Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Kampus Berkelanjutan

Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Kampus Berkelanjutan (Foto. Mawar)
Forum Bidikmisi KIP Kuliah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Seminar Nasional Mahasiswa bertema “Peran Mahasiswa dalam Membangun Ekosistem Kampus Berkelanjutan Berbasis Kesadaran, Teknologi, dan Inovasi untuk Mencapai SDGs” pada Rabu, 10 Desember 2025. Seminar ini menghadirkan pembicara dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menjadi wadah bertemunya gagasan dari mahasiswa untuk memperkuat gerakan keberlanjutan di lingkungan kampus.
Salah satu pembicara, Arivansi Ringu Kodi, menyampaikan bahwa kampus hari ini masih menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. Ia menyoroti rendahnya kesadaran lingkungan mahasiswa, tingginya konsumsi energi dan produksi sampah, serta belum maksimalnya pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. “Kesadaran lingkungan masih rendah. Padahal kampus sebagai pusat aktivitas seharusnya menjadi ruang percontohan perilaku ekologis,” ujarnya. Ia menambahkan pentingnya langkah konkret seperti membawa botol minum sendiri, memilah sampah, hingga mengampanyekan green lifestyle di media sosial.
Sementara Noval Arwansyah menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menggerakkan perubahan sosial menuju kampus hijau. Ia menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya objek perubahan, tetapi subjek yang memimpin arah transformasi. “Mahasiswa harus menjadi teladan, mengedukasi lingkungan sekitar, dan tampil sebagai agen perubahan,” ungkapnya. Noval meyakini bahwa ketika mahasiswa menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan kepedulian lingkungan, maka budaya keberlanjutan dapat tumbuh lebih kuat dan mengakar. Ia juga mengingatkan bahwa gerakan keberlanjutan membutuhkan konsistensi, bukan sekadar kampanye sesaat. (Mawar)
