Lanjutkan Estafet Kemanusiaan, UAD dan MDMC DIY Lepas Relawan Kloter Kedua ke Aceh

Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana (PSMPB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Lepas Relawan Kloter Kedua ke Aceh (Foto. Ito)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana (PSMPB) kembali menerjunkan tim relawan kloter kedua untuk bergabung dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) DIY. Upacara pelepasan relawan dilaksanakan secara khidmat pada Jumat, 02 Januari 2026 di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY. Total sebanyak 39 personel relawan diberangkatkan, di mana 12 di antaranya merupakan tim psikososial dari UAD.
Pengiriman ini merupakan tindak lanjut dari komitmen UAD dalam merespons bencana secara berkelanjutan. Sebelumnya, para relawan ini telah menjalani pembekalan intensif melalui Diklat Relawan Psikososial guna memastikan kesiapan mental dan kompetensi teknis di lapangan.
Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB/MDMC) PWM DIY, Indrayanto, menjelaskan bahwa kloter kedua ini memiliki misi spesifik di wilayah Aceh Tengah (Takengon) dan Bener Meriah. Wilayah ini dilaporkan masih dalam kondisi krisis dan baru saja terbuka aksesnya dari isolasi.
“Di lokasi nanti, tim kloter kedua akan bergabung dengan 9 personel terdahulu yang masih bertahan, sehingga total kekuatan personel lapangan menjadi 48 orang (non-medis) ditambah 7 tenaga medis,” jelas Indra.
Partisipasi aktif mahasiswa dan alumni UAD dalam tim psikososial ini menegaskan komitmen sivitas akademika untuk terus hadir di garis depan kemanusiaan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memulihkan trauma penyintas serta mendukung proses rehabilitasi mental masyarakat terdampak.
Dalam amanatnya, Ketua PWM DIY Dr. H. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., memberikan pesan tegas kepada para relawan. Didampingi oleh Ketua LRB PP Muhammadiyah H. Budi Setiawan dan Ketua Lazismu DIY Jefree Fahana, Ikhwan mengingatkan bahwa tugas ini adalah mandat organisasi.
“Pertama, mari luruskan niat. Teman-teman ke Aceh bukan untuk piknik, bukan untuk healing, tapi ada tugas berat di pundak teman-teman semua,” tegas Ikhwan.
Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap budaya lokal dan kondisi lapangan yang tidak normal. “Tugas suci ini adalah bagian dari dakwah, cara Muhammadiyah memahami agama melalui aksi nyata. Jaga kesehatan dan ibadah selama bertugas,” imbuhnya.
Sebelum diterjunkan, tim relawan UAD telah dibekali dengan berbagai materi, mulai dari fikih kebencanaan, asesmen psikososial, hingga pemahaman budaya sosiologis masyarakat. Hal ini dilakukan agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan efektif, empatik, dan menghargai kearifan lokal.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan pimpinan PWM DIY. Doa dipanjatkan agar seluruh rangkaian misi berjalan lancar serta para relawan senantiasa diberikan keselamatan dalam bertugas hingga kembali ke tanah air. (Ito)
