HISKI UAD Luncurkan Antologi Puisi di KIK ke-35

HISKI Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) luncurkan antologi puisi pada KIK ke-35 (Foto. HISKI UAD)
Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluncurkan buku Rihlah Langit Ritus Bhumi: Bilingual Anthology of Ecopoems dalam Konferensi Internasional Kesusastraan (KIK) ke-35 HISKI. Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan konferensi yang diselenggarakan di UNY, Senin, 26 Oktober 2026.
Buku ini merupakan antologi puisi ekologi yang menghimpun karya anggota dan rekanan HISKI Komisariat UAD. Rekanan HISKI Komisariat UAD berasal dari tiga negara, yakni Malaysia, Filipina, dan United Kingdom. Melalui puisi, para penulis mengangkat beragam gambaran alam dan lingkungan serta hubungan manusia dengan bumi sebagai tempat tinggalnya.
Pembahasan mengenai lingkungan dalam antologi ini dapat dikaitkan dengan perspektif ekofeminisme. Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Wiyatmi, M.Hum., menjelaskan bahwa ekosentrisme belum memberikan perhatian kepada perempuan sebagai salah satu entitas penting dalam keberlangsungan hidup di bumi. Oleh karena itu, ekofeminisme hadir untuk memberikan perhatian kepada perempuan.
Ekofeminisme merupakan etika lingkungan dan perspektif feminisme yang berusaha memahami hubungan berbagai bentuk penindasan manusia, khususnya terhadap perempuan dan alam. Perspektif ini juga memandang bahwa perempuan secara kultural kerap dikaitkan dengan alam.
Sejumlah judul puisi dalam buku ini antara lain “Harapan Bumi yang Terluka”, “Surat Cinta untuk Bumi”, “Penjaga Semesta”, “Hutan yang Pernah Bernapas”, “Bumi Adalah Ibu”, dan “Rindu Sungai Tua Tanah Wanua”. Judul-judul tersebut memperlihatkan beragam sudut pandang dalam memaknai alam, mulai dari kerusakan lingkungan, kepedulian terhadap bumi, hingga upaya menjaga kelestarian alam. Buku ini juga memuat puisi berbahasa Indonesia dan Inggris yang memperluas jangkauan pembacanya.
Keberagaman karya dalam antologi ini memperlihatkan bagaimana alam menjadi sumber inspirasi sekaligus ruang refleksi dalam puisi. Bumi, sungai, dan hutan tidak hanya hadir sebagai latar, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan manusia yang perlu dijaga keberlangsungannya. Melalui penggambaran tersebut, para penulis menyampaikan gagasan mengenai hubungan manusia dengan lingkungan.
Penerbitan buku ini merupakan bagian dari program tahunan HISKI Komisariat UAD. Proses penyuntingannya melibatkan Ketua HISKI Komisariat UAD, Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., bersama tim. Kolaborasi penulis dari empat negara ini menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan tentang lingkungan melalui karya sastra sekaligus memperluas kerja sama lintas negara.
Peluncuran buku dalam KIK ke-35 HISKI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan antologi puisi ekologi tersebut kepada komunitas akademik dan kesusastraan yang lebih luas. Melalui karya ini, puisi tidak hanya menjadi sarana ekspresi kreatif, tetapi juga ruang refleksi mengenai hubungan manusia dengan alam dan pentingnya menjaga bumi. (Mei)
