UAD Juara II Perguruan Tinggi Paling Inovatif pada Abdidaya Ormawa 2025

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara II Perguruan Tinggi Paling Inovatif pada Abdidaya Ormawa 2025 (Foto. Annove)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Abdidaya Ormawa 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI). Pada puncak penghargaan yang berlangsung Sabtu, 6 Desember 2025, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), UAD berhasil meraih Juara II kategori Perguruan Tinggi Paling Inovatif. Capaian ini menjadi bukti komitmen UAD dalam menghadirkan inovasi-inovasi pendampingan bagi Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa).
Menurut Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A., Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, prestasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani oleh organisasi kemahasiswaan UAD dalam program PPK Ormawa.
“Setiap tahunnya, alhamdulillah UAD selalu ikut program PPK Ormawa. Setelah sosialisasi, pendampingan, lalu submit proposal, proposal-proposal dari Ormawa UAD bisa lolos mendapatkan pendanaan,” jelasnya.
Pada tahun 2025, UAD mengajukan 10 proposal sesuai kuota yang ditetapkan. Dari jumlah tersebut, enam proposal berhasil memperoleh pendanaan, kemudian menjalankan program pengabdian masyarakat selama empat hingga lima bulan. Program tersebut mencakup berbagai topik, di antaranya desa sehat, desa hutan, desa literasi, desa bencana, hingga sekolah perempuan. Selama pelaksanaan, setiap tim menghasilkan luaran seperti artikel publikasi ilmiah, konten media sosial, poster, dan video program.
Setelah melalui proses monitoring dan evaluasi (monev) internal oleh UAD serta monev eksternal oleh Kemendikbudristek, tiga tim UAD dinyatakan lolos ke program Abdidaya. Tim tersebut berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Farmasi, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Teknologi Pangan, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi. Ketiganya kemudian mewakili UAD dalam ajang Abdidaya Ormawa 2025 di UMM.
“Pada akhirnya mereka berhasil mendapatkan kejuaraan-kejuaraan, dan kita juga mendapatkan Juara II Perguruan Tinggi Paling Inovatif, yang berarti UAD sangat berkomitmen memberikan inovasi-inovasi dalam pendampingan program PPK Ormawa,” ujar Dr. Choirul.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar penghargaan, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan bagi Ormawa. Dalam dua tahun sebelumnya, UAD juga memperoleh penghargaan sebagai Perguruan Tinggi dengan Support System Terkomprehensif, yang menunjukkan konsistensi UAD dalam memaksimalkan peran perguruan tinggi untuk pemberdayaan masyarakat melalui program mahasiswa.
“Kita tentu sangat bersyukur dengan kejuaraan tersebut, tetapi esensi dari kebersyukuran ini adalah semangat dan memberikan energi positif untuk memberikan inovasi-inovasi pendampingan yang lebih baik. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik lagi,” tuturnya.
Dr. Choirul berharap penghargaan ini mampu menjadi energi positif bagi seluruh mahasiswa. “Semoga penghargaan ini memberikan semangat kepada adik-adik mahasiswa agar terus mengimplementasikan program pengabdian masyarakat melalui PPK Ormawa, lebih kompak, lebih inovatif, kreatif, dan mampu memanajemen waktu dengan baik,” pesannya.
Ia menekankan bahwa prestasi mahasiswa merupakan hasil proses panjang dan pendampingan yang terstruktur. “Prestasi mahasiswa itu by design, tidak datang begitu saja. Perlu kesabaran, ketelatenan, dan keuletan dalam membersamai adik-adik berproses agar mereka bisa memberikan yang terbaik,” pungkasnya.
Dengan raihan ini, UAD kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen terhadap inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kapasitas organisasi mahasiswa secara berkelanjutan. (Anove)
