• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Penulisan Naskah Lakon Peksimiprov 2026

15/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara III penulisan naskah lakon Peksimiprov 2026 (Foto. Rizkyana)

Prestasi membanggakan berhasil diukir oleh Rizkyana Iswahyuni, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2022 Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rizkyana sukses menyabet Juara 3 dalam tangkai lomba Penulisan Naskah Lakon pada Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Provinsi (Peksimiprov) 2026 yang berlangsung dari 18 Juni hingga 2 Juli 2026. Dalam kompetisi ini, UAD juga bertindak sebagai tuan rumah khusus untuk tangkai lomba kepenulisan yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026 lalu.

Melalui karya naskah lakonnya, Rizkyana mengangkat interpretasi mendalam mengenai esensi sebuah “rumah”. Baginya, rumah tidak melulu soal bangunan fisik, melainkan sebuah ruang komunal seperti kampung halaman yang menjadi tempat bernaung bersama. Terinspirasi dari realitas para perantau yang enggan pulang karena daerah asalnya dinilai kurang mendukung keberlangsungan hidup, ia menggambarkan sebuah perkampungan yang perlahan runtuh akibat sang pemimpin kehilangan harapan hingga berdampak pada warga di kampungnya. Bahkan pada bagian akhir naskah, Rizkyana menggambarkan kemungkinan warga berubah menjadi kaum miskin kota yang tidak lagi memiliki kampung untuk kembali.

“Pesan utama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa ketika sebuah rumah tidak lagi mampu memberikan harapan bagi penghuninya, maka yang hilang bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga identitas dan masa depan generasi berikutnya,” ungkap Rizkyana.

Keunikan lain dari naskah ini terletak pada representasi karakter “Ibu”. Bukannya menghadirkan sosok ibu biologis, Rizkyana justru memanifestasikan figur keibuan melalui tokoh Bu Guru. Dalam pandangannya, esensi seorang ibu melekat pada siapa saja yang merawat, mendidik, dan menumbuhkan kehidupan tanpa pamrih. Tokoh Bu Guru di naskah karya Rizkyana tidak hanya mengajar baca, tulis, dan hitung, tetapi juga berjuang menjaga martabat, nilai-nilai, dan masa depan kampung yang sedang kehilangan arah.

Perjalanan Rizkyana meraih juara tentu tidak instan dan penuh dengan tantangan emosional. Ia mengaku sempat kesulitan menjaga fokus akibat padatnya jadwal yang bertumpuk antara bimbingan skripsi, bimbingan menulis lakon, hingga latihan teater.

“Tantangan terbesar, jujur saja ada pada diri sendiri yang kerapkali kepusingan dengan jadwal yang bertumpuk, ada bimbingan skripsi, bimbingan menulis lakon, dan latihan teater. Hal-hal itu memicu buyarnya fokus saat latihan sehingga tidak terlalu maksimal,” jelasnya mengenai kendala selama proses persiapan.

Keberhasilan ini juga tidak luput dari dukungan penuh pihak kampus UAD yang memfasilitasi pembinaan intensif bersama mentor kepenulisan. Rizkyana merasa sangat bersyukur dikelilingi oleh support system yang luar biasa, mulai dari rekan-rekan teater hingga dosen pembimbing skripsinya yang sangat pengertian dalam pembagian waktu bimbingan dan latihan. Menutup tahun terakhir kesempatannya berlaga di ajang Peksimiprov, Rizkyana mengaku sangat senang dan tidak menyangka bisa keluar sebagai juara ketiga. Alih-alih cepat puas dan langsung mementaskan karyanya, mahasiswa angkatan 2022 ini justru berencana untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan karyanya ke depan.

“Lebih baik saya rombak ulang menjadi naskah yang lebih baik lagi, karena sewaktu lomba masih ada beberapa celah keburukan, jadi baiknya rombak dulu baru nanti dipentaskan. Atau kayaknya buat naskah baru aja sih, biar makin banyak karya-karya lakon,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-III-penulisan-naskah-lakon-Peksimiprov-2026-Foto.-Rizkyana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-15 10:00:142026-07-16 09:09:30Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Penulisan Naskah Lakon Peksimiprov 2026

Gelar Two Thousand Show Vol. 2, Mahasiswa Ilkom UAD Hidupkan Memori Era 2000-an

15/07/2026/in Terkini /by Ard

Program Two Thousand Show Vol. 2 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ilkom UAD)

Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menghidupkan kembali memori kolektif masa lalu melalui gelaran festival “Two Thousand Show (TTS) Vol. 2: Bring Back 2005s”. Acara yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada 6 hingga 8 Juli 2026 ini memadati Hall Gedung Utama Kampus 4 UAD dengan beragam aktivitas lawas. Bukan sekadar hiburan musiman, festival ini merupakan bentuk implementasi nyata dan ujian praktik dari mata kuliah Event Management yang diampu oleh Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., M.A., guna membekali mahasiswa dengan kemampuan manajerial secara nyata di lapangan.

Rijal Ahsan Wijaya, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023 yang dipercaya sebagai Ketua Pelaksana, mengungkapkan bahwa esensi utama dari TTS Vol. 2 adalah menghadirkan mesin waktu visual bagi para pengunjung.

“Kami ingin mengajak seluruh partisipan bernostalgia dan merasakan kembali suasana tahun 2005 yang hangat dan seru melalui mainan, makanan, serta seluruh keseruannya,” ujar Rijal. Target audiens yang disasar pun sangat luas, mulai dari sivitas akademika UAD, anak-anak, hingga masyarakat umum generasi 2005 hingga 2015-an yang ingin bernostalgia dengan aneka mainan ikonik dan jajanan jadul tanpa ketergantungan pada gawai.

Kemeriahan festival ini dibagi menjadi tiga hari. Hari pertama dibuka dengan peresmian acara yang langsung disusul oleh perlombaan mewarnai untuk anak-anak, kompetisi teka-teki silang, serta pembukaan stan bazar mainan gratis dan jajanan pasar tempo dulu. Memasuki hari kedua, atmosfer berubah menjadi ruang rekreasi remaja dengan adanya kompetisi PlayStation (PS), panggung akustik, sesi karaoke bebas, hingga program “Tiba-Tiba Podcast”. Sebagai puncak acara pada hari ketiga, kompetisi balap Tamiya digelar dengan antusiasme tinggi bersamaan dengan Y2K Show yang menonjolkan estetika mode awal milenium, sebelum akhirnya resmi ditutup dalam sesi upacara penutupan.

Di balik kelancaran rangkaian agenda yang kompleks tersebut, terdapat proses panjang yang menguji komitmen seluruh tim penyelenggara melalui persiapan rapat berkala sejak tahap penentuan konsep hingga hari-H. Rijal menambahkan bahwa dinamika yang mereka lalui di balik layar justru memberikan pelajaran emosional yang sangat berharga bagi seluruh tim. Melalui tantangan manajemen tersebut, TTS Vol. 2 tidak hanya berhasil menyuguhkan ruang bercerita yang berkesan bagi publik, tetapi juga sukses menjadi laboratorium bagi mahasiswa dalam mengasah solidaritas kelompok. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-Two-Thousand-Show-Vol.-2-mahasiswa-Ilmu-Komunikasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ilkom-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-15 09:00:472026-07-16 09:00:41Gelar Two Thousand Show Vol. 2, Mahasiswa Ilkom UAD Hidupkan Memori Era 2000-an

Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 2026

15/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua gelar pada ajang SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Isfha)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Isfha Aufa Na’imullah, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Isfha berhasil meraih Juara III PR Campaign Kategori Best Problem Solving dan Juara II Badminton Ganda Putri yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Bagi Isfha, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia mengaku bersyukur karena untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi PR Campaign dan mampu meraih prestasi, sekaligus berhasil menjadi juara pada cabang badminton.

Pada kategori PR Campaign, Isfha bersama tim mengangkat kampanye bertajuk “30 Days, 30 Dreams”. Kampanye tersebut berangkat dari kepedulian terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yaitu pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak jalanan.

Melalui kampanye ini, tim berkolaborasi dengan The Dreamhouse Yogyakarta, sebuah Non-Governmental Organization (NGO) yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pendampingan anak-anak jalanan. Kampanye dirancang melalui platform TikTok dengan menghadirkan konten harian yang menceritakan mimpi, cita-cita, dan kehidupan anak-anak binaan selama 30 hari. Melalui strategi tersebut, tim berharap masyarakat semakin mengenal The Dreamhouse Yogyakarta sekaligus terdorong untuk memberikan perhatian terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak jalanan.

Isfha menjelaskan bahwa materi yang diperoleh selama menempuh perkuliahan di Program Studi Ilmu Komunikasi UAD menjadi bekal penting dalam menyusun strategi kampanye. Pengetahuan dasar mengenai kehumasan, penyusunan kampanye, hingga riset komunikasi membantu tim menentukan isu yang relevan dengan kondisi masyarakat di Yogyakarta. “Untuk PR Campaign, kami sudah mendapatkan dasar-dasar mengenai public relations dan penyusunan kampanye di perkuliahan. Setelah itu kami melakukan riset mengenai permasalahan yang ada di Yogyakarta hingga akhirnya memilih isu pendidikan bagi anak-anak jalanan sebagai fokus kampanye,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menghadapi Kejuaraan Badminton, Isfha melakukan latihan secara intensif. Persiapan tersebut menjadi modal penting untuk tampil maksimal selama pertandingan.

Di balik keberhasilan tersebut, Isfha menghadapi tantangan yang tidak mudah, terutama pada kompetisi PR Campaign. Kelompok peserta baru dibentuk pada hari pelaksanaan sehingga seluruh anggota berasal dari perguruan tinggi yang berbeda dan belum saling mengenal. Kondisi tersebut menuntut kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kerja sama yang cepat agar ide-ide yang dimiliki dapat disatukan menjadi sebuah kampanye yang utuh. “Awalnya kami tidak saling mengenal karena kelompok baru dibentuk saat hari pelaksanaan. Kami harus cepat beradaptasi, saling berdiskusi, dan membangun komunikasi melalui obrolan-obrolan sederhana hingga akhirnya bisa bekerja sama dengan baik,” tuturnya.

Selain membawa pulang prestasi, Isfha juga memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan Silaturahmi APIK PTMA 2026. Ia berkesempatan bertemu dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa serta dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai PTMA di Indonesia. Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti kegiatan study tour ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang memberikan wawasan mengenai keberagaman, toleransi, dan harmoni kehidupan beragama di Indonesia.

Menurut Isfha, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperluas relasi, memperkaya wawasan, serta mempererat silaturahmi antarmahasiswa Ilmu Komunikasi PTMA dari berbagai daerah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-dua-gelar-pada-ajang-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Isfha.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-15 08:00:172026-07-16 08:55:23Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 2026

KKN UAD Ciptakan Media Visual Edukasi Pengelolaan Sampah

14/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ciptakan media visual edukasi pengelolaan sampah (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 104 Unit I.A.3 dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program kerja bertajuk “Pembuatan Papan Edukasi Sampah” di Kelurahan Sorosutan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah anorganik.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya permasalahan penumpukan sampah anorganik seperti plastik, botol, dan kaleng yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami. Kurangnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah turut menjadi salah satu penyebab masih maraknya pembuangan sampah secara sembarangan.

Mengacu pada konsep Visual Management atau manajemen visual dalam bidang teknik industri, mahasiswa KKN menghadirkan media edukasi berupa papan informasi yang dirancang untuk menyampaikan pesan lingkungan secara lebih langsung, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Papan edukasi tersebut dibuat secara mandiri menggunakan material kayu dan dipasang di lokasi strategis yang mudah dijangkau serta dilihat oleh warga sekitar. Kehadiran media visual ini diharapkan mampu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sekaligus melakukan pemilahan sampah anorganik secara disiplin.

Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa melakukan pengamatan di lapangan dan menemukan bahwa imbauan berupa tulisan “Dilarang Membuang Sampah” dinilai kurang efektif dalam mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan. Masyarakat dinilai membutuhkan media edukasi yang lebih menarik dan mampu memberikan gambaran nyata mengenai dampak jangka panjang sampah terhadap lingkungan.

Melalui kreativitas mahasiswa, papan edukasi tersebut dilengkapi dengan contoh fisik sampah anorganik beserta informasi mengenai waktu penguraiannya. Warga dapat melihat secara langsung bahwa botol plastik membutuhkan waktu sekitar 450 tahun untuk terurai, kaleng minuman 200 tahun, kantong plastik 20 tahun, sementara styrofoam tergolong sebagai material yang sangat sulit terurai.

Keberadaan papan edukasi ini mulai mendapatkan respons positif dari masyarakat, terutama anak-anak dan ibu rumah tangga yang sering melintas di lokasi pemasangan. Informasi visual yang disajikan mampu menarik perhatian warga sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah anorganik.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Alternatif Unit I.A.3 berharap dapat meninggalkan warisan edukasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sorosutan serta mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab demi menjaga kelestarian lingkungan di masa mendatang. (Doc/Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ciptakan-media-visual-edukasi-pengelolaan-sampah-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 10:42:122026-07-21 07:31:31KKN UAD Ciptakan Media Visual Edukasi Pengelolaan Sampah

Keluarga Teater PeBei Sukses Gelar Pementasan Fragmen Lama

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Keluarga Teater PeBei Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses gelar pementasan “Fragmen Lama” (Foto. Teater PeBei UAD)

Keluarga Teater PeBei Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan pementasan bertajuk Fragmen Lama pada Minggu, 14 Juni 2026. Pementasan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan seni peran sekaligus menyampaikan pesan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mengangkat tema keluarga, trauma, dan penerimaan terhadap takdir, Fragmen Lama menceritakan sebuah keluarga yang harus menghadapi rahasia masa lalu yang selama bertahun-tahun tersimpan. Berbagai konflik yang muncul dalam cerita menggambarkan perjuangan para tokoh dalam menghadapi luka batin serta upaya untuk menerima kenyataan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Selain mengangkat persoalan keluarga, pementasan ini juga menyoroti isu cinta beda agama yang semakin memperumit alur cerita. Konflik tersebut berpadu dengan trauma yang dialami oleh sosok ibu dalam keluarga yang menjadi pusat persoalan dalam pertunjukan tersebut.

Sutradara Fragmen Lama, Dea Fitri Ananta, mengungkapkan bahwa proses produksi menghadapi sejumlah tantangan karena sebagian besar aktor yang terlibat masih tergolong baru dalam dunia teater. Kondisi tersebut menuntut adanya pendalaman karakter dan latihan yang lebih intensif selama masa persiapan.

“Karena di studi pentas ini aktor-aktornya masih baru, jadi butuh pemahaman dan latihan ekstra. Saya sendiri juga baru menjadi sutradara di studi pentas ini, sehingga masih dalam tahap penyesuaian sebagai penggarap,” ujar Dea.

Persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih dua setengah bulan melalui latihan rutin serta proses pendalaman karakter setiap tokoh. Seluruh tim produksi bekerja sama untuk menghadirkan pertunjukan yang mampu menyampaikan pesan emosional kepada penonton.

Sementara itu, Pimpinan Produksi, Fanny Tamara, menyampaikan bahwa tantangan terbesar selama proses produksi adalah mengubah cara berpikir dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul selama persiapan pementasan.

“Salah satu tantangan yang paling sering saya hadapi adalah bagaimana saya harus mengubah cara berpikir dan melihat suatu masalah,” kata Fanny.

Setelah pementasan Fragmen Lama, Keluarga Teater PeBei akan melanjutkan agenda berikutnya, yakni Pentas Produksi yang merupakan pementasan dengan skala lebih besar. Melalui kegiatan tersebut, Keluarga Teater PeBei berharap dapat terus berkembang, menghasilkan karya-karya yang lebih baik, serta memperkuat kekompakan, komunikasi, dan kedisiplinan tim di masa mendatang. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Keluarga-Teater-PeBei-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sukses-gelar-pementasan-Fragmen-Lama-Foto.-Teater-PeBei-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 10:34:412026-07-14 10:34:41Keluarga Teater PeBei Sukses Gelar Pementasan Fragmen Lama

FPPTI DIY Perkuat Peran Perpustakaan melalui Pelantikan Pengurus Baru Periode 2026–2029

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Pelantikan Pengurus Baru FPPTI DIY Periode 2026–2029 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelantikan Pengurus Periode 2026–2029 pada Rabu, 8 Juli 2026, di Ruang Audio Visual Lantai 4 Museum Muhammadiyah, Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua Umum FPPTI Nomor 06/FPPTI-9/SK/7/2026 tentang pengangkatan Pengurus FPPTI Wilayah DIY Periode 2026–2029 oleh Sekretaris I, Gretha Prestisia, RK., M.IP. Selanjutnya, Ketua Umum FPPTI Pusat, Mariyah, S.Sos., M.Hum., melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan pengurus baru yang terdiri atas Risty Prasetyawati, S.I.P., M.A. sebagai Ketua, Sapto Harmoko, S.I.P., M.A. sebagai Wakil Ketua, beserta jajaran sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang kepengurusan lainnya.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan, penyematan pin, serta penyerahan pataka dari Ketua Umum FPPTI Pusat kepada Ketua FPPTI DIY sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Dalam laporan kepengurusan periode 2023–2026, Risty Prasetyawati menyampaikan bahwa hingga saat ini, FPPTI DIY memiliki 101 perpustakaan anggota dan 47 di antaranya telah terakreditasi.

“FPPTI DIY memiliki program-program unggulan yakni di antaranya Monthly Learning sebagai bentuk sharing yang narasumbernya adalah anggota FPPTI DIY sendiri, penyelenggaraan seminar, webinar, dan pelatihan bersama narasumber nasional maupun internasional, program embedded librarianship melalui studi tiru ke Malaysia dan Singapura, serta penyelenggaraan lomba IALA dan ALIA yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali.” jabarnya.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, S.T., M.T. mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dan berharap FPPTI DIY membuat kebijakan agar perguruan tinggi mulai melakukan perubahan siginifikan pada pengembangan SDM perpustakaan. 

“Tentu kami sangat bahagia dengan adanya pelantikan ini. Ini menunjukkan bahwa perpustakaan di Indonesia mendapat perhatian yang baik. Harapannya, bapak dan ibu di FPPTI DIY tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas sehingga perpustakaan di DIY dapat menjadi contoh bagi perpustakaan di daerah lain,” ungkapnya.

Ketua Umum FPPTI Pusat, Mariyah, S.Sos., M.Hum. mengatakan bahwa amanah sebagai pengurus merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk memajukan perpustakaan. Menurutnya, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa perpustakaan perguruan tinggi di DIY semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., berharap seluruh perguruan tinggi swasta di DIY dapat terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaannya. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelantikan-Pengurus-Baru-FPPTI-DIY-Periode-2026–2029-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 10:16:222026-07-14 10:16:22FPPTI DIY Perkuat Peran Perpustakaan melalui Pelantikan Pengurus Baru Periode 2026–2029

Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 2026

14/07/2026/in Prestasi /by Ard

Muh. Taufik Hidayat, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih 2 gelar pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Taufik)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muh. Taufik Hidayat, berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Taufik berhasil meraih Juara II Badminton Ganda Putra dan Juara Umum II Short Semi Documentary.

Bagi Taufik, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ia mengaku sangat bersyukur dapat membawa pulang dua penghargaan sekaligus, terlebih setelah pada ajang yang sama tahun sebelumnya belum berhasil meraih prestasi..

Pada kategori Short Semi Documentary, Taufik bersama tim mengangkat karya berjudul “Dingin Yang Membakar”. Film dokumenter tersebut mengangkat isu dampak penggunaan pendingin ruangan (AC) terhadap pemanasan global, khususnya di wilayah Jakarta.

Melalui karya tersebut, tim ingin mengajak masyarakat melihat sisi lain dari penggunaan AC yang selama ini identik dengan kenyamanan. Di balik manfaatnya dalam menurunkan suhu ruangan, penggunaan AC juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi dan suhu lingkungan. Dampak tersebut kemudian dirasakan oleh masyarakat, terutama para pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan di tengah suhu yang semakin tinggi akibat pemanasan global.

Dalam proses produksi, Taufik berperan sebagai pewawancara narasumber. Ia bertugas menggali informasi dan pengalaman secara langsung dari narasumber agar pesan yang disampaikan dalam film terasa lebih kuat, nyata, dan mampu menggugah kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

Taufik mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi dilakukan secara sederhana. Untuk cabang badminton, ia hanya berlatih selama dua hari sebelum keberangkatan ke Jakarta. Sementara itu, pada kompetisi film dokumenter, tim hanya mempersiapkan konsep, ide, dan peralatan produksi sebelum berangkat. Hal tersebut karena seluruh proses pengambilan gambar dilakukan secara on the spot sesuai ketentuan yang baru dijelaskan saat technical meeting.

Menurut Taufik, tantangan terbesar justru muncul saat proses produksi film dokumenter. Seluruh peserta hanya diberi waktu dua hari untuk menyelesaikan proses pengambilan gambar hingga penyuntingan video. Di sisi lain, mereka juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026, seperti kunjungan media ke SCTV, city tour, dan seminar. Bahkan, pada salah satu hari pelaksanaan, Taufik juga harus bertanding pada cabang badminton ganda putra.

“Karena waktu produksi sangat terbatas, kami harus benar-benar pandai memanfaatkan waktu luang untuk mencari footage dan melakukan proses editing. Di saat yang sama saya juga mengikuti pertandingan badminton, sehingga manajemen waktu menjadi tantangan terbesar selama kompetisi,” jelasnya.

Selain membawa pulang prestasi, Taufik juga memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026. Menurutnya, kunjungan media, seminar, dan city tour memberikan wawasan baru mengenai dunia komunikasi. Namun, pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Bagi Taufik, mengikuti kompetisi merupakan salah satu cara untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia meyakini bahwa kemampuan yang dimiliki tidak akan berkembang apabila tidak pernah diasah melalui berbagai pengalaman dan tantangan. “Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu. Selagi ada kesempatan dan kita merasa mampu, ambillah kesempatan itu. Potensi yang kita miliki harus terus diasah agar tidak berhenti berkembang,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muh.-Taufik-Hidayat-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-2-gelar-pada-SILAT-APIK-PTMA-2026-Foto.-Taufik.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:26:292026-07-14 09:33:04Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 2026

Google Student Ambassador UAD Gelar Sharing Session Pemanfaatan Gemini dan NotebookLM

14/07/2026/in Terkini /by Ard

Google Student Ambassador Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar sharing session pemanfaatan Gemini dan NotebookLM (Foto. Mawar)

Google Student Ambassador (GSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dio Lutvi Andre, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi angkatan 2024, menyelenggarakan Sharing Session bertajuk “Prompting & Generate by Gemini dan NotebookLM” pada Jumat, 26 Juni 2026 di Laboratorium Strategi Bisnis Sistem Informasi, Kampus IV UAD. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kecerdasan buatan di kalangan mahasiswa sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi generatif dalam mendukung proses akademik dan persiapan karier.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mempelajari teknik prompt engineering menggunakan Google Gemini serta mengoptimalkan NotebookLM sebagai asisten belajar berbasis AI. Selain sesi praktik, peserta juga diajak mengeksplorasi kreativitas melalui pembuatan musik menggunakan Gemini dengan memanfaatkan kata-kata acak dari peserta. Tak hanya membahas aspek teknis, kegiatan ini juga mengangkat pentingnya etika dalam penggunaan teknologi AI.

Dio Lutvi Andre menjelaskan bahwa sharing session ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mengenal teknologi AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab. “Saya ingin mengenalkan dan melatih teman-teman mahasiswa UAD agar lebih cakap digital, khususnya dalam memanfaatkan Generative AI. Harapan saya, cara pandang terhadap AI bisa bergeser. AI bukan sekadar alat untuk bersenang-senang atau jalan pintas mengerjakan tugas, tetapi dapat menjadi thought partner yang produktif untuk mendukung akademik maupun karier di masa depan,” ujarnya.

Menurut Dio, penguasaan teknologi AI menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa di tengah perkembangan dunia digital. Ia menilai pemanfaatan AI mampu mempercepat proses belajar sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

Dalam bidang akademik, AI dapat membantu mahasiswa merangkum literatur, melakukan brainstorming, hingga menyusun struktur karya ilmiah secara lebih efisien. Sementara itu, di dunia profesional, kemampuan memanfaatkan AI dan menyusun prompt yang efektif menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh berbagai industri.

“AI bukan untuk menggantikan proses berpikir, tetapi membantu kita bekerja lebih efektif sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan analisis yang lebih mendalam. Selain itu, kemampuan menggunakan AI juga menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Sebagai Google Student Ambassador 2026, Dio mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama menjalankan perannya sebagai penghubung antara inovasi teknologi Google dengan mahasiswa UAD. Melalui program tersebut, ia mendapatkan akses terhadap berbagai perkembangan teknologi terbaru sekaligus kesempatan untuk membagikan pengetahuan kepada sivitas akademika melalui berbagai kegiatan edukatif.

Selain memperluas wawasan teknologi, peran tersebut juga memberikan kesempatan baginya untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, public speaking, manajemen program, serta membangun jejaring profesional dengan sesama pegiat teknologi dan mentor dari berbagai daerah.

Dio berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sehingga mampu memperkuat budaya literasi AI di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi segera menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam aktivitas perkuliahan, kompetisi, maupun berbagai proyek pengembangan diri.

“Semoga ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan saja. Saya berharap teman-teman dapat langsung mempraktikkan teknik prompting untuk mendukung perkuliahan, kompetisi, maupun proyek pribadi. Selain itu, saya berharap budaya pemanfaatan AI yang bijak, etis, dan inovatif dapat terus berkembang di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan,” tutupnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Google-Student-Ambassador-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-sharing-session-pemanfaatan-Gemini-dan-NotebookLM-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:17:032026-07-14 09:17:03Google Student Ambassador UAD Gelar Sharing Session Pemanfaatan Gemini dan NotebookLM

Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 2026

14/07/2026/in Prestasi /by Ard

Izza Nur Qoriroh Umamy mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 1 Kasau Championship 2026 (Foto. Izza)

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Izza Nur Qoriroh Umamy, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) angkatan 2024, sukses menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 kategori Solo Kreatif Putri Dewasa dalam ajang nasional bergengsi “Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Kasau Championship 2026”.

Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI AU. Pada tahun ini, gelaran akbar tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 Juni 2026, dan dipusatkan di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.

Keberhasilan menyabet podium tertinggi di tingkat nasional tentu menjadi buah manis dari kerja keras yang telah dilakukan. Izza mengungkapkan bahwa dirinya harus melalui proses latihan yang intensif demi memberikan performa terbaik di arena pertandingan. Menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah di Indonesia, Izza mengaku melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari. Kunci utama dari keberhasilannya adalah konsistensi dan kedisiplinan dalam meningkatkan intensitas persiapan fisik maupun mental.

“Persiapan khusus yang saya lakukan yaitu dengan menambah porsi latihan,” ungkap Izza saat menceritakan perjuangannya menghadapi kompetisi tersebut. Kerja keras dan tambahan porsi latihan tersebut akhirnya terbayar tuntas. Saat namanya diumumkan sebagai Juara 1 di Jakarta International Velodrome, rasa bangga dan haru tidak dapat disembunyikan.

“Saat diumumkan sebagai juara 1, tentunya saya bersyukur dan senang karena telah mendapat hasil yang maksimal,” tambahnya.

Pencapaian luar biasa yang diraih oleh Izza Nur Qoriroh Umamy ini tidak hanya mengharumkan namanya sendiri, tetapi juga membawa nama baik program studi, fakultas, dan universitas di kancah nasional. Prestasinya menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UAD, khususnya dari rumpun humaniora seperti Ilmu Komunikasi, mampu bersaing dan unggul dalam bidang non-akademik di tingkat nasional melalui kedisiplinan dan kerja keras.

Izza berharap capaian ini dapat menjadi lecutan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menggali potensi diri, berani berkompetisi, dan konsisten menembus batas kemampuan demi meraih prestasi tertinggi. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Izza-Nur-Qoriroh-Umamy-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-1-Kasau-Championship-2026-Foto.-Izza.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 09:10:152026-07-14 09:10:15Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 2026

Peran Media Sosial dan Ketegasan UU TPKS dalam Menghalau Kekerasan Seksual

13/07/2026/in Terkini /by Ard

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Seminar Nasional EPIC 2026 (Foto. Himakom UAD)

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional EPIC 2026 bertema “Peran Media Sosial dalam Penyebaran Awareness Kekerasan Seksual di Kalangan Mahasiswa” pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Ruang Audio Visual Museum Muhammadiyah. Acara ini digelar sebagai upaya nyata untuk membangun kesadaran dan ruang aman di lingkungan akademik kampus dari ancaman kekerasan seksual. Seminar krusial ini menghadirkan tiga pakar lintas disiplin sebagai narasumber utama, yaitu dr. M. Irfan Rizaldy, selaku Dokter Rumah Sakit PKU Sleman yang mengupas tuntas dari sudut pandang medis, Kalis Mardiasih yang merupakan seorang Penulis, Aktivis Perempuan Muslim dan Storyteller Keadilan Gender yang menyoroti relasi kuasa di kampus, serta Dr. Diyah Puspitarini, M.Ag. selaku Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang memaparkan aspek regulasi dan perlindungan hukum bagi korban, dengan Fitrinanda An Nur, S.I.Kom., M.A., selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi UAD sebagai moderator acara.

Sebagai pembuka pembahasan, dr. M. Irfan Rizaldy membedah kekerasan seksual dari segi pelanggaran otonomi tubuh, di mana tindakan tanpa persetujuan sadar baik secara fisik maupun nonfisik terbukti memicu respons trauma hebat pada otak. Trauma psikologis yang tidak tertangani ini berisiko tinggi menyebabkan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang mengganggu regulasi emosi, bahkan bermanifestasi menjadi keluhan fisik kronis atau gangguan psikosomatis seperti migrain akut atau nyeri panggul tanpa penyebab medis patologis. Dalam penjelasannya, dr. Irfan menegaskan, “Kekerasan seksual adalah pelanggaran murni terhadap hak atas tubuh seseorang. Ketika trauma psikologis yang ditimbulkannya diabaikan dan tidak mendapatkan penanganan berbasis trauma yang tepat sejak awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dampaknya akan bermanifestasi menjadi gangguan fisik kronis yang merusak kualitas hidup korban.” Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya alur penanganan yang solid, dimulai dari stabilisasi emosi, pembuatan visum resmi atas persetujuan korban, intervensi psikiatri dini, hingga pelaporan dengan pendampingan mental.

Selanjutnya, Kalis Mardiasih membawa audiens melihat realitas pahit mengenai ketimpangan relasi kuasa yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari ruang kelas, sekretariat organisasi, kantin, hingga area kos-kosan di sepanjang jalan menuju kampus. Kekerasan seksual di ranah akademik marak terjadi karena pelaku memanfaatkan gelar, jabatan, atau wewenangnya untuk memanipulasi korban melalui berbagai modus operandi, seperti berkedok sebagai mentor atau figur orang tua yang terpercaya atau confidante, memanfaatkan pengetahuan akademis atau intellectual seducer, hingga mempraktikkan pertukaran nilai akademis atau rekomendasi proyek demi kepuasan seksual.

Mengenai fenomena ini, Kalis menyatakan, “Kita harus berani membongkar ketimpangan relasi kuasa yang berlapis di kampus, di mana pelaku sering kali memanfaatkan posisi akademis atau kedok sebagai mentor untuk memanipulasi korban yang tidak berdaya.” Di era digital ini, Kalis juga mengingatkan bahaya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), di mana media sosial sering kali disalahgunakan oleh pelaku untuk memfasilitasi kejahatan baru seperti menyebarkan foto atau video intim tanpa izin di grup chat mahasiswa atau melakukan ancaman dalam relasi romantis.

Dari sisi regulasi, Dr. Diyah Puspitarini, M.Ag. menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki payung hukum yang kuat dan bersifat lex specialis atau hukum yang lebih spesifik yang berpihak pada korban melalui Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Berdasarkan undang-undang tersebut, pelaku pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling atau verbal dapat diancam pidana penjara maksimal 9 bulan dan/atau denda hingga Rp10.000.000, pelecehan fisik diancam pidana maksimal 4 tahun dan/atau denda hingga Rp50.000.000, sedangkan eksploitasi dan perbudakan seksual diancam pidana hingga 15 tahun penjara dan/atau denda Rp1.000.000.000.

Terkait ketegasan hukum ini, Dr. Diyah menggarisbawahi secara tajam, “Lewat UU TPKS, negara memberikan garansi penuh bahwa kasus kekerasan seksual tidak boleh lagi diselesaikan di bawah meja melalui jalur damai atau restorative justice, dan hak korban atas perlindungan identitas serta pemulihan total adalah prioritas utama hukum kita.” Pelaku kekerasan berbasis elektronik juga akan dijerat lewat akumulasi pasal UU TPKS dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta negara menjamin perlindungan korban dari somasi atau tuntutan hukum balik oleh pelaku.

Melalui pemaparan komprehensif dari ketiga narasumber, seminar ini menghasilkan satu pesan kuat bahwa budaya bungkam, stigma negatif, dan victim-blaming di lingkungan akademik harus segera diakhiri. Media sosial harus dialihfungsikan menjadi ruang bersuara dan sarana edukasi massal untuk membangun kesadaran kolektif, terlebih saat ini keterangan korban yang didukung oleh rekam medis serta hasil pemeriksaan psikologis klinis sudah sah menjadi alat bukti hukum yang kuat. Melalui gerakan bersama yang inklusif dan berani, seluruh elemen akademika diharapkan dapat bersinergi untuk mewujudkan lingkungan kampus yang adil, aman, dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Himpunan-Mahasiswa-Ilmu-Komunikasi-Himakom-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-Seminar-Nasional-EPIC-2026-Foto.-Himakom-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 13:28:572026-07-13 13:28:57Peran Media Sosial dan Ketegasan UU TPKS dalam Menghalau Kekerasan Seksual
Page 28 of 531«‹2627282930›»

TERKINI

  • Mahasiswa Magister Informatika UAD Kenalkan AI untuk Siswa SD19/10/2026
  • UAD Tuan Rumah POMDA DIY Cabang Voli Pasir19/10/2026
  • 15 Mahasiswa UAD Raih Beasiswa dari ACCA dan Henkel Indonesia19/10/2026
  • Lima Dosen UAD Masuk Daftar Top 2% Scientist Worldwide 202619/10/2026
  • Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak16/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top