• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Perempuan, Undang-Undang, dan Hubungan Industrial

01/02/2023/in Terkini /by Ard

Dr. Fithriatus Shalihah, S.H., M.H. (tengah) dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Peserta FGD Serikat Pekerja RAPP (Foto: Istimewa)

Dr. Fithriatus Shalihah, S.H., M.H., Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menjadi narasumber dalam acara Pembekalan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Focus Group Discussion (FGD) dengan Serikat Pekerja Riau Pulp and Paper (RAPP). Kegiatan digelar di Meeting Room Hotel Unigraha, Kompleks RAPP Pangkalan, Kerinci, Riau (18-1-2023). Tema yang diusung adalah “Maternity Leave dalam Hubungan Industrial yang Berkeadilan (Tinjauan Atas RUU KIA)”.

Pengaturan maternity leave atau cuti melahirkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Secara umum, FGD menghasilkan persamaan persepsi bahwa cuti melahirkan bagi perempuan bekerja sudah diatur dengan sangat tepat dalam UU Ketenagakerjaan, termasuk apabila akan dinaikkan standarnya. Bukan malah dalam UU lain (dalam hal ini RUU KIA) karena akan menimbulkan persoalan baru yaitu tumpang tindih aturan.

Peserta FGD banyak memberikan masukan sesuai dengan kebutuhan riil pada pemenuhan hak maternitas bagi mereka. Contohnya adalah mereka mengharapkan cuti sebelum dan sesudah melahirkan yang saat ini diatur sebagai masing-masing 1,5 bulan diubah menjadi 1 bulan dan 2 bulan. Hal itu dinilai akan memberi mereka waktu lebih dalam pemulihan pascamelahirkan dan pemberian ASI tanpa harus menambah durasi waktu cuti. Lagi pula keduanya sama-sama memiliki total waktu 3 bulan.

Selain itu, pekerja juga menuntut prosedur izin tidak masuk kerja untuk pekerja perempuan saat haid harus diperjelas lagi dalam ketentuan turunannya. Tidak lupa juga persoalan perlindungan keamanan terhadap pekerja perempuan yang bekerja di malam hari, kejelasan terkait kesetaraan gender, dan ketersediaan fasilitas khusus pekerja perempuan di perusahaan untuk mengantisipasi kekerasan fisik maupun seksual.

Beragam pertanyaan dan masukan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut. Di samping itu, mereka juga menaruh perhatian yang tinggi karena mereka sadar bahwa mereka merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis. Hubungan ini menjadi cita-cita yang diharapkan oleh semua pihak yang berkepentingan, termasuk pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Menurut Fithriatus, hukum hubungan industrial yang baik seharusnya memperhatikan 3 hal yaitu menyerap, melindungi, dan menyejahterakan. “Menyerap dapat diartikan bahwa hukum harus mampu mengakomodir dan mengintegrasikan kepentingan ketiga pihak terkait,” terangnya.

Lebih lanjut, dosen Hukum UAD tersebut menjelaskan bahwa kepentingan utama pekerja adalah terpenuhinya hak-hak dasar mereka, sedangkan untuk pengusaha, kepentingannya adalah terjaminnya keberlangsungan usaha, keamanan investasi, dan lain sebagainya. Sementara bagi pemerintah, kepentingannya tidak lain adalah menyejahterakan rakyat. Sehingga dalam hal ini mereka berperan untuk mengawasi jalannya hubungan industrial agar tidak keluar dari kepentingannya.

Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi oleh Jhon Erizal selaku Ketua Serikat Pekerja RAPP. Diketahui juga sebelumnya telah dilakukan penandatanganan PKB penelitian dan pengabdian masyarakat dengan Prodi Magister Hukum UAD. Kerja sama ini dimaksudkan untuk pemenuhan tugas Catur Dharma Perguruan Tinggi. (tsa/fth)

uad.ac.id

Tags: Berita UAD, Dosen, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Fithriatus-Shalihah-S.H.-M.H.-tengah-dosen-Fakultas-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-Peserta-FGD-Serikat-Pekerja-RAPP-Foto-Istimewa.jpg 768 1024 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-02-01 11:13:062023-02-01 11:13:06Perempuan, Undang-Undang, dan Hubungan Industrial
You might also like
BEM UAD Selenggarakan Dahlan Muda Environmental Festival
P2K UAD Ajak Mahasiswa Baru Bergembira
HMPS PBI Adakan English Camp untuk Mahasiswa Baru
PPK Ormawa HMTI UAD Jalankan Program Pengabdian di Kalurahan Srigading
Tim UAD Raih Silver Medal di Toba Essay Competition 2024
UAD Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026
  • Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 202629/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 202629/09/2026
  • Tim King Phoenix UAD Juara III Kontes Robot Terbang Indonesia28/09/2026

FEATURE

  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top