Peletakan Batu Pertama Klinik dan Apotek UAD

Peletakan Batu Pertama pembangunan Klinik dan Apotek Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Klinik dan Apotek UAD pada Jumat, 20 Februari 2026. Prosesi dilakukan di area barat kampus IV dan secara simbolis dipimpin oleh Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd. Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan yang ditujukan untuk memperluas dan mendekatkan layanan bagi sivitas akademika serta masyarakat sekitar.
Direktur Utama PT Adi Multi Sejahtera, Dr. Riduwan, S.E., M.Ag., menyampaikan bahwa klinik dan apotek yang akan dibangun merupakan langkah strategis pengembangan layanan kesehatan UAD. Ia menambahkan bahwa pembangunan ini dilakukan oleh PT Adi Multi Sejahtera. Pembangunan menelan anggaran 9 miliar rupiah dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 10 bulan.
“Klinik ini dihadirkan untuk memberikan layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh mahasiswa. Sebelumnya, UAD telah memiliki RS UAD di Maguwo, dan kini layanan kesehatan diperluas melalui pembangunan klinik di lingkungan kampus,” ujarnya.
Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat mengimplementasikan cita-cita bersama untuk membangun layanan kesehatan bagi keluarga besar UAD dan masyarakat sekitar,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa Klinik UAD nantinya akan dikelola langsung oleh PT Adi Multi Husada, yang juga telah berpengalaman mengelola RS UAD. Menurutnya, kehadiran klinik ini diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal sekaligus menjadi unit usaha yang berkontribusi secara finansial bagi pengembangan institusi.
Senada dengan itu, Ketua BPH UAD Irwan Akib menegaskan bahwa pembangunan klinik dan apotek tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada pelayanan prima. Ia berharap terjalin sinergi yang kuat antara pusat pendidikan kesehatan dan layanan kesehatan di UAD, mengingat kampus ini memiliki Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. “Kami berharap pembangunan ini menjadikan UAD semakin sehat dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya. (Mawar)
