• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Hubungan Agama dengan Kondisi Psikologis Manusia

15/12/2025/in Feature /by Ard

Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. dalam PSYTALK Paris 2025 (Foto. Annove)

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan PSYTALK Paris 2025 pada Sabtu, 6 Desember 2025 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. sebagai narasumber dengan topik “Psikologi Beragama: Dari Fanatisme Menuju Kesadaran Berpikir Rasional.” Acara ini diikuti oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Prancis serta warga negara Indonesia yang tinggal di Paris.

Dr. Ruslan menjelaskan bahwa psikologi agama merupakan disiplin yang mempelajari hubungan antara ajaran agama dan kondisi psikologis manusia. Agama, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga memengaruhi cara seseorang berpikir, merespons emosi, berinteraksi sosial, hingga membentuk identitas personal.

Pengalaman keberagamaan seseorang dapat berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental, baik sebagai sumber ketenangan maupun potensi munculnya masalah psikologis jika dipahami secara ekstrem. Sehubungan dengan hal tersebut, Al-Qur’an memuat berbagai ayat yang menyinggung kesehatan mental, faktor penyebab, dan terapi agar seseorang tidak mengalami penyakit mental, seperti bipolar, anxiety disorder, stres, dan depresi, di antaranya dalam QS. Al-Ma’arij ayat 19-32 dan QS. Thaha ayat 124-126.

Dalam pemaparannya, Dr. Ruslan mengupas secara mendalam mengenai cara beragama yang ideal agar seseorang terhindar dari al-Ghuluw wa al-Ifrath atau ekstremisme dan fanatisme buta. Berdasarkan ajaran Nabi Muhammad SAW, Islam hadir dengan prinsip hanifiyah atau lurus dan samhah atau toleran. Beliau menyampaikan sejumlah hadis yang menegaskan bahwa agama yang dicintai Allah adalah agama yang lurus dan penuh kelapangan, serta bahwa Nabi diutus untuk membawa kasih sayang, bukan kecaman atau cercaan.

Konsep kelembutan dan santun dalam beragama juga ditegaskan melalui QS. Ali Imran ayat 159, yang memerintahkan umat Islam untuk bersikap lembut, memaafkan, serta bermusyawarah. Sikap kasar, menurut ayat tersebut, justru menjauhkan manusia dari kebenaran agama.

Di samping itu, Dr. Ruslan menjelaskan bahwa lawan dari toleransi adalah intoleransi, yang salah satunya berbentuk ta’assub yang berarti fanatisme buta dan ghuluw yang berarti melampaui batas dalam keyakinan dan tindakan. Kedua sikap ini merupakan ciri dari cara beragama yang tidak sehat karena menutup ruang dialog dan menolak perbedaan.

Dalam konteks inilah Islam mengajarkan konsep wasathiyah atau moderasi beragama. Moderasi bukan berarti bersikap setengah-setengah, melainkan menjalankan agama secara lurus, proporsional, dan tidak ekstrem. Sikap moderat memungkinkan seseorang menjalankan ajaran agama tanpa menghilangkan ruang toleransi terhadap sesama, baik internal umat Islam maupun lintas agama.

Faktor-faktor yang memengaruhi seseorang dapat bersikap moderat antara lain tingkat pendidikan, pengalaman hidup, keterbukaan pikiran, interaksi sosial yang luas, kemampuan berpikir kritis, serta literasi keagamaan. Menurut Dr. Ruslan, semakin luas wawasan seseorang, semakin kecil kemungkinan dirinya terjebak dalam pandangan ekstrem.

Salah satu bagian penting dalam materi adalah pembahasan mengenai peran akal. Islam, menurut Dr. Ruslan, menempatkan akal pada posisi yang proporsional. Agama tidak mendewakan akal, tetapi juga tidak mengabaikannya. Banyak ayat Al-Qur’an yang mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan menggunakan logika dalam memahami ajaran agama.

Akal difungsikan untuk memproses informasi, menimbang argumentasi, dan menghindarkan manusia dari kesesatan yang diakibatkan ketidaktahuan. Dengan demikian, rasionalitas menjadi pilar penting dalam menjaga keberagamaan yang sehat. Hal ini ditegaskan melalui sabda Nabi: “Agama itu untuk orang yang berakal; tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal.”

Pada sesi diskusi, peserta mengajukan pertanyaan mengenai kehidupan muslim di negara minoritas, cara menjaga konsistensi dalam beragama tetapi tetap terbuka terhadap perbedaan, hingga hukum berbagi hadiah dengan nonmuslim. Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap isu moderasi beragama.

Melalui PSYTALK Paris 2025, Dr. Ruslan mendorong pemahaman keberagamaan yang lebih dewasa, yaitu toleran, rasional, dan selaras dengan nilai kemanusiaan universal. (Anove)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, Psikologi, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Ruslan-Fariadi-AM-S.Ag_.-M.S.I.-dalam-PSYTALK-Paris-2025-Foto.-Annove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 10:46:312025-12-15 10:46:31Hubungan Agama dengan Kondisi Psikologis Manusia
You might also like
Tim PKM-PM UAD Sosialisasikan Proker dan Pembentukan Relawan PKS di SLBN 1 Bantul
KKN UAD Adakan Sedekah Sampah Di Bantul
Gelar Jogjakarta Communication Conference, APIK PTMA Gagas Komunikasi dalam Pembangunan Berkelanjutan
Mengekspos Sejarah Muhammadiyah dengan Perspektif Baru dan Kekinian
KKN Dahlan Muda Salurkan Hibah Buku di Taman Nasional Siberut
PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Gunakan Aplikasi Digital SI-WARAS

TERKINI

  • Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah15/10/2026
  • Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Hadirkan Mesin Extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul14/10/2026
  • KKN UAD Edukasi Siswa SMP Muhammadiyah Piyungan tentang Pencegahan Bullying14/10/2026
  • Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Padatnya Perkuliahan14/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top