LOWONGAN-DOSEN-UAD-2014
LOWONGAN-DOSEN-UAD-2014. Info lebih lanjut klik di http://psdm.uad.ac.id/

Silakan download:
LOWONGAN-DOSEN-UAD-2014. Info lebih lanjut klik di http://psdm.uad.ac.id/

Silakan download:
Tawaran “Japan-Asia Youth Exchange Program in Science” dari Japan
Science and Technology Agency
http://www.dikti.go.id/id/
Japan Science and Technology Agency (JST), sebuah organisasi semi
pemerintah di bawah Japan Ministry of Education, Culture, Sport,
Science and Technology (MEXT), menawarkan program pertukaran pemuda
yang ditawarkan di 14 negara di Asia.
Program ini ditawarkan kepada siswa, mahasiswa dan dosen atau peneliti
yang berusia paling tinggi 40 tahun. Penjelasan lebih lengkap dan
pendaftaran melalui http://ssp.jst.go.jp/EN/index.
Menurut Dr. Widodo, M.Si,., Kontribusi ilmuwan khususnya fisikawan dalam pembangunan berkelanjutan belum signifikan. Hal ini disebabkan belum adanya peta jalan riset fisika yang jelas yang akan dikembangkan untuk pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, pendidikan fisika di negara berkembang masih tertinggal oleh pendidikan fisika di negara maju. Salah indikasinya adalah masih kurangnya akses informasi berupa buku teks fisika. Masalah ini sebetulnya dapat teratasi dengan keterbukaan informasi melalui internet.
“Pekerjaan rumah fisikawan Indonesia adalah berusaha mengimbangi kemajuan sains dan teknologi di negera maju agar bisa bersaing. Kita masih perlu menempuh perjalanan panjang agar kontribusi fisika bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Kita harus memulai dan terus menempuh perjalanan tersebut.” Terang Widodo dalam sambutannya pada seminar Seminar Nasional Fisika di Auditorium Kampus 3 Sabtu, 26 April 2014.
Seminar yang menghadirkan Prof. Dr. Ing. Mitra Djamal (Ketua HFI Pusat), Dr. Moh. Toifur, M.Si. (Ketua Program Studi Magister Pendidikan Fisika UAD), dan Suharyo Sumowidagdo, Ph.D. (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para peneliti yang terdiri dari dosen, guru, dan praktisi untuk memaparkan dan berdiskusi tentang hasil penelitian fisika dan pendidikan fisika.
Acara yang dihadir 40an lebih perguruan tinggi se-Indonesia ini diharapkam dapat memulai langkah nyata untuk menyusun strategi kontribusi fisika dalam pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi dan sinergi antara grup riset diperlukan untuk mendukung tujuan tersebut.
Acara yang diadakan oleh Prodi Pendidikan Fisika UAD, kerja sama dengan Prodi Fisika UAD HFI (Himpunan Fisika Indonesia) juga diadakan serah terima sertifikat ISO 17025 dari KAN sekaligus sambutan ketua KAN.
UAD (Universitas Ahmad Dahlan) dikenal karena kreativitas dan Prestasi Mahasiswanya.” Kata Wakil Rektor III Dr. Abdul Fadhil, MT dalam berbagai kesempatan.
Ungkapan tersebut bukan sekedar omong kosong belaka. Hal ini terbukti dengan banyaknya torehan prestasi yang telah diraih oleh Mahasiswa UAD baik ditingkat nasional maupun Internasional serta suasana kampus yang tak pernah sepi kegiatan kreativitas yang dilakukan oleh Mahasiswa UAD.
Baru-baru ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM-FAI) UAD mengadakan acara Bazaar Buku. Acara tersebut berlangsung dari tanggal 01 Mei hingga 07 Mei 2014. Bertempat di hall lantai 1 Kampus I UAD. Jalan Kapas 09, Semaki, Yogyakarta.
“Acara ini terlaksana atas kerja sama dengan beberapa penerbit buku diantaranya, Gema Insani Press, Pustaka Pelajar, Gama Media, serta Navilla. Totalnya ada lebih dari 400 buku yang di bazarkan.” Ungkap Adnan Ardi Yanto selaku Gubernur BEM-FAI.
Bazaar Buku ini terlihat menarik dan kreatif dengan ditampilkannya sebuah Icon Tugu Jogja dengan simbol membaca membuka cakrawala dunia. Acara ini dibuka dari jam 07.00 hingga jam 16.00 WIB.
“Bazaar Buku ini merupakan rangkaian acara menuju Seminar Internasional dengan “Living Phenomena of Arabic Language and Al-Qur’an” yang akan diadakan oleh Fakultas Agama Islam tanggal 07 Mei mendatang” terang Adnan Ardi Yanto saat ditemu di sela-sela kesibukannya. (MCH)
Bedah Kamus Akbar Bahasa Arab
Kamis (01/05), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM-FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan acara Bedah Kamus Akbar Bahasa Arab (KABA) di Ruang Auditorium Kampus I UAD. Jalan Kapas 09, Semaki, Yogyakarta.
Hadir dalam acara tersebut, Ustadz Athoillah Fathoni al-Khalil sebagai penulis Kamus dan Ustadz Talqis Nurdiyanto (Dosen Bahasa Arab UMY) sebagai pembedah.
Ustadz Athoillah kemudian menjelaskan dari segi leksikografi metodologi (proses-proses) penyusunan sebuah kamus. "Saya bersama dengan Ustadz Thoha Husein Al-Mujahid menyusun kamus besar ini dengan menghabiskan separuh umur saya" terangnya.
Pada kesempatan selanjutnya, Ustadz Talqis Nurdiyanto memaparkan sisi keunggulan/kelebihan dan kelemahan Kamus Akbar tersebut. Menurutnya, kamus yang baik di dalamnya terdapat pedoman penggunaan kamus bagi para pembaca dan hal itu ada pada Kamus ini.
Peserta yang hadir dalam acara tersebut datang dari berbagai kalangan. Ada yang dari kalangan akademisi baik dari dalam maupun luar Kampus UAD. Seperti: Mahasiwa, Dosen, Guru, dan Santri Pondok Pesantren serta masyarakat umum.
Ditemui di sela-sela acara, Adnan Ardi Yanto selaku Gubenur BEM-FAI dan ketua panitia acara tersebut mengungkapkan ”Acara ini sebagai pembuka dari acara Bazaar Buku yang diadakan dari tanggal 01-07 Mei yang selanjutnya akan diakhiri dengan acara Seminar Internasional”. (MCH)
Minggu, 27 April 2014 Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) rayakan ulang tahunnya yang ke-30.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Program Studi Bimbingan Konseling (Kaprodi BK) Dodi Hatanto, S.Pd., M.Pd. dan disambut antusias oleh seluruh mahasiswa BK. Selain dihadiri oleh mahasiswa dan dosen BK, ulang tahun kali ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Dr. Abdul Fadlil, M.T., Dekan FKIP Dra. Trikinasih Handayani, M.Si., dan perwakilan dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Drs. Hendro Setyono, S.E., M.Sc.
Dr. Abdul Fadlil, M.T mengajak mahasiswa dan semua yang hadir dalam acara tesebut untuk selalu bersyukur kepada Allah swt., salah satu cara menunjukannya adalah dengan bershalawat. Selain menyampaikan tausyiah, dia juga mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan Prodi BK dalam bidang akreditasi. Dia juga berharap Prodi BK ini bisa mengirimkan lulusannya untuk menjadi tenaga pendidik di Thailand seperti prodi yang lain.
Kemudian acara dilanjutkan dengan berbagai lomba seperti tarik tambang, bakiyak, holahup, estafet sumput kacang, estafet kelereng, memasukkan paku kedalam botol, dan fashion show (sarimbitan).
Selain perlombaan kegiatan ini juga mengumumkan beberapa siswa yang berprestasi dibidang akademik. Diantaranya pengumuman mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dimasing-masing tingkatan/semester; semester 2 dengan IPK 3,91 atas nama Nindya Eka Safitri, semester 4 dengan IPK 3,80 atas nama Siti Umi Riska Hasan, semester 6 dengan IPK 3,88 atas nama Anisa Mawarni, semester 8 dengan IPK 3,87 atas nama Ajeng Wulandari. Ada juga pemberian hadiah berupa televisi 14 inchi kepada mahasiswa yang berulangtahun di hari tersebut. (idj)
Sebanyak 22 alumni dari 4 program studi yang akan mengajar di Thailand, di antaranya dari Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 10 alumni, Sastra Inggris 5 alumni, FAI 6 alumni, serta 1 alumni dari Pendidikan Matematika. “Mereka akan mengajar selama satu tahun, ditempatkan di berbagai sekolah yang sudah MoU dengan UAD,” ungkap Drs. Hendro Setyono, M.M., M.Si Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Hendro menambahkan, pada tahun 2013, UAD mengirim 9 alumni. Alhamdulillah pada tahun ini meningkat menjadi 22 alumni. Beberapa minggu sebelum para alumni diberangkatkan ke Thailand, mereka mendapat pelatihan bahasa Thailand dan pembekalan yang dilaksanakan oleh KUI dan BIMAWA.
Wakil Rektor (WR) IV Prof. Drs. H.M. Sarbiran, M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya meminta agar para alumni bisa membawa diri dan bekerja dengan baik. Diharapkan di sana dapat memperoleh kesuksesan ganda, yakni kesuksesan untuk diri sendiri dan kesuksesan untuk UAD, sehingga program "Alumni Mengajar di Thailand" dapat semakin berkembang pada tahun-tahun selanjutnya.
Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Ida Puspita, M.A.res. menegaskan bahwa permintaan alumni UAD untuk mengajar juga datang dari Kamboja. “Pada saat ini sedang proses komunikasi untuk mencapai kesepakatan,“ jelasnya, saat pelepasan Alumni UAD yang akan mengajar di Thailand di ruang sidang kampus 1. Senin (28/4/2014). Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Universitas, Fakultas, Prodi, dan Biro. (Doc)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta selenggarakan Opening Ceremony Gebyar FKIP tahun 2014 pada Sabtu, 26 April 2014 di depan Hall Kampus 2 UAD dengan sangat meriah.
“Acara ini merupakan agenda tahunan dan program kerja pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP tahun ini. Selain itu, agenda ini juga menjadi ajang silatirahmi dengan berbagai HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi), LSO (Lembaga Setingkat Organisasi), demisioner dan semua organisasi-organisasi lain di UAD,” tutur Rizki Prasetyo selaku ketua panitia.
Acara yang didukung penuh oleh UAD dan seluruh organisator FKIP ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan FKIP Dr. Suparman, M.Si., DEA., dengan pelepasan beberapa balon sebagai simbol pembukaan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan diantaranya tari, musik, pembacaan puisi dan pantomim. Selain pembukaan yang sangat meriah nantinya Gebyar FIKP ini akan menyajikan berbagai perlombaan mulai dari lomba futsal putra dan putri, basket putra dan putri, pembuatan dan presentasi media pembelajaran, penulisan esai, lomba pentas seni, jalan sehat, dan stand up comedy.
Tidak hanya melibatkan mahasiswa sebagai target kegiatan, namun Gebyar FKIP ini juga melibatkan masyarakat umum seperti, donor darah, seminar nasional dan tabligh akbar yang sedianya akan diselenggarakan hingga awal Juni. Untuk mensukseskan acara ini keluarga besar BEM FKIP sangat berharap adanya kerjasama dari berbagai pihak dan mengikuti perlombaan yang akan diselenggarakan. Informasi bisa dilihat di @GebyarFKIP2014, Facebook: Gebyar FKIP UAD, bisa juga menghubungi HMPS masing-masing atau datang langsung ke sekretariat BEM FKIP di Kampus 2 UAD. (idj)
Sabtu (26/04), UAD adakan Workshop tentang Tracer Study atau disebut juga Workshop Penelusur Alumni Program Studi (PAP). di Hotel Wisanti. Jalan Taman Siswa No. 79 Yogyakarta.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD yang bekerjasama dengan BISKOM UAD. Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari masing-masing Program studi baik itu karyawan ataupun dosen yang bertugas untuk mengelola Web Tracer Study nantinya.
“Diharapkan setelah diadakan acara ini, para peserta bisa mengelola dan mengaplikasikan web Tracer Study yang diperuntukkan untuk para alumni UAD ini dengan baik dan benar”. Ungkap Bapak Hendro Setyono, S.E, M.Sc selaku Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Tujuan Tracer Study itu sendiri ialah sebagai media informasi terkait perkembangan dan pengembangan kampus, sebagai database alumni, sebagai alat evaluasi untuk melihat relevansi antara perguruan tinggi dengan dunia kerja dan yang terpenting yakni sebagai sarana evaluasi akreditasi perguruan tinggi. (MCH)
“KH Ahmad Dahlan adalah sosok yang kharismatik, cerdas, jenius, visioner, revolusioner, serta inspiratif. Keberadaannya mampu memberikan pencerahan bagi umat serta menginspirasi banyak kalangan” Kata Syaiful Bahri (33) Penulis novel “Secret From Ahmad Dahlan” dalam acara Bedah Novel. Rabu (23/04) di Aula PDM Kota Yogyakarta. Jalan Sultan Agung 14 Yogyakarta.
“Salah satu bukti yang menegaskan kecerdasan dan kejeniusannya (Ahmad Dahlan) ialah ketika dia membenarkan arah kiblat dengan kompas miliknya. Inilah salah satu rahasia kejeniusan Ahmad Dahlan yang diuraikan di dalam novel Secret From Ahmad Dahlan.” Sambung Syaiful.
Acara yang diselenggarakan oleh LSBO PDM Kota Yogyakarta bekerjasama dengan UAD tersebut selain dihadiri Syaiful Bahri (Penulis Novel) juga dihadiri oleh Adnan Katino (Novelis dan Pemilik Hikam Pustaka Group) pembedah buku.
Ditemui diakhir acara, Muhammad Nur Romdhon (33) selaku sekretaris LSBO PDM Kota Yogyakarta sekaligus panitia acara menjelaskan, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menepis anggapan masyarakat yang mengatakan muhammadiyah kering akan seni serta cenderung anti terhadap seni.
Lebih lanjut M. Nur Romdhon menyampaikan, melalui acara ini kami ingin membuktikan bahwa anggapan tersebut salah. Muhammadiyah tidak anti terhadap seni bahkan cenderung untuk senantiasa melestarikan kesenian dan kebudayaan yang ada di Indonesia di mulai dari tingkat ranting hingga pusat, selama seni tersebut tidak bertentangan dengan syari’at agama.
Peserta yang hadir dalam acara tersebut datang dari kalangan pengurus pimpinan Muhammadiyah baik dari tingkat ranting hingga tingkat daerah, ada juga dari kalangan pengurus ortom Muhammadiyah serta Warga Muhammadiyah. (MCH)
