Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II Poster Digital melalui Produk Keripik Pisang Noma

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara harapan II poster digital melalui produk keripik pisang noma (Foto. Novia)
Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam ajang Saudagar Dahlan Muda #5. Melalui produk Keripik Pisang Noma (No Mahal-Mahal), tim mahasiswa berhasil meraih Juara Harapan II Lomba Poster Digital Kategori Camilan.
Tim terdiri atas Novia Ahlul Jannah (Program Studi Pendidikan Matematika) sebagai ketua, bersama Maysaroh (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris) dan Muhammad Ikram Hasmin (Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif) sebagai anggota. Prestasi tersebut menjadi pencapaian pertama yang berhasil diraih tim setelah tiga kali mengikuti kompetisi Saudagar Dahlan Muda.
Ketua tim, Novia Ahlul Jannah, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas penghargaan yang diperoleh. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang telah dilalui bersama tim. “Kami berhasil meraih Juara Harapan II Poster Digital Kategori Camilan. Kami merasa sangat senang karena ini merupakan kali pertama kami mendapatkan juara setelah tiga kali mengikuti kegiatan Saudagar Dahlan Muda. Walaupun baru meraih juara harapan, kami sangat bersyukur. Namun, yang lebih membahagiakan adalah banyaknya konsumen yang tertarik membeli produk kami selama kegiatan berlangsung.”
Maysaroh menjelaskan lebih lanjut bahwa produk yang diusung tim adalah Keripik Pisang Noma, yang merupakan singkatan dari No Mahal-Mahal. Produk ini menghadirkan keripik pisang dengan berbagai pilihan rasa, yaitu cokelat, tiramisu, matcha, dan original, sehingga memberikan variasi cita rasa yang sesuai dengan selera berbagai kalangan.
Selain menawarkan beragam varian rasa, Keripik Pisang Noma juga memiliki keunggulan pada desain kemasannya. Berbeda dengan keripik pisang yang umumnya dikemas menggunakan plastik transparan, produk ini hadir dengan kemasan yang lebih menarik, modern, dan memiliki nilai estetika sehingga mampu meningkatkan daya tarik konsumen.
Keikutsertaan tim dalam kompetisi ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan usaha sekaligus menguji kemampuan mereka di tengah persaingan dengan puluhan usaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Melalui ajang tersebut, tim termotivasi untuk menghadirkan media promosi yang kreatif, desain stan yang menarik, serta mampu mempresentasikan model bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) secara optimal.
Dalam proses kompetisi, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah membuat video dan konten promosi yang mampu menarik perhatian masyarakat terhadap produk yang ditawarkan. Tantangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang pemasaran digital dan strategi promosi kreatif.
Selain memperoleh penghargaan, tim juga mendapatkan banyak pelajaran penting, terutama mengenai pentingnya kolaborasi dalam tim, pengelolaan keuangan usaha, serta pengalaman berkompetisi secara sehat bersama pelaku usaha mahasiswa lainnya. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga dalam mengembangkan usaha ke depannya.
Maysaroh berharap mahasiswa yang telah memiliki usaha tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi, tetapi mampu menjaga keberlanjutan bisnis yang dijalankan. “Jangan berhenti sampai kegiatan ini saja. Tantangan berikutnya adalah bagaimana usaha yang telah dibangun dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan mampu menghasilkan keuntungan. Bagi kami, mengikuti Saudagar Dahlan Muda bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan pelanggan baru dan merasakan pengalaman berkompetisi secara langsung dengan sesama pelaku UMKM mahasiswa.” (Mawar)
