CIRNOV UAD Produksi Bom Drone ‘Gambit Merapi’ Untuk Penguatan Pertahanan Negara

CIRNOV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Produksi Bom Drone ‘Gambit Merapi’ Untuk Penguatan Pertahanan Negara (Foto. CIRNOV UAD)
Peperangan yang terjadi di dunia sekarang telah membuka mata bahwa peran drone menjadi sangat vital. Selain tidak beresiko terhadap manusia yang mengendalikannya, drone dengan bom yang dibawa terbilang efektif dan efisien dalam melumpuhkan lawan, menyertai penggunaan rudal untuk kombinasi serangan. Perang berkepanjangan antara Rusia lawan Ukraine, Israel lawan Hamas, dan masih banyak lagi konflik antar negara menunjukkan semakin masifnya penggunaan senjata tersebut.
Seiring dengan perubahan konflik geopolitik, Indonesia sebagai negara non Blok yang juga memiliki kekuatan militer tentu juga harus mampu menjaga kepentingan negara di hadapan negara lain yang semakin transaksional dalam menjalin persahabatan. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto pernah mengatakan bahwa ‘Jika Indonesia Diserang, No Body is Going to Help Us’. Untuk itu Pusat Riset CIRNOV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang dikenal mampu membuat rudal anti pesawat terbang (Rudal Merapi) dan juga rudal anti tank / kendaraan tempur (Rudal Kodok) kaliber 70 telah melakukan riset pembuatan bom drone yang sudah diuji cobakan baik statis maupun dinamis untuk kepentingan produksi.
Bom yang dibawa drone untuk melumpuhkan target, dapat menggunakan teknik impact-fuze (benturan bersama drone) seperti yang digunakan oleh drone Kamikaze, maupun teknik dropping, yang dijatuhkan dari drone yang terbang. Bom yang dibuat CIRNOV menggunakan sistem keamanan (safety system) berlapis yang menjadi persyaratan suatu produk hankam yang harus dipastikan aman bagi pengguna dan sekitarnya. Sistem keamanan dilakukan melalui sekuensial fungsi komponen Pin Mekanik Fuze, Safety Pin, Timer, dan Self Destruction. Bom secara umum terdiri dari dua bagian penting yaitu rangkaian fuze dan bahan peledak yang diaktifkan oleh detonator yang menjadikan bom mampu melumpuhkan target. Rangkaian fuze harus memiliki sistem keamanan yang akurat, sedangkan bagian detonator yang terhubung dengan rangkaian fuze akan mentriger bahan TNT atau sejenisnya sehingga akan blasting / meledak dengan kekuatan tinggi yang mampu menghamburkan isian bom seperti bola baja, pecahan logam keras dan lain-lain untuk melumpuhkan target pada radius tertentu. Besar kecilnya radius dapat diatur melalui jumlah bahan peledak yang dipergunakan serta teknik sebaran obyek yang berfungsi untuk menghantam sasaran.
Seluruh komponen Gambit Merapi dibuat menggunakan komponen lokal sehingga sangat mandiri dan memiliki potensi mudah dibuat dalam jumlah besar untuk mendukung operasi berkepanjangan jika diperlukan. Selain itu dalam pembuatannya, berbagai konsep dasar ilmu-ilmu Fisika dan Material juga diterapkan seperti penggunaan kalkulasi akurat sistem firing pin (kekuatan pegas), vibrasi struktur bahan dan kehandalan rangkaian elektronika yang ada, juga ilmu Aerodinamika yang harus dikuasai agar bom yang dijatuhkan mampu merubah arah jatuh dari posisi horizontal ke vertical sehingga firing pin dapat aktif mendetonasi bom sewaktu mengalami benturan terhadap target untuk nilai hentakan tertentu.
Uji fungsi detonator bom sudah dilakukan CIRNOV UAD bersama PT DAHANA yang selama ini ada kerjasama pengembangan teknologi alutsista. Gambit Merapi dibuat dalam dua jenis yaitu untuk drone Kamikaze dan juga drop drone bomb sehingga cukup fleksible. Sekarang ini sudah ada pihak yang berminat dan dalam proses pembelian produk tersebut. Diharapkan produksi bisa semakin masif dan handal untuk mencukupi kebutuhan bagi penguatan teknologi pertahanan Indonesia agar nantinya tidak tergopoh-gopoh harus mengimpor dari luar negeri jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam kerangka mempertahankan NKRI, demikian kata Prof. Hariyadi selaku Kepala CIRNOV UAD. (Doc)
