Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi

Muh. Saeful Effendi, M.Pd.BI. pemateri pengajian rutin bulanan mahasiswa FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali menggelar Pengajian Bulanan Mahasiswa #8 mengangkat tema “Membangun Hubungan dengan Allah di Era Self-Love & Positivity” dengan menghadirkan Muh. Saeful Effendi, M.Pd.BI. sebagai penceramah.
Ia membuka materinya dengan menegaskan bahwa topik ini merupakan isu krusial yang perlu dibicarakan, direnungkan, dan dihayati bersama. Menurutnya, berbagai teori psikologi modern memang memberikan banyak manfaat, tetapi harus diimbangi dengan aspek spiritual dan keyakinan keagamaan agar tidak menjerumuskan manusia pada kekosongan makna.
Ia mengangkat fenomena maraknya motivasi di media sosial. Kutipan inspiratif, kisah sukses, hingga narasi “healing” dan pencapaian terus membanjiri ruang digital. Namun, ia mengingatkan bahwa limpahan motivasi justru dapat membuat hati lelah ketika hanya berfokus pada hasil dan pencapaian, bukan proses dan makna. “Kelelahan kita itu bukan karena kurang motivasi, tapi karena kebanyakan motivasi yang berubah jadi tekanan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti peran gawai sebagai “teman terbaik” manusia modern. Media sosial, yang sebagian besar menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang, tanpa sadar membentuk standar kesuksesan yang semu.
Validasi berupa likes, views, dan komentar kerap dijadikan ukuran kebahagiaan. Akibatnya, muncul berbagai problem psikologis seperti overthinking, insecure, fear of missing out (FOMO), hingga burnout akademik. Semua itu, menurutnya, berakar dari lemahnya sandaran spiritual dan kecenderungan membandingkan diri secara berlebihan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa setiap peran dalam hidup sejatinya bernilai ibadah ketika diniatkan karena Allah. Menjadi dosen, guru, mahasiswa, bahkan pedagang sekalipun memiliki kemuliaan yang sama di hadapan-Nya jika dijalani dengan niat yang lurus. Ia mengingatkan, “Sandaran terbaik itu bukan harta, bukan jabatan, bukan validasi manusia. Sandaran yang tidak akan pernah mengecewakan hanyalah Allah,” tegasnya. (Mawar)
