• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Moral dan Peran Keluarga di Era Digital

04/06/2025/in Feature /by Ard

Dr. Mhd Lailan Arqam S.Pd., M.Pd., dalam Khutbah Jumat Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Anove)

Dr. Mhd Lailan Arqam S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan pengurus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah mengisi khutbah Jumat yang rutin diadakan di Masjid Islamic Center (IC) Kampus IV. Dalam khutbahnya, beliau menyoroti isu penurunan moral yang belakangan ini menghebohkan publik, khususnya terkait terungkapnya komunitas “Grup Fantasi Sedarah” di media sosial Facebook.

Lailan mempertanyakan, “Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Apa yang salah di masyarakat kita?” Beliau menekankan keprihatinan atas peran orang tua yang sudah sepatutnya menjadi pelindung, tetapi justru menyalahgunakan perannya dengan menjadikan anak sebagai objek seksualitas.

Fenomena ini, menurut Lailan, tidak terlepas dari peran dunia maya yang kini tanpa disadari menjadi realitas. Anak-anak masa kini menyerap nilai-nilai dari media sosial dan dunia digital secara masif. Konten-konten di dalamnya, yang dapat diinterpretasikan dan divisualisasikan seolah-olah baik, berpotensi menyesatkan. Para ahli mencoba menelusuri akar masalahnya, mengindikasikan bahwa perilaku menyimpang ini bisa jadi bermula dari trauma masa lalu atau kurangnya kasih sayang para pelaku di masa kecil. “Ini adalah kegagalan psikologis di masa kecil yang berdampak besar!” tuturnya.

Penyebab utamanya, imbuhnya, adalah kedekatan media dengan anak-anak. Mereka melihat segala hal secara nyata, sehingga apa yang ditonton dianggap sebagai tuntunan dan hal yang lumrah. Dalam perspektif teori konstruksi realitas sosiologi, Lailan menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terinternalisasi menjadi habituasi melalui tiga tahapan, yaitu eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi. Penyerapan nilai ini tidak lepas dari dialektika individu dengan realitas sosialnya. Jika anak tidak diajarkan, dicontohkan, atau dididik dengan nilai-nilai luhur, maka apa yang mereka serap dari lingkungan eksternal akan menjadi prinsip etika dan kebiasaan mereka.

“Keluarga semakin abai dengan nilai agama,” tegas Lailan. “Jangan sampai kita terjebak pada satu kesalahan yang sama, seolah-olah persoalan agama itu persoalan kepakaran yang notabene dari keilmuan Islam. Atas dasar dalil itu, orang tua tidak mau dan tidak berkeinginan untuk memahami Al-Qur’an. Padahal nilai-nilainya untuk diajarkan, justru abai. Ingin hidup di surganya Allah tetapi jauh dari Al-Qur’an,” tambahnya.

Beliau menekankan bahwa tidak ada alasan bagi siapa pun, apa pun latar belakang dan kondisinya, untuk tidak mempelajari Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Mengutip sabda Nabi Muhammad saw., risalah kenabian telah terhimpun sempurna, menandakan berakhirnya tugas kenabian.

Di akhir khutbahnya, Lailan juga menyampaikan rasa syukurnya bahwa mahasiswa UAD dibimbing dan diajarkan untuk belajar Islam yang baik. Namun, ia juga menyoroti ironi ketika simbol-simbol keagamaan di sekolah atau kampus justru dianggap sebagai beban yang mempersulit studi akademik.

Khutbah ditutup dengan Q.S. Luqman ayat 13–19, yang memberikan contoh tentang bagaimana pendidikan dasar harus dilakukan oleh orang tua untuk membentuk karakter anak melalui kebiasaan baik yang berulang, mengingat pengaruh eksternalisasi, termasuk media sosial. Beliau mengingatkan bahwa agama pun pada akhirnya bisa tergantung pada siapa “teman” kita dan lingkungan pergaulan menjadi faktor pengaruh yang kuat. (Anove)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Mhd-Lailan-Arqam-S.Pd_.-M.Pd_.-dalam-Khutbah-Jumat-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-04 11:49:152025-06-04 11:49:15Moral dan Peran Keluarga di Era Digital
You might also like
KKN UAD Adakan Sosialisasi Ombudsman, Dampak Pinjol, dan Judol di Nanggulan
Pengembangan Literasi Berbasis Kecerdasan Emosional
Program Fast Track UAD bagi Mahasiswa Unggul
KKN UAD Sosialisasikan Eco Enzyme, Cairan Organik yang Kaya Manfaat
Enam Dosen UAD Raih Penghargaan pada Program Anugerah Academic Leader Tingkat LLDikti Wilayah V Tahun 2024
IMPACT: Kreativitas Tanpa Batas di Panti Asuhan Bina Siwi

TERKINI

  • FK UAD Lantik 29 Dokter Baru pada Sumpah Dokter Periode V23/10/2026
  • Teknologi untuk Perkuat Ideologi, Rektor UAD Paparkan Kerangka Transformasi Digital ‘Aisyiyah23/10/2026
  • UAD Menggelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan III Periode Oktober 202622/10/2026
  • Bimawa UAD Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Bangun Kesadaran dan Regulasi Diri Mahasiswa22/10/2026
  • Penutupan POMDA DIY Cabor Voli Pasir, UAD Apresiasi Para Juara22/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top