• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Tutup P2K, UAD Adakan UKM Day 2026

28/09/2026/in Terkini /by Ard

 

UKM Day 2026 dalam rangkaian Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi mengakhiri kegiatan Program Pengenalan Kampus (P2K) tahun 2026 dengan menyelenggarakan UKM Day. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru dengan tujuan mengenalkan 16 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UAD.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H. dalam sambutannya mengatakan UKM Day adalah kegiatan untuk mendekatkan mahasiswa baru dengan UKM.

“Tujuannya agar ke depan mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik di ruang kuliah saja, tetapi juga bisa aktif berorganisasi serta mengembangkan minat dan bakatnya melalui UKM.”

Ia menambahkan, UKM menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk bisa menorehkan prestasi. “Di UAD ada berbagai UKM dengan fokus yang berbeda-beda, seperti olahraga, seni, kewirausahaan, jurnalistik, dan sebagainya.”

Gatot berharap, dengan mengikuti kegiatan UKM Day, mahasiswa baru lebih termotivasi untuk bergabung ke dalam UKM serta bisa memaksimalkan potensi diri dan berujung pada meraih prestasi. Hal tersebut senada dengan jargon dari bidang kemahasiswaan UAD “Prestasi Adalah Tradisi Kami”. (doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/UKM-Day-2026-dalam-rangkaian-Program-Pengenalan-Kampus-P2K-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-28 09:05:392026-09-28 09:05:39Tutup P2K, UAD Adakan UKM Day 2026

Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak

28/09/2026/in Feature /by Ard

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. (Foto. Humas UAD)

Menuntut ilmu hingga ke jenjang perguruan tinggi bukan sekadar rutinitas mengejar gelar. Pesan itulah yang ditekankan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. dalam agenda Good Talk Off Air di Museum Muhammadiyah Kampus IV UAD, Kamis, 24 September 2026. Ia menegaskan bahwa esensi sejati dari belajar adalah kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat (problem solving).

Namun dalam kenyataannya, apa yang dipelajari di kampus sering kali belum terhubung dengan kebutuhan warga di lapangan. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang berulang dari tahun ke tahun menjadi salah satu bukti bahwa banyak persoalan mendasar di desa belum terselesaikan secara berkelanjutan.

“Berapa puluh tahun mahasiswa datang silih berganti KKN di sebuah desa, tetapi masalah sampah dan problem mendasar di kampung itu nyatanya tidak pernah benar-benar tuntas. Di satu sisi, riset akademisi sering kali hanya berhenti di atas kertas tanpa menyentuh persoalan riil masyarakat,” ungkapnya.

Ia melihat pangkal masalahnya terletak pada kebiasaan kerja yang masih terkotak-kotak dan berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah daerah berjalan dengan programnya sendiri, kampus sibuk dengan target akademiknya, dan masyarakat bergelut sendirian dengan problem hariannya. Ibarat deretan tiang kabel di pinggir jalan yang saling tumpang tindih tanpa keterpaduan, semua pihak berjalan masing-masing tanpa menyambung ke titik temu yang sama.

Dari kegelisahan itulah, Sayuti menawarkan arah gerak baru melalui tiga pilar kolaborasi konkret. Pertama, menyatukan langkah kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam program multitahun yang berbasis pada misi riil daerah. Kedua, membangun relasi kampus dan industri yang bermakna, bukan sekadar penandatanganan lembaran MoU atau magang formalitas, melainkan perancangan kurikulum bersama yang selaras dengan kebutuhan zaman. Ketiga, meruntuhkan tembok pembatas antarkampus agar perguruan tinggi bisa duduk bersama, saling berjejaring, dan menggagas aksi nyata kolektif seperti KKN bersama demi menyelesaikan persoalan publik.

Di tengah dinamika kebijakan yang kerap berubah, Sayuti menaruh harapan besar di pundak generasi muda untuk berani memutus mata rantai budaya jalan sendiri-sendiri tersebut. Baginya, transformasi pendidikan tidak bisa ditunggu dari atas, melainkan harus dimulai dari fondasi yang paling mendasar, yakni membangun budaya mutu dan menjunjung tinggi kehormatan ilmu pengetahuan.

“Kunci terpenting yang perlu kita bawa pulang adalah prinsip 3M: mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai saat ini. Bekali anak-anak kita dengan kecakapan learning to learn, kemampuan untuk terus belajar mandiri. Karena hanya dengan menghargai ilmu dan berkolaborasi secara konkret, peradaban bangsa ini dapat benar-benar melangkah maju,” pungkasnya. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dekan-Fakultas-Keguruan-dan-Ilmu-Pendidikan-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Muhammad-Sayuti-M.Pd_.-M.Ed_.-Ph.D.-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-28 08:56:352026-09-28 08:58:02Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak

Presiden Mahasiswa UAD Tekankan Pentingnya Intelektual yang Berpihak pada Kemanusiaan

28/09/2026/in Terkini /by Ard

 

Muhammad Ilham Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ana)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyambut ribuan mahasiswa baru melalui Program Pengenalan Kampus (P2K) di Grha Pradipta Jogja Expo Center pada Selasa, 15 September 2026. Di hadapan para Dahlan Muda dan Siti Walidah Muda, Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UAD, Muhammad Ilham, menyampaikan orasi penyambutan yang sarat akan nilai perjuangan dan kepekaan sosial.

Dalam sambutannya, Ilham mengingatkan bahwa dunia perkuliahan tidak boleh hanya direduksi sebagai tempat mengejar ijazah semata. Ia mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan fase ini sebagai kawah candradimuka dalam membentuk karakter dan kepemimpinan.

“Di atas mimbar ini saya mengucapkan selamat datang kepada Dahlan Muda dan Siti Walidah Muda di kampus Universitas Ahmad Dahlan, dengan segala harapan dan cita-cita. Di sini teman-teman telah memulai awal perjalanan, perjalanan untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan jati diri,” katanya.

Lebih lanjut, Ilham menegaskan bahwa identitas mahasiswa UAD memiliki akar sejarah yang kuat dengan semangat pembaharuan K.H. Ahmad Dahlan. Menurutnya, DNA intelektual seorang Dahlan Muda menuntut mereka untuk senantiasa hadir dan peka terhadap dinamika persoalan di tengah masyarakat.

“Kita memiliki DNA intelektual yang dekat dengan realitas, yaitu K.H. Ahmad Dahlan. Oleh karenanya, kita tidak boleh hilang dari denyut masyarakat, karena sejatinya pendidikan adalah memanusiakan manusia.”

Menutup orasinya, Ilham turut membagikan pesan rektor serta mengenalkan peran strategis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai wadah penempaan kader bangsa yang progresif. IMM adalah ruang terbaik untuk menempa gagasan, kepemimpinan, keberanian, dan keberpihakan kepada kemanusiaan. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muhammad-Ilham-Presiden-Mahasiswa-Badan-Eksekutif-Mahasiswa-BEM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-28 08:49:332026-09-28 08:49:33Presiden Mahasiswa UAD Tekankan Pentingnya Intelektual yang Berpihak pada Kemanusiaan

Mahasiswa PLP-KKN UAD Inisiasi Outdoor Learning di Wisata Alam Goa Kebon

28/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi pembelajaran berbasis rekreasi (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan dan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengajak para peserta didik SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan melakukan kegiatan edukasi dan rekreasi di Wisata Alam Goa Kebon, Kulon Progo, pada Kamis, 10 September 2026. Agenda pembelajaran luar kelas (outdoor learning) ini dirancang untuk memberikan suasana belajar yang segar sekaligus mengenalkan keindahan alam secara langsung kepada siswa.

Sebelum memulai petualangan menyusuri kawasan wisata, tim mahasiswa PLP-KKN UAD terlebih dahulu memberikan pengarahan terkait tata tertib dan etika peduli lingkungan. Para siswa diberi pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lokasi, larangan membuang sampah sembarangan, serta ajakan untuk menjaga vegetasi maupun keasrian formasi alam di sekitar Goa Kebon.

Usai sesi pengarahan, para peserta didik dipandu menyusuri kawasan alam yang asri. Mereka antusias mengamati lingkungan sekitar, menikmati udara sejuk perbukitan, hingga menyaksikan langsung keindahan air terjun alami yang menjadi ikon kawasan wisata tersebut. Suasana belajar dikemas secara interaktif dan santai sehingga siswa dapat berekreasi, bertukar cerita, dan berdiskusi dengan para mahasiswa pendamping tanpa beban.

Guru SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Adhi Tika, memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pengalaman belajar kontekstual di alam terbuka sangat efektif melengkapi pembelajaran formal di sekolah.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang berkesan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya berekreasi melepas penat, tetapi juga belajar mengamati lingkungan secara langsung dan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga alam sejak dini,” ujar Adhi.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa PLP-KKN UAD, Arifan, menjelaskan bahwa perpaduan rekreasi dan pembelajaran sains lingkungan ini sengaja diusung agar anak-anak tidak merasa jenuh selama proses transfer pengetahuan.

“Kami ingin menghadirkan proses belajar yang bermakna di luar dinding kelas. Lewat media alam terbuka seperti Goa Kebon, peserta didik diajak memahami bahwa menjaga kelestarian bumi dan mengagumi ciptaan Tuhan bisa dipelajari lewat cara yang sangat menyenangkan,” ungkap Arifan.

Selain menumbuhkan kepekaan ekologis dan rasa ingin tahu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara mahasiswa, guru, dan para murid. Kehadiran mahasiswa PLP-KKN UAD di sekolah mitra diharapkan dapat terus memantik kreativitas model pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan berdampak positif bagi perkembangan karakter peserta didik. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-inisiasi-pembelajaran-berbasis-rekreasi-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-28 08:42:372026-09-28 08:42:37Mahasiswa PLP-KKN UAD Inisiasi Outdoor Learning di Wisata Alam Goa Kebon

UAD Tuan Rumah Good Talk Off Air Yogyakarta, Kupas Arah Sistem Pendidikan Indonesia

25/09/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tuan Rumah Good Talk Off Air Yogyakarta GNFI (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda bincang dan jejaring Good Talk Off Air yang diinisiasi oleh Good News From Indonesia (GNFI) pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Audio Visual Gedung Museum Muhammadiyah Lantai 4 Kampus IV UAD, forum diskusi yang biasanya rutin digelar di Jakarta ini hadir di Yogyakarta dengan mengangkat tema “Mau Dibawa ke Mana Sistem Pendidikan Kita?”. 

Kegiatan diawali dengan opening performance menarik dari Kak Egi Prayoga, seorang pendidik sekaligus storyteller yang membagikan dinamika pengalaman dan potret nyata dunia pendidikan dari kacamata guru honorer. Rangkaian acara kemudian resmi dibuka dengan sambutan Produser Eksekutif GNFI, Febriansyah Tri P., yang dilanjutkan dengan sambutan pihak tuan rumah oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UAD, Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D.

Mewakili Rektor UAD, Wakil Rektor Bidang Akademik UAD, Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas dipilihnya UAD sebagai episentrum diskusi arah pendidikan ini. Dalam sambutannya, ia menitikberatkan tiga hal fundamental bahwa pendidikan merupakan hak konstitusional setiap warga negara, jalan utama mengubah nasib, serta pilar mencerdaskan kehidupan berbangsa.

Hadir sebagai salah satu narasumber utama, Dewan Pembina Sanggar Anak Alam (SALAM) Yogyakarta, Sri Wahyaningsih, B.Sc., menyoroti pentingnya emansipasi dan kemerdekaan belajar yang sesungguhnya. Ia mengkritisi kurikulum formal yang dinilai kian kaku akibat birokrasi dan cenderung menyeragamkan potensi anak.

“Setiap anak lahir sebagai individu yang unik dan berhak menemukan potensinya sendiri. Mengapa semuanya harus diseragamkan lewat kurikulum dan mata pelajaran yang sama?” tutur Sri Wahyaningsih.

Melalui model PKBM di SALAM, ia menerapkan pendekatan daur belajar berbasis riset kontekstual dan sistem trisentra—yang menyatukan peran orang tua, sekolah, dan masyarakat. Baginya, pendidikan bukanlah sekadar menghafal buku teks atau mengejar angka, melainkan proses memanusiakan manusia. Hal ini terbukti dari anak-anak didiknya yang sejak dini aktif menulis riset, menerbitkan novel mandiri, hingga menarik perhatian puluhan periset dunia.

Kajian ini kian lengkap dengan pandangan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., yang menekankan pentingnya menumbuhkan budaya mutu serta kemampuan learning to learn di era modern. Melalui forum bincang santai ini, para peserta diajak merefleksikan kembali hakikat dasar pendidikan agar tak terjebak dalam formalitas semata. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Tuan-Rumah-Good-Talk-Off-Air-Yogyakarta-GNFI-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:45:582026-09-25 09:45:58UAD Tuan Rumah Good Talk Off Air Yogyakarta, Kupas Arah Sistem Pendidikan Indonesia

Dikpora Yogyakarta Gandeng Dosen UAD Perkuat Pembelajaran Bahasa Inggris di Jenjang SD

25/09/2026/in Terkini /by Ard

Dosen UAD, Patria Handung Jaya, pameteri Peningkatan Kapasitas Guru untuk Mengajar Bahasa Inggris Jenjang SD oleh Dikpora Yogyakarta (Foto. Istimewa)

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Guru untuk Mengajar Bahasa Inggris Jenjang Sekolah Dasar (SD) pada 16–17 September 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Picis, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta.

Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk memperkuat kompetensi guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.

Narasumber kegiatan ini adalah Dr. Patria Handung Jaya, S.Pd., M.A., dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Materi yang diberikan mencakup kesiapan guru dalam mengajarkan Bahasa Inggris kepada siswa SD. Guru juga mendapat penguatan mengenai cara menciptakan suasana belajar yang komunikatif, sederhana, dan menyenangkan bagi siswa.

Salah satu materi yang disampaikan yaitu pentingnya membiasakan penggunaan instruksi sederhana dalam Bahasa Inggris di dalam kelas. Guru didorong untuk menggunakan ungkapan dan instruksi sederhana secara konsisten agar siswa terbiasa mendengar, memahami, serta merespons Bahasa Inggris secara lebih natural dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Mujino, S.Pd., M.Acc., menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas guru perlu diikuti dengan perubahan pola pikir dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris. Menurutnya, guru perlu menciptakan pengalaman belajar yang membuat siswa nyaman, percaya diri, dan menikmati proses pembelajaran.

“Pola pikir guru dalam mengajar Bahasa Inggris perlu diarahkan agar pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Dengan suasana yang positif, siswa akan lebih berani untuk mendengar, mencoba, dan merespons Bahasa Inggris tanpa merasa terbebani,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan guru SD di Kota Yogyakarta dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual, komunikatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar, sehingga mampu memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-UAD-Patria-Handung-Jaya-pameteri-Peningkatan-Kapasitas-Guru-untuk-Mengajar-Bahasa-Inggris-Jenjang-SD-oleh-Dikpora-Yogyakarta-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:37:372026-09-25 09:37:37Dikpora Yogyakarta Gandeng Dosen UAD Perkuat Pembelajaran Bahasa Inggris di Jenjang SD

Mahasiswa PLP-KKN UAD Adakan Penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan

25/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan dan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar aksi penghijauan di lingkungan SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Kulon Progo, pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini diinisiasi sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan sekolah sekaligus ikhtiar menciptakan suasana belajar yang lebih asri, sejuk, dan nyaman bagi warga sekolah.

Aksi penghijauan tersebut melibatkan kolaborasi langsung antara mahasiswa PLP-KKN UAD, dewan guru, dan peserta didik. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi interaktif mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Mahasiswa menjelaskan fungsi vegetasi dalam menyaring udara, menurunkan suhu mikro di sekitar ruang kelas, serta mempercantik tata ruang sekolah.

Usai mendapatkan pengantar edukasi, para siswa diajak mempraktikkan langsung teknik penanaman dan perawatan tanaman di area yang telah disiapkan. Didampingi oleh mahasiswa, para siswa tampak antusias belajar menggemburkan tanah, memasukkan bibit ke dalam media tanam, hingga menyiramnya secara teratur. Melalui praktik langsung ini, siswa tidak hanya belajar mencintai lingkungan, tetapi juga dilatih memiliki rasa tanggung jawab dan kerja sama.

Kepala SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Rini Utami, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa UAD. Menurutnya, metode pembelajaran berbasis aksi nyata ini sangat relevan untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.

“Kegiatan penghijauan ini sangat positif karena anak-anak dapat belajar secara konkret tentang pentingnya menjaga alam. Kami berharap tanaman yang sudah ditanam dapat terus dirawat bersama dan menjadi bagian dari wajah sekolah yang semakin asri,” ungkap Rini.

Hal senada diutarakan oleh salah satu perwakilan dewan guru, Adhi Tika. Ia mengamati antusiasme tinggi dari para siswa selama kegiatan berlangsung. “Peserta didik tidak sekadar mendengarkan materi, melainkan ikut andil menanam dan merawatnya secara langsung. Harapannya, kebiasaan baik menjaga keasrian ini dapat mereka bawa dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa PLP-KKN UAD, Arifan, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai kontribusi nyata dan berkelanjutan selama masa pengabdian mereka di sekolah mitra. “Kami ingin mengajak adik-adik memahami bahwa aksi melestarikan bumi bisa dimulai dari hal paling sederhana, seperti menanam dan merawat satu pohon bersama-sama,” tuturnya.

Melalui program penghijauan ini, mahasiswa PLP-KKN UAD berharap kebiasaan merawat ruang terbuka hijau di sekolah dapat terus dirawat oleh seluruh warga sekolah. Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini menjadi modal penting dalam menumbuhkan kesadaran ekologis generasi muda demi mewujudkan sekolah sehat dan ramah lingkungan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-penghijauan-di-SD-Muhammadiyah-Krembangan-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:30:292026-09-25 09:30:29Mahasiswa PLP-KKN UAD Adakan Penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan

Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah di SMAN 1 Piyungan

25/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dukung program adiwiyata melalui edukasi pengelolaan sampah di SMAN 1 Piyungan (Foto. KKN)

Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN)  Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan lokakarya pemilahan sampah dan pembuatan pupuk organik cair (POC) di SMA Negeri 1 Piyungan, pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 siswa yang terdiri atas tiga perwakilan dari setiap kelas X, XI, dan XII.

Kegiatan dibuka oleh Faza Warda Nadilla, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, selaku pembawa acara. Selanjutnya, Kepala SMA Negeri 1 Piyungan, Bekti Mulatsih, S.Pd., M.Pd., memberikan pengarahan kepada peserta. Ia mengajak siswa untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Bekti juga berharap program yang diinisiasi mahasiswa PLP-KKN UAD dapat berkelanjutan dan mendukung pelaksanaan Program Adiwiyata di sekolah.

“Anak-anak perlu mengikuti pelatihan ini dengan baik dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Kami berharap program dari mahasiswa KKN UAD dapat terus berkelanjutan serta mendukung pelaksanaan program Adiwiyata di sekolah,” ujarnya.

Memasuki sesi materi, Tiara Amanda, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, menyampaikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah. Siswa dikenalkan pada cara memilah sampah berdasarkan jenisnya serta manfaat pengelolaan sampah yang tepat bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, sampah yang telah dipilah berpotensi dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dwi Ayu Teguh Pambudi mengenai pembuatan POC. Ia menjelaskan bahwa limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan buah-buahan, dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Pengolahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi limbah sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan organik kepada siswa.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik pembuatan POC secara berkelompok. Sebanyak 45 siswa dibagi menjadi sembilan kelompok, dengan setiap kelompok didampingi oleh satu mahasiswa PLP-KKN UAD sebagai fasilitator. Menggunakan bahan organik yang telah disiapkan, siswa mempraktikkan tahapan pembuatan POC sambil berdiskusi dan bertukar pengetahuan dengan pendamping.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan praktik berlangsung. Asry, siswa kelas X E-5, mengungkapkan bahwa lokakarya tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah limbah rumah tangga. “Saya jadi tahu cara memanfaatkan limbah dapur untuk dibuat menjadi pupuk POC. Besok adakan workshop lagi ya, Kak! Kegiatannya menyenangkan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa PLP-KKN UAD dalam mendukung pengembangan budaya peduli lingkungan di SMA Negeri 1 Piyungan. Melalui edukasi dan praktik langsung, siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah serta memanfaatkan limbah organik secara bijak, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dukung-program-adiwiyata-melalui-edukasi-pengelolaan-sampah-di-SMAN-1-Piyungan-Foto.-KKN.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:24:342026-09-25 09:24:34Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah di SMAN 1 Piyungan

Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School

25/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand (Foto. Istimewa)

Ada perjalanan yang tidak selesai ketika seseorang kembali ke tanah air. Ia menetap dalam ingatan, tumbuh menjadi pengalaman, dan terkadang meninggalkan jejak pada tempat yang pernah disinggahi. Begitulah kisah mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ketika menempuh PLP-KKN Internasional di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand. Mereka adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terdiri dari  Restu nandayu, Adam Hafidz, dan Nazwa Widhy Azzurha, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Najwa Lelya Mawarda.

Selama hampir satu bulan, 10 Agustus hingga 4 September 2026, mahasiswa tidak sekadar hadir sebagai calon pendidik yang menjalankan praktik kependidikan. Mereka datang membawa pengetahuan dari Indonesia, tetapi pada saat yang sama membuka diri untuk belajar dari lingkungan baru. Di ruang kelas, halaman sekolah, masjid, hingga tengah masyarakat, mereka menemukan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang apa yang diajarkan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang hadir, beradaptasi, dan memberi makna bagi orang lain.

Kehadiran mahasiswa UAD di Sangkhom juga bukan cerita yang baru dimulai tahun ini. Hubungan antara UAD dan Sangkhom Islam Wittaya School telah terjalin sekitar satu dekade. Selama rentang tersebut, mahasiswa dan alumni UAD datang silih berganti untuk belajar, mengajar, berinteraksi, sekaligus meninggalkan pengalaman yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan sekolah.

Tahun ini, cerita itu kembali dilanjutkan.

Mahasiswa ditempatkan pada jenjang Prathom atau sekolah dasar dan Anuban atau taman kanak-kanak. Di sana, mereka mendampingi peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran, termasuk pengajaran Al-Qur’an. Huruf hijaiyah, tanda baca, tartil, hingga hafalan ayat-ayat pilihan menjadi bagian dari proses belajar. Namun, mengajar di negeri lain membuat mahasiswa menyadari bahwa metode yang berhasil di satu tempat belum tentu dapat diterapkan begitu saja di tempat lain.

Perbedaan bahasa, kebiasaan, dan karakter peserta didik menuntut mahasiswa untuk lebih peka. Mereka harus menemukan cara berkomunikasi yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami anak-anak.

Pada titik inilah praktik lapangan menemukan maknanya. Teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah berhadapan langsung dengan situasi nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga membaca keadaan, memahami peserta didik, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran.

Dari sana, ruang kelas tidak lagi sekadar tempat mengajar. Ia menjadi ruang perjumpaan antara pengalaman pendidikan Indonesia dan kehidupan masyarakat Muslim di Thailand. Jika mahasiswa belajar mengenal Thailand, mereka juga membawa Indonesia untuk diperkenalkan kepada warga sekolah. Melalui Indonesia Day, kekayaan Nusantara dihadirkan dalam bentuk yang dekat dengan dunia anak-anak. Nasi pecel menjadi salah satu pintu untuk mengenalkan kuliner Indonesia. Batik diperkenalkan melalui kegiatan mewarnai. Senjata tradisional, pentas seni, hingga film dokumenter turut menjadi bagian dari cara mahasiswa memperkenalkan Indonesia.

Hal-hal sederhana tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan tidak selalu harus diperkenalkan melalui penjelasan panjang. Sepiring makanan, selembar kain, sebuah pertunjukan, atau sebuah cerita dapat menjadi jembatan untuk memahami masyarakat yang berbeda.

Menariknya, proses itu berlangsung dua arah. Ketika mahasiswa memperkenalkan Indonesia kepada siswa Thailand, mereka juga belajar bagaimana budaya Indonesia diterima, ditafsirkan, dan dipahami dari sudut pandang masyarakat di negara lain. Pengabdian mahasiswa kemudian berkembang ke berbagai aspek kehidupan siswa. Nilai-nilai keislaman diperkenalkan melalui lomba adzan, tartil Al-Qur’an, dan nasyid Asmaul Husna.

Lomba tidak sekadar menghadirkan suasana kompetitif. Di dalamnya terdapat kesempatan bagi siswa untuk melatih keberanian, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan kemampuan mereka. Begitu pula dengan Gerakan Anti Bullying. Mahasiswa menggunakan materi edukatif, film, dan permainan inovatif untuk membantu siswa memahami pentingnya menghargai teman serta menciptakan lingkungan yang aman.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat hadir dalam banyak bentuk. Nilai tentang keberanian, kepedulian, dan saling menghargai tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah. Anak-anak dapat belajar melalui pengalaman yang mereka jalani sendiri.

Di bidang kesehatan dan lingkungan, mahasiswa memperkenalkan pemilahan sampah, piket, Kamis Bersih, program gizi “Ini Piringku”, serta praktik menyikat gigi bagi anak-anak TK. Sementara itu, pelatihan pemadaman kebakaran menjadi salah satu cara mengenalkan keselamatan dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Berbagai kegiatan tersebut mungkin tampak sederhana. Namun, pendidikan memang kerap bekerja melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang hingga menjadi bagian dari kehidupan.

Jejak pengabdian mahasiswa tidak berhenti di lingkungan sekolah. Mereka turut melakukan revitalisasi masjid, jalan sehat dan pungut sampah, serta senam sehat bersama masyarakat sekitar. Perjumpaan dengan masyarakat memberikan pengalaman yang berbeda. Mahasiswa tidak lagi berhadapan dengan peserta didik sebagai objek pembelajaran, melainkan hadir sebagai bagian dari lingkungan sosial yang mereka datangi.

Di sanalah KKN Internasional memperoleh makna yang lebih luas. Pengabdian bukan semata tentang seberapa banyak program yang dapat dilaksanakan, tetapi juga tentang kesediaan untuk hadir, mendengar, berinteraksi, dan memahami kehidupan masyarakat dari dekat. Mahasiswa belajar bahwa memberi tidak selalu berarti datang dengan membawa sesuatu. Terkadang, memberi berarti bersedia menjadi bagian dari kehidupan orang lain, meski hanya dalam waktu yang terbatas.

Selain pembelajaran dan pengabdian sosial, mahasiswa juga berkontribusi dalam pengembangan literasi dan media sekolah. Mereka membuat majalah dinding berbahasa Thailand, menyumbangkan buku cerita berbahasa Indonesia, serta membantu menata ruang baca. Buku-buku tersebut menjadi lebih dari sekadar bahan bacaan. Ia menjadi medium kecil yang mempertemukan bahasa dan budaya Indonesia dengan anak-anak Thailand.

Di tengah perkembangan teknologi, mahasiswa juga membantu mendokumentasikan aktivitas sekolah melalui media sosial dan video kegiatan. Dengan begitu, cerita tentang Sangkhom Islam Wittaya School tidak hanya tersimpan dalam ingatan orang-orang yang terlibat, tetapi juga dapat terus dikenang melalui dokumentasi digital.

Di balik seluruh kegiatan tersebut, ada satu hal yang membuat perjalanan ini memiliki arti lebih panjang: hubungan UAD dengan Sangkhom Islam Wittaya School yang telah berlangsung sekitar sepuluh tahun. Satu dekade berarti ada banyak generasi mahasiswa yang pernah datang. Ada yang mengajar, ada yang belajar, ada yang mengenal bahasa dan budaya Thailand, dan ada pula yang kemudian kembali sebagai alumni dengan cerita masing-masing.

Jejak generasi sebelumnya membuat mahasiswa yang datang hari ini tidak benar-benar memulai dari awal. Mereka melanjutkan hubungan yang telah dibangun oleh mahasiswa dan alumni terdahulu. Kedekatan itu juga tercermin dari perhatian keluarga besar Sangkhom kepada mahasiswa UAD. Thalib Kayem, Direktur Sangkhom Islam Wittaya School, secara konsisten memperhatikan kondisi mahasiswa selama menjalankan program dan memastikan mereka merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Preecha Roeng Samut, Kepala Prathom Sangkhom Islam Wittaya School, mengingatkan mahasiswa bahwa perbedaan negara tidak seharusnya menjadi batas bagi persaudaraan. “Kita adalah saudara. Walaupun kita berasal dari negara yang berbeda, kita tetap satu sebagai sesama Muslim. Silaturahmi harus terus dijaga.”

Pesan tersebut menjadi lebih dari sekadar ucapan penutup. Ia menjadi pengingat bahwa kerja sama pendidikan dapat berkembang menjadi hubungan kemanusiaan yang jauh lebih panjang. Program mungkin memiliki tanggal mulai dan tanggal selesai. Mahasiswa mungkin harus kembali ke Indonesia. Namun, hubungan yang telah tumbuh tidak harus berakhir bersamaan dengan selesainya program.

Hampir satu bulan di Thailand akhirnya memberikan mahasiswa UAD sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pengalaman praktik lapangan. Mereka belajar mengajarkan Al-Qur’an sekaligus belajar memahami peserta didik. Mereka mengenalkan Indonesia sekaligus belajar melihat budaya sendiri dari perspektif masyarakat lain. Mereka berbicara tentang kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan anti-bullying, sekaligus belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Mereka hadir di sekolah, masjid, dan tengah masyarakat. Mereka meninggalkan buku, dokumentasi, pengalaman, serta berbagai program. Namun, pada saat yang sama, mereka membawa pulang pemahaman baru tentang pendidikan, kebudayaan, masyarakat, dan persaudaraan. Sebab, pendidikan sejatinya tidak mengenal batas geografis. Seorang calon pendidik tidak hanya dituntut mampu berdiri di depan kelas, tetapi juga harus mampu hadir di tengah keberagaman dengan pikiran terbuka, sikap adaptif, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Sepuluh tahun telah berlalu sejak hubungan UAD dan Sangkhom Islam Wittaya School mulai terjalin. Mahasiswa datang silih berganti, program terus berkembang, dan setiap generasi meninggalkan ceritanya sendiri. Kini, mereka menjadi bagian dari cerita tersebut.

Di Thailand, mahasiswa UAD belajar untuk memberi. Namun, dalam proses memberi itu pula, mereka menemukan bahwa setiap perjumpaan selalu memiliki sesuatu untuk diajarkan. Dan mungkin, di situlah makna perjalanan ini: datang untuk mengabdi, pulang dengan pemahaman yang lebih luas, dan meninggalkan persaudaraan yang tetap hidup meski jarak kembali terbentang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Sangkhom-Islam-Wittaya-School-Songkhla-Thailand-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:17:262026-09-30 11:00:19Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School

UAD Bekali Mahasiswa untuk Siapkan Karier Sejak Awal Kuliah

24/09/2026/in Terkini /by Ard

Orientasi Kemahasiswaan dan Alumni Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Kepala Bidang Pusat Pengembangan Karier Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), apt. Hendy Ristiono, M.P.H., mengingatkan mahasiswa baru untuk mulai mempersiapkan karier sejak awal masa perkuliahan, bukan menunggu hingga menjelang kelulusan.

Menurut Hendy, kuliah tidak menjamin kesuksesan seseorang secara otomatis, tetapi memperbesar peluang untuk hidup lebih layak. “Kuliah itu bukan untuk menjamin kita sukses, tapi untuk memperbesar kemungkinan kita hidup secara layak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan banyaknya jumlah perguruan tinggi dan program studi sejenis di Indonesia, mahasiswa perlu memiliki nilai jual (value) lebih agar mampu bersaing di dunia kerja. Nilai jual tersebut dapat dibangun melalui pengalaman organisasi, keikutsertaan dalam lomba, magang, hingga sertifikasi keahlian sejak semester awal.

Hendy juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan portofolio dan CV dengan bidang yang dituju, mengingat kini banyak perusahaan menggunakan sistem Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring lamaran kerja secara otomatis. “Minimal kesesuaian CV dengan posisi yang dilamar itu 80 persen. Kalau di bawah itu, bisa langsung tertolak secara sistem,” jelasnya.

Ia memaparkan sejumlah program Pusat Pengembangan Karier yang dapat diikuti mahasiswa, di antaranya pelatihan soft skill 1 dan 2, program magang bersertifikat, seminar perencanaan karier bersama alumni, education fair bagi yang ingin melanjutkan studi S2/S3, hingga UAD Job Fair yang rutin menghadirkan puluhan perusahaan mitra setiap tahun.

Berdasarkan hasil tracer study, Hendy mengungkapkan bahwa 93,9 persen alumni UAD mendapatkan pekerjaan pertama kurang dari enam bulan setelah lulus. “Ini menjadi bukti bahwa lulusan UAD sudah dipercaya oleh dunia kerja, asal mahasiswa juga menyiapkan diri sejak sekarang,” katanya.

Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk mulai membangun rekam jejak digital yang positif serta memanfaatkan waktu selama kuliah sebaik mungkin. “Rekam jejak digital itu kejam. Perbanyak hal positif, dan mulai sekarang perbaiki CV serta portofolio kalian sedikit demi sedikit,” pungkas Hendy. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Orientasi-Kemahasiswaan-dan-Alumni-Program-Pengenalan-Kampus-P2K-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-24 09:26:412026-09-24 09:26:41UAD Bekali Mahasiswa untuk Siapkan Karier Sejak Awal Kuliah
Page 8 of 644«‹678910›»

TERKINI

  • UAD Beri Penghargaan bagi Dokter Baru Berprestasi pada Sumpah Dokter Periode V27/10/2026
  • Tim Dahlan Muda Meramu HMIF UAD Dorong Pengembangan UMKM dan Wisata Packrafting27/10/2026
  • PERSADA UAD Salurkan Donasi Air Bersih di Gunungkidul26/10/2026
  • Dari Menjaga ke Memakmurkan, LPSI UAD Perkuat Tata Kelola Takmir Masjid Kampus26/10/2026
  • BEM Farmasi UAD Perluas Wawasan Global Mahasiswa Lewat Short Course 2026 di IKOP Pharma Malaysia26/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Gelar Dokter adalah Awal dari Pengabdian27/10/2026
  • Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir26/10/2026
  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top