UAD Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Bangun Karakter Positif

Orientasi Kemahasiswaan Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)
Orientasi Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendorong mahasiswa baru untuk aktif berorganisasi sekaligus membangun karakter yang kuat selama menempuh pendidikan.
Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa Bimawa UAD, Danang Sukantar, M.Pd., menjelaskan bahwa organisasi mahasiswa (ormawa) bukan sekadar sarana menambah CV. “Ormawa itu bukan sekadar kepanitiaan. Di sana adik-adik akan ditempa kepemimpinan, belajar mengelola administrasi dan keuangan, sampai belajar menyelesaikan konflik. Semua itu gratis, ada pembina, pendamping, dan pelatihnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, UAD saat ini memiliki 122 organisasi kemahasiswaan, mulai dari ormawa tingkat program studi hingga universitas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), maupun organisasi otonom seperti Hizbul Wathan, Tapak Suci, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Menurutnya, mahasiswa yang aktif berorganisasi berpeluang mengikuti kegiatan hingga tingkat internasional, seperti program pengabdian masyarakat di Thailand, Malaysia, hingga Madinah, serta kompetisi yang dibiayai kampus.
Danang mengungkapkan, berdasarkan hasil asesmen awal mahasiswa baru, sebanyak 67 persen di antaranya sudah pernah aktif berorganisasi sejak jenjang sekolah menengah. “Ini modal besar bagi UAD untuk terus mencetak generasi yang tangguh,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa Bimawa UAD, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., menegaskan bahwa mahasiswa UAD diharapkan memiliki karakter TANGGUH, yaitu Takwa, Amanah, Nalar, Gesit, Gembira, Ulet, dan Humanis. “Apa pun kondisinya, karakter tangguh ini harus terus dikembangkan dalam diri mahasiswa,” ujarnya.
Caraka menjelaskan, bidang yang dipimpinnya menaungi enam aspek layanan, meliputi pembinaan karakter, mental spiritual, layanan konseling, beasiswa, kesehatan, hingga kewirausahaan mahasiswa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi, serta tidak ragu memanfaatkan layanan konseling mahasiswa apabila menghadapi tekanan.
“Belajarlah mencari jeda dan kenali dirimu sendiri. Mental kita adalah mental sang juara, jadi jangan pernah menyerah karena keadaan,” pesannya. (Septia)
