• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

KKN UAD: Dari Belatung Bisa Jadi Untung!

09/02/2023/in Terkini /by Ard

Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik dengan Larva Black Soldier Fly (BSF) kepada Warga Dukuh Sabdodadi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul dan KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus, dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah yang ada. Kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan kepekaan rasa dan kognisi sosial mahasiswa serta membantu proses pembangunan terutama di pedesaan.

Mengangkat tema “Pengelolaan dan Budi Daya Magot dalam Upaya Mengatasi Permasalahan Sampah Organik dan Meningkatkan Perekonomian Masyarakat”, mahasiswa KKN Periode Reguler ke-101 Unit VII.D.I Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sosialisasi pengolahan sampah organik dengan larva atau belatung Black Soldier Fly (BSF) atau yang kerap dikenal dengan magot kepada warga Pedukuhan Dukuh, Sabdodadi, Bantul. Dilaksanakan pada 4 Februari 2023, kegiatan yang dihadiri oleh puluhan warga ini didampingi secara langsung oleh Nur Syarianingsih Syam, S.K.M., M.Kes. selaku dosen pembimbing lapangan (DPL).

“Sampah saat ini sudah menjadi masalah yang serius di masyarakat, khususnya di Bantul. Maka dari itu, adik-adik KKN UAD ini mencoba membuat kegiatan yang dapat mendukung program Bantul Bersama (Bersih Sampah 2025) dengan cara mengadakan sosialisasi terkait pengolahan sampah organik dimulai dari lingkungan terdekat kita,” tutur Nur Syarianingsih.

Ketua KKN UAD di Pedukuhan Dukuh Fikri Aditya Pradana turut menuturkan, dirinya bersama 10 rekan lainnya yakni Lucky Resta Widias Putri, Tsaqufa Najiba As-shalikah, Ika Sartika, Wafianda Azhar, Rosena Menelia Sari, Rizky Alida, Reza Wardhani Yuliananda, Indah Ayuningtyas, Su Zihua, dan Wei Bocheng, memilih melaksanakan kegiatan ini setelah melihat potensi dan media yang telah dimiliki oleh warga di pedukuhan tersebut.

“Sosialisasi tentang magot kami rasa sangat relevan untuk dilakukan mengingat Pedukuhan Dukuh sudah memiliki ember tumpuk sebagai media budi daya belatung magot,” ungkap Fikri.

Hadir sebagai narasumber, Sri Budiarti, S.P. selaku perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul untuk memaparkan pengolahan sampah organik hasil rumah tangga dengan menggunakan belatung magot.

“Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam proses pengolahan sampah dan budi daya magot, yakni ember tumpuk, sayuran dan buah-buahan yang sudah membusuk, serta larva BSF. Sayuran dan buah-buahan yang membusuk kemudian dimasukkan ke ember bagian atas bersamaan dengan larva BSF yang akan membantu menguraikan sampah organik. Setelah 2 minggu, air lindi yang turun ke ember bagian bawah dapat dipindahkan ke botol kosong yang kemudian harus dijemur terlebih dahulu selama sekitar 20 hari. Ketika warnanya berubah menjadi kehitaman, selanjutnya dapat digunakan sebagai pupuk cair organik untuk tanaman,” jelas Sri Budiarti.

Di samping dapat membantu mengurai sampah organik, Sri Budiarti lebih lanjut menyampaikan bahwa magot juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dari sisi ekonomi. “Magot ini punya nilai ekonomi yang cukup tinggi. Selain pakan ternak dan pupuk, magot basah per kilonya bisa dijual sampai 6 ribu rupiah. Bahkan magot yang sudah kering dapat bernilai lebih fantastis, bisa sampai 60 ribu rupiah sekilonya,” tambahnya.

“Semoga dengan adanya sosialisasi pengolahan sampah organik yang bermuara pada program Bantul Bersama ini dapat sedikit mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Yogyakarta, khususnya di Bantul,” tutup Fikri selaku Ketua Unit KKN UAD VII.D.1.

Selepas sosialisasi, mahasiswa KKN UAD VII.D.1 kemudian akan melaksanakan sosialisasi lanjutan melalui media poster sekaligus monitoring perkembangan dari pengolahan sampah organik menggunakan magot yang dilakukan masyarakat. (Lid)

uad.ac.id

Tags: Berita UAD, Dosen, KKN UAD, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sosialisasi-Pengelolaan-Sampah-Organik-dengan-Larva-Black-Soldier-Fly-BSF-kepada-Warga-Dukuh-Sabdodadi-oleh-Dinas-Lingkungan-Hidup-Kabupaten-Bantul-dan-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa-scaled.jpeg 1920 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-02-09 08:13:022023-02-09 08:13:02KKN UAD: Dari Belatung Bisa Jadi Untung!
You might also like
Mahasiswa Fisika UAD Ikuti PMM di NTB
Gowes APTISI DIY ke UAD, Jalin Silaturahmi Antar-PTS
Cookie Corner Raih Tiga Penghargaan di UAD FAIR 2025
UAD Peringkat 1 PTS Nasional pada Pimnas ke-36
Mahasiswa KKN UAD Kenalkan Eco Enzym di Dusun Potronalan
UAD Selenggarakan Pameran Inovasi “Cipta Reka 2” dalam Rangka Milad ke-65

PRESTASI

  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Raih Juara III dalam University Clash 202625/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Favorit pada Kompetisi Fotografi Internasional di Malaysia23/06/2026
  • Mahasiswa Gizi UAD Raih Dua Gelar Juara dalam Kompetisi Artikel Ilmiah Nasional 202622/06/2026
  • Tim CIVIC’S UNITED UAD Raih Juara Harapan I pada Semarak Keilmuan 2026 Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah Sungai22/06/2026
  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Medali Perunggu ONMIPA-PT 202618/06/2026

FEATURE

  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026
  • Menghindari Penyesalan Abadi11/06/2026
  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top