Kisah Perjalanan dan Prestasi UKM Bola Basket UAD

UKM Bola Basket UAD Tampil Gemilang, Kisah Perjalanan dan Prestasi Diangkat dalam Podcast Olahraga & Kamu TVMU Yogyakarta (Foto. Mawar)
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Basket Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menjadi sorotan publik setelah diundang sebagai narasumber dalam program Podcast Olahraga & Kamu yang diproduksi TVMU Stasiun Yogyakarta. Episode bertema “Mengembangkan Bakat dan Prestasi bersama UKM Bola Basket UAD” ini menghadirkan Muhammad Dafitra, ketua UKM Bola Basket UAD, bersama Fajar Junaedi selaku host pada Sabtu, 22 November 2025.
Pada awal sesi, Fajar Junaedi menjelaskan latar belakang hadirnya program tersebut. “Podcast Olahraga dan Kamu ini adalah hasil kolaborasi antara TVMU Stasiun Yogyakarta bersama Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya masa mahasiswa sebagai fase pembentukan diri. “Mahasiswa itu adalah usia yang paling menyenangkan karena pada masa inilah proses pembentukan identitas dan karakter mencapai puncaknya,” tambahnya.
Fajar menyoroti bahwa sebagian besar mahasiswa aktif mengikuti UKM, dan salah satu UKM yang tengah menorehkan prestasi adalah UKM Bola Basket UAD. Dalam kesempatan tersebut, Dafitra menceritakan awal mula ia terlibat di UKM tersebut. “Ceritanya saya bisa jadi ketua UKM itu karena di dalamnya ada teman saya, Pak. Waktu buka pendaftaran, saya tertarik ikut kepengurusan. Selama kuliah, ini pertama kalinya saya ikut organisasi,” tuturnya.
“Kalau ada event besar, seminggu bisa sampai tiga sampai empat kali latihan. Semua di malam hari, jadi tidak mengganggu perkuliahan,” jelasnya.
Prestasi terbaru UKM Bola Basket UAD adalah menjadi juara di Liga Mahasiswa, sebuah pencapaian yang sangat berharga bagi tim. Dafitra mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. “Liga Mahasiswa itu liga bergengsi buat kita. Dua tahun terakhir kami dicap sebagai tim kalahan, selalu kalah. Jadi kami benar-benar berprogres lewat latihan intensif. Coach kami, Coach Gogor, punya lisensi A, di Indonesia hanya ada lima orang yang punya lisensi itu, dan beliau salah satunya,” ungkapnya bangga.
Dalam segmen akhir, David membagikan informasi penting tentang mekanisme rekrutmen atlet melalui jalur Beasiswa Talenta Unggul UAD. “Untuk tim A, kami rekrut dari teman-teman SMA lewat Beasiswa Talenta Unggul. Sebulan atau dua bulan sebelum pendaftaran, kami sudah sebar pamflet. Mereka kirim bukti permainan atau kejuaraan terakhir, lalu kami tes langsung di Jogja, biasanya di Lapangan SMA Teladan Godean. Setelah itu dipilih bersama coach,” jelasnya. Fajar menanggapi dengan menekankan peluang besar bagi calon mahasiswa. “Ini info yang sangat berharga, terutama untuk adik-adik SMA. Ada kesempatan mengikuti Beasiswa Talenta Unggul di Universitas Ahmad Dahlan,” katanya. (Mawar)
