Mufti Putri Dewi: Tumbuh dari Tantangan, Lulus dengan Kehormatan

Mufti Putri Dewi Buana, Mahasiswa KIP-K UAD Jadi Wisudawan Berprestasi (Foto. Mufti)
Tidak ada kata biasa dalam perjalanan Mufti Putri Dewi Buana, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang resmi dikukuhkan sebagai Wisudawan Berprestasi UAD Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 untuk Kegiatan Kemahasiswaan Bidang Akademik dan Nonakademik. Lahir dan besar di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Mufti bukan hanya berhasil menamatkan studi dengan gemilang, tetapi juga menorehkan prestasi yang mengharumkan nama kampus hingga ke kancah internasional.
Dibesarkan oleh pasangan Painten dan Sukadi, Mufti tumbuh sebagai sosok yang tangguh dan penuh semangat. Di balik gelar wisudawan berprestasi yang kini disandangnya, tersimpan rangkaian capaian luar biasa yang lahir dari kerja keras, konsistensi, dan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk melangkah jauh.
Deretan Prestasi Membanggakan
Selama kuliah, Mufti aktif di berbagai kegiatan. Ia pernah menyandang gelar Duta Pemuda Kulon Progo 2021, terpilih sebagai Duta Inspirasi Indonesia 2023, hingga meraih Juara Harapan II Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas 2024. Dalam dunia kompetisi ilmiah dan inovasi, Mufti meraih Gold Medal Smart Innovation Competition di Sarawak, Malaysia, tahun 2024, sebuah pencapaian yang disebutnya paling berkesan. “Itu pertama kalinya saya naik pesawat dan langsung ke luar negeri. Pengalaman itu membuka mata saya akan luasnya dunia dan pentingnya relasi internasional,” kenangnya.
Tidak hanya itu, ia juga menjuarai PR Campaign Nasional 2023, meraih pendanaan PKM GFT 2023 dan 2024, serta menyabet Juara Harapan II KMI Expo Lomba P2MW kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan 2023. Dalam ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp 2023, Mufti menyabet The 1st Place Best Paper untuk kategori kelas 1.
Belajar dari Tantangan dan Proses
Perjalanan ini tentu tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terberat bagi Mufti adalah ketika laptop pribadinya sering bermasalah. Ia harus meminjam perangkat teman untuk menyelesaikan tugas kuliah hingga skripsi. “Saya sempat burnout dan menangis. Tetapi, saya belajar bahwa menangis pun bisa menjadi cara sehat untuk melepas emosi, lalu bangkit lagi,” tuturnya.
Mufti aktif di Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Debating Community, menjadi narasumber talkshow dan seminar nasional, bahkan menciptakan HKI Jagratara Board Game dan menulis di jurnal SINTA-4 lewat riset berjudul “Komunikasi Komunitas Regas dalam Mempertahankan Eksistensi Sastra Jawa di Yogyakarta”.
“Saya percaya belajar itu bukan hanya dari kelas. Belajar bisa dari siapa saja dan dari tantangan apa pun. Kalau ada peluang, langsung saja meski belum yakin bisa. Dari situ kita tumbuh,” pesan Mufti, yang juga tercatat sebagai peserta program Wirausaha Merdeka UNY 2023.
Bagi Mufti, inspirasi terbesar datang dari keluarga. “Orang tua saya adalah guru kehidupan. Mereka memberikan kebebasan sekaligus tantangan dan itu yang membentuk saya seperti sekarang,” katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Ahmad Dahlan, yang telah menjadi tempat belajar dan bertumbuhnya selama ini, terutama melalui dukungan penuh beasiswa KIP-Kuliah yang ia terima sejak awal. “Saya sadar bahwa bisa kuliah di UAD itu adalah rezeki luar biasa. Tidak semua orang seberuntung saya,” ucapnya haru.
Ia juga menyebut dosen pembina beasiswa, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., serta sahabat-sahabat terdekatnya, Gege dan Afdri, sebagai sosok yang sangat berarti dalam perjalanannya.
Mufti berharap ke depannya ia bisa terus belajar bersama siapa pun dan di mana pun. Untuk adik tingkatnya, ia berpesan, “Bersyukurlah bisa kuliah. Berikan versi terbaik dari dirimu. Selesaikan apa yang kamu mulai dengan sepenuh hati. Dan jadilah tangguh karena dunia butuh lebih banyak orang yang kuat dan penuh kasih,” tutup Mufti. (Mawar)