Kesehatan Jiwa untuk Masa Depan yang Indah

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri dr. Widea Rossi Desvita (Foto. Mei)
Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Kajian Rutin Ahad Pagi pada Minggu, 25 Oktober 2026, dengan tema “Mempersiapkan Masa Depan yang Indah dengan Jiwa Sehat”. Kajian ini menghadirkan dr. Widea Rossi Desvita, Sp.KJ. sebagai pemateri.
Dalam kajian tersebut, dr. Widea menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan jiwa, terutama pada usia lanjut. Menurutnya, proses penuaan merupakan bagian alami kehidupan yang disertai perubahan kondisi fisik, fungsi otak, emosi, dan kemampuan kognitif. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keseharian, termasuk meningkatkan risiko kesepian, kecemasan, depresi, dan gangguan tidur.
Ia menjelaskan bahwa menjaga kesehatan jiwa tidak cukup hanya dengan menerima proses penuaan, tetapi juga perlu disertai upaya untuk mempertahankan kesehatan fisik dan mental. Salah satunya melalui penerimaan diri (acceptance) yang diwujudkan dengan sikap rida terhadap perubahan kondisi sekaligus tetap berikhtiar menjaga kesehatan.
“Rida di sini artinya acceptance, bisa menerima kondisi. Tapi bukan menerima yang pasrah. Artinya kita menerima kondisi bertambah usia, bertambah tua, tetapi juga dengan usaha untuk tetap sehat,” jelasnya.
Kemudian dr. Widea menyampaikan beberapa langkah untuk menjaga kesehatan jiwa pada usia lanjut, di antaranya menjaga hubungan sosial melalui silaturahmi, mempertahankan aktivitas yang merangsang kerja otak, mengelola kecemasan dan stres, menjaga pola tidur dan asupan nutrisi, serta tetap melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memperbanyak zikir, membaca dan memahami Al-Qur’an, serta membiasakan diri untuk memaafkan orang lain. Selain membantu menjaga ketenangan batin, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperkuat hubungan spiritual dan meningkatkan kualitas hidup.
Dr. Widea turut mengingatkan pentingnya membuka diri dan menceritakan persoalan yang dihadapi kepada orang yang tepat. Apabila masalah kesehatan jiwa mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, masyarakat dianjurkan mencari bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater.
“Kalau memang membutuhkan bantuan profesional, datanglah kepada psikiater atau psikolog. Itu bukan tanda lemah, bukan tanda kurang iman, tetapi tanda bahwa kita sebagai manusia berikhtiar dan bertawakal kepada Allah Swt.,” katanya.
Harapannya jemaah dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa sejak dini sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa tua. Dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga silaturahmi, memperkuat spiritualitas, dan mencari bantuan profesional ketika diperlukan, masyarakat diharapkan dapat menjalani masa lanjut usia dengan lebih sehat dan bermakna. (Mei)
