Inovasi PBL Mahasiswa FKM UAD: Olahan Labu Kuning untuk Pencegahan Hipertensi

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Penyuluhan Hipertensi (Foto. Tim PBL FKM)
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) melaksanakan penyuluhan hipertensi di RT 12 Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan inovasi berupa puding labu kuning sebagai alternatif makanan rendah gula dan garam dalam upaya pencegahan hipertensi di masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim PBL Kelompok 15 yang terdiri atas tujuh mahasiswa, yakni Naufal Aprindo Nalbandian, Elokfatun Muthoharoh, Hardiyanti Rahmatul Isnaini, Novia Putri Permatasari, Anisa Dwi Tyastuti, Fera Atha Prihatmana, dan Audi Aulia. Penyuluhan dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil identifikasi masalah kesehatan prioritas di wilayah tersebut.
Hipertensi ditetapkan sebagai salah satu dari lima masalah kesehatan utama di RT 12 Wonocatur berdasarkan hasil wawancara, pengisian kuesioner, serta pemeriksaan tekanan darah yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk mengukur pemahaman masyarakat, tim PBL juga melaksanakan pre-test dan post-test sebelum dan setelah penyuluhan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian hipertensi, faktor risiko, serta langkah pencegahannya. Selanjutnya, mahasiswa membagikan leaflet edukatif dan puding labu kuning yang dibuat sendiri sebagai contoh olahan pangan sehat bagi masyarakat.
Salah satu anggota tim menyampaikan pentingnya menjaga asupan gula dan garam sebagai bagian dari upaya pencegahan hipertensi. Inovasi olahan labu kuning ini mendapat respons positif dari masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
Salah satu peserta penyuluhan, Ibu S (45), mengaku memperoleh pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. “Selama ini saya tahunya labu cuma dibuat sayur, ternyata bisa diolah jadi puding yang rasanya enak dan gampang dibuat. Dari penyuluhan kemarin saya jadi paham kalau makanan juga bisa membantu mencegah darah tinggi, jadi pengin nyoba bikin sendiri di rumah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengendalian konsumsi gula dan garam serta mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. (Doc)
