Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 2026

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I esai nasional ajang PIKIR 2026 (Foto. Haisyam)
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih Juara I Cabang Esai dalam Pekan Ilmiah dan Kreativitas Remaja (PIKIR) 2026 yang diselenggarakan oleh UKM LKIM-PENA Universitas Muhammadiyah Makassar. Kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan, pada 31 Agustus – 05 September 2026.
Prestasi tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Mohd Haisyam sebagai ketua, serta Rafli Setiawan dan Dio Lutvi Andre sebagai anggota. Ketiganya mengembangkan gagasan dengan menggabungkan latar belakang keilmuan dari program studi yang berbeda melalui inovasi di bidang teknologi kesehatan.
Tim mengangkat gagasan mengenai inovasi surveilans berbasis data pascahujan untuk mengidentifikasi perkembangan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus menggunakan drone. Gagasan tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia dan berbagai wilayah dunia. Melalui pendekatan Aedes High Risk Score (AHRS), tim mengusulkan pemantauan genangan air pascahujan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Data hasil pemantauan tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki risiko menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti ban bekas, tempat sampah, dan wadah lain yang menampung air hujan. Informasi tersebut selanjutnya diarahkan untuk mendukung kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara lebih terarah.
“Karena kami bertiga berasal dari program studi yang berbeda, kami mencoba menggabungkan ketiga bidang keilmuan tersebut. Dari proses diskusi, kami kemudian mengambil tema teknologi kesehatan dengan fokus pada inovasi surveilans berbasis data pascahujan untuk mengidentifikasi perkembangan nyamuk Aedes melalui drone,” ujar Mohd Haisyam.
Persiapan mengikuti PIKIR 2026 dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Selain menyempurnakan gagasan, tim memfokuskan persiapan pada latihan presentasi dan pembuatan prototipe yang digunakan untuk memperkuat penyampaian inovasi di hadapan juri.
Manajemen waktu menjadi salah satu tantangan yang dihadapi tim. Jarak waktu antara tahap persiapan dan babak final membuat anggota tim harus membagi waktu secara cermat agar latihan presentasi dan penyelesaian prototipe dapat dilakukan sesuai kebutuhan kompetisi.
Upaya tersebut berbuah hasil dengan diraihnya Juara I Cabang Esai. Capaian tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi tim karena harus menghadapi peserta lain yang memiliki pengalaman dan prestasi dalam kompetisi sebelumnya.
“Awalnya kami tidak menyangka bisa menjadi juara karena salah satu lawan yang kami hadapi merupakan juara I sebelumnya. Alhamdulillah, kami dapat meraih Juara I Lomba Cabang Esai. Tentunya ini menjadi kebanggaan sekaligus pengalaman berharga bagi kami,” ungkap Mohd Haisyam.
Selain pengalaman berkompetisi, keikutsertaan dalam PIKIR 2026 di Makassar juga memberikan kesempatan bagi tim untuk mengenal lingkungan dan budaya yang berbeda. Berlangsung di luar Pulau Jawa, perjalanan tersebut mempertemukan mereka dengan berbagai pengalaman baru, salah satunya berkunjung ke salah satu lukisan tertua yang ada di dunia.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi tim untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas. Mereka juga menargetkan untuk terus mengikuti kompetisi serta menyempurnakan gagasan yang telah dikembangkan.
“Kami berharap pencapaian ini menjadi batu loncatan untuk terus belajar. Ke depannya, kami ingin membawa inovasi yang lebih baik dan memiliki nilai tambah sehingga dapat memberikan dampak bagi masyarakat,” tutur Mohd Haisyam. (Mawar)
