olahraga berfungsi membakar kalori, menjaga tekanan darah, mengontrol kolesterol, serta mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Sementara bagi lansia, olahraga membantu menjaga keseimbangan tubuh, mempertahankan massa otot, serta mengurangi risiko osteoporosis dan jatuh.

Dalam perspektif Al-Qur’an, beliau mengutip kisah Nabi Talut dalam Surah Al-Baqarah ayat 247 sebagai gambaran pentingnya memiliki fisik yang kuat. Menurutnya, kekuatan Talut dan pasukannya bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui latihan dan kedisiplinan.

Beliau juga mengutip hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Muslim mengenai keutamaan seorang mukmin yang kuat. “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan,” tuturnya.

Di akhir kajian, beliau mengingatkan bahwa olahraga bukan sekadar menjaga penampilan, tetapi merupakan bentuk ikhtiar untuk merawat amanah berupa tubuh yang telah diberikan Allah Swt. “Jangan menunggu sakit untuk mulai hidup sehat. Ketika hasil Indeks Massa Tubuh sudah menunjukkan overweight atau bahkan obesitas, mulailah mengatur pola makan dan berolahraga. Ikhtiar adalah tugas manusia, sedangkan hasilnya Allah yang menentukan,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pemateri-Ustaz-Muhammad-Hasnan-Nahar-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:41:242026-07-24 10:41:24Olahraga dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis

Fakultas Farmasi UAD Gelar Sidang Promosi Doktor

24/07/2026/in Terkini /by Ard

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar sidang promosi doktor (Foto. Humas UAD)

Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sidang Promosi Doktor bagi kandidat doktor apt. Setya Enti Rikomah, M.Farm. pada Senin, 20 Juli 2026, di Ruang Auditorium A Lantai 3 Kampus III UAD.

Sidang terbuka ini dipimpin oleh Prof. Dr. apt. Laela Hayu Nurani, M.Si. selaku Ketua Sidang, dengan diikuti Prof. Dr. apt. Muhammad Dai, M.Si. dan Prof. Dr. apt. Wahyu Widyaningsih, M.Si. sebagai penguji. Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. dan Dr. drh. Sapto Yuliani, M.P.

Apt. Setya merupakan dosen di STIKes Al-Fatah Bengkulu yang menempuh studi doktor di Fakultas Farmasi UAD. Beliau melanjutkan studi S-3 atas dukungan penuh dari institusinya mengabdi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi pendidik. 

Ketua Sidang, Prof. Laela menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan parameter pengamatan sehingga dapat memperkuat indikasi model hewan uji yang mengalami diabetes.

“Saya mengusulkan agar ada parameter yang lain seperti pengukuran berat badan, asupan pakan, dan lainnya. Ke depannya parameter terseubt perlu diamati sehingga lebih menguatkan bahwa model hewan uji benar-benar telah mengalami diabetes,” ujarnya.

Apt. Setya menerima segala masukan dan menjawab pertanyaan penguji dengan sangat lugas. Berkat usahanya tersebut, ia berhasil membawa pulang nilai A untuk disertasinya yang berjudul “Aktivitas Daun Kalangkala (Litsea angulate Blume) Sebagai Antidiabetes dan Antioksidan: Kajian In Vitro, In Vivo, dan In Silico”. Ia juga telah memenuhi luaran akademik berupa publikasi di dua jurnal farmasi dan presentasi ilmiah oral.

Selaku dosen pembimbing, Prof. Nurkhasanah menyampaikan apresiasi atas perjuangan apt. Setya yang mampu menyelesaikan studi dalamwaktu sekitar dua setengah tahun. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan keluarga, institusi, serta niat belajar yang tinggi selama pendidikan.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan berita acara kelulusan dan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) oleh Dekan Fakultas Farmasi UAD.  Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas lahirnya doktor ke-14 di Fakultas Farmasi. Beliau juga berharap agar capaian ini memperkuat kontribusi akademik di bidang kefarmasian.

Setelah dinyatakan lulus, Dr. apt. Setya Enti Rikomah sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikannya.

“Saya menyadari bahwa perjalanan ini bukan hanya perjuangan saya, tetapi juga perjuangan keluarga yang terus memberikan waktu, perhatian, dan semangat. Saya berharap dapat terus mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan penelitian yang bermanfaat, serta memberikan kontribusi yang nyata bagi pendidikan dunia kefarmasian dan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan lahirnya doktor baru di Fakultas Farmasi UAD, hal ini menjadi bukti bahwa lulusan doktor yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian inovatif bagi ilmu kefarmasian terutama dalam dunia obat-obatan tradisional di Indonesia. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-sidang-promosi-doktor-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:35:042026-07-24 10:35:04Fakultas Farmasi UAD Gelar Sidang Promosi Doktor

Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma

24/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara harapan II poster digital melalui produk keripik pisang noma (Foto. Novia)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam ajang Saudagar Dahlan Muda #5. Melalui produk Keripik Pisang Noma (No Mahal-Mahal), tim mahasiswa berhasil meraih Juara Harapan II Lomba Poster Digital Kategori Camilan.

Tim terdiri atas Novia Ahlul Jannah (Program Studi Pendidikan Matematika) sebagai ketua, bersama Maysaroh (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris) dan Muhammad Ikram Hasmin (Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif) sebagai anggota. Prestasi tersebut menjadi pencapaian pertama yang berhasil diraih tim setelah tiga kali mengikuti kompetisi Saudagar Dahlan Muda.

Ketua tim, Novia Ahlul Jannah, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas penghargaan yang diperoleh. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang telah dilalui bersama tim. “Kami berhasil meraih Juara Harapan II Poster Digital Kategori Camilan. Kami merasa sangat senang karena ini merupakan kali pertama kami mendapatkan juara setelah tiga kali mengikuti kegiatan Saudagar Dahlan Muda. Walaupun baru meraih juara harapan, kami sangat bersyukur. Namun, yang lebih membahagiakan adalah banyaknya konsumen yang tertarik membeli produk kami selama kegiatan berlangsung.”

Maysaroh menjelaskan lebih lanjut bahwa produk yang diusung tim adalah Keripik Pisang Noma, yang merupakan singkatan dari No Mahal-Mahal. Produk ini menghadirkan keripik pisang dengan berbagai pilihan rasa, yaitu cokelat, tiramisu, matcha, dan original, sehingga memberikan variasi cita rasa yang sesuai dengan selera berbagai kalangan.

Selain menawarkan beragam varian rasa, Keripik Pisang Noma juga memiliki keunggulan pada desain kemasannya. Berbeda dengan keripik pisang yang umumnya dikemas menggunakan plastik transparan, produk ini hadir dengan kemasan yang lebih menarik, modern, dan memiliki nilai estetika sehingga mampu meningkatkan daya tarik konsumen.

Keikutsertaan tim dalam kompetisi ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan usaha sekaligus menguji kemampuan mereka di tengah persaingan dengan puluhan usaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Melalui ajang tersebut, tim termotivasi untuk menghadirkan media promosi yang kreatif, desain stan yang menarik, serta mampu mempresentasikan model bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) secara optimal.

Dalam proses kompetisi, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah membuat video dan konten promosi yang mampu menarik perhatian masyarakat terhadap produk yang ditawarkan. Tantangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang pemasaran digital dan strategi promosi kreatif.

Selain memperoleh penghargaan, tim juga mendapatkan banyak pelajaran penting, terutama mengenai pentingnya kolaborasi dalam tim, pengelolaan keuangan usaha, serta pengalaman berkompetisi secara sehat bersama pelaku usaha mahasiswa lainnya. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga dalam mengembangkan usaha ke depannya.

Maysaroh berharap mahasiswa yang telah memiliki usaha tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi, tetapi mampu menjaga keberlanjutan bisnis yang dijalankan. “Jangan berhenti sampai kegiatan ini saja. Tantangan berikutnya adalah bagaimana usaha yang telah dibangun dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan mampu menghasilkan keuntungan. Bagi kami, mengikuti Saudagar Dahlan Muda bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan pelanggan baru dan merasakan pengalaman berkompetisi secara langsung dengan sesama pelaku UMKM mahasiswa.” (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-harapan-II-poster-digital-melalui-produk-keripik-pisang-noma-Foto.-Novia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:28:532026-07-24 10:28:53Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma

HISKI UAD Gelar Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak di Caturharjo, Bantul

24/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

HISKI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar apresiasi penulisan naskah ketoprak di Caturharjo, Bantul (Foto. Hiski UAD)

Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Kalurahan Caturharjo menyelenggarakan Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak bagi Pemuda-Pemudi Karang Taruna Caturharjo pada 10 Juli 2026 di Pendopo Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pendampingan penulisan naskah ketoprak yang bertujuan menumbuhkan kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat upaya pelestarian seni budaya lokal melalui karya sastra.

Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Caturharjo, Wasdiyanto, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada HISKI Komisariat UAD atas kolaborasi yang telah membuka ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, ketoprak tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana pewarisan nilai-nilai kehidupan, sejarah, dan karakter masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan oleh Sudiono, penggerak budaya sekaligus tokoh masyarakat Caturharjo. Ia menilai bahwa keterlibatan pemuda dalam proses kreatif penulisan naskah merupakan langkah penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi. Melalui karya yang lahir dari tangan generasi muda, budaya lokal akan terus hidup dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., Ketua HISKI Komisariat UAD sekaligus Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam sambutannya, Yosi menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan menulis, tetapi juga memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai akademik dan budaya sekaligus memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual.

“Kami berharap para pemuda tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi pencipta dan penjaga budaya. Ketika sebuah cerita berhasil ditulis, didokumentasikan, dan dilindungi melalui hak cipta, warisan budaya memiliki peluang lebih besar untuk terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Yosi.

Suasana apresiasi berlangsung hangat ketika para peserta secara bergantian mempresentasikan dan membacakan sinopsis naskah ketoprak yang telah mereka susun. Tiga karya yang dihasilkan dalam program ini, yaitu Labuh Bakti ing Samparan, Babad Korowelang, dan Crahing Ati: Pecahing Desa, memperlihatkan kemampuan para pemuda dalam mengangkat sejarah lokal, nilai pengabdian, dinamika kehidupan masyarakat, hingga konflik sosial yang dikemas dalam bentuk cerita ketoprak yang sarat pesan moral.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kreativitas peserta, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan serta sertifikat Hak Cipta kepada para penulis naskah. Penyerahan tersebut menjadi bukti bahwa karya sastra tradisional juga memiliki nilai intelektual yang patut dihargai dan dilindungi secara hukum.

Sebagai tindak lanjut program, ketiga naskah ketoprak beserta dokumen hak ciptanya akan dipublikasikan melalui website resmi Kalurahan Caturharjo. Publikasi ini diharapkan menjadi arsip digital budaya yang dapat diakses masyarakat luas sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mencintai budaya daerah.

Melalui sinergi antara HISKI Komisariat UAD dan Kalurahan Caturharjo, kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan literasi budaya. Tidak hanya melahirkan karya sastra baru, program ini juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk menjadi pelaku utama dalam menjaga warisan budaya bangsa. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HISKI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-apresiasi-penulisan-naskah-ketoprak-di-Caturharjo-Bantul-Foto.-Hiski-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:23:152026-07-24 10:23:15HISKI UAD Gelar Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak di Caturharjo, Bantul

KKN UAD Kenalkan AI untuk Tingkatkan Kualitas UMKM

23/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan AI untuk tingkatkan kualitas UMKM (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pendataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus membagikan buku panduan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di RW 06, Kalurahan Prenggan, Kotagede, Yogyakarta.

UMKM di Prenggan RW 06 mengalami berbagai kendala seperti keterbatasan pemasaran, permodalan, dampak Covid-19, serta rendahnya pemanfaatan teknologi menjadi penyebab utamanya. Belum adanya data yang lengkap membuat pemangku kepentingan sulit memberikan bantuan yang tepat sasaran.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengusung tema digitalisasi UMKM, oleh karena itu tim KKN melakukan pendataan menyeluruh untuk mengetahui profil, potensi, serta masalah yang dihadapi setiap usaha. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali kemajuan UMKM di lingkungan Prenggan RW 06.

Pendataan tidak hanya sebatas melalui penyebaran formulir digital, tetapi dilakukan secara langsung dengan mengunjungi rumah ke rumah pelaku UMKM. Pendataan diawali dengan sesi wawancara, pertanyaan yang diajukan meliputi produk yang dijajakan atau ditawarkan, latar belakang atau sejarah dari usaha yang dibangun, lokasi berwirausaha, media sosial, jumlah produk/jasa yang terjual per hari, dan kendala yang dialami selama menjalankan usaha.

Sasaran pendataan ini di antaranya usaha yang bergerak di bidang makanan (GandingGendong, angkringan, telur asin, infused water, dan sebagainya), di bidang jasa (dokter hewan, reparasi elektronik, binatu pakaian, dan sebagainya). Proses transaksi seringkali dilakukan secara daring, untuk pemesanan makanan maupun kebutuhan jasa. Misalnya, UMKM GandingGendong melayani pemesanan makanan berat/ringan dalam porsi besar. Untuk jasa pemeriksaan hewan peliharaan bisa menghubungi dokter hewan Winda melalui WhatsApp untuk melakukan pemeriksaan atau tindakan lanjutan jika diperlukan.

Penyebaran buku panduan pemanfaatan AI dilakukan secara langsung bersamaan dengan kegiatan pendataan UMKM. Setiap pelaku usaha menerima satu buku panduan yang berisi penjelasan sederhana mengenai konsep dasar AI, manfaat AI bagi pengembangan usaha, serta contoh penerapan yang dapat dilakukan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Materi dalam buku disusun menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar dapat dipelajari secara mandiri oleh pelaku UMKM dengan berbagai latar belakang pendidikan dan tingkat literasi digital.

Pada saat penyerahan buku panduan, mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan singkat mengenai isi buku serta memperkenalkan beberapa aplikasi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Pelaku UMKM dikenalkan pada penggunaan AI untuk menyusun ide promosi, caption media sosial, mendesain konten pemasaran, dan menyusun deskripsi produk. Pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta menciptakan inovasi yang berkelanjutan pada era transformasi digital.

Sebagai bentuk realisasi dari rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berhasil mendata sembilan pelaku UMKM di RW 06, selama tiga hari pendataan, yaitu pada tanggal 28 Juni, 29 Juni, dan 2 Juli 2026, dengan sasaran pelaku usaha dari berbagai bidang, di antaranya usaha katering makanan, toko mukena handmade, toko kelontong, serta beberapa jenis usaha lainnya.

Tim KKN UAD juga mendistribusikan sembilan buku panduan pemanfaatan AI kepada seluruh pelaku UMKM yang menjadi sasaran kegiatan. Jumlah buku yang dibagikan disesuaikan dengan jumlah pelaku UMKM yang berhasil didata, sehingga setiap pelaku usaha menerima satu buku panduan sebagai media edukasi. Data tersebut menunjukkan bahwa seluruh target kegiatan berhasil terlaksana sesuai dengan rencana, baik dari aspek pendataan UMKM maupun distribusi buku panduan AI.

Pelaku UMKM menunjukkan ketertarikannya selama kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Mereka menunjukkan ketertarikan karena teknologi tersebut dapat membantu berbagai kebutuhan usaha. Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab mengenai penerapan AI yang mudah diakses dan dapat digunakan secara gratis.

Kegiatan ini juga menghasilkan data yang menggambarkan kondisi, potensi, dan berbagai tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan maupun pengembangan UMKM pada masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya transformasi digital semakin meningkat. Data hasil pendataan yang telah dikumpulkan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan program pendampingan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Dengan adanya pembinaan yang berkelanjutan, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal, mengembangkan inovasi dalam usahanya, serta menciptakan usaha yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tengah perkembangan era digital saat ini. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-AI-untuk-tingkatkan-kualitas-UMKM-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-23 08:23:252026-07-23 08:23:25KKN UAD Kenalkan AI untuk Tingkatkan Kualitas UMKM

Makna Hijrah Rasulullah saw.

23/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Drs. H. Masykur Azahri, M.A. (Foto. Mawar)

Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan pada Minggu, 21 Juni 2026 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengangkat tema “Makna dan Hijrah Rasulullah saw.”. Kajian tersebut menghadirkan Drs. H. Masykur Azahri, M.A., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jemaah menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta meneladani perjuangan Rasulullah saw. dalam berhijrah.

Mengawali kajian, Ustaz Masykur menjelaskan bahwa bulan Muharam merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah Swt. Pada bulan tersebut, setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, sementara perbuatan maksiat memiliki konsekuensi dosa yang lebih besar.

“Bulan Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah. Kalau seseorang berbuat maksiat, dosanya lebih besar. Sebaliknya, jika melaksanakan kebaikan dan ketaatan kepada Allah, maka pahalanya akan dilipatgandakan. Karena itu, mari kita manfaatkan hari-hari di bulan Muharam dengan memperbanyak amal saleh,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sepuluh hari pertama bulan Muharam memiliki keutamaan tersendiri. Menurutnya, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah, menghadiri majelis ilmu, memperbanyak sedekah, serta memperkuat hubungan dengan Allah Swt.

Ia turut menjelaskan makna Hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharam, yang memiliki banyak peristiwa penting dalam sejarah para nabi. Ia menyebutkan bahwa pada hari tersebut Allah Swt. menerima tobat Nabi Adam a.s., menyelamatkan Nabi Yunus a.s. dari perut ikan, menyelamatkan Nabi Nuh a.s. dari banjir besar, menyelamatkan Nabi Ibrahim a.s. dari api Raja Namrud, serta menyelamatkan Nabi Musa a.s. dari kejaran Firaun.

Menurutnya, kemuliaan bulan Muharam tidak boleh dipahami sebagai bulan yang membawa kesialan atau pantangan tertentu sebagaimana berkembang dalam sebagian tradisi masyarakat.

“Muharam adalah bulan yang dimuliakan Allah, bukan bulan yang harus ditakuti. Yang perlu kita lakukan adalah memperbanyak amal kebaikan, bukan mempercayai berbagai mitos yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak jemaah untuk membangun “benteng kehidupan” agar senantiasa mendapatkan perlindungan Allah Swt. Benteng tersebut, menurutnya, bukan diwujudkan melalui ritual-ritual tertentu, melainkan melalui akhlak dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Benteng kehidupan itu dibangun dengan menjaga lisan, memperbanyak sedekah, menjaga silaturahmi, memperbanyak doa, dan senantiasa berzikir kepada Allah. Itulah benteng yang akan menjaga kehidupan seorang muslim,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa menjaga lisan menjadi salah satu kunci utama terciptanya kehidupan yang damai. Banyak persoalan, mulai dari pertengkaran hingga perpecahan, berawal dari ucapan yang tidak dijaga dengan baik. Selain itu, sedekah juga disebut sebagai salah satu amalan yang mampu menjadi penolak berbagai musibah.

Memasuki pembahasan utama, Ustaz Masykur mengulas makna hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Ia menegaskan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan titik awal kebangkitan peradaban Islam yang dilandasi perjuangan, kesabaran, dan keimanan.

Selama berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW menghadapi berbagai bentuk penindasan, intimidasi, hingga kekerasan. Meski demikian, beliau tetap menunjukkan akhlak mulia dalam menghadapi setiap perlakuan tersebut.

Sebagai teladan, Ustaz Masykur mengisahkan seorang perempuan yang setiap hari meludahi Rasulullah SAW ketika beliau berangkat menuju masjid. Ketika suatu hari perempuan tersebut tidak terlihat, Rasulullah justru mencari tahu keadaannya dan mendatangi rumahnya karena mengetahui bahwa ia sedang sakit.

“Rasulullah tidak membalas keburukan dengan keburukan. Beliau justru menjenguk orang yang selama ini menyakitinya. Akhlak seperti inilah yang akhirnya mampu melunakkan hati dan menjadi jalan hidayah bagi banyak orang,” paparnya.

Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa hijrah sejati bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah menuju akhlak yang lebih baik, mampu memaafkan, serta membalas keburukan dengan kebaikan.

Di akhir kajian, Ustaz Masykur mengutip hadis Rasulullah SAW tentang tiga golongan yang akan memperoleh derajat tinggi karena rahmat Allah, yaitu orang yang tetap memberi kepada mereka yang tidak pernah memberi, menyambung silaturahmi dengan orang yang memutuskannya, serta memaafkan orang yang pernah menzaliminya.

Ia berharap nilai-nilai hijrah Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan, terutama pada bulan Muharam yang penuh kemuliaan. Dengan memperkuat ibadah, menjaga akhlak, serta memperbanyak amal saleh, setiap muslim diharapkan mampu menjadikan hijrah sebagai proses perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan bermanfaat bagi sesama. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Drs.-H.-Masykur-Azahri-M.A.-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-23 08:18:382026-07-23 08:18:38Makna Hijrah Rasulullah saw.
Page 10 of 624«‹89101112›»

TERKINI

  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesehatan Salamrejo27/08/2026
  • Penerjunan KKN ADI di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara27/08/2026
  • Tim PKM-PM UAD Buat SMART CELL ENGLISH untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta27/08/2026
  • Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Tambah Lulusan Baru26/08/2026
  • Prodi Perbankan Syariah FAI UAD Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Magang26/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Bukan Sekadar Juara, Muhammad Ziya Ul Albab Ingin Ilmunya Memberi Manfaat27/08/2026
  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top