IMM FAI UAD Gelar Aksi Penggalangan Dana untuk Korban Bencana di Sumatra

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IMM FAI UAD)
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Kegiatan ini dipimpin oleh Khairul Shiddiq, mahasiswa Ilmu Hadis angkatan 2022 sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Sosial dan Pemberdayaan (Sospem) IMM FAI UAD.
Shiddiq menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud implementasi nilai Humanitas dalam IMM sekaligus upaya meringankan beban warga terdampak bencana. “Selain untuk korban bencana di Sumatra, sebelumnya kami juga menggalang dana untuk erupsi Gunung Semeru, banjir Bumiayu, serta longsor di Cilacap dan Banjarnegara. Namun pada aksi kali ini, fokus utama kami adalah bencana yang terjadi di wilayah Sumatra,” ujarnya.
Penggalangan dana dilakukan melalui dua metode, yaitu daring dan luring. Secara daring, kegiatan berlangsung sejak 28 November hingga 2 Desember 2025 melalui penyebaran pamflet digital. Pada tahap ini, IMM FAI bekerja sama dengan Lazismu UAD serta seluruh Ormawa FAI UAD. Sementara itu, aksi luring dilaksanakan pada 30 November hingga 1 Desember 2025 sebagai bagian dari seruan aksi kebajikan IMM Cabang Djazman Al-Kindi. Koordinasi dilakukan secara daring bersama pimpinan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FAI UAD, Lazismu UAD, serta seluruh Sospem se-Djazman Al-Kindi.
Di lapangan, relawan menyiapkan banner dan kotak donasi bertuliskan “Pray for Sumatra”. Mereka juga membagikan stiker kepada para donatur sebagai bentuk apresiasi, serta melakukan orasi melalui pengeras suara untuk mengajak masyarakat berpartisipasi. Total relawan yang terlibat dalam aksi turun ke jalan mencapai 20 hingga 30 orang, terdiri atas perwakilan berbagai komisariat IMM se-UAD.
Respons masyarakat dan mahasiswa berlangsung sangat positif. “Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya donasi yang masuk serta dukungan relawan yang cukup untuk menjalankan aksi ini,” jelas Shiddiq. Dari penggalangan dana secara daring, terkumpul dana sebesar Rp3.912.775, sedangkan aksi luring menghasilkan Rp4.719.000. Total donasi mencapai Rp8.631.775.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua lembaga resmi, yaitu Lazismu UAD dan Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Shiddiq menyebut bahwa pemilihan kedua lembaga tersebut didasarkan pada kredibilitasnya dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran. “IMM FAI memilih Lazismu UAD dan LazisMu DIY karena lembaga ini resmi, tepercaya, dan memiliki mekanisme penyaluran bantuan yang jelas sehingga bantuan dapat sampai tepat sasaran,” ungkapnya.
Shiddiq berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban para korban bencana. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan respons cepat dalam aksi kemanusiaan di masa mendatang. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan dengan lebih sigap dalam merespons isu yang muncul,” tambahnya.
Shiddiq mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk menjaga kepekaan sosial serta peduli terhadap lingkungan. Ia mengutip pesan Tan Malaka, “Salah satu tujuan pendidikan ialah memperhalus perasaan,” yang menurutnya sejalan dengan prinsip Humanitas dalam Tiga Kompetensi Dasar (Trikoda) IMM. “Memberi tidak selalu dengan materi. Bisa menjadi penyalur, atau melakukan hal bermanfaat sama berharganya di mata sesama. Mari kita jaga alam ini, karena bencana bukan karena alam semata, tetapi juga dipicu oleh ulah tangan manusia itu sendiri. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” tutupnya. (Anove)
