Tim Psikososial UAD Bersama MDMC DIY Dampingi Warga Terdampak Banjir Bandang di Aceh Tengah

Tim Psikososial Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Bersama MDMC DIY Dampingi Warga Terdampak Banjir Bandang di Aceh Tengah (Foto. Tim Psikososial)
Tim Psikososial Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan layanan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 3 Januari 2025 hingga 3 Februari 2026.
Tim Psikososial UAD bertugas di tiga pos pelayanan yang berada di bawah koordinasi MDMC DIY, yakni di Desa Delung Sekinel, Desa Jamat, dan Desa Reje Payung. Ketiga desa tersebut berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat Kota Takengon dan sempat terisolasi akibat banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025. Dua jembatan utama yang menjadi akses penghubung kawasan tersebut putus diterjang banjir, sehingga aktivitas masyarakat terhambat secara signifikan.
Banjir bandang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun berdampak besar pada kondisi sosial dan infrastruktur warga. Puluhan rumah yang berada di bantaran sungai hanyut terbawa arus, sementara rumah, masjid, dan sekolah lainnya tertimbun lumpur serta pasir yang telah mengeras, sehingga tidak lagi dapat digunakan.
Personel Tim Psikososial UAD terdiri atas mahasiswa lintas angkatan serta psikolog alumni. Dari angkatan 2022, tim diisi oleh Syam Al Qodri Wismoyo, Sher Naufal, Satria Dzailami, dan Elvetta Ariftyani. Sementara dari angkatan 2023, terdapat Annisa Banowati, Aslan Basayev, Hafid Ulinnuha, dan Muhamad Awan Alfarizi. Tim ini juga diperkuat oleh para psikolog alumni, yaitu Fikria Asma Aulia Tama, Shinta Puspaningrum, serta Nida Nurrahmawati.
Berbagai program psikososial dijalankan untuk memulihkan kondisi mental, sosial, dan spiritual masyarakat terdampak. Program tersebut meliputi aktivasi kegiatan belajar mengajar di tingkat SMP dan SMA yang terdampak, pendampingan bermain bagi anak-anak di pengungsian, pengisian kegiatan di Tenda Belajar dan Sekolah Darurat, aktivasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan mitigasi bencana bagi masyarakat setempat.
Selain itu, tim juga menghidupkan kembali aktivitas masjid dan organisasi remaja masjid, mengadakan kegiatan menganyam bersama ibu-ibu, serta menyelenggarakan pengajian dalam rangka peringatan Isra Mikraj. Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kembali rasa aman, kebersamaan, dan harapan di tengah masyarakat pascabencana.
Hafid Ulinnuha, Salah satu anggota tim menyampaikan bahwa kehadiran relawan tidak hanya bertujuan memberikan pendampingan, tetapi juga membangun kembali semangat warga. “Kami berupaya menghadirkan ruang aman bagi anak-anak dan masyarakat untuk pulih secara psikologis, sekaligus menguatkan kembali ikatan sosial yang sempat terguncang akibat bencana,” ungkapnya.
Fikria Asma Aulia Tama menambahkan, “Melalui sinergi UAD dan MDMC DIY, kegiatan pendampingan psikososial ini diharapkan mampu membantu masyarakat Kecamatan Linge bangkit secara bertahap, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga mental dan sosial, sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana,” tutupnya. (Mawar)
