Program ‘Tenang’ sebagai Upaya Pengendalian Hipertensi Berbasis Masyarakat

Tim PBL Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar program TENANG sebagai pengendali hipertensi berbasis masyarakat (Foto. Tim PBL FKM UAD)
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang tergabung dalam Tim Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 04 sukses melaksanakan kegiatan Intervensi kesehatan masyarakat melalui program TENANG (Tekanan Darah Aman dan Terkendali) di wilayah RT 04 pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis lapangan yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam pengendalian hipertensi.
Tim PBL 04 yang terdiri atas Ika Febri Lestari, Asyifa Triandhini Setiajie, Desri Elsadiah Dangu, dan Shita Fitria Kaharunisa, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Lina Handayani, S.K.M., M.Kes., Ph.D., menetapkan hipertensi sebagai prioritas intervensi berdasarkan hasil pengkajian masalah kesehatan dan musyawarah bersama warga. Hipertensi dinilai sebagai masalah kesehatan dominan yang membutuhkan upaya penanganan segera.
Rangkaian kegiatan intervensi meliputi pemeriksaan tekanan darah, edukasi mengenai hipertensi melalui video animasi, serta senam bersama yang diikuti secara aktif oleh masyarakat RT 04. Edukasi yang diberikan menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup sehat sebagai langkah pencegahan dan pengendalian tekanan darah, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, aktivitas fisik teratur, pengaturan pola makan, istirahat cukup, hingga pengelolaan stres.
Selain edukasi, mahasiswa juga melakukan pemeriksaan tekanan darah dan pengukuran berat badan sebagai skrining awal faktor risiko hipertensi. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari dosen pembimbing lapangan yang turut hadir untuk memberikan arahan serta memastikan pelaksanaan intervensi berjalan sesuai dengan prinsip pemberdayaan masyarakat.
Melalui program TENANG, mahasiswa berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat RT 04 mengenai pentingnya pengendalian hipertensi, sekaligus mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat secara berkelanjutan guna menekan risiko penyakit tidak menular di lingkungan setempat. (Septia)
